You are on page 1of 21

Makalah Imunologi

IMUNOLOGI

Disusun Oleh:
⦁ David Rio Wijaya

Dian Erlita Sari
⦁ Enik Faridatus S.
⦁ Ika Ratnasari
⦁ Lukman Aripin
⦁ Lutfi Grasia Uranta

PRODI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNP KEDIRI
TAHUN AKADEMIK 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, taufik,
serta hidayah-Nya yang telah diberikan kepada kami sehingga dapat membuat
sekaligus menyelesaikan karya ilmiah ini.
Terima kasih kami ucapkan kepada:
Ibu Norma Risnasari,S.Kep.,Ns selaku dosen pengajar kuliah Kebutuhan Dasar
Manusia II yang membimbing dan mengajar kami.
Kedua Orang tua kami yang memotivasi sekaligus membiayai kuliah kami.
Teman-teman kelompok yang telah membuat sekaligus menyelesaikan karya ilmiah
ini.
Tujuan disusunnya karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah

Kebutuhan Dasar Manusia II .
Akhirnya kami berharap karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi yang
membacanya. Oleh karena itu kami senantiasa bersikap terbuka untuk menerima
kritik dan saran yang positif guna penyempurnaan karya ilmiah ini.

Kediri, Maret 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar isi iii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 1
BAB II SISTEM KEKEBALAN TUBUH 2
2.1 Pengertian 2
2.2 Fungsi Sistem Imun 2
2.3 Macam-macam Sistem Kekebalan Tubuh 2
2.4 Jenis-jenis Antibodi 4
2.5 Faktor-faktor Yang Merendahkan Sistem Keimunan 6
2.6 Penyakit Akibatkan Ketidakseimbangan Sistem Imun 6
2.7 Antigen 8
2.8 Antibodi-imunologlobulin 10
2.9 Reaksi Antigen dan Antibodi 12
2.10 Fagositosis 18
2.11 Mekanisme Sistem Kekebalan Tubuh 19
BAB III PENUTUP 22
3.1 Kesimpulan 22
3.2 Saran 22

dibantu oleh airmata. tubuh memiliki sistem pertahanan yang saling mendukung. Memenuhi tugas mata kuliah mikrobiologi dan parasitologi BAB II SISTEM KEKEBALAN TUBUH .Epidermis yang berfungsi sebagai pertahanan fisik. DAFTAR RUJUKAN 23 BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Untuk melawan benda asing. Sistem pertahanan tubuh merupakan gabungan sel. sebum. Reaksi yang dikoordinasikan sel-sel dan molekul-molekul terhadap banda asing yang masuk kedalam tubuh disebut respon imun. TUJUAN 1. ludah. Jika bakteri pathogen berhasil menembus garis pertahanan pertama. molekul. Sistem imun ini sangat diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulakn oleh berbagai bahan atau zat dari lingkungan hidup. tubuh melawan serangan dengan reaksi radang(inflamasi) atau reaksi imun yang spesifik. dan jaringan yang berperan dalam rseistensi terhadap bahan atau zat yang masuk kedalam tubuh. Agar lebih memahami Sistem kekebalan tubuh/system imun 2. dan getah lambung yang mengandung unsure pertahanan kimiawi. Agar menambah wawasan dan memperbanyak ilmu 3.

yaitu menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit. mukus. serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. maka oranmg akan mudah terkena sakit Keseimbangan. Kulit menjadi penghalan bagi masuknya patogen karena lapisan luar kulit mengandung keratin dan sedikit air sehingga pertumbuhan mikroorganisme terhambat. sebagian dari sel-sel imun memiliki kemampuna untuk memantau ke seluruh bagian tubuh. sehingga menyebabkan patogen. dapat berkembang dalam tubuh.3 MACAM-MACAM SISTEM KEKEBALAN TUBUH Sistem kekebalan tubuh manusia dibagi 2. Mukus atau lendir digunakan untuk memerangkap patogen yang masuk ke dalam hidung atau bronkus dan akan dikeluarkjan oleh paru-paru. atau fungsi homeostatik artinya menjaga keseimbangan dari komponen tubuh. Jika ada sel-sel tubuh yang mengalami mutasi maka sel peronda tersebut akan membinasakannya. sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus. dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. Rambut hidung juga memiliki pengaruh karenan bertugas menyaring udara dari partikel-partikel berbahaya. Proses pertahanan tubuh non spesifik tahap ke dua Inflamasi merupakan salah satu proses pertahanan non spesifik.3. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor. jika yang dimakan adalah benda cair. dan jika sel-sel imun yang bertugas untuk pertahana ini mendapatkan gangguan atau tidak bekerja dengan baik. Signal kimiawi berdampak pada dilatasi(pelebaran) pembuluh darah dan akhirnya pecah. Air mata memberikan perlawanan terhadap senyawa asing dengan cara mencuci dan melarutkan mikroorganisme tersebut. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar. Makrofag atau monosit bekerja . Tubuh memberikan perlawanan atau penghalang bagi masuknya patogen/antigen.1 Sistem kekebalan tubuh non spesifik Proses pertahanan tubuh non spesifik tahap pertama Proses pertahanan tahap pertama ini bisa juga diebut kekebalan tubuh alami. maka pertahanan kedua akan aktif. kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang. yaitu kekebalan tubuh tidak spesifik dan kekebalan tubuh spesifik. 2. Sel darah putih jenis neutrofil. Jika sistem kekebalan melemah. dimana jika ada patogen atau antigen yang masuk ke dalam tubuh dan menyerang suatu sel.2 FUNGSI SISTEM IMUN Sistem imun memiliki beberapa fungsi bagi tubuh. yaitu sebagai: Pertahanan tubuh. Minyak yang dihasilkan oleh Glandula Sebaceae mempunyai aksi antimikrobial.sel-sel darah putih ini akan langsung memakan sel-sel asing tersebut. termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu. saliva) mengandung enzimm yang disebut lisozim. 2. maka disebut pinositosis. Peristiwa ini disebut fagositosis karena memakan benda padat.acidofil dan monosit keluar dari pembuluh darah akibat gerak yang dipicu oleh senyawa kimia(kemokinesis dan kemotaksis).1 PENGERTIAN Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. maka sel yang rusak itu akan melepaskan signal kimiawi yaitu histamin. Perondaan. 2. 2. Lisozim adalah enzim yang dapat meng-hidrolisis membran dinding sel bakteri atau patogen lainnya sehingga sel kemudian pecah dan mati. Karena sifatnya fagosit. Semua zat cair yang dihasilkan oleh tubuh (air mata. Bila patogen berhasil melewati pertahan tahap pertama.

