You are on page 1of 7

Jurnal Pertanian ISSN 2087‐4936 Volume 7 Nomor 2, Oktober 2016 87

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus
gouramy) PADA SISTEM RESIRKULASI DENGAN PADAT TEBAR 5,7 DAN 9
EKOR/LITER

GROWTH AND SURVIVAL OF FISH FRY CARP (Osphronemus gouramy) ON THE
RECIRCULATION SYSTEMS STOCKING DENSITY 5,7 AND 9 TAILS / LITER
J Sulistyo1, Muarif1a, dan FS Mumpuni1
1 Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor Jl. Tol Ciawi No. 1, Kotak Pos 35 Ciawi,

Bogor 16720.
a Korespondensi: Muarif, E‐mail: muarif@unida.ac.id

(Diterima: 17‐07‐2016; Ditelaah: 17‐07‐2016; Disetujui: 29‐08‐2016)

ABSTRACT
The giant gouramy (Osphronemus gouramy) is the superior commodity of freshwater fishes,
but in reality its production not yet meet the market demand. Because of that need effort and
technology to increase the availability and the production of giant gouramy fry. To increase the
production of giant gouramy fry it was done in hatchery through a recirculation system and
increasing stock density. The research is aimed to know the best of growth rate and survival
rate of giant gouramy fry. The experiment design was used in this study were completely
randomized design by 3 treatments and 3 replications. The experiment used giant gouramy fry
have length 1,0 cm/fish that were maintained at cultivation media with recirculation system.
The results of research showed there were significantly different between treatments for daily
weight growth rate, survival rate, and absolute length of giant gouramy fry (P<0,05). The
highest of survival rate in this research was only in stocking density 5 fish/liter with the
survival rate 83,85%, but the best of daily weight growth rate and absolute length growth were
only in stocking density 7 fish/liter.
Keywords: stocking density, giant gouramy, growth rate, survival rate.

ABSTRAK
Ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas unggulan ikan air tawar, tetapi
hasil produksinya masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu perlu
upaya dan teknologi untuk meningkatkan ketersediaan benih dan produksi benih ikan gurame
dengan pembenihan secara intensif melalui peningkatan padat penebaran dengan sistem
resirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup
benih ikan gurami terbaik dengan padat penebaran 5, 7 dan 9 ekor/liter, dengan ukuran benih
1 cm dengan sistem resirkulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan padat penebaran
benih ikan gurami yang berbeda dalam pemeliharaan sistem resirkulasi memberikan pengaruh
nyata terhadap derajat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan bobot harian, dan panjang
mutlak. Nilai tertinggi derajat kelangsungan hidup diperoleh pada padat tebar 5 ekor/liter
dengan nilai 83,85%, sedangkan nilai laju pertumbuhan bobot harian dan pertumbuhan
panjang mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan padat tebar 7 ekor/liter.
Kata kunci: padat penebaran, ikan gurame, tingkat pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup.

Sulistyo J, Muarif, dan FS Mumpuni. 2016. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan
gurami (Osphronemus gouramy) pada sistem resirkulasi dengan padat tebar 5,7 dan 9
ekor/liter. Jurnal Pertanian 7(87‐93.

