You are on page 1of 36

3.

INTERVENSI KEPERAWATAN

Rencana Asuhan Keperawatan
No Dx Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
1. Penurunan Curah NOC NIC
Jantung (D.0008) 1. Keefektifan Pompa Manajemen jalan nafas Manajemen jalan nafas
Jantung Observasi Observasi
Definisi : ketidakadekuatan 2. Status sirkulasi  Monitor status  untuk mengetahui
jantung memompa darah 3. Status penapasan pernapasan dan status pernapasan
untuk memenuhi oksigenasi,sebagaima pasien dan
kebutuhan metabolisme Tujuan : na mestinya oksigenasi
tubuh. Setelah dilakukan tindakan sebagaimana
keperawatan selama … x24 mestinya
Gejala dan Tanda Mayor jam Penurunan Curah  Posisikan untuk  untuk meringankan
Jantung dapat diatasi dengan : meringankan sesak sesak yang dirasakn
Subjektif napas pasien
1. Perubahan irama KriteriaHasil: Mandiri Mandiri
jantung 1. keefektifan pompa  Posisikan pasien  untuk memudahkan
2. Peubahan preload jantung untuk memaksimalkan klien untuk bernafas

3. Perubahan afterload  Tekanan darah sistolik ventilasi
4. Perubahan  Tekanan darah Kolaborasi Kolaborasi
kontraktilitas diastolik  Kelola pengobatan  untuk dapat
Gejala dan Tanda Minor  Denyut jantung apical aerosol,sebagaimana mengelola
 Denyut jantung perifer mestinya pengobatan aerosol
Objektif  Keseimbangan intake sebagaiman
1. Peubahan irama dan output dalam 24 mestinya
jantung jam Health Education Health Education
1) Bradirkardi/taki Catatan:  Ajarkan pasien  agar pasien dapat
kardia 1.(berat ) bagaimana mengetahui cara
2) gambaran EKG 2.(cukup berat) menggunakan inhaler menggunakan
aritmia atau 3.(sedan) sesuai resep, inhaler sesuai resep,
gangguan 4.(ringan) sebagaimana sebagaimana
konduksi 5.(tidak ada) mestinya. mestinya.
2. perubahan preload Monitor pernafasan Monitor pernafasan
1) Edema 2. status sirkulasi: Observasi Observasi
2) Distensi vena  Tekanan darah  Monitor kecepatan,  untuk mengetahui
jugularis sistolik irama, kedalaman dan kecepatan irama,
3) Central venous kesulitan bernafas. kedalaman dan

pressure (CVP)  Tekanan darah kesulitan bernafas
meningkat/men diastolic  Monitor suara nafas  untuk mengetahui
urun  Tekanan nadi tambahan seperti adanya suara nafas
4) Hepatomegali  Tekakan darah rata- ngorok atau mengi tambahan seperti
3. Perubahan afterload rata ngorok atau mengi
1) Tekanan darah  Saturasi oksigen Mandiri Mandiri
meningkat/men Catatan:  Kaji perlunya  untuk menegtahui
urun 1. (berat) penyedotan pada adanya penyedotan
2) Nadi perifer 2. (cukup berat) jalan nafas dengan pada jalan nafas
teraba lemah 3. (sedang) auskultasi suara nafas dengan
3) Capillary refill 4. (ringan) ronki di paru menggunakan
time >3 detik 5. (tidak ada) auskultasi suara
4) Oliguria nafas ronki diparu.
5) Warna kulit Status pernafasan: Kolaborasi Kolaborasi
pucat dan/atau  Posisikan pasien  untuk mencegah
sianosis  Frekunsi pernapasan miring ke samping, terjadinya aspirasi,
4. Perubahan  Irama pernafasan sesuai indikasi untuk serta dapat
kontraktilitas  Kepatenan jalan nafas mencegah aspirasi, melakukan teknik
1) Terdengar suara lakukan teknik log log roll, jika pasien

(cukup) curah jantung penurunan curah 4. 2) Ejection aktivitas ringan cedera leher fraction (EF) Manajemen syok:Jantung Manajemen syok:Jantung menurun Catatan: Observasi Observasi 1. (ringan) jantung 5. (tidak ada) Mandiri Mandiri  Berikan oksigen. (sangat berat)  Monitor tanda dan  untuk mengetahui 2.  agar klien dapat sesuai kebutuhan memakai oksigen sesuai dengan kebutuhan Terapi oksigen Terapi oksigen Obeservasi Observasi  Monitor aliran  untuk engetahui oksigen aliran oksegen . (berat) gejala penurunan tanda dan gejala 3. jika pasien diduga mengalami dan/atau S4  Dispnue dengan diduga mengalami cedera pada leher. jantung S3  Dispnue saat istirahat roll.

