You are on page 1of 8

PROSES KEWIRAUSAHAAN

A. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan

David C. McClelland (1961:207), mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan
oleh motif berprestasi (achievement), optimisme (optimism), sikap-sikap nilai (value attitude) dan status
kewirausahaan (entrepreneurial status) atu keberhasilan. Sedangkan menurut Ibnoe Soedjono dan
Roopke, proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi
dari property right (PR), competency/ability(C), incentive(I), dan external environment (E).

Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor itu adalah hak
kepemilikan (property right, PR), kemampuan/kompetensi (competency/ability, C), dan insentif
(incentive), sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment, E).

Kemampuan berwirausaha (entreprenerial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam
mengkombinasi kreativitas, inovasi, kerja keras, keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh
peluang. Kewirausahaan, Suryana (2000: 34)

B. Model Proses Kewirausahaan

Proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi adalah kegiatan kreatif untuk
menciptakan suatu konsep yang baru untuk keperluan baru untuk diwujudkan dan diimplementasikan
menjadi bisnis yang sukses. Inovasi adalah suatu fungsi khusus dari kewirausahaan, kegiatan yang
membawa sumber daya dengan kapasitas baru untuk menciptakan kesejahteraan. Hal terpenting dari
inovasi adalah gagasan, penerapan, dan kegunanaan. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal
dan internal. Secara internal inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti: locus of
control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, dan pengalaman. Sedangkan secara eksternal seperti:
pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan.

Pada tahap perintisan kewirausahaan, maka pertmbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada
kemampuan pribadi, organisasi dan lingkungan. Faktor yang berasal dari pribadi ialah komitmen, visi,
kepemimpinan, dan kemampuan manajerial. Faktor yang berasaal dari organisasi antara lain: kelompok,
struktur budaya dan strategi. Faktor lingkungan antara lain: pesaing, pelanggan, pemasok dn lembaga-
lembaga keuangan yang akan membantu dana. “Mengembangkan Spirit Entrepreneur Muda Indonesia”,
Arman, Bustanul dan Muh. Noer (1-23)

C. Proses Kewirausahaan

mengevaluasi serta mengembangkan peluang-peluang dangan jalan mengatasi sejumlah kekuatan yang menghalangi penciptaan sesuatu hal yang baru. Winardi. Dalam konteks ini buakn saja perlu diidentifikasi para pensuplai alternatif sumber-sumber daya tersebut. Entrepreneur& Entrepreneurship (188-193) D. seorang wirausaha dapat menstruktur sebuah persetujan (a deal) yang memungkinkannya mendapatkan sumber-sumber daya tersebut dengan biaya serendah mungkin. Tetapi pula kebutuhan serta keinginan mereka. Hal tersebut mencakup kegiatan yang mengimplementasi sebuah gaya dan struktur manajemen. maka sang wirausaha perlu mengaktifkannya melalui implementasi rencana bisnisnya. Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan berkembang melalui tiga proses. yaitu: . Proses aktual itu sendiri memiliki empat fase khusus. 3) Sumber-sumber Daya Yang Diperlukan Sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan peluang yang ada perlu di ketahui proses tersebut diawali dengan tindakan penilaian sumber-sumber daya wirausaha yang dimiliki.Proses kewirausahaan meliputi hal-hal yang lebih dari sekedar melaksanakan kegiatan pemecahan masalah dalam sebuah posisi manajemen. 4) Laksanakan Manajemen Usaha Tersebut Setelah sumber-sumber daya dicari. dan syarat finansial. rencana organisasi. syarat-syarat produksi. Melalui pemahaman kebutuhan para pensuplai sumber-sumber daya tersebut. Karakteristik-karakteristik dan besarnya segmen pasar. yaitu: 1) Identifikasi dan Evaluasi Peluang Yang Ada Evaluasi peluang merupakan elemen yang paling kritikal dari proses kewirausahaan karena memungkinkan seorang wirausaha apakah produk atau servis khusus dapat menghasilkan hasil yang diperlukan untuk sumber-sumber yang bermanfaat bagi seorang wirausaha guna mengidentifikasi peluang-pelung bisnis: a) para konsumen b) serikat dagang c) para anggota sistem distribusi d) orang-orang yang berkecimpung dalam bidang teknik 2) Kembangkan Rencana Bisnis Dalam hal mempersiapkan rencana bisnis adalah penting untuk memahami persoalan-persoalan inti yang terlibat di dalamnya. Seorang wiausaha perlu mencari. rencana finansial.

