You are on page 1of 17

TUGAS MK KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN

Dosen : Dr. Ariyanti Saleh, S. Kp., M. Kes

LEADER AND LEADERSHIP
TRAITS, BEHAVIOURS AND RELATIONSHIPS
CONTIGENGENCY APPROACHHES TO LEADERSHIP

KELOMPOK I
1. SRI WAHYUNI YK (C012171002)
2. ABD. RAHMAN RARA (C012171013)
3. WAWAN KARNIAWAN (C012171024)
4. SARTIKASARI (C012171032)
5. MUHAMMAD AMIN R (C012171040)
6. DANIEL DADY (C012171050)

PRODI ILMU MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017

1

KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT. Team penyusun juga menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Amin. oleh karena itu pada kesempatan ini team penyusun menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Hidayat serta karunia-Nya sehingga tugas Makalah ini dapat diselesaikan dengan lancar dan baik. website dan sumber lainnya. oleh karena itu dengan lapang dada kami menerima kritikan dan saran yang konstruktif demi penyempurnaan tugas di masa yang akan datang. September 2017 Team Penyusun 2 . karena atas Rahmat. Akhirnya team penyusun berharap Makalah ini bisa menjadi sumber referensi bagi insan akademik dan memberikan manfaat yang banyak bagi para pembaca. Team penyusun menyadari bahwa penyusunan tugas makalah ini dapat selesai karena adanya bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak. Penyusunan makalah ini di ambil dari berbagai macam sumber/refensi yaitu di beberapa buku.

Organisasi tanpa pemimpin bagaikan kapal tanpa nahkoda. masyarakat ataupun negara yang lebih berpengaruh dari yang lainnya. Kepemimpinan menurut Soekarso dan Putong (2015) adalah suatu kehidupan yang mempengaruhi kehidupan lain. Olehnya itu diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kepemimpinan. Kepemimpinan inilah yang ditemukaan didalam suatu organisasi (Rivai & Mulyadi. 2011). salah satunya adalah aspek psikologis. serta Contigengency approachhes to leadership 3 . 2012). behaviours and relationships. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Heijden et al (2017) bahwa kualitas kepemimpinan dapat mempengaruhi tekanan psikologis perawat. traits. BAB I PENDAHULUAN A. Kepemimpinan yang tidak berjalan secara efektif akan mempengaruhi banyak aspek. Perubahan-perubahan tersebut tentu akan memengaruhi nilai-nilai tatanan kehidupan termasuk masalah kepemimpinan. terjadi perubahan-perubahan di sektor kehidupan. Pemimpin merupakan orang yang memiliki derajat tertinggi didalam kehidupan kelompok baik keluarga. LATAR BELAKANG Diera globalisasi saat ini. Kepemimpinan yang efektif tidak didapatkan dari seseorang atau beberapa orang saja tetapi merupakan hasil bersama antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya (Sitorus dan Panjaitan. Dari paparan diatas kami akan menjelelaskan lebih lanjut tentang leader and leadership. Kepemimpinan terbentuk karena adanya pemimpin.

Menjelaskan contigengency approachhes to leadership D. Contigengency approachhes to leadership . 4 . C. behaviours and relationships 3. MANFAAT PENULISAN MAKALAH Dalam penulisan makalah ini penulis dberharap makalah ini bisa bermanfaat bagi bagi insan akademik dan semoga pembaca dari berbagai kalangan juga mendapat informasi baru dalam lingkup keperawatan. Menjelaskan leader and leadership 2. Traits. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah penulisan makalah ini adalah bagaimana penjelasan tentang : 1.B. Leader and leadership 2. Menjelaskan traits. behaviours and relationships 3. TUJUAN PENULISAN MAKALAH Adapun tujuan adalah sebagai berikut : 1.

