You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai salah satu lembaga perstatistikan nasional, BPS mempunyai tanggung
jawab dalam penyempurnaan dan pengembangan data statistik sebagai sumber informasi
untuk perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan. Disamping sebagai
pengembang fungsi pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah dalam bentuk
penyediaan berbagai informasi statistik.
Berdasarkan keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara
No.63/KEP/M./PAN/7/2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik.
BPS merupakan salah satu LPND yang memberikan pelayanan barang/jasa, dalam hal ini
tugas BPS memberikan data kepada konsumennya. Dalam keputusan tersebut dituntut
adanya pelayanan prima yang diberikan lembaga pemerintah kepada masyarakat.
Di dalam era otonomi sekarang ini BPS dituntut semakin berperan dalam
mewujudkan kemajuan daerah, namun tantangan yang dihadapi sekarang ini adalah
bagaimana para penyedia data statistik tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumen
dan dapat menerangkan indikator-indikator data yang disajikan. Terutama tuntunan dari
pemerintah daerah baik provinsi maupun kab/kota akan kebutuhan data dalam cakupan
wilayah yang lebih kecil sampai pada tingkat kelurahan bahkan RT atau RW (small area
statistic).
Sesuain dengan keputusan Kepala BPS No. 121 Tahun 2001 tentang Organisasi
dan tata kerja perwakilan BPS di daerah, seksi diseminasi dan layanan statistic sebagai
salah satu unit kerja BPS provinsi Sulawesi tengah yang mempunyai tugas pokok
pelayanan dan penyebarluasan data dan informasi statistik melihat bahwa pelaksanaan
tugas-tugas kegiatan tersebut belum berjalan secara optimal. Hal ini berakibat pula
keinginan/harapan para pengguna data tidak dapat terpenuhi secara maksimal.
Dengan mengacu pada permasalahan diatas diamana bidang integrasi pengolahan
data (IPDS) berkewajiban memberikan pelayanan yang optimal dengan menyediakan

informasi mutakhir berupa data yang diwujudkan dalam berbagai bentuk publikasi yang
dibutuhkan oleh masyarakat secara umum serta pemerintah daerah, maka kami tertarik
mengetengahkan suatu judul untuk penulisan tugas kertas kerja kelompok (KKK) sebagai
berikut : “ peningkatan penyediaan sarana informasi perpustakaan pada BPS provinsi
sulawesi tengah.”

B. Isu aktual
Dalam menjalankan misi sebagai penyedia data statistik yang bermutu, dipercaya
dan tepat waktu BPS masih dihadapkan pada berbagai masalah yang kuranmg menunjang
sehingga misi tersebut belum dapat dilaksanakan dengan optimal. Masalah/kendala yang
muncul kemudian dirangkum dan kemudian disebut sebagai isu aktual. Isu aktual ini
kemudian dilakukan analisis urgently (kegawatan), seriously (keseriusan) dan growth
(pertumbuhan) untuk mendapatkan isu aktual prioritas yang akan dicermati dan ditelusuri
lebih lanjut.
Isu aktual prioritas yang berhasil diperoleh melalui analisis USG tersebut ternyata
adalah “Belum optimalnya pelayanan data perpustakaan pada BPS provinsi Sulawesi
tengah” yang secara umum menyebabkan belum terwujudnya visi BPS sebagai penyedia
statistic berkualitas.
C. Perumusan masalah
Dalam setiap pelaksanaan tugas dari suatu unit kerja tidak lepas dari masalah
yang merupakan hambatan atau bahkan kendala dalam upaya yang mencapai oleh BPS
privinsi Sulawesi tengah adalah belim optimalnya penyediaan sarana dan prasarana pada
[er[ustakaan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya sarana informasi di
perpustakaan.
D. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan KKK ini diperoleh
dengan dua cara yaitu:
1. Pengumpulan data primer

