You are on page 1of 50

MAKALAH PLANKTONOLOGI

COELENTERATA NEMATODA CHAETOGNATHA DAN ANNELIDA

dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nilai mata kuliah planktonologi

Oleh :

Kelompok 7

ARDIAN CAHYO P. 230210160071

M. BOY ADILUHUNG 230210160056

MANGGAR WANGI S. 230210160052

M. FATHAN RAFDI 230210160040

MUMUH ABDUL M. 230210160047

RIFQI ANANDA T. 230210160086

PRODI ILMU KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2017

BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
Di dalam perairan terdapat jasadjasad hidup, dan salah satunya adalah plankton
yang merupakan organisme mikro yang melayang dalam air laut atau tawar.
Pergerakannya secara pasif tergantung pada angin dan arus. Plankton adalah suatu
organisme yang terpenting dalam ekosistem laut, kemudian dikatakan bahwa plankton
merupakan salah satu organisme yang berukuran kecil dimana hidupnya terombang-
ambing oleh arus perairan laut (Hutabarat dan Evans, 1988).
Plankton terdiri dari tumbuhan mikroskopis yang disebut fitoplankton dan hewan
mikroskopis yang disebut zooplankton (Herawati, 1989). Sedangkan berdasarkan siklus
hidupnya plankton dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu holoplankton yang seluruh
hidupnya merupakan plankton dan meroplankton yang hanya sebagian hidupnya ia jalani
sebagai plankton.
Plankton memiliki karakteristiknya masing masing. Masing masing plankton
memiliki morfologi, klasifikasi, fisiologi, reproduksi, ekologi, serta peranan yang
berbedabeda tiap filum, kelas, hingga ordo , maka dari itu pada kesempatan ini kelompok
kami ingin membahas secara lengkap mengenai morfologi, klasifikasi, fisiologi,
reproduksi, ekologi serta peranan dari plankton dengan filum coelenterata, nematoda,
chaetognatha dan annelida.

BAB II

Materi

2.1 Coelenterata

2.1.1 Pengertian

Coelenterata berasal dari bahasa yunani, yaitu "coelos" yang memiliki arti rongga
dan "enteros" yang memiliki arti usus, sehingga coelenterata dapat diartikan sebagai
hewan yang memiliki rongga. Maka banyak orang menyebutnya hewan perut berongga.
Makanan masuk melalui mulut kemudian masuk ke perut. Rongga tubuh digunakan
sebagai tempat pencernaan makanan dan sebagai alat pengedar sari makanan dan sisa
makanan dikeluarkan.

Coelenterata juga disebut Cnidaria yang mana kata tersebut juga berasal dari
Yunani, Cnido yang berarti penyengat. Coelenerata memiliki sel penyengat yang terletak
pada tentakel disekitar mulutnya. Tidak seperti porifera, struktur tubuh coelenterata lebih
kompleks dengan selsel yang sudah terorganisasi oleh saraf sederhana yang membentuk
jaringan dan fungsi.

2.1.2 Klasifikasi

Terdapat sekitar 10.000 spesies Cnidaria yang telah diidentifikasi. Cnidaria dibagi
menjadi beberapa kelas, antara lain Hydrozoa, Scyphozoa, Cubozoa, dan Anthozoa.

2.1.2.1 Hydrozoa

Sebagai kelas yang paling primitif dari Coelenterata, Hydrozoa dianggap
oleh beberapa ahli evolusi telah melahirkan kedua kelas lain. Mereka
menunjukkan berikut fitur karakteristik:

● Mereka terutama makhluk laut, tetapi beberapa adalah spesies air tawar

● Banyak spesies memiliki kedua polip dan medusa

Contoh spesies : Hydra, Obelia dan Physalia
Hydrozoa (Yunani, hydro = air, zoon = hewan) sebagian besar hidup di
laut, hanya sebagian spesies yang hidup di air tawar. Hydrozoa hidup sebagai
polip, medusa, atau keduanya. Gastrodermis Hydrozoa tidak mengandung
nematosista.

Polip hidup secara soliter atau berkoloni. Pada saat polip soliter Hydra
membentuk tunas, tunas yang telah memiliki mulut dan tentakel akan lepas dari
induknya. Namun pada polip koloni seperti Obelia,tunastunas tetap menempel
pada induknya dan saling berhubungan, disebut koloni hidroid.Koloni hidroid
menetap di suatu tempat dengan hidroriza, yaitu percabangan horisontal (mirip
akar) yang tertanam di dalam substrat.

Hydrozoa memiliki dua macam alat indra, yaitu oseli sebagai pengindra
cahaya dan statosista sebagai alat keseimbangan. Beberapa medusa menunjukkan
gerak fototaksis negatif (menjauhi sinar), namun ada pula yang fototaksis positif
(mendekati sinar). Contoh Hydrozoa, antara lain Physalia, Obelia, danHydra.
Kingdom :Animalia
Phylum :Cnidaria
Class :Hydrozoa
Order :Leptomedusae

Family : Campanulariidae

Genus : Obelia
Genus : Obelia sp

Sel telur atau sperma masuk ke dalam rongga gastrovaskuler dan dikeluarkan melalui mulut.Namun ada pula yang memiliki bentuk polip. Kingdom :Animalia Phylum :Cnidaria Class :Scyphozoa Order :Semaeostomeae . antara lain Perphylla Chrysaora.2. zoon hewan) hidup di laut dan merupakan uburubur sejati. Pada umumnya medusa berenang bebas. Aurelia. ● Mereka semitransparan dan berbagai warna. Ordo Stauromedusae (Lucernariida) memiliki medusa yang bertangkai pada bagian aboral dan sesil atau menempel pada ganggang dan benda lainnya. tetapi berukuran kecil berupa skifistoma. ● Sebagian besar dari habitat laut. atau kecoklatan. skyphos = mangkuk.contohnya Aurelia. Contoh Schyphozoa. kesumba. Ada Scyphozoa yang tidak memiliki bentuk polip.Scyphozoa pada umumnya diesis dan gonad terdapat di gastrodermis.2. Karakteristik schypozoa secara umum adalah : ● Sebagian besar hewan kelas ini biasanya disebut “uburubur”.1. Cyanea.2 Scyphozoa Scyphozoa (Yunani. seperti jingga. bahkan ada yang mencapai 2 m. Contoh spesies :Aurelia dan cyanea(terbesar Jelly Fish). misalnya Pelagia dan Atolla. dan Rhizostoma. Fertilisasi dapat terjadi secara eksternal di air atau di koral. berbentuk seperti payung dengan diameter 2 – 40 cm. karena medusa merupakan bentuk dominan dalam siklus hidupnya. Medusa berwarna menarik.

3.Family :Ulmaridae Genus :Aurelia Species : Aurelia sp 2. . Ada Anthozoa yang membentuk rangka dalam atau rangka luar dari zat kapur. 2) Acropora. 3) Antipathes. Anthozoa hidup sebagai polip soliter atau berkoloni dan tidak memiliki bentuk medusa. Anthozoa Anthozoa (Yunani. Astrangia.1. rangka tersusun dari zat tanduk. namun ada pula yang tidak membentuk rangka. anthos = bunga. dan berbentuk seperti ranting tumbuhan yang bercabangcabang berwarna hitam. zoon = hewan) merupakan hewan laut yang memiliki bentuk mirip bunga. Fungia. 1) Metridium danEdwardsia.100 spesies Anthozoa antara lain sebagai berikut. 4) Cerianthus. Gonad terdapat di gastrodermis.memiliki rangka luar dari zat kapur yang disebut karang batu. Rongga gastrovaskuler pada Anthozoa bersekatsekat dan mengandung nematosista.koral hitam.2.dapat merayap dengan pedal semacam kaki.polip berbentuk seperti anemon panjang. Terdapat sekitar 6. dan terbungkus selubung dari lendir dan pasir yang mengeras. bertentakel banyak.

