You are on page 1of 12

Aktivitas Antioksidan, Sitotoksisitas dan Kandungan Fukosantin Ekstrak Rumput Laut...(Muhammad Nursid et al.

)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, SITOTOKSISITAS DAN
KANDUNGAN FUKOSANTIN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT
DARI PANTAI BINUANGEUN, BANTEN

Antioxidant Activity, Cytotoxicity and Fucoxanthin content
of Brown Algae Extract Collected from Binuangeun Coast, Banten

Muhammad Nursid1*, Thamrin Wikanta1, dan Rini Susilowati1
1
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, KKP.
Jl. K.S. Tubun Petamburan VI, Jakarta Pusat 10260
* Korespondensi Penulis: muhammadnursid@gmail.com

Diterima: 20 Agustus 2012, Disetujui: 24 Mei 2013

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, sitotoksisitas dan kandungan
fukosantin ekstrak etil asetat beberapa jenis rumput laut coklat. Aktivitas antioksidan dianalisis
dengan menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) sedangkan aktivitas
sitotoksik diuji dengan menggunakan metode {3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl-tetrazolium
bromide} (MTT). Kadar fukosantin dianalisis menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja
Tinggi (KCKT). Enam jenis rumput laut coklat yaitu Sargassum ilicifolium, Sargassum binderi,
Turbinaria decurrens, Turbinaria ornata, Padina australis dan Hormophysa triquetra telah dikoleksi
dari pantai Binuangeun, Propinsi Banten. Ekstrak P. australis menunjukkan aktivitas antioksidan
yang paling tinggi diiikuti oleh H. triquetra dan T. decurrens. Hasil uji memperlihatkan bahwa
ekstrak T. decurrens menghambat pertumbuhan sel HeLa dan T47D sedangkan H. triquetra
hanya menghambat pertumbuhan sel T47D. Kadar fukosantin tertinggi dihasilkan oleh ekstrak
H. triquetra sebesar 88,5 mg/g diikuti oleh T. decurrens, dan P. australis, berturut-turut sebesar
86,9 mg/g, dan 77,8 mg/g. Di lain sisi, kandungan fukosantin ekstrak S. ilicifolium, T. ornata, dan
S. binderi relatif rendah (<20 ppm).

KATA KUNCI: antioksidan, sitotoksisitas, fukosantin, rumput laut coklat

ABSTRACT

The research was aimed to investigate antioxidant and cytotoxic activities of ethyl acetate
extract of several brown algae species and its fucoxanthin content. Antioxidant activity was evaluated
by using 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) assay while cytotoxic activity was determined by
using {3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl-tetrazolium bromide} (MTT) assay. Fucoxanthin
content was analyzed by using High Performance Liquid Chromatography method. Six species of
brown algae, i.e Sargassum ilicifolium, Sargassum binderi, Turbinaria decurrens, Turbinaria
ornata, Padina australis and Hormophysa triquetra were collected from the Binuangeun coast,
Banten Province. P. australis extract exhibited the highest antioxidant activity followed by H.triquetra
and T.decurrens. The MTT test showed that T. decurrens extract inhibited the growth of HeLa and
T47D cells while H. triquetra only inhibited the growth of T47D cells. The highest fucoxanthin
content of H. triquetra extract was 88.5 mg/g ppm followed by T. decurrens and P. australis with
concentration of 86.9 mg/g and 77.8 mg/g, respectively. In the other hand, the fucoxanthin content
of S. ilicifolium, S. binderi and T. ornata extracts were low (<20 ppm).

KEYWORDS: antioxidant, cytotoxicity, fucoxanthin, brown algae

PENDAHULUAN berdasarkan komposisi kimianya yaitu alga hijau
(Chlorophyta), alga merah (Rhodophyta), dan alga
Garis pantai Indonesia mencapai sekitar 95.181 coklat (Phaeophyta). Rumput laut mengandung
km (Anon., 2012) yang ditumbuhi oleh beragam jenis senyawa aktif dengan berbagai bioaktivitas sehingga
rumput laut. Gupta & Abu-Ghannam, 2011 menyatakan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan
bahwa rumput laut dibagi menjadi 3 kelompok besar nutraseutikal (Kelman et al., 2012). Rumput laut coklat

