You are on page 1of 16

Efikasi dan keamanan jangka panjang profilaksis dengan faktor rekombinan

VIII pada pasien pediatrik Cina dengan hemofilia A: sebuah studi multi-senter,

retrospektif, non-intervensi fase IV (ReCARE)

ABSTRAK

Latar Belakang: Produk faktor rekombinan VIII (rFVIII) pertama diluncurkan di Cina

pada tahun 2007. Namun, sampai sekarang, belum ada penelitian yang dilakukan

untuk menjelaskan efikasi dan keamanan profilaksis dengan rFVIII pada pasien

pediatrik Cina dengan hemofilia A (HA).

Tujuan: Untuk merangkum data efikasi dan keamanan profilaksis dengan rFVIII

pada pasien pediatrik Cina dengan HA.

Metode: ReCARE (Penelitian retrospektif pada pasien hemofilia A pediatrik Cina

dengan rFVIII yang mengandung profilaksis reguler) adalah suatu penelitian

retrospektif yang dilakukan pada 12 pusat perawatan hemofilia (HTC) di seluruh

Cina. Titik akhir primer meliputi penurunan dalam tingkat pendarahan tahunan

(ABR); titik akhir sekunder meliputi evaluasi fungsi sendi (jumah dan lokasi sendi

target) dengan menggunakan skor Gilbert dan Skor Kesehatan Sendi Hemofilia

(HJHS), kualitas hidup (QoL) dan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan

perawatan. Penilaian keamanan rFVIII juga dilakukan.

Hasil: Kami menganalisa total 183 pasien pediatrik laki-laki (usia rata-rata, 7,1 ±

4,23 tahun) yang menerima profilaksis antara 1 November 2007 dan 31 Mei 2013.

Dibandingkan dengan baseline, profilaksis dengan rFVIII secara signifikan

mengurangi tingkat pendarahan sendi tahunan (AJBR) (p < 0,001) dan ABR (p <

0,001). Pembentukan inhibitor (penghambat) dilaporkan pada 5 (2,7%) pasien dan

Namun. yang bisa jadi mengancam jiwa. World Federation of Hemophilia (WFH) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan dosis profilaksis FVIII 25-40 IU/kg tiga kali per minggu sebagai standar perawatan. dan otot (pendarahan dalam). peningkatan kualitas hidup. sendi. memar bengkak yang menyakitkan dan pendarahan spontan ke organ vital.hemartrosis dilaporkan pada 1 pasien. karena adanya hambatan ekonomi. pada pasien pediatrik Cina dengan HA. Kesimpulan: Profilaksis dengan rFVIII mengurangi pendarahan dan jumlah sendi target. bahkan dengan regimen dosis rendah. Profilaksis dengan rFVIII telah terbukti berhasil karena efikasi dan keamanannya pada pasien HA. Medical and Scientific Advisory Council (MASAC) dari National Hemophilia Foundation. Selain efikasi dan keamanan.001) dan berat (p = 0. Respon dari kuesioner survei melaporkan bahwa pengendalian pendarahan yang efektif.000 pria secara global dan kurang lebih empat kali lebih umum dari hemofilia B (HB). dan kemampuan ekonomi adalah alasan untuk untuk memilih profilaksis. Pendahuluan Hemofilia A (HA) mempengaruhi 1 dari 5000-10.003) pada baseline. kebijakan asuransi medis yang menguntungkan. perlindungan sendi. faktor-faktor seperti pengendalian penyakit yang buruk. Pasien dengan HA berat mengalami pendarahan berkepanjangan dari luka minor. . banyak pasien di negara berkembang seperti Cina masih dirawat dengan pengobatan profilaksis on-demand dan berdosis rendah. Jumlah rata-rata sendi target berhubungan positif dengan usia (p < 0. stabilitas ekonomi yang membaik dan dukungan finansial yang stabil menjadikan profilaksis sebagai suatu pilihan pengobatan yang menarik.