. ● Bentuk polip soliter atau kolonial yang hadir.Karakteristik anthozoa adalah sebagai berikut : ● Hewan ini sebagian besar makhluk laut.

Perbedaan tersebut adalah Cubozoa mengalami metamorfosis lengkap dari polip hingga medusa payung (tubuh) berbentuk kotak. dengan bagian aboral sebagai anteriornya.1. dan memiliki lensa mata yang kompleks. Medusa berbentuk lonceng dengan empat sisi datar. kemudian dijadikan kelas tersendiri. 2. Cubozoa merupakan uburubur sejati. jumlah tentakel empat buah atau empat rumpun dengan panjang mencapai 2 m. peningkatan luas untuk pencernaan. ● tahap Medusa tidak ada. Contohnya Chironex fleckeri (sea wasps)di perairan IndoPasifik.2. Tinggi lonceng mencapai 17 cm. ● Rongga gastrovaskular dibagi menjadi ruang. setelah ditemukan perbedaan yang mendasar dengan kelompok Scyphozoa. Beberapa jenis Cubozoa membahayakan para perenang karena sengatan nematosistanya dapat menyebabkan luka yang sulit disembuhkan. . Cubozoa hidup di laut tropis dan subtropis dengan makanan utama ikan. Cubozoa Cubozoa dahulu dimasukkan dalam golongan Scyphozoa. dll. Cubozoa mampu berenang cepat secara horisontal. sehingga berbentuk mirip kubus. bahkan ada yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu 3 – 20 menit.4. Contoh spesies : Anemon laut dan karang.

dimana Hydra juga termasuk dan terdiri dari spesiesspesies berupa ubur- ubur kecil yang hidup sebagai plankton (Sachlan. Scypozoa. Tentakel punya sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis) 5. Tubuh atas membesar. di alamnya terdapat rongga gastrovaskuler yang fungsinya sebagai usus. Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan bergerak. Hanya pada kelas Hydrozoa. 1982). tapi ada pula yang membentuk koloni. polip Umumnya hidup soliter (sendiri). Di . vegetatif pada fase polip dan generatif pada fase medusa 7.3 Morfologi dan Anatomi Coelenterata terdiri dari kelas Hydrozoa. tidak dapat bergerak bebas. Hewan bersel banyak (multiseluler) 2.1. Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan 6. Melekat pada dasar perairan.2. Tubuh radial simetris (2 lapis sel). ektoderm dan endoderm. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan). Bentuk seperti tabung (polip) dan seperti mangkok (medusa) 4. dan Anthozoa. ciriciri umum coelenterata : 1. Diantaranya ada rongga (mesoglea) 3.

Rongga ini untuk mencerna dan mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh. Nematokis sebagai alat penyengat yang bisa menimbulkan rasa gatal pada tubuh mangsanya. Di dalam knidoblas terdapat nematokis. Apabila bertemu dengan mangsanya. Gastrodermis berfungsi sebagai rongga gastrovaskular (enteron. medusa Fase medusa merupakan fase generatif (seksual). Lubang ini sebagai mulut sekaligus sebagai anus. Kita biasa menamakannya dengan uburubur Pada bagian ektoderm. terutama bagian tentakel terdapat sel jelatang yang disebut knidoblas. nematokis dilepaskan dan mengeluarkan zat racun hipnotoksin. . Di sekitar mulut terdapat tentakel. Bentuknya seperti payung dan punya tentakel yang melambailambai. Tentakel ini untuk menangkap dan memasukkan mangsa ke dalam mulut. Rongga gastrovaskular hanya memiliki satu lubang. Polip merupakan fase vegetatif pada coelenterata 8. Tentakel juga sebagai alat gerak dan pertahanan tubuh terhadap lawannya. dimana pada fase ini menghasilkan sel telur dan sel sperma. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas di perairan. usus). Berikut gambar struktur tubuh Coelenterata secara umum. bagian atas terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa.

. Makanan masuk ke dalam mulut dengan bantuan tentakel. kemudian masuk ke rongga gastrovaskuler.4 Fisiologi 2. sedangkan medusa dapat berenang bebas dengan cara berdenyut akibat kontraksi otot melingkar.2 Cara Makan Kebanyakan Coelenterata adalah karnivora dan makanan mereka sebagian besar terdiri dari krustasea kecil. sedangkan gerakan horisontal bergantung pada arus laut. Kontraksi otot berpengaruh terhadap cairan di dalam rongga gastrovaskuler yang berfungsi sebagai rangka hidrostatik. Makanan Coelenterata berupa mikroorganisme seperti zooplankton. Sari makanan hasil pencernaan diedarkan ke seluruh tubuh secara difusi. Di dalam rongga gastrovaskuler terdapat enzim semacam tripsin untuk mencerna protein. Mereka menggunakan tentakel mereka untuk menarik makanan ke dalam mulut mereka dan rongga gastrovaskuler . Sel otot pencerna memiliki pseudopodia untuk menangkap dan menelan partikel makanan.1. 2. Cnidaria tidak memiliki anus. sebagian disimpan sebagai cadangan makanan berupa lemak dan glikogen. Makanan akan hancur dan kemudian diaduk hingga merata oleh gerakan flagela.1 Pergerakan Pergerakan terjadi karena kontraksi otot. Gerakan yang dihasilkan searah vertikal.1. Sisa pencernaan makanan dibuang melalui mulut. udangudang kecil. Mereka menangkap mangsanya dengan cara agak pasif melayang melalui tentakel mereka yang Coelenterata melepaskan nematosis menyengat yang melumpuhkan mangsanya.4. Polip hanya dapat bergerak meliukliuk. 2.1. Rangka tubuh Coelenterata mengandung zat kapur atau zat kitin. Pencernaan dilanjutkan secara intraseluler.4. ataupun larva insekta.

planula yang memiliki silia.1. Sebuah badan polar akan dilepaskan setelah telur dihasilkan oleh medusa. yang secara bertahap akan berkembang dan kemudian akan terbentuk nematokis dan sel otot epithelia. Pertukaran gas dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Pertukaran gas berlangsung secara langsung di permukaan tubuh dan limbah mereka dilepaskan baik melalui rongga gastrovaskuler mereka atau dengan difusi melalui kulit mereka. Tidak ada membran fertilisasi yang diproduksi.1. dengan ujung anterior yang luas dan sempit . Kemudian planula akan turun kebawah. 2. 2. dan tumbuh di dekat kaki polip. Selanjutnya tentakel dan mulut akan terbentuk. Planula ini akan menjadi hewan yang berenang dipermukaan sekitar satu hari. Telur obelia berukuran kurang lebih 130 mikron pada diameternya ( Hargitt. 1919 ) akan difertilisasi secara eksternal setelah sel gamet diproduksi oleh medusa.4.3 Pernapasan dan ekskresi Cnidaria tidak memiliki alat pernapasan dan ekskresi. maka endoderma akan dikembangkan oleh migrasi sel dari ujung posterior larva. Jumlah pembelahan mengarah kepada formasi satu lapis coeloblastula. Reproduksi secara seksual dilakukan oleh medusa. Beberapa jam setelah blastula terbentuk.5 Reproduksi dan Siklus Hidup Coelenterata bereproduksi dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual. Pembelahan lanjutan dari sel endoderma akan membentuk formasi yang solid. medusa akan menghasilkan sel gamet betina atau jantan yang kemudian akan membentuk zigot. ia kehilangan silianya dan akan memiliki ujung anterior yang lebih luas. Merejkowsky (1883) memberikan penjelasan yang detail mengenai reproduksi seksual dari genus Obelia. dan akan terbentuk tunas yang kemudian akan membentuk koloni baru dengan cara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas. Tunas dibentuk oleh Cnidaria / Coelenterata yang berbentuk polip. Sisasisa metabolisme berupa amonia juga dibuang secara difusi. yang sudah memanjang. Cnidaria . yang kemudian akan mempunyai silia dan motil.