antigen yang sama menyerang kembali. Acidofil/Eosinofil berperan dalam menghadapi parasit-parasit besar. 2. Pembunuh dengan bantuan lisosom bisa melalui 2 cara yaitu lisosom menghasilkan senyawa racun bagi si patogen atau lisosom menghasilkan enzim lisosomal yang mencerna bagian tubuh mikroba. dimana limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer dan respon imun sekunder. 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari sebelumnya. jaringan penghubung(histiocyte) dan pada nodus dan spleen. Limfosit yang berperan penting adalah limfosit T. antara lain : paru-paru(alveolar macrophage). Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya.3. maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang mengingat antigen tersebut sudah mati. Limfosit B yang tersisa ini disebut limfosit B memori. otak(sel–sel microgial). membunuh patogen dengan cara menyelubungi patogen tersebut dengan pseudopodianya dan membunuh patogen dengan bantuan lisosom. maka Limfosit b bisa saja mati.2 Sistem kekebalan tubuh spesifik Pertahanan spesifik: imunitas diperantarai antibodi untuk respon imun yang diperantarai antibodi. ginjal(sel-sel mesangial). Suatu saat. PERTAHANAN SPESIFIK:IMUNITAS DIPERANTARAI SEL Untuk respon imun yang diperantarai sel.Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok. Semuanya tersebut. maka patogen tersebut akan segera berhadapan dengan pertahanan spesifik yang diperantarai oleh limfosit. maka limfosit B membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Selain leukosit. Jika suatu saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel yang tidak bersalah(biasanya neutrofil). Kemudian. Jika tidak ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama. limfosit B berperan dalam proses ini. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Limfosit B memori biasanya berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. hati(sel-sel Kupffer). Semua Limfosit b segera melepaskan antibodi yang mereka punya dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. protein antimikroba juga berperan dalam menghancurkan patogen. Bila patogen berhasil melewati seluruh pertahanan non spesifik. maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal. Interferon dihasilkan oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus yang berfungsi menghambat produksi virus pada sel-sel tetangga. Hal ini menyebabkan kenapa respon imun sekunder jauh lebih cepat daripada respon imun primer. Pada bagian tubuh tertentu terdapat makrofag yang tidak berpindah-pindah ke bagian tubuh lain. jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang sebelumnya. dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika antogen itu menyerang. Materi yang tertempel itu disebut antigen. Respon imun akan dimulai jika kebetulan sel tidak . Protein antimikroba yang paling penting dalam darah dan jaringan adalah protein dari sistem komplemen yang berperan penting dalam proses pertahan non spesifik dan spesifik serta interferon. Jika suatu saat. Sel ini akan menempatkan diri pada dinding luar parasit dan melepaskan enzim penghancur dari granul-granul sitoplasma yang dimiliki. Inilah proses respon imun primer. maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel yang tidak bersalah tersebut.

Walau bagaimana. Antibodi berikatan dengan antigen pada akhir lengan huruf Y. IgMdan IgG bekerja paling maksimal dalam sistem sirkulasi. IgM dan IgG memicu sistem komplemen. yaitu IgM. yang disebut Limfosit T pembantu mengetahui bahwa sel ini sudah terkena antigen dan mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut dengan patogennya. jika daya imun berada dalam . Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan senyawa baru disebut interleukin 2. Jenis lainya akan muncul beberapa hari kemudian. kelenjar timus. Kebanyakan sel imun terdiri daripada sel T dan sel B. jika antibodi dan antigennya cocok. tubuh manusia akan dapat menentang berbagai patogen. limpa. Limfosit B akan membuat Ig yang sesuai saat interleukin dikeluarkan untuk mengaktifkan Limfosit T saat antigen menyerang. aglutinasi dan presipitasi meningkatkan proses fagositosis dari komplek antigen- antibodi sementara fiksasi komplemen memicu proses lisis dati protein komplemen pada bakteri atau virus. IgE merupakan antibodi yang terlibat dalam reaksi alergi dan kemungkinan besar merespon infeksi dari protozoa dan parasit. IgA berperan penting untuk menghindarkan infeksi pada permukaan mukosa. Antobodi mengikatkan diri pada antigen sehingga permukaannya menjadi lebih mudah menempel pada makrofag. IgA dapat ditemukan pada ASI dan membantu pertahanan tubuh bayi. Antibodi juga dpat menghentikan aktivitas antigen yang merusak dengan cara mengikatkan antibodi pada antigen dan menjauhkan antigen tersebut dari sel yang ingin dirusak. Proses ini disebut opsonisasi.presipitasi atau fiksasi komplemen. IgA. IgM adalah antibodi yang pertama kali muncul. IgG. Limfosit T pembantu bisa saja mengeluarkan senyawa bernama perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati. Sistem imun manusia terdiri daripada organ imun. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja.IgA dapat keluar dari peredaran darah dan memasuki cairan tubuh lainnya. Sel T dihasil oleh sumsum tulang. Opsonisasi. Kedua. Tugas utamanya adalah: menentang sel yang dijangkiti virus. yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T Sitotoksik. Apabila sistem imun berada di dalam keadaan normal. suatu kelompok protein yang mempunyai kemampuan unutk memecah membran sel. hanya dibuat oleh Limfosit B. Pertama. Limfosit T ini. Antibodi juga mempersiapkan antigen untuk dimakan oleh makrofag. Kemudian. aglutinasi. yaitu sel tadi mengeluarkan interleukin 1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan antigennya. 2. ia akan memproses antibodi untuk menentang virus dan bakteria. bertumbuh dan matang di kelenjar timus tetapi ia tidak menghasilkan antibodi. sel imun dan lain-lain. apendiks dan sebagainya. Saat respon imun humoral. bersalah ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli. nodus limfa. bakteria dan kanker. Bentuk lengan ini akan menentukkan beberapa macam IG yang ada. IgA juga berperan dalam resistensi terhadap banyak penyakit. Sel B akan matang dalam sumsum tulang. apabila sistem darah diserang.IgD merupakan antibodi yang muncul untuk dilibatkan dalam inisiasi respon imun. Proses ini dinamakan neuralisasi.4 JENIS-JENIS ANTIBODI Antibodi adalah protein berbentuk Y dan disebut Immunoglobulin(Ig). akan tetapi menetralkannya atau menyebabkan antigen ini menjadi target bagi proses penghancutan oleh mekanisme opsonosasi. Semua Ig mempunyai kemampuan ini. Organ imun merujuk kepada sumsum tulang. Antibodi tidak menghancurkan antigen secara langsung.IgE dan IgD. tonsil. Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang terkena penyakit tersebut. Jadi.

Sistem kekebalan tubuh harus selalu dalam keadaan seimbang. tidak bersemangat. kanak-kanak dan orang tua. serta penyakit ganas misalnya kanker. Produk imunomodulator berperan menguatkan sistem imun tubuh (imuno stimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imuno suppressan). Sel-sel kekebalan itu bisa bergerak. Yang harus diketahui. Manakala organ sistem imun orang tua telah uzur dan semakin merosot. leukemia. dan lain-lain. jangkitan usus (makanan yang tidak sesuai akan menyebabkan muntah dan mual).6 PENYAKIT AKIBATKAN KETIDAKSEIMBANGAN SISTEM IMUN Berikut adalah penyakit yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan sistem imun: . antibodi badan masih lemah untuk melawan pelbagai mikroorganisma. agar sistem imun tubuh baik. karena tubuh masih bisa menyeimbangkan sistem imun. Selain itu. Oleh itu. imunomodulator adalah obat. sentiasa selesema. Sebetulnya. sistem imun yang tidak teratur juga boleh menyebabkan kecederaan pada sel. butuh makanan (energi) juga. Sistem imun tubuh itu. Oleh karenanya. paras rendah. Tekanan dan kerisauan 6. maka lebih mudah untuk kita mendapat jangkitan. kalau terlalu tinggi diturunkan. Kekurangan zat makanan 3. terutamanya bayi.diberikan bersama antibiotic. Jadi. daun meniran. Setelah diteliti.Di dalam tubuh. luka sukar untuk sembuh.5 FAKTOR-FAKTOR YANG MERENDAHKAN SISTEM KEIMUNAN Sistem imun mempunyai hubungan rapat dengan cara hidup kita. Akhirnya. dan bukan suplemen yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Fungsinya pun hanya membantu meningkatkan kekebalan. peluang menghidapi penyakit menjadi lebih tinggi. Sekarang sudah dibuat dalam bentuk obat. ada zat yang mempunyai sifat seperti itu. Orang yang mempunyai sistem imun yang rendah mudah berasa letih. Sama seperti fungsi organ lain. Imunomodulator adalah zat yang dapat memodulasi (mengubah atau memengaruhi) sistem imun tubuh menjadi ke arah normal. Misalnya.Jika tidak.Misalnya.. ada tanaman tertentu yang memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh. Sistem imun bayi masih di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Konsumsi imunomodulator pada orang normal tidak ada gunanya. daun ini punya efek meningkatkan sistem imun tubuh. Ternyata. Cara hidup yang tidak sihat 2. vitamin. obat untuk kanker. dan mineral. 2. memerlukan energi. ada kalanya tubuh tak berhasil menormalkan sistem imunnya sendiri. Kurang bersenaman 7.Penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh ada yang tidak diketahui dan telah ada sejak lahir (primer). akan terganggu. karbohidrat. Berikut adalah faktor-faktor yang merendahkan sistem keimunan kita: 1. sama seperti organ tubuh lain. obat-obatan misalnya obat yang mengandung hormon kortikosteroid. Penggunaan antibiotik yang berlebihan Apabila sistem imun kita menurun. kan. Namun. dicarilah cara menormalkan sistem imun tubuh dari luar dengan imunomodulator.Kalau imunnya kurang maka ditingkatkan. alergi dan sebagainya. makan cukup protein. produk imunomodulator kini juga dibuat dari tanaman. gizi buruk.Selain sintetik. Pencemaran udara atau alam sekitar 4. Ada juga gangguan kekebalan sekunder karena faktor lain. campak dan lain-lain). misalnya infeksi (AIDS. 2. Keletihan 5. gizi pun harus seimbang. jadi daya tahan sistem imun juga menurun. lemak. tubuh memiliki zat yang secara otomatis akan menormalkan sistem imun.

