You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
severe acute respiratory syndrome (SARS) atau sindrom
pernapasan akut berat adalah sindrom akibat infeksi virus pada paru yang
bersifat mendadak dan menunjukan gejala gangguan pernapasan pada
pasien yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien SARS. Penyakit ini
pertama kali ditemukan pada bulan November 2002 sampai bulan Februari
2003 di Provinsi Guang Dong, Cina. SARS dengan cepat menyebar ke
Hongkong, Vietnam, Singapura sejak Februari 2003. Pada bulan Maret
2003 WHO menyatakan ancaman global SARS dan mengeluarkan “travel
advisory”.
Pada bulan tersebut SARS sudah menjangkiti 15 negara termasuk
Kanada. Pada bulan April 2003 penyakit ini sudah menyerang 20 negara.
Sampai bulan Maret 2003 penyakit ini sudah menyebabkan 2671 Kasus
dengan jumlah kematian 100 orang (CFR = 3,74 persen). Kasus terbanyak
terdapat di Cina sebesar 1279 kasus denan jumlah kematian 53 orang,
Diikuti Hong Kong (928/25). Amerika serikat (148/0), Sinapura (113/8),
dan Kanada (91/10). Kasus yang paling sedikit terdapat di Australia,
Belgia, Brasil, Irlandia, Rumania, Spanyol, dan Swiss, yaitu masing-
masing 1 kasus dengan jumlah kematian 0.
Sampai saat ini kasus SARS di Indonesia belum ditemukan. Dari
17 orang yang dicurigai hanya 9 orang penderita yang diobservasi sebagai
SARS dan 7 orang sudah diverivikasi bukan SARS. Di Jawa Tengah
terdapat 8 kasus observasi SARS karena adanya demam disertai dengan
ganguan pernafasan dan riwayat datng dari negara yang terjangkit SARS.
Setelah diadakan pemeriksaan dan perawatan dari lima rumah sakit
ternyata kasus tersebut bukan merupakan kasus suspek atau probable.
(Koes Iriananto : 185, 2014)

1

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian SARS ?
2. Bagaimana etiologi terjadinya SARS?
3. Bagaimana tanda dan gejala SARS ?
4. Bagaimana pathofisiologi SARS ?
5. Bagaimana pathway SARS ?
6. Bagimana pemerikasaan penunjang yang dilakukan untuk SARS ?
7. Bagaimana penatalaksanaan yang dilakukan untuk SARS ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian SARS.
2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya SARS.
3. Untuk mengetahui tanda dan gejala SARS.
4. Untuk mengetahui perjalanan penyakit SARS.
5. Untuk mengetahui perkembangan penyakit SARS dimulai.
6. Untuk mengetahui hasildari pemeriksaan penunjang dari SARS.
7. Untuk mengetahui penatalaksanaan yang SARS.

2

2014) Sindrom pernafasan akut parah ( severe acute respiratory syndrome /SARS) merupakan kumpulan gejala pada saluran pernafasan seperti batuk. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada bulan November 2002 sampai bulan Februari 2003 di Provinsi Guang Dong. (Koes Iriananto : 185. Spanyol. flu. Sinapura (113/8). Kasus terbanyak terdapat di Cina sebesar 1279 kasus denan jumlah kematian 53 orang. Kasus yang paling sedikit terdapat di Australia. Cina. Pengertian SARS severe acute respiratory syndrome (SARS) atau sindrom pernapasan akut berat adalah sindrom akibat infeksi virus pada paru yang bersifat mendadak dan menunjukan gejala gangguan pernapasan pada pasien yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien SARS. Rumania. Amerika serikat (148/0). SARS (severe acute respiratory syndrome) adalah sekumpulan gejala sakit pernapasan yang mendadak dan berat atau disebut juga 3 . bersin dan sesak nafas juga terjadi infeksi paru-paru( pneumonia) yang timbul secara akut atau tiba. Pada bulan tersebut SARS sudah menjangkiti 15 negara termasuk Kanada. Vietnam. Belgia. Sampai bulan Maret 2003 penyakit ini sudah menyebabkan 2671 Kasus dengan jumlah kematian 100 orang (CFR = 3. Diikuti Hong Kong (928/25). BAB II LAPORAN PENDAHULUAN SARS A. dan Swiss. Pada bulan April 2003 penyakit ini sudah menyerang 20 negara. dan Kanada (91/10).tiba dalam hitungan hari serta dapat menjadi sangat parah bahkan dapat mengancam jiwa (Judarwanto widodo: 7). Brasil. SARS dengan cepat menyebar ke Hongkong.74 persen). Pada bulan Maret 2003 WHO menyatakan ancaman global SARS dan mengeluarkan “travel advisory”. Singapura sejak Februari 2003. Irlandia. yaitu masing- masing 1 kasus dengan jumlah kematian 0.

penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus Corona Family Paramyxovirus (Mansjoer. Etiologi SARS Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan SARS. Beberapa transfusi darah 5. Terhirupnya makanan ke dalam paru (menghirup muntahan dari lambung) 4. Pneumoni 2. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Corona Virus Pneumonia (CVP) adalah Syndroma pernafasan akut berat yang merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru manusia yang sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Trauma hebat 4 . yaitu (judarwanto widodo: 8): 1. Cedera pada dada 8. Emboli paru 7. metadon. Keseimbangan alam terganggu WHO mengumumkan kesepakatan bahwa coronavirus yang baru teridentifikasi adalah mayoritas agen penyebab SARS. propoksifen atau aspirin 9. Coronavirus atau multi virus 3. Ini sesuai dengan bentuk Coronavirus itu sendiri yang kalau dilihat dengan mikroskop nampak seperti mahkotalain bisa karena penyakit apapun. B. Tekanan darah yang sangat rendah (syok) 3. Infeksi paru (pneumonia) karena coronavirus 2. Kerusakan paru-paru karena menghirup oksigen konsentrasi tinggi 6. Arif dkk:1999). Coronavirus berasal dari kata “Corona” yang berasal dari bahasa Latin yang artinya “crown” atau mahkota. Mutasi gen menjadi virus baru 4. Overdosis obat seperti heroin. yang secara langsung ataupun tidak langsung yang melukai paru-paru. diantaranya : 1.

Transfusi darah (terutama dalam jumlah yang sangat banyak). 7. Kepadatan tempat tinggal. Aspek kepercayaan setempat dalam praktek pencarian pengobatan yang salah. Faktor lingkungan : Pola hidup. 2. lalu bersarang di paru-paru. 3. Faktor Predisposisi 1. Tingkat jangkauan pelayanan kesehatan yang rendah. Metode penularannya melalui udara serta kontak langsung dengan pasien atau terkena cairan pasien. masuk melalui saluran pernapasan. kelainan congenital. Seperti virus lain. Faktor diri (host) : Umur. Faktor Pencetus SARS Coronavirus adalah mayoritas agen penyebab SARS. 5 . Misalnya terkena ludah saat pasien bersin dan batuk bahkan bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi atau barang yang digunakan oleh pasien SARS.10. asap rokok. status gizi. Menderita penyakit kronis. Virus ini stabil pada tinja dan urine pada suhu kamar selama 1-2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare. BBLR dan premature. Tingkat sosio ekonomi rendah 5. Dalam tempo sekitar dua hingga sepuluh hari. Virus SARS kehilangan infektivitasnya terhadap berbagai disinfektan dan bahan-bahan fiksasi. keterpaparan terhadap infeksi. corona menyebar lewat udara. paru-paru akan meradang. imunologis. Defisiensi vitamin. sosial ekonomi. 4. cuaca dan polusi udara. bernapas kian sulit. 6. jenis kelamin.

Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit. Demam tinggi (>380 C) 2. Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit.C. Virus ini stabil pada tinja dan urine pada suhu kamar selama 1-2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare. kaku otot. Masa inkubasi virus ini 2-7 hari. Dan kemungkinan juga melalui pakaian dan alat-alat yang terkontaminasi. Gejala lain yang mungkin ditemukan pada penderita SARS adalah: sakit kepala. Satu atau lebih gangguan pernafasan yaitu batuk. virus ini menyebar lewat sekresi pernafasan kemudian tumbuh didinding saluran pernafasan atas. mempunyai riwayat kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosa sebagai penderita SARS. Metode penularannya melalui udara serta kontak langsung dengan pasien atau terkena cairan pasien. masuk melalui saluran pernapasan. nafsu makan hilang dan kemerahan pada kulit. lalu bersarang di paru-paru. D. melakukan perjalanan ke tempat yang dilaporkan adanya penderita SARS. Lalu berinkubasi dalam paru-paru selama 2-10 hari yang kemudian menyebabkan paru-paru akan meradang sehingga bernapas menjadi sulit. Seperti virus lain. nafas pendek. 3. corona menyebar lewat udara. b. Misalnya terkena ludah (droplet) saat pasien bersin dan batuk. Patofisiologi SARS Penyebab penyakit SARS disebabkan oleh coronavirus (family paramoxyviridae) yang pada pemeriksaan dengan mikroskop electron. gangguan kesadaran. Tanda dan Gejala SARS 1. lemah. virus penyebab sars 6 . Cara Penularan Sars Sars disebabkan oleh virus coronavirus atau paramyxovirus. kesulitan bernafas. Satu atau lebih keadaan berikut: a.

maka bukan adanya penyakit komplikasi. 7 . Fase I : Menginfeksi Virus Untuk merusak materi genetik dan tumbuh dalam inang (manusia/binatang) virus menerobos kulit sel. Bila penderita sudah melewati masa 10 hari. masuk kedalam sel. 3. Umumnya. Viru-virus itu keluar dari sel yang mati itu danmenyerang sel yang masih sehat didekatnya. Fase II : Memperbanyak diri Virus memperbanyak diri dengan meminjam materi genetik milik sel yang mereka serang lalu diubah sesuai keperluan virus itu sendiri. 2. dan kemudian mulai membuka selubung proteinnya serta membanjiri sel terinfeksi dengan materi genetik dan virus.sangat tergantung pada daya tahan tubuh. Mereka lalu memperbanyak diri lagi. reaksi sars terlihat dalam kurun waktu 10 hari. Dalam menularnya suatu penyakit. begitu seterusnya. terdapat 3 fase kerja virus yaitu : 1. Bila dayatahan tubuh tidak baik dan mengidap penyakit. Fase III : Sel terinveksi dirusak Virus-virus yang memperbanyak diri dalam sel itu membuat sel inang menjadi rusak dan mati. penderita akan sembuh dengan sendirinya. semakin mempercepat kematian.

Pathway SARS 8 .E.

9 .

biopsy. karena kekurangan oksigen). Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan di tempat yang seharusnya terisi udara) b. Pengaturan cairan e. G. aspirasi jarum transtorakal. Test yang lama hanya mampu mendeteksi antibody. Pemeriksaan Bakteriologis :sputum. darah. Pemeriksaan radiologis : air bronchogram : Streptococcus pneumonia. Test DNA sequencing bagi coronavirus yang dapa diperoleh hasilnya dalam 8 jam dan sangat akurat. aspirasi nasotrakeal atau transtrakeal. 5. Pemeriksaan Penunjang SARS 1. Penatalaksanaan SARS 1. Obat inotropik 10 . Pada pemeriksaan fisik : dengan menggunakan stetoskop. terdengar bunyi pernafasan abnormal (seperti ronki atau wheezing).F. Gas darah arteri c. Bronkoskopi. 6. Humidifikasi dengan nebulizer c. b. Pemberian kortokosteroid pada fase sepsis berat f. 4. 2. Terapi oksigen. torakosentesis. bronskoskopi. Hitung jenis darah dan kimia darah d. pemberian multivitamin dan lain-lain : a. bibir serta kuku penderita tampak kebiruan (sianosis. 3. Fisioterapi dada d.Terapi supportif umum : meningkatkan daya tahan tubuh berupa nutrisi yang adekuat. Tekanan darah seringkali rendah dan kulit. Pemeriksaan Laboratorium : Leukosit. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis SARS : a.