ukuran benih pengamatan. = pengaruh galat hasil percobaan pada perlakuan ke‐i dan ulangan ke‐j. B. alami. mengeringkan akuarium. i = perlakuan (A. Selain mampu berkembangbiak secara toples sebagai tempat pakan ikan (pellet). Filter sebagai penyaring air dari dahulu diambil sampel untuk diukur panjang kotoran ikan dan sisa pakan. Kahfi dilakukan kegiatan seperti mencuci bersih dan Nomor 1 Ciganjur Jakarta Selatan. βi = pengaruh dari perlakuan ke‐i. komoditas unggulan pada budidaya ikan air Serokan untuk menangkap benih ikan. Analisis data dihitung pemeliharaan. Selain unggul. 1991): dilakukan secara grafitasi (Effendi. µ = nilai tengah dari penebaran 5. padat penebaran 5 ekor/liter.2. £ij 1 cm dengan sistem resirkulasi. di Balai Benih Ikan Sebagai persiapan penelitian. selang dan batu aerasi. Perlakuan A : dengan menggunakan sistem resirkulasi. 2004). juga penggaris untuk mengukur panjang ikan. Perlakuan B : Sistem resirkulasi merupakan pemeliharaan padat penebaran 7 ekor/liter . mudah dalam pemberian pakan. Benih yang akan digunakan dalam penelitian Blower. Alat ‐ alat yang digunakan dalam percobaan Pemeliharaan Ikan penelitian terdiri dari : Akuarium berukuran 80 x 40 x 40 cm3 sebanyak 9 (sembilan) buah. C). sebelum benih ikan ditebar terlebih aquarium. pemeliharaan ikan cm dan Pellet. yaitu air dari wadah pemeliharaan yang Tiap – tiap akuarium diisi air sebanyak 64 dialirkan ke dalam wadah filter (treatment).1 gram. Sera termasuk jenis ikan air tawar yang bernilai ‐ pH value test di gunakan untuk mengukur ekonomis.88 Sulistyo et al. liter dengan jumlah kepadatan benih ikan selanjutnya dialirkan kembali pada wadah sesuai perlakuan. acak lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) perlakuan Perlu upaya intensifikasi budidaya gurami dan masing‐masing perlakuan menggunakan 3 dengan meningkatkan padat penebaran dan (tiga) ulangan. total dan bobot total ikan. wadah tawar. MATERI DAN METODE Prosedur Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Persiapan Aquarium Percobaan penelitian dilakukan mulai tanggal 1 April – 13 Agustus 2015. dimana pergerakan aliran air dengan menggunakan model statistik (Steel dialirkan dengan bantuan pompa dan dan Torrie. Tiap perlakuan menggunakan pengelolaan lingkungan perairan yang baik padat penebaran yang berbeda. Pompa air berasal dari Balai Benih Ikan Ciganjur. Sementara bahan yang membudidayakan ikan gurami sebagai mata digunakan berupa benih ikan gurami ukuran 1 pencaharian. j = ulangan (1.3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Yij : µ + βi + £ij pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Keterangan: Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ikan gurami yang terbaik antara padat ke‐ i ulangan ke‐ j. Gurami (Osphronemus gouramy) merupakan Selang plastik untuk menyipon dan ganti air. Perlakuan C : ikan yang menggunakan sistem perputaran air padat penebaran 9 ekor/liter. mendesain konstruksi akuarium dengan sistem Alat dan Bahan Penelitian resirkulasi (Gambar 1). benih yang akan digunakan berukuran 1 cm dengan waktu . terlebih dahulu Ciganjur yang beralamat di Jalan M. 7 dan 9 ekor/liter. Benih ikan gurami pada system resirkulasi Timbangan untuk menimbang benih ikan dan PENDAHULUAN bobot pakan dengan ketelitian 0. gurami juga memiliki kendala yaitu rendahnya produksi pada pembesaran ikan gurami Metode Penelitian karena ketersediaan benih yang masih belum Penelitian dilakukan menggunakan rancangan mencukupi. Jakarta sebagai alat untuk penggerak air di dalam Selatan. sehingga banyak petani ikan yang derajat keasaman. Thermometer.