yang mana virus HIV menyerang sistem imun. kita perlu mempunyai syarat tertentu seperti berikut: 1. menguatkan fungsi kardiovaskular dan meningkatkan sistem imun badan. tidak berlebihan serta meliputi nutrien asas seperti karbohidrat. vitamin. berbasikal. Pada demam rheumatik. Antibodi IgE tertempel pada sel Mast. fiber. Jika hormon ini berlebihan. Akhirnya Limfosit T segera memicu pembengkakan pada jaringan. ‘cephalitis’ dan lain-lain yang disebabkan oleh mikroorganisma patogenik yang luar biasa. 2. kayap. yang mana ia dapat menggalakkan peredaran darah. manakala enteritis. protein. yoga dan sebagainya. Autoimunitas bisa terjadi pada respon imun humoral atau imunitas diperantarai sel. melompat. Apabila otak berada dalam keadaan tertekan. Reaksi ini disebabkan oleh prosuksi antibodi IgE berlebihan saat seseorang terkena antigen. Antigen yang memicu alergi disebut allergen. Reaksi alregi terbagi atas 2 jenus yaitu:reaksi alergi langsung dan reaksi alergi tertunda. menyebabkan gejala yang menyebar. virus tersebut akan memusnahkan sel otak dan ‘leucocytes’ dan ia membiak dan berkembang di limfosit menyebabkan badan manusia hilang keupayaan untuk melawan penyakit. Alergi Alergi. ia menghasilkan sejenis hormon kortisol. Nutrisi Yang Sempurna Setiap hidangan mesti mempunyai berbagai zat yang lengkap. Penyakit AIDS Juga dikenali sebagai sindrom kurang daya tahan melawan penyakit. Untuk mempunyai sistem imun yang sempurna untuk menentang virus dan bakteri. berjalan. berenang. Sel mAst banyak terdapat pada paru-paru sehingga saat antibodi IgE menempel pada sel Mast. lemak dan sebagainya. Reaksi alergi tertunda disebabkan oleh perantara sel. mineral. antibodi menyerang jantung dan bisa menyebabkan kerusakan jantung permanen. sistem imun membuat antibodi yang menyerang jaringan normal seperti neuromuscular dan menyebabkan paralisis dan lemah. pneumonia. Pada myasthenia gravis. disebabkan respon imun terhadap antigen. olah raga ini dapat menyalurkan oksigen yang segar kepada organ dan tisu dalam badan kita. tidak memilih makanan. Penyakit Autoimunitas Autoimunitas adalah respon imun tubuh yang berbalik menyerang organ dan jaringan sendiri. Sentiasa Gembira dan Bijak Menangani Tekanan Tekanan psikologi dan kegelisahan dalam tempo yang panjang boleh mengganggu sistem keimunan badan dan tidak baik untuk kesihatan. Contoh yang ekstrim adalah saat makrofag tidak dapat menelan antigen atau menghancurkannya. Pada Lupus Erythematosus sistemik. Pengambilan Nutrisi Yang Mencukupi . 4. antibodi menyerang berbagai jaringan yang berbeda. ia memberi kesan yang negatif dan mengganggu sistem keimunan kita. 3. Histamin dikeluarkan dan menyebabkan bersin-bersin dan mata berair.leukosit yang memiliki senyawa histamin. Pesakit akan lemah dan terdedah kepada pelbagai penyakit berjangkit seperti tuberkulosis pulmonari. penyakit diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh membuat antibodi yang menghancurkan insulin sehingga tubuh penderita tidak bisa membuat gula. Reaksi alergi langsung disebabkan mekanisme imunitas humoral. kandidiasis. kadang disebut hipersensitivitas. biasa disebut lupus. Olah raga merujuk kepada joging. air. Olah raga Yang Sesuai Olah raga dapat meningkatkan ketahanan asalkanbermasa panjang (15 menitt ke atas). Sebagai contoh. Apabila memasuki badan manusia.

Ahli sains menemui “theanine” di dalam daun teh yang dapat membantu sel imun badan menentang bakteria dan virus. • Lingzhi: Lingzhi mengandungi polisakarida. Penyuntikan sel darah merah domba atau ekstrak jaringan ginjal tikus kepada seekor kelinci akan merangsang pembentukan antibodi. Besi. Suatu individu dalam keadaan normal tidak akan memberikan respons imun terhadap antigen tubuhnnya sendiri. • Vitamin dan mineral: Membekalkan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh badan seperti Vitamin A. unsur mikro. yang mana mempunyai kandungan nutrient yang telah hilang. Vitamin E. badan manusia tidak dapat memprosesnya dan harus mengambilnya badan anda dengan protein yang mencukupi dan berkualiti seperti: daging. 8 jenis daripadanya ialah keperluan badan manusia. memulihkan tisu yang luka dan meningkatkan sistem imun badan dengan cepat. mempercepatkan metabolisme dan meningkatkan tahap imun badan manusia. • Aloe Vera: Tumbuh di kawasan panas dan kering. Ini kerana protein terdiri daripada 22 jenis asid amino yang berlainan. germanium. Zink. vitamin dan sebagainya.7. ia dapat membantu meningkatkan sistem imun kita. menyembuhkan keradangan dan menentang bakteria serta meningkatkan daya ketahanan tubuh. Lingzhi kaya dengan germanium yang dapat meningkatkan penyerapan oksigen dalam darah. Polisakarida yang mengandungi bahan pencegah kanser dapat mempercepatkan pertumbuhan antibodi. Aloe vera mempunyai pelbagai zat aktif seperti asid amino.1 Determinan antigen Untuk menjadi suatu antigen. Selenium dan sebagainya.7 ANTIGEN Antigen ialah suatu zat yang bila diberikan secara parenteral ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan antibodi yang akan bereaksi secara khas dan dapat diamati. Oleh itu. ikan. menguatkan sistem imun dan daya tahan badan untuk membantu mencegah pertumbuhan tumor dan penyakit kanker. Ia boleh menyejukkan badan dan mengeluarkan toksin. Sifat asing Hanya antigen yang bersifat asing terhadap suatu individu akan merangsang suatu respon imun. Oleh itu. Vitamin C. • Teh Hijau: Teh hijau mempunyai kandungan antioksidan seperti Flavonoid dan catechin. khasnya unsur germanium dan sebagainya yang terkandung dalam unsur mikro yang dapat membantu badan mengeluarkan bahan toksin. Nutrien dan sistem imun mempunyai hubung kait. aloe vera mempunyai ketahanan terhadap cuaca yang tinggi. adalah penting untuk kita mengambilkan nutrien yang meningkatkan keimunan kita. Kesibukan menyebabkan ramai yang menjadikan makanan yang telah diproses sebagai pilihan. Keantigenan suatu zat berkaitan dengan derajat keasingannya. • Protein: Pengambilan protein yang mencukupi dalam pemakanan harian kita amatlah penting kerana protein adalah nutrien penting yang diperlukan untuk penghasilan imunoglobulin dan pelbagai antibodi. Tetapi penyuntikan sel darah merah kelinci atau ekstrak jaringan ginjal terhadap kelinci yang sama tidak akan merangsang pembentukan antibodi. Kompaun Triterpene ialah organik kompaun semula jadi yang dapat memperbaiki alergi dan keradangan. protein. telur dan kekacang. kompaun triterpene. 2. sesuatu zat harus memiliki sejumlah sifat-sifat tertentu. 2. . unsur selenium dan sebagainya yang dapat membantu menentang kanser dan melaraskan sistem imun.

