You are on page 1of 33

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. JL
Umur : 62 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tanggal lahir : Pontianak, 09 Agustus 1956
Status perkawinan : Belum menikah
Pendidikan Terakhir : ITS Surabaya (hanya sampai semester 9)
Pekerjaan : Tidak ada
Suku/Bangsa : Minahasa / Indonesia
Alamat :Jl. Sea. Kelurahan Malalayang I, Kecamatan Malalayang
Agama : Kristen Katolik
Tanggal Datang di Poli : 6 Maret 2018
Tanggal Pemeriksaan : 11 Maret 2018
Tempat pemeriksaan : Rumah Pasien
No. Telepon : 08539556xxxx (Kakak pasien)

Riwayat psikiatri diperoleh melalui:

1. Autoanamnesis dengan penderita pada tanggal 11 Maret 2018 di rumah pasien.

2. Alloanamnesis dengan Kakak pasien bernama, Denny Londok umur 67 tahun,

dilakukan pada tanggal 11 Maret 2018 di rumah pasien.

II. Keluhan Utama :

Berbicara sendiri sejak 26 tahun yang lalu.

III. Riwayat Gangguan Sekarang

1

Pasien datang dibawa oleh kakaknya ke RSJ Ratumbuysang dengan keluhan sering

bicara sendiri. Pasien mengatakan ia sedang memarahi makhluk-makhluk yang berupa

uap putih yang terus berseliweran di dekatnya. Menurut pasien makhluk-makhluk itu

sudah ada sejak 26 tahun yang lalu dan sekarang sudah mulai berkurang. Kakak pasien

mengatakan, pasien lebih sering berbicara sendiri saat sore hari.

Pasien juga mengatakan ia sering mendengar bisikan laki-laki yang berulang-ulang

mengejek dirinya, kata-kata yang sering diucapkan bisikan itu antara lain, “Dasar tidak

terkenal”, “Terlambat”. Tapi menurut pasien ia tidak dapat melihat sumber suara tersebut.

Selain itu pasien mengatakan ada sebuah “vision” yang masuk ke dalam kepalanya

dan melihat-lihat isi dalam kepalanya. menurut pasien “vision” itu adalah bayangan.

Pasien tidak dapat melihat vision tersebut tapi ia merasakan kepalanya menjadi dingin

saat vision itu masuk ke dalam kepalanya.

Gejala-gejala tersebut sudah muncul pada pasien sejak tahun 1992Pasien baru

dibawa kakaknya ke RSJ Ratumbuysang pada 31 Januari 2018, dengan alasan baru ada

BPJS

IV. Riwayat Gangguan Sebelumnya

1. Riwayat gangguan psikiatri

Pada tahun 1980 pasien kuliah ITS Surabaya hingga tahun 1985 (semester 9),

saat itu kakak pasien menerima informasi dari teman-teman pasien bahwa mulai ada

perubahan perilaku pada diri pasien seperti mulai bicara sendiri, lalu pasien berhenti

kuliah dan pergi ke Jakarta, tinggal di rumah kakaknya. Pasien berada di Jakarta

hingga tahun 1989 di rumah kakak pertamanya. Saat di rumah kakaknya di Jakarta

2

pasien sehari-hari lebih banyak berdiam diri dan juga sering berbicara sendiri. Kakak

pasien tidak membawa pasien berobat karena merasa kondisi pasien masih belum

terlalu mengganggu, hingga akhirnya pasien membakar gorden rumahnya, lalu

akhirnya meminta kakak kedua pasien untuk menjemput pasien untuk kembali ke

Manado.

Saat di Manado pasien tidak langsung berobat oleh keluarganya, karena alasan

susahnya pembiayaan saat itu. Lalu pada tahun 1992 pasien dibawa oleh kakak

keduanya ke RSJ Ratumbuysang karena perilaku seperti berbicara sendiri menjadi

semakin parah. Pasien dirawat selama 1 minggu di rumah sakit, tapi sudah keluar dari

RS sebelum sembuh karena alasan biaya. Pasien mendapat obat dan rutin minum obat

selama 1 minggu, pasien menjadi lebih tenang setelah minum obat. Kemudian putus

obatt setelah itu. Pasien dan kakaknya sudah lupa akan nama obat yang diminum saat

itu.

Pada tanggal 31 Januari 2018 pasien dibawa kembali ke UGD Ratumbuysang

oleh kakak kedua pasien dengan keluhan yang sama yaitu bicara sendiri. Pasien

dibawa oleh kakaknya karena sekarang sudah ada BPJS dan kakak pasien merasa

kasihan akan kondisi adiknya dan tidak ingin adiknya terus menerus seperti itu.

Selain bicara sendiri pasien juga sering mendengar bisikan seorang laki-laki yang

tidak dapat dilihat asalnya, dan melihat makhluk-makhluk seperti uap putih yang

terus berseliweran di sekelilingnya, serta merasa ada vision yang masuk ke dalam

kepalanya dan melihat isi kepalanya.

