You are on page 1of 8

Tugas Rangkuman Kimia Zat Padat

Susunan Terjejal Atom dan Bilangan Koordinasi Kisi
Kristal

Oleh:

Qurrotul A’yun (15030234023) Kimia A 2015

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Februari 2018

Abstrak Kekerasan. Struktur terjejal. kerapatan. atau molekul) yang berbatasan langsung ke setiap partikel dalam kisi. Struktur logam murni dapat dengan mudah digambarkan karena atom-atom yang membentuk padatan tersebut dapat digambarkan sebagai bola sempurna dan satu sama lain identik. Jumlah bola yang bersentuhan dengan bola yang menjadi acuan disebut dengan bilangan koordinasi (BK). kristal logam dan molekular mempunyai sifat umum yang memaksimalkan kerapatannya dengan menyusun partikel-partikelnya serapat mungkin. Struktur kristal semacam ini disebut struktur terjejal. Bilangan koordinasi . Ini adalah karaktertik dari ruang kisi yang diberikan dan ditentukan oleh pemeriksaan padatan kristal. panas pembentukan dan penguapan serta sifat-sifat lainnya dari logam dapat dihubungkan dengan susunan atom-atom dalam kisi kristal logam. atom. titik leleh. Kata Kunci : Kisi kristal. Jadi bilangan koordinasi adalah jumlah partikel terdekat (ion.

Bidang kedua dibentuk dengan menyusun bola di atas celah yang membentuk segitiga pada bidang pertama. kerapatan. Banyak senyawa. Atom-atom pada bidang ketiga dapat disusun di atas celah bidang pertama yang tidak digunakan pada pembentukan bidang kedua. Dalam struktur heksagonal terjejal dan struktur kubus terjejal. Dalam struktur terjejal penggunaan ruang relatif lebih efisien. Susunan Terjejal Atom dan Bilangan Koordinasi Kisi Kristal Kekerasan. tiga bola dari bidang atas dan tiga bola dengan bidang di bawahnya. Pada struktur heksagonal terjejal. tiga bola dari bidang di bawahnya. Penggambaran kedua struktur terjejal tersebut dapat dimulai dengan menyusun bola yang berbidang datar atau lapisan dimana setiap bola bersinggungan dengan enam bola lain yang diorientasikan ke arah sudut heksagonal. titik leleh. yaitu dua belas. Terdapat cara lain untuk menempatkan susunan bola pada bidang ketiga selain menurut cara heksagonal terjejal. Bola-bola pada bidang ketiga susunannya dapat diarahkan langsung di atas bola pada bidang pertama membentuk susunan dengan struktur berulang AB AB AB AB. Pada struktur heksagonal terjejal. setiap bola dalam struktur ini bersinggungan dengan enam bola lain pada bidang yang sama. Karena struktur ini adalah susunan bidang bergantian dari bola terjejal heksagonal maka susunan seperti itu dinamakan struktur heksagonal terjejal. Struktur terjejal dibagi menjadi 2 macam. Struktur kristal semacam ini disebut struktur terjejal. atom-atom pada bidang . khususnya kristal logam dan molekular mempunyai sifat umum yang memaksimalkan kerapatannya dengan menyusun partikel-partikelnya serapat mungkin. Bilangan koordinasi dalam struktur heksagonal terjejal adalah 12 (dua belas). Bilangan koordinasi untuk struktur ini sama. dan enam bola pada bidang yang sama. Pada kubus terjejal. tiap bola bersinggungan dengan tiga bola dari bidang atas. Hasilnya adalah suatu struktur dengan pola ABC ABC ABC yang disebut kubus terjejal. panas pembentukan dan penguapan serta sifat-sifat lainnya dari logam dapat dihubungkan dengan susunan atom-atom dalam kisi kristal logam. ruang yang diisi mencapai 74%.

Jadi bilangan koordinasi adalah jumlah partikel terdekat (ion. Gambar 1. Sedangkan pada kubus terjejal. diorientasikan 180o relatif terhadap bidang pertama. Ini adalah karaktertik dari ruang kisi yang diberikan dan ditentukan oleh pemeriksaan padatan kristal. Struktur Heksagonal Terjejal (b). bilangan . atau molekul) yang berbatasan langsung ke setiap partikel dalam kisi. atom-atom pada bidang ketiga berbeda arah. Jumlah bola yang bersentuhan dengan bola yang menjadi acuan disebut dengan bilangan koordinasi (BK). Struktur Kubus Terjejal] Susunan terjejal apapun akan memiliki sifat umum: (1) Bola-bola itu akan menempati 74% ruang yang tersedia (2) Setiap bola dikelilingi oleh 12 bola tetangganya (3) Enam bola dari 12 ada dilapis yang sama dan tiga dilapis ditasnya dan 3 sisanya dari lapis dibawahnya. Pola Susunan Struktur Terjejal [(a).pertama letaknya searah dengan atom-atom pada bidang ketiga. Untuk struktur terjejal. Struktur logam murni dapat dengan mudah digambarkan karena atom-atom yang membentuk padatan tersebut dapat digambarkan sebagai bola sempurna dan satu sama lain identik. atom.

Banyaknya anion-anion yang terikat pada kation (bilangan koordinasi kation) cenderung bertambah dengan bertambahnya ukuran kation. yaitu kristal ionik yang terdiri dari 2 macam atom seperti NaCl. Gambar 2. MgCl2 dan TiO2 dengan ukuran anion lebih besar daripada kation. . 4 partikel dimasukkan dalam suatu sel satuan. Dalam kasus ini. Bilangan koordinasi untuk kubuas berpusat badan dan kubus berpusat muka masing-masing adalah 8 dan 12. KCl. setiap partikel dikelilingi oleh enam partikel lain sehingga bilangan koordinasinya adalah 6. dapat dianggap kation menempati ruangan-ruangan kosong (hole) atau tempat selitan yang ada diantara anion-anion sehingga membentuk geometri tertentu disekitar kation. Kubus berpusat badan mempunyai bilangan koordinasi 8. Pada kristal ionok sederhana.koordinasi adalah 12 yang merupakan bilangan koordinasi maksimum. Strutur kubus pusat badan Pada kisi kubus sederhana misalnya NaCl.

. Tabel 1. Gambar 3. Strutur NaCl Hubungan antara rasio radius (r+/r-) dengan bilangan koordinasi (BK) kation dan kemungkinan geometri disekitar kation ditunjukkan pada tabel 1. Hubungan antara rasio radius dengan bilangan koordinasi (BK) dan kemungkinan geometri di sekitar kation.

Kristal logam dan molekular mempunyai sifat umum yang memaksimalkan kerapatannya dengan menyusun partikel-partikelnya serapat mungkin yang disebut struktur terjejal. . 3. 2. atom. Hubungan antara rasio radius dengan bilangan koordinasi (BK) memungkinkan berbagai geometri di sekitar kation. Kesimpulan 1. atau molekul) yang berbatasan langsung ke setiap partikel dalam kisi. Bilangan koordinasi adalah jumlah partikel terdekat (ion.

Ahmad.. Inorganic Chemistry: Principles of Structure and Reactivity. 1993. Fourth Edition. 2017. Harun Nasrudin dan Pirim Setiarso. Modul Kimia Anorganik 2. Kimia Zat Padat. Keiter. J. E. Daftar Pustaka Mudzakir. Surabaya : UNESA Press . Universitas Terbuka Huheey. Samik. dan Keiter. dkk. Tangerang. New York: Harper Collins College Publishers. 2008. R. E. A. L.