Telur hydroid yang akan membentuk larva planula yang merupakan plankton. Bila seekor Hydra dipotong menjadi dua. . sehingga akan didapatkan dua individu baru. Bentuk tubuh pada coelenterata terbagi atas dua jenis yaitu polip dan medusa. Medusa merupakan plankton dan mempunyai mulut dan tentakel yamg berada di bagian bawah badannya. Coelenterata planktonik merupakan meroplankton yang hanya menjadi plankton pada sebagian siklus hidupnya.memiliki daya regenerasi yang tinggi. maka masingmasing akan melengkapi bagian tubuhnya yang hilang. Polip berbentuk sessile dan mulut berada di ujung atas bagian tubuhnya.

.

Mereka juga membantu melindungi garis pantai dari erosi dengan menyerap sebagian energi gelombang. 2. Terumbu karang beresiko mengalami kerusakan saat ini. Tidak seperti karang.1. Banyak mengeluarkan eksoskeleton kalsium karbonat. invertebrata lainnya. uburubur menghabiskan sebagian besar hidup mereka sebagai medusa.1 Pengertian Kata "Nematoda" berasal dari bahasa Yunani yang terbentuk dari gabungan kata " nema"yang mempunyai arti thread yang berarti benang dan kata "oid"yang berarti like yang berarti seperti atau menyerupai. Mereka terbatas pada perairan dangkal karena mereka memiliki hubungan mutualistik dengan alga yang hidup di dalamnya. 2. Nama nematoda merujuk pada kata nematoid yang kemudian mengalami modifikasi menjadi nematode untuk mendeskripsikan golongan . Beberapa coelenterata hidup sendiri. 2. Mereka memangsa zooplankton.7 Peranan Cnidaria dari kelas Anthozoa merupakan pembentuk ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan dan hewan laut lainnya. Mereka hidup hampir di manamana di laut. Ekosistem terumbu karang dapat dijadikan sebagai objek wisata maritim dan berfungsi mencegah terjadinya erosi pantai.6 Ekologi Coelenterata dapat ditemukan di hampir semua habitat laut. sementara yang lain hidup dalam bentuk koloni. Mereka biasanya karnivora.2 Nematoda 2. hangat atau dingin. Mereka menangkap plankton dengan tentakel mereka. dan telur dan larva ikan. Karang ada hanya sebagai polip.1. Karang membentuk koloni besar di perairan tropis dangkal. Beberapa spesies hidup di air tawar. Mereka mungkin hidup di air yang dangkal atau mendalam. Sebagian besar saat planktonik merupakan pakan alami bagi ikan ikan. Terumbu karang menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi banyak organisme laut.2.

2. Merupakan nematoda saprofag yang termasuk dalam ordo Rhabditida. Perbedaan pokok antara keduanya terletak pada bentuk dan susunan alat mulutnya. kecuali pada jenis betina genera tertentu bentuk tubuhnya menggelembung seperti kantung.organisme yang bentuk tubuhnya memanjang seperti cacing gilig. cacing seperti benang. eel worm atau round worm. Alat mulut pada nematoda non parasit berbentuk seperti corong yang terbuka lebar dan tidak memiliki alat penusuk (stylet) seperti halnya pada nematoda parasit. buah jeruk. 2. . Nematoda nonparasit kebanyakan hidup dengan memakan bahanbahan organik (sebagai nematoda saprofag). Phylum: Nematoda Class: Chromadorea Order: Rhabditida Family: Rhabditidae Genus: Rhabditis Species: Rhabditis sp. Nematoda seringkali disebut juga dengan istilah thread worm. 2.2 Klasifikasi Kebanyakan nematoda adalah parasit. 2. yakni Rhabditis sp. Morfologi dari nematodanematoda non parasit ini hampir sama dengan morfologi nematoda parasit. dan tubuhnya tidak bersegmen.3 Morfologi dan Anatomi Secara umum nematoda adalah suatu organisme dengan ciriciri sebagai berikut : 1. Salah satu nematoda nonparasit. namun terdapat beberapa nematoda non parasit yang hidup secara bebas. Bentuk tubuhnya silindris memanjang. atau buah peer. Tubuhnya tidak bersegmen (unsegmented).2. cacing seperti belut.

4. 5. Mempunyai semua organ fisiologi. yaitu dengan adanya ganglion serebral (dua kelompok selsel saraf dengan .2. 7.4. 6.4. kecuali organ respirasi dan organ sirkulasi. jika terlihat berwarna adalah warna makanannya.4 Fisiologi 2. 2. Saluran pencernaan berupa pipa lurus yang dimulai dari kerongkongan (esofagus) dilanjutkan ke usus (intestinum) dan berakhir di anus. 2. Merupakan hewan triploblastic. artinya dinding tubuhnya terdiri atas 3 lapisan blastula.2. Tubuhnya simetris bilateral. 3. 4. 2. Tubuhnya transparan (tembus cahaya).1 Sistem pencernaan makanan Sistem pencernaannya sudah lengkap dan memiliki cairan pseudoselom yang membantu sirkulasi makanan ke seluruh tubuh. Termasuk binatang "pseudocoelomate" atau ”false cavity” artinya mempunyai rongga tubuh semu.4.2.2 Sistem eksresi Sistem eksresi terdiri atas dua saluran lateral yang bermuara disebuah lubang di bagian ventral.3 Sistem pernapasan Pernapasan dengan pertukaran gas secara difusi melalui permukaan tubuh. .4 Sistem saraf Sistem saraf sudah berkembang lebih baik dari pada Platyhelminthes.2.2.

yaitu organ kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Fertilisasi terjadi secara internal di dalam tubuh cacing betina. Dalam daur hidupnya. Permukaan cangkang memiliki pola yang spesifik sehingga sering digunakan untuk proses identifikasi jenis cacing yang menginfeksi manusia melalui pengamatan telur cacing pada tinja. lubang kulit genital. tapi tubuhnya tumbuh membesar.1 Daur Hidup Nematoda yang Hidup Bebas (FreeLiving) Pada spesies yang hidup bebas.5 Reproduksi dan Siklus Hidup Nematoda bereproduksi secara seksual. Nematoda hidup bebas laut sangat penting dan jumlah yang sangat banyak di meiobenthos. fungi. limbah organik. Organ reproduksi jantan terdiri dari pembuluh testicular. perkembangan biasanya terdiri dari 4 molt atau pergantian kutikula. 2. nematoda parasit memerlukan satu inang atau lebih. 2. Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai daur hidup Innocuonema tentabunda yang merupakan salah satu spesies dari nematoda hidup bebas laut. organisme mati dan lainlain. Organ reproduksi jantan terdiri dari saluran ovarian. sepasang spicules. membantu mendaur ulang nutrisi pada lingkungan laut. .2. Spesies berbeda mengkonsumsi makanan yang bervariasi seperti alga.2. komisura) dengan berkas saraf longitudinal (trunkus nervosus) yang berjumlah 23 buah. Larva mengalami molting atau pergantian kulit hingga empat kali. Pada umumnya diesis atau gonokoris. Jantan biasanya lebih kecil dari betinanya.5. Mereka memainkan peran penting pada proses dekomposisi. binatang kecil. uterus. Cacing dewasa tidak mengalami pergantian kulit. Telur yang sudah dibuahi memiliki cangkang yang tebal dan keras. vagina dan vulva. dan sensitif pada perubahan lingkungan yang disebabkan oleh polusi. Telur menetas menjadi larva yang berbentuk mirip induknya. seminal receptacle. dan potongan tambahan. seminal vesicle.