73

Banten. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan metode MTT (3-(4. fungison 0. alginat. Jumlah sel yang Rumput Laut digunakan dalam uji sebesar 1. Institut 1640 (RPMI) (Sigma) yang ditambah dengan Fetal Bovine Serum (FBS) 10% (Gibco). laminarin. Dosis ekstrak yang digunakan sebesar 30 μg/ml.5-diphenyl-tetrazolium Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bromide) menggunakan sel lestari HeLa dan T47D antioksidan dan anti kanker serta kandungan menurut Freshney (2005) dengan beberapa modifikasi.5x104 sel/sumuran. (2008). 2007). antikanker (Yoshiko fukosantin yang menjadi target dalam penelitian ini. (2006) dan Nursid et al. Berdasarkan hal tersebut maka perlakuan ekstrak sampel yaitu sebesar 10 μg/ml. didiamkan beberapa saat hingga decurrens sebagai bahan anti kanker. (2008). sedangkan bagian bawah (fraksi air) ditampung di tempat terpisah. fukosantin beberapa spesies rumput laut coklat dari Sel dikultur dalam medium Roswell Park Memorial pantai Binuangen. lain dari wilayah ini masih terbatas. Kandungan pigmen pada thalli didominasi oleh khlorofil Ekstraksi dilakukan dengan metanol p. Salah satu lokasi pendingin (freezer) bersuhu -20oC sebelum dianalisis. di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Menurut penelitian Kusumawati et al. Jaswir et al. alga coklat yang melimpah di wilayah Indonesia adalah Jenis rumput laut coklat hasil sampling diidentifikasi pantai Binuangeun. manitol. violasantin. Fukosantin dari alga coklat 2-pikrilhidrazil (DPPH) (Merck) menurut Li et al. Banten. dikocok selama tersebut mengkaji potensi alga coklat Turbinaria lebih kurang 2 menit. bioprospeksi rumput laut coklat yang berasal dari Ekstrak kental yang mengandung air selanjutnya Binuangeun misalnya dilaporkan oleh Nursid et al. 2011). mencakup sekitar Uji Antioksidan 10% dari total produksi karoten di lautan (Peng et al. alga coklat adalah fukosantin.. Bioaktivitas ekstrak etil yang dihasilkan oleh biota laut. sampel disimpan dalam sepanjang garis pantai tersebut. kemudian ekstrak yang diperoleh dievaporasi dengan 2004). Rumput laut coklat lebih Ekstraksi Rumput Laut dikenal sebagai penghasil alginat dan iodin. Sampel diambil dari Pantai Binuangeun. segera dicuci dengan air tawar dan langsung 2012. Dosis ekstrak yang digunakan berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan dalam penelitian ini sebesar 50 μg/ml dengan waktu nutraseutikal terutama sebagai antioksidan dan agen inkubasi 30 menit. pantai Binuangeun. anti sinar ultra violet (Urikura et al. Kedua penelitian dimasukkan ke dalam corong pisah. dan phlorotanin (Demirel et al. Bagian atas dari campuran (fraksi ini laporan tentang bioprospeksi alga coklat dari jenis etil asetat) dipisahkan dan segera dievaporasi. μg/ml sebagai kontrol positif.JPB Kelautan dan Perikanan Vol.a) dan disimpan dalam kotak pendingin yang berisi es batu. 1997).5% METODE (Gibco). lalu (2007) dan Fajarningsih et al. pada bulan Mei 2013. 8 No. Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI). Dalam uji ini digunakan doksorubisin pada dosis 5 Kabupaten Lebak. sekurang-kurangnya terdapat 6 jenis rumput laut coklat di pantai Binuangeun. Rumput laut coklat diperkirakan melimpah di Sesampainya di laboratorium. Seluruh kegiatan ekstraksi dan partisi Karotenoid merupakan kelompok pigmen penting dilakukan di ruang gelap. Doksorubisin merupakan Sampel rumput laut diambil sebanyak 1 kg dari salah satu obat kemoterapi yang tersedia secara 74 . Beberapa laporan mengenai penelitian rotavapor vakum sampai metanol habis menguap. Fukosantin menarik perhatian para peneliti Uji antioksidan dilakukan terhadap ekstrak etil karena bioaktivitasnya yang sangat baik seperti asetat karena pada ekstrak ini terkandung senyawa antioksidan (Nomura et al. Sampel segar yang diperoleh fukoidan. (2012). Kabupaten Lebak. dan penisilin-streptomisin 2% (Gibco). Banten. Namun sejauh terbentuk 2 bagian.. Fukosantin banyak ditemukan dalam lingkungan laut. ditambahkan dengan 50 ml etil asetat. 1 Tahun 2013: 73–84 merupakan sumber dari metabolit yang bernilai beberapa titik pada zona pasang surut di sepanjang ekonomi seperti karotenoid. Salah satu pigmen asetat diuji nya sebagai antioksidan dan antitumor dari golongan karotenoid yang banyak dihasilkan oleh melalui uji sitotoksisitas. c. & Hoyuku.4-dimethylthiazol-2-yl)-2. Uji antioksidan dilakukan dengan metode 1. a.a... Vitamin C digunakan sebagai kontrol kemopreventif karena kemampuannya dalam meredam positif tetapi dengan dosis yang lebih rendah dari radikal bebas. beta karoten. 2012). dimaserasi dengan metanol pro analisa (p.1-difenil- 2011) dan lain-lain. Sel dipelihara dalam inkubator dengan aliran CO2 sebesar Pengambilan Sampel dan Identifikasi 5 ml/menit pada suhu 37 oC.. dan fukosantin (Kadi. penelitian untuk mengetahui potensi rumput laut coklat sebagai bahan nutraseutikal dari perairan Uji Sitotoksisitas Indonesia khususnya dari pantai Binuangeun-Banten perlu dilakukan.