.Mandiri Mandiri  Amati tanda -tanda  mengetahui adanya hipoventilasi induksi tanda-tanda oksigen hipoventilasi induksi oksigen Kolaborasi Kolaborasi  Konsultasi dengan  untuk dapat tenaga kesehatan lain mengetahui mengenai penggunaan penggunaan oksigen oksigen tambahan tambahan selama selama kigiatan kegiatan atau pada dan/atau tidur saat tidur. Health education Health edication  Anjurkan pasien dan  Agar pasien dan keluarga mengenai keluarga dapat penggunaan oksigen mengetahui dirumah penggunaan oksigen dirumah.

Perawatan jantung Perawatan jantung Observasi Observasi  Monitor tanda – tanda  untuk mengetahui vital secara rutin tanda-tanda vital pasien Mandiri Mandiri  Catat tanda dan gejala  untuk dapat penurunan curah mengetahui tanda jantung dan gejala penurunan curah jantung Health education Health education  Instruksikan pasien  agar pasien dan dan keluarga keluarga dapat mengenai tujuan mengetahui perawatan dan perawatan dan bagaimana bagaimana kemajuan kemajuannya akan pasien diukur .

Keseimbangan ventilasi . Tidak ada sianosis nafas. nafas klien.2. Kepatenan jalan nafas  Posisikan klien untuk  Untuk dapat 2. Penggunaan otot i jika diperlukan. Pola nafas 3. mencegah aspirasi Subjektif x24jam diharapkan klien  Pelihara saluran napas  Agar pasien dapat 1.... sesuai terjadinya aspirasi Setelah dilakukan tindakan indikasi untuk pada klien Gejala dan tanda mayor: keperawatan selama . bantu pernapasan 1. Ketidakefektifan pola Observasi : Observasi : nafas  Status pernafasan  Monitor pernafasan  Untuk mengetahui (D.. Fase ekspirasi normal meringankan sesak meringankan sesak memanjang 2. 3.0005)  Status pernafasan : pernafasan klien kepatenan jalan nafas Mandiri Mandiri Definisi:  Status pernafasan:  Berikan bantuan terapi  Untuk memudahkan Inspirasi dan atau ekspirasi pertukaran gas nafas jika diperlukan klien untuk bernafas yang tidak memberikan  Posisikan klien miring  Untuk mencegah ventilasi adekuat . Dengan melakukan pengisapan Objektif kriteria hasil: dan dukungan ventilas 1. kesamping. Dispneu dapat mengefektifan pola pasien dengan bernafas dengan normal nafas dengan baik.

cheyne. dan gas darah arterial klien. . sesuai resep. hiperventilasi. Kolaborasi Kolaborasi  Berikan obat (hiptonik  Untuk dapat dan sedatip) mengurangi sesak dengan hati-hati yang dirasakan klien. 5.  Dapat mengetahui Takipneu. Kedalaman inspirasi kedalaman. serta kussmaul. sebagaimana .  Lakukan fisioterapi  Untuk memudahkan klien untuk bernafas.bradipneu 4. kedalaman. normal polapernapasan. polapernapasan. Ekspirasi normal oksimetri denyut nadi oksimetri denyut nadi stokes) dan gas darah arterial. normal  Pantau frekuensi. Health education Health education  Ajarkan pasien  Agar pasien dapat bagaimana menggunakan menggunakan inhaler inhaler sesuai resep.abnormal (miss.

Klien sudah tidak pasien 1.0131 pengukur dan rute dalam pengukuran Setelahdilakukantindakankeper yang paling tepat TTV Definisi : awatanselama … X24 jam Mandiri Mandiri Suhutubuhberadadibawahr masalahhipotermiadapatdiatasi  Bebaskan pasien dari  Karena lingkungan entang normal tubuh dengan criteria hasil lingkungan dingin. merasakan dingin.  Jelaskan perlunya tind  Agar klien dapat ak lanjut jangka mengetahui tindak panjang kepada klien. dingin tidak baik untuk kesehatan Penyebab . 3. sebagaimana mestinya mestinya. Kerusakan mengalami hipotermia  Berikan pemanas  Agar pasien tidak hipotalamus . Hipotermia . Klien tidak mengalami pasif (misalnya. Tanda-tanda vital Observasi: Obsevasi Sub kategori : . lanjut & jangka panjang. Status kenyamanan  Monitor suhu pasien..  Untuk mengetahui kamanandanproteksi fisik menggunakan alat rute yang tepat Kodediagnosa : D. Konsumsi alcohol penurunan suhu kulit . termoregulasi PerawatanHipotermia Perawatan Hipotermia Kategori : lingkungan . 2.