diberikan nutrisi dengan kalori cukup 2.Aureus. beberapa antibiotik immunomodulatory dikenal memiliki sifat. H.pneumonia. Efeknya pada kursus SARS adalah belum ditentukan. Antibiotik : a. Selain efek antibakteri mereka. Antibiotik empiris yang sesuai dengan demikian diperlukan untuk menutupi terhadap patogen pernafasan Common per nasional atau pedoman pengobatan lokal bagi masyarakat- diperoleh atau nosokomial pneumonia. g. Ventilasi mekanis h. Terapi antibiotik Agen anti-bakteri secara rutin diresepkan untuk SARS karena menyajikan fitur non-spesifik dan cepat tes laboratorium yang dapat diandalkan untuk mendiagnosis SARS-cov virus dalam beberapa hari pertama infeksi belum tersedia. Sebagian kecil pasien dengan penyakit ringan pulih baik bentuk khusus tanpa pengobatan atau terapi antibiotik saja. Idealnya berdasarkan jenis kuman penyebab b. terapi antibiotik dapat ditarik. Utama ditujukan pada S. Drainase empiema i. Bila terdapat gagal nafas.Influensa dan S. Setelah mengesampingkan patogen lain. khususnya quinolones dan makrolid. 11 . SARS dapat hadir dengan spektrum keparahan penyakit.

B. 4. PENGKAJIAN Hal-hal yang perlu dikaji pada pasien dengan SARS : 1. Kaji terhadap komplikasi yaitu demam berlanjut atau kambuhan. efusi pleural. 5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan isolasi respiratory. atelektasis. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi dan obstruksi jalan nafas. nadi cepat bersambungan. Faktor perkembangan pasien : Umur. takipnea. Diagnosa Keperawatan 1. 3. Perhatikan perubahan suhu tubuh. 3. batuk. dan superinfeksi. 5. kemampuan mengerti tindakan yang dilakukan. dan auskultasi bunyi napas untuk mengetahui konsolidasi. Kaji terhadap kegelisahan dan delirium dalam alkoholisme. penggunaan otot aksesori. sputum purulen. Pengetahuan pasien atau keluarga : pengalaman terkena penyakit pernafasan. kebiasaan sehari-hari. demam. pengetahuan tentang penyakit pernafasan dan tindakan yang dilakukan.H. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan pemasukan berhubungan dengan faktor biologis. 2. takipneu. ASUHAN KEPERAWATAN SARS (Servere acute respiratory syndrome) A. tidak berhasil untuk sembuh. 4. mekanisme koping. komplikasi jantung. tingkat perkembangan. Kaji terhadap nyeri. Defisit volume cairan berhubungan dengan intake oral tidak adekuat. Defisit pengetahuan berhubungan dengan perawatan 12 . 2. 6.

Nyeri berhubungan dengan agen injury biologi (kerusakan organ) 7. 6. an batuk efektif dan suara nafas Informasikan yang bersih. patency suctioning Auskultasi suara nafas Kriteria Hasil : sebelum dan sesudah Mendemonstrasik suctioning. Mampu Berikan mengidentifikas O2dengan ikan dan menggunakan mencegah factor nasal untuk yang dapat memfasilitasi menghambat suksion jalan nafas nasotrakeal Gunakan alat yang steril setiap 13 . pada klien tidak ada dankeluarga sianosis dan tentang suctioning dyspneu Minta klien Menunjukkan nafas dalam jalan nafas yang sebelum suction paten dilakukan. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi (RR >24x/menit) atau hipoventilasi (RR <16x/menit). Diagnosa Tujuan dan Kriteria No Intervensi keperawatan Hasil 1 Bersihan jalan NOC : NIC : nafas tidak efektif Respiratory status Airway suction berhubungan : Ventilation dengan Pastikan inflamasi dan Respiratory status kebutuhan obstruksi jalan : Airway oralatau tracheal nafas.

peningkatan saturasi O2. Airway Management Buka jalan nafas. melakukan tindakan Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam setelah kateter dikeluarkan dari nasotrakeal Monitor status oksigen pasien Ajarkan keluarga bagaimana cara melakukan suksion Hentikan suksion dan berikan oksigen apabila pasien menunjukkan bradikardi. dan lain-lain. guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu Posisikan pasien untuk memaksimalkan 14 .