Pengenalan FVIII manusia membuka jalan bagi penggunaan FVIII rekayasa rekombinan (rFVIII). Sejak pengenalan rFVIII pertama (Kogenate FS) di Cina pada tahun 2007. retrospektif. banyak penelitian telah menunjukkan hasil yang menjanjikan setelah perawatan dengan rFVIII. sejumlah penelitian jangka pendek skala keci telah melaporkan keefektifan profilaksis sekunder dengan rFVIII dalam hal penurunan frekuensi pendarahan dan tingkat kejadian merugikan (AE) yang rendah pada pasien pediatrik Cina dengan HA. Penelitian ini menyertakan sekitar 300 pasien dengan HA dari 12 HTC di seluruh Cina. Di sisi lain. Namun. non-intervensional fase IV (NCT02263066) untuk profilaksis dengan rFVIII. Pasien dan metode Rancangan penelitian dan populasi pasien ReCARE (Penelitian retrospektif pada pasien hemofilia A pediatrik Cina dengan rFVIII yang mengandung profilaksis reguler) adalah penelitian klinis pertama. Oleh karena itu. namun mereka dikaitkan dengan risiko tinggi perkembangan infeksi virus. Perhitungan ukuran sampel didasarkan . multi- senter. penelitian ini adalah penelitian pertama yang mengevaluasi efikasi dan keamanan profilaksis jangka panjang dengan rFVIII untuk pertama kalinya pada pasien pediatrik dengan HA di Cina. pada pasien dengan HA. tidak ada penelitian observasional skala besar untuk menentukan keefektifan dan keamanan jangka panjang profilaksis dengan rFVII pada pasien pediatrik dengan HA di Cina. Konsentrat-konsentrat faktor turunan plasma telah digunakan selama beberapa tahun. baik sebagai terapi on-demand dan profilaksis. Kami menggambarkan efikasi dan keamanan profilaksis dengan rFVIII pada pengaturan dunia-nyata.

dan sebelum pendarahan sendi yang terbukti secara klinis yang kedua dan usia 3 tahun). Karena Cina adalah negara berkembang. dengan rekaman medis yang tersedia. memiliki bukti terdokumentasi HA sedang hingga berat. ditentukan oleh pemeriksaan fisik dan/atau studi pencitraan. sekunder (profilaksis yang dimulasi setelah dua atau lebih pendarahan sendi tapi sebelum permulaan penyakit sendi yang didokumentasikan dengan pemeriksaan fisik dan/atau studi pencitraan). usia antara 2 dan <18 tahun. Profilaksis untuk HA didefinisikan sebagai primer (profilaksis yang dimulai dengan tidak adanya penyakit sendi yang terdokumentasi. Ukuran sampel akhir bergantung pada situasi aktual. kami tidak mengumpulkan nama merek yang spesifik. maka pemberan dosis profilaksis sesuai . Meskipun Kogenate FS adalah satu-satunya rFVIII yang tersedia secara komersial antara tahun 2007 dan 2013 di Cina. tersier (profilaksis yang dimulai setelah permulaan penyakit sendi yang didokumentasikan dengan pemeriksaan fisik dan radiograf polos dari sendi yang terpengaruh) atau profilaksis “periodik” intermiten (profilaksis untuk mencegah pendarahan. telah menerima profilaksis regular sebagian/lengkap dengan rFVIII atau perawatan on-demand dan bersedia untuk menyediakan informed consent tertulis. profilaksis intermiten dosis rendah adalah pilihan yang paling umum untuk pasien dengan profilaksis. yang menunjukkan maksimal 300 pasien yang memenuhi syarat. Karena ini adalah penelitian observasional retrospektif. yang diberikan untuk tidak lebih dari 45 minggu dalam satu tahun). Pasien pediatrik Cina dengan HA sedang hingga berat yang menerima profilaksis dengan rFVIII lengkap/sebagian dan faktor VIII turunan plasma (pdFVIII) (proposi spesifik rFVIII dan pdFVIII bervariasi antar pasien) antara 1 November 2007 dan 31 Mei 2013 disertakan jika mereka memenuhi kriteria inklusi berikut ini: jenis kelamin laki-laki.pada hasil survei pra-penelitian.