.. B = regresi linier yang dihasilkan oleh standar fukosantin. absorbansi sampel. Identification result of several brown algae specieses from Binuangeun coast. Banten No Kode/Code Hasil Identifikasi/Identification Result 1 RL01 Kelas/class : Phaeophyceae Bangsa/order : Fucales Suku/family : Sargassaceae Marga/genus : Sargassum Jenis/species : Sargassum ilicifolium 2 RL06 Kelas/class : Phaeophyceae Bangsa/order : Fucales Suku/family : Sargassaceae Marga/genus : Sargassum Jenis/species : Sargassum binderi 3 RL14 Kelas/class : Phaeophyceae Bangsa/order : Fucales Suku/family : Sargassaceae Marga/genus : Turbinaria Jenis/species : Turbinaria decurrens 4 RL15 Kelas/class : Phaeophyceae Bangsa/order : Fucales Suku/family : Sargassaceae Marga/genus : Turbinaria Jenis/species : Turbinaria ornata 5 RL02 Kelas/class : Phaeophyceae Bangsa/order : Dictyotales Suku/family : Dictyoceae Marga/genus : Padina Jenis/species : Padina australis 6 RL07 Kelas/class : Phaeophyceae Bangsa/order : Scytosiphonales Suku/family : Cystoceiraceae Marga/genus : Hormophysa Jenis/species : Hormophysa triquetra ? 75 .(Muhammad Nursid et al.0 mm. Banten Table 1. fase gerak ekstrak etil asetat. laju alir 0. dilarutkan dalam 1 ml metanol sehingga konsentrasinya menjadi 1000 ppm. Pengukuran kadar Analisis Kandungan Fukosantin fukosantin dalam penelitian ini menggunakan 3 kali Kandungan fukosantin dalam ekstrak etil asetat ulangan.Aktivitas Antioksidan. Sitotoksisitas dan Kandungan Fukosantin Ekstrak Rumput Laut. kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil identifikasi beberapa jenis rumput laut coklat dari pantai Binuangeun.) komersial di pasaran. dan sitotoksisitas diuji dengan analisis korelasi Konsentrasi fukosantin dihitung berdasarkan luas Pearson. fukosantin dinyatakan dalam satuan mg per 1 gram fase diam C18 Zorpax 150 x 2. Kadar detektor Diode Array Detector (SPD-M20A Shimadzu). Hubungan antara fukosantin (Sigma-Aldrich) berdasarkan waktu retensi kandungan fukosantin dengan aktivitas antioksidan (Rt) dan kromatogram ultra violet (UV) fukosantin.2 dengan membandingkannya dengan standar ml/menit. dan volume injeksi 10 ì l. Persentase kematian sel tumor puncak (peak area) kromatogram fukosantin ekstrak dihitung berdasarkan rumus [{(A-D) – (B-C)}/(A-D)] x etil asetat dengan menggunakan persamaan garis 100% dimana A = absorbansi kontrol sel. C = absorbansi kontrol sampel Sebanyak 1 mg ekstrak etil asetat rumput laut dan D = absorbansi kontrol media. Identifikasi fukosantin dilakukan gradien asetonitril terhadap air 10–100%. Kondisi KCKT yang digunakan adalah rumput laut coklat dianalisis dengan menggunakan sebagai berikut: instrumen Shimadzu LC–10AD. Tabel 1.

2009). Namun. triquetra (45%) dan T. 2001). demikian paparan radikal bebas merefleksikan kemampuan seterusnya sehingga terjadi reaksi berantai adaptasi rumput laut terhadap radiasi sinar matahari perpindahan elektron-elektron (Windono. Rumput laut coklat S. ilicifolium dan S. radikal (Fung. molekul radikal agar radikal tersebut menjadi stabil. 1999. dan T. Figure 1. 2012). (Budhiyanti et al. Akibat reaksi tersebut. species/ROS). jaringan. elektron. 1 Tahun 2013: 73–84 HASIL DAN BAHASAN Reaksi uji antioksidan menggunakan metode DPPH didasarkan pada prinsip reaksi penangkapan hidrogen Identifikasi Rumput Laut dari antioksidan oleh radikal bebas DPPH. Radikal bebas atau ROS akan Asam askorbat atau vitamin C sebagai kontrol positif menyebabkan oksidasi biomolekul di dalam sel memiliki hambatan sebesar 92% pada dosis 10 μg/ sehingga menyebabkan kematian sel dan kerusakan ml (Gambar 1). Dengan mendonasikan sebuah berpasangan (Buettner. australis dengan oksigen. Untuk menjadi stabil. komponen struktural rumput laut radikal bebas yang relatif kecil bahkan di bawah 10% (misalnya asam-asam lemak) tidak akan mengalami untuk S. Mallick & Mohn. Hal ini menunjukkan adanya Radikal bebas adalah atom atau molekul yang sistem perlindungan terhadap stres oksidatif dalam mengandung satu atau lebih elektron tidak sel-sel rumput laut.JPB Kelautan dan Perikanan Vol.. Padina. Antioxidant activity of several brown alga species from Binuangeun coast. Rumput laut yang hidup di perairan yang dangkal Aktivitas Antioksidan misalnya pantai dan zona intertidal umumnya terpapar oleh sinar matahari yang mengandung sinar UV Jenis rumput laut coklat yang memiliki aktivitas maupun oleh udara yang banyak mengandung antioksidan paling kuat adalah P. 2000. dosis asam askorbat 10 μg/ml Gambar 1. Hambatan/Inhibition (%) Jenis/Spices Keterangan/Note: dosis ekstrak 50 μg/ml. ornata memiliki aktivitas peredaman yang berbahaya. Paparan sinar matahari dan udara dapat nilai hambatan terhadap radikal bebas DPPH sebesar menyebabkan terbentuknya radikal bebas ataupun 53% pada dosis 50 μg/ml dan waktu inkubasi 30 menit spesies oksigen reaktif lainnya (reactive oxygen diikuti oleh H.. Turbinaria. 76 . 2012). Aktivitas antioksidan beberapa jenis rumput laut coklat dari pantai Binuangeun. meskipun rumput laut terpapar ROS binderi. Antioksidan akan mendonorkan proton atau hidrogen Hasil identifasi rumput laut coklat yang dilakukan kepada DPPH dan selanjutnya akan memecah rantai di P2O LIPI memperlihatkan bahwa 6 sampel yang radikal bebas hingga membentuk senyawa yang tidak diteliti terdiri dari 4 genus yaitu Sargassum. S. decurrens (33%). Kelman et al. binderi. dan Hormophysa (Tabel 1). molekul donor menjadi radikal Kemampuan rumput laut dalam mensintesis senyawa baru yang tidak stabil dan memerlukan elektron dari antioksidan sebagai suatu sistem pertahanan dari molekul di sekitarnya untuk menjadi stabil. Banten and ascorbic acid (AA). 2012). kerusakan oksidatif. senyawa antioksidan dapat menetralkan radikal memerlukan elektron dari molekul donor ke kehadiran radikal bebas ataupun ROS (Halliwell. ilicifolium. Banten dan asam askorbat (AA). 8 No.