Oktober 2016 89 pemeliharaan 35 hari. Pompa Wo Air Keterangan: α = laju pertumbuhan harian (%). Nt = Jumlah ikan yang SPSS version 18. pemeliharaan dan awal pemeliharaan. derajat Protein 35 % keasaman (pH). melakukan penyiponan Jumlah ikan yang hidup pada awal pemeliharaan dan penambahan air setiap pagi hari. Wo = bobot rata‐rata ikan pada digunakan dalam penelitian awal pemeliharaan (g). Keterangan: Air disedot oleh pompa air. Jurnal Pertanian ISSN 2087‐4936 Volume 7 Nomor 2.0 % dan suhu minimal terdapat pada jam tertentu. Apabila rumus dari Effendie (1979). t = waktu pemeliharaan (hari). jenis pakan udang (Shreem Feed) Manggalindo Keterangan: Pm = pertumbuhan panjang mutlak (cm). Pertumbuhan panjang mutlak adalah selisih kemudian air mengalir kembali dan masuk ke panjang total tubuh ikan pada akhir dalam media pemeliharaan. Wt = bobot rata‐rata ikan pada waktu ke‐t Gambar 1 Skema sistem resirkulasi yang pemeliharaan (g). (ekor).0 % minggu sekali dilakukan pengamatan suhu 24 Fiber 3. oksigen terlarut.0 % jam. Pakan diberikan dua kali sehari (pukul 08. Pengamatan suhu Fat 6. Rumus pertumbuhan panjang mutlak sebagai berikut. untuk menentukan hari dengan mencatat jumlahnya. dan amonia. hidup pada akhir pemeliharaan (ekor). Derajat apakah perlakuan berpengaruh nyata kelangsungan hidup dihitung menggunakan terhadap parameter yang diamati. No = . berpengaruh nyata.0 for windows. Parameter yang diamati Analisis Data Hasil Penelitian Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan Tingkat Kelangsungan Hidup (Survival dianalisa secara statistik. Po = dimana ikan diberi makan sampai sekenyang‐ panjang rata‐rata ikan awal (cm). Filter air Laju pertumbuhan bobot harian dihitung menggunakan rumus dari Huissman (1987) dalam Abidin (2009): 4. untuk melihat perbedaan SR = Nt x 100% antar perlakuan dilakukan maka dilakukan uji No lanjut dengan menggunakan parameter uji Keterangan: SR = derajat kelangsungan Tukey/beda nyata jujur (BNJ) melalui program hidup/Survival Rate (%). Media air α = Wt ‐ 1 x 100% 2. kemudian di alirkan masuk ke filter air guna menyaring Pertumbuhan Panjang Mutlak kotoran‐kotoran ikan dan sisa‐sisa pakan. Pt = panjang rata‐rata akhir (cm).00) Parameter Kualitas Air Tabel 1 Komposisi pakan Parameter kualitas air yang akan diamati Kemasan 25 kg antara lain suhu. 5. Pemberian Pakan Pm = Pt ‐ Po Pakan yang diberikan berupa pellet.00 dan pukul 16. kenyangnya (ad libitum). Aerasi 3.0 % dilakukan setiap hari dimana dalam satu Moisture 11. sehingga akan ditemukan suhu maksimal Ash 12. CO2. Lampu TL Laju Pertumbuhan Bobot Harian 1. Analisis ragam Rate/SR) (ANOVA) dengan uji F pada selang kepercayaan 95% menggunakan program Pengamatan ikan yang mati dilakukan setiap Microsoft Office Excel 2007.

93333 2.22% (Tabel 5). hidup (SR) benih ikan gurami Tabel 5 Laju pertumbuhan bobot harian (%) (Osphronemus gouramy) dengan ikan gurami pada padat tebar 5.Hitun Keragaman JK DB KT g Sig.004 5.887 0. Analisis dan 4.39858 0.39858 0.2928 padat tebar 9 ekor/liter (70. maka derajat kelangsungan harian dan laju pertumbuhan bobot tendah hidup semakin rendah (Tabel 3. dan 9 ekor/liter Hasil uji lanjut Turkey menunjukkan Sumber F. Uji Lanjut Turkey untuk menentukan perbedaan kelangsungan hidup antar Derajat Kelangsungan Hidup perlakuan Hasil penelitian selama 35 hari.92 semakin sempit sehingga gesekan antar tubuh 2 79.88%) dan terendah ada pada ekor/lt 9 ekor/lt 9. ada pada padat 9 ekor/ liter dengan nilai Tabel 3 Analisis ragam dengan kelangsungan 4.3362 80.7 dan padat penebaran 5.05) yaitu semakin harian 5.474 -10.39858 0. perlakuan padat tebar 5 ekor/liter tidak Between 274.5505 20.22%.014 -17. dan 9 ekor/liter yang dipelihara *Nilai Beda Nyata (P<0.004 -20. diperoleh Selang Kepercayaan (I) 95 % data untuk derajat kelangsungan hidup benih Perlaku (J) Beda Nilai P Perlakuan ikan gurami pada padat tebar 5. 5 7 ekor/lt 2. 9 5 ekor/lt -12.004 berbeda nyata terhadap perlakuan 7 ekor/liter Groups 0 tetapi perlakuan padat tebar 9 ekor/liter Within 51. Rata‐rata 83.90 Sulistyo et al.87% dan 70.5505 ekor/lt Tabel 2 Derajat kelangsungan hidup (%) 7 ekor/lt -9. luka dan stres.68 82.978 8 ekor/liter (Tabel 4).65 luka.5738 17.26 semakin sering terjadi dan ikan mengalami 3 87.97667 2. Semakin tinggi liter liter liter padat penebaran.779 6 8.57 70.39858 0.10 15.17% hidup ikan akan semakin rendah.94 b Keterangan: Huruf yang sama menunjukkan tidak Laju Pertumbuhan Bobot Harian berbeda nyata Hasil penelitian diperoleh data Laju Pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa pertumbuhan bobot harian benih ikan gurami.87 a 70.2695 hidup tertinggi dicapai pada padat tebar 5 7 5 ekor/lt -2.94%). 5.3828 10.014 2.3828 ekor/liter (83. Nilai kelangsungan ekor/lt 9 ekor/lt 12.88%.36 68.17% dan laju pertumbuhan bobot tinggi padat tebar. rata‐rata adalah 5. Dimana nilai laju pertumbuhan ragam juga menunjukkan bahwa perlakuan bobot harian tertinggi dicapai pada padat padat penebaran berpengaruh nyata terhadap tebar 7 ekor/liter dengan pertumbuhan bobot kelangsungan hidup (P<0.).03%. 7 dan 9 an Tengah (I- J) Kesalaha n Baku Batas Bawah Batas Atas ekor/liter berturut‐turut adalah 83.5 78.37 81. 7.69 73.93333 2.91000 2.91000 2.474 -4.200 2 137.2928 -2.5738 benih ikan gurami pada padat tebar 5. Benih ikan gurami pada system resirkulasi HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4.3362 4.85 a 80.05) selama 35 hari Kematian benih ikan disebabkan semakin Perlakuan meningkatnya padat penebaran sehingga Ulangan 5 ekor/ 7 ekor/ 9 ekor/ terjadi gesekan. 7. 9 ekor/liter yang dipelihara selama 35 hari .94%. 7 dan 9 ekor/liter pemeliharaan maka derajat kelangsungan berturut‐turut.97667 2.39858 0.630 berbeda nyata terhadap perlakuan padat tebar Groups 5 ekor/liter dan perlakuan padat tebar 7 Total 325. semakin padat penebaran ikan dalam wadah dengan padat tebar 5.39858 0. maka ruang gerak menjadi 1 84.2695 -5.