dengan praktis klinis. pasien dengan profilaksis untuk total durasi >12 minggu berturut-turut. diberikan >2 suntikan/minggu dan dirawat selama >80% dari total minggu perawatan dianggap memenuhi syarat sebagi profilaksis yang relative “nyata”.0 mg dL -1). dalam penelitian kami. hari pertama pada minggu pertama dianggap sebagai akhir dari periode perawatan profilaksis pertama. keharusan untuk melakukan pramedikasi untuk mentoleransi suntikan FVIII. Kriteria eksklusi kunci lainnya mencakup trombositopena (jumlah trombosit <100. data mengenai riwayat penyakit dan medis pasien. database elektronik dan/atau catatan harian pasien. disfungsi hati yang relevan secara klinis. Informed consent tertulis didapatkan dari wali/perwakilan yang sah. Pengumpulan data Kami mengumpulkan semua data dari catatan medis. Oleh karena itu. riwayat penghambat yang terdokumentasi pada baseline atau formasi antibody (≥0.000mm -3). frekuensi . atau jumlah CD4 <250 sel µL-1 atau diketahui hipersensitifitas terhadap zat aktif. Pasien dengan data yang tidak lengkap. fungsi ginjal yang abnormal (kreatinin serum > 2. Protokol ini disetujui oleh setiap dewan peninjau institusional lokasi investigasi sebelum dimulainya penelitian ini.6 BU pada assay Bethesda pada dua titik waktu yang berbeda) dan kelainan pendarahan lainnya (seperti hemofilia B atau penyakit von Willebrand) dikecualikan dari penelitian ini. Dalam hal pasien yang telah menerima <2 suntikan/minggu selama 4 minggu berturut-turut. Pada baseline (didefinisikan sebagai awal profilaksis pertama dengan profilaksis). Peraturan perundang-undangan lokal diikuti dan penelitian dilakukan sesuai dengan Praktik Klinik yang Baik dan Deklarasi Helsinki (1964) dan revisi selanjutnya.

ADR dijelaskan berdasarkan Klasifikasi Organ Sistem dan Istilah yang Dipilih (PT) dan diklasifikasikan berdasarkan Kriteria Terminologi Umum untuk Kejadian Merugikan v4. kuesioner tambahan untuk peneliti dirancang untuk mengumpulkan kemungkinan alasan pilihan pengobatan pasien tentang profilaksis. Karena mungkin ada beberapa periode profilaksis untuk pasien dalam periode pengumpulan data. ABR pada baseline dihitung berdasarkan jumlah pendarahan dalam periode 3 bulan sebelum baseline. 18.0.pendarahan sebelumnya. hasil pemeriksaan radiografi dan fisik sendi terbaru. penurunan ABR dihitung berdasarkan jumlah kejadian pendarahan selama periode profilaksis pertama dan pada baseline. Selanjutnya. Titik akhir sekunder meliputi jumlah dan lokasi sendi target evaluasi sendi klinis dengan menggunakan Skor Kesehatan Sendi Hemofilia (HJHS) atau skor Gilbert (tergantung pada ketersediaan) dan evaluasi QoL menggunakan skor CHOKLAT. Titik akhir efikasi primer adalah tingkat pendarahan tahunan (ABR).0. Hasil peneltian Penilaian efikasi Analisis efikasi didasarkan pada populasi per-protokol. periode pertama profilaksis didefinisikan sebagai pertama kalinya pasien menerima profilaksis intermiten dengan rFVIII selama 12 minggu berturut-turut. . Penilaian keamanan Reaksi obat yang merugikan (ADR) selama penelitian dilaporkan dan dikodekan sesuai versi Cina dari Konferensi Harmonisasi Internasional (ICH) Kamus Medis untuk Aktivitas Regulatori (MedDra) Ver. partisipasi aktivitas dan QoL dicatat.

penurunan jumlah semua sendi target selama periode profilaksis pertama dibandingkan dengan nilai baseline. Pendapat umum peneliti tentang profilaksis (termasuk dosis. Penilaian meliputi analisis untuk faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan pada pasien pediatrik. Alasan peningkatan dosis rFVIII (IU/kg) dan penghentian pengobatan rFVIII pada pasien pediatrik juga ditentukan. . alasan-alasan untuk beralih dari pengobatan lainnya ke profilaksis dan alasan-alasan memilih rFVIII untuk profilaksis. proporsi penggunaan rFVIII. berat badan. Skor Daftar Kegiatan Hemofilia Pediatrik (PedHAL) dan Skor Kemandirian Fungsional dalam Skor pada Hemofilia (FISH) belum dipresentasikan karena tidak tersedianya subjek untuk analisis statistik dengan skala penilaian yang sama pada baseline dan selama periode pertama profilaksis dengan rFVIII. usia untuk profilaksis dan parameter untuk memilih merek rFVIII) didapatkan melalui kuesioner. Analisis subkelompok: jumlah sendi target Populasi penelitian dikelompokkan berdasarkan usia. durasi periode profilaksis pertama dan rata-rata total konsumsi FVIII mingguan selama periode profilaksis pertama. Pada semua subkelompok. Semua faktor dinilai pada skala 0 sampai 10 (10 menunjukkan tingkat kepentingan tertinggi dan 0 menunjukkan tingkat kepentingan terendah). Evaluasi partisipasi aktivitas subyek berdasarkan skor Skala Kegiatan untuk Anak (ASK).Penilaian lainnya Data untuk penilaian lainnya dikumpulkan dari semua 12 HTC dengan menggunakan kuesioner umum.