dalam menciptakan jenis barang yang dihasilkan meniru yang sudah ada. Langkah Menuju Keberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha yang sukses. suka bekerja. Sebagai inovator. Dalam tahap duplikasi produksi. bukan atas dorongan sesaat dan keberhasilah hanya pada jangka pendek. Kreatifitas lebih mengacu kepada idea origination. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. yaitu: (a) Tahap awal (perintisan) (b) Tahap pertumbuhan E. wirausaha mulai mengembangkan ide barunya. tetapi dengan kepekaan yang tinggi dan kemampuan analisis yang baik mampu menggabungkan dan memakai ide yang telah menjadi sesuatu yang bermanfaat. wirausaha memiliki perencanaan yang seksama serta kendali diri yang fleksibilitas terhadap perubahan lingkungan. memiliki potensi melakukan visi yang jauh ke depan. dan metode pemasaran baru seperti halnya proses inovasi dari schumpeter(1934) D. lngkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. Pada tahap ini. mencari bahan baku baru. selain harus kerja keras sesuai urgensinya. mengorganisasikan dan menjalankannya. Zimmerer (1996: 15-16) membagi tahap perkembangan wirausaha menjadi dua. C. misalnya: memulai usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. sedangkan inovasi lebih kepada idea implementation. f) Kemandirian. (2) Proses duplikasi dan pengembangan (duplicating and development). Wirausahawan harus bersifat inpulsif. Wirausaha adalah seorang yang merdeka lahir batin.(1) Proses imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Pada tahap ini. wiarausaha harus mampu mengembangkan hubungan. e) Cenderung berpikir panjang. seorang wirausaha tdk harus memakai ide sendiri. wirausaha mulai mengembangkan produksinya melalui deversifikasi dan diferensiasi denagn model sendiri. Dilihat prosesnya. organisasi usaha baru. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. lebih suka bekerja atas . wirausaha mulai meniru ide- ide orang lain. Dalam mengidentifikasi jiwa wirausaha ada beberapa aspek yang mempengaruhi yaitu: a) Lebih suka risiko yang moderet b) Menyenangi pekerjaan yang berkaitan dengan proses mental dengan tujuan utama adalah pencapaian prestasi c) Locus of control internal. baik dengan mitrausaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. Akan tetapi. Individu yang memiliki locuc of control internal adalah individu yang memiliki insiatif tinggi. Proses penciptaan (creating) atau disebut proses inovasi dan kreasi yang diawali dengan teknik produksi baru. Agar usaha berhasil. berusaha mengatasi masalah dengan mencari akar penyebabnya secara efektif d) Kemampuan inovasi dan kreatifitas.

Tantangan Berwirausaha Memulai dan mengoperasikan bisnis biasanya memerlukan kerja keras. kemampuan mengkoordinasikan. Pria dilambangkan agresif. kemampuan memvisualisasikan usaha.kemampuan sendiri. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. Zimmerer (1996: 14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya: (1) Tidak kompeten dalam manajerial. 3) Jenis kelamin. Kebudayaan adalah cara manusia membentuk dan menentukan prilaku manusia.Yaitu kemampuan individu secara sadar untuk menyesuaikan pemikirannya tehadap tuntutan baru. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha. Manusia tidak lepas dari lingkungan sekitar. Wirausaha harus menerima berbagai risiko yang berhubungan dengan kegagalan bisnis. menerima kritik dn saran dari orang lain. dan intitutif. G. menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. keberhasilan dan kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. 2) Latar belakang budaya. tetapi selalu ada kemungkinan bagi orang yang memulai suatu bisnis. 4) Tingkat pendidikan 5) Usia 6) Pola asuh keluarga F. Tak seorang pun yang ingin gagal. independensi. (4) Gagal dalam perencanaan. mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. sehingga mereka secara tidak langsung dibatasi oleh norma/nilai budaya setempat. yaitu penyesuaian mental terhadap masalah dan keadaan baru. Yaitu dengan memelihara aliran kas . pengejaran prestasi yang sangat berarti membuka jiwa wirausaha. Intelegensia terkait denagn pemecahan masalah perencanaan. (3) Kurang dapat mengendalikan keuangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi jiwa kewirausahaan adalah: 1) Intelegensi . Wirausaha mengalami tekanan pribadi yang tidak menyenangkan seperti kebutuhan untuk menginvestasikan lebih banyak waktu dan tenaganya. sedangkan wanita dilambangkan sensitif. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha Seperti telah dikemukakan sebelumnya. ambisius. Kemandirian ini didukung dengan kepedulian pada orang lain yang berara pada lingkungan. sekali gagal dalam . kooperatif. (2) Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. keterampilan mengelola sumber-sumber daya manusia. Tidak kompeten atau tidak memilki kemampuan manajerial dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama membuat perusahaan kurang berhasil.

