You are on page 1of 4

Susunan Acara Pengajaran (penyuluhan/bermain

)

Mata Kuliah : Blok Respirasi
Pokok Bahasan : Pengenalan Tuberkulosis
Sasaran : Masyarakat desa Gulbung
Tempat : Balai desa Gulbung
Hari/Tanggal : 7 maret 2016
Alokasi Waktu : 100 menit
Pertemuan Ke : Pertama
Pengajar : Fitriyawati
A. Tujuan Instruksional
- Tujuan Umum : Memberikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat
memahami situasi kesehatan yang dihadapi (TB)
- Tujuan Khusus : Masyarakat, terutama bagi yang telah terkena TB mampu
mengambil keputusan tentang pengobatan penyakit
B. Sub Pokok Bahasan
1. Definisi
2. Gejala
3. Penularan
4. Pencegahan
5. pengobatan
C. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Metode Media
Mengajar Mahasiswa
Pendahuluan 10 1. Pembukaan Two way leaflet
2. Perkenalan method
3. Memberikan
pertanyaan
Penyajian 70 1. Memberikan One way leaflet
materi method
2. Demonstrasi

2007. Price. Referensi Depkes RI. 2006. Jakarta: FKM UI. Peserta berperan aktif dalam proses belajar mengajar E. Memberikan Two way leaflet pertanyaan method 2. 2008. Rizkiyani. Edisi 6. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. . Evaluasi 1. Materi (Terlampir) F.Penutup 20 1. penutupan D. Jakarta. Tuberkulosis (TB). Patofisiologi Konsep Klinik Proses-Proses Penyakit. Indri. Sylvia. Penerbit buku kedokteran EGC: Jakarta. A. Buku 2. Peserta dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengajar 2.

Pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet). Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif 2. Pada waktu batuk atau bersin. tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya.Lampiran 1 Definisi TB nerupakan Penyakit infeksi paru menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Umumnya percikan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan. (Rizkiyani. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab. Sesak dan nyeri dada Gejala tambahan yang sering dijumpai: 1. Gejala (Depkes RI. Berkeringat malam hari 3. Kehilangan berat badan akibat tidak nafsu makan 4. Infeksi HIV meningkatkan resiko terhadap infeksi TB dan memperpendek masa inkubasi (Rizkiyani. Badan lemah dan lesu Cara penularan Berikut cara penularan TB berdasarkan penjelasan Depkes RI. Dahak berdarah 2. 2008). Sebagian kuman TB menyerang paru. 2007: 1. Demam lebih dari 1 bulan 3. Batuk lebih dari 2 minggu 2. sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. 3. 2008) Masa Inkubasi Mulai saat masuknya bibit penyakit sampai timbul gejala adanya lesi primer atau tes tuberculosis positif kira-kira memakan waktu 2-10 minggu. 2007) Adapun gejala yang muncul adalah: 1. Resiko menjadi TB paru dan TB ekstrapulmoner progresif setelah infeksi primer biasanya terjadi pada tahun pertama dan kedua. . Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.

2. Berhenti merokok 4. Ventilasi rumah Pengobatan (Depkes RI. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak. Tahap Lanjutan Pada tahap ini penderita mendapatkan obat lebih sedikit namun dalam jangka waktu yang lebih lama. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. Periksa kesehatan (kontak) 3. makin menular pasien tersebut. 2007) Obat TB diberikan dalam bentuk kombinasi ari beberapa jenis. Pencegahan 1. pengobatan perlu dilakukan dengan pengawasan langsung (DOT) oleh seorang pengawas obat (POM). Makan makanan yg sehat 5. Meningkatkan daya tahan tubuh . dan jangka waktu pengobatan). 5. Vaksinasi BCG 2. Daya enularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Pada tahap lanjutan ini sangat penting untuk membunuh bakteri yang persisten sehingga mencegah terjadinya kekambuhan. Hidup secara teratur dan Lingkungan yang sehat . jumlah cukup. . Apabila panduan obat yang digunakan tidak cocok (jenis. supaya smua kuman (termasuk kuman persisten) dapat dibunu. Untuk menjamin kepatuhan penderita. Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat dan teratur. dan dosis yang tepat selama 6-8 bulan. Tahap intensif Pada tahap awal intensif penderita mendapat obat setiap hari dan diawasi langsung untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap semua Obat Anti TB (OAT). Tingkatkan pengetahuan tentang TBC . bakteri Tb akan berubah menjadi bakteri tahan obat (resisten). Pengobatan diberikan dalam 2 tahap: 1. dosis. Jaga kebersihan . biasanya penderita yang dapat menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2 bulan. 4.