You are on page 1of 14

Laryngitis yang Menghambat Proses Pernapasan

Ellon Julian Emus Akasian

Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Terusan Arjuna No. 6 Kebun jeruk, Jakarta Barat

Abstrak

Pernapasan merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam kehidupan makhluk hidup
terutama manusia. Dalam system respirasi manusia mempunyai mekanisme kerja yang saling
menunjang satu sama lain entah itu dari organ pernapasan otot-otot yang menunjang pernapasan
dan juga persarafannya. Mekanisme pernapasan manusia terdiri dari inspirasi dan ekspirasi di
mana ketika inspirasi maka O2 akan masuk melewati rongga hidung kemudian akan melewati
faring menuju ke laring kemudian akan melewati trakea dan masuk ke organ pernapasan bagian
bawah yaitu trakea bronkus primer dan sekunder. Hal yang sama juga terjadi ketika ekspirasi
dimana CO2 akan di keluarkan kembali ke luar tubuh namun hal tersebut bisa terganggu jika ada
gangguan seperti laryngitis dimana terjadi peradangan pada salauran napas sehingga jalan napas
akan terganggu sehingga akan mengganggu pertukaran oksigan dengan karbon monoksida pada
dinding alveoli.

Kata kunci : mekanisme pernapasan, laring, faring

Abstrack

Breathing is one of the most important elements in the life of humans, especially humans. In the
human respiration system has a working mechanism that mutually support each other whether it
is from the respiratory organs of the muscles that support the breathing and also innervation. The
human respiratory mechanism consists of inspiration and expiration which, when inspired, O2
will pass through the nasal cavity and then pass through the pharynx to the larynx and then pass
through the trachea and into the lower respiratory organs of the primary and secondary bronchial
trachea. The same thing happens when expiration where CO2 will be released back outside the
body but it can be disrupted if there is a disorder such as laryngitis where inflammation occurs in
the breath so that the airway will be disrupted so that it will interfere with the exchange of oxigan
with carbon dioxide in the alveoli wall.

Keywords: respiratory mechanism, larynx, pharynx

Bila peradangan melibatkan laring dan trakea maka diagnosis spesifiknya disebut laringotrakeitis. yang bertugas menghantarkan zat-zat yang dimasukkan dan akan dikeluarkan oleh sistem respirasi.Pendahuluan Laringitis merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada daerah leher atau lebih tepatnya pada laring. kebanyakan ditemukan pada dinding lateral dari trakea dibawah pita suara. Mekanisme kerja dari sistem ini juga berhubungan erat dengan sistem saraf karena bagaimana pun juga seluruh kegiatan tubuh kita dikendalikan oleh sistem saraf.2 . Ciri-ciri laryngitis antara lain terjadi pembengkakan dan kemerahan dari saluran nafas yang terlibat. bahkan beristirahat membutuhkan proses atau sistem respirasi agar dapat berjalan dengan baik.1 Dalam proses peradangannya laringitis sering melibatkan saluran pernafasan dibawahnya yaitu trakea dan bronkus. Sistem respirasi memegang peranan yang sangat penting dalam setiap aktivitas manusia. dan bila peradangan sampai ke bronkus maka diagnosis spesifiknya disebut laringotrakeobronkitis. belajar. berbicara.1. Karena trakea subglotis dikelilingi oleh kartilago krikoid. penyebab dari laringitis akut dan kronis dapat bermacam-macam bisa disebabkan karena kelelahan yang berhubungan dengan pekerjaan maupun infeksi dari bakteri atau virus. Laringitis merupakan proses inflamasi pada laring yang dapat terjadi baik akut maupun kronik. laringitis akut biasanya terjadi mendadak dan berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih 3 minggu.2 Setiap kegiatan yang kita lakukan. jika terjadi gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan gangguan dalam kegiatan sehari-hari kita bahkan yang paling buruk adalah kematian. menjadikannya sempit. berolahraga. Dapat dikatakan bahwa sistem sirkulasi merupakan saluran perpanjangan sistem respirasi. baik saat sedang bekerja. Bila gejala telah lebih dari 3 minggu dinamakan laringitis kronis. bahkan hanya seperti sebuah celah. maka pembengkakan terjadi pada lumen saluran nafas dalam.