Bebas dari pengawasan dan aturan birokrasi organisasi. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Adapun keuntungan dalam berwirausaha adalah: (1) Imbalan berupa laba. Tidaklah mengejutkan imbalan berupa laba adalah motivasi yang lebih kuat dari wirausaha tertentu. Ia kurang terbiasa menghadapi tantangan. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Wirausaha mengharap hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang mereka investasikan. Bagi seorang wirausaha sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. yaitu: (1) Pendapatan yang tidak menentu. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasialn usaha. (6) Kurang pengawasan peralatan. dalam bisnis tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang berkesinambungan.Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin jadi wirausaha menjadi mundur. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. penjualan. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan. Zimmerer (1996: 17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. H. (5) Lokasi yang kurang memadai. (7) Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat yang tidak efisien dan tidak efektif. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. kemungkinan gagal adalah besar. Kegagalan investasi mengakibatkan seorang mundur dari kegiatan wirausaha. sewaktu-waktu adalah rugi dan sewaktu-waktu juga ada untungnya.Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. (3) Perlu kerja keras dan waktu yang lama. maka ia tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Kondisi seperti inilah yang membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. . Bebas dari batasan gaji standar untuk pekerjaan distandardisasikan. Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibelitas di satu sisi saja. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi.Wirausaha yang berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. pengolahan. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu mmbuat peralihan setiap waktu. Dalam kewirausahaan. (8) Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. tapi juga memberikan imbalan yang pantas bagi risiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. (4) Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap. Wirausaha biasanya bekerja sendiri dari mulai pembelian. (2) Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Akan tetapi.perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Dengan sikap setengah hati. dan pembukuan. Kebebasan untuk menjalankan secara bebas perusahaannya merupakan imbalan lain dari seorang wirausaha. (2) Imbalan berupa kebebasan.

Sekarang kita harus mempelajari cara menghindari dari kegagalan dan memperoleh wawasan mengenai hal-hal yang membuat suatu usaha tersebut dapat berhasil.Carlos & J. (Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil: Justin. 2001 : 7-9) Kerugian dalam berwirausaha adalah: (1) Pengorbanan personal. dan kegiatan lainnya dalam industri yang samaadalah cara lain yang baik untuk memperoleh pengetahuan itu. yang cenderung menjadi orang yang cepat bertindak. rencana bisnis yang ditulis dengan baik adalah resep yang sangat penting untuk keberhasilan bisnis. Menembangkan Rencana Bisnis yang Matang. baik pemasaran. Cara Menghindari Kegagalan dalam Berwirausaha Kita telah melihat alasan-alasan yan paling umum di balik kegagalan berwirausaha. personil maupun pengadaan dan pelatihan. jurnal niaga.William. Kenikmatan yang mereka dapatkan mungkin berasal dari kebebasan mereka. Ini semua akan membantu dalam mengambil keputusan yang penting mengenai bisnis. Sedikit sekali waktu untuk kepentingan keluarga. majalah bisnis. I. Hubungan pribadi dengan pemasok. 1. pelanggan. Tanpa rencana bisnis yang matang. Dapatkan pendidikan terbaik yang mungkin diperoleh di bisnis itu sebelum membuka bisnis sendiri. Karena wirausaha menggunakan keuangan yng kecil dan keuangan milik sendiri. Baca segala macam yang mungkin misalnya. Saran-saran untuk keberhasilan berasal dari sebab-sebab kegagalan. perusahaan berjalan tanpa arah yang jelas. Mereka dapat mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri. (3) Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. Kita memerlukan pengalaman yang relevan dalam bisnis yang akan didirikan. Pada awalnya wirausaha harus bekerja pada waktu yang lam dan sibuk. (2) Beban tanggung jawab. perkumpulan bisnis. .dan harus terus menerus memantau apa yang telah dicapai sesuai yang telah direncanakan. keuangan. Tetapi rencana bisnis yang seksama dan informasi keuangan yang tepat merupakan hal yang kritis. Bebas dari rutinitas. sering kali langsung lompat ke suatu usaha bisnis tanpa meluangkan waktu untuk menyiapkan rencana tertulis yang meluangkan pokok-pokok kegiatan bisnisnya. (3) Imbalan berupa kebebasan menjalani hidup.wirausaha pada umumnya menghargai kebebasan yang ada dalam karir kewirausahaan. rekreasi. tapi pada kenikmatan tersebut merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. dan segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis yang akan dimasuki. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. Untuk wirausahawan yang baru. 2. Namun para wirausahawan. Wirausaha sering kali menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. maka margin laba/keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada. Mengenali Bisnis Anda Secara Mendalam. kebosana dan pekerjaan yang tidak menantang.