9. pemanas inti agar pasien tidak 6. Kekurangan lemak . Tidak beraktivitas hemodialisa. Tingkat pernafasan hangat) subkutan klien tidak terganggu  Berikan pemanas  Berikan pasien 5. Malnutrisi (misalnya. pemanas 10. bypass metabolism kardiopulmonar. radiasi) Pengaturansuhu Pengturan Suhu 11. Suhu tubuh klien tidak internal aktif atau pemanasan internal lingkungan rendah terganggu. Pemakaian pakaian yang hangat. evaporasi. Penurunan laju hangat.3. oksigen tipis humidifier yang 8. Konduksi. Klien tidak mengalami selimut. Proses penuaan  Monitor suhu  Antuk mengetahui 13. penutup ekstrem radang dingin kepala dan pakaian 4. Efek agen paling tidak setiap suhu badan pasien . dan lavage hangat konveksi. Trauma Obsevasi: Observasi 12. Transfer panas arteri vena kontinu (mis. Berat badan . Terpapar suhu . cairan iv merasakan dingin 7. rongga tubuh).

Objektif  Berikan medikasi  agar pasien 1. Subjektif : kebutuhan (Tidak tersedia) . Suhu tubuh menggigil mengontrol. Agar dapat informasi tentang mengetahui tanda dan pencegahan gejalah hipotermia hipotermia  Monitor dan laporkan tanda Gejaladantanda mayor : dan gejala . Subjektif hipotermia (tidak tersedia) Mandiri: Mandiri . Kurang terpapar kebutuhan. farmakologis 2 jam. Kulit teraba yang tepat untuk mengetahui mediasi dingin mencegah atau yang tepat untuk 2. sesuai setiap 2 jam 14. sesuai sesuai kebutuhan . dibawah nilai  Pasang alat monitor  agar suhu pasien normal suhu inti secara dapat terkontrol Gejaladantanda minor : kontinu. Menggigil mengkontrol mencegah dan 3.

. Ventilasi menurun 9. Kutis memorata . Bradikardi mengenai indikasi mengetahui indikasi 3. Konsumsi oksigen meningkat 8. yang tepat sesuai 5. Hipoglikemia emergensi yang tepat. 6. Hipoksia sesuai kebutuhan. Takikardia 11. Vasokontriksi perifer 12. Pengisian kapiler > 3 detik 7. Piloereksi 10. Dasar kuku adanya hipotermia adanya hipotermia sianotik dan penanganan dan penanganan 4. Akrosianosis  Informasikan  agar pasien dapat 2. Objektif : Health education: Health education: 1. kebutuhan pasien.

Toleransi Terapi Aktivitas Terapi Aktivitas Subkategori : Terhadap Observasi Observasi Aktivitas/Istirahat Aktivitas : Respon  Identifikasi strategi  Agar dapat fisiologis terhadap untuk meningkatkan meningkatkan Definisi : pergerakan yang partisipasi terkait aktivitas yang Ketidakcukupan energy untuk memerlukan energy dengan aktivitas yang diinginkan oleh klien melakukan aktivitas sehari. Tengggelam 4. Prematuritas 5. Daya Tahan : . dalam aktivitas diinginkan.  Untuk mengetahui 2. Hipotiroidisme 2. (pada neonatus) Kondisiklinisterkait 1. Berat badan lahir rendah (BBLR) 6. Anoreksia nervosa 3. hari sehari-hari  Monitor respon emosi.0056) NOC NIC Kategori : Fisiologis 1. Intoleran Aktivitas (D. Cedera batang otak 4.

