You are on page 1of 17

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN MODEL MATEMATIK


UNTUK PENGERASAN PERMUKAAN BAJA KARBON
RENDAH

BIDANG KEGIATAN:
PKM KEGIATAN GAGASAN TERTULIS (PKM-GT)

DIUSULKAN OLEH :
Abu Shofi NIM: 2613151118 / ANGKATAN: 2015
Chance Reyhan Distya NIM: 2613161045 / ANGKATAN: 2016
Naufal Randi Pratama NIM: 2613161052 / ANGKATAN: 2016

UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI


BANDUNG
2017
PENGESAHAN USULAN PKM GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan : PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN


MODEL MATEMATIK UNTUK
PENGERASAN PERMUKAAN BAJA
KARBON RENDAH.
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : ABU SHOFI
b. NIM : 2613151118
c. Program Studi : Teknik Metalurgi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Achmad Yani
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl.Yos Sudarso Gg.Sidomulya No.06 Rt/Rw : 01/04
Kel/Desa Paoman Kecamatan Indramayu
f. Alamat email : abushofi46@gmail.com
4. Anggota Pelaksana : 2 orang
Kegiatan/Penulis
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : R. Henny Mulyani, ST., MT.
b. NIDN : 0410106801
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Gg. Laksana Vii No. 34/125b Rt.003 Rw.003 Kel.
Kebonwaru Kec. Batununggal Bandung

. Bandung, 18 Desember 2017

a.n. Dekan UNJANI


Ketua Pelaksana Kegiatan,

Abu Shofi
NIM. 2613151118
a.n. Rektor UNJANI

Dosen Pendamping,

R. Henny Mulyani, ST., MT.


NIDN. 0410106801

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... iv
RINGKASAN .................................................................................................. 1
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 2
1.1 Latar belakang ..................................................................................... 2
1.2 Tujuan ................................................................................................. 2
1.3 Manfaat ............................................................................................... 2
BAB II GAGASAN ........................................................................................ 3
2.1 Pengertian karburasi ............................................................................ 3
2.2 Proses karburasi .................................................................................. 5
2.3 Pemodelan persamaan matematik ....................................................... 6
2.3.1 Mekanisme proses karburasi ........................................................ 6
2.3.2 Model difusi dalam padatan ......................................................... 6
BAB III KESIMPULAN .................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Diagram alir proses karburasi dan karakterisasi ......................... 5


Gambar 2.2. Proses karburasi ..................................................................................... 6
Gambar 2.3. Difusi Karbon baja karbon rendah arah Y .................................. 6

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Jenis energizer atau katalis ........................................................................ 4


Tabel 2.2. Pengaruh media pendingin .............................................................. 5

