You are on page 1of 2

Jurnal Medika Veterinaria Erdi Rahmat, dkk

P-ISSN : 0853-1943; E-ISSN : 2503-1600

ISOLASI Staphylococus aureus PENYEBAB BUMBLE FOOT PADA
PERSENDIAN DAN TELAPAK KAKI AYAM JANTAN
DI PASAR LAMBARO
Isolation of Staphylococus aureus Causing Bumble Foot on Joints and Sole of Cocks in
Lambaro Market
Erdi Rahmat1*, Fakhrurrazi2, Razali3, Erina2, Zakiah Heryawati Manaf2, dan Hamdani4
1
Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
2
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
3
Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
4
Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Corresponding author: rahmaterdy09@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya Staphylococcus aureus (S. aureus) pada persendian dan telapak kaki ayam jantan penderita
bumble foot. Dalam penelitian ini digunakan 20 kaki ayam jantan yang diambil dari pasar Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. Sampel dibersihkan
dengan alkohol 70%, dan juga dibersihkan dari kulit bagian luar, setelah itu dipotong kecil-kecil pada bagian yang diduga terinfeksi S. aureus,
baru kemudian dilakukan penanaman pada media nutrient broth (NB) yang diinkubasi pada suhu 37 C selama 48 jam. Setelah itu, bakteri yang
tumbuh pada media NB dipindahkan ke media mannitol salt agar (MSA) dan dibiakkan kembali pada suhu 37 C selama 48 jam. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa dari 20 sampel yang diperoleh, ditemukan adanya bakteri S. aureus.
____________________________________________________________________________________________________________________
Kata kunci: bumble foot, lambaro, Staphylococus aureus

ABSTRACT

This research aimed to find out the Staphylococus areus in the joints and sole of cock suffered from bumble foot. This research used 20 feet
of cocks selected from a traditional market of Lambaro subdistrict in Aceh Besar district. The samples were cleaned using 70% alcohol then the
outer skin was removed. Suspected part infected by staphylococus aureus was cut into small in pieces. The piece was inoculated onto NB medium
and incubated at 3 C for 48 hours. Bacteria that grew in NB medium was moved into MSA medium and incubated further at 37  C for 48 hours.
The results of observation showed that Staphylococus aureus was found in 20 sample that were collected.
____________________________________________________________________________________________________________________
Key words: bumble foot, lambaro, Staphylococus aureus

PENDAHULUAN perkembangan dan hidup secara alamiahnya.
Lingkungan yang kotor merupakan salah satu faktor
Saat ini ayam merupakan salah satu bisnis yang dapat meningkatkan penyebaran S. aureus.
perunggasan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Penularan penyakit bumble foot terjadi akibat ayam
Daging ayam yang memiliki protein tinggi yang menjadi terkena luka telapak kaki dan akhirnya terinfeksi akan
salah satu alasan tingginya minat terhadap hewan ini, terjadi akibat adanya S. aureus pada lingkungan yang
sehingga permintaan daging ayam di pasar semakin kotor. Ciri bakteri ini terlihat jelas dengan melihat
tinggi. Keberhasilan usaha perunggasan, khususnya reaksi koagulase dan dapat menghasilkan beta
ayam pejantan, sangat ditentukan oleh kesehatan ayam hemolisin (Krieg et al., 2010).
pejantan itu sendiri. Menurut Schwartz (1977), bentuk
infeksi yang bersifat akut pada ayam dapat menimbulkan MATERI DAN METODE
kematian 60%, sedangkan bentuk menahun secara
sporadik menimbulkan kematian 1-30% (Gordon, 1977). Organ yang dijadikan sampel adalah persendian dan
Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi akut telapak kaki ayam jantan yang diduga terinfeksi S.
pada beberapa jenis unggas seperti ayam broiler, ayam aureus yang diambil di Rumah Potong Hewan (RPH)
layer, dan beberapa jenis burung adalah bakteri yang ada di kawasaan pasar Lambaro Aceh Besar.
Staphylococcus aureus (S. aureus) yang patogen. Selanjutnya, sampel dibersihkan dengan alkohol 70%,
Infeksi akut bakteri ini biasa disebut dengan bumble dan juga dibersihkan dari kulit bagian luar, setelah itu
foot (pembengkakan pada kaki) (Schwartz, 1977; potong kecil-kecil bagian yang diduga terinfeksi S.
Cooper dan Needham, 1981). aureus, kemudian dilakukan penanaman pada media
Secara normal bakteri S. aureus terdapat di udara, nutrient broth (NB) yang diinkubasi pada suhu 37 C
di kulit, selaput lendir hewan ataupun manusia. selama 48 jam. Bakteri yang tumbuh pada media NB
Populasi bakteri S. aureus yang tinggi dapat dipindahkan ke media mannitol salt agar (MSA) yang
menimbulkan penyakit di dalam tubuh hewan (Hofstad diinokulasi dengan ose. Bakteri yang sudah dipindahkan
et al., 1978; Poernomo, 1978). Staphylococcus aureus di dalam media MSA diinkubasikan dengan suhu 37 C
dapat menyebar pada lingkungan yang mendukung selama 48 jam, kemudian dilakukan pewarnaan Gram.