Sel HeLa dan T47D yang HeLa dan T47D setelah terpapar ekstrak rumput laut terpapar ekstrak T. decurrens menyebabkan kematian sel sumber energi intraseluler. dosis doksorubisin (doxo) 5 μg/ml Gambar 2. Figure 2.(Muhammad Nursid et al. decurrens terhadap sel bengkak. fukosantin. Cytotoxic activity of brown algae against HeLa dan T47D cells. decurrens dan H. sel-sel nekrotik. ilifolium atau S. Sebaliknya nekrosis T47D sebesar 56% dan HeLa sebesar 33% pada dosis merupakan kematian sel dengan keadaan patologis. 30 μg/ml (Gambar 2). senyawa. T47D yang diberi perlakuan kemudian dibandingkan Dalam penelitian ini belum diketahui kematian sel dengan sel tanpa perlakuan. triquetra tidak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap tipe kematian sel tersebut terefleksi pada morfologi sel HeLa tetapi menunjukkan aktivitas sitotoksik sel-sel yang mati tersebut. sel menjadi menggelembung atau Efek ekstrak rumput T. Sitotoksisitas dan Kandungan Fukosantin Ekstrak Rumput Laut. sedangkan rumput laut yang paling membutuhkan transkripsi dan translasi gen-gen lemah aktivitas sitotoksiknya adalah P.. Hal ini mengindikasikan bahwa sitoplasmanya berkurang. inti sel menyusut. 2006. morfologi dengan menggunakan foto sel HeLa dan Doonan & Cotter. 2007. Sel-sel apoptotik volume terhadap sel T47D.Aktivitas Antioksidan.. 2008). (2004). membran plasma HeLa dan T47D serta efek ekstrak H.fukosantin yang terkandung dalam rumput binderi. karotenoid yang dapat menginduksi apoptosis pada 77 . Menurut Mori et al. Aktivitas sitotoksik ekstrak rumput laut coklat terhadap sel HeLa dan T47D. australis. spesifik tertentu dan juga memerlukan penggunaan Ekstrak T. berubah bentuknya bila dibandingkan dengan sel Namun aktivitas sitotoksik rumput laut coklat terhadap tanpa perlakuan ataupun sel yang terpapar ekstrak kedua sel tersebut diduga berhubungan dengan yang tidak aktif misalnya ekstrak S. sebaliknya pada spesifik terhadap sel T47D.) Mortalitas Sel/Cell Mortality (%) Jenis/Spices Keterangan/Note: dosis ekstrak 30 μg/ml. sitotoksik yang paling kuat dibanding dengan rumput Apoptosis merupakan suatu proses aktif yang laut lain yang diuji. triquetra (Gambar 3). triquetra dan membran inti rusak dan organel-organel sel terhadap sel T47D juga dapat dikonfirmasi secara mengalami desintegrasi (Martin. inti sel mengalami lisis. decurrens memiliki aktivitas kematian sel baik secara apoptosis maupun nekrosis. Aktivitas Sitotoksik Perubahan morfologi sel akibat paparan senyawa aktif atau agen kemoterapi tertentu merupakan refleksi Uji aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dan T47D dari kondisi biokimia yang dapat berujung pada memperlihatkan bahwa T. Hal yang menarik adalah bahwa Perbedaan mekanisme yang mendasar pada kedua H. Elmore. decurrens selama 24 jam terlihat coklat apakah disebakan oleh apoptosis atau nekrosis. rumput laut sitotoksik dapat dengan nyata mengubah morfologi coklat secara umum mengandung senyawa sel seperti yang terlihat pada perlakuan doksorubisin. Fukosantin merupakan senyawa golongan ekstrak T. Suatu ekstrak yang mengandung senyawa laut coklat. membran ekstrak H.triquetra memiliki aktivitas sitotoksik yang dan organel-organel tetap menyatu.