iv
RINGKASAN

Pengembangan proses rekayasa permukaan berkaitan erat dengan fungsi


dan umur ekonomis komponen karena aus, korosi, creep, fatigue life selama
aplikasinya. Rekayasa permukaan dapat dilakukan dengan permesinan,
elektroplating, anodizing, shot peening, metal spray, induction hardening,
nitriding dan kaburasi. Karburasi merupakan salah satu rekayasa permukaan
dengan metoda perlakuan panas dimana atom karbon berdifusi ke dalam
baja karbon rendah sehingga membentuk Fe3C. Tujuan dari proses
karburasi adalah untuk meningkatan kekerasan permukaan baja karbon
rendah dimana metoda pengerasan lain seperti perlakuan panas dan diikuti
dengan pendinginan cepat tidak terjadi karena kadar karbon tidak mencukupi
untuk membentuk Fe3C.
Proses karburasi dilakukan dengan cara menutup seluruh permukaan baja
karbon rendah dengan campuran yang terdiri dari serbuk arang sebagai sumber
gas CO dan barium karbonat yang sebagai energizer terbentuknya gas CO.
Fenomena difusi atom karbon ke dalam baja karbon rendah mengikuti hukum
Fick II, dimana fluks atom karbon sebagai fungsi dari perbedaan konsentrasi atom
karbon yang ada di permukaan dengan yang ada di baja karbon rendah pada
kedalaman tertentu. Parameter proses karburasi mencakup perbedaan konsentrasi
atom karbon, koefisien difusi, temperatur proses, dan energi aktivasi. Korelasi
kedalaman lapisan atom karbon yang membentuk Fe3C dapat dikontrol melalui
perbedaan konsentrasi atom karbon dan waktu proses dapat dimodelkan dengan
persamaan matematik fungsi galat.
Pengembangan dan penerapan model persamaan matematik fungsi galat
untuk proses karburasi ini sangat bermanfaat dalam merancang parameter proses
karburasi baja karbon rendah khususnya untuk industri kecil dan menengah,
dimana pada umumnya menggunakan sumber daya insani dengan ketrampilan dan
pengetahuan rendah, fasilitas sederhana dan kualitas produk sangat bervariasi.
Dengan demikian model persamaan matematik fungsi galat ini akan
memberikan solusi terhadap permasalahan industri kecil dari sisi sumber
daya insani, teknologi dan sekaligus peningkatan kualitas produk. Disamping
itu, berbasis persamaan matermatik ini dapat mendorong untuk dikembangkan
berbagai jenis energizer baru yang melimpah dan murah dan sekaligus
meningkatkan nilai tambah bagi sumber daya dalam negeri.

1
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Rekayasa permukaan merupakan sebuah upaya untuk memenuhi
persyaratan spesifikasi aplikasi suatu komponen. Salah satu rekayasa permukaan
adalah pengerasan permukaan untuk baja karbon rendah, yang tidak dapat
langsung dikeraskan karena kadar atom karbon dibawah 0,3 % seperti Baja AISI
1010 dan 1020. Proses pengerasan permukaan baja karbon rendah dikenal
sebagai karburasi.
Prinsip proses karburasi ini adalah perpindahan atom karbon melalui difusi
dimana atom karbon berdifusi melalui permukaan baja sehingga permukaan baja
membentuk senyawa Fe3C, yang mempunyai sifat keras. Tujuan pengerasan
permukaan adalah untuk meningkatkan kaetahanan aus suatu komponen selama
beroperasi mengalamai gesekan. Akibat gesekan selama beroprasi akan terjadi
keausan dan degradasi fungsi dan umur ekonomi komponen, struktur dan
peralatan produksi.
Adanya rekayasa pengerasan permukaan melalui proses karburasi
memungkinkan pembuatan komponen dapat dilakukan pada material lunak seperti
baja karbon rendah, sehingga biaya pemesinan menjadi lebih murah. Untuk
industri kecil dan menengah yang secara teknologi dan sumber daya insani,
pemodalan lemah, berpeluang menjadi pemasok proses karburasi.

1.2 Tujuan
Berdasarkan latar belakang sebagaimana telah dijelaskan, tujuan tulisan dalam
PKM-GT ini adalah :
1. Mempelajari metoda rekayasa pengerasan permukaan
2. Mempelajari proses dan mekanisme difusi atom karbon dalam proses
karburasi.
3. Memodelkan persamaan matematik fungsi galat untuk merancang proses
karburasi baja karbon rendah

1.3 Manfaat
Beberapan manfaat yang dapat diambil dari tulisan PKM GT ini, antara lain :
1. Membantu meningkatkan kualitas produk industri kecil dan menengah
dalam pengerasan permukaan baja karbon rendah sehingga mampu
bersaing dengan produk import.
2. Meningkatkan link and match antara industri kecil dann menengah dan
perguruan tinggi
3. Memberikan pemahaman dan kepedulian para mahasiswa tentang masalah
industi kecil dan menengah dan peluang untuk berkontribusi.