131

N. Avian Staphylococcal Infections.F. Kulit yang satu tetes kristal violet selama 3 menit. infeksi oleh S.W. X(16):1-10.A. Menurut Cooper dan Needham (1981). B. Ludwig. 1981. Jakarta. 2nd ed. terjadinya peningkatan bumble foot. keras. Bulletin banyak sehingga bersifat patogen. aureus. and H. 1977. Diseases of Poultry. diteteskan 1 tetes lugol selama 2 menit. Tahap ini bisa diatasi dengan pemberian krim pada kaki ayam. semuanya Staphylococcus aureus ditemukan adanya bakteri S. dibilas dengan terluka biasanya terjadi pada telapak kaki disebabkan air mengalir. Vol. 1 Ayam 1 + dan lembab. infeksi S. 1977. Helmboldt. Mei 2016 Pewarnaan Gram Menurut Fadillah (2011). Infeksi S.J Paster. selanjutnya diteteskan melalui kulit yang robek atau terluka. J. dikategorikan ke dalam tiga tahap. Whitman. Tabel 1 menunjukkan bahwa tingkat infeksi S. London. Setelah itu. 1978. R.R. Ward. Akibatnya. University Park.T. Gordon. B. Brown. yaitu luka pada dibilas dengan air mengalir. ketika resistensi inang melemah karena adanya Staley. W.W. Bumbble foot terjadi L. and D. kondisi alergi. Bergey’s Manual of perubahan dari inang yang memengaruhi imunitasnya. aureus umunya disebabkan karena kurangnya pemahaman peternak tentang manajemen pemeliharaan Tabel 1.S.M. yang diisolasi semua menunjukan hasil positif terinfeksi Menurut Murtidjo (1992). 4. Systematic Bacteriology. S. Calnek. Fadillah. aureus yang ayam jantan yang diperoleh dari Pasar Lambaro. bernanah.H. biasa juga terjadi akibat adanya trauma. akibat luka terbuka yang berada di telapak kaki unggas Schwartz. The starling (Sturnus vulgaris) sangat tinggi. 10(3):273-279. L. B. dan beberapa jenis Yoder Jr. Staphylococcosis pada ayam petelur. New York. R.2011. aureus merupakan salah satu bakteri yang Tindall. Salah satunya adalah perlukaan di permukaan kulit Murtidjo. 7th ed. Springer-Verlag. Tahap berikutnya. aureus pada ayam jantan. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. burung. Penyakit bumble foot dapat kemudian diteteskan 2 tetes safranin selama 1 menit. 1978. Lantai kandang yang keras seperti lantai 2 Ayam 2 + yang terbuat dari kawat sebagaimana kandang yang 3 Ayam 3 + 4 Ayam 4 + biasa digunakan oleh penjual ayam jantan yang berada di 5 Ayam 5 + Pasar Lambaro dapat menyebabkan terjadinya luka pada 6 Ayam 6 + telapak kaki ayam. Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam. Bailliere bakteri S.. yang terkontaminasi oleh S. W. 8 Ayam 8 + Sanitasi di dalam kandang dan sekitarnya juga 9 Ayam 9 + sangat memengaruhi tingkat infeksi S.. 2. kaki ayam menjadi tidak stabil. Avian Pathol.R. Tahap ini bisa diatasi dengan penggunaan antibiotik. 17 Ayam 17 + 18 Ayam 18 + KESIMPULAN 19 Ayam 19 + 20 Ayam 20 + Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari += Menunjukkan adanya bumble foot yang disebabkan 20 sampel kaki ayam jantan yang diisolasi. Krieg. parasit. aureus terjadi Iowa. C. 2010.P. 132 . Aceh Besar menyebabkan bumble foot akan meningkat apabila No Sampel Staphylococus aureus peternak menggunakan lantai kandang yang padat. Staphylococcosis.D.F. W. Agro Media. seperti ayam broiler. Aceh Besar Cooper. yang menyebabkan bakteri ini berkembang cepat dan Kanisius. aureus yang menyebabkan bumble foot pada ayam DAFTAR PUSTAKA jantan yang diambil dari Pasar Lambaro. Needham. Jika muncul HASIL DAN PEMBAHASAN bumble foot dengan ukuran yang lebih besar bisa mengakibatkan ayam lumpuh dan jika tidak ditangani Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari 20 sampel dari awal akan mengakibatkan kematian. Hedlund. aureus.Jurnal Medika Veterinaria Vol. II. 10 No. Luka kaki ayam yang tidak diobati 7 Ayam 7 + akan menyebabkan bumble foot. aureus penyebab 10 Ayam 10 + bumble foot. Jakarta. USA. J. Infeksi serius dari bakteri S. Secara umum. Analisis Data bagian merah di kaki ayam semakin meluas. kemudian diamati di bawah mikroskop. dan 16 Ayam 16 + gangguan metabolisme lainya. B.P. Hasil penelitian disajikan pada Tabel 1.P. bengkak sendi yang Pada gelas obyek diteteskan natrium klorida (NaCl) disebabkan oleh infeksi S. Staphylococcus. 2nd ed.E. difiksasi di atas lampu dampal kaki ayam dan tanda kemerahan timbul dalam spiritus. aureus umumnya terjadi fisiologis sebanyak 2-3 tetes. ayam layer. 15 Ayam 15 + imunosupresi. aureus yang terjadi akibat oportunistik (infeksi 13 Ayam 13 + 14 Ayam 14 + sekunder). infeksi jamur. N. oleh kandang kawat atau belahan bambu yang tajam. and J. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan 11 Ayam 11 + infeksi S. Banyak infeksi dari 12 Ayam 12 + S.B. Pensylvania. Mengatasi 71 Penyakit Ayam. kemudian dibilas dengan alkohol 96% selama 5-10 sehingga peradangan sendi terjadi pada telapak kaki detik. Poultry Health Handbook. beberapa waktu ke depan. aureus as an experimental model for Staphylococcal infection of the ditandai dengan kerusakan jaringan yang disertai abses avian foot. M. Poernomo. dibilas dengan air mengalir dan (bumble foot). Reid. Hasil pemeriksaan sampel persendian dan telapak kaki ayam yang benar dan sehat. menyebabkan infeksi akut pada beberapa jenis unggas Hofstad. 1992.