2. Riwayat gangguan medis

3

b. Kakak pasien mengatakan sewaktu kecil pasien tidak dimanja. 3. 4 . Pasien lahir spontan. kejang. Tidak mengalami kelainan dan cacat bawaan saat lahir. tidak juga terlalu dimanja. Pasien juga mengonsumsi kopi tapi tidak rutin. Masa kanak-awal (usia 0-3 tahun) Pasien dibesarkan dan diasuh oleh orangtuanya. kecelakaan lalu lintas. ditolong oleh dokter. Masa kanak pertengahan (usia 4-11 tahun) Pasien masuk SDRK 13 Manado pada usia 6 tahun. tidak terlampau keras. dan mendapat perlakuan sama seperti saudara- saudara lainnya. Ibu kandung pasien selama hamil sehat. Riwayat Kehidupan Pribadi a. Kakak pasien juga mengatakan pasien tidak mengalami keterlambatan bicara maupun berjalan c. Riwayat penggunaan zat psikoaktif Pasien merokok 20 batang per hari. Pasien tidak minum alkohol atau narkoba V. Tidak ada riwayat trauma kepala ataupun. biasanya dalam seminggu hanya 3x. Pasien lahir dalam keadaan sehat. di RS Pontianak. Prenatal dan perinatal Pasien adalah anak kelima dari delapan bersaudara. penyakit malaria dan gangguan organ tubuh. Pasien merupakan anak yang biasa-biasa saja di sekolah dan tidak pernah tinggal kelas. Orang tua pasien mendidik anak-anaknya biasa-biasa saja. cukup bulan.

4. Pasien pernah ikut dengan teman-temannya untuk bermain di luar. Tapi pernah dekat dengan cewek saat SMA tapi sudah berhenti berhubungan saat pasien sudah kuliah 3.. ia merasa tidak nyaman saat bermain bersama temannya. Saat SMA pasien bersekolah di STM hingga lulus. Riwayat psikoseksual Orientasi seksual pasien adalah lawan jenisnya yang sebaya. dan hanya bergaul dalam kelompok- kelompok kecil karena merasa tidak nyaman untuk bergaul dengan banyak orang. Pasien tidak tinggal kelas. Pasien berkata ia tidak pernah pacaran. di sekolah pasien merupakan anak yang biasa dan tidak menonjol di kelas. Saat kecil pasien tidak memiliki teman akrab. Riwayat Pekerjaan Pasien saat ini tidak memiliki pekerjaan. Pasien lebih senang bermain sendiri di rumahnya. Riwayat Masa Dewasa 1. 2. Kehidupan beragama 5 . tapi ia merasa ingin cepat-cepat pulang. Saat SMP pasien mengatakan tidak memiliki banyak teman. d. e. Saat SMP pasien juga tidak pernah tinggal kelas. Masa kanak akhir dan remaja Pasien masuk sekolah menengah pertama (SMP) Manado Selatan. Riwayat perkawinan Pasien belum menikah.

7. Riwayat kehidupan sosial Saat ini pasien tidak pernah berinteraksi sama sekali dengan tetangga-tetangganya 6. 6 . Hubungan dengan kakak keduanya baik-baik saja. Pasien beragama Kristen Katolik tapi saat ini pasien sudah tidak pernah ibadah lagi. Orang tua pasien sudah meninggal. Saat sebelum sakit pasien mengatakan ia rajin mengikuti ibadah. Sehari-hari pasien hanya lebih banyak berdiam diri. Riwayat keluarga Pasien adalah anak kelima dari delapan bersaudara. Tapi keluarganya yang lain tidak pernah datang berkunjung lagi ke tempatnya. tetapi terkadang pasien mengusir kakaknya karena merasa terganggu. pasien termasuk golongan keluarga dengan finansial yang kurang. 5. Silsilah Keluarga/ Genogram . Riwayat pelanggaran hukum Pasien berkata tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Situasi kehidupan sekarang Pasien tinggal di rumah peninggalan orang tua bersama kakaknya. 8.

Presepsi pasien tentang diri dan kehidupannya 1) Persepsi persisten pasien terhadap diri dan kehidupannya Pasien mengatakan bahwa dirinya sedang sakit karena sering mendengar bisikan- bisikan.Keterangan = Laki-laki = Perempuan = Pasien Denah Rumah Tempat Tidur Pasien WC F. dan harus minum obat untuk sembuh 2) Persepsi pasien terhadap keluarganya 7 .

Deskripsi Umum a) Penampilan Pasien adalah seorang laki-laki. dewasa. 2. berkulit sawo matang. b) Kesadaran Compos Mentis. Status Mental 1. tampak sesuai usianya. hal ini terlihat dari perhatian yang diberikan kakaknya seperti membeli makanan untuk pasien. rambut hitam. Menurut kakak pasien keluarga lainnya sudah tidak pernah datang lagi ke tempat pasien untuk melihat kondisinya VI. Pasien mengatakan ia menyayangi keluarganya dan memiliki keinginan untuk mengunjungi adik bungsunya yang saat ini sudah lumpuh dan tak bisa kemana-mana. Mood dan Afek a) Mood : Hipotimia 8 . serta memberikan obat secara teratur untuk diminum pasien. Terlihat merenung dan hanya melakukan kontak mata dengan pemeriksa saat ditanya. tetapi pasien mengatakan ingin sembuh dahulu baru pergi mengunjungi adiknya.. 3) Persepsi keluarga terhadap pasien Kakak kedua pasien sangat mendukung pasien untuk sembuh. c) Perilaku dan aktivitas psikomotor Pasien duduk.