Data primer dikumpulkan melalui pengalaman kerja dan pengamatan nara sumber selama bertugas di BPS Sulawesi tengah. 2. E. d. Pengertian Untuk menyamakan persepsi mengenai definisi dan istilah-istilah yang digunakan dalam KKK maka perlu disampaikan beberapa pengerian dan lingkup bahasan sebagai berikut: a. f. 2. Softcopy adalah publikasi yang berbentuk data elektronik yang dfapat dibaca komputer. Keragaman media publikasi adalah banyaknya jenis maupun media baik dari segi bentuk. b. Hardcopy adalah salah satu bentuk publikasi yang berbentuk buku cetak. g. Software programan adalah software yang dipakai umtuk membuat paket program aplikasi. Data adalah peristiwa. Data sektoral adalah data-data yang dihasilkan oleh instansi pemerintah selain BPS. Statistical capacity building adalah merupakan bagian dari sistem basis data statistik yang berisi data/informasi statistik dalam bentuk-bentuk table yang sudah siap diakses/digunakan oleh konsumen data. Dalam rangka mewujudkan pelayana prima oleh BPS Sulawesi tengah sering dihadapakn pada . c. Sistem basis data statistik adalah sekumpulan informasi/data yang saling berelasi yang disusun menurut suatu aturan tertentu. e. Aplikasi adalah sebuah paket program yang dibuat untuk menangani suatu proses. hasil diskusi serta materi lain yang berkaitan dengan penyusunan KKK. Pengertian dan lingkup bahasan 1. h. Lingkupan bahasan Adapun lingkup bahasan KKK ini adalah merupakan hasil kajian tentang pelayanan data yang diberikan oleh BPS Sulawesi tengah. Pengumpulan data sekunder Data sekunder diperoleh dari materi kelas yang terdapat pad modul-modul dan pembekalan oleh widyaiswara/fasilitator. i. fakta atau informasi yang menerangkan suatu hal tertentu. cirri maupun identitas lainnya.

masalah pokok yang diahadapi. Sistematika penulisan Sistematika pembahasan pda penulisan kertas kerja kelompok (KKK) ini isusun sebagai berikut :  BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan latar belakang dan alas an pemilihan judul. masalah yaitu belum tersedianya sarana informasi perpustakaan yang baik.pohon sasaran. Analisis pemecahan masalah dilakukan dengan analisis yang menggunakan pohon masalah.  BAB IV MASALAH DAN CARA PEMECAHANNYA Bab ini memuat rangkaian penjelasan mengenai identifikasi masalah yang merupakan kesenjangan antaraa keadaan sekarang dan keadaan yang diinginkan.  BAB II KEADAAN SEKARANG Dalam bab ini dibahas mengenai keadaan sekarang dan permasalah yang sedang terjadi. pengertian dan lingkup bahasan. metode pengumpulan data dan sistematika pembahasan. Diharapkan tulisan ini dapat menjadi salah satu masukan dalam rangka mengoptimalkan penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan sehingga dapat meningkatkan pelayanan data statistik.dan pohon alternatif.  BAB III KEADAAN YANG DIINGINKAN Untuk bab ini dibahas tentang keingina dan harapan-harapan yang akan dicapai pada masa yang akan datang. serta jalan keluar pemecahan masalah tersebut. F. .

 BAB V PENUTUP Bab terakhir ini akan menyajiakan kesimpulan dari masalah yang dihadapi. alternative pemecahan dan langkah-langkah yang diambil berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya. .

relevan. pemeliharaan. akurat. dan pengembangan sistem jaringan komunikasi data sesuai dengan atauran yang ditetapkan serta membantu penerapan teknologi informasi. integrasi. Visi tersebut mengandung arti bahwa BPS provinsi Sulawesi tengah diharapkan dapat menyediakan data statistic yang lengkap. efektif dan efisien 3. Melaksanakan penyusunan. Mewujudkan koordinasi. BAB II GAMBARAN KEADAAN SEKARANG A. . Visi BPS provinsi Sulawesi tengah mengacu pada visi BPS pusat yaitu. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang professional serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mutakhir B. Visi dan misi Badan pusat statistik (BPS) merupakan salah satu lembaga pemerintah non departemen yang keberadaanya sampai pada tingkat kecamatan. Menyediakan informasi statistic yang lengkap. 121 tahun 2002 tentang organisasi dan tata kerja perwakilan BPS didaerah.mutakhir dan berkesinambungan. Walaupun demikian antara BPS pusat dengan BPS di daerah mempunyai satu visi dan misi sama yang harus didukung dan dilaksanakan. b.penyelesaian permasalahan. “BPS penyedia statistic berkualitas”. Sedangkan misi BPS provinsi Sulawesi tengah adalah sebagai berikut: 1. Visi tersebut juga harus didukung oleh sumber daya manusia(SDM) yang berkualitas dan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi yang mutakhir sesuai dengan manat undang-undang nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. maka bidang integrasi pengolahan data di BPS provinsi Sulawesi tengah mempunyai tugas pokok antara lain sebagai berikut: a. sinkronisasi dan standarisasi kegiatan statistik dalam rangka mencapai sistem statisti nasional yang handal. akurat dan mutakhir 2. Menyusun program kerja tahunan bidang pengolahan dan desiminasi statistik. Tugas pokok Dalam mewujudkan visi dan misi seperti tersebut diatas dan didasarkan dengan surat keputusan kepala bidan statistikno.