19609 0. dan 9 ekor/ liter Ulangan A B C Sumber 1 2.000 -2.2883 - Keterangan: Huruf yang sama menunjukkan tidak 1.32 9 ekor/lt 1.05) (Tabel 9).00 Perlakuan 6.11 4.62 2.0850 berbeda nyata 7 ekor/lt .4317 - 1.11 4.000 1. 7.59 cm.755 -0. Perlakuan padat tebar 5 ekor/liter tidak Dari hasil penelitian diperoleh data berbeda nyata terhadap perlakuan padat tebar pertumbuhan panjang mutlak benih ikan 7 ekor/liter tetapi berbeda nyata terhadap gurami.19609 0.27 4.60 1. Uji lanjut Turkey untuk menentukan perbedaan laju pertumbuhan bobot harian antar perlakuan .14333 0.95 5.94 n JK DB KT Hitung Sig.13 (I-J) Baku P Bawah Atas 2 5.14333 0.83000* 0. Sementara berturut‐turut adalah 2.83000* 1.64 1.68667* 1.21 2 3. 7 dan Tabel 6.7450 0. 2 2.19609 0.34 6 0.19609 0.000 Rata‐rata 2.65 cm dan Perlakuan padat tebar 9 ekor/ liter berbeda 1. Analisis ragam laju pertumbuhan 9 ekor/liter yang dipelihara selama 35 bobot harian benih ikan gurami hari (Osphronemus gouramy) dengan padat Perlakuan penebaran 5.05) perbedaan padat tebar ikan gurami berpengaruh nyata terhadap laju Pertumbuhan Panjang Mutlak pertumbuhan bobot harian (Tabel 6).88 cm nyata terhadap perlakuan padat tebar 5 ekor/ liter dan 7 ekor/ liter (Tabel 7).07 5. 7 dan 9 ekor/liter perlakuan padat tebar 9 ekor/liter.56 2.23 5 ekor/lt 7 ekor/lt -0.4317 9 ekor/lt 5 ekor/lt .2283 2.03a 5.59a 2. Pertumbuhan panjang mutlak (cm) ikan gurami pada padat tebar 5.000 1.0850 2.65a 1.88b 4 7 Keterangan: Huruf yang sama menunjukkan tidak Galat 0.07 5.56 8 perbedaan padat tebar ikan gurami 0 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak (P<0.68667* 0.17a 4.2283 Analisis ragam menunjukkan bahwa *Nilai Beda Nyata (P<0. 2. Tabel 7.19609 0.755 -0.2883 Rata-rata 5.871 0.05 berbeda nyata 6 8 Analisis ragam menunjukkan bahwa Total 6.19609 0.0. Jurnal Pertanian ISSN 2087‐4936 Volume 7 Nomor 2.72 2. pada padat tebar 5. Tabel 8.0.22b 7 ekor/lt 5 ekor/lt 0.4583 3 4.10 53.4583 0. 3 2. Oktober 2016 91 (I) (J) Selang Perlakuan Perlakua Perlakua Beda Kepercayaan Ulangan A B C n n Nilai 95% Tengah Kesalahan Batas Batas 1 5.000 -2.7450 9 ekor/lt 1.60 2.72 Keragama F.

