You are on page 1of 3

Ada beberapa konsep yang perlu dimengerti agar lebih mudah memahami teori perkembangan kognitif

atau teori perkembangan Piaget, yaitu;

1) Intelegensi.

Piaget mengartikan intelegensi secara lebih luas, juga tidak mendefinisikannya secara ketat. Ia
memberikan definisi umum yang lebih mengungkap orientasi biologis.

Menurutnya, intelegensi adalah suatu bentuk ekuilibrium ke arah di mana semua struktur yang
menghasilkan persepsi, kebiasaan, dan mekanisme sensiomotor diarahkan.

2) Organisasi.

Organisasi adalah suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna mengintegrasikan
struktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu sistem yang lebih tinggi.

3) Skema.

Skema adalah suatu struktur mental seseorang dimana ia secara intelektual beradaptasi dengan
lingkungan sekitarnya. Skema akan beradaptasi dan berubah selama perkembangan kognitif seseorang.

4) Asimilasi.

Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep atau pengalaman
baru kedalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.

5) Akomodasi.

kehidupan anak juga ditandai dengan sikap egosentris.tahap tersebut berdasarkan umur seorang anak. Menurut Piaget . maka anak-anak di usia ini lebih mudah belajar jika guru melibatkan penggunaan benda yang konkrit daripada menggunakan hanya kata-kata. Ada 4 tahap teori belajar kognitif menurut piaget. 6) Ekuilibrasi. Pada tahap ini. Sekitar usia 8 bulan. bayi memiliki pengetahuan object permanence yaitu walaupun objek pada suatu saat tak terlihat di depan matanya. . jumlah atau volume yang tetap walau bentuknya berubah- ubah. Perilaku bayi pada tahap ini semata-mata berdasarkan pada stimulus yang diterimanya. di mana mereka berpikir subyektif dan tidak mampu melihat obyektifitas pandangan orang lain. tak berarti objek itu tidak ada. bayi memiliki dunianya berdasarkan pengamatannya atas dasar gerakan/aktivitas yang dilakukan orang-orang di sekelilingnya. Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi. teori belajar kognitif menurut piaget 2. atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan yang ada. Tingkat Sensorimotor (0-2 tahun) Anak mulai belajar dan mengendalikan lingkungannya melalui kemampuan panca indra dan gerakannya. Tahap. Tahap Preoporational (2-7 tahun) Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir sebelum bertindak. meskipun kemampuan berpikirnya belum sampai pada tingkat kemampuan berpikir logis. Tahap-tahap tersebut sebagai berikut: 1. Ciri lain dari anak yang perkembangan kognisinya ada pada tahap preporational adalah ketidakmampuannya membedakan bahwa 2 objek yang sama memiliki masa. Masa 2-7 tahun. Sebelum usia 8 bulan bayi pada umumnya beranggapan benda yang tak mereka lihat berarti tak ada. setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan intelektual dalam pembelajaran. sehingga mereka sukar menerima pandangan orang lain. Karena belum berpikir abstrak. ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya.Akomodasi adalah pembentukan skema baru atau mengubah skema lama sehingga cocok dengan rangsangan yang baru.

Anak juga sudah mampu melakukan observasi. 4. sehingga mereka juga hanya mampu menyelesaikan soal-soal pelajaran yang bersifat konkrit. jumlah atau volumenya adalah tetap. yaitu meskipun suatu benda berubah bentuknya. siswa pada tahap perkembangan formal operational mampu memformulasikan semua kemungkinan dan menentukan kemungkinan yang mana yang paling mungkin terjadi berdasarkan kemampuan berpikir analistis dan logis. . Tahap Concrete (7-11 thn) Pada umumnya. Sehingga pada yang terakhir inilah merupakan kesempurnaan dari penerimaan pembelajaran yang baik dan mengembangkan potensi diri yang sempurna. Tahap Formal Operations (11 tahun ke atas) Pada tahap ini. menghitung konsekuensi yang mungkin terjadi serta menguji hipotesa yang mereka buat. mereka belum mampu berpikir abstrak. Kalau dihadapkan pada suatu persoalan. pada tahap ini anak-anak sudah memiliki kemampuan memahami konsep konservasi (concept of conservacy). menilai dan mengevaluasi sehingga mereka tidak se-egosentris sebelumnya. Kemampuan berpikir anak pada tahap ini masih dalam bentuk konkrit.3. namun masa. kemampuan siswa sudah berada pada tahap berpikir abstrak. Mereka mampu mengajukan hipotesa. Aktifitas pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pengalaman langsung sangat efektif dibandingkan penjelasan guru dalam bentuk verbal (kata- kata).