TUGAS MAKALAH

SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pengampu: Abdul Ghofar Saifuddin, Lc. M. Si

Disusun Oleh : Kelompok 5

1. Fitrotunnisa (4117041)
2. Dewi Maria Ulfa (4117043)

Kelas : H

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

PEKALONGAN

Tahun 2017/2018

i

M. nikmat. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Abdul Ghofar Saifuddin. Kata Pengantar Puji syukur ke hadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat. Pekalongan. 4 Maret 2018 Penulis ii . dan karunia- Nya kepada kami semua. Semoga bermanfaat bagi semua pihak baik penyusun maupun pembaca. Lc. sehingga kami dapat menyelesaikan dan menyusun makalah ini. Si Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan guna perbaikan dan peningkatan kualitas makalah.

.................... i Kata pengantar ........... DAFTAR ISI Halaman judul ...................... Sejarah Berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah......................... 1 A............................ 1 BAB IIPEMBAHASAN................................................................... Tujuan Masalah......... 4 C................................... Kemajuan yang dicapai pada masa Dinasti Abbasiyah.................................................... iii BAB IPENDAHULUAN ...... 10 KESIMPULAN........... 11 iii .............................................................................................................................. Rumusan Masalah. 2 B........................ 7 BAB IIIPENUTUP ..... ii Daftar isi ..... Sebab-sebab Keruntuhannya.................... 6 D..................................... Karakter Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah.................................. 1 B. Latar Belakang ........................................................................................................ 2 A................................. 1 C.............................................................................................................................. 10 DAFTAR PUSTAKA.................

Latar Belakang Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Rumusan Masalah 1. sosial dan budaya. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah 2. Dengan situasi sudah mapan. Untuk mengetahui karakter kekhalifah Dinasti Abbasiyah 3. Untuk mengetahui penyebab runtuhnya Dinasti Abbasiyah 1 . Dinasti Bani Abbasiyah berhasil mengembangkan peradaban Islam melalui ilmu pengetahuan. Tujuan Masalah 1. Masa keemasan ini terjadi saat perpindahan ibukota ke Bagdad sehingga di sana perkembangan ilmu pengetahuan bisa tumbuh dengan pesat. Dalam makalah ini akan menjelaskan bagaimana awal mula berdirinya Bani Abbasiyah mengalami kemunduran dan akhirnya hancur. Mereka sering bertindak korupsi. D. ternyata tidak sedikit dari khalifah Bani Abbasiyah yang tergiur oleh kekuasaan.d 656 H (1258 M). Apa saja kemajuan yang dicapai Dinasti Abbasiyah? 4. berfoya-foya. BAB I PENDAHULUAN A. sikap seperti itulah yang membuat kemunduran Dinasti Bani Abbasiyah dan akhirnya runtuh. serta bergaya hidup hedonisme. Bagaimana sejarah berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah? 2. dari tahun 1332 H (750 M) s. Beberapa khalifah Bani Abbasiyah juga berlatar belakang intelektual yang tinggi sehingga bisa menjadi faktor berkembangnya peradaban Islam. Dalam kurun waktu yang relatif panjang tersebut. Untuk mengetahui kemajuan yang dicapai Dinasti Abbasiyah 4. Apa saja penyebab runtuhnya Dinasti Abbasiyah? E. Sehingga tanpa di sadari. Bagaimana karakter kekhalifahan Dinasti Abbasiyah? 3.