m. serta pengembangan sistem basisi dan statistik dan basis data manajemen sesuai dengan aturan yang ditetapkan. k. g.aksanakan kajian dan evaluasi kebutuhan pengolahan data termasuk bahan komputer bkerja sama dengan satuan organisasi terkait. Mel.asi naskah dari satuan organisasi dilingkungan BPS provinsiuntuk dijadiakan naskah publikasi siap cetak. Mengatur dan melaksanakan kompilasi rancangan teknis survey statistik sektoral instansi pemerintah lain serta membahas dengan satuan organisasi terkait sesuai dengan asas pembakuan dan manfaat. data statistik produksi dan data statistic distribusi termasuk sarana pendukungnys. j. Mengatur dan melaksanakan penerimaan. f. o. Membantu kepala BPS provinsi dalam mengatur dan menyiapkan konsep rekomendasi sebagai bahan pelaksanaan survey statistik sektoral bagi instansi pemerintah lain sama dengan satuan organisasi terkait.c. e. Mengatur dan melaksanakan kompi.statistik khusus. . n. Mengatur dan melaksanakan keikutsertaan dalam program pelatihan yang diselenggarakan BPS dalam bidang pengolahan dan seminasi statistik. h. konsultasi statistic. Mengatur dan menyusun prosedur penyiapan bahan serta melaksanakan kegiatan pelayanan informasi statistik. i.pengolahan. Melaksanakan koordinasi pengelolan dan pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak serta menyusun sistem pengelolaan data. Mengatur dan melaksanakan penusuana serta evaluasi meta data untuk rujukan statistik. Membantu kepala BPS provinsi dalammelaksanakan kegiatan rujukan statistik dasar. statistic sektoral. Melaksanakan penyusunan. Membantu kepala BPS provinsi dalam mengatur dan melaksanakan pemantauan serta evaluasi publikasi yang diterbitkan oleh BPS kabupaten/kota. Mengatur integrasi penggunaan sistem dan program aplikasi pengolahan data statistik seperti data statistic kependudukan. dan penyebarluasan statisti. l. pemeliharaan. d. serta pengolahan semua dokumen yang terkait denagn rujukan statistik dan penyempurnaan format yang terkait dengan rujukan statistik.

Dengan demikian pengelola perpustakaan dituntut mempunyai kemempuan untuk mengetahui isi dari buku-buku publikasi yang ada. Saat ini pegawai bidang IPDS BPS provinsi Sulawesi tengah terdapat 1 (satu) orang kepala bidang seksi dan 2 (dua) orang staf. p. D. leaflet. tetapi juga dikemas dalam bentuk media compact disc (CD/ publikasi . seksi disyanti bertanggung jawab dalam hal penegelolahan perpustakaan. Staf yang menjaga perpustakaan mempunyai tingkat pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan belum pernah mengikuti kursus kegiatan perpustakaan . Menyusun lapoaran klegiatan bidang pengolahan dan desiminasi statistik secara berkala dan sewaktu-waktu. Suatu hal yang wajar apabila keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatan ditentukan oleh kondisi SDM-nya. C. Selain melaksanakan tugas-tugas seperti penataan perwajahan. Mengatur dan melaksanakan penyusunan data untuk pemetaan dan kerangka contoh induk etrmasuk datanya untuk keperluan sistem informasi geografis dan rancangan teknis survei bekerja sama dengan satuan organisasi terkait. termasuk konsep dan definisi. majalah varia statistic.selain itu sering kali pelayanan data memerlukan waktu yang cukup lama karna penataan publikasi yang tidak terarur dan belum tercatat dalam buku agenda penerimaan publikasi. Selama ini konsumen data sering tidak tahu publikasi apa yang harus dicari untuk mendapatkan data yang diinginkan. Jenis publikasi Publikasi yang disajikan diperpustakaan BPS provinsi Sulawesi tengah selama ini tidak hanya terbatas pada buku-buku publikasi. Mengatur dan melaksanakn tufas lain yang diberikan oleh atasan langsung. q. r. Tenaga pengelola perpustakaan Salah satu unsur pokok suatu organisasi adalah sumber daya manusia (SDM). Mengatur penelolaan bahan pustaka dan dokumen statistik sesuai dengan pedoman yang ditentukan.dan lain-lain. Staf yang menjaga perpustakan tidak hanya melayani pengguna data tapi juga harus menguasai semua data yang ada. s.pembuatan publikasi dan pelayanan informasi statistik.

