You are on page 1of 43

POLA SCADA Bagian 5 : Pengatur Distribusi

PASAL 1 - RUANG LINGKUP DAN TUJUAN
1. Ruang lingkup

Standar ini dimaksudkan untuk menjelaskan dan menetapkan konsep dasar dan spesifikasi umum dari SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) bagi Pengatur Distribusi. 2. Tujuan

Standar ini ditujukan untuk memberikan pedoman yang terarah dan seragam bagi: Penerapan sistem SCADA pada sistem Distribusi yang belum dilengkapi sistem SCADA Perluasan sistem SCADA yang ada Penggantian sistem SCADA yang ada Perencanaan pengadaan peralatan sistem tenaga listrik Distribusi Perencanaan penyambungan sistem distribusi, yang harus dipantau sistem SCADA.

PASAL 2 - STANDAR TERKAIT
3. Standar terkait Sebagai pedoman pelaksanaan Pola SCADA di Pengatur Wilayah, dapat dipakai standar terkait sebagai berikut : SPLN 52-3 tentang Pola Pengamanan Sistem Bagian 3 : Sistem distribusi 6 kV dan 20 kV. SPLN 72 tentang Spesifikasi Desain untuk Jaringan Tegangan Menengah ( JTM ) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR). SPLN 59 tentang Keandalan pada Sistem Distribusi 20 kV dan 6 kV.

PASAL 3 - DEFINISI SPESIFIK
4. Jaringan distribusi 5. Sistem Distribusi Tegangan Menengah adalah Sistem Tegangan Menengah ( SPLN 72 ) Sistem radial (SPLN 52-3 pasal Empat 6.1.d) dan (SPLN 72 pasal Empat 12.2) Sistem spindel ( SPLN 52-3 pasal Empat 6.1.d) dan (SPLN 72 pasal Empat 12.2) Sistem radial dengan satu PSO, atau PBO ditengah (SPLN 59) Sistem radial dengan beberapa PBO dan PSO (SPLN 52-3) Sistem loop (sebagai variasi sistem 2 dan 4) (SPLN 59) Tie line (sebagai variasi sistem 2 dan 4) (SPLN 59) Gugus (sebagai variasi dari sistem 3) (SPLN 59)

Gardu distribusi

Gardu lnduk Distribusi adalah gardu yang memberikan catu tenaga listrik pada jaringan Distribusi (SPLN 72 pasal 3.6)

Gardu Hubung (Switching station) adalah gardu yang mempunyai fungsi utama melakukan manuver antar penyulang (SPLN 72) Gardu Tengah Distribusi (CDS) adalah gardu yang merupakan titik tengah beban atau titik tengah penyulang distribusi yang dipantau dan bisa dioperasikan dari pusat Pengatur Titik Manuver (Key point, joint pole) adalah peralatan switching dimana bisa dilakukan manuver antara dua penyulang atau lebih.

PASAL 4 – OPERASI SISTEM DISTRIBUSI
6. Prinsip dasar

Semua penyulang dalam keadaan normal, dioperasikan radial dan dalam posisi remote. 7. Manuver jaringan

Manuver jaringan dapat dilaksanakan dengan padam sesaat atau tanpa pemadaman.

8.

Prosedur manuver

Semua manuver jaringan, baik karena rencana maupun karena gangguan dilaksanakan atas perintah Dispatcher dan dilaporkan pelaksanaannya kepada Dispatcher. Setiap peralatan switchingdi jaringan distribusi harus mempunyai fasilitas yang bisa disupervisi dari Pusat Distribusi. 9. Pengaturan tegangan menengah Pengaturan tegangan jepit trafo dilakukan dengan AVR atau secara manual atas perintah Dispatcher. Pengaturan tegangan dengan capasitor shunt atau reaktor dilakukan secara otomatis atau manual atas perintah Dispatcher.