baik dari kalangan pendukung Ali maupun pedukung keluarga Abbas. bermukim di kota itu keluarga Bani Hasyim. Khurasan memiliki keluarga yang pemberani. yang selalu bergolak dan tertindas oleh Bani Umayah. yaitu selama lima abad dari tahun 132-656 H (750-1258 M). Abbas bin Abdul Muthalib. antara satu dengan yang lain memiliki kedudukan tersendiri dalam memainkan peranannya untuk menegakkan kekuasaan keluarga besar paman Rasulullah. Dinasti Abbasiyah didirikan pada tahun 132 H/750 M. yaitu Humaimah. oleh Abu al-Abbas Ash-Shaffah dan sekaligus sebagai khalifah pertama. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Sejarah Berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah Berdirinya dinasti Abbasiyah tidak bisa dilepaskan dari munculnya berbagai masalah di periode-peride terakhir dinasti Umayah. Pemerintahan Dinasti Abbasiyah dinisbatkan kepada Al-Abbas paman Rasulullah. kuat fisik. tidak mudah terpengaruh nafsu dan tidak mudah bingung terhadap kepercayaan yang menyimpang. disanalah diharapkan dakwah kaum Abbasiyah mendapata dukungan. Ketidakpuasan disana-sini yang ditampakkan lewat berbagai macam pemberontakan jelas menjadi pekerjaan rumah yang cukup serius bagi kelangsungan hidup dinasti Umayah. Humaimah merupakan tempat yang tentram. teguh dan pendirian. Kufah merupakan wilayah yang penduduknya menganut aliran syi’ah. Dari nama Al-Abbas paman Rasulullah inilah nama ini disandarkan pada tiga tempat pusat kegiatan. yang kemudian menjadi momentum yang tepat untuk menjatuhkan dinasti Umayah yang dimotori oleh Abu al-Abbas al-Safah. pendukung Ali bin Abi Thalib. Masalah-masalah tersebut kemudian bertemu dengan beberapa kepentingan yang satu sama lain memiliki keterkaitan. Kufah dan Khurasan. sementara khalifah pertama dari pemerintahan ini adalah Abdullah Ash-Shaffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdullah Muthalib. 2 . Sebelum berdirinya Dinasti Abbasiyah terdapat tiga poros utama yang merupakan pusat kegiatan. Berdirinya pemerintahan ini dianggap sebagai kemenangan pemikiran yang pernah dikumandangkan oleh Bani Hasyim (Alawiyun) setelah meninggal Rasulullah dengan mengatakan bahwa yang berhak untuk berkuasa adalah keturunan Rasulullah dan anak-anaknya. BAB II PEMBAHASAN A.

Yazid bin Umar bin Hubairah. Bahkan ada yang mengatakan umur Ash- Shaffah ketika meninggal dunia adalah 29 tahun. Para penerang dakwah Abbasiyah berjumlah 150 orag dibawah para pimpinannya yang berjumlah 12 orang dan puncak pimpinannya adalah Muhammad bin Ali. Ia mewasiatkan kepada adiknya Abu Abbas untuk menggantikan kedudukannya ketika tahu bahwa ia akan terbunuh. Pengajaran dilanjutkan ke Mausul. Ia wafat pada tahun 136 H di Abar satu kota yang telah dijadikan sebagai tempat kedudukan pemerintahan. Titik kelemahan khalifah Abul Abbas itu 3 . salah seorang paman Abul Abbas diperintahkan untuk mengejar khalifah Umayah terakhir. Segeralah Abul Abbas pindah dari Humaimah ke Kufah diiringi oleh para pembesar Abbasiah yang lain seperti Abu Ja’far. Marwan bin Muhammad. Marwan bin Muhammad bersama pasukannya yang melarikan diri. Abu Salamah selanjutnya berkemah di Kufah yang telah ditaklukan pada tahun 132 H. dan memerintah untuk pindah ke Kufah. Sedangkan pemimpin propaganda dibebankan kepada Abu Salamah. Kekhalifahan Ash-Shaffah hanya bertahan selama empat tahun sembilan bulan. gerakannya diketahui oleh khalifah Umayah terakhir. ditaklukan oleh Abbasiyah dan diusir ke Wasit. Dengan demikian. Khalifah itu melarikan diri hingga ke Fustat di Mesir dan akhirnya terbunuh di Busir. salah seorang pimpinnya bernama Al-Imam Muhammad bin Ali yang merupakan peletak dasar-dasar bagi dirinya Dinasti Abbasiyah. Imam Ibrahim pemimpin Abbasiyah yang berkeinginan mendirikan kekuasaan Abbasiyah. Penggantian Umayyah oleh Abbasiyah ini dalam kepemimpinan masyarakat Islam lebih dari sekedar penggantian dinasti. Isa bin Musa dan Abdullah bin Ali. suatu titik balik yang sama pentingnya dalam revolusi Perancis dan revolusi Rusia di dalam sejarah Barat. dimana akhirnya dapat dipukul didataran rendah sungai Zab. Propaganda Abbasiyah dilaksanakan dengan strategi yang cukup matang sebagai gerakan rahasia. Penguasa Umayah di Kufah. yaitu Abul Abbas Ash-Shaffah dengan pusat kekuasaan awalnya di Kufah. Ia menyiapkan strategi perjuangan menegakkan kekuasaan atas nama keluarga Rasulullah. Ia berumur tidak lebih dari 33 tahun. Di kota Humaimah bermukim keluarga Abbasiyah. Ibrahim akhirnya tertangkap oleh pasukan Dinasti Umayah dan dipenjarakan di Haran sebelum sebelum akhirnya dieksekusi. wilayah Al-Fayyun. Harran dan menyeberangi sungai Eufrat sampai ke Damaskus. yahun 132 H/750 M dibawah pimpinan Salih bin Ali. Akan tetapi. Ia merupakan revolusi dalam sejarah Islam. Abdullah bin Ali. seorang paman Al-Abbas yang lain. maka tumbanglah kekuasaan Dinasti Umayyah dan berdirilah Dinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh Khalifah pertamanya.

