You are on page 1of 10

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Dasar Teori
II.1.1 Pelapisaan Logam
Pelapisan logam merupakan cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu pada
suatu permukaan benda kerja dengan tujuan memiliki penampilan yang indah, ketahanan
terhadap korosi, memiliki penampilan yang indah, memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta
memperbaiki sifat mekanik material. Pelapisan logam adalah proses pelapisan logam dan
nonlogam yang menggunakan arus listrik searah (direct current/DC) melalui metode
elektrolisis. Pelapisan logam adalah suatu cara yang dilakukan untuk memberikan sifat
tertentu pada suatu permukaan benda kerja, dimana diharapkan benda tersebut akan
mengalami perbaikan baik dalam hal struktur mikro maupun ketahanannya, dan tidak
menutup kemungkinan pula terjadi perbaikan terhadap sifat fisiknya. Pelapisan logam
merupakan bagian akhir dari proses produksi dari suatu produk. Proses tersebut dilakukan
setelah benda kerja mencapai bentuk akhir atau setelah proses pengerjaan mesin serta
penghalusan terhadap permukaan benda kerja yang dilakukan. Dengan demikian, proses
pelapisan termasuk dalam kategori pekerjaan finishing atau sering juga disebut tahap
penyelesaian dari suatu produksi benda kerja (Ir. Azhar A. Saleh, 2014).
II.1.2 Macam-Macam pelapisan Logam
1. Pelapisan Dekoratif
Pelapisan dekoratif bertujuan untuk menambah keindahan tampak luar suatu benda
atau produk. Sekarang ini pelapisan dengan bahan krom sedang digemari karena warnanya
yang cemerlang, tidak mudah terkorosi dan tahan lama. Produk yang dihasilkan banyak
digunakan sebagai aksesoris pada kendaraan bermotor baik yang beroda 2 maupun pada
kendaraan beroda 4. Dengan kata lain pelapisan ini hanya untuk mendapatkan bentuk luar
yang baik saja. Logam-logam yang umum digunakan untuk pelapisan dekoratif adalah emas,
perak, nikel dan krom.
2. Pelapisan Protektif
Pelapisan protektif adalah pelapisan yang bertujuan untuk melindungi logam yang
dilapisi dari serangan korosi karena logam pelapis tersebut akan memutus interaksi dengan
lingkungan sehingga terhindar dari proses oksidasi.

II-1

serta bertambahnya kapasitas konduktivitasnya. yaitu untuk menigkatkan sifat mekanis pada subtrat. melindungi subtrat dari korosi dan memperindah tampilan (decorative). pengatur pH dan membantu pelarutan anoda. ( Anton J. Berdasarkan penjelasan diatas. Logam yang terhubung dengan kutup positif sumber arus searah disebut anoda dan yang terhubung dengan kutup negatif sumber arus searah disebut katoda. waktu pelapisan dan konsesntrasi larutan. bersifat konduktif. larutan elektrolit dan katoda yang membentuk satu kesatuan yang satu sama lain saling berkaitan. temperatur larutan. Hartomo dan Tomijiro Kaneko . Pelapisan Untuk Sifat Khusus Permukaan Pelapisan ini bertujuan untuk mendapatkan sifat khusus permukaan seperti sifat keras. Misalnya dengan melapisi bantalan dengan logam nikel agar bantalan lebih keras dan tidak mudah aus akibat gesekan pada saat berputar.3 Elektroplating Proses elektroplating mengubah sifat fisik dan mekanik. Dalam melaksanakan proses electroplating ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu arus yang dibutuhkan untuk melapis (rapat arus). anoda. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material terhadap korosi. Terjadinya endapan nikel pada baja disebabkan adanya ion-ion bermuatan listrik yang berpindah secara terus menerus dari satu elektroda melalui larutan elektrolit. Karena itu. sifat tahan aus dan sifat tahan suhu tinggi atau gabungan dari beberapa tujuan diatas secara bersama-sama. Jenis larutan elektrolit dari setiap proses pelapisan berbeda-beda tergantung pada jenis logam pelapis yang diinginkan. maka dapat dijelaskan bahwa prinsip kerja electroplating adalah merupakan suatu rangkaian dari arus listrik. Dua buah plat logam merupakan anoda dan katoda dihubungkan pada kutup positif dan negatif terminal sumber arus searah (DC). Distribusi perpindahan ion-ion logam selama proses pelapisan BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-2 . Larutan elektrolit berfungsi sebagai media penyuplai ion-ion logam dan harus mengandung unsur-unsur ion logam yang akan diendapkan. Elektroplating dilakukan dengan cara mengalirkan arus listrik melalui larutan antara logam atau material lain yang konduktif. II. sebagai buffer. 1992 ). tujuan pelapisan logam tidak luput dari tiga hal. Larutan elektrolit yang banyak digunakan dalam proses elektroplating dapatbersifat asam atau basa (alkali) dan mempunyai covering power. throwing power dan leveling yang baik.ITS 3.1. terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya. Adapun dalam sifat mekanik terjadi perubahan mekanik.