Delapan jam setelah gastrula dimulai.70. Gastrula dimulai setelah Sepuluh jam. dengan diameter ratarata 40 µm.9 mm. pembelahan embrio terjadi dan tercipta dua blastomer berukuran sama. Betina biasanya mengeluarkan telur dalam massa lendir yang diekskresikan secara bersamaan. Telurnya berbentuk oval. Dua hari setelah kopulasi. Dua jam setelah telur dikeluarkan. Telur menetas tiga hari setelah dikeluarkan oleh betina. Anakan Innocuonema tentabunda memiliki struktur tubuh yang sama . A: Sistem reproduksi betina; B: Jantan dewasa; C: Betina dewasa Panjang ratarata dewasa Innocuonema tentabunda sepanjang 0. jantan biasanya berorientasi pada satu sudut dan melilit betinanya. Innocuonema tentabunda dewasa Gambar. Gambar. tahap vermiform muncul dan embrio bergerak secara terus menerus di dalam cangkangnya. telurnya dapat terlihat dengan jelas. Pada saat kopulasi.

Terdapat empat tahap molting atau pergantian kutikula sebelum anakan menjadi dewasa. dengan dewasanya. Telur pada plat kultur (1. Tahap sel tunggal) . Innocuonema tentabunda betina yang sedang hamil Gambar. Telur pada pembelahan pertama; 2. Gambar. kecuali sistem reproduksi yang belum sempurna dan ukuran tubuhnya yang lebih kecil.

Embrio yang sedang berkembang .Gambar.

2. III: tiga sel; IV: empat sel; V: setelah pembelahan sel berulang kali; VI: tahap perkembangan embrio; VII: Anakan yang baru menetas; VIII: jantan dewasa 2. Gambar. Anakan dengan panjang 0.05 mm Gambar. Anisakis merupakan salah satu genus dari nematoda parasit .5. Namun nematoda juga mencakup spesies yang parasit. I:telur yang baru dikeluarkan; II: telur pada tahap pembelahan pertama. banyak nematoda yang mempengaruhi manusia secara langsung atau tidak langsung melalui hewan peliharaan mereka.2 Daur Hidup Nematoda Parasit Banyak nematoda yang hidup bebas dan memainkan peran penting ekologis sebagai dekomposer dan predator pada mikroorganisme. Daur hidup Innocuonema tentabunda.

Larvanya bermigrasi dari usus ke jaringan pada rongga peritoneum dan tumbuh hingga sepanjang 3 cm.yang daur hidupnya melibatkan ikan dan mamalia laut. larva bermigrasi ke jaringan otot dan melalui predasi. Telur yang masih dalam tahap pembelahan dikeluarkan oleh mamalia laut melalui feses. Manusia menjadi terinfeksi oleh konsumsi ikan laut yang terinfeksi secara mentah atau kurang matang. larva Anisakis menjadi perenang bebas. Masih di dalam telur. dan diare. . Ketika ikan atau cumicumi yang mengandung larva tahap ketiga tertelan oleh mamalia laut. Anisakis dapat menyebabkan nyeri parah lambung dan usus. Larva yang tertelan tumbuh menjadi larva tahap ketiga yang menginfeksi ikan dan cumicumi. Larva yang menetas dari telur tertelan oleh krustasea. Ikan dan cumicumi mempertahankan larva tahap ketiga yang dapat menginfeksi manusia dan mamalia laut. muntah. larva mengalami dua kali molt dan berkembang menjadi cacing dewasa. Tahap dewasa dari Anisakis simplex tinggal di dalam perut mamalia laut. larva Anisakis menembus mukosa lambung dan usus yang menyebabkan gejala anisakiasis. Setelah kematian inang. Setelah tertelan. Mereka dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan anisakiasis. larvanya mengalami molt menjadi larva tahap kedua. setelah manusia secara tidak sadar memakan ikan yang telah terinfeksi oleh spesies dari genus Anisakis. Setelah telur menetas. Dalam beberapa kasus yang parah mungkin dapat terjadi demam dan terdapatnya darah dalam feses. Embrio dalam telur dan tahap pertama larva terbentuk di dalam air. larva berpindah dari satu ikan ke ikan lainnya. dimana mereka melekat dalam suatu kelompok.

Mereka mampu hidup di dataran tinggi hingga dataran rendah.6 Ekologi Nematoda dapat ditemukan dimana saja. seperti di hutan.2. Gambar. Mereka memiliki . nematoda mewakili 90% organisme yang hidup di dasar laut. karena terjadinya peningkatan protein pada akhirakhir embriogenesis.Nematoda merupakan salah satu organisme yang mampu bertahan dalam berbagai situasi. padang rumput. Daur hidup Anisakis simplex 2. dan sebagian besar tinggal di laut. kekeringan yang ekstrim. Mereka bermanfaat untuk berbagai macam tujuan. di berbagai ekosistem. tudra.

000 bakteri per menit.7 Peranan Nematoda mempunyai peran penting pada ekologi laut. Tubuh mereka yang kecil dan bahkan sangat kecil ( dibawah 100 mikron untuk ukuran dewasanya) dan memiliki struktur tubuh yang sederhana. Nematoda dapat secara efektif mengatur populasi dan komunitas komposisi bakteri mereka dapat makan hingga 5. hewan kecil. Nematoda juga berperan dalam siklus nitrogen dengan cara memineralisasi nitrogen.berbagai ukuran dan struktur tubuh yang sederhana sehingga memungkinkan nematoda berguna di hampir setiap ekosistem. Beberapa tahun ini. para ilmuwan menegaskan bahwa nematoda (serta meiofauna pada umumnya) dapat digunakan sebagai pendeteksi adanya polutan. Nematoda makan berbagai macam makanan seperti bakteri. jamur. ganggang. tungau air dan hydra. . telah diusulkan sebagai indikator pencemaran karena mereka memiliki beberapa karakteristik seperti rentang hidup yang singkat dan keanekaragaman yang tinggi yang membuat nematoda berpotensi dalam pemantauan ekologi ( Heip. dan organisme mati dan organisme yang membusuk. nematoda merupakan pakan bagi ikan. Nematoda yang hidup di laut. 1980 ). 2.2. Dengan ukuran tubuhnya yang sangat kecil. Mereka kebanyakan memakan organisme mati atau organisme yang membusuk sehingga membantu untuk menjaga pasokan oksigen di dalam air.

Nematoda yang ditemukan dilepas pantai Isla mujeres .