dalam Marquis dan Huston. Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua kata yang saling berhubungan. LEADER DAN LEADERSHIP Istilah “leader” atau “pemimpin ada sejak tahun 1. 2. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah proses dimana seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya untuk mencapai suatu tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut.Hal ini sejalan yang dipaparkan oleh Sitorus dan Panjaitan (2011).300 sedangkan kata “leadership” atau kepemimpinan pertama kalinya dikenal dengan bahasa Inggris sejak abad ke-19 (Marquis dan Huston. Kepeminpinan Kepemimpinan menurut Suarli dan Bahtiar (2009) adalah kemampuan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk bekerjasama sebagai kelompok untuk mencapai tujuan bersama. menstabilkan. Pemimpin Pemimpin adalah seseorang/individu yang yang bisa memengaruhi lingkungan dan orang lain demi mencapai tujuan yang diinginkan (Suarli dan Bahtiar. meningkatan produktivitas serta kualitas hidup perawat. Pemimpin yang efektif menghasilkan kepemimpinan yang efektif pula sesuai penyataan Huber (2010) bahwa kepemimpinan yang efektif berdampak pada kualitas kerja perawat. BAB II TINJAUAN TEORI A. pemimpin menggunakan berbagai cara agar bawahan bersedia melakukan sesuatu baik dan benar. 2009). 2012) mengatakan bahwa pemimpin harus memiliki visi yang jelas sehingga mampu menarik perhatian banyak orang. pemimpin yang efektif merupakan pemimpin yang sukses memengaruhi orang lain untuk bekerjasama dalam kondisi menyenangkan. 2012). Adapun rincian yang lebih jelas dipaparkan sebagai berikut: 1. Kepemimpinan berfungsi 5 . Bennis (2001.

3) Situasi Ada banyak situasi yang mempengaruhi kepemimpinan yang berbeda-beda. interaksi interpersonal. budaya. lingkungan. Anggota kelompok ini yang memutuskan untuk menerima atau menolak pemimpin yang akan dipilih. 2012). pemimpin menggunakan berbagai cara agar bawahan bersedia melakukan sesuatu baik dan benar. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah proses dimana seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya untuk mencapai suatu tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut. etos kerja dan masih banyak lainnya. Komponen Peristiwa Kepemimpinan Menurut Huber (2010) adapun hal-hal yang terkait dengan kepemimpinan adalah: 1) Pemimpin Pemimpin memiliki kekuasaan yang dimiliki dapat memengaruhi tingkah laku pengikutnya menggunakan berbagai cara (Rivai dan Mulyadi. Didalam pemilihan anggota juga menjadi dilema pada etika perawat sesuai penelitian Poikkeus. waktu yang digunakan dalam pengambila keputusan. pengawasan. Sejalan dengan Rivai dan Mulyadi (2012) bahwa 6 . beban kerja.Leino-Kilpi dan Katajisto (2014) bahwa pada saat rekuitmen perawat tidak memperhatikan etika perawat dan menjadi malasalah ketika etika perawat berbeda saat berada di pelayanan keperawatan.sebagai alat dan membutuhan proses untuk memengaruhi orang lain dalam melakukan sesuatu secara sukarela (Rivai dan Mulyadi. Situasi dalam kepemimpinan yang dimaksud adalah pekerjaasn pokok. 2012) 2) Anggota Keberadaan anggota kelompok sangat penting didalam kepemimpinan. Adapun hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan dijelaskan sebagai berikut: a.

Adapun gaya kepemimpinan Lippits dan Ralph K. 2) Kepeminpinan informal Kepemimpinan yang bersifat tidak resmi dan lebih kepada pengakuan nyata orang-orang disekitarnya c. ada tiga yang menpengaruhi masalah kepemimpina yaitu: masalah etika. Ketika tujuan organisasi dan individu berbeda maka tugas pemimpin yang menyelesaikan konflik yang terjadi.2010) adalah sebagai berikut: 1) Gaya Otoriter Kepemimpinan gaya ototriter terdiri dari: a) Wewenag mutlak terpusat pada pimpinan.White (dalam Ali. masalah budaya dan masalah manajerial. kepemimpinan melibatkan pendistribusian kekuasaan yang seimbang antara anggota kelompok. 7 . b. 5) Tujuan Organisasi memiliki tujuan dan masing-masing individu juga memiliki tujuan. Pola Dasar Kepemimpinan Ada 2 pola dasar kepemimpinan menurut Suarli dan Bahtiar (2009). Sharifabad. Tipe Kepemimpinan Menurut Suarli dan Bahtiar (2009). Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Barkhordari. gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku untuk mencapai tujuan organisasi dan tujuan individu. yaitu: 1) Kepemimpinan Formal Kepemimpinan yang bersifat resmi dalam organisasi. Dengan komunikasi visi dan misi pemimpin dapat diterima oleh anggota. Ashkatorab dan Atashsadeh-Shoorideh (2017). 4) Komunikasi Komunikasi meupakan dasar yang berpengaruh didalam kepemimpinan. b) Keputusan selalu dibuat oleh pimpinan.