Memperbaiki kehalusan /bentuk permukaan toleransi logam dasar misalnya . kesempurnaan lapisan dipengaruhi pula oleh bentuk anoda. jarak antara anoda ke katoda dan kebersihan larutan (bebas pengotor). yaitu . daya larut anoda. Memperbaiki tampak rupa (dekoratif) misalnya .5 Faktor . krom dan lain sebagainya.faktor yang mempengaruhi elektroplating a.Melindungi logam dasar dengan yang kurang mulia. dan tembaga. temperatur larutan. 4. Sehingga kondisi operasi seperti rapat arus. Keseimbangan suhu ditentukan oleh beberapa faktor seperti ketahanan. Elektroforming. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. pelapisan nikel. membentuk benda kerja dengan cara endapan II. kuningan. kemurnian anoda. emas dan baja. temperatur. Adapun fungsi dan tujuan dari pelapisan logam adalah sebagai berikut : 1. waktu dan komposisi larutan perlu dijaga agar tetap stabil. pelapisan seng dan baja. jarak anoda dan katoda.Melindungi logam dasar dengan logam yang lebih mulia.4 Fungsi Elektroplating Dalam teknologi pengerjaan logam. Meningkatkan ketahanan produk terhadap gesekan (abrasi). serta ampere yang digunakan. Melindungi logam dan dekorasi. 5.ITS berlangsung akan dipengaruhi oleh besarnya arus. c. derajat keasaman (pH) dan kekentalan (derajat baurne) atau konsentrasi larutan. perak. misalnya . misalnya . Konsentrasi ion BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-3 . Jika konsentrasi ion logam dalam larutan berkurang akan dihasilkan lapisan berwarna hitam (terbakar) pada rapat arus yang rendah. Kerapatan arus Kerapatan arus yang baik adalah arus yang tinggi pada saat arus diperkirakan masuk. . 3.1. 2. proses lapis listrik termasuk ke dalam proses pengerjaan akhir (metal finishing). pelapisan platina. Selain dari hal-hal diatas. pelapisan emas. luas permukaan bahan yang dilapis.1. pelapisan krom keras. II. misalnya . yaitu : . bagaimanapun nilai kerapatan arus mempengaruhi waktu plating untuk mencapai ketebalan yang diperlukan. Suhu Suhu sangat penting untuk menyeleksi cocoknya jalannya reaksi dan melindungi pelapisan. b.

ITS Merupakan faktor yang berpengaruh pada struktur deposit. dengan naiknya konsentrasi logam dapat menaikkan seluruh kegiatan anion yang membantu mobilitas ion. Semakin lama pencelupan maka ketebalan lapisan semakin bertambah. akan tetapi secara umum ada dua macam (sesuai peristiwanya) yakni : penggabungan langsung logam atau ion logam dengan unsur-unsur bukan logam. hydrogen sulfide dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-4 II-4 . serta reaksi pelarutan logam (biasanya di lingkungan berair) lalu bergabung dengan bukan logam mambentuk produk korosi (reaksi penggantian). II. Produknya biasanya oksida atau garamnya. i. h. Mengendalikan korosi logam dapat ditempuh dengan berbagai cara. Konduktivitas Konduktivitas larutan tergantung pada konsentrasi ion yang besar atau jumlah konsentrasi molekul. f. peristiwa korosi disebabkan oleh reaksi logam dengan unsur bukan logam dari lingkungannya. dan ketebalan pelapisan yang tidak seragam. penampilan. Reaksi langsung (korosi kering) termasuk oksida di udara. sehingga akan mengganggu proses. Reaksi langsung disebut juga korosi kering. dimana hasil korosi menjadi lapisan pasif.6 Korosi Salah satu tujuan plating ialah upaya mencegah korosi. Waktu pelapisan Waktu pelapisan sangat berpengaruh pada ketebalan lapisan yang diharapkan. Pasivitas Gejala ini sering ditemui pada logam yang mengalami korosi. dan agitasi seharusnya disalurkan dengan tujuan untuk menghindari bentuk/struktur. Throwing power Yaitu kemampuan larutan penyalur menghasilkan lapisan dengan ketebalan merata dan sejalan dengan terus berubahnya jarak antara anoda dan permukaan komponen selama proses pelapisan. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. Reaksi korosi dapat dikelompokkan atas berbagai jenis. Secara sederhana. yaitu jalannya katoda dan jalannya larutan. g. maka ion-ion logam pelapis terus menurun. e. Agitasi Yaitu terdiri dari dua macam. reaksi penggantian disebut korosi basah.1. d. Agitasi yang besar mungkin akan merusak. reaksi dengan uap belerang. yang pada gilirannya turut mempengaruhi jalannya reaksi lanjut. Bila hal ini terjadi pada anoda. Nilai pH Derajat keasaman (pH) merupakan faktor penting dalam mengontrol larutan elektroplating.