Untuk variabel kontinyu.0. Hasil Demografi pasien dan karakteristik klinis Sejak tahun 2007 hingga 2013. Riwayat medis. Semua terapi yang didokumentasikan diberi kode dengan menggunakan WHO Drug Dictionary (WHO-DD).00) disertakan dalam penelitian dari 12 HTC. dan pasien lainnya menerima pengobatan regular profilaksis yang mengandung rFVIII pertama pada usia <10 minggu. . Semua pasien memenuhi penelitian. n = 181).23 tahun..00- 5. Variabel data kategoris dirangkum dan dijelaskan dengan menggunakan tabel frekuensi (frekuensi absolut dan relatif) dan persentase pasien. Set analisis penuh (FAS) mencakup populasi penelitian penuh (N = 183) dan populasi per-protokol (PP. digunakan statistik sampel (yaitu rata-rata. total 183 pasien dengan HA sedang hingga berat (usia rata-rata 7.2 (SAS Institute Inc. Salah satu pasien dengan penyimpangan protokol menerima pengobatan regular profilaksis yang mengandung rFVIII pada usia >18 tahun. dengan tanpa mundur secara prematur.000 (0. median. Amerika Serikat) digunakan untuk melakukan analisis statistik. Variabel kontinyu dijelaskan dengan nilai absolut dan sebagai perubahan dari baseline per titik waktu anaisis. 1. Cary. Penyimpangan protokol utama terjadi pada 2 (1.1%) pasien. semua penyakit dan ADR dikodekan menggunakan Kamus Medis untuk Aktifitas Regulatori (MedDRA) versi terbaru dan diberi nilai sesuai CTCAE 4.Analisis statistik SAS Versi 9. NC. minimum. jika ada. kuartil dan maksimum). rata-rata FVIII:C pada diagnosis awal.1 ± 4. Semua variabel dianalisis secara deskriptif dengan metode statistik yang sesuai. standar deviasi. Tidak ada analisis post hoc atau analisis sementara yang dilakukan.

Pada periode profilaksis pertama. pasien menerima profilaksis intermiten yang mencakup hingga enam periode profilaksis. Shandong dan Shenzhen. alasannya adalah kondisi ekonomi yang lebih baik dan jumlah pasien yang lebih tinggi di kota-kota maju ini. kriopresipitat atau produk turunan plasma non- pdFVIII lainnya. berbahaya dan insiden pendarahan serius terjadi pada masing-masing 3. Lokasi yang mengancam jiwa.16%).Karakteristik baseline pasien diperinci pada Tabel 1 dan aliran penelitian digambarkan pada Gambar 1. terdapat total 639 insiden pendarahan pada 87 pasien. 3 dan 1 pasien. Selama penelitian ReCARE. Kami menganalisis data dalam periode profilaksis pertama karena memiliki jumlah pasien terbanyak. Tingkat pendarahan tahunan dan lokasi pendarahan Kami mengumpulkan data pendarahan mencakup frekuensi. lokasi dan tingkat keparahan. yang berkurang menjadi 564 insiden pada 106 pasien selama profilaksis pertama. Pada baseline. 51 (27. diikuti oleh siku dan pergelangan kaki (keduanya 22. Secara umum.9%) pasien telah menerima profilaksis jangka pendek (profilaksis kurang dari 3 bulan) dan 19 (10. Lebih dari 50% pasien (n = 96) yang menerima pengobatan profilaksis reguler berasal dari Beijing. Selama periode profilaksis pertama. pendarahan pada lutut mencapai proporsi tertinggi (29.08%). jumlah pasien yang menerima pengobatan regular profilaksis mengandung rFVIII menunjukkan kecenderungan meningkat selama beberapa tahun. sedangkan 4 pasien mengalami insiden pendarahan serius. Dari pasien yang disertakan. 2 pasien mengalami pendarahan lokasi yang mengancam jiwa dan berbahaya.4%) pasien telah menerima plasma. di antara semua lokasi pendarahan. .