Saffah. diakses dari http://makalahe19. 1. Husein bin Ali. Periode ketiga (334-447 H/945-1055 M). Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. para sejarawan membagi masa pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi lima periode.4 Maret 2018.1 http://makalahe19. terdapat karakter dan ciri khas yang istimewa. disebut periode pengaruh Turki pertama.id/2015/12/makalah-sejarah-peradaban-islam-dinasti. tidak 1 Anonim.co.blogspot.bahwa kebijaksanaan pemerintahannya bersandarkan kekerasan. Periode keempat (447-590 H/1194 M).id/2015/12/makalah-sejarah-peradaban-islam-dinasti. minggu. hingga digelari dengan yang Hausdarah (Al Shaffah). Selama dinasti Abbasiyah berkuasa. pola pemerintahan yang diterapkana berbeda- beda sesuai dengan perubahan politik. Periode pertama (132-232 H/750-847 M). Periode kelima (590-656 H/1194-1258 M). karena tidak percaya dengan orang-orang Kufah yang pernah berkhianat kepada cucu Nabi SAW. disebut periode pengaruh Persia pertama. yaitu: 1.co. 2. Khalifah pertama. 3. 4 . 5.00. masa kekuasaan daulat Bani Saljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain.html. Karakter Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah Seperti halnya Dinasti Umayah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Turki kedua. 4. “sejarah peradaban islam”. sekalipun dalam banyak hal iapun mempelibatkan kebudiman dan kedermawanan. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu. tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad. Pemerintahan orang Abbasiyah dinyatakan sebagai Daulah (era baru). maka ia menggunakan Hammam ‘Ain sebagi tempat tinggal dan ibu kota Abbasiyah. sosial dan budaya. diantaranya adalah sebagai berikut.blogspot. Periode kedua (232-334 H/847-945 M).html B. masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. setelah berdiri Dinasti Abbasiyah. 19.

juga corak pemerintahannya diambil dari sistem pemerintahan Persia. Islam muncul dalam citra internasional. 4.lama kemudian pindah ke Hira. Sejak itu kota tersebut menjadi ibu kota resmi Dinasti Abbasiyah. kekayaan negara yang banyak. Pada masa Harun. Puncak kejayaan daulah ini terjadi pada masa Khalifah Harun dan puteranya. membiayai pendidikan kedokteran. ia gunakan untuk menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen. Orang Persia dan Khurasan yang berperang untuk menumbangkan kekuasaan Umayah. dan dari daerah-daerah lain elit tentara sangat menonjol dalam kebijakan pemerintahan. serta diskriminasi Arab atas mawali hilang. adiknya. yakni lepasnya Andalusia (756 M) dari kekuasaan Abbasiyah dengan berdirinya (929 M) kekhalifahan Umayah II di Andalusia dan kekhalifahan Fatimiyah (909 M) di Afrika. Dengan demikian peranan dan pengaruh Arab melalui Damaskus (Syam) sebagai pusat pemerintahan Islam berangsur-angsur berkurang dan beralih ke Baghdad yang oleh Bani Umayah sudah dibangun lebih dari seratus tahun (sejak Muawiyah periode Umar I). 3. mulai menduduki jabatan-jabatan tinggi dan penting dalam pemerintahan. Pemerintahan Abbasiyah adalah pemerintahan non-Arab. dan sebagainya. Dengan berdirinya Abbasiyah. sedangkan pada periode Abbasiyah di samping orang Quraisy. 2. sebagian besarnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat seperti mendirikan rumah sakit. Sabi. orang Khurasan. Islam tersebar dengan ekspansi sejak sebelum Umayah dengan pesat dan cepat.dan bahkan penyembah binatang untuk menerjemahkan 5 . Para khalifah beranggapan. maka berangsur-angsur pengaruh kekuasaan Arab menurun dan dikuasai/dipengaruhi mawali. selanjutnya pindah lagi ke gedung Hasyimiyah. Setelah ia wafat. keutuhan kekhalifahan dan persatuan Islam terancam dan terkoyak. al-Mansur membangun kota baru di desa Baghdad. Sementara pada masa Ma’mun. Ma’mun serta khalifah-khalifah sesudahnya hingga masa Mutawakkil. sedang pada masa Abbasiyah satu sisi orang Islam (Arab) kehilangan atau menurun dalam hal kehebatan kemiliteran. bahwa sebagai pewaris Nabi Muhammad SAW dan hubungan ini membawa mereka untuk memerintah dan mempengaruhi dunia Islam dan merekalah yang menundukkan kembali Islam dalam posisi yang benar. Di sisi lain. Dengan demikian. farmasi. sedang jaman Umayah adalah Arab murni yang sangat peka terhadap suku Arab (Quraisy).