8 mg/g. Efek ekstrak rumput laut coklat (30 μg/ml) terhadap morfologi sel HeLa (A) dan T47D (B). T.5 per 1 gram ekstrak etil asetat (mg/ UV standar fukosantin yang memiliki serapan optimum g EA). Sheu et al. 267. S. Hasil analisis kadar fukosantin dengan Kandungan Fukosantin menggunakan kurva standar fukosantin. ilicifolium.9 mg/g dan 77. decurrens. sel.JPB Kelautan dan Perikanan Vol. australis dan H. ilicifolium. 8 No. ornata memiliki kadar 78 . decurrens. 86. ornata puncak aktivitas sitotoksiknya seperti yang dilaporkan oleh fukosantin hampir tidak terdeteksi (Gambar 4). Figure 3. 1 Tahun 2013: 73–84 Gambar 3. dan 447 nm. P. australis memiliki kadar fukosantin yang tinggi puncak (peak) senyawa fukosantin terdeteksi pada tetapi tidak terlalu berbeda kadarnya yaitu berturut- menit ke 33. P. Sebaliknya pada panjang gelombang 226. Selain karotenoid. terdapat kemungkinan bahwa Puncak fukosantin sangat nyata terlihat pada ekstrak senyawa-senyawa dari golongan steroid yang terdapat T. (1999). binderi dan T.01. S. sedangkan dalam rumput laut coklat bertanggung jawab atas pada S. triquetra. S. dan Berdasarkan waktu retensi standar fukosantin. Selain itu digunakan juga spektrum turut sebesar 88. binderi dan T. Effect of brown algae extract (30 μg/ml) on morphology of HeLa (A) and T47D cells (B). memperlihatkan bahwa H. triquetra.

0 55. Berdasarkan analisis korelasi Pearson.0 45.600 100 4.0 20.0 15. semakin tinggi (p<0.0 30.0 40.920 39.277 50 0 -5 5.720 10 50 0 0 5. Hal ini sesuai dengan seiring dengan tingginya aktivitas sitotoksik rumput pendapat Gupta & Abu-Ghannam (2011) yang laut tersebut terhadap sel HeLa dan T47D.0 50.0 15.0 10.0 45.0 35.511 200 30 46.0 45. Hal ini mengindikasikan tetapi tingginya kandungan fukosantin tidak bahwa fukosantin yang dihasilkan oleh ketiga rumput berkorelasi dengan aktivitas sitotoksik baik terhadap laut tersebut berperan sebagai perisai untuk sel HeLa maupun T47D (p>0.086 17.binderi 700 35 650 600 30 550 500 25 450 400 20 350 15 300 250 19.(Muhammad Nursid et al.240 25.0 40.0 50.219 10 20.0 55. 281 100 56.0 20.0 min mAU mAU 1000 1100 1.080 100 20.0 25.271 30 .701 0 0 5.0 55. 433 900 P.040 22. dari stres lingkungan.509 200 150 5 38.0 10.983 120 750 110 100 T.0 25.017 36 . melindungi diri dari stres oksidatif seperti tingginya kandungan fukosantin yang tinggi pada T.0 50.0 min mAU mAU 33.153 44.0 25. australis mendukung hasil uji antioksidatif yang berperan untuk melindungi dirinya antioksidan ketiga jenis rumput laut coklat tersebut.440 19.0 20.0 50.0 30. semakin tinggi Meskipun terdapat korelasi yang nyata antara kadar fukosantin maka aktivitas antioksidannya kandungan fukosantin dengan aktivitas antioksidan. 991 33.995 36.0 20.242 20.680 150 39. Figure 4.054 700 33.440 37.0 30.837 8.560 33.480 15.440 44.0 15.0 45. tanaman fotosintesis terestrial memiliki mekanisme T.0 30.0 10.361 49.0 40.18 6 550 80 500 450 70 400 60 350 50 300 48. Ekstrak 79 .918 850 45 800 750 S.684 27.ornata 600 90 44.670 200 24.triquetra 900 800 800 48. 079 4.089 39. 489 20 100 20. 076 700 600 600 500 500 400 400 300 50.0 10.Aktivitas Antioksidan..0 35.australis 1000 H.0min 5. 956 37. 509 7.0 40.16 0 36.0 15.51 3 20.560 0 7.818 13.0 55.527 22.244 36. 679 300 19 .206 19.. Sitotoksisitas dan Kandungan Fukosantin Ekstrak Rumput Laut.0 30.05).250 19.959 47.0 20.23 7 1.0 25.0 45.0 35.570 37.ilicifolium 40 S.09 8 47. triquetra. fukosantin yang rendah yaitu di bawah 10 mg/g.0 35. 411 12.0 25.0 40.040 25.0 45.0 10.0 15.05). decurrens intensitas sinar matahari.0 35.0 50.0 10.260 15.0 25.375 19. 345 45.0 min 5.0 min Gambar 4.629 200 51.0 15.289 14.0 35.0 20.0 55.0 55. Puncak senyawa fukosantin (panah) dalam ekstrak etil asetat rumput laut coklat. Fucoxanthin peak (arrow) of brown algae ethyl acetate extract.542 250 40 49. 230 46.decurrens 700 650 T. Meskipun demikian.0 40.841 48.0 min 5. dan P.0 30.) mAU mAU 47. decurrens. 309 40.0 50. menyatakan bahwa rumput laut seperti halnya Tingginya kadar fukosantin dari H.