x24 jam diharapkan intoleran pencapaian tujuan mencapai tujuan aktivitas dengan kriteria hasil : Gejala dan Tanda Mayor melalui aktivitas yang yang konsisten 1.. social dan respon emosi. Mengeluh lelah kemampuan fisik. 3. fisiologis dan 2. Klien tidak merasakan Subjektif konsisten dengan dengan kemampuan lelah 1. Gaya hidup monoton memilih aktivitas dan klien untuk . Imobilitas  Bantu klien untuk  Untuk memudahkan keperawatan dalam waktu 5. Tirah baring klien. kurang <20% dari kondisi 1. Klien merasa nyaman saat Subjektif dibandingkan dengan beraktivitas 1. Frekuensi jantung klien Objektif fisiologis dan social social. Tekanan darah klien 2. Kelemahan Tindakan Mandiri Tindakan mandiri Setelah dilakukan tindakan 4. Dispnea saat/setelah aktivitas kelemahan (yang 5.. 1. fisik. Penyebab Kemampuan untuk fisik. Merasa tidak nyaman setelah dimilikinya) . Ketidakseimbangaan antara mempertahankan spiritual terhadap sosial dan spiritual suplai dan kebutuhan oksigen aktivitas aktivitas terhadap aktivitas 2. Klien tidak dispnea kekuatan (yang yang dimilikinya saat/setelah aktivitas Gejala dan Tanda Minor dimilikinya) 4. Frekuensi jantung meningkat  Bantu klien untuk  Agar klien tetap istirahat >20% dari kondisi istirahat tetap focus pada focus pada kekuatan 3. fisik.

Sianosis spiritual dan kognisi. social. Tekanan darah berubah >20% menunjukkan iskemia mempertahankan mempertahankan dari kondisi istirahat 7. Aritmia yang (talah) diresepkan. Penyakit jantung coroner aktivitas yang melaksanakan 4. Merasa lemah istirahat  Intruksikan klien dan  Agar klien dan Objektif 6. Penyakit paru obstruktif diresepkan. Klien tidak sianosis fungsi dan kesehatan fungsi dan 2. fisik. Gambaran EKG menunjukkan fisik. 6. Penyakit katup jantung diinginkan maupun aktivitas yang telah 5. Gambaran EKG menunjukkan terkait peran dalam kesehatan klien aritmia saat/setelah aktivitas beraktivitas secara terkait peran dalam 3. Gagal jantung kongestif melaksanakan dalam 3. Gambaran EKG tidak keluarga untuk keluarga dapat 1. beraktivitas <20% dari kondisi Health Education Health Education 3. social. spiritual beraktivitas secara iskemia dan kognisi. Kondisi Klinis Terkait  Intruksikan pasien dan  Untuk 1. 4. Anemia keluarga untuk memudahkan klien 2. kronis (PPOK) .

jika memang diperlukan. Gangguan muskuloskeletal  Rujuk ke pusat  agar kesehatan komunitas maupun klien lebih program-program terjamin. Mandiri Mandiri  Tentukan jenis dan  untuk mengetahui jenis banyaknya aktivitas dan banyaknya yang dibutuhkan aktivitas yang . Gangguan metabolic Kolaborasi Kolaborasi 8. Manajemen Energi Manajemen Energi Observasi Observasi  Kaji status fisiologis  untuk memudahkan pasien yang perawat dalam menyebabkan mengetahui status kelelahan sesuai pasien sesuai dengan dengan konteks usia konteks usia dan dan perkembangan perkembangan pasien. aktivitas komunitas.7.

terjadinya kelelahan.  Intruksikan  agar pasien dan pasien/orang yang keluarga dapat dekat dengan pasien mengetahui mengenai mengenai kelelahan kelelahan serta gejala (gejala yang mungkin yang mungkin muncul muncul dan dan kekambuhan yang kekambuhan yang nantinya akan muncul mungkin nanti akan kembali. untuk menjaga dibutuhkan klien dalam ketahanan menjaga ketahanan. . muncul kembali). Health Education Health Education  Ajarkan pasien  agar pasien dapat mengenai pengelolaan menentukan kegiatan kegiatan dan teknik serta dapat manajemen waktu memanejemen waktu untuk mencegah dalam mencegah kelelahan.