15 . nadi adekuat. Monitor respirasi dan status O2 2 Defisit Volume NOC: Fluid cairan management berhubungan Fluid balance dengan intake oral Pertahankan tidak adekuat. Hydration catatan intake dan takipneu. catat adanya suara tambahan Kolaborasi pemberian bronkodilator bila perlu Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. ventilasi Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan Lakukan fisioterapi dada jika perlu Auskultasi suara nafas. demam output yang Nutritional Status akurat : Food and Fluid Intake Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa.

Berikan cairan tidak ada rasa haus yang Dorong berlebihan masukan oral Berikan penggantian nesogatrik sesuai output Dorong keluarga untuk membantu pasien makan Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk Atur kemungkinan tranfusi Persiapan untuk 16 . Kriteria Hasil : tekanan darah ortostatik ). BJ sign urine normal. jika Mempertahankan diperlukan urine output sesuai dengan Monitor vital usia dan BB. HT normal Monitor masukan makanan Tekanan darah. membran mukosa lembab. Elastisitas Monitor status turgor kulit nutrisi baik. / cairan dan nadi. suhu tubuh hitung intake dalam batas kalori harian normal Lakukan terapi Tidak ada tanda IV tanda dehidrasi.

Pertimbangkan Globulin 1. pemberian nutrisi protein total 8-8 parenteral gr%.4 gr%. Albumin 3. Tentukan dengan kebutuhan nutrisi kebutuhan kalori ketidakmampuan pasien terpenuhi harian pemasukan dengan kriteria hasil berhubungan : 2.5-5. Monitor intake tanda-tanda dan output malnutrisi 5. Pantau adanya gr % Komplikasi GI Membran mukosa dan konjungtiva Terapi gizi tidak pucat 1. Ajarkan klien dengan faktor dan keluarga biologis (sesak Pemasukan tentang nafas). Monitor masukan makanan atau minuman dan hitung kalori harian secara 17 . Eating disorder dari kebutuhan setelah diberikan manajemen tubuh penjelasan dan berhubungan perawatan 1. an nutrisi kurang Status nutrisi. tranfusi 3 Ketidakseimbang NOC : NIC: . HB tidak kurang dari 10 7. Monitoring TTV menghabiskan dan diet yang nilai Laboratoriu dihidangkan m Tidak ada 4. nutrisi yang pentingnya adekuat nutrient Pasien mampu 3. Pertahankan Nilai kepatenan laboratorim.8-3. 6.6 nutrisi enteral gr%.

Kolaborasi ahli gizi 3. bebat dan pispot 7. Pastikan dapat diet TKTP (tinggi kalori tinggi protein) 4. Sajikan makanan hangat dengan variasi yang menarik 4 Intoleransi NOC : NIC : aktivitas Activity Therapy berhubungan Energy Kolaborasikan dengan isolasi conservation dengan Tenaga respiratory. tepat 2. Jauhkan benda- benda yang tidak enak untuk dipandang seperti urinal. Pantau hasil labioratoriun protein. Kriteria Hasil : Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang Berpartisipasi mampu dilakukan dalam aktivitas Bantu untuk fisik tanpa memilih aktivitas 18 . globulin. kotak drainase. Rehabilitasi Self Care : ADLs Medik dalam merencanakan program terapi yang tepat. HB 6. albumin. Berikan perawatan mulut 5.

disertai konsisten yang peningkatan sesuai dengan tekanan darah. kemampuan fisik. emosi. krek Bantu untuk mengidentifikasi aktivitas yang disukai Bantu klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan Monitor respon fisik. social dan spiritual Energy Management Observasi adanya pembatasan klien 19 . nadi dan RR psikologi dan social Mampu Bantu untuk melakukan mengidentifikasi aktivitas sehari dan mendapatkan sumber yang hari (ADLs) diperlukan untuk secara mandiri aktivitas yang diinginkan Bantu untuk mendapatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda.