Kepekaan terhadap enzim-enzim jaringan: Hanya zat-zat yang dimetabolisasikan dan peka terhadap enzim-enzim jaringan tdak bersifat antigenik misalnya lateks polistiren. gelatin misalnya merupakan salah satu perkecualian. polisakarida dan lain-lain. Hapten dapat dibagi dalam 2 jenis: Hapten rumit Hapten sederhana Hapten rumit Merupakan zat-zat yang berat molekulnya relatif tinggi dan dapat mengadakan presipitasi dengan antibiotik yang khas misalnya antigen Wassermann (kardiolipit). Antigen tidak lengkap (juga disebut hapten): Hapten ialah zat-zat yang tidak dapat merangsang pembentukan antibodi sendiri. Asetilglukosamin pada rantai samping kerangka ramnosa. Zat-zat semacam ini jika terkena tangan. polisakarida (zat Cstreptokokus) dan asam nukleat.golongan ini penting dalam klinik karena dapat terjadi sejumlah reaksi hipersensitivitas sebagai komplikasi pemberian obat-obatan. Tergantung dari ukuran antigen dan kemampuan merangsang pembentukan antibodi antigen-antigen dapat dibagi menjadi : Antigen lengkap Antigen tidak lengkap/sebagian Antigen lengkap: Dapat merangsang pembentukan antibodi dan menyebabkan reaksi khas dan dapat diamati dengan antibodi yang terbentuk contohnya protein. Biasanya suatu antigen mempunnyai berat molekul 10. terisap melalui pernafasan atau disuntikan dapat membentuk senyawaan dengan protein plasma sehingga menjadi gabungan hapten asing dan menyebabkan sensitisasi. Kekhasan spesies: Jaringan dari semua individu pada suatu spesies mengandung antigen yang . Gugus aromatik harus ada supaya bersifat antigen. molekul antigen akan bereaksi khas pada tempat detrminan dengan gugus pasanganya pada molekul antibodi. tetapi dapat bereaksi secara khas dengan antibodi. Tetapi tidak semua protein bersifat antigenik. asam para aminobenzoat. Ukuran Keantigenan berkaitan dengan ukuran molekulnya.misalnya kekhasan antigenik pada kelompok Lancefield pada Streptoccoccus pyogenes type A tergantung pada adanya N. Gelatin tidak bersifat antigenik sebab tidak mempunyai gugus aromatik. Asam D amino yang tidak di metabolisasikan bi dalam tidak bersifat antigenik.000 atau lebih. asam nukleat. penisilin dan lain- lain. Bagian lainya molekul antigen bersift lembam(INERT). Kekhasan antigen: Suatu molekul antigen ada tempat-tempat aktif pada daerah tertentu. contohnya lipid. asam tartrat. Polipeptiida yang tersusun dari asam L amino bersifat antigenik. Tempat-tempat ini disebut determinan antigen. Sifat kimiawi: Sebagai besar antigen yang ada berupa protein dan polisakarida. Hapten sederhana: Berat molekulnya relatif sederhana dan tidak dapat mengadakan presipitasi dengan antibodi yang khas misalnya pikrat klorida. sulfonamida. Molekul yang sangat besar misalnya hemosianin (Berat Molekulnya 6. Pada reaksi antigen-antibodi.75 juta ) bersifas sangat antigenik.

rikettsia Reaksi Weil felik pada demam tikus Reaksi Paul Bunnel pada mononucleosis infectiosa Uji aglutinasi dingin pada pneumoni atipik primer (primary atypical pneumonia) 2. Dipergunakan pada transplantasi jaringan dari suatu individu kepada individu lain. kuda. Ia bekerja sebagai zat perlindungan terhadap organisme tertentu. misalnya protein lensa mata. Globulin merupakan suatu campuran yang rumit dari molekul-molekul protein yang mirip satu sama lain. spesies. Dalam keadan tertentu misalnya terluka. domba.8 ANTIBODI –IMUNOLOGLOBULIN Antibodi didefinisikan sebagai suatu zat cair ( ᵞ. . Semua antibodi merupakan imunoglobulin. hal ini disebut khas organ misalnyatiroglobuin. Hal ini berguna untuk : Melacak hubungan evolusi Pada kedokteran kehakiman dipakai untuk mengidentifikasi spesies dari daerah dan bercak.bercak cairan seperma Isospesifisitas Isoangen ialah antigen yang ditemukan pada beberapa anggota dari suatu spesies misalnya : Antigen eritrosit manusia yang dipakai untuk mengklompokkan golongan darah manusia. Spesifisitas heterogenik (hetrofil) Ditemukan pada sejumlah binatang dan mikrooganisme yang sekelompok. terinfeksi atau pada pemberian obat-obatan. Antigen hitokompatibilitas: HL-A (human leucocyte antigen sistem). tetapi tdak semua imunoglobulin bersifat sebagai antibodi. termasuk juga protein-protein lain yang struktur kimiawinya mirip dengannya Imunoglobulin dibuat oleh elpplasma dan juga oleh linfosit. Auto spesifisitas: Sejumlah antigen dapat bekerja sebagai auto antigen. Antibodi ditentukan di dalam serum. jaringan berubah molekul-molekulnya sehinga menjadi asing bagi tubuh individu tersebut dan merangsaang pembuatan antibodi. Sifat-sifat antibodi: Merupakan suatu protein Terbentuk sebagai respon terhadap rangsangan antigen Bereaksi khas dengan antigen yang cocok dengannya dan hasil reaksinya mudah diamati Secara kimiawi molekul antibodi sulit dibedakan dengan gama globulin biasa. sedangkan istilah antibodi berdasarkan konsep biologis dan fungsional. kuman. kucing. susunan tulang belakang dan kelenjar adrenal suatu apesies mempunyai spesifisitas yang mirip dengan organ yang sama pada spesies lain. Contoh- contohnya ialah: Antigen forsmann ditemukan pada jaringan marmut. IMUNOGLOBULIN: Sebagai batas imunoglobulin ialah protein yang berasal dari hewan yang memiliki aktivitas sebagai antibodi. tiroglobulin dan lain-lain. proten lensa mata otak. Serum yang mengandung kadar antibodi tinggi sesudah infeksi atau imunisasi disebut serum imun. getah bening dan cairan tubuh lainya.globulin) yang dibuat sebagai respon terhhadap rangsangan antigen. Jika mereka sangat terbatas pada suatu organ. Spesifisitas organ Sifat ini terbatas pada organ atau jaringan suatu spesies. Imunoglobulin merupakan 20 sampai 25% dari seluruh protein serum. Istilah imunoglobulin bedasarkan konsep struktural dan kimiawi.

