You are on page 1of 5

BENTUK DAN MAKNA ATAP

KELENTENG SAM POO KONG SEMARANG
Dosen Pembimbing :
Ir. Djoko Darmawan, MT.

TUGAS

Diajukan guna Memenuhi Tugas Arsitektur & Budaya
Program Studi Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Disusun Oleh:
Fariz Agung Santoso
16,4310,0855

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
SEMARANG
2016/2017

i
ABSTRAK

Abstract: Roof might signifiy the lid of upper house or building; objects which are used as a lid of the
upper house. The roof of houses or buildings is one of the essential elements or components that make
up the traditional architecture. Since ancient times until now, the shape of the roof is a prominent and
essential part, showing the different periods. Chinese building roof is the part which has distinctive
features. Indonesia also has a plenty of Chinese architectural styles, one of them is Sam Poo Kong
Temple in Semarang. This temple was built in 1724 by the Chinese community in Semarang, as a kind
of homage to Admiral Zheng He, widely known as Admiral Cheng Ho. In the area of Sam Poo Kong
temple, there are several buildings, including the main building (main temple), Goa Pem ujaan, Goa
Pemujaan, kelenteng Kyai Juru Mudi, Dewa Bumi, Kyai Nyai Tumpeng dan Kyai Tjundrik Bumi, dan
Kyai Jangkar. Roof in Sam Poo Kong Chinese architecture shows the influence of feng shui. The
purpose of this study is to find the shapes and the meanings of the roof of the building Sam Poo Kong
as well as the influence of the concept of building in China. The method used in this study is
qualitative rationalistic. The data was gained from surveys and literature studies. Some related
theories are also significantly used to discuss and review the object roof at Sam Poo Kong. The
analysis was conducted by comparing the object with the theory. The result of this research is to find
the shapes and the meanings of the roof of the building Sam Poo Kong as well as the influence of the
concept of Chineses building.

Keywords: shapes, meanings, roof of Sam Poo Kong temple , feng shui, chinese architecture

Abstrak: Atap memiliki pengertian sebagai penutup rumah atau bangunan sebelah atas; benda yang
dipakai untuk penutup rumah sebelah atas. Atap rumah atau bangunan merupakan salah satu unsur
atau komponen penting yang membentuk arsitektur tradisional. Sejak jaman dahulu hingga sekarang,
bentuk atap adalah bagian yang menonjol ataupun mencolok, menunjukkan periode yang berbeda-
beda. Atap bangunan Tiongkok merupakan bagian yang memiliki ciri khas. Indonesia juga memiliki
kekayaan langgam arsitektur Tionghoa, salah satunya ada Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang.
Kelenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang,
sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Zheng He, lebih dikenal dengan nama Laksamana
Cheng Ho. Dalam kawasan Kelenteng Sam Poo Kong terdapat beberapa bangunan kelenteng,
diantaranya adalah bangunan utama (kelenteng utama), Goa Pemujaan, kelenteng Kyai Juru Mudi,
Dewa Bumi, Kyai Nyai Tumpeng dan Kyai Tjundrik Bumi, dan Kyai Jangkar. Atap yang terdapat di
Kelenteng Sam Poo Kong menunjukkan arsitektur Tionghoa yang masih mempergunakan kaidah feng
shui serta memiliki bentuk dan makna tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan
bentuk dan makna atap bangunan Kelenteng Sam Poo Kong serta pengaruh konsep bangunan di
Tiongkok terhadapnya. Metode yang digunakan adalah rasionalistik kualitatif. Data diperoleh
dengan survei lapangan dan studi literatur. Teori terkait digunakan untuk membahas dan mengulas
obyek atap pada Kelenteng Sam Poo Kong. Analisis dilakukan dengan membandingkan obyek dengan
teori. Hasil dari penelitian ini adalah menemukan bentuk dan makna atap bangunan Kelenteng Sam
Poo Kong serta pengaruh konsep bangunan di Tiongkok terhadapnya

Kata Kunci: bentuk, makna, atap Kelenteng Sam Poo Kong, feng shui, arsitektur Tiongkok

ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr, wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat
dan kasih‐Nya, atas anugerah hidup dan kesehatan yang telah kami terima, serta
petunjuk‐Nya sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam
penyusunan karya tulis ini.

Didalam karya tulis ini kami selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa kami
sajikan, sebagai salah satu syarat UAS mata kuliah Arsitektur dan Budaya semester 1 jurusan
Arsitektur Fakultas Teknik di UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG dengan
topik “BENTUK DAN MAKNA ATAP KELENTENG SAM POO KONG SEMARANG“
Dimana didalam topik tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari khususnya arsitektur
tradisional tionghoa (chinese).

Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami tentang
budaya tionghoa khususnya arsitektur tionghoa (chinese), menjadikan keterbatasan kami pula
untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini,oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan karya tulis ini.

Harapan kami, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk
sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang arsitektur dan budaya tionghoa.

Tanpa memperpanjang kalam, kami sampaikan terima kasih kepada dosen
pembimbing yaitu bapak Ir Djoko Darmawan, MT. yang telah membimbing dalam
penyusunan karya tulis ini dan semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan
ini. terutama kepada teman-teman yang banyak membantu dalam penyusunan makalah ini.

Wassalamu’alaikum wr. wb

Semarang, 30 Oktober 2016
Penulis

FARIZ AGUNG SANTOSO

iii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
ABSTRAK ........................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Rumusan Permasalahan .............................................................. 2
1.3 Metode Penelitian ....................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................... 3
2.1 Iklim di Indonesia ......................................................................... 3
2.2 Iklim di Tiongkok ........................................................................ 3
2.3 Elemen Pembentuk Ruang ........................................................... 3
2.4 Arsitektur Cina (Tionghoa) Pada Kelenteng ................................ 4
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 7
3.1 Tingkatan Pada Atap ..................................................................... 9
3.2 Bentuk dan Makna Atap, Bubungan, dan Gunungan ................... 10
3.3 Ornamen Pada Atap ...................................................................... 10
3.4 Plafond .......................................................................................... 10
3.5 Warna ............................................................................................ 10
BAB IV PENUTUP ………………… ................................................................ 0
4.1 Kesimpulan ……. ......................................................................... 0
4.2 Saran ........................................................................................... 0

DAFTAR PUSTAKA ………………………. .................................................... 0

iv
v