PASAL 5 – SARANA
10. Ruangan Agar dapat memberikan keleluasaan bekerja bagi Dispatcher dan supaya sarana ruangan pendukung tersedia, maka Pengatur Distribusi minimal harus memiliki ruangan : Ruang kerja Ruang kontrol Ruang komputer Ruang programmer Ruang catu daya dan ruang batere Ruang batere Ruang telekomunikasi Ruang bengkel elektronika Ruang suku cadang/gudang Ruang rapat

-

Ruang istirahat Ruang dapur Ruang training Kamar mandi dan kamar kecil

PASAL 6 - KONFIGURASI PERALATAN

11. Peruntukan
Peralatan-peralatan di ruang Dispatcher dipergunakan oleh 2 (dua) orang Dispatcher dan minimum 1 (satu) orang Piket pengawas.

12. Ruang Dispatcher Konfigurasi peralatan minimum di ruang Dispatcher adalah : 2 meja Dispatcher yang masing-masing terdiri dari 2 monitor dan console 1 event logger 1 cyclic logger 1 on line printer 1 hard copy 1 mimic board atau layar tayangan 1 status panel recorder dan indicator yang dianggap perlu

-

13. Ruang komputer Konfigurasi peralatan minimum di ruang komputer adalah : Master computer VDU, printer dan console untuk programmer

14. Ruang telekomunikasi Konfigurasi peralatan minimum di ruang telekomunikasi adalah 1 logger untuk telekomunikasi.

PASAL 7 – REMOTE TERMINAL UNIT (RTU)
15. Kemampuan RTU mempunyai kemampuan untuk telesignalling, telemetering, telecontrol, telecounting, load shedding, time tagging dan data logging. 16. Kriteria pemasangan Lokasi-lokasi pada suatu daerah kelistrikan wilayah yang memerlukan pemasangan RlU adalah: Gardu Hubung Gardu Tengah Distribusi ( CDS )

-

Gardu Distribusi ( CD ) Key Point (KP )

PASAL 8 - KOMUNIKASI DATA
17. Cara pengiriman data Untuk mengurangi kepadatan transmisi data maka data-data dari RTU dikirim ke Pengatur Distribusi secara report by exception.

PASAL 9 – PERANGKAT LUNAK
18. Perangkat lunak SCADA Perangkat lunak SCADA minimal terdiri dari fungsi-fungsi : Time management Acquisition Data Base Management termasuk data retrieval Computer Management Man Machine Interface Reporting Storage/archivation Inter Control Management.

Perangkat lunak lainnya untuk membantu perencanaan dan evaluasi operasi dipasang pada komputer lain yang terpisah dari komputer SCADA.

PASAL 10 - PEMANTAUAN FREKUENSI
19. Pemantauan frekuensi Pemantauan frekuensi dilakukan pada gardu-gardu induk yang diperlukan.

PASAL 11 – VISUALISASI DI VDU
20. Visualisasi Untuk memberikan informasi pada Dispatcher, halaman display di VDU minimum dilengkapi dengan : Gambar satu garis Gardu Induk Gambar satu garis Jaringan Distribusi Jumlah total beban yang dikelola Profil tegangan di Gardu Induk Daftar alarm, threshold overshoot Kurva beban dari semua titik pantau Daftar prioritas dari supervisi

-

Daftar informasi Daftar historis Konfigurasi sistem SCAD A

PASAL 12 – LAYAR TAYANGAN / MIMIC BOARD
21. Mimic Board / Layar Tayangan Layar Tayangan / Mimic Board harus menampilkan konfigurasi dan posisi dinamis dari peralatan yang disupervisi secara utuh dan benar. Informasi yang tampilkan di Mimic Board / Layar Tayangan tergantung pada batas tanggung jawab dan wewenang Pengatur Distribusi serta daerah kerjanya yang meliputi antara lain : Diagram dari sistem distribusi yang menjadi tanggung jawabnya Status dari peralatan switching yang dipantau Frekuensi sistem Voltage status dari busbar Warna dari jaringan sesuai dengan konvensi warna.

PASAL 13 - KODE IDENTIFIKASI
22. Kode identifikasi Untuk keperluan pengolahan data diperlukan suatu sistematika penamaan peralatan-peralatan yang terpasang pada sistem tenaga. Sistematika penamaan ini terdiri dari tiga bagian, yaitu kode lokasi berlaku untuk data base, sehingga muncul di list pada VDU dan Logger. Uraian terinci tentang kode identifikasi terdapat pada lampiran C Kode Identifikasi.