Perpustakaan diharapkan secara efektif memberikan informasi dan sosialisasi statistik kepada konsumen data. elecktronik) terutama publikais kabupaten/kota dalam angka. Perpustakaan juga memberikan bantuan dalam mencari dan mendapatkan publikasi yang sesuai dan diperlukan oleh konsumen data.mahasiswa/pelajar dan masyarakat membutuhkan pelayana data baik berupa data yang sudah tersedia maupun konsultasi tentang statistik. selama ini memang masih sering menghadapi kendala-kendala. dan produk domestic Bruto (PDRB). leaflet. BPS privinsi lain. BPS kabupaten/kota. Kelancaran dari pekerjaan ini sangat tergantung dari bagaimana cara mengatur dan menata publikasi diruangan perpustakaan tersebut. Buku-buku publikasi yang tersedia diperpustakaan meliputi buku-buku publikasi terbitan BPS pusat. yaitu tempat dimana konsumen data seperti instansi pemerintah atau swasta. dan lain-lain. Dalam hal penyediaan sarana dan prasarana perpustakaaan guna memberikan pelayanan prima. Akibatnya para pengguna data seringkali merasa tidak mendapatkan pelayana prima. fungsi perpustakaan tidak hanya meminjamkan publikai yang menjadi koleksinya. BPS provinsi Sulawesi tengah. Prasarana dan sarana yang ada diperpustakaan BPS provinsi Sulawesi tenagh adalah sebagai berikut: F. . Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. buku-buku publikasi dari instansi lain yang ada di Sulawesi tengah. E. Program dan kegiatan yang perlu ditingkatkan kinerjanya Salah satu funmgsi perpustakaan adalah sebagai pusat pelayanan data. Sarana dan prasarana Ruang perpustakaan di BPS provinsi Sulawesi tengah ini berfungsi sebagai ruang baca peminjaman buku-buku publikasi yang diminati oleh konsumen data.

. Fasilitas penggadaan Fasilitas penggadaan mutlak harus dimiliki oleh perpustakaan. Padahal pengolahan perpustakaan memerlukan dana untuk menambah. Jika konsumen data ingin menggandakan data atau informasi yang diinginkannya. 3. pengadaan buku perpustakaan dan anggaran operasional lainnya. Belum optimalnya penempatan meja dan kursi yang sesuai denagn ukuran ruangan sehingga apabila pengguna data yang melebihi kapasitas tempat dudukterpaksa berdiri. Beberapa hal yang menjadi penyebab berkaitan dengan belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan antara lain: 1. data paling banyak dicari dan lain- lain masih dikelola secara manual. Perpustakaan BPS Sulawesi tengah belum memiliki mesin fotocopy sehingga sering menjadi keluhan pra konsumen data. 2. Anggaran operasional Anggaran operasional pengelolaan perpustakaan sangat tergantung dari anggaran yang ada. memperbaiki atau memelihara asset-aset yang terdapat dalam perpustakaan itu sendiri guna memberikan kenyamanan bagi para pencari data. Tata ruang perpustakaan Perpustakaan merupakan tempat yang pertama kali dituju oleh pengguna data yang datang ke BPS Sulawesi tengah. jumlah pengunjung. Penyusunan rak dan lemari buku yang ada masih belum bias menampung secara keseluruhan buku-buku penerbitan yang ada. Sarana informasi Informasi tentang letak buku publikasi beserta softcopy bila ada. maka dia harus menggandakannya diluar. Sehingga jika ada keperluan pelaporan dan pencarian informasi berdasarkan keinginan konsumen data terkadang harus menunggu agak lama. 4. Hamper tidak ada anggaran yang khusus untuk pengelolaan perpustakaan seperti perbaikan kecil ruangan. jenis dan tahun buku yang ada. karna itu akan mempermudah pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan dan keberadaan buku dapat terkontrol dengan baik.