Pada masanya. Dari ijtihad dan semangat riset. 19. Seperti yang telah diterangkan bahwa dalam zaman ini berbagai cabang ilmu Islam telah tumbuh subur seperti yang dilukiskan ahli sejarah Jarji Zardan. puisi. matematika. tempat untuk memepelajari berbagai macam disiplin ilmu dengan berbagai halaqah di dalamnya. pertumbuhannya telah sempurna dan berbagai kitab yang bermutu telah cukup banyak dikarang terutama ilmu bahasa. 6 . masjid-masjid juga merupakan sekolah. serta mendirikan Bait al- Hikmah sebagai pusat penerjemahan dan akademi yang dilengkapi dengan perpustakaan. “karakteristik kekhalifahan dinasti Abbasiyah”. berbagai buku berbahasa asing ke dalam bahasa Arab. Ilmu-ilmu ini bertambah subur berkembang. bidang matematika dan bidang seni ukir.html. para alim ulama.blogspot. Bagdad menjadi pusat kegiatan intelektual. Kemajuan yang dicapai pada masa Dinasti Abbasiyah Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah.2 C. statistika. Telah diketahui bahwa ilmu fiqih telah matang dan berkembang kaidah-kaidahnya pada masa daulat Abbasiyah II. taafsir dan hadist kemudian muncul ilmu fiqih. Sinar ilmu pengetahuan tambah bercahaya yang demikian karena negara-negara bagian dari kerajaan Islam raya berlomba- lomba dalam memberi kedudukan terhormat kepada para ulama dan para pujangga. geografi. Adapun zaman keemasan khusus dalam bidang ilmu pengetahuan adalah periode yang sedang kita bicarakan.co.id/2012/04/dinasti-abbasiyah-dalamkonsep. diakses dari http://hanif- rahmat. kota Baghdad menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.sejarah. bidang kedokteran. geografi. karena dalam masa tersebut berbagai Ilmu pengetahuan telah matang. Di dalamnya diajarkan berbagai cabang ilmu seperti kedokteran. berhasil menemukan berbagai keahlian berupa penemuan keahlian bidang-bidang ilmu pengetahuan yaitu : bidang ilmu filsafat. minggu. dan filsafat. kesusastraan dan filsafaat mulai berkembang. ilmu- ilmu Islam berkembang dalam bidang qira’ah. benamun. 4 Maret 2018. maka para ahli pengetahuan. Pada awal sejarahnya. sesuai dengan evolusi kemajuan masyarakat. musik. demikian Jarji Zaydan melukiskan masa daulat Abbasiyah IV. Bani Abbasiyah mencapai punjak keemasannya karena terdapat beberapa faktor di antaranya : 2 Hanif rahmat.20. adab dan filsafat. Di samping itu.