PASAL 14 - SIMBOL DAN WARNA
23. Simbol dan warna Simbol dan warna diperlukan untuk penyajian diagram sistem tenaga listrik pada Mimic Board, Video Display Unit dan Video Projection. Simbol dan warna untuk tiap jenis dan kondisi peralatan dipilih sedemikian rupa sehingga jenis dan kondisi peralatan tersebut dapat segera dikenal oleh Dispatcher dari Pengatur Distribusi. Uraian terinci tentang simbol dan uraian tentang warna terdapat pada Lampiran D Simbol dan Warna.

LAMPIRAN A TELEINFORMASI

(kosong)

TELESIGNAL
No Code Function Explanations Grouping etc. Applicable PLN Plant Single (S) or Double (D) Indication D D D D Suggested Alarm (A) or Indication (I) I I I I

1 2 3

CBO CBC SWO SWC ESO

4

ESC

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

DCF ACF GF OC RTU LR HDF TSF appdis TMF appdis RTU appdis RCF appdis RC time out Selection RC abort Selection RC referens TS state RC coming RTU in app ROS General check AVS open AVS close

CB Opened CB Closed SW Opened SW Closed Earthing Switch Opened Earthing Switch CloseD DC fault 48 volt AC fault 220 volt Ground fault Overcurrent RTU fault Local remote Homopolar TS fault TM fault

GI, GDI GI, GDI GH,CDS,DS,KP,AVS recloser GH,CDS,DS,KP,AVS recloser GI

GI

GI, GH, CDS, DS, KP GI, GH, CDS, DS, KP GI GI GI, GH, CDS, DS, KP GI, GH, CDS, KP GI, DS, CDS, KP GI, GH, CDS GI GI, GH, CDS, KP GI, GH, DS

S S S S S S S S S S S S S S

A A A A A A A A A A A A A A

RTU fault RC fault RC time out Gagal di card -

System System System System System System System

19

S

A

20 21 22 23 24

S S S S S

A A A A A

AVS opened

Feeder
Feeder

AVS closed

TELEMEASUREMENT
No 1 Code MW Function Megawatts Explanation Via MW Transducer connected to VT & CT secondary Via Current Transducer connected to CT secondary Via Voltage Transducer connected to VT secondary Via Frequency Transducer connected to VT secondary Applicable PLN Plant Incoming feeder, outgoing feeder (optional) Bus section, bus copler, feeder, incoming feeder, middle point, key point, joint pole Busbar 20 kV

2

A

Amperes

3

V

Volts

4

HZ

Frequency

Transformer 150/20 kV, 70/20 kVof selected substation

LAMPIRAN B
TELEINFORMASI PADA BERBAGAI KONFIGURASI GARDU INDUK, GARDU DAN JARINGAN DISTRIBUSI

JOINT POLE & KEY POINT

1. Open loop dengan beberapa PBO/PMB (UBS)/PSO

a

S

C

LA

S

C

LA

KP

KP

KP

KP

KP

S

C

LA

S

C

LA

S

C

LA

KP

KP

S

C

LA

S

C

LA

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM (A) ATAU INDIKASI (I)

KETERANGAN

JOINT POLE & KEY POINT

1. Open loop dengan beberapa PBO/PMB (UBS)/PSO

b

KP

KP

SC - LR

SC - LR

VP

SC - LR

VP

SC - LR

KP

KP

SC - LR

SC - LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM (A) ATAU INDIKASI (I)

KETERANGAN

JOINT POLE & KEY POINT

1. Open loop dengan beberapa PBO/PMB (UBS)/PSO

c

KP

JP

KP

JP

KP

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM (A) ATAU INDIKASI (I)

KETERANGAN

JOINT POLE & KEY POINT

2. Radial dengan beberapa PBO/PMB (UBS)/PSO

b

KP

KP

KP

KP

SC - LR

SC - LR

SC - LR

SC - LR

KP SC - LR

KP SC - LR

KP SC - LR

KP SC - LR

KP SC - LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM (A) ATAU INDIKASI (I)

KETERANGAN

KEY POINT

Radial dengan 2 LBS remote

S

S

S

C

C

C

NO

SINGKATAN

LR

LR

LR

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU INDIKASI (I)

KET

9.A 3.A 3.B 11. 7.A 7.C 10.