.

Saran dan kebijakan operasional Dalam menjalankan visi dan misinya. maka program dan kegiatan yang akan ditingkatkan kinerjanya adalah. Penetapan program dan kegiatan yang ingin di tingkatkan Berdasarkan sasaran spesifik yang telah diidentifikasi. 1. Keadaan saat ini sebagaimana diuraikan pada bab II. BPS provinsi Sulawesi tengah harus terus mengembangkan dan membina kemampuan dalam penyediaan data statistik yang lengkap. Tata ruang perpustakaan Ruang perpustakaan yang sudah ada sekarang ini diharapkan dapat mulai di tata dengan baik.kejelasan dan kepastian. peralatan penunjang dan hiasan lainnya juga perlu ditata dengan . menyingkirkan barang- barang yang tidak terpakai. akurat dan tepat waktu. BAB III GAMBARAN KEADAAN YANG DIINGINKAN A. Sanggup memenuhi tuntunan konsumen data terutama pemerintah daerah. Seperti penyusunan rak dan lemari yang ada. penempatan meja dan kursi yang sesuai dengan ukuran ruangan. yang semakin hari sangat membutuhkan data yang berbasis kedaeraan (Small area statistics). Dengan demikian diharapkan penyebarluasan data dan informasi statistic akan semakin maksimal dengan memberiakn pelayan seiring semakin terpenuhinya keingian/kebutuhan konsumen data. efektif dan efisien. Pengoptimalan pelayan data dan informasi statistic dibidang IPDS Prov. Sulawesi tengah dari tahun ketahun akan terus ditingkatkan. Salah satu faktor pendukung adalah peningkatan pelayan data dan informasi statistik diperpustakaan. B. Prosuder pelayanannya pun akan terus ditingkatkan pula agar dapat memenuhi azaz-azaz pelayanan prima yang bercirikan antara lain kesederhanaan. Untuk itu diperlukan upaya-upaya agar tercapai kondisi yang optimal dalam menyediakan data lengkap. akurat dan tepat waktu guna mewujudkan pelayanan prima. masih belum baik dalam mewujudkan pelayanan prima.

Seperti keberadaan tempat publikasi dan sebagainya. baik. Dengan tersedianya sarana informasi ini diharapkan dapat memenuhi keinginan dan konsumen data akan data dan informasi statistik dengan cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhannya. Fasilitas penngandaan Pengguna data biasanya melakukan penggandaan data atau informasi yang diinginkan. Anggaran operasional Adanya anggaran operasional dapat digunakan untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada didalam ruang perpustakaan guna meningkatkan kualitas pelayanan. Keberadaan sarana ini juga dapat mempermudah membuat laporan kinerja petugas perpustakaan dan evaluasi. Selain itu juga dapat menambah pendapat yang bias digunakan untuk anggaran pengoahan perpustakaan. Sehingga itu semua akan menambah kenyamanan bagi konsumen data dan informasi statisti yang berada diruang perpustakaan. 4. . Sarana informasi Sarana informasi perpustakaan yang lengkap dapat meningkatkan pelayan data dan informasi statistik. 2. Untuk itui diharapkan tersedianya mesin fotocopy agar dapat melayani konsumen data lebih baik. 3.