c) Kebijaksanaan selalu dibuat oleh pimpinan. 2) Gaya Demokratis Ciri-ciri kepemimpinan gaya demokratis adalah: a) Wewenang pimpinan tidak mutlak b) Pemimpin bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan c) Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan. baik terjadi antara pimpinan dan bawahan maupun antara sesama bawahan. pertimbangan dan pendapat i) Tugas-tugas bagi bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan daripada instruktif 8 . tingkah laku. f) Prakarsa harus selalu datang dari pimpinan g) Tiada kesempatan bagi bawahan utnuk memberikan saran. f) Pengawasan terhadap sikap. perbuatan atau kegiatan para bawahannya dilakukan secara ketat. l) Tanggungjawab keberhasilan organisasi hanya dipikul oleh pimpinan. d) Kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan. pertimbangan dan pendapat h) Tugas-tugas bagi bawahan diberikan secara instruktif i) Lebih banyak kritik daripada pujian j) Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat k) Cenderung adanya paksaan. tingkah laku. d) Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan e) Pengawasan terhadap sikap. perbuatan atau kegiatan para bawahannya dilakukan secara wajar. e) Komunikasi berlangsung timbal balik. g) Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan h) Banyak kesempatan bagi bawahan utnuk memberikan saran. ancaman dan hukuman.

f) Hampir tiada pengawasan terhadap sikap. g) Prakarsa selalu datang dari bawahan h) Hampir tiada pengarahan dari pimpinan i) Peran pimpinan sangat sedikit dalam kegiatan kelompok j) Kepentingan pribadi lebih utama daripada kepentingan kelompok k) Tanggungjawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang per orang. 9 . 3) Gaya Liberal Ciri-ciri kepemimpinan liberal sebagai berikut: a) Pimpinan melimpahka wewenang sepenuhnya kepada bawahan b) Keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan. d) Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahannya. l) Pimpinan meminta kesetiaan secara wajar m) Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindalk n) Terdapat suasana saling percaya. tingkah laku. o) Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul bersama pimpinan dan bawahan. j) Pujian dan kritik seimbang k) Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam batas kemampuan masing-masing. perbuatan atau kegiatan para bawahannya. c) Kebijakan lebih banyak dibuat oleh bawahan. saling hormat-menghormati dan saling harga-menghargai.

4) Kepemimpinan bukanlah pangkat tapi tanggung jawab. a. pandangan masa depan yang luar biasa dan kekuatan pesuasif. pemimpin dapatdipahami dengan melihat karakteristik pemimpin. Ciri – Ciri atau Sifat Kepemimpinan Didasarkan pada asumsi bahwa beberapa orang merupakan pemimpin alamiah dan dianugerahi beberapa ciri yang tidak punyai orang lain seperti energi yang tidak habis-habisnya. mereka menganggap bahwa "salah satu indikator dan prediktor yang paling dapat diandalkan untuk kepemimpinan sejati adalah kemampuan individu untuk menemukan makna dalam 10 . Bennis (1994. intuisi yang mendalam. semangat. dalam Huber 2010) menuliskan bahwa pemimpin yang efektif mengetahui empat hal berikut: 1) Satu – satunya definisi dari pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut. BEHAVIOURS AND RELATIONSHIP 1.B. dan keberanian. Pendekatan sifat telah menghasilkan beberapa daftar sifat yang dimaksudkan agar penting bagi kepemimpinan. 3) Pemimpin adalah yang memiliki visi dan memberi contoh. Penelitian yang dilakukan oleh Bennis dan thomas (2002). tapi hasilnya. TRAITS.(Huber. dalam Huber 2010) mengidentifikasi resep untuk kepemimpinan yang berisi enam bahan: visi.2010) Drucker (1996. dan kedewasaan). Teori kepemimpinan ini menyatakan bahwa keberhasilan manajerial disebabkan karena memiliki kemampuan-kemampuan luar biasa dari seorang pemimpin. keterbukaan. keingintahuan. kepercayaan. 2) Yang dilihat dari sebuah kepemimpinan bukanlah popularitas. integritas (termasuk pengetahuan diri sendiri. mengindikasikan bahwa pemimpin luar biasa memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan dan muncul lebih kuat dan lebih berkomitmen. Karakter kepemimpinan Dalam pendekatan sifat.

