You are on page 1of 3

Menilai Untuk Memajukan

Apakah kalian pernah mendengar kata “community development”? Bagaimana dengan


“community health assessment”? Sebelum menggali tentang kedua hal tersebut, lebih baik jika
mengetahui arti dari masing – masing kata terlebih dahulu. “Community” atau dalam bahasa
Indonesia “komunitas” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok
organisme yang hidup saling berinteraksi di suatu daerah tertentu.1 Sedangkan “assessment”
adalah penilaian. Jadi, “community assessment” adalah penilaian terhadap kelompok organisme
yang hidup dan saling berinteraksi. Salah satu jenis dari community assessment adalah
community health assessment. Maksudnya adalah penilaian kesehatan, yang mengidentifikasi
kebutuhan dan masalah – masalah kesehatan yang disusun secara sistematis melalui
pengumpulan data.2
Community health assessment sendiri memiliki program kerja serta targetnya dalam
jangka waktu yang lama.2 Program kerja ini tak lain dan tak bukan adalah mengidentifikasi secara
dini permasalahan – permasalahan kesehatan yang terjadi dalam masyarakat.2 Rencana ini juga
tak jarang digunakan oleh pemerintah setempat baik dalam bidang kesehatan maupun
kemanusiaan sebagai acuan dalam menentukan program prioritas dan sasaran serta target.
Berbeda dengan assessment, “development” atau “pengembangan” adalah cara
mengembangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa community development adalah
mengembangkan suatu kelompok yang berinteraksi, atau mengembangkan suatu komunitas
dengan memperkuat ikatan psikis dan sosialnya.3 Dengan kata lain, community development
dituntut untuk menghasilkan komunitas yang lebih maju dari berbagai aspek kehidupan yang ada,
misalnya dari segi kesehatan.3
Dalam program community development, pihak dari luar diharapkan dapat membantu
individu atau sebuah kelompok dalam mengembangkan segala bakat dan potensi yang ada dalam
dirinya, untuk kiranya memecahkan masalah yang ada di komunitasnya.4 Pemerintah Skotlandia
merupakan salah satu dari banyak contoh yang memiliki program community development ini. Hal
tersebut diwujudkan dengan didukungnya SCDC (Scottish Community Development Centre).4
SCDC ini sendiri memiliki program yang difokuskan untuk mencapai tujuan dalam jangka waktu
pendek, menengah, dan panjang.4 Ketiga program untuk jangka waktu tersebut memiliki
keterkaitan yang cukup erat. Dimulai dari pengembangan individu dalam komunitas untuk
mencapai tujuan jangka pendek, kelompok kecil, hingga komunitas yang paling besar atau secara
nasional. Di Indonesia pun, program community development ini sudah bukan suatu hal yang
asing lagi, seperti program KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada beberapa waktu yang lalu. Banyak
Universitas yang menuntut peserta didiknya untuk menjalankan program ini, misalnya Universitas
Indonesia. Universitas Indonesia, menjalankan community assessment dan community
development nya di sebuah kampung bernama Kampung Lio, Depok. Setelah melakukan
beberapa pengamatan dan membandingkan Kampung Lio dengan kampung – kampung lain,
kampung ini yang dirasa perlu untuk diperbaiki dan dikembangkan. Tidak langsung datang untuk
memperkenalkan masyarakat Kampung Lio dengan community assessment dan community
development, tim yang diutus untuk terjun kesana harus melewati beberapa prosedur. Seperti
datang untuk meminta ijin serta persetujuan ke ketua RT maupun ketua RW. Karena masih banyak
masalah mendasar yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Seperti kekurangan gizi, kebersihan
lingkungan dan sekolah, masalah cuci tangan hingga common disease.
Lalu apa hubungan community assessment dan community development? Community
assessment merupakan cara untuk mencapai community development. Dalam hal ini, dilakukan
terlebih dahulu penilaian terhadap suatu komunitas. Kemudian, dari hasil penilaian itu, kita dapat
mengevaluasi dan memperbaiki aspek mana yang kurang dan ingin dituju hingga tercapainya
community development. Ontario Healthy Communites Coalition mengungkapkan beberapa tahap
dalam mencapai community development.6 Diantaranya mengenal komunitas target,
mengidentifikasi community assets atau asset dan potensi yang terdapat dalam komunitas
tersebut, menggali serta mengembangkan potensi, dan mengenali community needs yaitu
kebutuhan komunitas yang bersangkutan atau bisa juga kekurangan yang akan diperbaiki.6 Ketiga
hal inilah yang masuk ke dalam community assessment. Barulah setelah itu kita menentukan
langkah atau aksi apa yang akan diambil dan diterapkan pada komunitas tersebut, dan tentunya
melaksanakan dan menjalankan langkah yang sudah direncanakan tersebut.6 Tak lupa, setelah
menjalankan aksi untuk beberapa waktu, kita harus mengevaluasi hasilnya.6 Apakah bergerak ke
arah yang lebih baik atau sebaliknya.
Setelah evaluasi, dilakukanlah community empowerment. Empowerement atau dalam
bahasa Indonesia adalah pemberdayaan, adalah proses atau perbuatan memberdayakan.5
Community empowerment bukan hanya sekedar keterlibatan atau partisipasi saja, tetapi jauh lebih
luas dari pada hal tersebut. Community empowerment dilakukan untuk kembali meningkatkan
kemampuan – kemampuan yang dirasa masih belum maksimal dalam suatu komunitas tertentu.7
Setiap individu atau kelompok yang berkontribusi dalam community development ini
haruslah terus dikembangkan dan diperbanyak. Tujuannya adalah untuk mengembangkan rasa
kepedulian terhadap lingkungan sekitar demi terwujudnya masyarakat yang lebih baik.
Referensi

1. Kamus besar bahasa Indonesia [Internet]. 5th ed. Jakarta: Balai Pustaka; 2016. Komunitas
[cited 2017 August 7]. Available from: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/komunitas

2. The Centers for Disease and Prevention. Community health assessment [Internet]. Georgia:
The Centers for Disease and Prevention; 2015 [cited 2017 August 7]. Available from:
https://www.cdc.gov/stltpublichealth/cha/plan.html

3. Philips R, Pittman RH. An introduction to community development [Internet]. New York:


Routledge; 2009. Chapter 1, A framework for community and economic development. [cited
2017 August 7]. Available from:
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0ahUKEwjrsL62_c
zVAhUI6Y8KHcAzCE0QFggqMAE&url=https%3A%2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups%2F2
1181004%2F1397197789%2Fname%2FAn.Introduction.to.Community.Development.BD.pdf&us
g=AFQjCNGJImVwRf_szVXPF6IdJJc7gUe4Xw

4. Scottish Community Development Centre. What is community development? [Internet].


Glasgow: Scottish Community Development Centre [cited 2017 August 9]. Available from:
http://www.scdc.org.uk/who/what-is-community-development/

5. Kamus besar bahasa Indonesia [Internet]. 5th ed. Jakarta: Balai Pustaka; 2016. Memberdayakan [cited
2017 August 14]. Available from: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/memberdayakan

6. Ontario Healthy Communities Coalition. Ten steps to community development [Internet].


Toronto: Ontario Healthy Communities Coalition [cited 2017 August 9]. Available from:
http://www.ohcc-ccso.ca/en/courses/community-development-for-health-promoters/module-two-
process-strategies-and-roles/ten-steps

7. World Health Organization. Track 1: community empowerment [Internet]. Geneva: World


Health Organization [cited 2017 August 14]. Available from:
http://www.who.int/healthpromotion/conferences/7gchp/track1/en/