tentang dengan cara yang penyakit. Gambarkan tanda prognosis dan dan gejala yang 20 . dalam melakukan aktivitas Dorong anal untuk mengungkapkan perasaan terhadap keterbatasan Kaji adanya factor yang menyebabkan kelelahan Monitor nutrisi dan sumber energi Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan Monitor respon kardiovaskuler ter hadap aktivitas Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien 5 Defisit NOC : NIC : pengetahuan Teaching : berhubungan Knowledge : disease Process dengan perawatan disease process Berikan penilaian Knowledge : tentang tingkat health Behavior pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik Kriteria Hasil : Jelaskan patofisiologi dari Pasien dan penyakit dan bagaimana hal ini keluarga berhubungan menyatakan dengan anatomi pemahaman dan fisiologi. kondisi. tepat.

dengan cara yang Pasien dan tepat keluarga mampu Gambarkan proses melaksanakan penyakit. dengna cara yang tepat Pasien dan Sediakan keluarga mampu informasi pada menjelaskan pasien tentang kembali apa kondisi. program biasa muncul pengobatan pada penyakit. dengan cara yang tepat 21 . dengan prosedur yang cara yang tepat dijelaskan Identifikasi kemungkinan secara benar penyebab. dengan yang dijelaskan cara yang tepat perawat/tim Hindari harapan kesehatan yang kosong lainnya Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit Diskusikan pilihan terapi atau penanganan Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan.

J. Jika dengan tindakan yang diberikan pasien mengalami perubahan menjadi lebih baik. kemungkinan besar tindakan harus mengalami perubahan atau perbaikan. Maka tindakan dapat dihentikan. Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan. 22 . dan mencatat setiap tindakan yang dilakukan pada pasien dengan tujuan untuk kesejahteraan dan kesehatan pasien. Jika sebaliknya keadaan pasien menjadi lebih buruk. Evaluasi Mengevaluasi semua tindakan yang telah diberikan pada pasien. Implementasi Melakukan tindakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. dengan cara yang tepat I.

BAB III PENUTUP A. Seperti virus lain. masuk melalui saluran pernapasan. corona menyebar lewat udara. Metode penularannya melalui udara serta kontak langsung dengan pasien atau terkena cairan pasien. Misalnya terkena ludah (droplet) saat pasien bersin dan batuk.KESIMPULAN Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Corona Virus Pneumonia (CVP) adalah Syndroma pernafasan akut berat yang merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru manusia yang sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya Penyebab penyakit SARS disebabkan oleh coronavirus (family paramoxyviridae) yang pada pemeriksaan dengan mikroskop electron. Lalu berinkubasi dalam paru-paru selama 2-10 hari yang kemudian menyebabkan paru- paru akan meradang sehingga bernapas menjadi sulit. lalu bersarang di paru-paru. Virus ini stabil pada tinja dan urine pada suhu kamar selama 1-2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare. Dan kemungkinan juga melalui pakaian dan alat-alat yang terkontaminasi. 23 .

Newyork. Arif dkk.com/sarsref/treat.html?m=1 Jong. Alfabeta : Bandung. Philadelphia.id/2016/01/asuhan-keperawatan- sars. NIC and NOC Project. University IOWA. USA. (2003).Inc.Proteksi dini terhadap SARS (Severe Acute Respiratori Syndrome).id&usg=AL kJrhjuXFVV22D4n-gkhhpHCgb-28jRcA http://nelar023. NANDA.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=h ttp://www. EG Jakarta.co. Pustaka Populer Obor:Jakarta 24 . W.(1996).M. USA. edisi 8 volume 3. Brunner & Suddarth.co.googleusercontent. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC. Epidemiologi penyakit menular dan tidak menular panduan klinis. Philadelphia.sarsreference.H. Jakarta.blogspot. Second edisi. (2002). (1991). (1997). McCloskey&Bulechek. Media Aesculapius : Jakarta.google. Nursing Outcome Classifications (NOC). Nursing Diagnosis: Definitions and classification..H. Http://translate. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. (2014). Nursing Interventions Classifications (NIC). By Mosby-Year book. DAFTAR PUSTAKA Irianto koes.htm&prev=/search%3Fq%3 Dsars%26hl%3Did%26sa%3DG&rurl=translate. Kapita Selekta Kedokteran Jilid II Edisi Ketiga.(2007-2008). Mansjoer. Wijayakusuma. (1999).