You are on page 1of 1

Tak harus Sama untuk Menjadi Pemenang

Berparas manis dalam balutan kulit sawo matang tak membuat gadis bertubuh mungil ini
minder berada diantara remaja-remaja dari luar pulau timur yang notabene berkulit putih bersih.
Rambut keriting sudah menjadi ciri khas, tidak ditarik secara paksa agar penampilannya sama dengan
peserta lain. Tetap bersatu, tetap semangat dan optimis menjadi penyemangat dalam melewati segala
proses yang dijalani. Siapa yang tidak mengenal sosok ini? Siswa kebanggaan Regina Pacis Bajawa.

Remaja putri penyandang nama Faustina Mistika Cristina Lado Soro dengan suara khasnya
yang manja berhasil membawa pulang piala dalam perlombaan Indonesian Stars Ethnic 2018 yang
diadakan di Jakarta, 26-28 Januari 2018. Siswa Recis yang akrab disapa Fau mengaku awalnya tidak
mau mengikuti kegiatan ini karena sudah duduk di bangku kelas XII. Namun dengan dukungan penuh
dari kedua orang tua, Fau besama patner seperjuangannya Aldo Longa mengadu nasib ke Jakarta.

Persiapannya sangat melelahkan, dari membuat video, foto, pembuatan baju, dan
membutuhkkan biaya yang mahal. Sekolah menanggung biaya administrasi sebesar 4 juta sedangkan
biaya transportasi ditanggung oleh orang tua. Saat disana ada perasaan malu yang terbesit dibenak Fau
bersama Aldo Longa. Bagaimana tidak? Mereka terlalu menganggap anak NTT tidak bisa apa-apa.
Namun, Aldo dan Fau percaya jika mereka pasti bisa, nikmati proses yang dijalani, mereka harus
membuktikan jika anak NTT yang dianggap tidak bisa apa-apa itu ternyata luar biasa. Anak NTT itu
berkualitas tidak sebodoh yang mereka pikir.

Motivasi terbesar yang selalu dipegangnya adalah bersama Tuhan saya pasti bisa. Jika Tuhan
selalu menyertai dan membimbing langkah kaki tidak ada yang mustahil, kita pasti bisa melewati
segala tantangan. Namun tak jarang muncul tantangan terbesar yang menghambat langkah kaki
menuju kesuksesan, yaitu tak yakin dengan diri sendiri. Muncul dari dalam diri dan harus diatasi oleh
diri sendiri pula. Maka dari itu, ingatlah mereka yang menaruh kepercayaan kepadamu dan semua
usaha yang mereka lakukan untukmu. Yakinkan pada diri sendiri bahwa kau pasti bisa. Orang lain saja
percaya kepadamu lalu mengapa kau tidak percaya pada dirimnu sendiri?

Rasa haru tidak bisa ditahan Fau saat pembacaan juara. Dia meraih juara dua dan patner
setianya Aldo mendapat juara satu. Mereka sangat senang dan bersyukur karena dapat menunjukkan
jika inilah anak NTT yang kalian anggap tidak bisa apa-apa itu menjadi juara.

Setelah melalui banyak pengalaman dalam dunia tarik suara, Faustin berencana melanjutkan
studinya di Institut Kesenian Jakarta khususnya di bidang vokal. Dia tidak ingin menyia-nyiakan
bakat luar biasa yang Tuhan titipkan kepadanya.

Oleh: Stevania Anita Senda