You are on page 1of 6

Dionysius Deva A.K.

| 12 | XI KI B

POLIMERISASI

Pengertian Polimer
Polimer adalah senyawa molekul besar berbentuk rantai atau jaringan yang
tersusun dari gabungan ribuan hingga jutaan unit pembangun yang berulang.
Plastik pembungkus, botol plastik, styrofoam, nilon, dan pipa paralon termasuk
material yang disebut polimer.

Polimerisasi
Polimerisasi adalah reaksi pembentukan rantai polimer organik yang panjang dan
berulang. Polimerisasi digolongkan ke beberapa sistem: sistem adisi-kondensasi
dan sistem pertumbuhan rantai bertahap. Bentuk lain dari polimerisasi adalah
polimerisasi membuka cincin yang serupa dengan polimerisasi rantai.

Dua jenis utama dari reaksi polimerisasi adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi. Jenis reaksi yang monomernya mengalami perubahan reaksi
tergantung pada strukturnya. Suatu polimer adisi memiliki atom yang sama seperti
monomer dalam unit ulangnya, sedangkan polimer kondensasi mengandung atom-
atom yang lebih sedikit karena terbentuknya produk sampingan selama
berlangsungnya proses polimerisasi.

Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer
sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan
kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah
digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah
polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan.
Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam
proses biologi.

Carothers, menggolongkan mekanisme polimerisasi ke dalam dua golongan, yaitu
polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Polimerisasi adisi melibatkan reaksi
rantai. Penyebab reaksi rantai dapat berupa radikal bebas atau ion. Polimerisasi
adisi terjadi pada senyawa yang memiliki ikatan rangkap, seperti etena.

Polimerisasi kondensasi adalah reaksi dua molekul bergugus fungsi lebih dari satu
menghasilkan molekul besar dengan gugus fungsi yang juga lebih dari satu diikuti
penyingkiran molekul kecil.

A. Polimerisasi Adisi

Polimerisasi adisi terjadi dalam tiga tahap, yaitu pemicuan, perambatan, dan
pengakhiran. Oleh karena pembawa rantai dapat berupa ion atau radikal bebas
maka polimerisasi adisi digolongkan ke dalam polimerisasi radikal bebas dan
polimerisasi ion.

1) Radikal Bebas

Radikal bebas biasanya dibentuk melalui penguraian zat kurang stabil dengan
energi tertentu. Radikal bebas menjadi pemicu pada polimerisasi. Zat pemicu
berupa senyawa peroksida, seperti dibenzoil peroksida dan azodiisobutironitril.

Polimerisasi tidak akan berlanjut sebelum seluruh zat penghambat habis terpakai. Radikal bebas yang mantap ini tidak dapat memicu polimerisasi lebih lanjut. R• + H2C = CHX → R – CH2 – CHX• Tahap perambatan adalah perpanjangan (elongasi) radikal bebas yang terbentuk pada tahap pemicuan dengan monomer-monomer lain: R – CH2 – CHX• + CH2=CHX → R – CH2 – CHX – CH2 – CHX• Tahap pengakhiran dapat terjadi dengan cara berikut. Penghambat bereaksi dengan radikal bebas ketika radikal bebas terbentuk. Dionysius Deva A. Zat pelambat yang biasa digunakan adalah gas oksigen. Persamaannya: .K. Jika radikal bebas dinyatakan dengan R• dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2=CHX maka tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut. Kuinon dapat bertindak sebagai zat penghambat bagi banyak sistem polimerisasi sebab kuinon bereaksi dengan radikal bebas menghasilkan radikal yang mantap akibat resonansi. atau melalui reaksi disproporsionasi: Laju polimerisasi dapat dikendalikan dengan menggunakan zat penghambat (inhibitor) dan pelambat (retarder). | 12 | XI KI B Dibenzoil peroksida mudah menjadi radikal bebas. Cara kerja zat pelambat adalah melalui persaingan dengan monomer untuk bereaksi dengan radikal bebas sehingga laju polimerisasi menurun. Gas ini kurang reaktif dibandingkan dengan penghambat.

tahap pemicuan dapat digambarkan sebagai berikut.K. BF3. prosesnya hampir sama dengan perambatan pada radikal bebas. Pada tahap pemicuan. Dalam polimerisasi yang dikatalis oleh asam. monomer pembawa rantai adalah ion karbonium. dan amida logam alkali. Misalnya. dan feniletena (stirena). Proses paling sederhana adalah penggabungan ion karbonium dan anion pasangannya (disebut ion lawan). seperti propenitril (akrilonitril). Dalam hal ini. Dalam polimerisasi kation. seperti AlCl3. polimerisasi 2–metilpropena berlangsung optimum pada –100 oC dengan adanya katalis BF3 atau AlCl3. H2SO4. . reaksi polimerisasi anion optimum pada suhu rendah. Katalis untuk reaksi ini adalah asam Lewis. aril. Dionysius Deva A. pembawa rantai dapat berupa ion karbonium (polimerisasi kation) atau ion karbanion (polimerisasi anion). alkil. HA adalah molekul asam. monomer pembawa rantai adalah suatu karbanion (C-). Polimerisasi radikal bebas memerlukan energi atau suhu tinggi. seperti HCl. monomer pembawa rantai adalah yang memiliki gugus dengan keelektronegatifan tinggi. dan asam kuat lainnya. TiCl4. Polimerisasi kation terjadi pada monomer yang memiliki gugus yang mudah melepaskan elektron. SnCl4. Perambatan berupa adisi monomer terhadap ion karbonium. | 12 | XI KI B 2) Polimerisasi Ionik Polimerisasi adisi dapat terjadi melalui mekanisme yang tidak melibatkan radikal bebas. H2SO4. Dalam polimerisasi anion. dan HClO4. Pengakhiran rantai dapat terjadi melalui berbagai proses. Katalis yang dapat dipakai adalah logam alkali. 2–metilpropenoat (metil metakrilat). Dalam hal ini. proton dialihkan dari asam ke monomer sehingga menghasilkan ion karbonium (C+). sebaliknya polimerisasi kation paling baik dilakukan pada suhu rendah. Seperti polimerisasi kation.