Ion oksida berdifusi ke lapisan oksida dan bereaksi dengan ion logam. Katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi. membentuk lapisan awal oksidanya. Anoda yang tidak larut berfungsi sebagai penghantar arus listrik saja.7 Prinsip Dasar Pelapisan Logam Anoda. Lapisan oksida makin tebal. Lalu mengurai menjadi atom dan mengion. II. dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik. dan larutan elektrolit adalah istilah yang digunakan seluruh literatur berhubungan dengan pelapisan material khususnya logam. Reaksi demikian nyata dan lazim pada suhu relatif tinggi. Elektrolit berupa larutan yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positf atau negatif. Logamnya juga mengion. Korosi demikian berlangsungnya tergantung pada sifat oksida logam. seberapa permeabel dan kuat ikatannya ke permukaan logam. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. juga sebagai bahan baku pelapis. dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik.ITS kandungan udara kering lainnya. II. Ion logam terus terbentuk dipermukaan. Oksidasi logam sekilas tak tampak melibatkan mekanisme elektrokimia.8 Skema Proses Electroplating BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-5 . karena itu upaya pengubahan lingkungan yang menjadikannya kurang agresif akan bermanfaat untuk membatasi serangannya terhadap logam. akan tetapi sebenarnya bentuk korosi itupun tergantung pada mekanisme pertukaran elektron dengan gejala arus listrik pula. katoda. hasilnya serupa. oksigen molekul terserap ke permukaan logam.1. Secara sederhana. elektron berdifusi lewat lapisan oksida.1. 1. Dapat pula logam yang mengion dan berdifusi ke permukaan. Anoda dalam larutan elektrolit ada yang larut dan ada yang tidak. Ion logam dan oksida bergabung. Anoda adalah terminal positif. Korosi adalah reaksi antar logam dan lingkungannya. sedangkan anoda yang larut berfungsi selain penghantar arus listrik. juga reaksi dengan logam cair misalnya natrium. 3. mengionkan oksigen di permukaan. 2.

Dengan gaya dorong beda potensial listrik dan dibantu oleh reaski-reaksi kimia. Anoda (bahan pelapis) 2. Prinsip dasar dari pelapisan logam secara listrik ini adalah penempatan ion-ion logam yang ditambah elektron pada logam yang dilapisi. Sumber arus searah Mekanisme terjadinya pelapisan logam adalah dimulai dari dikelilinginya ion-ion logam oleh molekul-molekul pelarut yang mengalami polarisai. Elektrolit 4. Katoda (benda yang dilapisi) 3. 2. 2009). terbentuk daerah Electrical Double Layer (EDL) yang bertindak seperti lapisan dielektrik. Adanya lapisan EDL memberi beban tambahan bagi ion-ion untuk menembusnya. Dalam kondisi equilibrium.9 Hukum-Hukum Faraday Tentang Elektrolisis Konsep hukum faraday yang digunakan dalam elektrolisis yaitu : 1. Dengan adanya arus listrik yang mengalir dari sumber maka elektron dialirkan melalui elektrode positif (anoda) menuju elektrode negatif (katoda) dan dengan adanya ion-ion logam yang didapat dari elektrolit maka menghasilkan logam yang melapisi permukaan logam yang lain yang dilapisi II. Massa suatu zat yang dibebaskan atau diendapkan pada suatu elektrode sebanding dengan muatan listrik (yaitu banyaknya coulumb) yang melalui eletrolit. setelah ion-ion mengalami discharge menjadi atom-atom kemudian akan menempatkan diri pada permukaan katoda dengan mula- mula menyesuaikan mengikuti susunan atom dari material katoda (Gautama. Kedua hukum ini. Masing-masing elektrode dihubungkan dengan arus listrik yang terbagi menjadi kutub positif (anoda) dan kutub negatif (katoda). dapat dikatakan merupakan konsekuensi sederhana daripada sifat-sifat listrik zat. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. ion-ion logam akan menuju permukaan katoda dan menangkap electron dari katoda. (L. Di dekat permukaan katoda. Pada cairan tersebut paling sedikit tercelup dua elektrode.ITS Keterangan : 1. yang mana ion-ion logam tersebut didapat dari anoda dan elektrolit yang digunakan.1. yang ditemukan secara empiri oleh faraday lebih dari setengah abad sebelum penemuan elektron. Elektroplating termasuk proses elektrolisa yang biasanya dilakukan dalam bejana sel elektrolisa dan berisi cairan elektrolit. Massa berbagai zat yang dibebaskan atau diendapkan oleh kuantitas listrik yang sama (yaitu banyaknya coulumb yang sama) sebanding dengan bobot ekuivalen zat-zat itu. Di dalam proses elektrolisa terjadi reaksi oksidasi dan reduksi. Rosenberg. 1985). Dalam setiap peristiwa elektrolisis terjadi reduksi pada katode untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-6 II-6 . sambil mendeposisikan diri di permukaan katoda.

Berdasarkan asas kesinambungan arus. pembuangan elektron pada katode harus persis sama dengan elektron yang ditambahkan pada anode. yang memberikan elektron yang meninggalkan sel elektrolitik itupada elektroda ini. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. dan harus sama dengan banyaknya mol elektron yang diangkut ke dalam rangkaian listrik itu.ITS mengambil elektron yang mengalir ke elektrode itu dan oksidasi yang terjadi pada anode. Tetapan faraday (F) sama dengan muatan satu mol elektron : F = 1.65x104 C/mol (L.022x1023 elektron/mol) = 9. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-7 II-7 . banyaknya gram ekuivalen reaksi elektrode harus sebandingdengan banyaknya muatan yang diangkut ke dalam atau ke luar sel elektrolitik itu. 1985). Berdasarkan definisi daripada bobot ekuivalen dalam reaksi oksidasi-reduksi.602 x10-19 C/elektron) (6. Rosenberg.

Spesimen dikelompokkan berdasarkan variabel yang digunakan dan kelompok spesimen tanpa perlakuan pelapisan. 2. Melakukan proses pembersihan secara kimia yaitu degreasing dan pickling terhadap spesimen yang akan dilapis. Melakukan proses elektroplating terhadap spesimen dengan variabel tetap yaitu tegangan listrik sebesar 12 Volt. Elektroplating pada baja pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk melindungi permukaan baja dari serangan korosi karena logam pelapis tersebut akan memutus interaksi dengan lingkungan sehingga terhindar dari peroses oksida. tidak mudah terkorosi dan tahan lama. Produk yang dihasilkan banyak digunakan sebagai dekorasi pada kendaraan bermotor roda dua maupun yang roda empat. Sekarang ini pelapisan dengan cara electroplating sedang digemari karena warnanya yang cemerlang. distribusi bahan pelapis merata diseluruh bagian.2 Jurnal Aplikasi Industri Pengaruh Kuat Arus Terhadap Ketebalan Lapisan Dan Laju Korosi (Mpy) Hasil Elektroplating Baja Karbon Rendah Dengan Pelapis Nikel Electro plating merupakan suatu proses pelapisan logam secara elektrolisasi melalui penggunaan arus searah (direct current atau DC) dan larutan kimia (elektrolit) yang berfungsi sebagai penyedia ion-ion logam membentuk endapan (lapisan) logam pada elektroda katoda. Pembuatan spesimen berbentuk strip dari bahan baja karbon rendah dan melakukan uji komposisi. sifat keras. sifat tahan aus dan sifat tahan terhadap suhu yang tinggi atau gabungan dari beberapa tujuan diatas secara bersama-sama. Misalnya dengan melapisi saluran gas buang kendaraan dengan nikel dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Selain itu pelapisan ini juga bertujuan untuk mendapatkan sifat khusus permukaan seperti sifat tahan terhadap korosi. 3. Metode penelitian yang digunakan dalam mengamati hasil proses elektroplating untuk mendapatkan ketebalan lapisan yang dapat memberikan ketahanan terhadap laju korosi ini adalah : 1. 4. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. waktu pelapisan 20 menit dan variabel tidak tetap yaitu kuat arus 4A. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-8 . Electroplating juga bertujuan untuk menambah keindahan tampak luar suatu benda atau produk.ITS II. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mendapatkan pengaruh kuat arus yang digunakan terhadap ketebalan lapisan nikel pada baja karbon rendah serta laju korosi yang terjadi pada setiap variable pelapisan yang dilakukan.