Usaha ini mendapat tantangan dari dukungan besar dari komunitas marginal. terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh komunitas marginal. 1. tidak di Damaskus tetapi di Bagdad. Cet. hal. 3. Bagaimanapun. baik Arab maupun di bawah pengaruh Iran. al- Mu’tashim (833-842M) dan al-wasiq (843-847M) sebagai suatu kekuatan institusi keagamaan untuk merangkum teologi kaum rasionalis. Selebihnya kekuatan di provinsi-provinsi berpengaruh terhadap melemahnya kekuasaan khalifah. Pada waktu yang sama. Fatah Syukur. Rakyat bebas berfikir serta memperoleh hak asasinya dalam segala bidang.3 D. Islam makin luas. 2014. Gerakan-gerakan politik yang mengganggu stabilitas berasal dari 3 Fatah Syukur. Semarang. 259. 4 Rusydi Sulaiman. Pemerintahan Abbasiyah membentuk tim penerjemah bahasa Yunani ke bahasa Arab. Khalifah mencoba untuk menyerah hakim tertinggi kepada sebuah penyelidikan- Mihnah dalam pemerintahan Khalifah al-Ma’mun (813-833M) dan dua penerusnya. 4. 6. lembaga keamanan maupun administrasi pemerintahan yang luput dari kontrol pemerintahan. Dalam penyelenggaraan negarav dalam masa Bani Abbas ada jabatan wazir. 2. 4. Jakarta. “Pengantar Metodologi Studi Sejarah Peradaban Islam”. 5. Adanya perkembangn ilmu pengetahuan. 1. Adanya perbedan sosial menimbulkan kelompok-kelompok militan yang pada akhirnya menimbulkan ketegangan dan kerusuhan. “Sejarah Peradaban Islam”. Sebagian penerjemah memberikan pendapatnya. 7 . hal 103. 7. 2012. Ketentuan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. Khalifah al-Mu’tasim mendirikan kekuatan miiter bagi orang-orang Turki dan mendirikan Garnisum Samarra (836 M) sebagai tempat hunian baru. kemunduran yang dialami Bagdad merupakan suatu kelemahan yang pada akhirnya mendatangkan bencana dimana al-Mutawakkil (847-861 M) dan penerusnya hanya besar memicu kehancuran keuangan negara.4 Administrasi negara yang didirikan oleh masyarakat agraris Iran gagal dalam tugasnya menciptakan bentuk organisasi bagi kota-kota yang berkembang cepat. Sebab-sebab Keruntuhannya Pemerintahan Abbasiyah hanya menjadi teori belaka-sebuah situasi yang sangat kontradiksi telah terjadi di lingkungan sosial. Cet. 8. Dan pada akhirnya menguatnya otonomi pemerintahan daerah yang masih berada di bawah teritorial Bagdad. Orang-orang diluar Islam dipakai untuk menduduki institusi pemerintahan.

5 Adapun beberapa faktor penyebab keruntuhan Dinasti Abbasiyah 5 Ibid. bermunculan beberapa penggagas mazhab fikih. 261. terbukti munculnya beberapa metode ilmu Tafsir Al-Qur’an. dan Tafsir bi al-Ra’yi (Rasional) yang jelas-jelas dipengaruhi perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Namun disayang pasca satu abad kekuasaan. Persentuhan Arab-Persia memberikan pengaruh tersendiri bagi dinamika pengembangan ilmu pengetahuan pada abad ke-10 Masehi tersebut. Adapun kemajuan saat itu adalah prestasi gemilang yang tiada tandingannya. sisa kekuatan Bani Umayah. Dinasti Abbasiyah kemudian mengalami kemunduran. 8 . dan Imam Ahmad bin Hambal (780-855 M). matematika dan astronomi. bidang kedokteran. yaitu petama. Dinamika tersebut disebut dengan. “renaissance” berhadapan dengan “klasikism” dari periode pertama kejayaan Dinasti Abbasiyah yang identik dengan pembaharuan ilmu pengetahuan klasik. yaitu: imam Abu Hanifah (700-767 M). bangsa-bangsa tersebut memberikan kontribusi yang bermakna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Mu’tazillah yang digandrungi menjadi lebih kompleks dan sempurna setelah bersentuhan dengan pemikiran Yunani yang rasional. selain bidang pemerintahan. Dalam bidang fikih. menjadi berkembang pada periode pertama Dinasti Abbasiyah. situasi pembaruan peradaban di badang intelektual berbeda dengan politik. Imam Syafi’i (767-820 M).. hal. kedua gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase: a) fase al-Manshur hingga Harun al-Rasyid (astronomi dan ilmu mantiq). revolusi al-Khawarij di Afrika Utara. sedikit banyak menjadi hambatan bagi para khalifah. Selain Bahasa Arab yang menyebabkan berkembang ilmu pengetahuan. b) fase al-Ma’mum hingga tahun 200 H (filsafat dan kedokteran). gerakan Zindik di Persia. Adapun India. Bermunculan kekuatan- kekuatan politik baru selain otoritas pemerintahan pusat di Bagdad. terjadi asimilasi besar-besaran antara bangsa Arab dengan non-Arab. c) fase pasca tahun 300 H (setelaah adanyaa kertas). Selain itu ilmu pengetahuan agama juga berkembang. Imam Malik (713-795 M). disiplin ilmu dari Persia adalah filsafat dan sastra. Walaupun demikian.internal Bani Abbas sendiri. Aliran-aliran teologi yang sudah ada pada masa Dinasti Umayah.namun kesemuanya dapat dipadamkan. Bidang-bidang ilmu lain juga berkembang dengan pesat.Gerakan Syi’ah dan konflik antar bangsa serta aliran pemikiran keagaman. terhadap sebab lain. Tafsir bi al-Ma’tsur (trdisional).