kemampuan untuk menciptakan visi dan menerapkannya. kejadian negatif dan untuk belajar bahkan dalam situasi yang paling banyak dicoba. Satu model keperawatan berbasis penelitian (Mathena. 2002) mengidentifikasi enam perilaku inti berikut ini penting untuk kesuksesan kepemimpinan keperawatan: 1) Visi 2) Membangun tim interdisipliner 3) Analisis beban kerja 4) Analisis proses kerja 5) Analisis stakeholder 6) Perencanaan interaktif b. fleksibilitas." Karakteristik kepemimpinan "does" mencakup kejujuran. kreativitas. Kepemimpinan didasarkan pada kepercayaan: "Kepercayaan adalah perekat emosional yang mengikat para pemimpin dan bawahannya dan merupakan ukuran legitimasi kepemimpinan". pemimpin besar memiliki empat keterampilan penting berikut ini: 1) Kemampuan untuk melibatkan orang lain dalam sebuah kebersamaan 2) Gaya berbicara yang khas dan menarik 3) Memiliki integritas tinggi 4) Combinasi dari kemampuan dan kekuatan untuk memahami konteks ( adaptive capacity). mengurangi kontrol. dorongan. visibilitas. keuletan. 11 . Perilaku yang membangun kepercayaan mencakup berbagi informasi yang relevan. Kepemimpinan “ does and don’ts” Karakteristik dan skill yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sukses. Visi dan kepercayaan (trust) Salah satu ciri seorang pemimpin adalah visi. c. energi. dan memenuhi harapan.Karakteristik ini dibagi menjadi 2 bagian : kepemimpinan "dos and don'ts.

dan hukuman untuk mempengaruhi sifat – sifat dan prestasi bawahannya. Kepemimpinan adalah kerja keras dan berkelanjutan yang membutuhkan banyak energi.(Rivai. ketidakmampuan membangun tim. keterampilan konseptual. ketidakpekaan terhadap orang lain. dan memusatkan perhatian pada politik organisasi internal (terlalu ambisius). Mulyadi. ketidakmampuan untuk berpikir strategis atau staf secara efektif. disebut sebagai job – centered yang berorientasi pada pekerjaan dan empliyee-centered yang berorientasi pada karyawan. overmanaging. 2. imbalan. 2012) 1) Pemimpin yang job-centered Pemimpin yang berorientasi pada tugas menerapkan pengawasan ketat sehingga bawahan melakukan tugasnya dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan. abrasifasi. . Perilaku Perilaku seseorang dapat menentukan keefektifan kepemimpinan seseorang. sikap acuh tak acuh. kejujuran/kepercayaan dan kekuatanadalah yang terpenting.(Rivai. Di antara karakteristik ini. Mulyadi. stabilitas emosional. Kepemimpinan didasarkan pada kepercayaan dan tidak bertahan tanpanya. a. pengetahuan. Diantara karakteristik ini. karakteristik kepemimpinan "Don’ts" mencakup ketidakpercayaan. dan motivasi kepemimpinan. Dari hasil penelitian pada tahun 1940. ketidakpercayaan dan ketidakpekaan adalah penyebab kepemimpinan tidak efektif. 2012) 12 . Pemimpin ini meengandalkan kekuatan paksaan. ditemukan sifat – sifat dan pengaruh pada prestasi dan kepuasan dari pengikut – pengikutnya. Perhatian pada orang dilihat sebagai suatu hal yang “wah” yang tidak dapat selalu dipenuhi oleh pemimpin. Study dari University of Michigan Melalui penelitian mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan yang berbeda.