Mereka memiliki ukuran antara 2 sampai 120 milimeter. Selain itu juga. Berikut adalah contoh spesies dari Chaetognatha : Filum : Chaetognatha Kelas : Sagittoidea Ordo : Aphragmorphora Famili : Sagittidae Genus : Sagitta . Sekitar 20% dari spesies yang diketahui adalah makhluk bentik dan dapat melekat pada alga dan batu.1 Pengertian Chaetognatha yang berarti "rahang bulu" berasal dari kata chaeton = sikat ; gnatos = rahang atau mulut. Selain menjadi predator aktif. dan pada beberapa spesies memiliki racun di kepalanya yang membantu menaklukan mangsa yang tertangkap.3.3 Chaetognatha 2. Cacing panah menggunakan mekanoreseptor yang dapat merasakan pergerakan air untuk mendeteksi organisme lain. krustasea. dikenal dengan nama cacing panah.2.3. oleh sebab itu dinamakan "cacing panah" dan tidak berwarna atau transparan. Mereka ditemukan di seluruh perairan laut. Chaetognatha berbentuk seperti torpedo atau panah. adalah sebuah filum dari cacing laut yang merupakan komponen terbesar dari plankton laut di seluruh dunia. dari permukaan perairan tropis hingga ke laut dalam dan daerah kutub. chaetognatha juga merupakan sumber makanan penting bagi ikan dan binatang laut lainnya. dan chaetognatha lainnya. Cacingcacing ini merupakan predator dari copepoda.. Namun kelas yang paling dikenal adalah kelas Sagittoidea karena sejauh ini yang berhasil diteliti lebih lanjut mengenai Chaetognatha hanyalah melalui kelas ini. kelas Sagittoidea termasuk komponen plankton yang terbanyak ditemui hidup di lautan tropik.2 Klasifikasi Chaetognatha terdiri dari 2 kelas yaitu Archisagittoidea dan Sagittoidea. 2. larva ikan.

Spesies: Sagitta gazellae Filum : Chaetognatha Kelas : Sagittoidea Ordo : Aphragmorphora Famili : Sagittidae Genus : Pseudosagitta Spesies: Pseudosagitta maxima Filum : Chaetognatha Kelas : Sagittoidea Ordo : Aphragmorphora Famili : Spadellidae Genus : Spadella Spesies: Spadella cephaloptera Filum : Chaetognatha Kelas : Sagittoidea Ordo : Aphragmorphora Famili : Eukrohniidae Genus : Eukrohnia Spesies: Eukrohnia fowleri .

Tubuhnya jelas dibedakan menjadi bagian kepala. .3 Morfologi dan Anatomi Tubuh chaetognatha berbentuk seperti anak panah yang biasanya memiliki 2 pasang sirip lateral dan juga ekor. seperti epidermis yang berlapis lapis serta terdapat korona cilliata yang masih belum diketahui fungsinya. Kepala biasanya berbentuk bulat dan pipih. Terdapat banyak bagian struktural yang tidak biasa. atau sistem ekskresi. usus dan struktur reproduksi akan terlihat melalui dinding tubuh.3. memiliki sistem otot yang rumit. Saat mulut dibuka. jumlah meningkat dan dan berkurangnya gigi dan kail tergantung pada usia. Sebagian besar chaaetognatha memiliki tubuh luar yang transparan tanpa adanya kutikula dan 2 lapisan sel. Sirip lateral ini mirip dengan bulu terbang pada panah. Jaringan internal dan organ termasuk otot dan jaringan saraf.2. Collarete dan usus diverticula dapat terlihat melalui dinding tubuh. Kail lebih panjang daripada gigi namun keduanya memiliki struktur yang sama.Tidak terdapat sistem sirkulasi atau pertukaran gas. Wilayah tubuh terkadang memiliki collarete yang memanjang dan terlihat. badan. lubang bestibular dan gigi terlihat di ventral permukaan. Usus tidak memiliki pelengkap kecuali tonjolan lateral dan anterior yang disebut diverticula alimentary yang hanya ada di beberapa speises. dan ekor. Dimana 2 pasang sirip lateral ini dapat bergabung menjadi sepasang sirip lateral yang memanjang. Jumlah dan bentuk kait bervariasi menurut spesies.

Sepasang sirip lateral Gambar dari Pterosagitta draco menunjukkan sirip lateral. Dua pasang sirip lateral . Skala = 1 mm b.a.Beberapa jenis sirip pada chaetognatha 1.

b. kecil. Sentuh reseptor. Scale = 1 mm. showing lateral fin extension.ventral view. a.1 Sistem Saraf Sistem saraf chaetognatha terdiri dari ganglion otak besar dengan saraf sensorik (misalnya. Skala = 1mm. Scale = 1 mm 2.3. Sistem saraf terdiri atas ganglion dorsal dan ganglion ventral. Ganglion otak terhubung dengan ganglion ventral oleh sepasang tali saraf. bersilia (seperti rambut) prominences. Sirip lateral tidak mencapai segmen ekor; dua set gigi Pterosagitta draco. Alat indera termasuk mata dan rambutrambut peraba. .3. bulat.whole animal. Sirip lateral memanjang menjadi bagian badan; satu set gigi Eukrohnia calliops. 2. tersebar di tubuh. optik. organ perasa dan sepasang mata.4 Fisiologi 2.4. ventral view.Gambar dari Flaccisagitta enflata(bawah) menunjukkan dua pasang sirip lateral. koronal). Ganglia tambahan dan saraf tersebar di sepanjang tubuh.

Fertilisasi tidak dilakukan oleh satu individu melainkan dengan cara saling bertukar sel sperma dan sel telur yang dilakukan oleh dua individu yang dibuahi secara internal (Brusca dan Brusca 1990. anus ventral.3. Todd et al.4. rongga tubuh berkembang sempurna; sistem peredaran darah. Semua chaetogntha bersifat karnivor dan memangsa berbagai organisme mulai dari protozoa sampai ikan kecil.3. dengan ovarium yang berpasangan di dalam trunk dan sepasang testis pada bagian ekornya.5 Reproduksi dan Siklus Hidup Chaetognatha merupakan hewan hermaprodit. terutama copepoda. .2 Sistem Pencernaan Sistem pencernaan lengkap. 1996). 2. sistem pernafasan dan sistem ekskresi tidak ada. 2. setiap individu menghasilkan sperma dan sel telur ( Brusca dan Brusca 1990 ).. Telur yang dihasilkan merupakan zigot hasil fertilisasi ( dilapisi oleh zat seperti jelly ); perkembangan terjadi secara langsung dan tidak melewati keseluruhan tahap sebagai larva atau metamorfosis secara sempurna; waktu yang diperlukan telur untuk menetas cukup cepat yaitu kurang lebih dalam waktu 48 jam ( Brusca dan Brusca 1990 ). Telur yang dapat dihasilkan oleh ovarium adalah berkisar antara 30 1000 ( McLaren 1996 ).

Masa proses pematangan dan fertilisasi internal di kutub vegetal (2). granula kecil akan bergabung menjadi single granula besar. plasma nuftah memungkinkan untuk menjadi fragmen. . Setelah proses pembuahan (3). Plasma nuftah dan sel benih selama daur hidup dari chaetognatha. Plasma nuftah ditemukan di dalam empat kemungkinan PGC pada ujung archentron di gastrula (9) Keempat PGC menjadi plasma nutfah pada anakan jantan (posterior) dan anakan betina (anterior) (10) Yang menimbulkan spermatoscytes dan oocytes pada dewasa. Pada mitosis (5). plasma nuftah ( yang berwarna hijau ) berada di dalam dan disekitar vesikel germinal (GV). Semasa oogenis (1). Granula besar akan terpisah menjadi satu atau dua blastomer dan terus diwariskan oleh satu vegetal menjadi tahap pembelahan 32sel (7). Granula germinal akan didistribusikan menjadi dua blastomer di tahap pembelahan 64 sel (8). granula kecil akan melapisi korteks vegetal (V) dan akan bergabung selama amphimixy (4).