Gangguan sensaisi 35-45%). Ada peningkatan berat Mandiri Mandiri Asupan nutrisi tidak badan (berat badan normal  Untuk mengetahui  Kaji TTV dan keadaan cukup untuk memenuhi 11kg-15 kg) tanda-tanda vital dan keadaan umum klien kebutuhan metabolic. Bising usus hiper aktif rambut) klien 3.5 -15. 2. keluarga mampu . Ketidakseimbangan NOC: NIC : Nutrisi Kurang Dari Tujuan dilakukan tindakan Manajemen nutrisi Manajemen nutrisi Kebutuhan Tubuh keperawatan selama 3x24 jam Observasi Observasi (00002) yaitu: Kebutuhan nutrisi dapat  Monitor berat badan  Untuk mengetahui status Domain :2 Nutrisi terpenuhi dengan perkembangan Kelas : 1 Makan KriteriaHasil : kesehatanklien Definisi : 1.5. Cepat kenyang setela 3.5 gl/dl. perubahan  Untuk megetahui status  Pantau pola labolatorium dari berat badan ideal pigmentasi kulit dan nutrisi dan metabolic 2. Berat badan 20% atau turun. tubuh nutrisi klien lebih dibawah rentan kurus. hemtokrit mengurangi kerusakan kepada keluarga klien 5. perut buncit. Diare 11. Nilai labolarorium dalam Health Education Health Education makan batas normal (hemoglobin  Untuk mencegah dan  Berikan penjelasan 4. Tidak ada tanda-tanda keadaan umum klien Batasan Karakteristik malnutrisi (berat badan  Untuk mengetahui status  Kaji pola makan klien 1.

Kesalahan persepsi endah selulosa) sesuai dengan diet 12. Kelemahan otot karbohidrat) pengunyah  Berikan penjelasan  Agar makanan mudah 8. Kurang minat pada makanan 16. Kehilangan rambut nutrisi diit klien. 7. Kerapuhan kapiler penyakit klien (makanan dikonsumsi atau yang 10. 15. Kurang informasi yang tepat untuk klien. yang sesuai dan terapi 14. berat badan berlebihan ineral. Nyeri abdomen . Kram abdomen ahli gizi dan dokter. Membran mukosa pucat 17. yang adekuat (protein. Kelemahan otot untuk kepada keluarga tentang dicerna dan ditelan. vitamin. Kesalahan informasi dalam bentuk lunakr diberikan keluarga 11. rasa menentukan kebutuhan tentang kebutuhan nutrisi jaringan dan menambah 6. menelan diet nutrisi dengan makanan yang 9. Ketidakmampuan Kolaborasi Kolaborasi memakan makanan  Berkolaborasi dengan tim  Untuk menentukan diet 13.

Sariawan rongga mulut 20. Tonus otot menurun Faktor yang berhubungan 1. Ketidakmampuan makan 5. Ketidakmampuan mangabsorpsi nutrient 7. Ketidakmampuan mencerna makanan 6. Penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat 19.18. Faktor biologis 2. Kurang asupan makanan . Gangguan psikosisoal 4. Faktor ekonomi 3.

Konstipasi (D. dan sayur BAB secara normal. dan warna Penurunan defekasi keperawatan selama .0149)  Eliminasi usus Observasi Observasi Kategori: Fisiologis  Tingkat stress  Monitor buang air  Untuk mengetahui Subkategori: Eliminasi  Tingkat demensia besar termasuk frekuensi. dengan cara yang dengan cara yang Penyebab: 1. bentuk. Depresi melakukan kegiatan . Klien tidak mengalami  Berikan makanan  Agar klien mudah 2) Psikologis depresi tinggi serat (seperti. Klien mampu papaya. dan volume. Definisi: Setelah dilakukan tindakan bentuk... Klien sudah tidak tepat tepat. motilitas melakukan BAB cara yang tepat gastrointestinal 3. 1) Fisiologis mengalami konstipasi  Berikan air hangat  Agar klien merasa Penurunan 2.. warna dengan cara secara tepat.. normal yang disertai x24jam diharapkan klien yang tepat pengeluaran feses sulit dan dapat mengkonstipasi Mandiri Mandiri tidak tuntas serta feses dengan baik.6. konsistensi. frekuensi. melancarkan feses. kriteria hasil: (melancarkan) feses. volume. Dengan  Dapatkan Guaiac  Untuk dapat kering dan banyak. dalam melakukan Konfusi 4. Klien mudah dalam setelah makan dengan tenang. konsistensi.

Gangguan bayam. mengalami konstipasi untuk membantu klien mendapatkan kembali defekasi normal) . brokoli emosional Kolaborasi Kolaborasi Gejala dan tanda mayor:  Berikan obat pralax  Agar klien dapat 1) Subjektif sesuai indikasi yaitu minum obat yang Pengeluaran 1-2 sdm dengan dosis sesui dengan feses lama dan sekitar 15-30 ml/hari indikasi sulit Health education Health education 2) Objektif  Ajarkan pasien serta  Agar pasien dan Feses keras keluarga mengenai keluarga dapat Peristaltik usus program pelatihan mengetahui program menurun saluran cerna dengan pelatihan saluran Gejala dan tanda minor: cara bowel training cerna dengan cara 1) Objektif (bowel training adalah bowel training dalam Distensi abdomen suatu pelatihan bagi mengatasi terjadinya Hipoparatiroidisme pasien yang konstipasi.