2
4. Mengekplorasi sumber daya alam dalam negeri untuk dimanfaatkan untuk
memberikan solusi terhadap masalah dan sekaligus meningkatkan nilai
tambah

BAB II GAGASAN

2.1. Pengertian karburasi


Metoda rekayasa permukaan sangat variatif mulai dari pelapisan logam
melalui electroplating, thermal spray, anodize, karburasi, perlakuan panas hingga
tercanggih dan generasi terbaru yaitu chemical vapor deposition (CVD), phycical
vapor deposition (PVD). Keberhasilan aplikasi metoda rekayasa permukaan
dalam skala komersial telah menginspirasi pengembangan metoda baru dari aspek
desain dan rekayasa permukaan.
Metoda karburasi merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk
meningkatkan kekerasan terutama pada baja karbon rendah melalui prinsip difusi.
Fenomena proses difusi atom karbon dengan mekanisme difusi terjadi akibat
adanya perbedaan konsentrasi atom karbon dinyatakan dalam hukum Fick, yaitu
(1)
Dimana fluks (J) sebanding dengan keofisien difusi (D) dan perbedaan konsetrasi
(C) setebal y.
Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses karburasi
berbasis hukum Fick II yaitu:
1. Tempertur pemanasan
Temperatur pemanasan yang digunakan untuk proses karburasi adalah
temperatur austenisasi yaitu sekitar 820oC-920oC D, yang dinyatakan D,
dengan persamaan

(2)
Terlihat semakin tinggi temperaturnya berdifusi atom karbon akan berdifusi
dan membentuk Fe3C meningkatkan kekerasan.
2. Holding Time
Semakin lama waktu Holding, maka proses difusi yang terjadi akan
semakin dalam, sehingga akan membuat kekerasan semakin meningkat.
3. Energizer
Energizer akan mempercepat terbentuk gas CO untuk berdifusi ke dalam
baja karbon rendah. Energizer dapat berupa unsur CaCO3 dan BaCO3,
semakin besar presentase CO2 yang dimiliki oleh energizer maka proses
difusi akan semakin cepat. Secara sederhana, reaksi dekomposisi energizer
berlangsung sebagai berikut [2]:

3
BaCO3  BaO + CO2 (3)
2CO  CO2 + C (4)
CO2 + C  2CO (5)
Fe + CO  Fe3C (6)

Selain BaCO3, ada beberapa jenis energizer yang ketersediaannya melimpah dan
berupa limbah seperti ditunjukkan oleh Tabel 1.

Tabel 2.1. Jenis Energizier atau Katalis.


Komposisi CaCO3
No Jenis energizer Sumber
(%)

Cangkang Limbah dari industri roti dan


1 94
telur makanan

2 Kerang darah 98 Limbah industri makanan

3 Keong mas 53,10 Banyak pada limbah peternakan

4 Tulang sapi 30 Limbah industri makanan

5 Batu Kapur 95 Pegunungan kapur

6 Dolomit 90 Pegunungan kapur

Tersediaan energizer dan murah ini akan berdampak kepada biaya produksi
proses karburasi, yang secara otomatis akan meningkatkan daya saing.

4. Media Pendingin
Media pendingin berpengaruh terhadap pendinginan dari proses karburasi.
Media pendingin yang berbeda-beda akan menyebabkan kecepatan
pendinginan yang berbeda pula. Media pendingin yang berbeda memiliki
kekentalan atau viskositas yang berbeda pula. Semakin rendah viskositasnya
dari media pendingin maka kecepatan pendinginan akan semakin cepat.
Beberapa jenis media pendingin disajikan pada Tabel 2.

Pemilihan media pendingin diperlukan untuk menentukan kekerasan yang


dipersyaratan dan menghindarkan dari distorsi produk yang berdampak
kepada aplikasinya.

4
Tabel 2.2. Pengaruh Media Pendingin.
Media
No Kelebihan Kekurangan
pendigin
1 Brine Kekerasan dan kekuatan sangat Resiko distorsi dan
tinggi, tidak membutuhkan keretakan sangat
waktu yang cukup lama tinggi

2 Air Kekerasan dan kekuatan tinggi, Resiko distorsi dan


tidak membutuhkan waktu yang keretakan tinggi
sangat lama
3 Oli Kekerasan dan kekuatan baik Resiko distorsi dan
keretakan lumayan
tinggi, membutuhkan
waktu yang cukup
lama
4 Udara Kekerasan dan kekuatan baik Resiko distorsi dan
keretakan kecil,
membutuhkan waktu
yang lebih lama

2.2. Proses karburasi


Proses karburasi dan karakterisasi produk secara sederhana dapat disajikan
pada Gambar 1. Karakterisasi diperlukan untuk memastikan apakah produk
memenuhi persyaratan dalam aplikasinya.