Sehingga pada siklus hidupnya. keberadaan Sagitta setosa yang banyak mengindikasikan massa air dari laut utara ( north sea ) yang bersalinitas rendah telah masuk ke selat ini.3. dengan demikian. Chaetognatha kebanyakan merupakan holoplankton dan berlimpah di seluruh dunia dan sebagian merupakan benthic. Sebagai contoh di selat inggris.3. Karena beberapa spesies berhubungan dengan suhu dan salinitas. yang berarti bulurahang.7 Peranan Chaetognatha berperan sangat penting dalam rantai makanan di laut. adalah filum dari cacing laut predator yang merupakan komponen utama dari plankton di seluruh dunia. tetapi beberapa spesies laut dalam yang oranye. itu mengindikasi massa air bersalinitas tinggi dari samudera altantik telah merambat masuk ke selat inggris. Sebaliknya bila Sagitta elegans yang merajai. kebanyakan Chaetognatha dewasa merupakan plankton. . Karena chaetognata merupakan pakan bagi banyak jenis ikan dan cumi. Kebanyakan chaetognatha transparan dan berbentuk torpedo.724 dalam). Chaetognatha hidup di kisaran faktor lingkungan terbatas.6 Ekologi Chaetognatha. Mereka ditemukan di semua perairan laut. Tetapi sebaliknya karena chaetognata merupakan pemakan telur dan larva ikan. dari perairan tropis permukaan dan pemukaan dangkal ke laut dalam dan daerah kutub. Mereka berbagai ukuran 2120 milimeter (0. 2. 2.0794. maka populasi yang besar akan menimbulkan kerugian pula bagi ladang ikan ( fishing ground ) dan upaya budi daya perikanan. sehingga beberapa jenis chaetognata digunakan sebagai indikator massa air atau arus laut. chaetognatha menjadi indikator hidrologi dari arus air laut. dan umumnya dikenal sebagai cacing panah. Sekitar 20% dari spesies yang dikenal adalah bentik.

Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. terdiri dari segmen yang dibentuk oleh subbagianbagian yang melintang rongga tubuh. Metamerism meningkatkan efisiensi gerakan tubuh dengan memungkinkan efek kontraksi otot yang sangat terlokalisir.2. dengan kata lain. Tubuh anggota filum ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis epitel. dan Hirudinea. Tetapi hanya satu kelas yang tergolong pada zooplankton yaitu polychaeta. yaitu Polychaeta.4. Segmentasinya disebut metamerism.4. . Setiap segmen mengandung elemenelemen sistem tubuh seperti sistem sirkulasi.1 Pengertian Annelida (dalam bahasa latin. 2. Semua anggota filum Annelida tubuhnya tersegmentasi. dan saluran ekskresi. Annelida merupakan hewan triploblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). annulus = cincin dan oidos =bentuk) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. dan itu memungkinkan pengembangan kompleksitas yang lebih besar dalam organisasi tubuh secara umum. Oligochaeta.sedangkan untuk oligocheta dan hirudinea tergolong hewan bukan plankton. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes.2 Klasifikasi Filum Annelida dibedakan menjadi tiga kelas. syaraf.4 Annelida 2.

dan cacing nipah. Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambutrambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. tetapi juga ada yang bersifat parasit pada hewan lain.cacing sorong. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Polychaeta adalah kelas cacing annelida yang umumnya hidup di laut. Tubuhnya berwarna menarik. Cacing ini tidak mempunyai sadel (klitelum) seperti pada cacing tanah (oligochaeta). Pembuahannya dilakukan di luar tubuh dan ada yang di dalam tubuh. misalnya Polydora dari famili Spionidae. Phylum : Annelida Class : Polychaeta Subclass : Palpata Order : Canalipalpata Suborder : Spionida Family : Spionidae . polychaeta hidup secara bebas (free living). tetapi ada yang kurang dari 1 mm (misalnya Diurodrilus)dan ada juga yang mencapai 3 m (misalnya Namalycastis rhodochorde). Sebagian besar.sebagian juga ditemukan di sungai dan danau (air tawar) dan sebagian lainnya ditemukan di darat (terrestrial). Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadilarvayang disebut trakofor. seperti ungu kemerahmerahan. pada cacing yang bergerak aktif (Errantia).cacing palolo. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual dan aseksual. Contoh jenis Polychaeta antara lain calm worm. tetapi pada cacing yang relatif lamban bergerak (Sedentaria) tidak memiliki parapodia.Ukuran tubuh polychaeta sebagian besar berukuran 510 cm.cacing wawo. Parapodia berperan sebagai alat pernapasan. Polychaeta memiliki kelamin terpisah dan ada yang hermaprodit.

000 jenis Annelida. Di darat beberapa annelida tumbuh dari . memiliki beberapa spesies. Salah satu jenis annelida. cacing bulu.4. termasuk cacing tanah dan lintah. Genus : Spionid spesies : Spionidsp Phylum : Annelida Class : Polychaeta Subclass : Palpata Order : Canalipalpata Suborder : Spionida Family : Magelonidae genus : Mageloni Spesies : Magelonisp Kingdom:Animalia Phylum:Annelida Class:Polychaeta Order:Aciculata Family:Tomopteridae Genus:Tomopteris sp 2.3 Morfologi dan Anatomi Annelida adalah keluarga cacing besar yang tubuhnya memiliki segmen. Ada lebih dari 9.

Makanan yang dicerna di dalam tabung dalam dapat terlihat melalui mikroskop.panjang 1 sampai 180 meter. metamerenya identik atau sangat mirip dengan satu dan lainnya. Setiap metamere terdiri dari potongan dinding tubuh dan kompartemen dari rongga tubuh dengan organ internalnya. dan lumpur di dasar perairan tenang dari sistem perairan. kecuali yang pertama. annelida planktonik mempunyai ukuran tubuh 40 mm. Setiap segmen mempunyai otototot yang mengelilingi tubuh. Cacing bulu dapat berenang dengan cara mencambukkan tubuhnya kedepan dan belakang dengan sangat cepat di air. Beberapa cacing tidak memiliki warna atau transparan. debu. Cacingnya merangkak dengan menekan bulubulunya melawan permukaan seperti batu. memiliki bundel bulu. Pada beberapa anggota primitif annelida. sesuai dengan pembagian tubuh bagian dalam (internal). Beberapa annelida memiliki bintik mata yang dapat mendeteksi terang dan gelap. Pembagian tubuh bagian luar (eksternal). yang masingmasing memiliki struktur yang sama. Tubuh annelida merupakan tabung di dalam tabung. . Namun. Setiap segmen tubuh cacing bulu. yang dapat terlihat di cacing tanah biasa. yang terbuat dari metamere dan wilayah terminal tidak bersegmen yang disebut pygidium. Tabung dalam merupakan sistem pencernaan dengan mulut di salah satu ujung dan limbah keluar di ujung lainnya. Karakteristik mendasar dari filum ini adalah pembagian tubuhnya kedalam sebuah seri linear segmen silindris atau metamere. Tubuh annelida terdiri dari wilayah kepala: sebuah belalai.

