You are on page 1of 2

Nekrosis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perubahan struktural sel yang mengalami nekrosis dan apoptosis

Nekrosis (dari bahasa yunani νέκρωσις "kematian, tahap kematian, tindak pembunuhan" dari
νεκρός "mati") adalah bentuk cedera sel yang mengakibatkan kematian prematur sel-sel pada
jaringan hidup dengan autolisis.[1]

Nekrosis disebabkan oleh faktor-faktor eksternal sel atau jaringan, seperti infeksi, racun, atau
trauma yang mengakibatkan pencernaan tidak teratur komponen-komponen sel.

Sebaliknya, apoptosis adalah penyebab terprogram alami dan tertarget kematian sel.

Sementara apoptosis sering memberikan efek menguntungkan bagi organisme, nekrosis


hampir selalu merugikan dan bisa berakibat fatal.

Kematian seluler akibat nekrosis tidak mengikuti jalur transduksi sinyal apoptosis; berbagai
reseptor diaktifkan mengakibatkan hilangnya integritas membran sel dan rilis tidak terkendali
produk kematian sel ke ruang ekstraseluler.

Peristiwa ini memicu respons inflamasi di jaringan sekitar, menarik leukosit


serta fagosit yang dekat menghabisi sel-sel mati dengan fagositosis. Namun, zat-zat
pengrusak mikroba yang dirilis oleh leukosit akan membuat kerusakan tambahan pada
jaringan di sekitarnya.[2] Kerusakan tambahan yang berlebihan ini menghambat proses
penyembuhan. Dengan demikian, nekrosis yang tidak ditangani menghasilkan timbunan
jaringan dan debris sel mati yang membusuk pada atau dekat lokasi kematian sel. Contoh
klasik yaitu gangren. Untuk alasan ini, sering kali diperlukan menghilangkan jaringan
nekrotik melalui pembedahan, prosedur yang dikenal sebagai debridemen.