Peningkatan kulit. Ketidakefektifan perfusi  Berat badan massa Pengecekankulit Pengecekankulit jaringan perifer tubuh Observasi: Observasi Kategori : fisiologis  Koordinasi pergerakan  Monitor warna dan suhu  Menandakan area Sub kategori : sirkulasi Setelah dilakukan tindakan kulit sirkulasi buruk Kodediagnosa : D.7. Kliensudahtidakmengal  Berikan pelembab  Baby oil merupakan amikenaikanberatbadan seperti baby oil pada salah pelembab yang Penyebab: tanpasebab yang jelas kulit klien baik untuk 1. Penurunan lientidakterganggu kering akibat konsentrasi gangguan pada hemoglobin kelenja rminyak 3. Kontraksikekuatanototk mencegah kulit 2. tekanan darah  Berikan hand and body  Hand and body 4. Kekurangan lotion pada kulit klien lotion mengandung . Hiperglikemia .0009 keperawatan selama … X24 /kerusakan yang Definisi : jam masalah hipotermia dapat menimbulkan Penurunan sirkulasi darah dapatdiatasidengan criteria pembentukan pada level kapiler yang hasil dekubitus /nfeksi dapat mengganggu Mandiri: Mandiri metabolisme tubuh .

langsung di serap asupangaram. kulit. Diabetes untuk menurunka mellitus. Kurang aktivitas kulit mungkin diinginkan . volume cairan yang menghitam. Selain itu juga gaya hidup mengandung vitamin monoton. Kurang terpapari produksi melanin nformasi tentang yang menyebabkan faktor pemberat hiperpi gmentasi (mis. Vitamin B3 yang 5. dengan perfusi buruk (mis. trauma. kulit untuk memberi imobilitas. hiperlipidemia)  Memberikan perawatan  Lotion dan salep 8. Kurang terpapar  Ubah posisi sesering  Menurunkan tekanan informasi tentang mungkin minimal per 2 pada edema. E dan C yang dapat obesitas. Merokok. jaringan proses penyakit jam. 7.) nutrisi pada kulit. Penurunan aliran berfungsi arteri dan/atau vena menghambat 6. niskemia.

Warna kulit pucat 5. fisik untuk Gejala dan tanda mayor : menghilangkan . Nadi perife rmenurun atau tidak teraba 3. Parastesia . Subjektif kering. Akral teraba dingin 4. Pengisian kapiler>3 detik 2. Subjektif : 1. (tidaktersedia) . Turgor kulit menurun Gejala dan tanda minor : . Objektif 1.

Indeks ankle- brachial<0. Kelainan jantung congenial . Gagal jantung kongestif 5. Bruit femoral Kondisi klinis terkait 1. 2. Anemia 4. Nyeri ekstremitas (kalau dikasi intermiten) . Diabetes mellitus 3. Penyembuhan luka lambat 3. Tromboflebitis 2. Edema 2. Objektif : 1.90 4.

Varises 8. Thrombosis vena dalam 9. 6.0136  Kejadian jatuh Pencegahan jatuh Pencegahan Jatuh Kategori : Lingkungan  Keparahan cedera fisik Observasi Observasi Subkategori : Setelah dilakukan tindakan  Identifikasi kekurangan  untuk mengetahui KeamanandanProteksi keperawatan 2x24 jam volume baik kognitifa tau fisik kognitif atau fisik pasien Definisi : cairan pasien normal dengan dari pasien yang mungkin Beresiko mengalami kriteria hasil : meningkatkan petonsi bahaya atau kerusakan  Tidak ada jatuh saat brdiri jatuh pada lingkungan fisik yang menyebabkan  Tidak ada jatuh saat teratur seseorang tidak lagi berjalan  Kaji ulang riwayat jatuh  untuk mengetahui sepenuhnya sehat atau  Tidak ada jatuh saat bersaama dengan pasien riwayat jatuh bersamaan dalam kondisi baik. ResikoCedera NOC: NIC : D. Sindromkomparte men 8. Thrombosis arteri 7. kekamar mndi dan keluarga pasien dan keluarga Eksternal .