Kompartemen tersegmentasi dari coelom biasanya terpisah satu sama lain oleh lembaran jaringan tipis. tapi catatan mengenai fosil cacing tanah dan lintah sangatlah langka. yaitu menyediakan kekakuan dan ketahanan yang diperlukan untuk pergerakan otot.2 Sistem Sirkulasi Karakteristik sistem sirkulasi pada filum ini bervariasi. hingga ke anus.4. Ususnya dipisahkan dari dinding tubuh oleh rongga yang disebut coelom. fosil bukan hal yang umum. Kebanyakan annelida memiliki bulu eksternal yang pendek dikenal dengan nama setae. coelom terisi oleh cairan dan berfungsi sebagaimana kerangka tubuh. yang berlubang oleh usus dan oleh pembuluh darah. menahan tubuh hewannya di dalam tabung. disebut septa. Kecuali pada lintah. tersusun dari kitin. Pada beberapa polychaeta dan .4. dibatasi di dalam pembuluh darah yang berkembang dengan baik. memiliki kecenderungan kearah penggabungan beberapa segmen dan pembatasan beberapa organ ke segmen tertentu.4.4 Fisiologi 2. Fosil dari polychaeta dengan hunian berbentuk tabung telah ditemukan.4. 2. atau untuk meningkatkan area permukaan dari appendage untuk berenang. Karena kekhasan tubuh annelida yang lunak. Darahnya biasanya mengandung hemoglobin. pigmen merah pembawa oksigen.Pada bentuk annelida yang lebih maju. Dinding tubuhnya terdiri dari otot yang tersegmen dan berkembang dengan baik yang digunakan untuk pergerakan merangkak dan berenang. 2.4. beberapa annelida memiliki pigmen hijau pembawa oksigen. Setaenya digunakan untuk menggenggam tanah. Dinding tubuh yang dilapisi epidermis dengan kutikula tipis yang disekreksikan oleh sel epidermal. dan beberapa lainnya memiliki darah yang tidak berpigmen. Sistem sirkulasinya biasanya tertutup. yang berlokasi di sisi bawah kepala.1 Sistem Pencernaan Sistem pencernaan annelida terdiri dari usus tidak bersegmen yang membentang di sepanjang pertengahan tubuh dari mulut.

dihubungkan dengan sebuah cincin saraf ke tali saraf ventral yang membentang panjang tubuh; talinya menimbulkan saraf lateral dan ganglia di setiap segmen. atau massa ganglionik. terletak di wilayah kepala. seperti kebanyakan cacing tanah .4. sistem sirkulasinya terbuka sebagian. yaitu memompa organ untuk mengalirkan darah.4. dan respirasi terjadi langsung melalui dinding tubuh. perasa.4. Organ indra annelida umumnya meliputi mata. insang berbulu di mana gas dipertukarkan antara darah dan lingkungan. tentakel taktil. Namun. Bagian posterior terlepas dan menjadi individu baru. 2. Pada sebagian taksa lainnya. dengan darah dan cairan coelom bercampur secara langsung pada sinus dari rongga tubuh. Darah mengalir menuju kepala melalui sebuah pembuluh kontraktil di atas usus dan kembali ke daerah terminal melalui pembuluh di bawah usus; darah didistribusikan ke setiap kompartemen tubuh dengan pembuluh lateral. Beberapa pembuluh lateral adalah kontraktil dan berfungsi seperti jantung. Metode ini digunakan oleh beberapa annelida yang memungkinkan mereka berkembang biak dengan cepat.3 Sistem Respirasi Beberapa annelida akuatik memiliki berdinding tipis. 2. dihubungkan dengan sebuah cincin saraf ke tali saraf ventral yang membentang disepanjang tubuh.4. terletak di wilayah kepala. 2. atau massa ganglionik.5 Reproduksi dan Siklus Hidup Annelida mampu melakukan reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual biasanya dengan pembelahan.4. lintah. Sistem saraf biasanya terdiri dari otak primitif.4 Sistem Saraf Sistem saraf biasanya terdiri dari otak primitif. dan organ keseimbangan yang disebut statocysts. sebagian besar annelida tidak memiliki organ khusus untuk pertukaran gas.

setermasuk lintah. hingga mencapai ukuran dewasa. Clitellata yang tidak memiliki tahap larva trochophore bersilia hidup bebas sebagaimana di polychaetes. Beberapa spesies annelida adalah hermaprodit. Cacing tanah dan Oligochaeta lainnya. yang tertarik oleh sekresi masingmasing. Metode transfer sperma yang berbeda telah diamati dalam genera yang berbeda. meskipun mereka memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh yang terputus. Hewan tersebut kemudian mulai mengembangkan segmen yang. Kebanyakan cacing polychaete memiliki jantan dan betina yang terpisah dengan fertilisasi eksternal. . Tahap larva paling awal. mirip dengan yang ditemukan di filum lainnya. Reproduksi seksual memungkinkan spesies untuk lebih beradaptasi dengan lingkungannya. Dua cacing. cacing embrio berkembang dalam "kepompong" berisi cairan yang disekresi oleh clitellum tersebut. yang tidak terdapat dalam beberapa kelompok. membaringkan tubuh mereka bersamasama dengan kepala mengarah ke arah yang berlawanan. yang hermaprodit dan kawin secara berkala sepanjang tahun dalam kondisi lingkungan yang disukai. dan mungkin melibatkan spermathecae internal (ruang penyimpanan sperma) atau spermatophores yang melekat pada bagian luar tubuh cacing lain.tidak dapat bereproduksi dengan cara ini. sementara yang lain memiliki jenis kelamin yang berbeda. adalah trochophore bersilia. Mereka kawin dengan kopulasi. Cairan tersebut dipindahkan dari pori lakilaki untuk cacing lainnya. satu demi satu.

Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri.6 Ekologi Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata.4. termasuk manusia.) merupakan salah satu jenis spesies dari kelas polycheata yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan karena jenis cacing ini tergolong ekonomis penting karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar.2. (Romimohtarto dan Juwana.7 Peranan Cacing laut (Nereis sp. dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempattempat lembab.Cacing polychaeta merupakan makanan alami yang baik bagi udang . 2. 2001). .4.

2007). menjadikan warna udang lebih cemerlang sehingga menigkatkan mutu dan nilai jual udang tersbut (Aslan dkk.. .windu (Peneaeus monodon) di tambak.

Coelenterata bereproduksi dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual. serta sistem saraf.1 Kesimpulan Coelenterata berasal dari bahasa yunani. cacing seperti belut. Nematoda memiliki fisiologi seperti sistem pernapasan. medusa akan menghasilkan sel gamet betina atau jantan yang kemudian akan membentuk zigot. dan tubuhnya tidak bersegmen. yaitu organ kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Pada umumnya diesis atau gonokoris. Cubozoa. Scyphozoa. Kata "Nematoda" berasal dari bahasa Yunani yang terbentuk dari gabungan kata " nema" yang mempunyai arti threadyang berarti benang dan kata "oid"yang berarti likeyang berarti seperti atau menyerupai. Cnidaria tidak memiliki alat pernapasan dan ekskresi. Sebagian besar coelenterata saat planktonik merupakan pakan alami bagi ikan ikan. Cnidaria dibagi menjadi beberapa kelas. Kebanyakan Coelenterata adalah karnivora dan makanan mereka sebagian besar terdiri dari krustasea kecil. sehingga coelenterata dapat diartikan sebagai hewan yang memiliki rongga. Nama nematoda merujuk pada kata nematoid yang kemudian mengalami modifikasi menjadi nematode untuk mendeskripsikan golongan organisme yang bentuk tubuhnya memanjang seperti cacing gilig. sistem pencernaan. Reproduksi secara seksual dilakukan oleh medusa. antara lain Hydrozoa. Nematoda mempunyai peran penting pada ekologi laut. BAB III Penutup 3. Rongga tubuh digunakan sebagai tempat pencernaan makanan dan sebagai alat pengedar sari makanan dan sisa makanan dikeluarkan. Tubuh mereka yang kecil dan bahkan sangat kecil ( dibawah 100 mikron untuk ukuran dewasanya) dan memiliki struktur tubuh . yaitu "coelos"yang memiliki arti rongga dan "enteros"yang memiliki arti usus. nematoda terbagi atas beberapa kelas. Makanan masuk melalui mulut kemudian masuk ke perut. sistem ekskresi. Maka banyak orang menyebutnya hewan perut berongga. cacing seperti benang. Coelenterata dapat ditemukan di hampir semua habitat laut. Nematoda bereproduksi secara seksual. dan Anthozoa. tetapi sebagian besarnya merupakan parasit.