IgG3. IgA IgA adalah gama atau beta globulin yang dapat bergerak cepat. Pengikatan makrofag + + + + 3. Berat . Tiap-tiap jenis ini mempunyai jenis rantai gama yang berbeda yang dapat dibedakan dengan antiserum khusus. Waktu paruhnya 6-8 hari. Jumlahnya akan sangat meningkat pada kasus myeloma multiple. Pengikatan jaringan heterogen + . Konsentrasinya didalam serum normal adalah 5-16 mg/ml.kandungan karbonhidrat dan analisis asam aminonya.000 dan angka sedimentasinya 7S. air mata. Distribusinya merata pada ruang intravaskuler dan ekstravaskuler. Bedasarkan ukuranya. Tidak dapat melewati plasenta. Waktu paruhnya 10 haril. Melewati plasenta + + . Kedua rantai H diikat oleh 1-5 ikatan S-S tergantung jenis kelas immunoglobulin tersebut. Berat molekulnya 160. Juga dapat ditemukan rantai J pada IgA. Berat molekulnya 150. Bagian T mengikatkan dua molekul IgA pada bagian Fc.000 dengan angka sendimentasi 7S.+ 5. merupakan 10% globulin serum. IgA tidak mengikat komplemen tetapi secara aktif mengubah jalur reaksi complement. Hambatan pengikatan IgE . Sifat-sifatnya dapat dilihat pada table berikut: No. Rantai pendek disebut rantai ringan (light = L) dan rantai panjang disebut rantai berat (heavy = H)..000. Rantai J ini dibuat oleh sel limfoid. Rantai L menempel pada rantai H oleh ikatan disulfide. dan IgE 2.1 Struktur Imuoglobulin: Imunoglobulin adalah glikoprotein..8. IgA. Berat molekul rantai L ialah 25.+ + 4. IgA mengikat fagositosit dan penghancuran mikroorganisme di dalam sel. Bentuknya serupa lingkaran dan panjangnya 250-300 A°. IgD. Kelas-kelas immunoglobulin IgG merupakan bagian terbesar immunoglobulin serum. air liur serta secret saluran pencernaan dan hidung. IgM Juga disebut sebagai macroglobulin yang merupakan 5%-10% dari seluruh serum globulin (kadarnya di dalam serum 0. Terdapat dalam konsentrasi tinggi pada kolostrum. IgG4. telah ditetapkan lima kelompok imunoglobulin yaitu IgG. IgM. pengikatan komplemen. Bagian ini melekat pada molekul IgA selama pengangkutannya melalui sel.000 sedangkan rantai H 50.2 mg/ml. netralisasi toksin dan virus.+ Ada 4 kelas IgG yang telah ditemukan yaitu IgG1. Waktu paruhnya 23 hari. Pengikatan komplement + + + + 2. IgG2. Kadar normalnya di dalam serum ialah 0. usus dan saluran pernafasan. cairan empedu. IgG berperan pada berbagai reaksi imunologis seperti presipitasi.tiap molekulnya mempunyai dua pasang rantai polipeptida yang ukurannya berbeda terikat oleh ikatan disulfide (S-S). Bagian T dibuat di dalam sel epitel kelenjar.5-2 mg/ml). Sifat-sifat IgG1 IgG2 IgG3 IgG4 1. IgA yang terdapat di dalam secret mengandung unit struktur tambahan yang disebut bagian transport (T) atau sekretori (S).6-4. Secara structural dan antigenic rantai H berbeda untuk tiap-tiap kelas.

bukan hanya fragmennya Tidak terjadi denaturasi antigen atau antibody selama terjadinya infeksi Ikatan ini terjadi pada permukaan antigen sebab permukaan antigenlah yang bersifat imunologis. Sebagian besar berada intravaskuler. IgE Merupakan antibody reaginik yang berperan pada reaksi hipersensitivitas tipe cepat. Tidak dapat melewati plasenta atau mengikat komplemen. molekulnya 900. kadarnya di dalam serum sangat kecil. Sebagian besar berada intravaskuler. Dapat diinaktifkan dengan pemanasan pada 56°C selama 1 jam.03 mg/ml. Pada septikemia sering ditemukan difisiensi IgM. Pada keadaan atopic seperti asma. Ikatan yang terjadi bersifat kokoh tetapi reversibel. Tidak dapat melewati plasenta. Daya ikatan ini dipengaruhi oleh sifat afinitas dan aviditas.000. IgM terbentuk lebih dini pada respon primer. reaksi sitolisis dan sitotoksik. IgD Konsentrasinya di dalam serum ialah 0. sedangkan IgG dibuat lebih belakangan. Sering ditemukan bentuk polimer dengan rantai J. Bentuknya merupakan bulatan. Waktu paruhnya 3 hari. Berat molekulnya 190. 2. maka gabungan antigen ini menjadi presipitat yang tidak dapat larut. Antigen dan antibody dapat berikatan dalam proporsi yang beraneka ragam. Sebagian besar IgM berada di dalam pembuluh darah (intravaskuler). demam jerami (hayfever) atau eksim kadarnya akan meningkat. Aviditas ialah kekuatan ikatan sesudah terjadi pembentukan kompleks antigen antibody. Baik antigen maupun antibody keduanya berperan pada pembentukan aglutinasi atau presipitasi. demikian pula pada anak- anak yang mengidap infeksi cacing. Afinitas ialah intensitas daya tarik antara molekul-molekul antigen dan antibody. Dalam keadaan normal. IgM lebih efisien bekerja pada reaksi aglutinasi.000-1.9 REAKSI ANTIGEN DAN ANTIBODI Reaksi Antigen antibody sangat berguna untuk menegakkan diagnosis laboratorium berbagai penyakit dan untuk mengidentifikasikan mikroorganisme penyebab infeksi pada survey epidemiologis. Menjadi perantara pada reaksi Prausnitz-Kustner. Waktu paruhnya 2 hari. Penggunaan reaksi presipitasi . Fungsinya tidak diketahui dengan jelas. Perbandingan efisiensi kelas-kelas Imunoglobulin pada berbagai jenis reaksi serologis Reaksi IgG IgM IgA Presipitasi Kuat Lemah Variabel Aglutinasi Lemah Kuat Sedang Pengikatan komplemen Lemah Kuat Negatif Lisis Lemah Kuat Negatif PRESIPITASI Jika antigen terlarut bergabung dengan antibodinya dalam lingkungan yang mengandung elektrolit (NaCl) pada suhu dan pH yang cocok. Reaksi antigen antibody in vitro disebut reaksi serologis. Gambaran reaksi antigen antibody: Reaksi ini bersifat sangat spesifik Seluruh molekul bereaksi. Mempunyai afinitas terhadap sel-sel jaringan (terutama mast-cell) pada spesies yang sama. Waktu paruhnya 5 hari.000 dengan angka sendimentasi 19S.000 dan angka sedimentasinya 8S.