volume kecil. tapi tidak memiliki pandangan kosong c) Kesesuaian : Serasi 3. Fungsi Kognitif a) Orientasi  Orientasi waktu : Baik. b) Perhatian Ketika wawancara berlangsung pasien dapat memusatkan perhatian. Artikulasi cukup jelas. pasien dapat mengingat hal-hal yang terjadi saat masa perkuliahannya 9 . Pasien lebih banyak diam merenung selama wawancara tetapi dapat menjawab saat ditanya pemeriksa b) Afek : Menyempit Pasien kurang mampu mengekspresikan emosinya secara luas. Pembicaraan Selama wawancara pasien menyimak pertanyaan.  Orientasi tempat : Baik. isi pembicaraan sempit. 4. Pasien dapat mengenali kakaknya.  Orientasi orang : Baik.  Daya konsentrasi : Baik. Pasien tahu waktu saat pemeriksaan dan dapat membedakan siang dan malam. Pasien mengetahui dimana dia saat ini. c) Daya ingat  Jangka panjang : cukup baik. tetapi dijawab dengan singkat.

5. Wheezing -/- Abdomen : Datar. lemas.  Jangka pendek : cukup baik.7ºC Kepala : Konjungtiva anemis (-). dan juga ada rajin minum obat agar bisa sembuh) 6. VII. R : 20 x/m S : 36. Taraf dapat dipercaya Pasien dapat dipercaya. N : 78 x/m. bising (-) Paru : Suara pernapasan vesikuler. hepar dan lien : tidak teraba 10 . peristaltik (+) normal. pasien dapat mengingat aktivitas yang dilakukannya pada pagi hari setelah bangun. Tilikan Tilikan 6 (pasien mengakui dirinya sakit. sklera ikterus (-) Thoraks : Simetris kiri = kanan Jantung :SI-SII regular normal. Pemeriksaan Fisik a) Status Interna Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Tanda vital : T : 120/70 mmHg. ronki -/-.

edema (-). searah. n. turgor kembali cepat < 2 detik. okulomotorius (N. abducens (N. reflex cahaya (+/+) 3. Ekstremitas : Akral hangat. GCS : E4M6V5 2.VIII) Selama wawancara pasien dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendengaran pasien normal.II) Tidak dievaluasi  N.IV). olfaktorius (N. b) Status Neurologi 1. glosssopharyngeus (N. isokor.  N. Pemeriksaan nervus kranialis  N. maupun menabrak benda disekitarnya  N. trochlearis (N.V) Selama wawancara berlangsung terlihat wajah pasien simetris.I) Tidak dievaluasi  N. vestibulocochlearis (N.III). tidak terjatuh. optikus (N. pupil bulat. n. Saat berjalan pasien terlihat stabil. trigeminus (N.IX) Tidak dilakukan evaluasi 11 .VII) Selama wawancara berlangsung terlihat wajah pasien simetris.VI) Selama wawancara dapat diamati bahwa pasien memliki gerakan bola mata yang wajar  N. facialis (N. Mata : Gerakan normal.  N. diameter 3mm/3mm.

Ekstrapiramidal sindrom : Tidak ditemukan ada gejala ekstrapiramidal (tremor. 12 . Keluhan ini dialami pasien sejak tahun 1985. Pasien merupakan anak kelima dari 8 bersaudara. bradikinesia. rigiditas) VIII. hal ini menandakan bahwa fungsi Nervus Aksesorius pasien dalam keadaan normal  N. Ikhtisar Penemuan Bermakna Berdasarkan anamnesis didapatkan pasien laki-laki umur 62 tahun. Pasien mengatakan iya sedang memarahi makhluk-makhluk berupa uap putih yang terus berseliweran di dekatnya. vagus (N. namun baru dibawa ke RSJ Ratumbuysang pada bulan Januari 2018 karena alasan biaya dan pasien baru memiliki BPJS akhir-akhir ini.  N. Suku minahasa dan beragama Kristen Katolik.XII) Tidak dilakukan evaluasi. Saat ini pasien tinggal bersama kakak keduanya. hanya sampai semester 9.XI) Selama wawancara berlangsung terlihat bahwa pasien dapat menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan. belum menikah. pendidikan terakhir di Institut Teknik Sepuluh November Surabaya. aksesorius (N.X) Tidak dilakukan evaluasi  N. Pasien dibawa oleh kakaknya ke UGD RSJ Ratumbuysang dengan keluhan sering bicara sendiri. jurusan teknik arsitek tapi tidak selesai. Pasien tidak memiliki pekerjaan. hypoglossus (N.