co. Rangka tulang rawannya terdiri atas cartilago septi nasi.3 Hidung Penyangga hidung terdiri atas tulang dan tulang-tulang rawan hialin. bagian atas hidung dipertahankan oleh os nasale dan processus frontalis maxillae dan di bagian bawah di pertahankan oleh tulang-tulang rawannya. cartilago nasi lateralis dan cartilago ala nasi major dan minor. processus frontalis maxillae dan bagian nasal ossis frontalis.google. maka saluran ini ditunjang oleh tulang rawan hialin.Isi Makroskopis pernapasan Bagian konduksi sistem pernapasan terdiri atas rongga hidung. farings. Rangka bagian tulang terdiri atas os nasale. laring. bronki ekstrapulmonal. Seperti trakea yang dilingkari oleh cincin tulang rawan hialin berbentuk C. yang bersama-sama dengan tulang di dekatnya saling berhubungan.id/search?q=otot+dan+tulang+rawan+hidung&client=firefox-b&site .4 Di download dari : https://www. Untuk menjamin agar saluran napas yang lebih besar selalu terbuka. trakea. dan sederetan bronki dan bronkioli intrapulmonal dengan diameter yang makin ke bawah akan semakin kecil dan berakhir pada bronkioli terminalis.

chondropharyngeus. Kegagalan relaksasi m. threopharyngeus sebagai pendorong. yakni m. constrictor pharyngis medius turun di sebelah dalam m. Di sebelah caudal dilanjutkan dengan oesophagus. Dan lapisan ini terdiri atas: tiga otot lingkar / sirkular antara lain: 1. constrictor pharyngis inferior sampai ujung bawah pharynx.5 cm. membentang dari basis cranii sampai setinggi vertebra cervical 6 atau tepi bawah cartilago cricoidea. M. constrictor pharyngis medius terdiri atas dua bagian otot kecil. constrictor pharyngis superior. dan m. stylohyoideum sebagai m. antara kedua bagian otot tersebut. constrictor pharynges superior serta tiga otot yang masing-masing turun dari processus styloideus. m. salpingopharyngeus. torus tubarius cartilaginis tubae auditivae. constrictor pharyngis inferior 2. Pharynx memiliki beberapa lapisan otot. ceratopharyngeus. dan palatum molle. cricopharyngeus dan m. constrictor pharyngis inferior keluar dari kartilago tiroid dan krikoid. cricopharyngeus menyebabkan mukosa dinding posterior. constrictor pharyngis medius 3. 4 Otot ini merupakan otot yang paling tebal dari antara ketiga otot lingar pharynx yang terdiri atas dua bagian otot kecil. dan melekat pada tepi atas cornu majus ossis hyoidei sebagai m. mengalami herniasi. . panjang 12-14cm. Serabut-serabut inferior m. yang ke sebelah anterior melekat pada cornu minus ossis hyodei dan bagian bawah lig. cricopharyngeus berfungsi sphincter dan m. stylopharyngeus. m. m. palatopharyngeus.Pharynx Pharynx adalah sebuah pipa musculomembranosa. Paling lebar di bagian superior. serabut-serabut superior naik dan menutupi bagian bawah m. yakni: m. m. thyreopharyngeus. berukuran 3.4 M. M.

ujung dorsal linea mylohyoidea ossis mandibulae dan sisi radix linguae. Serabutnya bergabung dengan mm. yakni: m.id/search?q=otot-otot+faring&client=firefox M.co. m. . melintas ke bawah dan bercampur dengan m. constrictores pharyngis superior dan medius. turun sepanjang sisi pharynx dan melintas antara mm. M. M. palatopharyngeus.Di download dari : https://www. buccopharyngeus.google. mylopharyngeus. dan m. pterygopharyngeus. di tepi posterior cartilago thyreoidea. stylopharyngeus berpangkal di sisi medial basis processus styloideus. Fungsinya adalah elevasi bagian lateral atas dinding pharynx. constrictores pharyngis. plica glosso-epiglotica lateralis dan m. Di sebelah anterior otot ini melekat pada hamulus pterygoideus. palatopharyngeus. constrictor pharyngis superior merupakan lembaran otot yang lebih tipis. glossopharyngeus. m. Tempat-tempat perlekatan ini membagi m. Fungsinya adalah elevasi pharynx sewaktu menelan dan berbicara. raphe pterygomandibularis. salpingopharyngeus berpangkal pada bagian inferior torus tubarius cartilaginis tuba auditivae. constrictor pharyngis superior menjadi otot-otot yang lebih kecil.