tetapi harus dapat mempelajari cara mengelola manusia. Belajar Mengelola Manusia Secara Efektif. terutama bila tidak dikendalikan. 28-29) . Thomas W Zimmerer & Norman M. Untuk benar-benar mengenal apa yang terjadi dalam bisnis. 4. semakin banyak pula menghabiskan uang. tetapi hal ini hampir tidak pernah terjadi. laporan-laporan keuangan ini merupakan indikator- indikator yang dapat dipercaya mengenai kesehatan perusahaan kecil. membengkaknya utang. Setiap pemilik bisnis harus mengandalkan catatan dan laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan bisnisnya. tetapi sebuah perusahaan harus cukup memiliki uang untuk membayar tagihan dan kewajiban lainnya. Pertahanan terbaik dalam menghadapi persoalan keuangan adalah denagn mengembangkan sistem informasi keuangan dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk pengambilan-pengambilan keputusan bisnis. Beberapa wirausahawan mengandalkan pertumbuhan penjualan untuk menutupi kebutuhan dana perusahaan. Memahami Laporan Keuangan. Meskipun demikian. merekrut dan mempertahankan suatu korps karyawan yang bermutu bukanlah tugas yang mudah. 5. Persoalan ini selalu merupakan tantangan begi setiap pemilik bisnis. Tidak menjadi soal apa jenis bisnis yang akan dilakukan. Menjaga Kondisi Diri. Stres merupakan masalah utama. Sebagai contoh. Laporan-laporan ini cukup membantu dalam memberi peringatan adanya masalah. Memang menghasilkan laba itu penting untuk dapat bertahan dalam jangka panjang. Orang-orang yang diperkerjakan oleh sang wirausahawan pada akhirnya akan menentukan seberapa jauh perusahaan akan berkembang atau seberapa jauh perusahaan akan jatuh. Langkah pertama dalam mengelola bisnis secara efektif adalah dengan memiliki modal permulaan yang cukup. Terlalu banyak wirausahawan yang memulai bisnis dengan modal yang terlalu kecil. Perusahaan yang sedang tumbuh biasanya memerlukan lebih banyak uang tunai daripada yang dihasilkannya dan semakin meningkatannya. Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil. Keberhasilan suatu bisnis akan tergantung peda keberadaan dan perhatian secara terus-menerus. Mengelola Sumber Daya Keuangan. dan menyusutnya modal kerja. oleh sebab itu seoarang wirausahawan perlu memantau kesehatan diri denagn cermat. Tidak ada wirausahawan yang dapat mengendalikan bisnisnya tanpa mengetahui kesehatan bisnisnya. seorang wirausaha paling tidak harus mempunyai pemahaman dasar mengenai akuntansi dan keuangan. penurunan penjualan.3. Tidak ada pemilik bisnis dapat mengerjakan segala sesuatunya sendirian. Karyawan juga bisa menderita masalah kesehatan. yang semoanya merupakan gejala adanya masalah yang berpotensi mematikan yang membutuhkan perhatian segera. Beberapa bisnis mendapatkan bahwa program kebugaran tubuh yang disponsori perusahaan akan efektif secara biaya. Sedangkan sumber daya yang paling berharga untuk bisnis kecil adalah uang tunai. Setipa bisnis tergantung pada landasan karyawan yang terlatih baik dan termotivasi. Scarborough (second edition. Apabila dianalisa dan ditafsirkan dengan benar. tidak tercapainya laba. 6. Hampir selalu catatan-catatan ini hanya digunakan untuk keperluan pajak dan tidak dimanfaatkan sebagai alat pengendali yang vital.

28-29) . 1-23.16. Bustanul dan Muh. hal. 7-9. Carlos & J. Thomas W Zimmerer & Norman M.Noer.1996. Winardi. Salemba Empat. second edition. Mengembangkan Spirit Entrepreneur Muda Indonesia. Zimmerer. Kewirausahaan. hal. Justin. hal.DAFTAR PUSTAKA Suryana. Scarborough. Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil. hal.William. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil. Entrepreneurship and The New Venture Formation. 2003.17. 14. W. Entrepreneur& Entrepreneurship. Scarborough. New Jersey: Prentice Hall International Inc. 188-193 Arman. Thomas M.