maka gabungan antigen antibodi ini menjadi presipitat yang tidak dapat larut. Penggunaan reaksi presipitasi : Menentukan jenis kuman Identifikasi unsur antigenik pada kuman di dalam jaringan binatang yang terinfeksi Pembakuan toksin dan antitoksin Mencari antibodi di dalam serum Uji serologis medikolegal untuk mendeteksi darah. HIPOTESIS PEMBENTUKAN JALA: Antigen bervalensi banyak yang bergabung dengan antibody bervalensi dua dalam perbandingan yang beraneka ragam bereaksi di dalam campuran dan hasilnya tergantung dari perbandingan di dalam campuran tersebut.1 Presipitasi : Jika antigen terlarut bergabung dengan antibodinya dalam lingkungan yang mengandung elektrolit ( NaCl ) pada suhu dan pH yang cocok. Pembakuan toksin dan antitoksin Mencari antibody di dalam serum misalnya reaksi kahn untuk membantu menegakkan diagnosis sifilis. Reaksi smpai terlihat berupa zona putih pada batas antara kedua cairan antigen dan serum yang berisi antibodi tadi. 2. Antigen di alirkan melalui tepi tabung kecil yang telah berisi serum sehingga membentuk dua lapisan. Presipitasi terjadi bila terbentuk jala yang cukup besar dengan formasi molekul antigen dan antibody berselang-seling. serum dll. misalnya mendeteksi adanya zat polisakarida khas kelompok pada streptokokus menurut lancefield dll. .dll. Daerah kelebihan antigen dan antibodi pembentukan jala tidak meluas sebab valensi antigen antibodi sudah jenuh. Uji serologis medikolegal untuk mendeteksi darah. HIPOTESIS PEMBENTUKAN JALA : Antigen bervalensi banyak yang bergabung dengan antibodi bervalensi dua dalam perbandingan yang beraneka ragam bereaksi di dalam campuran dan hasilnya tergantung dari perbandingan di dalam campuran tersebut. Cara gelas atas : Jika setetes antigen dan setetes antibodi di reaksikan pada sebuah gelas alas lalu di aduk dan di goyang-goyangkan maka akan terlihat suatu flokulasi ( penggumpalan ). Mungkin terjadi pada daerah keseimbangan. Presipitasi terjadi bila terbentuk jala yang besar dengan formasi molekul antigen dan antibodi berselang- seling. Cara melakukan reaksi presipitasi : Uji cincin : Uji ini sangat sederhana untuk mendeteksi adanya antigen. misalnya pada uji VDRL untuk membantu diagnosis sifilis. Identifikasi unsur antigenic pada kuman di dalam jaringan binatang yang terinfeksi misalnya uji ascoli pada diagnosis penyakit antraks. Pada daerah kelebihan antigen dan antibody pembentukan jala tidak meluas sebab valensi antigen dan antibody sudah jenuh. Uji tabung reaksi : Uji Khan untuk membantu diagnosis sifilis merupakan salah satu contoh reaksi flokulasi di dalam tabung reaksi. Cara difusi dalam jel : Antigen dan antibodi dapat di bandingkan untuk menentukan determinan yang sesuai.9. Penentuan jenis kuman. Hal ini hanya mungkin terjadi pada daerah keseimbangan. serum.

antigen brucella. Cara ini lebih peka dari pada cara presipitasi dalam mendeteksi suatu antibodi. bentonit atau sel darah merah telah banyak dipakai sebagai pembantu antigen. Aglutinasi Vi mirip dengan aglutinasi O dan terjadi perlahan-lahan pada 37 ͦ C. Antigen yang dipergunakan disini ialah suspensi sel darah merah domba yang disensitisasikan dengan dosis subaglutinasi anti eritrosit domba dari kelinci (amboseptor). Cara melakukan uji aglutinasi : Uji aglutinasi langsung : Mikroaglutinasi Dikerjakan pada sebuah gelas alas bersih dengan mencampurkan satu tetes serum anti dengan satu tetes suspensi antigen. Aglutinasi ini akan terjadi setelah pengeraman selama 2 sampai 4 jam pada 52 ͦ C. Partikel lateks terutama dipergunakan untuk menunjukkan adanya faktor Rematoid. Reaksi ini terjadi dalam waktu 18 sampai 24 jam sesudah pengeraman pada 37 ͦ C. Uji aglutinasi tak langsung atau pasif : Dewasa ini partikel-partikel lembam seperti lateks. Aglutinasi jenis somatik atau “O” terjadi apabila suatu suspensi kuman yang dimatikan dengan pemanasan atau diolah dengan alkohol dicampur dengan serum anti homolog. penentuan golongan dan tipe darah dll. Globulin antibodi melapisi permukaan eritrosit. 2. Terjadi flokulasi atau gumpalan seperti salju. Aglutinasi yang terjadi bersifat padat dengan butiran-butiran halus. auto antibodi penderita (faktor RA) muncul di dalam serum dan bekerja sebagai antibodi terhadap gama globulin. Inilah dasar dari UJI COOMB. Cara ini lebih peka. dipergunakan untuk mendeteksi antigen kuman. Eritrosit yang dilapisi globulin antibodi dicuci supaya bebas dari protein-protein yang tidak melekat padanya. Uji Coomb: Dipergunakan untuk mendeteksi adanya antibodi tak lengkap (antibodi anti Rh non aglutinasi). Faktor RA dapat mengumpulkan sel darah merah yang dilapisi oleh globulin. Makroaglutinasi Dikerjakan sebagai uji kuantitatif untuk menghitung titer antibody dan untuk memastikan hasil mikroaglutinasi. Reaksi ini akan segera terjadi. Shigella dan Salmonella. partikel ini akan di gumpalkan atau di aglutinasikan. Uji peningkatan komplemen (Complement fixation test atau CFT): Cara ini sangat . Sel-sel ini akan diaglutinasikan. Contoh difusi dalam jel : Difusi tunggal satu dimensi Difusi ganda satu dimensi Difusi tunggal dua dimensi ( imunodifusi radial ) Difusi ganda dua dimensi Imunoelektroforesis Elektroforesis radioimun REAKSI AGLUTINASI Jika suatu partikel dicampurkan dengan antibodi di dalam elektrolit pada suhu dan pH yang cocok. Suatu uji hemaglutinasi pasif jenis khusus ialah uji Rose-Waaler. Serum yang mengandung antibodi anti Rh tak lengkap dicampurkan dengan sel- sel Rh positif. Pada penderita artritis rematoid. Dibawah ini diuraikan jenis-jenis aglutinasi yang terlihat pada antigen kuman: Jenis aglutinasi flagel atau “H” yang tampak jika suatu suspensi kuman bergerak yang diberi formalin dicampurkan dengan serum anti. lalu diolah dengan serum anti kelinci terhadap gama globulin manusia (serum Coomb).