melintas ke arah lateral dan caudal di sebelah dorsal tonsila palatina. constrictor pharyngis superior. Nasopharynx dan oropharynx berhubungan melalui isthmus pharyngeum. Tonsilla palatine merupakan masa jaringan limfoid pada kedua dinding lateral oropharynx.M. Di dinding anteriornya yang tidak sempurna. juga mendekatkan kedua arcus palatopharyngeus. dan medial. Nasopharynx berada di sebelah dorsal hidung dan sebelah cranial palatum molle. M. di sisi sebelah dalam m. palatopharyngeus ini melekat pada bagian belakang palatum durum dan aspek superior aponeurosis palatinus. Pharynx juga dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 1. Laryngopharynx membentang di tepi cranial epiglottis sampai tepi inferior cartilago cricoidea atau mulai setinggi bagian bawah corpus vertebra cervical 3 sampai bagian atas vertebra cervical 6. Fungsinya adalah menarik pharynx ke atas.4 3. palatopharyngeus berada di dalam lipatan mukosa arcus palatopharyngeus. Oropharynx terbentang mulai dari palatum molle sampai tepi atas epiglottis atau setinggi corpus vertebra cervival 2 dan 3 bagian atas. masing-masing terletak pada sinus tonsillaris. terdapat pintu masuk ke dalam larynx (aditus laryngis) dan di bawah aditus laryngis ini terdapat permukaan posterior cartilago arytaenoidea dan cartilage cricoidea. yang masing-masing terpisah oleh septum nasi. Ke arah caudal laryngopharynx dilanjutkan sebagai oesophagus. Sewaktu proses menelan dan berbicara isthmus pharyngeum ini tertutup oleh elevasi palatum molle dan pembentukan lipatan Passavant di dinding dorsal pharynx. Ke arah ventral nasopharynx berhubungan dengan rongga hidung melalui choanae. yakni memperpendek pharynx sewaktu menelan.4 2. Di sebelah ventral berhubungan dengan cavum oris melalui isthmus oropharygeum dan berhadapan dengan aspek pharyngeal lidah.4 . depan.

A. lingualis Di download dari : https://www. laryngeus superior 3. N. maxilaris interior 6.google. pharyngea ascendens 2. N. A. facialis Rms. A.di download dari : https://www. palatine major 5. A. A. reccurens 4. Glossopharyngeus 2. N. A.id/search?q=otot-otot+faring&client=firefox Persarafan pada faring Pendarahan pada faring 1. palatine ascendens 3. N.co. Tonsilaris 4.id/search?q=persarafan+faring&noj=1&client=firefox .co.google. Vagus pars cranial 1.

Laring Larynx merupakan saluran udara yang bersifat sphincter dan juga organ pembentuk suara. membentuk bagian inferior dinding larynx. terdiri atas dua lamina persegi empat yang tepi anteriornya menyatu ke arah inferior. 3. sebelah superolateral lamina cartilage cricoidea. Permukaan medialis cartlago ini membatasi sisi lateral bagian intercartilaginea rima glottidis.5 Tulang rawan pada laring : 1. Basis yang konkaf bersendi dengan tepi atas lamina cartilago cricoidea. cartilage cuneiforme. Di sebelah posterior. dan cartilago corniculatum yang masing-masing sepasang. Apex bersendi dengan cartilage corniculatum. melekat membrane cricothyreoidea dan m. vocale. yang dikenal sebagai prominentia laryngea (adam’s apple). tepi superior lamina bersendi dengan basis cartilago arytaenoidea. cricoarytaenoideus lateralis. Cartilago cricoidea berbentuk semu cincin stempel. Bersandar pada apex cartilago arytaenoidea. cricotracheale. tetapi tidak nyata pada perempuan. cartilago cricoidea. tetapi sedikit lebih tinggi pada anak dan perempuan dewasa. Permukaan posterior tertutup m. Cartilago thyreoidea merupakan tulang rawan larynx terbesar. melekat lig. 2. Pada sisi ventral dan lateral tepi superiornya. 4. Cartilago corniculatum letak di sebelah posterior. membentang antara lidah sampai trachea atau pada laki-laki dewasa setinggi vertebra cervical 3 sampai 6. Proyeksi ini sangat jelas pada ujung superior dan nyata pada laki-laki. Tulang-tulang rawan larynx terdiri atas cartilago thyreoidea. dan cartilago epiglottis yang masing- masing sebuah serta cartilago arytaenoidea. arytaenoideus transversus. dalam plica aryepiglottica. Ujung sudut anteriornya (processus vocalis) yang berproyeksi horizontal ke depan. membentuk sebuah sudut yang menonjol. Tepi inferior cartilago cricoidea bergabung dengan cincin pertama tulang rawan trachea melalui lig. Cartilago arytaenoidea letak di bagian belakang larynx. .