Hilangnya sifat amanah dalam segala perjanjian yang dibuat.co. “Keruntuhan Bani Abbasiyah”. 4. 3. Kemosrotan ekonomi terjadi karena banyaknya biaya yang digunakan untuk anggaran tentara. 20.00. menyebabkan jiwa jihad yang diajarkan Islam tidak berdaya lagi menahan segala amukan yang datang. Faktor Ekstern Disintegrasi akibat kebijakan untuk lebih mengutamakan pembinaan perdaban dan kebudayaan Islam daripada politik.id/p/abbasiyah-bab-i- pendahuluan-a. a. tetapi memberontak dan berusaha merebut pusat kekuasaan di Baghdad. Mereka bukan sekedar memisahkan diri dari kekuasaan kahlifah. sehingga kerusakan moral dan kerendahan budi menghancurkan sifat – sifat baik yang mendukung Negara selama ini.blogspot. provinsi – provinsi tertentu di pinggiran mulai melepaskan dari genggaman penguasa Bani Abbasiyah. Fanatik madzhab persaingan dan perebutan yang tiada henti antara Abbasiyah dan Alawiyah yang menyebabkan kekuatan umat Islam menjadi lemah. 4 Maret 2018. diakses dari http://grapicsnetcjr. Faktor Intern 1. 9 . baik dari dalam maupun dari luar.html. Minggu. Lemahnya semangat patriotisme Negara. 2. bahkan hancur. b.6 6 Anonim. banyaknya pemberontakan dan kebiasaan penguasa untuk berfoya – foya.

Akibatnya banyak bangsa seperti Turki dan Persia. Hal ini yang membuat lemahnya Dinasti Bani Abbasiyah hingga akhirnya para pemberontak berhasil memberontak keekuasaan Bani Abbasiyah. Juga karena banyaknya provinsi yang melepaskan diri dari cengkraman kekuasaan Bani Abbasiyah. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dari paparan di atas. Seiring dengan berjalannya waktu. muncul ego-ego dari para penguasa sehingga menjadi faktor yang menyebabkan memunduran Dinasti Abbasiyah. Provinsi-provinsi ini tidak hanya melepaskan diri. tapi juga ikut memberontak dan ingin menggusur Bani Abbasiyah. tidak mustahil jika Dinasti Bani Abbasiyah mampu memajukan peradapan Islam pada masa itu. Hal ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan pada beberapa khalifah mengalami perkembangan yang pesat. Dalam kurun waktu yang relatif lama. Banyaknya penguasa yang hedonisme. 10 . bisa disimpulkan bahwa Dinasti Bani Abbasiyah merupakan puncak peradaban Islam. korupsi serta foya-foya membuat anggaran Negara sulit untuk diatur. ingin mengambil alih kekuasaan Bani Abbasiyah dengan cara menggerogoti dari dalam.

html Fatah Syukur. Rusydi Sulaiman. “sejarah peradaban islam”. Fatah Syukur. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 4. “Sejarah Peradaban Islam”. Semarang.id/p/abbasiyah-bab-i-pendahuluan-a.id/2015/12/makalah-sejarah-peradaban-islam-dinasti. Cet. 2014. 2012. diakses dari http://grapicsnetcjr.co.blogspot.blogspot.co.html 11 .co.html Hanif rahmat. diakses dari http://makalahe19. Cet. diakses dari http://hanif- rahmat.blogspot. Jakarta. 1. “karakteristik kekhalifahan dinasti Abbasiyah”. Anonim. “Pengantar Metodologi Studi Sejarah Peradaban Islam”.id/2012/04/dinasti-abbasiyah-dalamkonsep. “Keruntuhan Bani Abbasiyah”.