australis memiliki sitotoksisitas terhadap sel H1299 ini selaras dengan hasil penelitian kami sebelumnya (lung cancer) dengan IC50 sebesar 2. Banten (per 1 mg ethyl acetate extract). Rendahnya aktivitas sitotoksik bahwa T. Fucosterol memiliki aktivitas karena fukosantin merupakah golongan pigmen yang sitotoksik terhadap beberapa jenis sel lestari tumor. Figure 6.. paparan cahaya. aktivitas fukosantin alga coklat juga mengandung senyawa aktif sitotoksiknya sangat rendah meskipun kandungan dari golongan lain. yang memperlihatkan bahwa ekstrak non polar Gambar 6. Fukosantin mudah terdegradasi oleh Fucosterol yang diisolasi dari rumput laut panas. conoides mengandung senyawa-senyawa P. 1 Tahun 2013: 73–84 Fuxochantin Content (mg) Kadar Fukosantin/ Jenis/Spesies Gambar 5. 80 . 8 No. Fucoxanthin concentration of several brown algae species from Binuangeun coast. australis.. dan pH yang rendah (Hi et coklat Undaria pinnatifida dilaporkan memiliki al. Molecular structure of fucoxanthin (Peng et al. Sheu et al. 2012). Banten (per 1 mg ekstrak etil asetat). Khusus untuk P. dan memperlihatkan bahwa fukosantin yang diisolasi dari antiosteoporesis (Yoo et al. Kadar fukosantin beberapa jenis rumput laut coklat dari pantai Binuangeun. antioksidan. Figure 5. 2012).. 2012).australis kemungkinan disebabkan oleh fukosantin steroid teroksigenasi yang tergolong dalam kelompok yang terkandung di dalamnya mengalami kerusakan senyawa fucosterol. Struktur molekul fukosantin (Peng et al. (2011) aktivitas sebagai antidiabetes. 2010).JPB Kelautan dan Perikanan Vol. (1999) melaporkan fukosantin-nya tinggi.triqeutra dengan kandungan fukosantin yang tinggi Aktivitas sitotoksik pada rumput laut coklat tidak juga memperlihatkan aktivitas sitotoksik yang tinggi selalu berhubungan dengan fukosantin karena selain terhadap sel T47D. tidak stabil. Hasil penelitian Jaswir et al.45 mM. Hasil penelitian P. H..

fukosantin dengan aktivitas antioksidan tetapi kandungan memiliki khasiat yang sangat baik sebagai antitumor.pdf. G. 2011. and Sukatar..org/frs/ buettner. . http:// juga menginduksi siklus sel pada fase G2/M dan www. 2012. Z. http://www. decurrens dengan nilai hambatan terhadap sel signifikan dengan musim dan siklus hidup rumput laut. protein p21WAF1/Cip 1 dan ROS pada jalur bcl-xl dan melalui down-regulation siklin-D.. K. Z. 2012.R. Ikatan allenic H.. 18-22.. australis diikuti oleh ujung cincin fukosantin (Gambar 6). tertentu dan menghambat proliferasi sel tumor melalui rumput laut coklat memiliki potensi yang besar untuk beberapa mekanisme. What are free radicals? Sunrise Free kemungkinan melalui permeabilisasi membran Radical School 16 th Annual meeting of SFRBM.. 2008). triquetra dan T. dikembangkan sebagai bahan baku untuk herbal efek antitumor fukosantin terjadi melalui up-regulation terstandar ataupun fitofarmaka. gugus karbonil.srfbm. apoptosis pada sel kanker lambung MGC-803... Kadar memuncak antara musim dingin dan musim semi (fase fukosantin tertinggi terdapat pada H. Mekanisme 743–749. decurrens dengan nilai hambatan bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan dari terhadap radikal bebas DPPH berturut-turut sebesar fukosantin (Peng et al.Y. dua Rumput laut coklat yang memiliki aktivitas gugus hidroksil.. Yildirim.8 kuantifikasi fukosantin pada rumput laut liar dan mg/g). fukosantin juga 36(2): 91–95.. triquetra sebesar dewasa sporofit) dan terendah selama musim panas 88. Botanica Serbica..org/others/garis-pantai-indonesia. 