tergantung pada ketersediaannya.28%) dan 6 (3.7 vs 8.001) dan berat badan (p = 0. yang menurun menjadi 0. analisis statistik tidaklah tepat.5 selama periode profilaksis pertama. Secara keseluruhan.4%) pasien dalam periode profilaksis pertama.33%) pasien pada baseline dan pada akhir penelitian. Dibandingkan dengan baseline. Frekuensi pendarahan dievaluasi dalam hal tingkat perdarahan tahunan (ABR) dan tingkat perdarahan sendi tahunan (AJBR).2.001) dan 50. Data radiografi dan fisik sendi hanya tersedia untuk 34 (18. data skor HJHS dan Gilbert hanya tersedia untuk 15 (8. masing-masing pusat menggunakan skor HJHS atau Gilbert. Skor HJHS dan Gilbert adalah alat yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi sendi di Cina. Evaluasi sendi klinis Data pada sendi target dianalisis dalam kelompok pasien dengan data baseline dan data periode profilaksis pertama.44. jumlah rata-rata sendi target pada baseline adalah 1. Namun. p < 0. profilaksis dengan rFVIII menurunkan ABR secara signifikan sebesar 48.08% (25. Hasil lain yang menarik adalah bahwa jumlah rata-rata penurunan sendi target pada periode profilaksis pertama juga meningkat secara signifikan selama profilaksis dengan kenaikan pada usia (p < 0.36% AJBR (12.91. Kualitas penilaian hidup .75 vs 4. ABR pasien dengan data baseline dan data periode profilaksis pertama disajikan pada Tabel 2. Karena ukuran sampel yang kecil. p < 0. Ini mungkin dikarenakan rendahnya kesadaran akan evaluasi sendi klinis di kebanyakan HTC Cina.001).8%) pasien pada baseline dan 26 (14.003) (Tabel 3).

Tidak satu pun pasien melaporkan ADR non-penghambat tingkat II atau lebih tinggi (Tabel 4). Faktor penting lainnya mencakup kebijakan asuransi medis lokal (9.Evaluasi statistik QoL dengan menggunakan skor CHOKLAT tidaklah tepat.84]). Kuesioner untuk peneliti Kami menyebarkan kuesioner untuk peneliti di setiap pusat untuk mengumpulkan beberapa opini subjektif untuk pilihan pengobatan pasien.1 [1.0 [1. Skor 10 poin digunakan untuk menentukan alasan memilih profilaksis sebagai pengobatan lini pertama pada pasien anak-anak.25]) pada masing-masing 10. Namun. Enam kejadian perkembangan penghambatan terjadi pada 5 pasien: 4 pasien (5 kejadian) mengembangkan penghambat titer rendah dan 1 pasien mengembangkan penghambat titer tinggi.3%) pasien. Paparan inhibitor tercatat 70 hari pada pasien ini. . Pada 11 lokasi.25]). yang dianggap sebagai ADR yang serius. kemampuan ekonomi keluarga (9. persediaan obat yang memadai (8. kepercayaan akan efikasi pengobatan dan kemajuan terkait pada QoL merupakan alasan penting (rata-rata [SD]: 9. Semua kuesioner diisi oleh peneliti utama (PI) atau sub-PI di setiap pusat.2 [1. karena data QoL hanya tersedia untuk sangat sedikit pasien (3 [1. Penilaian keamanan FAS menjalani penilaian keselamatan. Sebanyak 7 ADR terjadi pada 6 (3.8%] selama profilaksis rFVIII pertama).7%] pada baseline dan 5 [2.87]) dan sumbangan (9.14]). 8 .7 dan 7 lokasi.1 [1. tidak ada informasi lebih rinci tentang penghambat. karena sifat penelitian yang retrospektif. Hanya 1 pasien yang memiliki ADR non-penghambat tingkat 1 hemarthrosis dan dikelompokkan dalam muskuloskeletal dan jaringan ikat SOC.7 [1.