kista hidatid. peka dan dapat mendeteksi 0. Penyakit-penyakit oleh rickettsia misalnya demam tifus. microfilaria dan kuman lain. Opsonisasi : Merupakan suatu reaksi serologis lain yang menyebabkan kuman lebih peka terhadap fagositosis. Penyakit-penyakit oleh Chlamydia misalnya Lymphogranuloma venereum. tetapi eksotoksin kuman merupakan antigen kuat yang dapat merangsang pembentukan antibodi (antitoksin). amubiasis. Hal ini berarti bahwa telah terjadi reaksi antara antigen dan antibodi dan hasilnya dinyatakan positif. Netralisasi virus : Jika virus dicampurkan dengan serum imun akan kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasikan pejamu baru misalnya vaksinia. Dasarnya : Kemampuan kompleks antigen antibodi mengikat komplemen. Jika sel darah merah yang disensitisasikan dilisiskan. Caranya : Serum penderita dipanaskan pada 56 ˚C selama 30 menit untuk merusak komplemen yang terkandung di dalam serum itu sendiri. Penyakit-penyakit parasit misalnya Kala azar. Penyakit-penyakit spiroketa misalnya sifilis (reaksi Wassermann) dan lain-lain. Imunoflouresensi: Flouresensi ialah sifat penyerapan berkas sinar suatu panjang gelombang lain. Uji netralisasi : Antibodi khas dapat menetralkan efek biologis virus. berarti komplemen tidak terikat dan hasilnya dinyatakan negatif. Reaksi serologis yang menggunakan serum anti berlabel dipergunakan untuk mendeteksi sejumlah kecil antigen atau antibodi aktif. Indeks opsonin diukur dengan mengeramkan darah sitrat agar dengan suspensi kuman pada 37 ˚C selama 15 menit. Uji anti streptolisin “O” (ASO) menetralkan aktivitas hemolisis toksin karena adanya antitoksi pada serum penderita. Netralisasi dapat dihitung pada : Selaput korio alantois janin ayam (pembentukan “pocks”) Menghitung “plaque” pada biakan jaringan selapis. influenza dan poliomielitis. toksin dan enzim. Uji perlekatan imun (Treponema pallidum): Jika suatu suspensi spiroketa hidup diolah dengan antibodi khas dan komplemen. Penafsiran : Jika komplemen sudah terpakai habis. bruselosis. Antibodi ini dapat melindungi seseorang dari penyakit-penyakit seperti difteri dan tetanus. Uji ini dipakai untuk mengidentifikasikan spiroketa. Serum penderita. tidak akan terjadi hemolisis. komplemen (serum marmot) dan antigen dieramkan pada 37 ˚C selama 1 jam. Netralisasi toksin : toksisitas endotoksin tidak dapat dinetralkan dengan serum anti. Reaksi perlekatan ini juga terjadi pada protozoa. Cara ini .04 µg nitrogen antibodi dan 0. Uji schick didasarkan atas kemampuan antibodi yang beredar untuk menetralkan toksin difteri.1 µg antigen. Indeks opsinin ialah perbandingan aktivitas fagositosis darah normal. Zat yang ada di dalam serum yang meningkatkan fagositosis disebut opsonin. Spiroketa ini akan saling melekat. Cara ini dipergunakan untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit: Penyakit-penyakit oleh kuman misalnya gonore. Lalu jumlah kuman yang difagosit tiap lekosit dihitung pada sediaan hapus darah yang telah diwarnai. Seluruh campuran ini dieramkan lagi pada 37 ˚C selama 1 jam. Lalu dimasukkan sel darah merah domba yang disensitisasikan sebagai sistem indikator.

Uji mikroskop elektron imun: Mikroskop elektron imun: Cara ini berguna untuk mempelajari beberapa virus misalnya virus hepatitis B dan virus-virus penyebab diare. Beberapa enzim lain seperti oksidasa glukosa.10 FAGOSITOSIS Fagositosis adalah proses seluler dari fagosit dan protista yang menggulung partikel padat dengan membran sel dan membentuk fagosom internal. dan partikel mineral kecil adalah contoh objek yang akan difagositasi. Fagositosis di sistem imunitas mamalia diaktifkan oleh penempelan Pathogen- associated moleculer patterns (PAMPS). Oposin seperti C3b dan antibodi bisa beraksi sebagai tempat penempelan dan membantu fagositosis patogen. Feritin merupakan zat yang padat elektron yang diperoleh dari limpa kuda. yang mengaktivasi NF-κB. Partikel-partikel virus dicampur dengan serum anti khas lalu dilihat di bawah mikroskop elektron. Proses ini mirip dengan proses memakan pada tingkat sel tunggal organisme. Irisan jaringan diberi larutan encer antigen. Cara antibodi fluoresensi dipergunakan untuk: Diagnosis serologis cepat sejumlah bakteri Mendeteksi antibodi antitoksoplasma Menunjukkan adanya leptospira pada otot manusia dan binatang Mendeteksi adanya virus di dalam sel. Sesudah dicuci (untuk menghilangkan kelebihan antigen). yaitu internalisasi vesikular terhadap berbagai cairan. 2. hanya cocok untuk reaksi kualitatif. fosfatasa dan tirosinasa juga dapat dipakai pada uji imunoenzim ini. . sel mati jaringan. dan di dalam sistem imunitas. lalu antibodi berlabel ini bereaksi dengan antigen dan hasilnya dapat dilihat dibawah mikroskop elektron. yaitu pinositosis. Sediaan ini lalu di cuci bersih dan diberi gamaglobulin terhadap serum manusia yang berlabel zat berfluoresensi. fagositosis adalah mekanisme utama untuk menghilangkan patogen dan serpihan sel. Fagositosis bertanggung jawab terhadap akuisisi nutrisi pada beberapa sel. Peroksidasa yang terikat pada antigen dapat diamati di bawah mikroskop elektron dengan cara mikro-histokimia. Partikel-partikel virus akan menggumpal. Irisan jaringan yang mengandung antigen yang sesuai diolah dengan serum anti berlabel peroksidasa. Fagositosis adalah bentuk spesifik dari endositosis yang melibatkan internalisasi vesikular terhadap partikel padat. Di makhluk multiseluler. proses telah diadaptasi untuk mengeliminasi serpihan dan patogen. seperti bakteri. Cara tak langsung: Dipergunakan dengan cara menuangi sediaan antigen pada gelas alas dengan serum tak berlabel. Sejumlah modifikasi cara antibodi fluoresensi dapat diuraikan seperti di bawah ini: Cara langsung: Biasanya dipergunakan untuk mendeteksi antigen dengan menggunakan satu tahap antibodi berlabel zat berfluoresensi. dan bentuk lain yang cukup berbeda dengan fagositosis. Cara “Sandwitch” Dipergunakan untuk mendeteksi antibodi di dalam jaringan. Uji feritin imun: Feritin dikonyugasikan dengan antibodi. Sistem imunoenzim: Beberapa enzim stabil seperti peroksida dapat dikonyugasikan dengan antibodi. irisan ini diberi antibodi berlapis fluoresensi. Bakteri.

