You are on page 1of 5

BAB III

METODE PENEITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
3.1.1 Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten
Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah dengan koordinat LS : 0o 31’
23,7’’ dan BT : 119o 49’ 36,1’’. Dalam hal ini kami menggunakan
Peta Lembar Tavaili, yang diterbitkan oleh BAKOSURTANAL
tahun 1991.
3.1.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini berlangsung selama 1 hari pada hari Sabtu,
Tanggal 7 Mei 2016. Penelitian dilakukan pada pukul10.00 sampai
16.00 WITA.

3.2 Peralatan yang Digunakan
Adapun alat dan bahan yang kami gunakan adalah ;
a. Resistivity Meter

Digunakan Untuk mengukur nilai Tahanan Jenis
b. ACCU

Digunakan Sebagai sumber energi listrik

Kabel Listrik Digunakan untuk menghantarkan listrik e. 4 buah elektroda 2 buah elektroda Potensial dan 2 buah elektroda Arus.c. Digunakan untuk menginjeksi arus listrik d. GPS Garmin Digunakan untuk mengambil data Kordinat dan data Topografi . Patok Besi / Tembaga Digunakan sebagai penanda jarak dan sebagai media yang menghantarkan listrik ke dalam tanah f.

Rol Meter Digunakan untuk mengukur jarak h. Tabel Data Sebagai tempat untuk menuliskan data–data yang diperoleh selama pengukuran i. Kalkulator dan Alat Tulis Menulis Digunakan sebagai alat hitung dan alat untuk menulis j. Software Res2Dinv Sebagai Software yang di gunakan untuk mengolah data yang didapatkan di lapangan .g.

Tahap pertama yang dilakukan adalah Kajian Literatur yaitu Jurnal mengenai Bidang Gelincir dan Tanah Longsor. 3.3 Prosedur Pengambilan Data Pada penelitian ini. Pengambilan data Resistivity Batuan Pengukuran Resistivity batuan dilakukan pada satu lintasan. Data yangdiperoleh merupakan data kuat arus. Pengambilan data dibagi menjadi 3 bagian .1 Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan berdasarkan datageolistrik resistivitas konfigurasi wenner hasilpengukuran di desa Enu. Kemudian pasang meteran pada daerah yang akan digunakan untuk penelitian. data potensial. 3.4. 2.4 Teknik Analisis dan Interpretasi Data 3. data . Tahap kedua adalah pengambilan data. Kemudian tahap akhir yang dilakukan adalah Interpretasi data dari hasil yang diperoleh di lapangan. dan memasang patok pada setiap ujungnya. Setelah itu. Kemuadian setelah semua tersambung selanjutnya mengambil data yaitu catat arus (I) dan beda potensial (V). Setelah itu. Sedangkan tahap pertama yang dilakukan untuk pengambilan data yaitu mempersiapkan alat yang akan digunakan dalam percobaan ini. Kemudian untuk pengukuran yang kedua dan seterusnya memindahkan elektroda arus dan elektroda potensial yang dilakukan secara bersama-sama dengan jarak yang sama pada setiap elektroda. Pengamatan Litologi. Pengambilan data Topografi di setiap patok. accu 12 volt ke resistivitimeter dan sambungkan capit dari resistivitimeter ke setiap elektroda. Lintasan ini memiliki panjang lintasan 51 meter dengan jumlah patok 18 buah dengan jarak antar patok 3 meter. 1.3. pasang elektroda arus (C1C2) dan elektroda potensial (P1P2) diawali dengan jarak terdekat yang telah disiapkan pada tabel pengukuran.

3. Kemudian dilakukanpemodelan untuk menginversi data hasil pengukuran dan menggambarkannya dalambentuk 2D yang menggambarkan distribusi resistivitas batuan bawah permukaan lokasipenelitian dengan menggunakan aplikasiRes2Dinv. data hasil perhitungandimasukkan ke dalam notepade dan disimpandalam format dat. area itulah yang disebut bidang gelincir. topografi. Setelahdilakukan perhitungan dengan menggunakanSoftware Excel. .2 Interpretasi Data Interpretasi data dilakukan setelah melihat model yang didapatkan setelah tahap pengolahan data. Jika terdapat pada area tertentu nilai resistivitas lapisan atas lebih rendah daripada lapisan bawahnya. Hasil interpretasi dibuat berdasarkan hasil resistivitas pada berbagai lapisan daerah penelitian. kemudian datatersebut diolah menggunakan Excel.4.