Tetapi pasien mengatakan ia pernah dekat dengan seorang wanita. Saudara lainnya juga seperti itu. karena menurutnya ia terganggu dengan suara-suara yang dibuat kakaknya 13 . Hubungan mereka tidak berlanjut karena pasien harus lanjut kuliah di Surabaya. Pasien hanya bergaul di dalam kelompok kelompok kecil dan mengatakan ia memang mengalami kesulitan dalam bergaul karena merasa tidak nyaman jika terlalu lama bersama teman-temannya. Saat kecil pasien tidak memiliki teman akrab. ia mengatakan seperti bayangan. pasien tumbuh tanpa ada keterlambatan. Saat ditanya pasien mengatakan apa yang dimaksud dengan vision. pasien merupakan anak yang biasa-biasa saja di sekolahnya. Pada masa kanak awal. Saat kuliah pasien tidak pernah dekat dengan wanita. Pasien lebih sering bermain sendiri di rumah dibanding di luar. Pasien mendapat kasih sayang yang cukup dari orang tuanya tapi tidak telalu intens karena memiliki jumlah saudara yang cukup banyak. “terlambat”. Pasien mengatakan ia terus mendengar bisikan seorang laki-laki yang mengejek dirinya dengan kata-kata seperti “dasar tidak terkenal”. Pasien juga merasakan ada vision yang masuk ke kepalanya melalui dahi dan melihat-lihat isi kepalanya. Saat ini pasien tinggal bersama kakaknya. Ia merasakan kepalanya menjadi dingin saat vision tersebut masuk ke kepalanya. tidak pernah tinggal kelas dan juga sampai lulus SMA. Pasien tidak pernah memliki pacar. Tapi terkadang pasien mengusir kakaknya tersebut. Tapi pasien tidak dapat melihat sumber suara orang tersebut. Karena ia merasa tidak nyaman saat bermain bersama teman-temannya. Pada masa kanak akhir dan remaja. Pasien merupakan anak yang penurut dan pendiam tidak seperti para saudaranya. tidak ada yang mendapat perhatian khusus.

Di keluarga hanya pasien yang sakit seperti ini. didapatkan. selain itu pasien juga tidak menggunakan obat-obat maupun zat yang mempengaruhi kondisi jiwanya. Sehari-hari pasien sering menulis di kertas. dengan kulit sawo matang. Tetapi saat pemeriksaan gejala-gejala seperti bicara kacau sudah sangat berkurang. dimana penilaian tentang gangguan klinis dan kondisi lain yang menjadi fokus perhatian klinis. berarti diagnosis gangguan mental organik dapat disingkirkan. terlihat merenung dan hanya melakukan kontak mata dengan pemeriksa saat ditanya. Pada pasien terdapat gejala berupa bicara kacau dan halusinasi. Fungsi kognitif secara umum baik. Pasien menjawab dengan volume kecil. dan pasien rajin minum obat teratur agar dirinya bisa sembuh. dan dijawab dengan singkat. Dan awal gejala psikotik terjadi 62 tahun 14 . Saat wawancara pasien duduk. halunasi auditoriks dan visual(+). Pasien sadar dirinya sakit dan membutuhkan pengobatan. sehari-hari seperti berjalan. dan rambut berwarna hitam. Berdasarkan wawancara diketahui status mental pasien antara lain. yang merupakan 2 dari 5 gejala dari skizofrenia menurut DSM-IV. pasien tidak memiliki gangguan yang disebabkan oleh kelainan organik yang terkait gejala yang dirasakannya. Derajat tilikan 6. Isi tulisan berupa tugas-tugasnya saat kuliah. Pada saat wawancara pemeriksa pasien suasana mood hipotimia. Selain itu aktivitas pasien dan interaksi sosial pasien menjadi berkurang sejak mulai berbicara kacau. pasien juga mengatakan bisikan yang didengarnya sudah berkurang dibandingkan saat sebelum masuk rumah sakit. afek menyempit. Formulasi Diagnostik Pada aksis I. penampilan sesuai dengan usianya. dan menjawab sesuai pertanyaan. IX. artikulasi baik.

Pada aksis V. Pada aksis II. yaitu Global Assessment of Functioning (GAF) scale. kriteria diagnostik pasien ini adalah skizofrenia residual. dan hanya memiliki sedikit teman. GAF scale high level past year (HLPY): 60-51 pasien pernah berperilaku kacau seperti membakar gorden di rumah kakaknya dan gejala bicara kacau lebih berat pada masa lampau. baik di rumah maupun di sekolah. pasien adalah tipe orang yang cenderung pendiam dari saat kecil. sehingga berdasarkan DSM-IV. Pada aksis II pasien mempunyai ciri kepribadian skizoid. X. pasien mengalami gejala dan disfungsi sosial yang lebih berat di masa lampau XI. Pasien mengatakan ia merasa sulit untuk bergaul. Current: 70-61 pasien mengalami gangguan ringan dalam fungsi sosial dan masih mendengar bisikan serta bicara kacau namun sudah lebih ringan. Pada aksis III. pasien mengalami gejala ringan dan disfungsi sosial yang ringan GAF scale HLPY 60-51. ditemukan masalah pada saat pasien masih kuliah yaitu pernah diusir keluar kelas oleh dosennya karena tidak mengerjakan tugas dan terlambat masuk . pasien tidak memiliki gangguan kondisi fisik atau medis umum. halusinasi auditorik dan visual Lingkungan & sosial ekonomi :pasien kesulitan berinteraksi sosial 15 . yang lalu. Diagnosis Multiaksial Aksis I : Skizofrenia residual Aksis II : ciri kepribadian skizoid Aksis III : tidak ada gangguan kondisi fisik atau medis umum Aksis IV : masalah dengan dosen saat masa perkuliahan Aksis V : GAF scale current 70-61. Pada aksis IV. Problem Organobiologi :tidak ada Psikologi :bicara kacau.

Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. Rencana Terapi a) Psikofarmako  Risperidon 2mg 2x1  Trihexypenidyl (THP) 2mg 2x1 b) Psikoterapi dan Intervensi Psikososial 1. Dengan demikian frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti marah- marah tanpa sebab. Perilaku adaptif didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. Terapi Kelompok Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. khususnya lama dan kecepatannya c. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku. Terapi Perilaku Terapi perilaku menggunakan latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. seperti hak istimewa dan rawat jalan di rumah sakit. b. dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat terapi keluarga yang singkat namun intensif. dan komunikasi interpersonal. berbicara sendiri dapat dihindari. latihan praktis. Psikoterapi Individual 16 . terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. masalah dan hubungan dalam kehidupan nyata. bukannya dalam cara interpretatif. Terapi Berorientasi Keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. Topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. kemampuan diri sendiri. d. atau suportif. meningkatkan rasa persatuan dan meningkatkan tes realita bagi pasien skizofrenia. Psikoterapi a.XII.

bermusuhan. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada kehangatan persahabatan berlebihan yang tidak tepat. Menegakan hubungan seringkali sulit dilakukan. PROGNOSIS  Ad vitam : dubia ad bonam  Ad fungsionam : dubia ad bonam 17 .  Memberikan dukungan untuk meningkatkan rasa percaya diri. serta pentingnya kepatuhan dan keteraturan minum obat. Intervensi Psikososial a. Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan didalam pengobatan pasien non-psikotik. pengamantan dari jauh yang cermat. Terhadap Keluarga Pasien  Dengan psiko-edukasi yang menyampaikan informasi kepada keluarga mengenai berbagai kemungkinan penyebab penyakit. melainkan adanya ketidakseimbangan neurotransmitter otak sehingga memunculkan gejala yang aneh. perjalanan penyakit. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga.  Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa putus asa dan agar semangat juangnya dalam menghadapi hidup ini tidak kendur. atau teregresi jika ada yang mendekati. 2. XIII.  Meminta keluarga untuk tetap memastikan pasien tetap berada dalam pengawasan keluarga  Memberikan edukasi kepada keluarga bahwa penyakit pasien bukanlah berhubungan dengan hal-hal gaib. Perintah sederhana. cemas. b. ketulusan hati. efek samping yang kemungkinan muncul. Terhadap Pasien  Memberikan edukasi terhadap pasien agar memahami gangguannya lebih lanjut. kesabaran. perbaikan fungsi sosial dan pencapaian kualitas hidup yang baik. dan pengobatan sehingga keluarga dapat memahami dan menerima kondisi pasien untuk minum obat dan kontrol secara teratur serta mengenali gejala-gejala kekambuhan. cara pengobatannya.

Kriteria diagnostik skizofrenia berdasarkan DSM-IV. rajin untuk minum obat. Halusinasi 3. atau perawatan diri. ANJURAN Dianjurkan kepada keluarga pasien agar mengawasi pasien dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Formulasi diagnostik ini berdasarkan DSM-IV.2-2. Memberikan nasehat edukasi pada pasien agar mengerti keadaannya. sebagai berikut:2 a. Gejala negatif b. karena pasien membutuhkan dorongan motivasi untuk dapat sembuh dan tidak terbeban dengan masalahnya. Selama sebagian waktu yang signifikan sejak onset gangguan. 1 Sebagian kecil dari kehidupan mereka berada dalam kondisi akut dan sebagian besar pasien berada lebih lama (bertahun-tahun) dalam fase residual yaitu fase yang memperlihatkan gambaran penyakit yang “ringan”. (2) dan (3) harus ada: 1.% dalam berbagai studi besar. Setidaknya salah satu dari gejala (1). DISKUS 1) Formulasi Diagnostik. Prevalensi skizofrenia berada dalam rentang antara 0. Perilaku katatonik 5. hubungan interpersonal. Waham 2. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. 18 . Bicara kacau 4. XV. nyata dibawah tingkat dicapai sebelum onset. Memberikan pengertian kepada keluarga akan pentingnya peran keluarga pada perjalanan penyakit. fungsi dari satu atau lebih area. masing-masing ada selama sebagian waktu yang signifikan selama periode satu bulan (atau kurang jika berhasil diobati). seperti pekerjaan. Terdapat dua (atau lebih) gejala berikut.  Ad sanationam : dubia ad bonam  XIV.

atau 2) jika episode mood telah terjadi selama gejala fase aktif. namun dalam bentuk yang lebih ringan. Tidak adanya delusi yang menonjol. e. dan perilaku yang sangat tidak terorganisir atau katatonik. Jika terdapat riwayat gangguan spektrum autis atau gangguan komunikasi dari onset anak. 19 . d. Gangguan skizoafektif dan gangguan depresif atau bipolar dengan gejalan psikotik harus dikesampingkan karena salah satu 1) tidak ada episode depresif atau maik yang telah terjadi bersama-sama dengan gejalan fase aktif. gangguan persepsi). ucapan yang tidak terorganisir. tambahannya gejala skizofrenia ada setidaknya 1 bulan (atau kurang jika berhasil diobati). Gangguan ini tidak disebabkan oleh pengaruh zat (misalnya penyalahgunaan obat.c. hadir dalam bentuk yang lebih ringan (misalnya waham. f. Periode 6 bulan ini harus termasuk setidaknya 1 bulan gejala (atau kurang jika berhasil diobati) dan ada kriteria a) (gejala fase aktif) dan mungkin termasuk periode prodormal atau gejala negatif. yang ditunjukkan dengan adanya gejala negatif yaitu dua atau lebih gejala yang tercantum di Kriteria A untuk Skizofrenia. Pasien ini didiagnosis dengan Skizofrenia residual karena didapatkan kesesuaian dengan kriteria diagnosis diatas. halusinasi auditorik dan visual. Tanda-tanda terus-menerus dari gangguan ini menetap setidaknya 6 bulan. halusinasi. Kriteria diagnosis untuk skizofrenia residual yaitu:3 a. Awal gangguan juga terjadi 33 tahun yang lalu. b. tambahan diagnosis dari skizofrenia dibuat hanya jika waham atau halusinasi menonjol. yaitu antara lain pada pasien didapatkan gejala- gejala seperti bicara kacau. medikasi) atau kondisi medis lain.Ada bukti gangguan yang berlanjut. mereka telah ada selama minoritas dari total durasi periode aktif dan residual dari penyakit.

Pasien juga diberikan Trihexyphenidyl (THP) 2mg 2x1 yaitu golongan obat antiparkinson. Psikoterapi  Ventilasi : memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan perasaan dan keluhannya sehingga pasien merasa lega. mengurangi kegoyahan dan gelisah yang dapat disebabkan oleh beberapa obat antipsikotik. Psikofarmaka Dalam kasus ini diberikan Risperidon 2 mg 2x1 tablet/hari sebagai obat anti psikosis. dosis dapat dinaikkan bertahap bila tidak terjadi perubahan ketika diobservasi selama 3-5 hari.5  Konseling : memberikan penjelasan kepada pasien sehingga dapat membantu pasien dalam memahami penyakit dan cara mengatasinya. Trihexyphenidyl digunakan untuk mengatasi efek samping ekstrapiramidal.5 2. Psikoterapi 1.2) Rencana Terapi a.4 b. Sosioterapi Memberikan penjelasan kepada keluarga dan orang disekitar tentang penyakit pasien sehingga dapat memberikan dukungan moral dan menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat membantu proses penyembuhan.6 20 .

Wawancara Psikiatri Wawancara dilakukan di rumah pasien pada 11 Maret 2018 pukul 13. tujuan saya datang ke rumah bapak yaitu untuk mengetahui perkembangan kondisi bapak setelah keluar dari Rumah Sakit. Saya akan menanyakan beberapa hal kepada bapak. Saya dokter muda Ferdian.XVI. nama lengkap bapak? P : Jimmy Londok D : Tempat tanggal lahir bapak? P : Pontianak.00 WITA Keterangan: D : Pemeriksa (dokter muda Ferdian) P : Pasien K : Kakak pasien D : Selamat siang bapak. 19 Agustus 1956 D : Bapak sudah menikah? P : Belum dokter 21 . Apakah bapak setuju? P : Iya dokter D : Baiklah pertama saya akan menanyakan mengenai identitas bapak.

D : Pendidikan terakhir bapak bagaimana? P : Saya kuliah di ITS Surabaya dok sampai semester 9 D : Pekerjaan bapak sekarang apa? P : Tidak ada dokter D : Bapak suku minahasa ya? P : Iya dokter D : Agama bapak? P : Katolik dok D : Oke sekarang saya akan mulai menanyakan tentang kondisi bapak ya. yang kesana kemari berseliweran D : Oh jadi bapak memarahi makhluk-makhluk tersebut supaya menjauuh dari bapak? P : Iya dokter D : Apakah bapak Jimmy berbicara sendiri terus sepanjang hari? K : Tidak dokter. Jimmy sering berbicara sendiri itu biasanya saat sore D : Selain itu apakah bapak pernah mendengar bisikan? 22 . tapi baru dibawa ke Rumah Sakit Ratumbuysang waktu Januari lalu dok. Sebenarnya pertama dia mulai begini itu waktu masih kuliah di ITS Surabaya dok tahun 1985. karena baru ada BPJS. karena terus terang saja untuk pembayaran susah dok kalau tanpa BPJS D : Bapak bicara sendiri kenapa? P : Marah dok D : Marahnya sama siapa? P : Makhluk-makhluk seperti uap putih dok. Waktu bapak Jimmy masuk rumah sakit Ratumbuysang itu karena apa? K : Dia sering bicara sendiri dokter.

yang menurut bapak mengganggu? P :Ada vision masuk ke dahi saya dokter.P : Iya dok D : Suaranya laki-laki ato perempuan pak? P : Laki-laki D : Bisikannya seperti apa? Apa menyuruh bapak untuk melakukan sesuatu? P : Tidak dok. hanya melihat-lihat isi kepala saya saja D : Selain itu ada lagi yang bapak rasakan? P : Tidak dok D : Pak Denny awal kejadian waktu Pak Jimmy mulai sakit itu bagaimana? K : Itu saat dia kuliah di ITS Surabaya dokter saat semester 9 temannya yang sama- sama dari manado menghubungi saya terus mengatakan “Coba datang lihat si 23 . hanya seperti mengejek D : Kata-katanya seperti apa pak? P : Dasar tidak terkenal!. terus melihat-melihat isi kepala saya D : Apa yang bapak maksud dengan vision? P : Seperti bayangan putih dok D : Apakah bapak melihat bayangan putih itu masuk ke kepala bapak? P : Tidak dok. terlambat! D : Apakah bapak bisa melihat sumber suaranya? P : Tidak dokter. saya hanya merasakan kepala saya menjadi dingin saat vision itu masuk ke kepala saya D : Apakah vision itu dapat mengendalikan pikiran atau tingkah laku bapak? P : Tidak dokter. hanya ada suara tapi tidak ada orang nya D : Selain itu apalagi yang bapak rasakan.