co. yakni: kelompok ekstrinsik dan kelompok intrinsik.6 Di download dari https://www. m. yakni: 1. constrictor pharyngis inferior Otot-otot intrinsik mempunyai tempat lekat yang terbatas pada larynx. termasuk otot-otot tersebut adalah: 4 . Membuka glottis: m. cricoarytaenoideus posterior b. Otot yang menggerakan epiglottis: a. 5. sternothyreoideus.M. Otot-otot yang mengatur ketegangan lig. thyreohyoideus.M. cricothyreoideus 2. vocale: . di sebelah anterior terhadap cartilago corniculatum. Fungsi otot-otot intrinsik larynx dapat dibagi dalam tiga kelompok.google. arytaenoideus obliquus. menarik larynx ke bawah . m. menarik larynx ke atas .M. cricoarytaenoideus lateralis. Menutup glottis: m. thyreoarytaenoideus. Cartilago cuneiforme masing-masing berada dalam plica aryepiglottica. arytaenoideus transversus.id/search?q=tulang+rawan+padalaring&noj=1&client=firefox Otot larynx dapat dibagi menjadi dua kelompok. m. m. Otot-otot ekstrinsik menghubungkan larynx dengan struktur-struktur sekitar.

Mengendurkan lig. thyreoarytaenoideus b. Menegangkan lig. aryepiglotticus. m. m. thyreoarytaenoideus. vocale: m. a. m.google. Membuka aditus laryngis: m. cricothyreoideus. thyreoepiglotticus Persarafan pada laring pendarahan pada laring Di download dari : https://www. m. cricoarytaenoideus posterior b. Menutup aditus laryngis: m.com/search?q=pendarahan+pada+laring&client=firefox . vocalis. m. vocale: m. arytaenoideus obliquus. Otot-otot yang mengubah aditus laryngis: a. cricoarytaenoideus lateralis 3.

Maka udara akan bergerak keluar dari tekanan tinggi ke daerah tekanan yang rendah di download dari : https://www. b.9 a. Disebabkan oleh perubahan tekanan. Pergerakan udara ini di sebabkan oleh perubahan tekanan udara dalam paru. yaitu hal yang secara alami terjadi setelah rongga dada mengembang. Apabila otot external intercostal relaks. tekanan di dalam paru lebih tinggi daripada tekanan di atmosfer. Maka dari itu rongga thoraks (dada) mengembang untuk meningkatkan kapasitas paru dan merendahkan tekanan udara di rongga dada. Agar udara masuk ke dalam paru. Inspirasi Proses pergerakan udara masuk ke paru (menghirup). tulang rusuk akan menurun.com/search?q=mekanisme+pernapasan&client=firefox . Apabila kapasitas rongga toraks meningkat.google. kapasitas paru juga meningkat dan tekanan alveolarpun menurun. tekanan di alveoli harus lebih rendah daripada tekanan di atmosfer.Mekanisme pernapasan Ventilasi paru-paru merupakan peristiwa masuk dan keluarnya udara pernapasan antara atmosfer dan paru-paru.7. Ekspirasi Proses pergerakan udara keluar paru ( menghembuskan). Perbedaan tekanan yang disebabkan oleh perubahan kapasitas paru akan memaksa udara masuk ketika inpirasi dan keluar ketika ekspirasi. Perubahan tekanan ini menyebabkan udara bergerak dari luar ke dalam paru. Ekspirasi adalah hasil daripada “elastic recoil” yang berlaku pada dinding thorax dan paru. Oleh karena itu tekanan dalam paru akan meningkat. adalah proses pernafasan dimana gas mengalir/bergerak antara atmosfer (udara luar) dan paru.