dan pertumbuhan (G) damfak yang timbulkan. Kurangnya sarana informasi diperpustakaan. Belum memadainya penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan. Dengan bantuan pohon masalah diketahui adanya beberapa factor yang menyebabkan hal itu terjadi. Kurangnya sosialisasi hasil-hasil pendataan. terlihat adanya kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Belum tersedianya fasilitas penggandaan. Identifikasi dan analisis masalah Dengan mengamti keadaan sebenarnya dan keadaan yang diharapkan seperti yang diuraikan sebelumnya dan keterkaitannya dengan tugas pokok dan fungsi bidang IPDS. . 1. Belum terwujudnya standarisasi pelayanan data diperpustakaan. Penataan ruang perpustakaan belum optimal. BAB IV MASALAH DAN PEMECAHAN A. Kurangnya anggaran operasional perpustakaan. 2. Keempat masalah spesifik tersebut adalah. Terlambatnya penerbitan publikasi 2. 4. 1. 3. 4. Kemudia setelah diteliti dan dicermati lebih jauh ada empat masalah spesifik yang diperkirakan menyebabkan belum terwujudnya standarisasi pelayanan data. Berdasarkan hasil USG diatas masalah pokok yang dominan adalah belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan. keseriusan (S). 3. Berdasarkan empat masalah pokok tersebut kemudian dicari masalah yang paling dominan dengan menggunakan teknik analisis USG untuk melihat tingkat kegawatan (U).

Kemudian diindetifikasi yang selanjutnya ditemukan sasaran yang dapat menyebabkan tercapainya sasaran umum. 1. Memadainya sarana dan prasarana perpustakaan. . 3. 3. Tersedianya sarana informasi diperpustakaan yang baik. Sasaran Setelah teridentifikasi dan dianalisis masalah kemudian diidentifikasi sasaran yang akan diwujudkan dengan pendekatan pola kerja terpadu dengan menggunakan teknik analisis pohon. Tersedia anggaran operasional perpustakaan. Berdaasarkan pohon sasaran dapat diindetifikasikan 4 sasaran umum yang menyebabkan sasaran utama dapat tercapai. dan pertumbuhan (G) dampak yang timbulkan. masalah pokok. Berdasarkan hasil USG diatas sarana pokok yang dominan adalah optimalnya penyediaan sarana dan prasana perpustakaan. kemudian dicari masalah yang paling dominan dengan menggunakan teknik analisis USG untuk melihat tingkat kegawatan (U). Selanjutnya dari masalah spesifik yang dominan analisis untuk mencari alternative kegiatan pemecahannya. Tersedianya fasilitas penggandaan. Berdasarkan empat sasaran pokok diatas kemudian dicari sasaran yang paling dominan dengan menggunakan teknik analisis USG untuk melihat tingkat kegawatan (U). 2. dan masalah spesifik dapat menggambarkan dalam pohon analisis berikut: B. 4. keseriusan (S). Dari masalah utama. yaitu. Berdasarkan hasil USG diatas masalah spesifik yang dominan adalah kurangnya sarana informasi diperpustakaan. Tersosialisasikan hasil-hasil pendataan dengan optimal. 4. dan pertumbuhan (G) damfak yang timbulkan. Sasaran utama yang berhasil diindetifikasikan adalah terwujudnya pelayanan data dan informasi yang optimal akan mengakibatkan terwujudnya penyebarluasan data informasi yang optimal di BPS provinsi Sulawesi tengah. Selanjutnyahasil analisis disebut pohon sasaran. Terwujudnya tradarisasi pelayanan data. keseriusan (S). Tercapainya penataan ruang diperpustakaan yang optimal. Berdasarkan empat masalah spesifik tersebut diatas. yaitu: 1. Terwujudnya penerbitan publikasi tepat waktu. 2.