ekor ekor/lr 67 41 5 /lr 9 0. Benih ikan gurami pada system resirkulasi Tabel 9.00 -1.076 0. 2000 dan Boyd 1990).02 – 0.2931 ikan gurami (BSN.766 0.058 0. Amoniak yang didapatkan masih kimia yang dapat mempengaruhi lingkungan ditoleransi oleh ikan gurami sehingga media pemeliharaan dan secara tidak langsung pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya merupakan gambaran pengaruh perlakuan.076 0. Hal ini sesuai dengan pernyataan Nilai-nilai parameter kualitas air pada masing. dipelihara pada padat tebar 5.73 -0.4. masih baik.00 -0. Bahan buangan tersebut cenderung asam sehingga mempengaruhi Kualitas Air kandungan amoniak yang semakin Kualitas air merupakan faktor fisika meningkat. 0.546 62. 7 dan 9 b.12 dalam (Tabel 11).10 Perlakuan 1. Suhu yang diperoleh selama penelitian masih dalam kisaran yang ditoleransi gurami sehingga tidak mengganggu proses metabolisme yang berdampak pada pertumbuhan dan derajat Tabel 11. Penurunan SUHU oksigen terlarut seiring dengan banyaknya(°C) 5 ekor/liter 28 28 27 28 27 . Kadar keasaman ekor ekor/lr 0.4736 0.7. perbedaan pertumbuhan panjang c.5322 1.0011 ekor/lr 67 41 0 d.058 41 5 (pH) selama penelitian berkisar antara 6.00 0.2931 0.092 2 0. membantu didalam proses oksidasi bahan buangan serta pembakaran makanan untuk Hari ke menghasilkan energi bagi kehidupan Parameter dan Perlakuan 0 8 16 24 32 pertumbuhan ikan gurami. Selain itu. Parameter fisika dan kimia air selama kelangsungan hidup ikan gurami.9424 -0.0011 -0. Kandungan oksigen terlarut (DO) ekor/liter.92 Sulistyo et al. Suhu selama pemeliharaan benih ikan gurami yang penelitian berkisar antara 27°– 28°C.05) pertumbuhan.766 41 0 buangan metabolisme seiring dengan 67 meningkatnya padat penebaran dan *Nilai Beda Nyata (P<0. Pada penelitian mutlak benih gurami (Osphronemus gouramy) Oksigen Terlarut (DO) pada sistem dengan padat penebaran 5.076 0.73 -0. resirkulasi dengan padat penebaran 5.4736 sebesar 0.9424 mg/lt . ekor ekor/lr 0.708 41 0 Meningkatnya amoniak selama pemeliharaan /lr 00 7 . Selama masa pemeliharaan cenderung terjadi mutlak penurunan pH yang disebabkan semakin antar perlakuan meningkatnya buangan metabolisme (I) (J) Beda Selang Kepercayaan (cenderung asam) seiring dengan Perl Nilai Kesala 95% meningkatnya padat penebaran.076 0.7 /lr 67 9 0. mg/l.145 8 pemeliharaan masih berada pada kisaran yang optimal untuk kehidupan dan Tabel 10.053 6 0. Namun kandungan Galat 0. 7 dan 9 ekor/liter mengalami penurunan mulai dari Sumber F. dan 9 ekor/ liter. awal pemeliharaan sampai akhir Keragaman JK DB KT Hitung Sig. Alfiati dan Lim (1986) dalam Rasmawan masing perlakuan selama masa pemeliharaan (2009) bahwa kadar amoniak yang dapat percobaan penelitian berlangsung tercantum ditoleransi oleh gurami adalah 0.1758 0. 0. Perlak akua Tenga han Batas Batas n uan h (I-J) Baku P bawah atas penurunan pH disebabkan oleh peningkatan 5 7 .375 0.1758 CO2 akibat proses respirasi.12 mg/lt dan nilai pH tersebut ekor/lr 00 41 0 masih dalam kisaran yang ditoleransi oleh 7 5 0. 0.00 0. Analisis ragam pertumbuhan panjang buangan metabolisme.15 mg/lt.076 0.098 mg/l (Tabel 5). Kandungan amoniak selama pemeliharaan 9 5 .000 mg/lt .0 – 0. Uji lanjut turkey untuk menentukan pertumbuhan hidup gurami. pemeliharaan yaitu berkisar mulai dari 7.708 0. 7.5322 dikarenakan semakin meningkatnya bahan ekor/lr 0. a.009 oksigen terlarut yang didapatkan selama Total 1.076 0.