2008. Biochemical analysis of some brown pembuluh darah baru (antiangiogenesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat budidaya masih terbatas hingga kini. terdapat kemungkinan bahwa sitotoksik. fukosantin tidak berkorelasi dengan aktivitas Meskipun demikian. Ekstrak etil asetat T. 2012). S. Hashimoto.W. K. 45%. decurrens memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel menunjukkan aktivitas antihipertensi (Tierney et al.) T. Sciences. Pada sel ini. 53%. Selain seaweeds from the Aegean Sea. 2009. sebagai antioksidan dan antikanker. Kesici. (ADP-ribose) polimerase tanpa menimbulkan efek American Journal of Agricultural and Biological terhadap level protein Bcl-2 dan Bcl-XL atau Bax. Efek sitotosik tersebut terjadi melalui 2010). Rumput laut coklat dengan aktivitas sitotoksik terbaik adalah Kandungan fukosantin dilaporkan bervariasi secara T. November. D. mitokondria dan aktivasi caspase-3 (Nara et al.(Muhammad Nursid et al.. Diakses tanggal 3 Oktober 2012. (Maeda et al. tinggi memiliki potensi yang besar untuk Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui dikembangkan sebagai agen antioksidan dan secara pasti senyawa aktif yang bertanggung jawab kemopreventif baik dalam bentuk herbal terstandar terhadap bioaktivitas antitumor pada T. 2009). decurrens juga mampu Mengingat tingginya kelimpahan rumput laut meningkatkan proliferasi sel-sel limfosit (Fajarningsih coklat di Indonesia..D.A. Menurut Wang et al. Sitotoksisitas dan Kandungan Fukosantin Ekstrak Rumput Laut. decurrens.pantai. Induksi apoptosis fukosantin pada sel HL-60 Buettner. 2007). T and Kanazawa. ataupun dalam bentuk fitofarmaka. Fukosantin menginduksi proses apoptosis pada sel Budhiyanti. 2010) dan antiobesitas mekanisme induksi apoptosis (Nursid et al. 2004). Fukosantin Anonim. Studi mengenai oleh T. dan 33% pada dosis 50 μg/ml.Aktivitas Antioksidan. Raharjo. Fukosantin juga menghambat proliferasi sel kanker Das. (2006) melalui penghambatan A. HeLa. Kemungkinan besar terdapat senyawa laut coklat khususnya yang mengandung fukosantin aktif selain fukosantin dalam ekstrak T. Perbedaan utama KESIMPULAN antara fukosantin dengan senyawa karotenoid lainnya adalah kehadiran ikatan allenic. antiinflamasi (Heo et al..B. 81 . Biochimica et Biophysica Acta.9 mg/g) dan P. Marseno. 7(3): 337–346. decurrens (86. and Lelana. Garis pantai Indonesia.. fukosantin 2012. Yoshiko & Hoyoku (2008) juga by fucoxanthin is associated with down-regulation of melaporkan induksi penghambatan siklus sel pada cycklin D.. antiproliferasi sel oleh fukosantin juga diamati oleh Demirel. korelasi yang nyata antara kandungan fukosantin Karena sifat antioksidan yang kuat. Diakses tanggal 1 Oktober 2012. p38 MAPK atau SAPK/JNK. Growth kolon HepG2 melalui penghambatan siklus sel (Das inhibition of human hepatic carcinoma HepG2 cells et al. Sugawara et al. Fukosantin merupakan senyawa karotenoid yang termasuk dalam golongan santofil. I. Dengan mempertimbangkan bioaktivitas fukosantin bekerja secara spesifik terhadap tipe sel yang baik dan kandungan fukosantin yang tinggi. monoepoksida. Mekanisme antitumor fukosantin juga berhubungan dengan protein DAFTAR PUSTAKA GASS45. HeLa dan T47D sebesar 33% dan 56%.. 2007). dapat dinyatakan bahwa rumput et al.. dan gugus asetil di antioksidan terbaik adalah P.5 mg per 1 g ekstrak kasar etil asetat (mg/g) diikuti (fase penuaan) (Terasaki et al.K. australis (77. decurrens. (2012). Fung. Tuney. leukemia HL-60. 2009. 2008). Antioxidant activity of brown algae Sargassum menyebabkan pemecahan procaspase-3 dan poly species extract from the coastline of Java Island. S. 1780(4): fase G1 (G1 arrest) pada sel HepG2.