INAC LBC LBO HDF 48 F 220 F LR

RTU INACCESS LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD BREAK SWITCH OPEN HOMOPOLAR DETECTOR FAULT DC FAULT 48 VOLTS AC FAULT 220 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH A

A I I A A I

JOINT POLE

Tie line dengan 3 LBS remote
S C LR S C LR

S

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU INDIKASI (I)

KET

9.A 3.A 3.B 11. 7.A 10.

INAC LBC LBO HDF 48 F LR

RTU INACCESS LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD BREAK SWITCH OPEN HOMOPOLAR DETECTOR FAULT DC FAULT 48 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH A

A I I A I

KEY POLE

Radial dengan 1 LBS remote

S

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KET

INDIKASI (I) 9.A 3.A 3.B 11. 7.A 7.C 10. INAC LBC LBO HDF 48 F 220 F LR RTU INACCESS LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD BREAK SWITCH OPEN HOMOPOLAR DETECTOR FAULT DC FAULT 48 VOLTS AC FAULT 220 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH A I I A A A I

KEY POINT

Radial dengan 2 LBS remote

S

S

C

C

LR

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KET

INDIKASI (I) 9.A 3.A 3.B 11. 7.A 7.C 10. INAC LBC LBO HDF 48 F 220 F LR RTU INACCESS LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD BREAK SWITCH OPEN HOMOPOLAR DETECTOR FAULT DC FAULT 48 VOLTS AC FAULT 220 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH A I I A A A I

BUS SECTION 20 KV

TYPE 1 LR

C S

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KET

INDIKASI (I) 1.A 1.B 7.B 10 CBC CBO 110 F LR CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DC FAULT 110 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH I I A I

BUS SECTION 20 KV

TYPE 2 LR

C S

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KET

INDIKASI (I) 1.A 1.B 7.B 10 CBC CBO 110 F LR CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DC FAULT 110 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH I I A I

BUS COUPLER 20 KV
20 kV DOUBLE BUSBAR

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

1.A 1.B 7.B 10

CBC CBO 110 F LR

CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DC FAULT 110 VOLTS LOCAL REMOTE SWITCH

S

ALARM(A) ATAU

KET

INDIKASI (I) I I A I

REAKTOR BAY
20 kV DO UBLE BUSBAR

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

INDIKASI (I) 1.A 1.B 8.A 8.B 2.A 2.B 2.A 2.B 7.B 10. 8.C CBC CBO GFT OCT DS1C DS1O DS2C DS2O 110 F LR RPT CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP DISCONNECTING SWITCH 1 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 1 OPEN DISCONNECTING SWITCH 2 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 2 OPEN DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH REAKTOR PROTECTION TRIP A I A I I I I I A A I

S S

S

KETERANGAN

CAPASITOR BAY
20 kV DO UBLE BUSBAR

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

INDIKASI (I) 1.A 1.B 8.A 8.B 2.A 2.B 2.A 2.B 7.B 10. 8.C CBC CBO GFT OCT DS1C DS1O DS2C DS2O 110 F LR RPT CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP DISCONNECTING SWITCH 1 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 1 OPEN DISCONNECTING SWITCH 2 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 2 OPEN DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH REAKTOR PROTECTION TRIP A I A I I I I I A A I

S S

S

KETERANGAN

PE N Y U L A N G 20 k V
TYPE 1 20 kV D O U B LE BUSBAR

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

1.A 1.B 8.A 8.B 2.A 2.B 2.A 2.B 7.B 10.