25 5. Pengaruh Padat Penebaran nilai laju pertumbuhan bobot harian dan benih Ikan Bawal Dalam Sistem pertumbuhan panjang mutlak tertinggi Resirkulasi Terhadap Pertumbuhan dan diperoleh pada perlakuan padat tebar 7 Kelangsungan Hidup.85%. Yayasan Pustaka Nusatama. IPB.047 0.98 6. Oktober 2016 93 7 8 cm Dengan Padat Penebaran 3. IPB. Auburn University Alabama.04 5. ekor/liter dengan nilai 83. 2009.096 9 Effendie. SNI: 9 6485.042 0.65 4. 188 halaman. C.077 0. Nilai tertinggi derajat kelangsungan [Skripsi] Fakultas Perikanan dan Ilmu hidup diperoleh pada padat tebar 5 Kelautan IPB. 1979.56 BSN. 2000. 6 dan 9 ekor/liter 28 28 27 28 27 ekor/liter Pada Sistem Resirkulasi. Induk Gurami (Osphronemus ekor/liter 7.15 gouramy.98 6.9 6. Dipelihara pada Media Bersalinitas 0. 1990.2‐2000. Jakarta. Bogor.1‐2000.058 0. Kinerja Pertumbuhan Ikan sistem resirkulasi memberikan pengaruh Gurami Osphronemus gouramy Lac yang nyata terhadap derajat kelangsungan hidup. mutlak.44 6.00 6.7 (Osphronemus gouramy. Bogor.10 6.8 6. Yogyakarta. Huissman EA. Benih Ikan Gurami ekor/liter 7. Standar Nasional Indonesia. Metode Biologi Perikanan. Kinerja Produksi Benih Gurami Osphronemus gouramy Lac Ukuran .018 0. 2009.034 0.71 7 Perikanan dan Ilmu Kelautan. I. Standar Nasional Indonesia. gurami yang berbeda dalam pemeliharaan Rasmawan. 1987. Z.01 7 6.75 6.099 Penebar Swadaya. Jakarta (mg/l) 5 ekor/liter 0. 6 laju pertumbuhan bobot harian. Effendie. Program Studi ekor/liter. D. ekor/liter 7.05 6.07 6. 163 halaman. Fakultas DO (mg/l) 5 ekor/liter 7.086 0. 2008. [Skripsi] Fakultas Perikanan dan Ilmu DAFTAR PUSTAKA Kelautan. 2004.072 0. Jurnal Pertanian ISSN 2087‐4936 Volume 7 Nomor 2. Teknologi dan Manajemen Akuakultur.067 Boyd.79 6. TheNetherlands.96 Stock). 9 ekor/liter 28 28 27 28 27 [Skripsi] Program Studi Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya. Abidin.24 4. SNI : ekor/liter 7. dan panjang dan 9 ppt dengan Paparan Medan Listrik.022 0.37 5. Jakarta. ekor/liter 0.85 6. ekor/liter 0. E.45 4.02 0. 3. Wageningen Agriculture Perlakuan padat penebaran benih ikan University. 7 BSN. Lac) Kelas Induk Pokok (Parent pH 5 ekor/liter 7.89 9 6485. I. Bogor.95 6. Lac) Kelas Benih Amoniak Sebar.10 6.12 7. 2000. Principle of Fish KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Production. Water Quality in Ponds for 7 Aquaculture.051 0.96 6. Department of Fish Culrure and Fisheries. sedangkan Yulianti. Pengantar Akuakultur.028 0.