Jimmy sudah pergi ke kakaknya yang di Jakarta dan tinggal disana. Jimmy dia sudah mulai aneh”. jadi terkendala masalah biaya. jadi kakak bilang Jimmy harus dibawa pulang ke Manado. karena waktu itu ekonomi kami sangat susah. tapi hanya selama 1 minggu dirawat sudah keluar karena alasan biaya juga dok. Dan saya menjemputnya untuk balik. Lalu berobat lagi nanti 28 Januari lalu. D : Apakah pak Jimmy pernah mengalami kecelakaan? Atau pernah sakit seperti kejang atau malaria? K : Tidak pernah dokter D : Apa pak Jimmy merokok? K : Iya dokter sehari itu biasanya sampai 20 batang D : Kalau minum alkohol atau narkoba begitu pernah pak? P : Tidak dok D : Pak Jimmy lahir dimana? Apa di rumah sakit? 24 . Tapi sebelum saya sempat menjenguknya di Surabaya. D : Apakah setelah di Manado bapak Jimmy langsung dibawa berobat? K : Tidak dokter. Jimmy di rumah itu cuma diam-diam tak beraktivitas. Menurut ceritanya kakak. tapi setelah itu sudah tidak minum obat lagi. kakak tidak membawa Jimmy berobat karena ia rasa sakitnya Jimmy itu belum terlalu mengganggu. Tapi akhirnya saya bawa juga ke Ratumbuysang waktu 1992 karena saya lihat berbicara sendirinya itu makin parah. Jimmy dapat obat 1 minggu dan dia teratur minumnya. karena ada peristiwa dia membakar gorden rumah nya kakak saya. Jimmy di kakak itu sampai tahun 1989. dan juga sering berbicara sendiri.

adik-adik saya itu semua lahir di Rumah Sakit. semuanya lahir normal D : Apa selama hamil Ibu sehat-sehat saja? K : Iya dokter D : Waktu kecil sekitar umur 3 tahun didikan orangtua ke Pak Jimmy itu bagaimana? K : Ya waktu kecil itu Jimmy tidak dimanja.K : Iya dokter waktu itu Jimmy lahir di Rumah Sakit Pontianak D : Apakah lahir normal? K : Iya dulu ibu saya pernah cerita kalau dari delapan bersaudara. Karena ayah saya seorang tentara ya kami semua tidak dimanja. Kami 8 bersaudara dididik secara sama semua. cuma saya dan kakak yang lahir di rumah dibantu bidan. Tidak pernah tinggal kelas D : Waktu kecil lebih suka main bersama-sama teman di luar atau lebih suka bermain sendiri di rumah P : Lebih suka main sendiri di rumah dok D : Bapak rasa bagaimana kalo bermain bersama teman-teman di luar? 25 . tidak ada yang mendapat perhatian atau kasih sayang yang lebih khusus D : Apa pak Jimmy juga merasakan begitu? P : Iya dokter D : Waktu SD dimana pak? P : SDRK D : Saat usia 4-11 tahun pak Jimmy bagaimana di sekolahnya? Apa pernah tinggal kelas? P : Biasa-biasa saja kalau di sekolah dok. tapi juga tidak terlampau keras.

D : Terus rasanya bagaimana saat bermain di luar? P : Ada rasa ingin cepat-cepat pulang dok. D : Apa pernah ikut teman bermain diluar? P : Pernah juga dok ikut teman-teman bermain diluar karena mereka terus ajak. D : Apakah bapak memiliki teman akrab saat SD? P : Tidak ada dokter D : Kalau saat SMP sampai SMA bapak bagaimana di sekolah? P : Biasa-biasa saja dok D : Pernah tinggal kelas? P : Tidak dokter D : Sekolah dimana waktu itu? P : SMP di Manado Selatan.P : Rasa tidak nyaman dok D : Tidak nyaman bagaimana? Apa bapak rasa tidak dapat mempercayai teman-teman bapak? Takut mereka akan berbuat jahat ke bapak? P : Tidak dok. SMA di STM D : Apa ada teman akrab saat itu? P : Tidak ada juga dokter D : Pergaulannya lebih suka banyak teman atau hanya dalam kelompok-kelompok kecil? P : Hanya dalam kelompok-kelompok kecil D : Karena tidak nyaman bergaul dengan banyak orang? P : Iya dokter 26 . hanya rasa tidak nyaman. karena tidak nyaman.

karena sekarang dia hanya dalam rumah terus. Tapi pernah dekat dengan cewek tapi sudah tidak berhubungan lagi sejak saya kuliah. Saya kan tinggal sama dia disini. dia seperti rasa terganggu. P : Apa ada aktivitas yang dilakukan pak Jimmy selain berdiam diri? K : Ada juga dok biasanya itu dia suka menulis. D : Saat ini dengan tetangga apa bapak Jimmy masih sering berinteraksi? K : Sudah tidak pernah dok. saya juga kasih dia alat-alat tulis supaya setidaknya ada yang dia lakukan begitu P : Isi tulisannya seperti apa? 27 . tapi saat SMA itu D : Kalau ibadah bagaimana pak? Apa masih rajin ibadah hingga sekarang? P : Sudak tidak pernah ibadah lagi sejak sakit. Saya ajak keluar jalan-jalan dia tidak mau D : Apa bapak Jimmy pernah melanggar hukum? P : Tidak dok K : Iya tidak pernah dokter D : Kalau saat ini sehari-hari bapak Jimmy bagaimana pak? K : Ya kebanyakan diam saja. D : Kalau waktu dulu bapak Jimmy rajin ibadah? K : Iya dokter dia rajin ibadah waktu sebelum sakit.D : Apa pernah pacaran sebelumnya pak? Atau dekat dengan cewek? P : Tidak pernah pacaran dok. biasanya itu dia marah ke saya kalau dengar saya ribut-ribut melakukan aktivitas sehari-hari misalnya berjalan begitu. D : Itu berapa lama dekatnya pak? P : Lupa dok.