Komponen
terbuat dari Pengujian Sektor
Proses
material AISI dan industri
1010, AISI1020 Karburasi
Karakterisasi aplikasi

Gambar 2.1. Diagram alir proses karburasi dan karakterisasi

Secara sederhana, fasilitas proses karburasi disajikan pada gambar 2. Pada


proses karburasi, difusi karbon akan teroksidasi dengan CO2 menghasilkan gas
CO. Gas CO akan bereaksi dengan permukaan baja membentuk atom karbon (C),
dan selanjutnya berdefusi ke dalam baja. Dalam prakteknya, baja karbon rendah
ditutupi dengan campuran karbon-energizer selanjutnya dipanaskan pada
temperature dan waktu tertentu sehingga setelah dilakukan pendinginan dalam
media pendingin akan menghasilkan kekerasan permukaan

5
Gambar 2.2 Proses kaburasi [1]

Berdasarkan data hasil percobaan diketahui difusi Ci pada baja AISI 1010, AISI
1020 atau kelompok baja karbon rendah dinyatakan sebagai

2.3. Pemodelan persamaan matematik


2.3.1. Mekanisme proses karburasi
Reaksi dasar karburasi [2]
3Fe(s) + CO(g) + H2(g) Fe3C (s) + H2O (7)
3Fe(s) + CH4(g) Fe3C(s) + 2 H2(g) (8)
3Fe(g) + 2CO (g) Fe3C (g) + CO2(g) (9)

2.3.2. Model difusi dalam padatan


Proses karburasi baja sebagai sebuah aplikasi difusi dalam padatan. Suatu
baja plat memiliki kadar karbon yang merata, Co dikontakan dengan gas
karburasi. Karburasi pada kondisi tekanan 1 atm dipertahankan konsentrasi C
pada permukaan baja, Cs. Karbon terdifusi dari kadar tinggi dari atas
permukaan ke permukaan, Cs. Dengan asumsi difusi hanya terjadi pada arah
Y, sedangkan X dan Z adalah nol atau diabaikan.[2,3]

Gambar 2.3. Difusi Karbon Baja Karbon Rendah Arah Y

Laju perubahan konsentrasi terhadap perubahan ketebalan dituliskan menjadi

6
(10)
Substitusi nilai J dari persamaan (1) ke persamaan (2) sehingga diperoleh
persamaan (3)

Atau
(11)
Untuk menyelesaikan persamaan (3) diperlukan definisi 2 variabel baru, yaitu
(12)

(13)

(14)
Sedangkan
dan (15)

Dengan menggunakan persamaan diatas dapat ditulis ulang menjadi


(16)

Variabel  dikonversikan persamaan deferensial partial ke persamaan


defernsial biasa.
Kondisi batas
Pada  = 0, maka Cc = Cs
Pada  = , maka Cc = Co
Integrasi persamaan (x)
(17)
A adalah konstanta dan integrase persamaan

atau
(18)
Integrasi dengan batas =0 dan , sehingga diperoleh
(19)

(20)
Sehingga diperoleh
(21)

7
Konsentrasi tanpa satuan (Ci-Cs)/Co-Cs) sebagai fungsi dari y/(4DT t)0.5. Plot
erf() dengan , dimana erf() 1 untuk =2. Berbasis persamaan (21) maka
Ci dapat ditentukan untuk setiap harga t (t= waktu oprasi karburasi) [2]

