You are on page 1of 6

Data Etiologi Masalah

DS: Sekresi Hormon FSH dan Nyeri Akut


- Klien mengatakan LH
nyeri di bagian perut ↓
- Klien mengatakan Progesteron dan Estrogen
perutnya terasa sedikit
keram ↓
Endometrium menipis
DO:

- Klien tampak
Otot-otot endometrium
meringis
meluruh
- Nadi meningkat

Disminorea

Nyeri di perut bagian bawah

Nyeri akut

A. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri Akut berhubungan dengan agen cedera biologis ditandai dengan disminorea
No. Diagnosa Outcome Intervensi Rasional

1 Nyeri Akut NOC: NIC: Manajemen Nyeri


berhubungan Setelah dilakukan Manajemen Nyeri
dengan agen asuhan keperawatan 1. Lakukan 1. Untuk
cedera biologis selama 1 x 24 jam, pengkajian nyeri mengetahui
ditandai dengan diharapkan nyeri komperhensif yang tempat nyeri dan
disminorea berkurang dengan meliputi lokasi, karakteristik
kriteria hasil: karakteristik, dengan cara
Tingkat nyeri: onset/durasi, melakukan
1. Mengetahui frekuensi, kualitas, pemeriksaan
panjangnya intensitas, atau menyeluruh
episode nyeri. beratnya nyeri dan terhadap nyeri.
2. Ekspresi faktor. 2. Edukasi
meringis 2. Berikan informasi mengenai nyeri
terhadap nyeri mengenai nyeri, seperti durasi,
berkurang. seperti penyebab faktor risiko dan
Kontrol nyeri: nyeri, berapa lama gejala nyeri.
1. Melaporkan nyeri akan 3. Komunikasi
gejala yang dirasakan dan dengan ramah
tidak terkontrol antisipasi terhadap dan lakukan
pada ketidaknyamanan komunikasi
professional akibat prosedur. verbal atau
kesehatan 3. Gunakan strategi nonverbal yang
2. Melaporkan komunikasi sopan agar
nyeri yang terapeutik untuk pasien mampu
terkontrol. mengetahui mengurangi rasa
3. Mengenali apa pengalaman nyeri nyeri.
yang terkait dan sampaikan 4. Agar pasien
dengan gejala penerimaan pasien dapat
nyeri. terhadap nyeri. memanajemen
Pengetahuan: 4. Ajarkan pasien nyeri yang
Manajemen Nyeri prinsip-prinsip dialami secara
1. Pasien manajemen nyeri mandiri
mengetahui 5. Ajarkan pasien 5. Untuk
tanda dan gejala metode menghindari
nyeri farmakologi untuk kesalahan
2. Pasien mengurangi nyeri penggunaan obat
mengetahui 6. Kolaborasi dengan 6. Agar dapat
strategi untuk tenaga medis lain memberikan
mengontrol dalam pemberian asuhan secara
nyeri analgesik. komprehensif,
3. Pasien Pemberian Analgesik obat-obat
mengetahui efek 1. Tentukan lokasi, analgesic dapat
samping obat karakteristik, membantu
4. Pasien kualitas dan derajat mengurangi
mengetahui efek nyeri sebelum nyeri pasien
terapeutik obat memberikan pasien Pemberian
5. Pasien medikasi Analgesik
mengetahui 2. Lakukan 1. Untuk
teknik mediasi pengecekan mengetahui
yang efektif terhadap riwayat seberapa berat
alergi nyeri yang
Tanda-Tanda 3. Pilih analgesik dialami pasien
Vital yang sesuai 2. Pengecekan
1. Suhu tubuh 4. Monitor tanda- terhadap alergi
berada tanda vital sebelum dilakukan agar
direntang dan sesudah tidak terjadi
normal memberikan kesalahan dalam
2. Tekanan darah analgesic pemberian obat
sistolik & yang akan dapat
diastolic berada
pada rentang 5. Evaluasi memperberat
normal keefektifan penyakit klien
3. Tekanan nadi analgesic 3. Untuk
berada pada menurunkan
rentang normal Monitor Tanda- nyeri yang
4. Respirasi atau Tanda Vital dialami pasien
tingkat 1. Mengukur tekanan 4. Untuk
pernafasan darah, denyut nadi, mengetahui
berada pada dan pernafasan keadaan pasien
rentang normal. sebelum, selama 5. Mengetahui
dan setelah apakah analgesi
beraktivitas dengan tersebut mampu
tepat. mengurangi nyeri
2. Monitor dan pasien atau tidak
laporkan tanda dan Monitor Tanda-
gejala hipotermia Tanda Vital
dan hipertermia. 1. Untuk
mengetahui
keadaan pasien
sebelum, selama,
dan setelah
beraktivitas
2. Untuk
mengetahui
apakah ada tanda
dan gejala
hipotermia atau
hipertermia.
TANGGA NO IMPLEMENTASI EVALUASI/ PARAF/
L/JAM DX RESPON KLIEN NAMA
17/02/18 1,2,3 1. Dilakukan pemeriksaan berat 1. Berat badan pasien
Jam 09.00 badan. 47 kg
Wita 2. Dilakukan pemeriksaan TTV 2. Pemeriksaan TTV
(tekanan darah, nadi, RR, dan (TD: 110/70
suhu). mmHg; N:
3. Dilakukan pemeriksaan fisik 100x/menit; RR:
pada bagian abdomen: palpasi, 18x/menit; T:
inspeksi, auskultasi pada 37°C)
bagian abdomen px. 3. Inspeksi: tidak ada
4. Mengkaji nyeri pasien linea dan striae
5. Memberikan posisi yang 4. P: Nyeri saat
nyaman ditekan &
6. Mengajarkan latihan teknik membungkuk
relaksasi dan distraksi Q: nyeri ditusuk-
7. Mengkaji kecemasan pasien tusuk
R: Perut Bagian
Bawah
S: Skala Nyeri 6
T: ± 3 menit setiap
gerak
5. Px mengatalam
nyaman jika kepala
lebih tinggi
6. Px mengatakan
masih merasa
nyeri.
7. Px mengatakan
takut dengan
keadaannya saat ini
karena
mengganggu
aktivitasnya.

TGL/ NO EVALUASI
JAM DIAGNOSA
8-11- 1,2,3 S : Pasien mengatakan masih sedikit nyeri
2016/ O:
- pasien sudah tidak terlihat gelisah
09.00
- pasien tampak menahan nyeri
WITA
P: Nyeri saat ditekan & membungkuk
Q: nyeri ditusuk-tusuk
R: Perut Bagian Bawah
S: Skala Nyeri 5
T: ± 3 menit setiap gerak
- TTV
S : 36.5
Nadi : 80
RR : 20
TD : 120/80
A : Tujuan tercapai sebagian
P : lanjutkan intervensi sesuai diagnosa keperawatan
- Monitor TTV, Lockhea, perdarahan, kaji keluhan nyeri &
intensitas nyeri, perhatikan respon verbal dan non verbal
- Ajarkan latihan teknik relaksasi dan distraksi kembali