2. volume ruang anatomi dan volume ruang fisiologi hampir sama. Di bawah membran basalis. Orofaring terletak di belakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah. 1. Sehingga udara pada daerah tersebut tidak ikut serta dalam proses pertukaran gas dengan darah dalam kapiler paru. karena pada paru normal semua alveoli berfungsi Mikroskopis pernapasan bagian bawah Faring Faring merupakan ruangan di belakang kavum nasi. yang menghubungkan traktus digestivus dan traktus respiratorius. Pada bagian posterior terdapat jaringan limfoid yang membentuk tonsila faringea yang pada anak-anak sering membesar dan meradang sehingga disebut adenoiditis. Faring terdiri dari nasofaring. orofaring dan laringofaring. Nasofaring terdiri dari epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet. Disini terdapat tonsila palatine yang sering meradang disebut tonsilitis. Orofaring terdiri dari epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. . Ruang rugi anatomi adalah ruang rugi yang berisi volume udara dalam sistem pernapasan selain volume udara pada alveoli 2. Volume ruang rugi normalnya berkisar sebesar 150 ml dan jumlahnya akan meningkat seriring dengan pertambahan usia berdasarkan metode perhitunganya dibedakan menjadi dua jenis yaitu : 1. Ruang rugi fisiologi adalah ruang yang berisi volume udara yang tidak mengalami ventilasi dengan darah Pada orang yang normal. pada lamina propia terdapat kelenjar campur. Orofaring akan dilanjutkan ke bagian atas menjadi epitel mulut dan ke bawah ke epitel oesophagus.Ruang rugi Ruang rugi pernapasan adalah ruang di dalam saluran napas yang berisi udara yang tidak berkontak dengan alveoli atau tidak terlibat dalam pertukaran gas dan terletak mulai dari hidung sampai dengan brunkus terminalis.

3. . laring memainkan peranan penting dalam pembentukan suara (fonasi) dan mencegah benda asing memasuki jalan nafas dengan adanya reflex batuk.10 Kesimpulan Sistem pernapasan merupakan sitem yang penting dalam kehidupan manusia. Di dalam laring di lapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa zat tanduk.8 Selain berfungsi sebagai bagian sistem konduksi pernapasan.com/search?q=epitel+pada+faring&client=firefox Laring Laring adalah tabung tak teratur yang menghubungkan faring dengan trakea. Laringofaring terletak di belakang laring. jika dalam system pernapasan kita mengalami gangguan seperti pada skenario dimana seorang pasian yang mengalami laryngitis.google. salauran pernapasan kita tidak akan bekerja dengan baik tentunya karna ada peradangan pada laring dan secara otomatis akan mempengaruhi kerja dari otot atau punjaringan yang ada pada laring dan harus segera di obati jika tdak maka akan terjadi penyumbatan yang dapat berakhir dengan kematian. Laringofaring terdiri dari epitel bervariasi yang sebagian besar merupakan epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.9 Di download dri : https://www.3.

414. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. 2nd ed.407. Jakarta: EGC. Buku ajar histologi . 6.102-52. Gray’s anatomy for students. Garna H. 1 st ed. Jakarta : EGC . Dennis L. 2 nd ed. Edisi 16.2003.p. 2006 . Kasper. 5. h. New York: Oxford Universty. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 2009. p 192. Philadelpia: Elsevier Churchill Livingstone. Essential of human anatomy. Nataprawira HMD. Fawcett.409-10. Fisiologi manusia : dari sel ke sistem . 2005.h. Buku ajar histologi. Jakarta : EGC . 3.399. 410-1 9.h. 2005. Leeson CR.231-43 4. 2001 . Jakarta: EGC. Mitchell AWM. Vogl W. 2003. 90-9 8. h.h.629-37 10. 2005. Gunardi S. Eroschenko VP. Indonesia: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Pedoman Diagnosis dan Terapi. Woodburne RT. 9 th ed. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Don W. 2007. 2003 . 7. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sherwood L . 6 th ed.Daftar Pustaka 1. Anatomi sistem pernapasan.403. .h.181-200. Snell RS. Drake RL. Ed 5. p 388-392 2. USA: McGraw Hill. EGC : Jakarta .