You are on page 1of 2

PERAN MAHASISIWA DALAM MENCEGAH PENULARAN LGBT DI LINGKUNGAN KAMPUS

LGBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender".
Lesbian ialah suatu orientasi seks yang mana perempuan menyukai sesama jenis
perempuan.
Gay adalah sebutan untuk seorang laki-laki yang menyukai sesama laki-laki.
Sementara biseksual ialah sebutan untuk seseorang yang dapat tertarik dengan laki-
laki maupun perempuan.
Lalu transgender ialah seseorang yang memiliki penampilan atau perilaku
berkebalikan dengan jenis kelaminnya.
Dalam kasus ini transgender tidak menginginkan adanya perubahan organ seksualnya.
Seseorang yang menginginkan adanya perubahan organ intimnya disebut transeksual.

Pada saat ini fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi isu
yang banyak diperbincangkan
di tengah masyarakat Indonesia dengan maraknya promosi atau iklan kaum LGBT di
media sosial.
Propaganda perekrutan oleh kaum LGBT telah menyentuh berbagai media sosial, bahkan
kelompok LGBT juga sudah
menjalar ke kampus, sekolah, dan tempat umum lainnya.
Berbagai lembaga survei independen dalam dan luar negeri menyebutkan bahwa di
Indonesia ada 3% kaum LGBT dari total penduduknya.
Maraknya fenomena LGBT di Indonesia sangat terkait dengan tren negaranegara liberal
yang memberikan pengakuan
dan tempat bagi komunitas LGBT di masyarakat. LGBT dianggap sebagai bagian life
style masyarakat modern yang
menganggap pandangan heteroseksualitas sebagai konservatif dan tidak berlaku bagi
semua orang.
Legitimasi sosial muncul dengan pembelaan ilmiah dan teologis secara apriori guna
memperkuat klaim tentang eksistensi
maupun tujuan sosial mereka. Situasi itulah yang kemudian membuat gerakan LGBT
menyebar demikian pesat sebagai epidemi sosial.

Maraknya aktivitas (gerakan) komunitas LGBT di Indonesia, secara umum dapat
dikelompokkan kepada tiga perspektif yang menjadi
titik penting di dalam perdebatan LGBT, yaitu perspektif agama, perspektif Hak
Asasi Manusia (HAM)
dan perspekti psikologi. maslaah LGBT ini sering terjaid pro dan kontra, antara
prespektif Agama dan HAM.
Pada prinsipnya sebenarya antara HAM dan Agama harusnya sejalan. Karena aturan
agama secara umum unuk melindungi HAM.
Namun yang perlu di garis bawahi,kenapa terjadi perdeatan yaitu pemahaman HAM yang
diartikan
secara dangkal sehingga seolah-olah HAM memiliki kebebasan seluas-luasnya seperti
kaum liberal.
Konstitusi kita telah mengatur, bahwa daam pancasila sila pertama menyebutkan
ketuhanan yang maha esa.
Jadi pemkiran dan penerjemahan HAM Liberal tidak boleh dilakukan di indonesia.
Menururt Hukum Pidana Islam homoseksual termasuk dosa besar, karena bertentangan
dengan norma agama,
norma susila dan bertentangan pula dengan sunnatullah dan fitrah manusia.

Komunitas LGBT telah masuk dalam tataran kehidupan Kampus di seluruh indonesia.
Mereka meyebarkan virus LGBT melalui berbagai media baik sosial media, dan
komunitas.
bagaimana yang harus kita lakukan untu menanggulangi permasalahan tersebut ?
Hal yang paling sederhana adalah menngkatkan pemahaman agama kita.
Namun lebih dari itu, kita dapat melakukan kajian dan membuat nota kesepakatan
mahasiswa tentang kegiatan mereka yang menjangkit di kampus.

selain itu dengan adanya kesepakatan bersama. maka kita dapat berkordinasi dengan pihak keamanan kampus untuk membubarkan atau meminimalisir pergerakan kegiatan mereka. Muh fikri al habib etos 52 .nota kesepakatan yang telah ada dapat dijadikan landasan untuk mengajukan SK rektor pelarangan LGBT di kampus.