merupakan standar emas berbasis bukti untuk memelihara kesehatan sendi pada anak-anak dengan hemofilia berat. Alasan-alasan tersebut dievaluasi menggunakan kuesioner.0 ± 1.38). Mengenai durasi profilaksis. Beberapa manfaat seperti berkurangnya kejadian pendarahan.1 ± 1.77) dan perubahan asuransi medis (9.0 ± 0.7%) peneliti merekomendasikan profilaksis reguler dengan FVIII 11-15 IU/kg dua kali seminggu.7%) peneliti menyarankan profilaksis harus dilanjutkan sampai pasien mencapai usia 18 tahun.9 ± 0.97). kemampuan ekonomi yang tidak mencukupi (skor rata-rata 9.1 ± 1. Semua 12 (100%) peneliti mengetahui profilaksis reguler sebagai pengobatan lini pertama.8).67).7 ± 1. berkurangnya kerusakan sendi dan peningkatan QoL dikaitkan dengan memulai terapi profilaksis sejak dini. kebijakan asuransi lokal yang menguntungkan (9.82) adalah faktor risiko yang paling menonjol. 5 (41.25) dan rekomendasi dokter (9. 8 (66.34).07) dan sumbangan (8. yang dimulai sebelum usia 2 tahun atau pasca terjadinya perdarahan sendi pertama. Pada skala 10 poin.0 ± 1. sesuai dengan pedoman saat ini.12 ± 1.3 ± 0.93).Selama penelitian.14). persediaan obat yang tidak mencukupi (8. Alasan untuk meningkatkan dosis termasuk kegagalan pengobatan di masa lalu (9. Pembahasan Profilaksis primer. beberapa pasien menghentikan pengobatan profilaksis karena beberapa alasan. Kuesioner terpisah digunakan untuk mengumpulkan pendapat umum peneliti tentang profilaksis reguler.1 ± 1. Perawatan hemofilia di Cina tetap kurang optimal karena infrastruktur dan ahli kesehatan yang tidak memadai yang . kebijakan yang lebih baik (8. Beberapa alasan utama memilih profilaksis adalah kepercayaan pada pengobatan (9.7 ± 1. kemampuan ekonomi (9. akhir sumbangan (8.

8%).2% sendi yang terpengaruh. Sebuah studi cross-sectional terkontrol baru-baru ini yang membandingkan pengobatan profilaksis rfVIII primer dan sekunder pada usia yang berbeda versus terapi on-demand menunjukkan kejadian pendarahan sendi tahunan dan skor MRI pada kelompok profilaksis yang lebih rendah. Sampai saat ini. profilaksis dosis rendah jangka pendek dikaitkan dengan penurunan jumlah perdarahan sendi sebesar 83% dan peningkatan fungsi sendi pada 66. pengangguran dan kurangnya akses asuransi kesehatan untuk penderita hemofilia. Di Cina. Bukti dari literatur yang diterbitkan menunjukkan bahwa rFVIII dapat ditoleransi dengan baik. pendarahan hebat (68.dibutuhkan untuk perawatan. dengan respon pengobatan yang sangat baik dan risiko infeksi virus yang lebih rendah yang terkait dengan pdFVIII. Penelitian ini akan membantu untuk memahami keefektifan perawatan dan keamanan perawatan rFVIII di dunia nyata pada pasien HA di China.7% sendi pada pasien Cina dengan HA. Dalam penelitian lainnya. wabah kasus hepatitis telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter mengenai penatalaksanaan hemofilia. profilaksis primer menunjukkan efek perlindungan terhadap kerusakan sendi. Meskipun tersedianya berbagai modalitas pengobatan. profilaksis dosis rendah jangka pendek secara signifikan menurunkan kejadian hemarthrosis (78. Perbaikan baik hingga sedang terlihat pada 23. Di antara kelompok profilaksis. kecacatan. efektif. terapi sebagian besar terkait dengan pengobatan on-demand dan dikombinasikan dengan hasil perawatan kesehatan yang terbatas. Kurangnya perawatan dapat menimbulkan lingkaran setan karena kurangnya perawatan. rFVIII dua kali seminggu atau profilaksis tiga kali seminggu ditemukan lebih unggul dalam mengurangi ABR median sebesar 97% dibandingkan dengan terapi on-demand.9%) dan meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari pada pasien pediatrik .