Tubuh kita mempunyai banyak sekali mekanisme pertahanan yang terdiri dari berbagai macam sistem imun yaitu organ limfoid (thymus. hati. Biasanya ketika ada benda asing yang yang memicu respons imun masuk ke dalam tubuh (antigen) dikenali maka terjadilah proses pertahanan diri. pepsin. anion superoksida (O2-). Peptida antimikrobial juga muncul dalam granula ini. Secara garis besar. Setelah fagosom menjadi asam.Fagositosis adalah sebuah proses yang aktif dimana patogen yang telah terikat oleh pencerap. keringat. Sistem imun humoral terdiri atas antibody (Imunoglobulin) dan sekret tubuh (saliva. Jika negara itu tidak memiliki pertahanan yang kuat. lisozim. 2. akan mudah mendapatkan perlawanan baik dari dalam maupun dari luar. Dibutuhkan sistem kekebalan tubuh untuk menjaga agar tubuh kita bisa melawan serangan apapun baik dari dalam maupun dari luar. Begitupun halnya tubuh kita. lien. termasuk laktoferin yang melepaskan zat besi untuk menyediakan kondisi yang tidak baik bagi pertumbuhan bakteri. sumsum tulang) beserta sistem limfatiknya.11 MEKANISME SISTEM KEKEBALAN TUBUH Tubuh diibaratkan sebagai sebuah negara. Hidrogen peroksida dan myeloperoksidase mengaktifkan sistem berhalogenasi yang memicu penghancuran bakteri. bukan fagositosis. dll). Zat ini diperoleh dengan bantuan enzim NADPH lysosomal dan enzim lain melalui proses kimiawi yang disebut respiratory burst yang disertai peningkatan konsumsi oksigen dalam rentang waktu yang sangat singkat. Organ tubuh kita yang juga termasuk dalam mekanisme pertahanan tubuh yaitu jantung. fagositosis digunakan sebagai cara untuk mencari makan untuk menyediakan semua kebutuhan nutrisi mereka. berbeda dengan nutrisi osmotrofik yang melakukan penyerapan. Organ limfoid seperti thymus sendiri mempunyai tanggung jawab dalam pembentukan sel T dan penting bagi para bayi baru lahir. sehingga lambat laun negara itu akan hancur. berisi enzim proteolitik seperti defensin. Hal ini disebut nutrisi fagotropik. bayi yang baru lahir akan mempunyai sistem imun yang buruk. serumen. beberapa lisosom makrofaga akan terinduksi dan membentuk fusi guna mengeluarkan enzim. Sistem imunitas yang sehat adalah jika dalam tubuh bisa membedakan antara diri sendiri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. neutrofil beredar di dalam tubuh kita. Jika kita tidak memiliki pertahanan tubuh yang tinggi pada akhirnya tubuh kita akan jatuh sakit dan mungkin akan berujung kepada kematian. air mata. akan diliputi oleh membran makrofaga dengan kontraksi sistem aktin- miosin. dan protein kationik. Hal ini dikarenakan kelenjar limfe sedang berperang melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh. dan masuk ke dalam vesikel yang disebut fagosom. Degradasi bisa dilakukan dengan menggunakan oksigen ataupun tanpa oksigen Degradasi menggunakan oksigen bergantung pada NADPH. Di berbagai protista. nitrit oksida (NO). Sedangkan sistem imun dalam bentuk seluler berupa makrofag. sistem imun menurut sel tubuh dibagi menjadi sistem imun humoral dan sistem imun seluler. asam lambung. karena tanpa thymus. Sistem limfatik baru akan dikatakan mengalami gangguan jika muncul tonjolan kelenjar yang membesar dibandingkan pada umumnya. limfosit. ginjal dan paru-paru.[1] Degradasi tanpa oksigen bergantung pada pelepasan granula. Leukosit (sel darah putih) . protein untuk mendegradasi patogen. Beberapa zat yang disekresi di dalam fagolisosom antara lain adalah hidrogen peroksida (H2O2). Fusi antara fagosom dan granula makrofaga disebut fagolisosom dengan respon antomikrobial intraselular.

harus dicurigai mengidap Lupus. menonjol dan kadang-kadang bersisik. Pada kulit. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah: Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan. akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi. Sel-sel ini memicu limfosit B untuk memproduksi antibodi. virus. Limfosit sendiri terdiri dari dua tipe yaitu limfosit B dan limfosit T. Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh. tinggal di dalamnya dan jika matang menjadi limfosit sel B. Sedangkan sel lainnya adalah netrofil. Limfosit B dan T mempunyai fungsi yang berbeda dimana limfost B berfungsi untuk mencari target dan mengirimkan tentara untuk mengunci keberadaan mereka. sehingga antibodi ikut beredar ke seluruh tubuh dan dapat memberikan kerusakan organ pada tubuh kita. sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang. diantaranya: Penyakit autoimun dimana sistem imun yang kadangkala salah mengira bagian tubuh kita sendiri dikenal sebagai benda asing dan menyerang diri kita sendiri. Biasanya antibodi yang menyerang diri sendiri ini bisa terbentuk karena adanya rangsangan virus sebelumnya. ataupun sel yang terinfeksi. kelelahan yang berlebihan. Limfosit dihasilkan oleh sumsum tulang. lien dan sumsum tulang. Melihat banyaknya gejala penyakit ini. suatu protein khusus yang mengarahkan kepada suatu antigen spesifik. dan juga antibodi bisa mengaktivasi kelompok protein yang disebut komplemen yang merupakan bagian dari sistem imun dan membantu menghancurkan bakteri. atau meninggalkan sumsum tulang ke kelenjar thymus dan menjadi limfosit sel T. maka bisa jadi ada suatu infeksi bakteri di dalamnya. maka beberapa tipe sel bekerjasama untuk mencari tahu siapa mereka dan memberikan respons. Ada dua tipe leukosit pada umumnya. Sedangkan sel T merupakan tentara yang bisa menghancurkan ketika sel B sudah mengidentifikasi keberadaan mereka. sistem imun bekerja terkoordinasi baik memonitor tubuh dari kuman ataupun substansi lain yang bisa menyebabkan problem bagi tubuh. yaitu fagosit yang bertugas memakan organisme yang masuk ke dalam tubuh dan limfosit yang bertugas mengingat dan mengenali yang masuk ke dalam tubuh serta membantu tubuh menghancurkan mereka. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan Sistem imun kadang merespons secara berlebihan atau hipereaktif terhadap suatu benda asing sehingga antigen yang masuk ini disebut alergen dan bisa menumbulkan gejala seperti bengkak. demam dan pegal-pegal. pilek alegi. maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja. mirip kupu- kupu. . Salah satu contoh penyakit yang paling nyata yaitu Sistemic Lupus Eryhtematosus (Lupus). Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif. Beberapa kasus penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan system kekebalan tubuh. Kadang disebut (butterfly rash). Jika terdapat antigen (benda asing yang masuk ke dalam tubuh) terdeteksi. Jika kadar netrofil meningkat. bahkan bisa menimbulkan reaksi alergi hebat yang mengancam jiwa yang disebut anafilaksis. Dengan begitu. mata berair. yang bertugas melawan bakteri. Antibodi sendiri bisa menetralisir toksin yang diproduksi dari berbagai macam organisme. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah. Leukosit bersirkulasi di dalam badan antara organ tubuh melalui pembuluh limfe dan pembuluh darah. dihasilkan oleh Thymus.

Produk berkualiti seperti Phyto Greens. Berbagai macam reaksi alergi yang ditimbulkan antara lain adalah asma. alergi makanan. eksim. hal ini bisa terjadi pada orang yang terkena HIV/AIDS. individu yang terkena kanker. Jika badan dibekalkan dengan nutrien yang mencukupi dan sesuai. Jus Aloe Vera. diabetes. Jumlah antibodi bisa diukur secara tak langsung dengan jumlah CD4. sistem imun kita dapat diperkuatkan. Jika jumlahnya kurang maka dicurigai seseorang mempunyai penyakit immunocompromized dimana daya tahan tubuhnya sangat rendah. dll) BAB III PENUTUP 3. pilek alergi. dan non HIV (pengguna kortikosteroid lama. gagal jantung.penyakit kronik seperti gagal ginjal. batuk alergi. Royal Spora Lingzhi dan Teh Hijau dapat meningkatkan daya ketahanan . alergi obat dan alergi terhadap toksin.1 KESIMPULAN Keimunan badan kita mempunyai hubungan rapat dengan cara hidup dan pemakanan kita.

3. et al.Jakarta: Widya Medika http://id. Stucke. Yanagihara K.J.MD.wikipedia.Mikrobiologi Dasar Ed.Suide. .(1982).Parka.dr.Microbiology for Nursing.Bailliere Tindall.Jan.Jakarta: Binarupa Aksara Tambayong. Infect Dis. oleh itu. Jpn.Mikrobiologi Untuk Keperawatan.(1990). V.A.badan kita. J. "Single-cell observation of phagocytosis by human blood dendritic cells". (2008).2 SARAN Agar dalam penyusunan karya ilmiah ini bisa memberikan manfaat yang besar maka penulis menyarankan: Jaga pola hidup yang sehat agar tidak mudah terserang penyakit Memperhatikan setiap makanan yang akan dikonsumsi Memelihara lingkungan yang bersih dan sehat DAFTAR RUJUKAN Guide. Araki N. M.org/wiki/Sistem_kekebalan Ishimoto H. Kita dikelilingi oleh virus dan bakteri.3. adalah amat penting untuk memastikan sistem imun kita berfungsi dengan baik supaya dapat mempertahankan badan dan melawan dari berbagai penyakit.(2000).