Namun demikian. . polimerisasi kondensasi berbeda dengan polimerisasi adisi. reaksi polimerisasi dapat dikendalikan dengan mengubah suhu. reaksi dapat dihentikan dengan cara didinginkan. karbon dioksida. baik pada ujung hidroksil maupun pada ujung karboksil. Misalnya. Namun demikian. jika setiap molekul pereaksi mengandung dua atau lebih gugus fungsional maka reaksi berikutnya boleh jadi terbentuk.K. akan terbentuk ester etil asetat disertai penyingkiran molekul air. Reaksi esterifikasi akan berhenti. Dionysius Deva A. Massa molekul bertambah secara bertahap dan waktu reaksi sangat lama jika diharapkan massa molekul polimer yang terbentuk sangat besar. Jadi. jika terdapat sedikit air. sebab tidak ada gugus fungsi lagi yang dapat membentuk polimer. Perambatan merupakan adisi monomer pada karbanion yang dihasilkan. Polimerisasi berlangsung terus sampai tidak ada lagi gugus fungsi yang dapat membentuk polimer. Jika etanol dan asam asetat dipanaskan dengan sedikit asam sulfat pekat. Dapat dilihat bahwa hasil reaksi masih mengandung dua gugus fungsional. Misalnya. tetapi polimerisasi dapat mulai lagi jika suhu dinaikkan. Namun demikian.2–diol (etilen glikol). reaksi berikutnya dengan monomer dapat terjadi. b. | 12 | XI KI B Contohnya adalah kalium amida (KNH2) yang dalam pelarut amonia cair dapat mempercepat polimerisasi monomer CH2=CHX dalam amonia. Polimerisasi Kondensasi Polimerisasi kondensasi melibatkan penggabungan molekul kecil membentuk molekul besar melalui reaksi kondensasi. Polimer yang terbentuk mengandung satuan berulang (–OCH2–CH2–OOHCH– (CH2)4–CO–). Oleh karenanya. atau alkohol akan mengakhiri pertumbuhan rantai. Pada polimerisasi kondensasi tidak terjadi pengakhiran. Kalium amida akan terionisasi kuat sehingga pemicuan dapat berlangsung seperti berikut. yaitu: Proses pengakhiran pada polimerisasi anion tidak begitu jelas seperti pada polimerisasi kation sebab penggabungan rantai anion dengan ion lawan (K+) tidak terjadi. reaksi antara dua monomer asam heksanadioat (asam adipat) dan etana–1.

Dionysius Deva A. penambahan sedikit asam asetat pada reaksi pertumbuhan polimer. sekali asam itu bereaksi dengan ujung rantai yang sedang tumbuh maka tidak akan terjadi lagi reaksi lebih lanjut. Misalnya.K. | 12 | XI KI B Cara menghentikan reaksi yang lebih kekal adalah dengan menggunakan penghentian ujung. Oleh karena asam asetat bergugus fungsional tunggal. polimerisasi yang sedang berlangsung dapat dikendalikan. . Jadi.

pembalut wanita dan popok bayi sekali pakai.000 meter persegi dengan nilai investasi termasuk lahan dan fasilitas baru mencapai 10 milyar yen atau sekitar US$ 128 juta. Adapun produk-produk PT Kao Indonesia antara lain pembersih wajah dan sabun Bioré. Pabrik kedua PT Kao Indonesia yang berlokasi di KIIC (Karawang International Industrial City) memiliki luas 1. Pembangunan pabrik baru ini bertujuan untuk mencapai operasi produksi yang efisien dan memperkuat sistem suplai PT Kao Indonesia sebagai usaha perusahaan dalam memenuhi tingginya permintaan produk sehari-hari di pasar Indonesia. detergen Attack dan Easy. Proses pembangunan pabrik ini telah dimulai pada bulan Oktober 2012 dan memakan waktu kurang lebih 1tahun 8bulan sehingga dapat mulai beroperasi pada hari ini. pembalut wanita Laurier.6 kali lebih besar daripada pabrik pertama PT Kao Indonesia di Cikarang. Pabrik pertama PT Kao Indonesia terletak di daerah Cikarang dimana produksi dari pabrik tersebut hampir mencapai kapasitasnya sehingga PT Kao Indonesia memutuskan untuk memperluas basis produksinya agar dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. | 12 | XI KI B PT KAO Indonesia PT Kao Indonesia berdiri tahun 1985 merupakan perusahaan patungan antara Kao Corporation dan PT Rodamas. pembersih dan perawatan kulit (wajah dan badan). . Pabrik kedua ini siap mendukung daya produksi pabrik pertama PT Kao Indonesia dan akan meningkatkan kapasitas produksi untuk deterjen. pabrik baru ini akan menambah lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia sekitar 300 – 400 orang tenaga kerja di tahun 2014. Dionysius Deva A. Selain itu. Bisnis PT Kao Indonesia berfokus pada produksi dan penjualan produk-produk seperti deterjen. Pabrik ini menempati lahan seluas 140. pembersih wajah dan sabun khusus pria Mens Bioré dan popok bayi Merries yang baru saja diluncurkan pada tahun 2012 .K.