melainkan mencerminkan hal normal dari apa yang disebut sistem perilaku 13 . kehangatan dan komunikasi antara pemimpin dan bawahannya. cenderung membangun pola dan saluran komunikasi yang jelas. Relationship Hubungan pemimpin-bawahan dianggap melibatkan dinamika keterikatan. b. 2) Konsiderasi Melibatkan perilaku yang menunjukkan persahabatan. Studi dari Ohio State University Penelitian oleh fleishman dan rekan – rekannya di ohio state university menghasilkan perkembangan teori dua faktor dari kepeminpinan : 1) Membentuk Struktur Melibatkan perilaku dimana pemimpin mengorganisasikan dan mendefinisikan hubungan – hubungan di dalam kelompok. saling percaya. Namun seharusnya tidak dianggap bersifat regresif. pertumbuhan dan prestasi pribadi bawahannya. Pemimpin yang memiliki kecenderungan membentuk struktur yang tinggi. Pemimpin yang berpusat pada bawahan memiliki perhatian terhadap kemajuan. terutama bila hubungan ini memiliki komponen afektif. akan berorientasi pada tujuan dan hasil. 3. Tindakan – tindakan ini diasumsi dapat memajukan pembentukan dan perkembangan kelompok. menghargai. Hubungan pemimpin-bawahan layaknya hubungan antara orang tua dan anak. Pemimpin yang memiliki kensiderasi yang tinggi menekan pentingnya komunikasi yang terbuka dan partisipasinya. dan menjelaskan cara – cara mengerjakan tugas yang benar. 2) Pemimpin yang employee-centered Mendelegasikan pengambilan keputusan pada bawahan dan membantu bawahannya dalam memenuhi kebutuhannya dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang suportif.

bentuk pencarian kedekatan tertentu diharapkan terjadi. pada saat-saat sulit atau ancaman. di satu sisi. Namun. seringkali hubungan semacam itu membangkitkan dinamika keterikatan dan dinamika ini dapat dimanifestasikan dalam bentuk simbolis tanpa pertemuan tatap muka yang sebenarnya. Salah satu ciri yang menentukan dari hubungan keterikatan adalah kedekatan-mencari pada saat kesusahan dan pemeliharaan ketersediaan emosional dan fisik. Namun. untuk menjembatani jarak antara mereka dan bawahannya. para pemimpin menggunakan berbagai cara. 2010) Hubungan pemimpin-bawahan bisa menimbulkan keterikatan penuh (pada sosok yang tidak mudah ditukar dengan orang lain). Meskipun para pemimpin juga tidak sempurna dan selalu salah. para pemimpin perlu dilihat dari kemampuan untuk memfasilitasi idealisasi yang diperlukan dan persepsi bahwa mereka benar-benar lebih kuat dan lebih bijak. Seorang pemimpin mencerminkan layaknya orang dewasa. Dalam beberapa hal. 1991 dalam Mayiseless 2010).(Mayseless. dan perpisahan dapat memicu kesedihan dan berkabung (Ainsworth. 2010) 14 . di sisi lain. (Mayseless. dimana seorang pemimpin menciptakan sebuah keterikatan kepada orang lain khususnya kepada bawahan. Metode ini menghasilkan keseimbangan antara jarak dan idealisasi yang dibutuhkan untuk memproyeksikan kekuatan dan kompetensi pemimpin. Untuk menumbuhkan rasa kedekatan dan proaktif yang mendorong dan menopang dinamika keterikatan. Pandangan pemimpin ini paling mudah terangsang ketika orang merasa terancam dan ketika sumber perlindungan dan kenyamanan lain tidak memberikan tingkat keamanan yang diinginkan. mereka memiliki jiwa dan kemampuan untuk berfungsi sebagai tempat yang aman dan nyaman.keterikatan. dan kualitas pribadinya yang mendorong dinamika keterikatan.