9%).2. Selain itu. Namun. Oleh karena itu. Studi klinis rFVIII dalam penelitian lain juga melaporkan penurunan >50% pada ABR dari baseline. profilaksis rFVIII jangka pendek dan dosis rendah menurunkan jumlah pendarahan sendi.81 IU/kg). profilaksis dosis menengah dan standar memiliki kepatuhan lebih tinggi dan memperbaiki QoL lebih banyak daripada profilaksis jangka pendek dosis rendah.3% pasien dengan HA berat. efeknya dilaporkan pada pasien berusia 12-65 tahun dan dengan dosis yang sedikit lebih tinggi (median 30.Cina dengan HA sedang sampai berat. yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat perkembangan penghambat pada pasien negara barat (11. walaupun profilaksis jangka pendek aman dan efektif. seperti di negara-negara berkembang. Pengembangan penghambat dianggap sebagai salah satu komplikasi serius dengan regimen pengobatan rFVIII. Perbandingan temuan dari penelitian-penelitian ini dan penelitian kami mencerminkan bahwa. profilaksis dosis rendah juga bisa menjadi pengganti profilaksis standar bila profilaksis standar tidak tersedia. 45. negara-negara berkembang seperti Cina dapat mencoba perubahan strategi dosis untuk rFVIII dengan perbaikan kondisi ekonomi.2 IU/kg]) dibandingkan dengan penelitian kami (25.15 ± 10. Pengobatan profilaksis individual dengan rFVIII dosis tinggi juga dikaitkan dengan penurunan ABR sebesar >70% pada pasien dengan HA berat. Sedangkan untuk AJBR. yang sesuai dengan temuan sebelumnya. Dalam penelitian retrospektif kami.87 [21. Sebuah studi sebelumnya di Cina melaporkan perkembangan inhibitor pada 4. ABR dan AJBR. sebuah penelitian retrospektif pada populasi negara barat melaporkan AJBR ≥2 pada pasien dengan target sendi ≥1 diberikan dosis rfVIII yang lebih tinggi (~36 IU/kg). tidak ada peningkatan dalam konsumsi faktor dibandingkan dengan periode terapi on-demand. Literatur yang dipublikasikan mengutip bahwa hingga sebesar 30% pasien . Di sisi lain.

7%. Gilbert. dan kejadian penghambat menambah kekuatan penelitian ini. Kedua. aktivitas dan data penilaian QoL. Kedua.dengan HA mengembangkan antibodi penghambat terhadap faktor VIII. Selain itu. temuan ini penting dalam memahami peran profilaksis pada populasi pediatrik di China. QoL. Dalam analisis kami. karena sejumlah kecil pasien dengan fungsi sendi. Lebih jauh lagi. penelitian ini mencakup kerangka waktu yang besar sejak persetujuan rFVIII pertama di Cina. Pertama. . acak. keterjangkauan ekonomi masih menjadi alasan utama yang mempengaruhi pilihan profilaksis. Hal ini sesuai dengan pengamatan yang dilaporkan pada penelitian sebelumnya. besar. Kejadian penghambat yang rendah terlihat karena populasi sebelumnya diobati dengan faktor. karena data ini didapatkan pada sedikit pasien. hanya sebagian kecil (2. maka sulit untuk mengevaluasi secara obyektif peningkatan fungsi sendi. yang menggambarkan situasi nyata dari profilaksis dengan rFVIII. sedangkan literatur melaporkan tingkat kejadian penghambat yang rendah pada pasien dengan HA yang diobati sebelumnya (PTP). terbukti bahwa praktisi Cina memiliki kesadaran yang tidak optimal tentang fungsi sendi dan penilaian QOL. evaluasi kriteria yang relevan seperti skor ABR. Pertama. Penelitian kami memiliki beberapa keterbatasan. Kejadian pembentukan penghambat juga bisa rendah karena rancangan retrospektif penelitian ini. sifat retrospektif dari penelitian ini menuntut konfirmasi temuan melalui penelitian prospektif. partisipasi aktivitas dan QoL pada pasien. Tingkat kejadian yang rendah ini disebabkan oleh paparan rFVIII yang lebih dini. 6 kejadian pada 5 pasien) pasien Cina yang mengembangkan penghambat. HJHS. Penelitian ini memiliki kekuatan tertentu. Sementara sejumlah faktor tampaknya mempengaruhi pilihan untuk profilaksis.

rFVIII aman dan minim kejadian perkembangan penghambat. Secara keseluruhan. dan memperbaiki QoL pada pasien pediatrik Cina dengan HA. . mengurangi jumlah sendi target.Kesimpulan Temuan penelitian menunjukkan bahwa dosis pemberian rFVIII efektif dalam hal menurunkan frekuensi pendarahan sendi dan semua pendarahan.