CBC CBO GFT OCT DS1C DS1O DS2C DS2O 110 F LR

CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP DISCONNECTING SWITCH 1 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 1 OPEN DISCONNECTING SWITCH 2 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 2 OPEN DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

MW

A

INDIKASI (I) I I A A I I I I A I

S S

S

KETERANGAN

PENYULANG 20 kV
TYPE 2 20 kV BUSBAR

C

LR

SINGLE BUSBAR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

1.A 1.B 8.A 8.B 7.B 10. 8.C

CBC CBO GFT OCT 110 F LR RPT

CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH REAKTOR PROTECTION TRIP

MW

A

S

KETERANGAN

INDIKASI (I) I I A A A I A

PENYULANG 20 KV
TYPE 3

A

MW

NO

SINGKATAN

1.A 1.B 8.A 8.B 7.B 10. 8.C

CBC CBO GFT OCT 110 F LR RPT

CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH REAKTOR PROTECTION TRIP

S

LR

C

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KETERANGAN

INDIKASI (I) I I A A A I A

PENYULANG 20 KV
TYPE 4

A

MW

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

INDIKASI (I) 1.A 1.B 8.A 8.B 2.A 2.B 7.B 10. CBC CBO GFT OCT DS1C DS1O 110 F LR CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP DISCONNECTING SWITCH 1 CLOSE DISCONNECTING SWITCH 1 OPEN DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH A I I I I A A I

S

S

LR

C

KETERANGAN

SPINDLE 20 kV
TYPE 1
S

S

TRAFO

S A

C V W

S A

C V W

MS

20 kV BUSBAR

S A

C W

S A

C W

S A

C W

S A

C W

S A

C W

S A

C W

S

C

S

C

S

C

S

C

DS

S

C

S

C

S

C

S

C

S

C

S

C

SS

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU INDIKASI (I)

KETERANGAN

9.A 1.A 1.B 2.A 2.B 3.A 3.B 8.A 8.B

INAC CBC CBO DSC DSO LBC LBO GFT OCT P1 TPT P2 TET TCT TRA TPA TEA TCA

RTU INACCESS CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DISCONNECTING SWITCH CLOSE DISCONNECTING SWITCH OPEN LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD BREAK SWITCH OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP

A I I I I I I A A

7.B 10.

110 F LR

DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

A I

BUS SECTION 20 KV
TYPE 3

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

1.A 1.B 7.B 10.

CBC CBO 110 F LR

CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

S

ALARM(A) ATAU

KETERANGAN

INDIKASI (I) I I A I

TRAFO 150/20 KV AND 70/20 KV

TYPE 1

V

MW

NO 1.A 1.B 2.A 2.B 2.A 2.B 8.A 8.B

SINGKATAN CBC CBO DS1C DS2O DS2C DS2O GFT OCT TPT P1 P2 TET TCT TRA TEA TCA

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU KETERANGAN INDIKASI (I) I I I I I I A A

CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DISCONNECT SWITCH 1CLOSE DISCONNECT SWITCH 1OPEN DISCONNECT SWITCH 2 CLOSE DISCONNECT SWITCH 2 OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP

TPA 7.B 10. 110 F LR

DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

S

ACC DCC

C

S

LR

A

F

20 kV

A I

TRAFO 150/20 KV AND 70/20 KV

TYPE 2

V

MW

NO 1.A 1.B 2.A 2.B 8.A 8.B

SINGKATAN CBC CBO DSC DSO GFT OCT TPT P1 P2 TET TCT TRA TEA TCA

TELESINYAL CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DISCONNECTING SWITCH CLOSE DISCONNECTING SWITCH OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP

TPA 7.B 10. 110 F LR

DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

S

ACC DCC

C

S

LR

A

F

20 kV SINGLE BUSBAR

ALARM(A) ATAU KETERANGAN INDIKASI (I) I I I I A A

A I

TRAFO 150/20 KV AND 70/20 KV

TYPE 3

V

MW

LR

C

S

NO 1.A 1.B 2.A 2.B 8.A 8.B

SINGKATAN CBC CBO DSC DSO GFT OCT TPT P1 P2 TET TCT TRA TEA TCA

TELESINYAL CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DISCONNECTING SWITCH CLOSE DISCONNECTING SWITCH OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP

ALARM(A) ATAU KETERANGAN INDIKASI (I) I I I I A A

TPA 7.B 10. 110 F LR

DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

S

ACC DCC

A

F

S

20 kV DOUBLE BUSBAR

A I

TRAFO 150/20 KV AND 70/20 KV

TYPE 4

S

C

V

A

MW

F 20 kV SINGLE BUSBAR

NO 1.A 1.B 2.A 2.B 8.A 8.B

SINGKATAN CBC CBO DSC DSO GFT OCT TPT P1 P2 TET TCT TRA TEA TCA

TELESINYAL CIRCUIT BREAKER CLOSE CIRCUIT BREAKER OPEN DISCONNECTING SWITCH CLOSE DISCONNECTING SWITCH OPEN GROUND FAULT TRIP OVER CURRENT TRIP

ALARM(A) ATAU KETERANGAN INDIKASI (I) I I I I A A

TPA 7.B 10. 110 F LR

DC FAULT 110 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH

A I

S

ACC DCC

LR

GARDU HUBUNG
TYPE 1

S

C

LR

S

C

LR

S

C

LR

S

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KETERANGAN

INDIKASI (I) 9.A 3.A 3.B 11 7.A 7.C 10. INAC LBC LBO HDF 48 F 220 F LR RTU INACCESS LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD PEAK SWITCH OPEN HOMOPOLAR DETECTOR FAULT DC FAULT 48 FAULT DC FAULT 220 VOLT LOCAL REMOTE SWITCH A I I A A A I

GARDU HUBUNG
TYPE 2

S

C

LR

S

C

LR

S

C

LR

NO

SINGKATAN

TELESINYAL

ALARM(A) ATAU

KETERANGAN

INDIKASI (I) 9.A 3.A 3.B 11 7.A 10. INAC LBC LBO HDF 48 F LR RTU INACCESS LOAD BREAK SWITCH CLOSE LOAD PEAK SWITCH OPEN HOMOPOLAR DETECTOR FAULT DC FAULT 48 FAULT LOCAL REMOTE SWITCH A I I A A I

LAMPIRAN C

KODE IDENTIFIKASI

KODE IDENTIFIKASI

Kode identifikasi terdiri dari 28 karakter yang dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu kode lokasi RTU, kode peralatan/alarm, kode lokasi peralatan, kode arah remote, informasi lain, message dengan susunan sebagai berikut : A HHHHH A HHH B HHHHH C HHHHH D HHHHH E HHHHH F

Bagian A : Kode Lokasi RTU Bagian B : Kode peralatan/alarm Bagian C : Kode lokasi Bagian D : Kode lokasi tujuan Bagian F : Kode message Jarak diantara masing-masing field di atas diperkenankan ada spasi (blank). Contoh

KN LBS KSW BRGA SP01 RC ON
A. Kode Lokasi RTU Kode lokasi terdiri dari lima karakter, merupakan kode tempat, yaitu singkatan nama lokasi yang khas dan cukup asosiatif terhadap nama lengkap lokasi RTU. Kode lokasi dinyatakan dengan susunan sebagai berikut HHHH Contoh : - Kode lokasi - Lokasi RTU : : BDUTR Bandung Utara

Untuk Gardu Induk dan Gardu Hubung yang baru, kode ditetapkan oleh Pengatur Distribusi yang bersangkutan. Contoh Kode Tempat dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Contoh Kode Tempat Lokasi RTU BANDUNG UTARA UJUNG BERUNG PADALARANG CISARUA LEMBANG Kode BDUTR UBRNG PDBRU CSRUA LMBNG

B. Kode Peralatan / Alarm Kode kelompok peralatan terdiri dari 3 karakter, menyatakan nama kelompok peralatan/alarm. Kode kelompok peralatan/alarm dinyatakan dengan susunan sebagai berikut : H2 H H Contoh : - Kode peralatan - Kode peralatan : : LBS Load Breaker Switch Tabel 2 Contoh Kode Peralatan /Alarm NAMA PERALATAN/ALARM LOAD BREAKER SWITCH CIRCUIT BREAKER RECLOSE ALARM TELEMEASURE VOLTAGE TELEMEASURE CIRCUIT KODE LBS CB REC ALM TMV TMC