Martin G. Teori Fred E. budaya organisasi serta kebijakannya. 3.C. tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua kondisi kerja pada sebuah unit/organisasi. Fielder Menurut Fiedler. Follet menyampaikan sebuah gagasan bahwa gaya kepemimpinan haruslah bervariasi sesuai dengan situasi atau kondisi karyawan yang terlibat. gaya kepemimpinan ini dibagi dalam tiga pandangan (Rivai & Mulyadi. CONTINGENCY APPROACHES TO LEADERSHIP Organisasi dipandang sebagai suatu sistem kontigensi sosial. maka seorang pemimpin yang dipilih untuk memimpin suatu unit/organisasi harus memiliki gaya kepemimpinan tertentu yang cocok dengan kondisi kerja pada unit/organisasi tersebut atau mengubah kondisi kerja unit/organisasi tersebut sesuai dengan gaya kepemimpinan yang digunakan oleh pemimpin itu. adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan tersebut antara lain tuntutan tugas. pertama kali disampaikan oleh seorang konsultan manajemen bernama Mary Parker Follet. karakteristik karyawan. 2012) : 1. harapan dan tingkah laku rekan setingkat. Hal ini berarti gaya kepemimpinan ini merupakan gaya kepemimpinan yang menyesuaikan pada kondisi dimana pemimpin dapat memenuhi harapan dan kebutuhan dari para karyawan agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga tujuan unit/organisasi dapat tercapai. Evans dan RJ House Merupakan gaya kepemimpinan yang beriorentasi kepada keinginan atau harapan dari karyawan. Teori Hersey dan Blanchard Untuk mencapai keberhasilan dalam suatu organisasi maka seorang pemimpin harus dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan keinginan bawahan. 15 . Pencapaian sasaran organisasi adalah dengan manjemen yang baik melalui gaya kepemimpinan dengan pendekatan kontigensi atau pendekatan situsional. 2.

semangat. Teori Fred E. Ciri-ciri kepemimpinan yaitu meiliki karakter. bahkan pemikiran para pembaca baru bagi para perawat proesional. Pemimpin merupakan bagian dari kepemimpinan. perilaku kepemim[pinan menpengaruhi efektifitas kepemimpinan serta relationship merupakan hubungan keterikatan antara pemimpin dan bawahan. 16 . KESIMPULAN 1. BAB III PENUTUP A. 3. Contingency Approaches To Leadership ada 3 pandangan yaitu: Teori Hersey dan Blanchard. 2. Evans dan RJ House B. visi dan kepercayaan. Fielder. kepemimpinan “does” and “don ts”.dan semoga makalah ini memberikan dorongan. dan Martin G. sedangkan kepemimpinan merupakan kemampuan memerikan inspirasi kepada orang lain untuk bekerjasama sebagai kelompok untuk mencapai tujuan bersama. SARAN Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menciptakan insan civitas akaemik yang baik.

12033 Rivai. Panjaitan.. Journal of Nursing Management. H. (2015). Mulder. C.. (2012). V. Medicine.0000000000006505 Huber. Mulyadi. F..Follower Relationship. Jakarta: Rajagrafindo Persada Sitoru. USA: Elsevier Marquis. D... Jakarta: CV Sagung Seto Soekarso. Konig. Leino-Kilpi. Doi: http://dx. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. J. Bahtiar. (2010). S. 27 (2): 271-280. 10(1): 1-11. Jakarta: Erlangga Suarli.pdf Heijden. Attachment and Leader. B. C. Anselmann. Cina: Wolters Kluwer Health. Diakses dari https://www. Ashkatorab.1097/MD.ncbi. Journal of Medical Ethics and Hidtory of Medicine. Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis.. Putong. (2010). (2014) . V. Mayseless.. Journal of Social and Personal Relationships. Leadership and Nursing Care Management. I. R. (2011). R.. Y. Obstacles dan Problems of Ethical Leadership from the Perspective of Nursing Leaders: a Qualitative Content Analysis.Sharifabad.1111/jonm. Edisi 4. Edisi 7. Gelora Aksara Pratama.1177/0265407509360904 Poikkeus. Huston.. D. Edisi 3. B. 96(15):1-6. Supporting Ethical Competence Of Nurses During Recruitment Performance Reviews – The Role of the Nurse Leader. T dan Atashsadeh-Shoorideh.org/10. Toward A Mediation Model For Nurses’ Well-Being.nlm. I. (2012). O.T.nih.. R. Manajemen Keperawatan: Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat. V.gov/pmc/articles/PMC5432950/pdf/JMEHM-10- 1.. DAFTAR PUSTAKA Barkhordari. Leadership Roles dan Management Function in Nursing: Theory and Aplication. M.doi. M. dan Katajisto. J. (2017).. Kepemimpinan: Kajian Teoritis dan Praktis. Doi: 10. L. J.L. Jakarta: PT. 17 . Doi: 10. 22 (2014): 792- 802. (2009). (2017).