You are on page 1of 2

Pemanasan global merupakan sebuah hal yang menjadi perhatian semua orang pada saat ini.

Karena pemansaan global sangat berdampak dan membuat perubahan iklim yang tidak lazim.
Sehingga perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global tersebut menjadi sebuah
perhatian orang dimanapun berada. Mereka juga sangat memperhatikan tentang krisis
lingkungan yang terutama terjadi karena disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil
untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik batu bara menghasilkan gas karbon dioksida
dalam jumlah banyak. Bahan bakar tersebut merupakan pembangkit energi yang tidak dapat
diperbaharui dan kebutuhan energi dunia semakin hari semakin tinggi sedangkan
ketersediaan bahan bakar fosil tersebut semakin menipis. Berbagai Negara-negara di dunia
berlomba-lomba untuk mencari dan menciptakan pembangkit energi yang ramah lingkungan
dan dapat diperbaharui. Sebenarnya, sumber daya berkelanjutan dan ramah lingkungan saat
ini banyak tersedia. Salah satunya adalah pemanfaatan gelombang laut sebagai energi
pembangkit listrik.

Potensi tenaga global yang ditunjukkan oleh gelombang yang melanda seluruh pantai
di seluruh dunia, diperkirakan berada di urutan 1 TW (1 terawatt = 1012 W). Jika energi
gelombang dipanen di lautan terbuka, energi yang jika tidak hilang dalam gesekan dan
pemecahan gelombang, dapat digunakan. Kemudian input daya gelombang global
diperkirakan satu urutan besarnya lebih besar (~ 1013 W), jumlah yang sebanding dengan
konsumsi daya dunia saat ini. Energy gelombang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan
pesawat demi kesejahteraan manusia.
Merujuk pada Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, mengamanatkan
bahwa dalam rangka mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan dan
meningkatkan ketahanan energi nasional, maka pengelolaan energi ditujukan untuk
tercapainya kemandirian pengelolaan energi, terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri,
terjaminnya pengelolaan sumber daya energi secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan,
tercapainya peningkatan akses masyarakat, tercapainya pengembangan kemampuan industri
energi dan jasa energi dalam negeri, meningkatnya profesionalisme Sumber Daya Manusia,
terciptanya lapangan kerja, dan terjaganya kelestarian fungsi lingkungan hidup. Pada
dasarnya prinsip kerja teknologi yang mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi
listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin generator. Karena
itu sangat penting memilih lokasi yang secara topografi memungkinkan akumulasi energi.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara kepulauan terbesar
di dunia, yang memiliki ± 18.110 pulau dengan garis pantai sepanjang 108.000 km.