You are on page 1of 4

Disusun oleh

:

Meirisca rivani angela
NISN : 9982492444

XI IPA 2

SMA N 1 GUNUNG TALANG
TAHUAN AJARAN 2014/2015

Rasul saw. sesuai tata caranya (shalih al-kaifiyyat).” (Al-An’am: 162). tidak menyekutukan atau menuhankan selain. bersabda. Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.” Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi. Ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati. “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar. munafik. dan balasan dari selain Allah SWT. yaitu niatnya benar karena Allah (shalih al-niyyat). Sehingga.” Rasulullah saw. Beribadah secara ikhlas merupakan dambaan setiap Mukmin yang saleh karena ikhlas mengantarkannya untuk benar-benar hanya menyembah atau beribadah kepada Allah SWT. IKHLAS Dari segi bahasa. seperti syirik. ikhlas itu mengandung makna memurnikan dari kotoran. “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik. maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla. maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. dan takabur dalam ibadah. apresiasi. Tuhan semesta alam. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku. juga tidak diterima. “Ikhlaslah dalam beragama.” Makna Ikhlas . Katanya. jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka).” Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan. Kedudukan Ikhlas Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. membebaskan diri dari segala yang merusak niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu amalan. riya. berkata. maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini.” Rasulullah saw. “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. cukup bagimu amal yang sedikit. maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala. Jika engkau tidak melihat-Nya. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat. “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. ibadatku. “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya. sanjungan. Jika demikian. amal itu harus ikhlas dan benar. dan tujuannya untuk mencari rida Allah SWT (shalih al-ghayat).” Dalam kesempatan lain beliau berkata. di surat Al-Kahfi ayat 110. “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun” (QS An-Nisa’ [4]: 36). Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. “Wahai Abu Musa. Ungkapan “semata-mata karena Allah SWT” setidaknya mengandung tiga dimensi penghambaan. bukan karena mengharap pujian. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. bersabda. untuk menguji kamu. maka itu tidak akan terjadi. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan. Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan.Nya.

” (HR Abu Dawud) Ciri Orang Yang Ikhlas Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat. diantaranya: 1.” Sahabat bertanya.” Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142. kedudukan. beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. ustadz. maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir. Maka. berkata. Demikianlah keikhlasan. malas jika sendirian dan rajin jika di . mengharap ridha-Nya. Sedangkan secara istilah. wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. apakah kamu mendapatkan balasannya?'” (HR Ahmad). Ali bin Abi Thalib r. ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah. dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. Kata Rasulullah saw. Karena itu. “Riya. bersabda. Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. kemajuan atau kemunduran. perbuatan.. “Orang yang riya memiliki beberapa ciri. dan segala bentuk keduniaan lainnya. Allah tujuan kami. Secara bahasa. bukan tentara dunia dan kepentingan. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa. apakah itu mujahid. ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. tampilan. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya. amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah. dan Allah akan membalas tipuan mereka. tidak membuat lelah. menjawab. dalam segala aktivitas mengisi hidupnya. baik ada pujian ataupun celaan. ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal. Tiada sekutu bagiNya. pujian. “Apa itu syirik kecil. kedudukan. Tuhan semesta alam.a. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal. Sebaliknya. dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku. Rasulullah saw. Buruknya Riya Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi. Tetapi jika beras itu masih kotor. sebutan. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil. dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia. ibadahku. dan orang yang senantiasa berinfak. baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik. ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak. menyebabkan beramal menjadi nikmat. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. “Siapa yang menuntut ilmu. dan jihadnya hanya untuk Allah. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku.

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. baik dalam kondisi sendiri atau ramai. mendapat pujian atau celaan. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan. dilihat orang atau tidak. seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah.” Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata. Sehingga. baik yang suka maupun duka. dan kulitnya sama dengan kamu. sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya. Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah. tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya.ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dimotivasi oleh harapan agar menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dan dengan kedekatannya kelak ia mendapatkan “sesuatu” dari-Nya. ikhlas awam yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dilandasi perasaan takut kepada siksa-Nya dan masih mengharapkan pahala dari-Nya. 3. dan berjihad. akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah. melakukan ibadah malam seperti kamu. berdakwah. membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun. Peringkat ikhlas 1. Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik. baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (HR Ibnu Majah) Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah. karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Disebutkan dalam hadits. mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal.” 2. Mereka adalah saudara- saudara kamu. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam. ikhlash khawas. . Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela. Dalam dakwah. 2. dan hati mereka ragu-ragu. 3. hadapan banyak orang. ikhlash khawas al-khawas adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena atas kesadaran yang tulus dan keinsyafan yang mendalam bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Dia-lah Tuhan yang Mahasegala-galanya. bukan ridha manusia. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45. hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih.