You are on page 1of 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyakit Meniere pertama kali dijelaskan oleh seorang ahli dari Perancis
bernama Prospere Meniere dalam sebuah artikel yang diterbitkannya pada tahun
1861. Definisi penyakit Meniere adalah suatu penyakit pada telinga bagian dalam
yang bisa mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan. Penyakit ini ditandai
dengan keluhan berulang berupa vertigo, tinnitus, dan pendengaran yang
berkurang, biasanya pada satu telinga. Penyakit ini disebabkan oleh peningkatan
volume dan tekanan dari endolimph pada telinga dalam.

Dari penelitian yang dilakukan didapat data sekitar 200 kasus dari 100.000
orang di dunia menderita penyakit Meniere. Kebanyakan penderita adalah yang
berumur 40 tahun keatas dan tidak ada perbedaan yang berarti antara antara
jumlah penderita pria dan wanita. Prevalensi penyakit Meniere di beberapa negara
berbeda-beda, di Amerika terdapat 218 penderita dari 100.000 penduduk, di
Jepang terdapat 36 penderita dari 100.000 penduduk, dan 8 penderita dari 100.000
penduduk terdapat di Italia.

Kelompok akan berusaha menjelaskan tentang sindrom meniere beserta
asuhan keperawatan yang diharapkan dapat berguna untuk mahasiswa dan
masyarakat pada umumnya.

1.2 Rumusan Masalah

Apa konsep teori dari Sindrom Meniere dan bagaimana asuhan
keperawatan pada klien dengan Sindrom Meniere?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Menjelaskan asuhan keperawatan yang harus diberikan kepada klien
dengan sindrom meniere.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 1
1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mahasiswa mampu memahami definisi dari sindrom meniere
2. Mahasiswa mampu memahami etiologi dari sindrom meniere
3. Mahasiswa mampu memahami Manifestasi klinis dari sindrom meniere
4. Mahasiswa mampu memahami penatalaksanaan dari sindrom meniere
5. Mahasiswa mampu memahami patofisiologi dari sindrom meniere
6. Mahasiswa mampu memahami asuhan keperawatan dari sindrom meniere,
meliputi:
1. Pengkajian
2. Diagnosa Keperawatan
3. Intervensi keperawatan

1.4 Manfaat

Dengan adanya makalah ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami
asuhan keperawatan pada klien dengan sindrom meniere, serta mampu
mengimplementasikannya dalam proses keperawatan.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI

Penyakit Maniere adalah suatu kelainan labirin yang etiologinya belum
diketahui dan mempunyai trias gejala yang khas, yaitu gangguan pendengaran,
tinnitus dan serangan vertigo (Kapita Selekta Edisi 3).
Pengertian vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar.
Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau
lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik
akibat gangguan alat keseimbangan tubuh Vertigo mungkin bukan hanya terdiri
dari satu gejala pusing saja, melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri
dari gejala somatik (nistagmus, unstable), otonomik (pucat, peluh dingin, mual,
muntah) dan pusing.
Tinnitus merupakan gangguan pendengaran dengan keluhan selalu mendengar
bunyi, namun tanpa ada rangsangan bunyi dari luar.

2.2 ETIOLOGI

Penyebab pasti dari penyakit Meniere sampai sekarang belum diketahui
secara pasti, banyak ahli mempunyai pendapat yang berbeda. Sampai saat ini
dianggap penyebab dari penyakit ini disebabkan karena adanya gangguan dalam
fisiologi sistem endolimfe yang dikenal dengan hidrops endolimfe, yaitu suatu
keadaan dimana jumlah cairan endolimfe mendadak meningkat sehingga
mengakibakan dilatasi dari skala media. Tetapi, penyebab hidrops endolimfe
sampai saat ini belum dapat dipastikan. Ada beberapa anggapan mengenai
penyebab terjadinya hidrops, antara lain :

1. Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri
2. Berkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler
3. Meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler
4. Jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat, sehingga terjadi penimbunan
endolimfa
5. Infeksi telinga tengah

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 3
6. Infeksi traktus respiratorius bagian atas
7. Trauma kepala
8. Konsumsi kafein dan makanan yang mengandung garam tinggi
9. Konsumsi aspirin, alkohol, dan rokok yang berkepanjangan
10. Infeksi virus golongan herpesviridae
11. Herediter

Berikut akan dijelaskan mengenai penyebab yang dianggap dapat
mencetuskan penyakit Meniere:

1. Virus Herpes (HSV)

Herpes virus banyak ditemukan pada pasien Meniere. Pernah ada laporan bahwa
12 dari 16 pasien Meniere terdapat DNA virus herpes simpleks pada sakus
endolimfatikusnya. Selain itu pernah dilaporkan juga pada pasien Meniere yang
diberi terapi antivirus terdapat perbaikan. Tetapi anggapan ini belum dapat
dibuktikan seluruhnya karena masih perlu penelitian yang lebih lanjut.

2. Herediter

Pada penelitian didapatkan 1 dari 3 orang pasien mempunyai orang tua yang
menderita penyakit Meniere juga. Predisposisi herediter dianggap mempunyai
hubungan dengan kelainan anatomis saluran endolimfatikus atau kelainan dalam
sistem imunnya.

3. Alergi

Pada pasien Meniere didapatkan bahwa 30% diantaranya mempunyai alergi
terhadap makanan. Hubungan antara alergi dengan panyakit Meniere adalah
sebagai berikut :

 Sakus endolimfatikus mungkin menjadi organ target dari mediator yang
dilepaskan pada saat tubuh mengadakan reaksi terhadap makanan tertentu.
 Kompleks antigen-antibodi mungkin menggangu dari kemampuan filtrasi
dari sakus endolimfatikus

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 4
 Ada hubungan antara alergi dan infeksi virus yang menyebabkan hidrops
dari sakus endolimfatikus

4. Trauma kepala

Jaringan parut akibat trauma pada telinga dalam dianggap dapat menggangu
aliran hidrodinamik dari endolimfatikus. Anggapan ini diperkuat dengan adanya
pasien Meniere yang mempunyai riwayat fraktur tulang temporal.

5. Autoimun

Ada pula anggapan dari ahli yang menyatakan bahwa hidrops endolimfe
bukan merupakan penyebab dari penyakit Meniere. Ini dikatakan oleh Honrubia
pada tahun 1999 dan Rauch pada tahun 2001 bahwa pada penelitian otopsi
ditemukan hidrops endolimfe pada 6% dari orang yang tidak menderita penyakit
Meniere. Penelitian yang banyak dilakukan sekarang difokuskan pada fungsi
imunologik pada sakus endolimfatikus. Beberapa ahli berpendapat penyakit
Meniere diakibatkan oleh gangguan autoimun. Brenner yang melakukan
penelitian pada tahun 2004 mengatakan bahwa pada sekitar 25 % penderita
penyakit Meniere didapatkan juga penyakit autoimun terhadap tiroid. Selain itu
Ruckenstein pada tahun 2002 juga mendapatkan pada sekitar 40 % pasien
penderita penyakit Meniere didapatkan hasil yang positif pada pemeriksaan
autoimun darah seperti Rheumatoid factor, Antibodi antiphospholipid dan Anti
Sjoegren.

2.3 KLASIFIKASI

Ada 3 tingkat derajat keparahan penyakit Meniere :

1. Derajat I, gejala awal berupa vertigo yang disertai mual dan muntah.
Gangguan vagal seperti pucat dan berkeringat dapat terjadi. Sebelum
gejala vertigo menyerang, pasien dapat merasakan sensasi di telinga yang
berlangsung selama 20 menit hingga beberapa jam. Diantara serangan,
pasien sama sekali normal.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 5
2. Derajat II, gangguan pendengaran semakin menjadi-jadi dan berfluktuasi.
Muncul gejala tuli sensorineural terhadap frekuensi rendah.
3. Derajat III, gangguan pendengaran tidak lagi berfluktuasi namun progresif
memburuk. Kali ini mengenai kedua telinga sehingga pasien seolah
mengalami tuli total. Vertigo mulai berkurang atau menghilang.

2.4 PATOFISIOLOGI

Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal didapatkan pelebaran dan
perubahan pada morfologi pada membran Reissner. Terdapat penonjolan ke dalam
skala vestibuli, terutama di daerah apeks koklea (helikotrema). Sakulus juga
mengalami pelebaran yang dapat menekan utrikulus. Pada awalnya pelebaran
skala media dimulai dari apeks koklea, kemudian dapat meluas mengenai bagian
tengah dan basal koklea.

Secara patologis, penyakit Meniere disebabkan oleh pembengkakan pada
kompartemen endolimfatik, bila proses ini berlanjut dapat terjadi ruptur membran
Reissner sehingga endolimfe bercampur dengan perilimfe. Hal ini meyebabkan
gangguan pendengaran sementara yang kembali pulih setelah membrana kembali
menutup dan cairan endolimfe dan perilimfe kembali normal. Hal ini yang
menyebabkan terjadinya ketulian yang dapat sembuh bila tidak terjadinya
serangan.

Terjadinya Low tone Hearing Loss pada gejala awal yang reversibel
disebabkan oleh distorsi yang besar pada daerah yang luas dari membrana basiler
pada saat duktus koklear membesar ke arah skala vestibuli dan skala timpani.

Mekanisme terjadinya serangan yang tiba-tiba dari vertigo kemungkinan
disebabkan terjadinya penonjolan-penonjolan keluar dari labirin membranasea
pada kanal ampula. Penonjolan kanal ampula secara mekanis akan memberikan
gangguan terhadap krista. Tinitus dan perasaan penuh di dalam telinga pada saat
serangan mungkin disebabkan tingginya tekanan endolimfatikus.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 6
Pathway Syndrome Maniere

GENETIK INFECTION VASCULAR DIETARY ALLERGY AUTONOMIC AUTOIMUN
R

MENIERE SYNDROM

KETIDAK SEIMBANGAN CAIRAN TELINGA TENGAH

PEMBENGKAKAN RONGGA ENDOLINFATIKUS

SISTEM KESEIMBANGAN TUBUH(VESTIBULAR) TERTANGGU

SERANGAN VERTIGO TINNITUS

MUAL DAN RESIKO CEDERA GANGGUAN CEMAS KURANG
MUNTAH POLA TIDUR PENDENGARAN

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 7
2.5 Manifestasi Klinik Penyakit Meniere

Meniere ditandai oleh tiga gejala yang khas :

1. Kehilangan pendengaran sensorineoral progresif. Kehilangan pendengaan
sensorineural progresif dan fluktuatif. Tinnitus bisa menetap atau hilang-
timbul dan semakin memburuk sebelum, setelah maupun selama serangan
vertigo.
2. Tinitus atau suara berdenging. penyakit ini hanya menyerang 1 telinga dan
pada 10-15% penderita, penyakit ini menyerang kedua telinga
3. Veritgo Gejalanya berupa serangan vertigo tak tertahankan episodik yang
sering disertai mual dan/atau muntah, yang berlangsung selama 3-24 jam
dan kemudian menghilang secara perlahan

2.6 Pemeriksaan Penunjang Penyakit Meniere

1. Tes gliserin :

Pasien diberikan minuman gliserin 1,2 ml/kg BB setelah diperiksa tes kalori
dan audiogram. Setelah dua jam diperiksa kembali dan dibandingkan.

2. Audiogram :

Tuli sensorineural, terutama nada rendah dan selanjutnya dapat ditemukan
rekrutinen.
Kadang audiogram dehidrasi dilakukan di mana pasien diminta meminum zat
penyebab dehidrasi, seperti gliserol atau urea, yang secara teoritis dapat
menurunkan jumlah hidrops endolimfe.

3. Elektrokokleografi menunjukkan abnormalitas pada 60% pasien yang
menderita penyakit meniere.
4. Elektronistagmogram bisa normal atau menunjukkan penurunan respons
vestibuler.
5. CT scan atau MRI Kepala
6. Elektroensefalografi

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 8
2.7 Penatalaksanaan Penyakit Meniere

Pasien harus dirawat di rumah sakit, berbaring dalam posisi yang meringankan
keluhan.

1. Non farmakologi

Diet : Banyak pasien dapat mengontrol gejala dengan mematuhi diet
rendah garam (2000 mg/hari). Jumlah natrium merupaka salah satu faktor
yang mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Retensi natrium dan ciran
dapat memutuskan keseimbangan halus antara endolimfe dan perilimfe di
dalam telinga dalam.

Garam Natrium yang ditambahkan ke dalam makanan biasanya berupa
ikatan natrium Chlorida atau garam dapur, Mono Sadium Glumat atau
vetsin, Natrium Bikarbonat atau soda kue, Natrium Benzoat atau senyawa
yang digunakan untuk mengawetkan daging seperti cornet beef.
Makanan yang diperbolehkan adalah :

1. Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam natrium,
yang berasal dari tumbuh-tumbuh, seperti :
1. Beras, kentang, ubi, mie tawar, maezena, hunkwee, terigu,
gula pasir.
2. Kacang-kacangan dan hasil oleh kacang-kacangan seperti
kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo,
tempe, tahu tawar, oncom.
3. Minyak goreng, margarin tanpa garam
4. Sayuran dan buah-buahan
5. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe,
kemiri, kunyit, kencur, laos, lombok, salam, sereh, cuka.
2. Bahan makanan berasal dari hewan dalam jumlah terbatas
3. Minuman seperti the, sirup, sari buah.
4.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 9
Makanan yang perlu dibatasi :

5. Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam Natrium,
yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti :
1. Roti biskuit, kraker, cake dan kue lain yang dimasak
dengan garam dapur dan atau soda.
2. Dendeng, abon, corned beef, daging asap, bacon, ham, ikan
asin, ikan pindang, sarden, ebi, udang kering, telur asing,
telur pindang.
3. Keju, Keju kacang tanah (pindakas).
4. Margarin, mentega.
5. Acar, asinan sayuran dalam kaleng.
6. Asinan buah, manisan buah, buah dalam kaleng.
7. Garam dapur, vetsin, soda kue, kecap, maggi, terasi, petis,
taoco, tomato ketcup.
6. Otak, ginjal, paru-paru, jantung dan udang mengandung lebih
banyak natrium. Sebaiknya bahan makanan ini dihindarkan.
7. Kafein dan nikotin merupakan stimulan vasoaktif, dan menghindari
kedua zat tersebut dapat mengurangi gejala. Ada kepercayaan
bahwa serangan vertigo dipicu oleh reaksi alergi terhadap ragi
dalam alkohol dan bukan karena alkoholnya.
2. Farmakologis :

Tindakan pengobatan untuk vertigo terdiri atas antihistamin, seperti
meklizin (antivert), yang menekan sistem vestibuler. Tranquilizer seperti
diazepam (valium) dapat digunakan pada kasus akut untuk membantu
mengontrol vertigo, namun karena sifat adiktifnya tidak digunakan sebagai
pengobatan jangka panjang.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 10
Antiemetik seperti supositoria prometazin (phenergan) tidak hanya
mengurangi mual dan muntah tapi juga vertigo karena efek antihistaminnya.
Diuretik seperti Dyazide atau hidroklortiazid kadang dapat membantu
mengurangi gejala penyakit Meniere dengan menurunkan tekanan dalam
sistem endolimfe Pasien harus diingatkan untuk makan-makanan yang
mengandung kalium, seperti pisang, tomat, dan jeruk ketika menggunakan
diuretik yang menyebabkan kehilangan kalium.

3. Penatalaksanaan Bedah :

1. Dekompresi sakus endolimfatikus atau pintasan secara teoritis akan
menyeimbangkan tekanan dalam ruangan endolimfe. Pirau atau drain
dipasang di dalam sakus endolimfatikus melalui insisi postaurikuler.
Obat ortotoksik, seperti streptomisisn atau gentamisisn, dapat diberikan
kepada pasien dengan injeksi sistemik atau infus ke telinga tengah dan
dalam.
2. Prosedur labirinektomi dengan pendekatan transkanal dan transmastoid
juga berhasil sekitar 85% dalam menghilangkan vertigo, namun fungsi
auditorius telinga dalam juga hancur.
3. Pemotongan nervus nervus vestibularis memberikan jaminan tertinggi
sekitar 98% dalam menghilngkan serangan vertigo. Dapat dilakukan
translabirin (melali mekanisme pendengaran) atau dengan cara yang dapat
mempertahankan pendengaran (suboksipital atau fosa kranialis medial),
bergantung pada derajat hilangnya pendengaran. Pemotongan saraf
sebenarnya mencegah otak menerima masukan dari kanalis semisirkularis

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 11
2.8 ASUHAN KEPERAWATAN TEORI

1. Pengkajian

Identitas Klien

Nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin,umur, pekerjaan, nama ayah/ ibu,
pekerjaan, alamat, agama, suku bangsa, pendidikan terakhir.

Riwayat Sakit dan Kesehatan

Keluhan Utama : biasanya pasien mengeluh pusing

Riwayat Penyakit Sekarang : tidak diketahui dengas jelas

Riwayat Penyakit dahulu

Riwayat Keluarga

Riwayat Pengobatan

Observasi Dan Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan Umum

2. Tanda-Tanda Vital :

Suhu, nadi, tekanan darah, dan respiratory rate (RR).

3. Pemeriksaan pendengaran

1. Tes Weber
2. Tes Rinne
3. Tes Swabach

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 12
2. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan persepsi sensori berkaitan dengan gangguan pendengaran
2. Resiko tinggi cedera berkaitan dengan perubahan mobilitas karena
gangguan cara berjalan dan vertigo.
3. Ansietas berkaitan dengan ancaman atau perubahan status kesehatan dan
kehilangan pendengaran

3.Intervensi Keperawatan

1.gangguan persepsi

1. Monitor tingkat kelemahan persepsi klien
2. Memperbaiki komunikasi : berbicara tegas dan jelas tanpa berteriak
3. Mengurangi kegaduhan lingkungan
4. Ajarkan cara berkominikasi yang tepat
5. Berkomunikasi dng menggunakan tanda nonverbal (ekspresi
wajah,menunjuk dan sikap tubuh)

2.Ansietas

1. Mengkaji tingkat ansietas. Membantu pasien mengidentifikasi
keterampilan koping yang telah dilakukan dengan berhasil pada
masa lalu.
2. Memberikan informasi mengenai vertigo dan penanganannya
3. Mendorong pasien mendiskusikan ansietas dan menggali
keprihatinan mengenai serangan vertigo
4. Mengajarkan pasien teknik penatalaksanaan stress atau melakukan
rujukan bila perlu.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 13
5. Memberikan upaya kenyamanan dan mungkin dari aktivitas yang
menyebabkan stres.
6. Instruksikan pasien dalam aspek program pengobatan.

3.Resiko terhadap cedera

1. Melakukan pengkajian untuk gangguan keseimbangan dan atau
vertigo dengan menarik riwayat dan dengan pemeriksaan adanya
nistagmus, romberg positif, dan ketidakmampuan melakukan
romberg tandem.
2. Membantu ambulasi bila ada indikasi
3. Melakukan pengkajian ketajaman penglihatan devisit proprioseptif
4. Mendorong peningkatan aktivitas dengan atau tanpa menggunakan
alat bantu.
5. Membantu mengidentifikasi bahaya dilingkungan rumah

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 14
BAB III ANALISA JURNAL

Pembahasan jurnal

Temuan 1

 Menurut buku dijelaskan bahwa meniere syndrom terdapat trias gejala
yang khas yaitu, serangan vertigo, tinnitus dan gangguan pendengaran
 Setelah kami analisa dijurnal, ternyata terdapat empat gejala yang khas
yaitu serangan vertigo, tinnitus, gangguan pendengaran dan rasa
kepenuhan aural.
 Kepenuhan aural adalah rasa penuh pada telinga bagian dalam Gejala ini
muncul karena sakus endolimphatikus mengalami disfungsi sehingga
cairan endolinfe tidak ter absorbs.

Temuan 2

 Dibuku dijelaskan bahwa untuk pasien dengan meniere syndrome
penetalaksanaannya adalah diet rendah garam
 Setelah kami analisa jurnal ternyata bukan hanya diet rendah garam
melainkan diet rendah SODIUM dan OBAT-OBATAN
 Diet rendah sodium : sifat sodium adalah meningkatkan cairan didalam
darah, sehingga akan memperburuk keadaan pasien dengan meniere
syndrome
 Diet obat-obatan : karena ada zat-zat tertentu yang bersifat Ototoksisitas.
Efeknya adalah terjadi Kerusakan sel- sel sensori pada koklea yang tidak
dapat regenerasi.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 15
BAB IV PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Penyakit meniere adalah suatu penyakit pada telinga dalam yang bisa
mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan .

Penyakit ini ditandai dengan keluhan berulang berupa vertigo, tinnitus, dan
gangguan pendengaran secara progrewsif, biasanya pada satu telinga.

Penyakit ini disebabkan oleh peningkatan volume dan tekanan dari cairan
endolimfe pada telinga dalam.

4.2 SARAN

1. Pelayanan keperawatan hendaknya dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap,
dan tetap[ memperhatikan dan menjaga privasi klien

2. Perawat hendaknya selalu menjalin hubungan kerja sama/kolaborasi yang baik
kepada teman sejawat, dokter dan para medis lainnya dalam hal pelaksanaan
asuhan keperawatan maupun dalam hal pengobatan kepada klien agar tujuan yang
diharapkan dapat tercapai

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 16
DAFTAR PUSTAKA

PRASETYO S.Kep, NS, ILMU PENYAKIT THT,EGC JAKARTA

ROBERT PRIHARJO, S.Kp, M Sc, RN (2002), PENGKAJIAN FISIK
KEPERAWAN Edisi 2, EGC, Jakarta

Goebel, J.A. (2001). Practical management of the dizzy patient. Baltimore,
MD: Lippincott, Williams, & Wilkins.
Hall, J.W. (1992). Handbook of auditory evoked responses. Boston,
MA: Allyn and Bacon.
Hall, J.W., & Mueller, H.G. (1997). Audiologists’ desk reference: Volume
1: Diagnostic audiology, principles, procedures, and practices.
San Diego, CA: Singular Publishing Group, Inc.
Meniere’s Disease Information Center. (2004a). Meniere’s Disease
Information Center: Prognosis. Retrieved March 17, 2004, from
http://www.menieresinfo.com/info-prognosis.html
Meniere’s Disease Information Center. (2004b). Meniere’s Disease
Information Center: Symptoms. Retrieved February 3, 2004, from
http://www.menieresinfo.com/info-symptoms.html
National Institute on Deafness and Other Disorders. (2001). Meniere’s
disease. Retrieved February 3, 2004, from http://www.
nidcd.nih.gov/health/balance/meniere.asp
Northern, J.L. (1996). Hearing disorder (3rd ed.). Boston, MA: Allyn
and Bacon.

Tugas Persepsi sensori_Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Page 17