C. KODE NAMA LOKASI Kode nama lokasi terdiri dari 5 karakter yang menyatakan tempat lokasi nama peralatan yang dimonitor. Kode nama lokasi dinyatakan dengan susunan sebagai berikut : HHHHH Contoh : - Kode nama lokasi - Nama lokasi : CSRUA : Cisarua

D. KODE ARAH REMOTE (LOKASI TUJUAN) Kode arah remote terdiri dari 5 karakter yang menyatakan tujuan penyambungan/pemutusan penyediaan listrik yang diremote. Kode arah remote dinyatakan dengan susunan sebagai berikut : HHHHH Contoh : - Kode arah remote - Nama arah remote E. KODE INFORMASI LAIN Kode informasi lain terdiri dari 5 karakter yang menyatakan untuk penambahan kebutuhan informasi bagi Dispatcher. Kode informasi lain dinyatakan dengan susunan sebagai berikut : HHHHH Contoh :

: LMBNG : Lembang

-

Kode informasi lain Nama informasi lain

: SP01 : Spindle 01

E. KODE MESSAGE Kode message terdiri dari 10 karakter yang merupakan informasi tentang kejadian. Contoh : INAC APP ICAN DIS L/APP L/DIS RC ON CLOSE OSERV APP OSERV DIS

LAMPIRAN D SIMBOL DAN WARNA
4

DRAW ING SYMBOLS
Generator Two W indings Power Transform er

Circuit Breaker Three W indings Power Transform er

W ithdrawable Circuit Breaker

A

Current m easurem ent required

V Isolating Switch (Disconecting Switch) F Earthing Switch

Voltage m easurem ent required

Frequency

MW

Active power m easurem ent required

Surge/Lightning Arester MX Line Trap for Power Line Carrier Reactive power m easurem ent required

TCP

Tap Changer Position

Current Transform er (3 phases)

C

Control of adjacent item to be perform ed by SCADA

Voltage Transform er

S

Status indication of adjacent item required for SCADA

Reaktor

LR

Local/Rem ote required

Capacitor Voltage Transform er

LFC (Po,Pr,N)

Load Frequency Control (If Generator activated into LFC program )

Symbol Convention

ITEMS

SYMBOL

R EM ARK

CB CLOSED

Busbar's color, filled Busbar's color, blank

CB OPENED

DS CLOSED

Busbar's color, filled

DS OPENED

Busbar's color, blank

ES CLOSED

Busbar's color

ES OPENED

Busbar's color

CB RACKED IN

Busbar's color, filled Busbar's color, blank

CB RACKED OUT GENERATOR

G

TRANSF. 2 W INDINGS

Busbar's color

TRANSF. 3 W INDINGS

REACTOR

Busbar's color

CAPACITOR

Busbar's color

VOLTAGE STATUS

ON ON

W hite Blank

COLOR CONVENTION ITEMS Single line diagrams for 500 kV Single line diagrams for 275 kV Single line diagram for 150 kV Single line diagrams for 70 kV Single line dia'grams for 30 kV Singre line diagrams for 20 kV Single line diagrams for 12 kV Single line diagrams for 6 kV Single line diagrams for 0.4 kV All devices Bakground color COLOR Cyan White Red Yellow Green Brown Grey Orange Violet Busbar Color Black

COLOR CONVENTION FOR MIMIC BOARD

A. Convention For Mimic Lamps in The Acknowledged State
OPEN Green Extinguished ON Lighted White OUT OF POLL Lighted Red CLOSE Red Red OFF Extinguished IN POLL Extinguished INVALID Extinguished Extinguished INVALID Extinguished

Circuit Breakers Isolators Voltage Status RTU State

B. Convention For Mimic Lamps in The Unacknowledged State
OPEN Flashing Green Flashing Red ON Flashing OUT OF POLL Flashing CLOSE Flashing Red Flashing Red OFF Flashing IN POLL Flashing INVALID Both Flash Flashing Red INVALID Flashing

Circuit Breakers Isolators Voltage Status RTU State