Kegagalan mekanisme meningkatkan pandangan pertahanan tubuh 8. Perubahan orientasi pergerakan.1. berjalan pasien toksik  Tidakadaluka gores keseimbangan dan tingkat 3. Hipoksia jaringan yag cukup dalam rangka pandangan pasien 7. Malnutrisi . afektif  Letakkan benda-benda  untuk mempermudah 3. Perubahan sensasi dalam jangkauan yang pasien menjangkau 4. Terpapar agen  Tidakadapenurunantingkatk kelelahan dengan nosokomial esadaran ambulansi 4. Ketidaknormalan profil pada gaya berjalan terutama percepatan darah (terutama kecepatan) dan 2. Terpapar paogen  Tidak ada lecet pada kulit  Monitor gaya berjalan  untuk mengetahui gaya 2. Disfungsi aotuimun mudah bagi pasien benda benda 5. Disfungsi biokimia  Sediakan pencahayaan  untuk meningkatankan 6. Ketidaknyamanan Mandiri Mandiri transportasi  Tanayakan pada pasien  untuk mengetahui Interrnal terkait (hasil) observasi pergerakan pasien 1. Terpapar zat kimia  Tidakadamemar (tertutama kecepatan).

9. Perubahan fungsi Health Education Health Education psikomotor  Ajarkan pasien bagaimana  agar pasien dapat 10. dan  Bantu pasien menentukan  Agar pasien dapat tubuh . Peruahan fungsi jikaj atuh. Kehilangan bagian pemikiran. Gangguan Citra Tubuh NOC NIC (D. Mengungkapkan fisik bisa melihat bagian tubuh mengetahui bagian kecacatan/kehilan  Menahan Diri dari mana yang berubah tubuh mana yang gan bagian tubuh Kemarahan: tindakan berubah Objektif personal untuk mengurangi Mandiri Mandiri 1. struktur dan beradaptasi terhadap pernyataan mengkritisi seberapa besar klien fungsi fisik individu.0083)  Adaptasi terhadap Peningkatan Citra Tubuh Peningkatan Citra Tubuh Definisi : Perubahan Disabilitas Fisik : Observasi Obserpasi persepsi tentang Tindakan personal untuk  Monitor frekuensi dari  Untuk mengetahui penampilan. persaan. tantangan terkait dengan diri. mampu menerima Gejala dan Tanda Mayor fungsi yang signifikan keadaan dirinya Subjektif akibat terjadinya disabilitas  Monitor apakah pasien  Agar pasien dapat 1. untuk mengetahui bagaimana kognitif meminimalkan cedera meminimalkan cedera jika jatuh cinta 9.

ketegangan  Bantu pasien untuk  Agar pasien dapat 1. Mengungkapkan Health education Health Education perasaan negatif Tujuan : setelah dilakukan  Ajarkan pada pasien  Agar pasien dapat tentang perubahan tindakan keperawatan dalam mengenai perubahan. Tidak mau atau ketidaknyamanan yang menentukan pengaruh mengetahui pengaruh mengungkapkan muncul dari sumber yang dari peer group terhadap dari kelmpok sebaya kecacatan/kehilan bisa diidentifikasi persepsi pasien mengenai mengenai citra tubuh gan bagian tubuh citra tubuh saat ini 2. mengetahui perubahan tubuh waktu …… X 24 jam perubahan normal yang perubahan yang terjjadi 3.dengan cara 4. Fungsi/struktur perilakupermusuhan yang keberlanjutan dari mengetahui perubahan tubuh hebat perubahan perubahan perubahan dari tubuh berubah/hilang  Tingkat rasa takut : aktual dari tubuh atau dan yingkat fungsinya Gejala dan Tanda Minor Keparahan rasa takut yang tingkat fungsinya Subjektif diwujudkan. Mengungkapkan -Menyampaikan secara lisan yang tepat perubahan gaya kemampuan untuk . 2. Mengungkapkan diharapkangangguan citra terjadi dalam tubuhnya di dalam tubuhnya kekhawatiran pada tubuh teratasi dengan kriteria terkait dengan beberapa penolakan/reaksi hasil: tahap proses orang lain penuaan.