86 µm.05 µm..6. Data tersebut menunjukkan bahwa semakin besar kuat arus yang diberikan maka semakin banyak ion dari anoda sebagai bahan pelapis yang tereduksi dan terbawa menempel di permukaan logam induk sebagai katoda.09 gr.8 menunjukkan bahwa seluruh spesimen mengalami korosi namun dengan laju korosi yang berbeda-beda. 8A dan 10A sebesar 0.ITS 6A.05 gr. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. Hasil proses pengkorosian.. 8. Spesimen hasil elektroplating. Melakukan pembersihan setelah proses pengkorosian dan dilanjutkan dengan menghitung laju korosi berdasarkan pengurangan berat setiap spesimen. 2. Berdasarkan pengamatan fisik dapat dilihat bahwa spesimen asli (original/tanpa pelapisan) mengalami serangan korosi yang paling besar karena tidak memiliki bahan pelapis sebagai pelindung.2 dan grafik pada Gambar 3. Pelapisan dilakukan di dalam larutan elektrolit dan menggunakan Nikel sebagai bahan pelapis yang ditempatkan sebagai Anoda. Berdasarkan penambahan berat serta perhitungan terhadap luas permukaan dan berat jenis bahan pelapis dapat diketahui besarnya ketebalan lapisan untuk masing-masing variabel kuat arus seperti di atas adalah : 2. Spesimen yang memiliki bahan pelapis juga pada dasarnya mengalami serangan korosi namun secara fisik dapat dilihat bahwa bahan spesimen dengan bahan pelapis yang lebih tebal yaitu hasil elektroplating dengan arus 10A lebih dapat bertahan dari serangan korosi. Hasil penimbangan berat dan perhitungan ketebalan setelah spesimen mengalami elektroplating seperti pada Tabel 3. menunjukkan bahwa berdasarkan kuat arus yang diberikan diketahui terjadi penambahan berat yang berasal dari logam bahan pelapis yaitu Nikel masing-masing untuk variabel kuat arus 4A.07gr. 7. Melakukan penimbangan berat akhir untuk menghitung ketebalan lapisan yang terbentuk. Setelah pelapisan selesai dilakukan pembersihan dengan menggunakan alkohol 96% dan pembilasan dengan air. dan grafik pada Gambar 3.12 gr.92 µm. 6. Seluruh spesimen yang telah dilapis dan spesimen asli (original/ tanpa pelapisan) dikorosikan dengan variabel yang sama dan hasilnya seperti tercantum pada Tabel 3. 0. Melakukan pengujian laju korosi untuk seluruh spesimen termasuk spesimen yang tidak dilapis. 6A.. 3. Laju korosi dilakukan dengan menggunakan larutan HNO3 sebanyak 40 ml ditambah dengan Aquades sebanyak 60 ml dan pengkorosian dilakukan selama 60 menit. 2. dan 0. 0.67 µm dan 4.1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-9 . Berdasarkan data-data hasil penelitian dapat dilakukan analisis sebagai berikut : 1. 5. 8A dan 10A.

0.ITS Berdasarkan perhitungan laju korosi dapat dilihat secara berurutan mulai dari spesimen original. Laboratorium Dasar-Dasar Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Industri FV. 0.0296 mpy dan 0. 8A dan 10 A memiliki laju korosi sebesar : 1. spesimen elektroplating dengan arus 4A. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II-10 .0098 mpy. 0.0494 mpy. Data tersebut menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan pelindung Nikel di permukaan maka spesimen memiliki ketahanan korosi yang semakin baik terutama bila dibandingkan dengan spesimen yang tidak dilapis mengalami laju korosi yang paling besar. 6A.3376 mpy.0395 mpy.