69: 224–227. Deep Seawater. Botanica Marina. M. and Hirata.. A. and polyketides from a photoaging in hairless mice.. X. M... 2010. Hi.. and Nagao. Kawagoe. 10: recoverable functional lipid components of several 403–416. T. T.. Wikanta. K. H. N. Gupta.L. 2(1): 55–62. African Journal of Biotechnology. and Kusumi. Wang. M.I. Januar.. R dan Murdinah. A. H. 1999. and Wright. Kikuchi... New Jersey: John Wiley and Son.. sel tumor HeLa. Mar.G. Hu. Noviendi. Res.. W.. I. Australian Journal of Basic and Applied 1806–1828. S.S.. T. Funayama.R. of Basic Technique. effect of fucoxanthin against UVB-induced skin asperflavin ribofuranoside.. J. and Wikanta. R. T. T. Nomura. 2005. R. Sciences. P.. Marlborough Sound. H.S. K. Mar. McDermid. 29 (4): 25–36.K. A. F. The Fucoxanthin Content and Characterization of apoptosis induced by fucoxanthin Antioxidant Properties of Undaria pinnatifida from in human promyelocytic leukemia cells. associated with down- 82 . Toxicologic Pathology. CY. J. 22: 315–326.. Binuangeun. B. 54: 9805–9810. New Zealand. Y. Potensi special reference to fucoxanthin and fucosterol pemanfaatan rumput laut: biodiversitas di pantai contents.K. Apoptosis: A Review of Programmed triacylglycerols on anti-obesity effect of fucoxanthin. Trends in Food Science and Technology. Antiangiogenic activity of brown algae fucoxanthin and its deacetylated product. Chen.. G. Journal of Phycology. T. J. Effect of medium-chain Elmore.J.. Antioxidant C.H. Jakarta. Food and Chemical Toxicology. A. T. D. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Narayan.. 10(81): Sugawara. M.. N. Bioactive potential 1997.. Biochem. D. Ahn. Induksi apoptosis dan ekspresi Gen p53 the beginning to the end (of the beginning). Exp. T. Free dari ekstrak makroalga Turbinaria decurrens pada Radic. Posner. Y. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Tierney.. a marine carotenoid. Xu. Inc. Y..I. Fung. 31: 261–272.. Oka. S.. H. 53(5): 387–408.. 4(10): 4580–4584.P.K. (DPPH). Response of algal cells. 2008. and Miyashita. Kubodera. Kelman. and New cytotoxic oxygenated fucosterols from the brown Miyashita. Woo. Yasui. S. and Hayes. 2012. 2011.. 231: 117–129. 2012.W. N. Sugawara.H. M. D.. and Cao. U. 2005... 2004. and Abu-Ghannam.D.K. and Jeon. Bull. Wright. Li.D. 2007. K. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Mallick. Chemistry..D. Lee. I... K. Marraskuranto. Journal of Agricultural and Food pantai di Indonesia... M. 35: 495–516. marine isolate of the fungus Microsporum. E. Fajarningsih. 2007. 2011.Y. Cell Death. Journal of Oleo Science.. and Mohn. of fucoxanthin on human lung cancer (H1299) cell lines. Sheu.. M. X. Choong. Januar.C. J... P. Prod. Martin.. 44: 200–204. M. F. & assessment of apoptosis. T. N. In Vivo induction of apoptosis by fucoxanthin. and Kawakami..JPB Kelautan dan Perikanan Vol. Akagi. Hamada.J.. Jurnal Pascapanen dan 264. Biotechnol. 2008. Nursid. Hiraoka. H.. and 18855–18862. M. S. M. macroalgae. and Duh... Urikura. K.7 macrophages.. X. N.. H. Protective 2006. Kang.. 54(6): 882–883. D. 75(4): 757–760. a marine carotenoid present in brown seaweeds and diatoms: metabolism and Stability studies of fucoxanthin from Sargassum bioactivities relevant to human health. Peng. Chem. M. Plant Physiol.E. Heo. Nat. Mar. J. A. J.F. 9: binderi. brown seaweeds (Phaeophyta) from Japan with Kusumawati. Reactive oxygen species: Perikanan.. Potensi rumput laut di beberapa perairan fucoxanthinol. University of Technology University. and Cotter. Kang. Kang. Culture of Animal Cells. Hosokawa.. K..Y. Miyashita. Auckland Biotechnol. M. 2007. K. N. Mori. Antioxidant defence mechanisms: from T. Nursid. Hirose. A. C. Drugs. Biosci. J. Med.. 78 pp. Targeting apoptosis with dietary X. dan Mori. S. 1 Tahun 2013: 73–84 Doonan. Fajarningsih. Thesis.. Sashima. 2: 63–72. and Wong.M. Ma. Fucoxanthin and Turbinaria decurrens sebagai Antitumor (HeLa dan Its Metabolites in Edible Brown Algae Cultivated in T47D) serta efeknya terhadap Proliferasi limfosit. H. Evaluation of anti. Oseana.. Nursid..H. J. A Manual 193. A. Bioaktivitas Ekstrak Tamura. 56(12): 615–621. 2010.D and Son. Matsubara. Morphological Maeda. G.. Salleh. Biol. E.. Balai Besar Litbang Pengolahan Produk antihypertensive and antioxidant activities in dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. and Wang. Drugs. 2006.. 42(2): 361–70.. A review of Teknologi.. 62(2): 224– acids analysis of Padina australis and cytotoxic effect 227. Biosci. Biochem. Croft. Yoon.W. 2011. Hirata. Fifth Edition. 2011. E. Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. H. S. 2012.. K. 1999.H. J. Kadi.. Int.H. Biochem. B. C. Methods. 8 No. J. Pharm. Y. Wang. inflammatory effect of fucoxanthin isolated from Purifikasi dan identifikasi senyawa antioksidan dari brown algae in lipopolysaccharide-stimulated RAW spons Aaptos sp.. 3(1): 21–28. Evaluation of activity of Hawaiian marine algae. 2004.. J. 2000. and Chasanah. 2006. 2008. Halliwell. Biol. Choi.. N. A new radical scavenging anthracene glycoside. P.I. S..1-diphenyl-2-picrylhydrazyl seaweeds. M. B.. 2(1): 55–62. Kim. 48(8-9): 2045–2051. Baba. 2010. K. Ooi. Li. Sung.157: 183– Freshney. Fucoxanthin. M. K. Proton-donative antioxidant activity of and possible health effects of edible brown fucoxanthin with 1.. bioactive agents. Drugs. 45(4): 974–980.. Nara. 2009. W. Yuan. Terasaki. 2012. Isolation of fucoxanthin and fatty alga Turbinaria conoides. Taher. Tabandera. Mol. Terasaki. N. Wu. Jaswir. Xu..

1(1): 34–43 inflammatory cytokines via the inactivation of nuclear Yoshiko.).T. In Vivo. Fucosterol isolated from terhadap 1. 2001. Shin. Cho. 21: 305 (S180) xenografts-bearing mice. Bang.. J.. N. 83 .H. Sitotoksisitas dan Kandungan Fukosantin Ekstrak Rumput Laut. K.I and Lee..S. Food Chemistry. Artocarpus.S. N.1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dari Undaria pinnatifida inhibits lipopolysaccharide- ekstrak kulit buah dan biji anggur (Vitis vinifera L. T.. H. 2007. 10: –310. S and Hoyoku. Fucoxanthin. 135(3): 967–975.7 macrophages.Drugs. M. 2012. Y. M.E.Aktivitas Antioksidan.(Muhammad Nursid et al. Mar.... Yoo. Choi. Uji peredaman radikal bebas Baek. Induces G1 Arrest and GADD45 Gene in RAW264. induced production of nitric oxide and pro- Probolinggo biru dan Bali. a Natural factor-êB and p38 mitogen-activated protein kinase Carotenoid. 2055–2068.) regulating STAT3/EGFR signaling in sarcoma 180 Expression in Human Cancer Cells. Windono.W.