D : Bapak Jimmy rasa bagimana dengan kakak-kakak atau adik-adik? Apakah sayang atau bagaimana? P : Sayang dokter. pernah saya ajak. seperti tugas-tugas perkuliahan begitu. tapi sampai saat ini belum ada yang datang. dia juga sering menggambar denah-denah rumah. tapi tidak juga sering. saya ingin mengunjungi adik saya yang bungsu yang sudah lumpuh. terus bisa mengunjungi adiknya ya pak P : Iya dokter D : Bapak tau sekarang siang atau malam? P : Siang dok D : Sekarang ini berada dimana? P : Di rumah dok D : Ini siapa? P : Kakak saya Denny dok 28 . tidak cuma dengan saya terus interaksinya. D : Maaf pak apakah orang tua sudah meninggal? P : Iya dokter D : Kalau keluarga lain bagaimana? K : Kalau adik-adik lain mereka sudah tidak pernah datang kesini. Tapi saya ingin sehat dulu D : Iya pak bagus kalo ada keinginan seperti itu. jadi bapak harus rajin minum obat supaya bisa cepat sembuhnya. saya juga tidak mengerti. karena bagaimanapun juga dia juga ada yang harus dihidup juga disana kan.K : Banyak hal dok. supaya Jimmy itu ada susasana baru lah setidaknya. Kalau kakak yang di Jakarta itu biasanya kirim uang juga.

supaya dokter tau masalahnya dimana P : Selalu kerja tugas dok. D : Sehari-harinya aktivitas bapak setelah kuliah itu bagaimana? P : Pulang kos dokter D : Di kos sehari-harinya itu bapak bagaimana? P : Hanya mengerjakan tugas dok D : Kalau untuk jalan-jalan misalnya keluar dengan teman-teman apa pernah pak? P : Tidak pernah dokter D : Waktu kuliah tidak pernah minum-minum alkohol atau mengkonsumsi narkoba atau menghirup lem Ehabon begitu? P : Tidak dokter D : Tadi pagi bapak makan apa? P : Tidak suka makan pagi dok D : Terus apa yang bapak lakukan saat bangun? P : Menulis dok D : Benar pak Denny? 29 . lalu saya dimarahi oleh dosen dan diusir keluar ruangan.D : Dulu waktu kuliah tinggal dimana? P : Di kos dokter D : Waktu kuliah itu bagaimana? Apa sering terlambat atau tidak mengerjakan tugas? P : (Pasien diam sejenak) D : Kalau ada suatu hal yang terjadi waktu kuliah tidak apa-apa bapak ceritakan saja ya K : Iya Jim kalo ada masalah waktu kuliah atau apa cerita saja ke saya atau ke dokter. tapi pernah terlambat masuk kelas. tidak apa-apa.

Tuh dengerin apa yang dibilang dokter Jim P : Iya dokter D : Baiklah saat ini saya sudah selesai melakukan wawancaranya K : Terima kasih dok D : Sama-sama 30 . boleh juga menulis tapi lebih baik aktivits yang memerlukan banyak gerakan. karena bisikan sama halusinasi-halusinasinya itu lebih gampang muncul kalo Pak Jimmy hanya berdiam diri saja. terus harus sering mengajak pak Jimmy ngobrol juga. K : Baik dokter. jangan biarkan pak Jimmy hanya berdiam diri saja.K : Iya dokter. tidak boleh sampai putus lagi. tadi pagi dia menulis. D : Kalau untuk sekarang bapak sadar sedang sakit kan? P : Iya dokter D : Terus ingin sembuh kan? P : Iya D : Supaya cepat sembuh musti bagaimana? P : Rajin minum obat dok D : Iya benar pak musti rajin dan teratur minum obatnya ya. Pak Denny juga musti kasih dukungan full ke pak Jimmy. minimal berikan aktivitas seperti bersih-bersih rumah dan sebagainya.

Edisi Ketiga. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. Tangerang. Fourth edition. Jakarta. Sadock B. DC: American Psychiatric Publishing. Maslim R. Washington. Washington DC: International Psychotherapy Institute. Grebb J. Wolberg L. Washington DC: International Psychotherapy Institute. American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya. p 282 2. 3. Fourth edition. DAFTAR PUSTAKA 1. Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Jilid I. Kaplan H. Wolberg L. 2010. p 289-290 4. 2007 5. Technique of Psychotherapy Fourth edition. h. 720-727. Washington DC: American Psychiatric Publishing. Binarupa Aksara Publisher. American Psychiatric Association. Technique of Psychotherapy Fourth edition. p 195 LAMPIRAN 31 . p 133-134 6. Penggunaan Obat Psikotropik.

PETA 32 .

Jalan Sea Warung Timbul Jaya Rumah Pasien 33 .