kecuali yang pertama. Dengan ukuran tubuhnya yang sangat kecil. adalah sebuah filum dari cacing laut yang merupakan komponen terbesar dari plankton laut di seluruh dunia. Setiap segmen tubuh cacing bulu. sistem sirkulasi. Chaetognatha dapat ditemukan di semua perairan laut. setiap individu menghasilkan sperma dan sel telur ( Brusca dan Brusca 1990 ). Tubuhnya jelas dibedakan menjadi bagian kepala. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes. yaitu Polychaeta. Reproduksi aseksual biasanya dengan pembelahan. Annelida memliki fisiologi diantaranya sistem pencernaan. Sirip lateral ini mirip dengan bulu terbang pada panah. dan sistem saraf. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar. dari perairan tropis permukaan dan pemukaan dangkal ke laut dalam dan daerah kutub. nematoda merupakan pakan bagi ikan. dikenal dengan nama cacing panah. Tubuh chaetognatha berbentuk seperti anak panah yang biasanya memiliki 2 pasang sirip lateral dan juga ekor. dan ekor. dan Hirudinea. Chaetognatha tidak terdapat sistem sirkulasi atau pertukaran gas. tungau air dan hydra. Filum Annelida dibedakan menjadi tiga kelas.yang sederhana. dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempattempat lembab. Reproduksi seksual adalah dengan melakukan kopulasi antara jantan dan betina. annulus = cincin dan oidos =bentuk) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Annelida mampu melakukan reproduksi seksual dan aseksual. Annelida planktonik mempunyai ukuran tubuh 40 mm. sistem respirasi.sedangkan untuk oligocheta dan hirudinea tergolong hewan bukan plankton. Karena chaetognata merupakan pakan bagi banyak jenis ikan dan cumi. atau sistem ekskresi. Annelida (dalam bahasa latin. Chaetognatha terdiri dari 2 kelas yaitu Archisagittoidea dan Sagittoidea. badan. dengan ovarium yang berpasangan di dalam trunk dan sepasang testis pada bagian ekornya. Tetapi hanya satu kelas yang tergolong pada zooplankton yaitu polychaeta. memiliki bundel bulu. Chaetognatha merupakan hewan hermaprodit. Setiap segmen mempunyai otototot yang mengelilingi tubuh. Chaetognatha berperan sangat penting dalam rantai makanan di laut. Annelida merupakan hewan triploblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). Oligochaeta. .. Chaetognatha yang berarti "rahang bulu" berasal dari kata chaeton = sikat ; gnatos = rahang atau mulut.

Cacing polychaeta merupakan makanan alami yang baik bagi udang windu (Peneaeus monodon) di tambak. . menjadikan warna udang lebih cemerlang sehingga menigkatkan mutu dan nilai jual udang tersbut (Aslan dkk..2007).

MEREJKOWSKY C. eStudy Guide for: Marine Biology: Function.html diakses pada tanggal 6 Mei 2015 pukul 23.Penuntun Praktikum Avertebrata air. VI. Post Campus of Long Island University. The Ecology of Marine Nematodes. http://w3. Sumber Internet : https://depts. HARGITT.org/~Lisa_Peck/MarineBio/syllabus/ch7invertebrates/Invertwp/invert_wp_0 5/cnidaria/mark2/reproductive. Belgium. Bull. Heip. 1883. France. Marr JS.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. discussion... Histoire du developpement de la meduse Obelia. 2006. 33:158.. Soc.Morph. 2001.htmdiakses pada tanggal 6 Mei 2015 pukul 22. Tettelbach C. Romimohtarto dan Juwana.2007. Kendari. Ravail. Carlo. Biologi Laut. Marine Biology Section. The Life Cycle Of The FreeLiving Marine Nematode Innocuonema tentabundaDe Man. Universitas Haluoleo.Massachusetts: Jones and Bartlett Publishers Cram101. Ecology.Djambatan. Zool. General considerations.06 WIB. Ghent. 2009. 8:98129. Zoologi Institute. dkk.washington. G. India: National Institute of Oceanography (CSIR) PLANKTON (Bio 511) Professor Stephen T. T. DAFTAR PUSTAKA Berger SA. Magna Vincx dan Guido Vranken.shorecrest. 1985.edu/fhl/zoo432/plankton/plcnidaria_ctenophore/cnidaria_cteno. Jakarta.dkk. 1919.47 WIB. 2013. Aslan.1890.W.. Germ cells of coelenterates. . State University of Ghent. Human Parasitic Diseases Sourcebook.Google eBook Singh. conclusions. J.. Biodiversity.

html diakses pada tanggal 6 Mei 2015 pukul 23.earthlife.biologisel.au/Sustainabilityand- Environment/FisheriesScience/AquaticAnimalHealth/ Pages/FishDiseaseAndHumanHealth. Anggi.com/2013/12/nematoda. Maret 2015.com/2014/06/mengenalcoelenteratahewanberongga.html diakses pada tanggal 10 mei . diakses pada tanggal 10 mei 2015 pukul 14 : 47 http://www.ac.edu/BiologicalBulletin/EGGCOMP/pages/14.wa.html http://www.fish. diakses 8 Mei 2015 pukul 00. sridianti.2001. 57 wib http://www.id/~hamasains/Nematoda%20non%20parasit.uns. Fish disease and human health.html Putri.net/inverts/nematoda.asp xdiakses pada tanggal 10 mei CDC. “Annelida Segmented Worms”. Phil. Oktober 2014. Maret 2013.au/zooplankton/imagekey/annelida diakses pada tanggal 8 mei 2015 pukul 7.http://hermes. Invertebrates in the Plankton: Chaetognatha.org/accounts/Annelida/ http://www.newworldencyclopedia. depts.edu/fhl/zoo432/plankton/plchaetognatha/chaetognatha.cdc. www.19 WIB.imas. Parasites Anisakiasis.gov/parasites/anisakiasis/biology.mbl. Cara Reproduksi Nematoda.htmdiakses pada tanggal 10 mei Anonim.org/entry/Anneliddiakses pada tanggal 10 mei pukul 21:11 http://fp.zonasiswa.08 WIB. Myers.gov.washington. http://animaldiversity.The Phylum Nematodes.utas.html diakses pada tanggal 10 mei Anonim.html diaskes pada tanggal 9 mei 2015 pada pukul 22 : 43 wib Ramel.edu.htmldiaskes pada tanggal 10 mei pukul 20:30 wib http://www.Gordon.www.com/carareproduksinematoda.

net/2015/03/ciriciricoelenteratadancontohcoelenterata. Fitria. sridianti.Sri.weebly.com/rangeandhabitat.html diakses pada tanggal 10 mei http://soilcrawlers. Oktober 2014. Peranan Nematoda dalam Kehidupan Manusia.htmldiakses pada tanggal 11 mei 2015 pukul 16:29 .com/peranan- nematodadalamkehidupanmanusia.htmldiaksespada tanggal 11 Mei 2015 pukul 14 :29 http://budisma.