Fokus berlebihan Keterangan skala: memeriksa persepsi negatif terhadap diri pada perubahan 1 : tidak pernah dilakukan negatif terhadap diri pasien tubuh 2 : jarang dilakukan  Dukung pasien untuk  Agar pasien dapat 4. hidup menyesuaikan terhadap Peningkatan Harga Diri Peningkatan Harga Diri Objektif disabilitas (4) Observasi Observasi 1. Fokus pada  Instruksikan orang tua  Agar orang tua pasien penampilan dan untuk menetapkan dapat menetapkan kekuatan masa . tingkat perubahan melihat dan/atau untuk mengakomodasi dengan tepat harga diri paien menyentuh bagian disabilitas (4) Mandiri Mandiri tubuh  Bantu pasien untuk  Agar tidak ada persepsi 3. Menyembunyikan -menyampaikan secara lisan  Monitor pernyataan  Untuk mengetahui /menunjukkan penyesuaian terhadap pasien mengenai harga tingkat harga diri bagian tubuh disabilitas (4) diri pasien secara berlebihan  Monitor tingkat harga diri  Untuk mengetahui 2. Respon nonverbal 3 : kadang-kadang dilakukan mengevaluasi mengevaluasi pada perubahan 4 : sering dilakukan perilakunya sendiri perilakinya sendiri dan persepsi tubuh 5 : dilakukan secara konsisten Health Education Health Education 5. Menghindari -memodifikasi gaya hidup dari waktu ke waktu.

0111 2. Pengetahuan Menajemen asma Manajemen Asma PENGETAHUAN menajemen asma Observasi: Observasi No diagnosa : D. lalu harapan yang jelas dan harapan yang jelas dan 6. Hubungan sosial untuk mendefinisikan mendefinisikan batasan berubah batasan yang ada pada yang ada pada anak anak  Instruksikan orang tua  Agar orang tua pasien mengenai pentingnya dapat mengetahui minat dan dukungan pentingnya minat dan mereka dalam dukungan mereka mengembangkan konsep dalam mengembangkan diri positif anak-anak. 10. Pengetahuan  Monitor puncak dari  Untuk mrngrtahu Kategori : Perilaku menajemen depresi jumlah aliran puncak jumlah Subkategori : pernapasan (PERF) cairan pernafasan Penyuluhan dan Setelah dilakukan dengan tepat pasien Pembelajaran tindakan Mandiri Definisi: keperawatan…x24 . konsep diri positif anak-anak. DEFISIT 1.

Ketiadaan atau kurangnya jam. menemukan . Gangguan fungsi menjadi efektif  Ajarkan tehnik dapat terkaji dengan fungsi kognitif 3.kedal relaksasi yang baik Penyebab: 1.dengan tepat perubahan berat mengingat Health aducation pasien sebelum dan 7. Mengetahui faktor.  Rujuk pada klinik dalam belajar faktor yang pengkajian  Mengetahui 6.dan usaha dan benar. Mengetahui tanda dan  Mendokumentasikan 4.Defisit  Agar pasien dapat informasi kognitif yang pengetahuan dengan menegetahui teknik berkaitan dengan topik kriteria hasil :  Monitor bernafas dan tertentu kecepatan. Kekeliruan gejala fisik depresi Health education mengikuti anjuran 4. Ketidaktahuan  Dokumentasikan setelah dialysis. Perjalan penyakit aman. 3. Tehnik pernapasan Mandiri  Agar masalah pasien 2. Mengetahuitanda dan bernafas/relaksasi tepat.irama. Kurang terpapar gejala emosional pengukuran dasar informasi depresi Kolaborasi klien dalam catatan 5. Kurang minat 5. Keteratasan biasanya teratasi pernapasan Kolaborsi kognitif 2. 1. Kurang mampu meringankan depresi medis.

dihadapi Mandiri Mandiri  Berikan cairan. pembentukan urien 2. Menunjukkan dengan tepat perilaku tidak  Berikan diuretic yang  Agar kecepatan sesuai anjuran diresepkan. diberikan cairan 1.dengan  Agar klien dapat  Objektif tepat. sumber informasi pengukuran dasar dalam catatan klinik Gejala dan tanda mayor :  Monitor perubahan  Subjektif berat badan pasien 1. Menanyakan sebelum dan setelah masalah yang dialysis. keliru tarhadap Kolaborasi masalah  Konsultasikan dengan Gejala dan tanda minor : dokter jika tanda- . Menunjukkan klien dapat persepsi yang menambah.

Penyakit akut 3. Kondisi klinis terkait : 1. Penyakit kronis .bermus uhan. Menunjukkan mengenai status NPO mengetahui status perilaku berlebihan Obat NPO (mis:apatis. Menjalani memburuk.  Subjektif tanda dan gejala (tidak tersedia) kelebihan volume  Objektif cairan memetap atau 1. pemeriksaan yang Health education Health education tidak tepat  Arahkan pasien  Agar pasien dapat 2.agitasi. Kondisi klinis yang baru dihadapi oleh klien 2.hysteri a).