BAB III KESIMPULAN

1. Pengerasan permukaan merupakan suatu rekayasa permukaan dalam upaya


memenuhi persyaratan spesifikasi aplikasi yang telah ditetapkan dengan
tujuan memperoleh fungsi dan umur ekonomi komponen dari peralatan.
Disamping itu pengerasan permukaan juga bertujuan agar proses
permesianan menjadi lebih mudah dan murah serta biaya yang rendah
dengan kualitas yang tinggi.
2. Rekayasa pengerasan permukaan dengan proses karburasi merupakan
fenomena perpindahan massa karbon secara difusi yang berbasis gaya
dorong perbedaan atom karbon di permukaan dengan di baja sendiri, yang
diformulasikan menggunakan Hukum Fick II.
3. Proses karburasi dapat menggunakan campuran serbuk arang dan senyawa
energizer yang menghasilkan gas CO2, dimana kedua bahan baku kedua
material tersedia secara melimpah dan murah.
4. Pemodelan persamaan matematik fungsi galat memungkinkan proses
karburasi menjadi mudah dari aspek control kedalaman difusi atom karbon
dengan waktu proses karburasi sendiri. Dengan demikian, persamaan
matematik ini sangat membantu industri kecil dan menengah dalam
memproduksi komponen yang mensyaratkan pengerasan permukaan
dalam aplikasinya.

DAFTAR PUSTAKA
1. R. E. Smallman, R. J. Bishop. 1999. Modern Physical Metallurgy and
Materials Engineering, Science, process, applications, 6ed Butterworth-
Heinemann Linacre House, Jordan Hill, Oxford OX2 8DP 225 Wildwood
Avenue. Woburn, MA 01801-2041 A division of Reed Educational and
Professional Publishing Ltd.
2. David R. Gaskel. 2012. An Introduction to Transport Phenomena in
Materials Engineering, 2nd Momentum Press,.
3. ASM Metals Handbook. 2005, “Vol 04 : Heat Treating”, ASM
International.

8
Lampiran 1
Biodata Ketua Pelaksana
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Abu Shofi
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi Teknik Metalurgi
4 NIM 2613151118
5 Tempat dan Tanggal Lahir Indramayu, 31 Agustus 1997
6 E-mail abushofi46@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 089632739969

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SMP N 2 SMA N 1
Nama Institusi SD N Paoman 3
Indramayu Indramayu
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan
No.
Seminar Ilmiah Tempat
1

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan
No.
Seminar Ilmiah Tempat
1

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.
Bandung, 18 Desember 2017
Pengusul

Abu Shofi

9
Biodata Anggota Pelaksana
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Naufal Randi Pratama
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi Teknik Metalurgi
4 NIM 2613161052
5 Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 15 Nopember 1998
6 E-mail naufalrandi15@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 08117707404

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

SD N 001 SMP N 4 SMA N 9


Nama Institusi
jadirejo pekanbaru pekanbaru

Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004 - 2010 2010 - 2013 2013 – 2016

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan
No.
Seminar Ilmiah Tempat
1

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan
No.
Seminar Ilmiah Tempat
1

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.
Bandung,18 Desember 2017
Pengusul,

Naufal Randi Pratama

10
Biodata Anggota Pelaksana
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Chance Reyhan Distya
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi Teknik Metalurgi
4 NIM 2613161045
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bekasi, 20 Juli 1998
6 E-mail reyhan200798@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085794769777

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD N 09
SMA S Pusaka
Nama Institusi Mekarsai SMP N 82 Bekasi
Nus. 2 Bekasi
Tambun Selatan
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004 - 2010 2010 - 2013 2013 – 2016

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan
No.
Seminar Ilmiah Tempat
1

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan
No.
Seminar Ilmiah Tempat
1

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.
Bandung,18 Desember 2017
Pengusul,

Chance Reyhan Distya

11
SURAT PERNYATAAN KETUA TIM

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Abu Shofi


NIM : 2613151118
Program Studi : Teknik Metalurgi
Fakultas : Teknik

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT)


saya dengan judul:

“Pengembangan dan Penerapan Model Matematik untuk Pengerasan Permukaan


Baja Karbon Rendah “.

yang diusulkan untuk tahun anggaran 2017 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-


benarnya.

Bandung,18 Desember 2017

Mengetahui, a.n. Rektor UNJANI Yang Menyatakan,

Abu Shofi
NIM: 2613151118

12