Berdasarkan hasil analisis USG diperoleh alternative kegiatan yang dapat diwujudkan yaituperbuatan katalogisasi perpustakaan. Berdasarkan hasil USG diatas sasaran yang domonan adalah tersedianya sarana informasi diperpustakaan. Berdasarkan empat sasaran diatas kemudian dicari sasaran yang paling diminan dengan menggunakan teknik analisis USG untuk melihat tingkat kegawatan (U). Sasaran ini diperoleh atas pertimbangan bahwa sasaran tersebut dapat dilaksanakan dengan mudah dalam waktu dekat serta anggaran yang kecil. dan pertumbuhan (G) dampak yang ditimbulkan. Pembuatan SCB (statictical capacity building) Memperbarui (update) dan menambahkan data dan informasi statistikl maupun kegiatan penting BPS lainnya melalui program/sarana SCB yang sudah disediakan oleh BPS pusat sebagian bagian dari proses membangun basis data dan informasi statistik. Hal ini diperlukan mengikat data yang dioperoleh dalam bentuk kertas akan mudah hilang dan rusak. Dari sasaran pokok. 3. merupakan focus rencana kerja yang selanjutnya akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan operasional. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut maka dipilih tiga alternativ. Rencana kerja Sasaran sfesifik yang paling dominan yaitu tersedianya sarana informasi diperpustakaan. Selanjutnya dari alternatif kegiatan yang dipilih diperoleh sasaran umum yang wujudkan yaitu: “tersedianya sarana informasi perpustakaan yang optimal” secara lengkap tentang alternativf kegiatan yang dapat dilakukan digambarkan pada pohon alternatif berikut ini. 2. dan sasaran dapat digambarkan dalam pohon sasaran berikut: C. keseriusan (S). Membuat manual katalog bagi buku publikasi dan softcopynya kemudian memasukkannya (entry) kemudian program katalog yang sudah disediakan oleh BPS pusat. Pembuatan katalogisasi perpustakaan. Mengoplikasi data sektoral pada media komputer Mengoplikasi data sektoral kedalam komputer. Berikut ini disajikan table hasil analisis USG untuk penentuan alternative kegiatan prioritas. . yaitu: 1.

1. Masalah utama yang dihadapi bidang IPDS BPS Sulawesi tengah adalah belum memadainya sarana dan prasarana perpustakaan sehingga menyebabkan belum optimalnya pelayanan data perpustakaan pada BPS provinsi Sulawesi tenagh. Dalam jangka panjang. Rekomendasi Peningkatan kualiatas pelayanan data daninformasi statistik yang prima akan dapat mengoptimalkan penyebarluasan data informasi statistik di BPS Sulawesi tengah. 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan dari bab I sampai bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Melengkapi informasi perpustakaan yang ada dengan informasi mengenai jumlah (stok) buku yang masih ada. Beberapa alternatif pemecahan diantaranya adalah: dalam jangka pendek: 1. Hal ini diperluklan mengikat data yang diperoleh dalam bentuk kertas atau mudah hilang dan rusak. . Sebagai salah satu alternatif dalam upaya memberikan pelayanan data dan informasi statistik adalah dengan perbuatan katalogisasi perpustakaan. Segalah permasalahan pokok yang ada sebaiknya diatasi dengan berkordinasi dengan seksi ataupun bidang lain. 3. 2. Membuat manual katalog bagi buku publikasi dan softcopy-nya kemudian memasukkannya (entry) kedalam program katalog yang bias dibuat oleh programmer. BAB V PENUTUP A. B. jenis data yang paling banyak di akses atau di cari konsumen data. Memberbarui (update) dan membahkan data dan informasi statistik maupun kegiatan penting BPS lainnya melalui program/sarana SCB yangsudah disediakan oleh BPS pusat sebagai bagian dari proses pembangunan basis data dan informasi statistik. Mengoplikasi data sektoral kedalam komputer. 2. Belum memadainya sarana dan prasarana perpustakaan disebabkan oleh karna kurangnya sarana infprmasi diperpustakaan.

.

Jakarta 1998.keputusan kepala badan pusat statistik No. 1998. Jakarta1998 ……………………………………………. observasi lapangan (OL). LAN-RI Jakarta.2002 keputusan kepala badan pusat statistik No. keputusan presiden No. 2004 . titik.100 tahun 1998 tentang struktur organisasi dan uraian tugas BPS.dan sub sekse BPS perwakilan didaerah.bidang.2003 Suparman dan djoenadi. Mansyur AR H.M. LAN-RI.kertas kerja kelompok (KKK) dan kertas kerja angkatan (KKA).seksi. DAFTAR PUSTAKA Badan pusat statistik 1997. 2003.Jakarta 2002. 1998.kertas kerja perseorangan (KKP).003 tahun 2002 tentang uraian tugas bagaian. Jakarta.16 tahun 1997 tentang statistik.. Jakarta. Dan Rostiah. lembaga ADM negara RI. …………………………………………….dra. undang-undang No.2004 Soetrisno dan sindhu setiatmoko. Jakarta 1997 ……………………………………………. Hj.86 Tahun 1998 tentang badan pusat statistik. Drs.

SOS 19611111 198209 2 002 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI SELATAN 2016 . PENINGKATAN PENYEDIAAN SARANA INFORMASI PERPUSTAKAAN Oleh: NURHIDAYA S.