/902-908 M. Al- Mu‘tadid (279-290 H.).). Al- Muqtadir (296-320 H.) Al-Musta‘shim (640-656 H. Al-Muktafî (290-296 H.). .)./862-866 M.). Adz-Dzâhir (622-623 H.)./1135-1136 M.).). Al-Muktafî (333- 335 H./1118-1135 M.)./934-940 M./861-862 M.). Al-Mustanshir (623-640 H. An-Nâshir (576-622 H./1160-1170 M.). Al-Muqtafî (531-555 H. Al-Mu‘tazz (252-256 H.).).)./940-944 M.). Maliksyah (1072-1092 M./1242-1258 M.)./908-932 M.). Musyrif ad-Daulah (1020-1025 M./892-902 M.)./847-861 M./866-869 M./870-892 M. Al-Qâhir (320-323 H.).). Al-Mustanjî (555-566 H. Periode Persia Pertama Abu Al-Abbas Abdullah bin Muhammad As-Saffah dan Abu Jafar Abdullah bin Muhammad Al-Mansuh .)./1225-1226 M. 12 .).). Al-Mustarshid (512-530 H.)./1170-1180 M./932-934 M.). Al-Muttaqî (329-333 H. Abû Nashr Mâlik ar- Rahîm (1048-1055 M.). Sulthân ad-Daulah (1012-1020 M./1094-1118 M./1226-1242 M. PERTANYAAN 1./944-946 M.)./1075-1094 M. ‘Imâd ad-Daulah (1043-1048 M.).). Al-Muntashir (247-248 H. Syaraf ad-Daulah (982-989 M. Jalâl ad- Daulah (1025-1043 M.).). Ar-Rasyîd (530-531 H. Sedangkan bidang lainnya berada di bawah dominasi Turki.).).) ‘Âdldl ad-Daulah (977-982 M. Periode Turki pertama Al-Mutawakkil (232-247 H. Periode Pengaruh Turki Kedua Al-Muqtadî (468-487 H. Al- Muhtadî (256-257 H. ‘Izz ad-Daulah (967-977 M. Alp Arselan (1063-1072 M./869-870 M. Bahâ’ ad-Daulah (989-1012 M. dengan sederet nama penguasa sebagai berikut: Tughrul Bey (1058-1063 M. Al-Mustadî (566-576 H. Al-Mustazhir (487-512 H. Al-Mu‘tamid (257-279 H. Ar-Râdlî (323-329 H./1180-1225 M. Indah Wulandari Siapakah tokoh khalifah Bani Abbasiyah disetiap periodenya? Jawab: . Al-Musta‘în (248-252 H.).) ./1136-1160 M. Periode Pengaruh Persia Kedua Mui‘zz ad-Daulah (942-967 M.

. Kuwait. . Banyak perselisihan internal yang terjadi di dalam pemerintahan dinasti umayah . Kebebasan berfikir dan berpendapat mendapat porsi yang tinggi. Irak. dan meluas sampai ke Turki. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting dan mulia. .). Mas‘ûd ibn Muhammad (1134-1154 M. Bani Abbasiyah mendapat dukungan dari Al-Mawali (golongan non arab) 3. 13 . Kota Bagdad ditetapkan sebagai ibukota negara dan menjadi pusat kegiatan politik. panglima perang dan pegawai lainnya banyak dipilih dari keturunan Persia dan Mawali. Alisa Santi Bagaimana sistem politik pada periode Abbasiyah? Jawab: . Oman. Para Khalifah tetap dari Arab. Barkiyaruq (1092-1117 M. Maroko.) 2. ekonomi dan kebudayaan.). Sanggar (1119-1131 M. Cina dan juga India. Pudarnya kecintaan rakyat pada akhir-akhir pemerintahan Bani Umayyah . Spanyol. Nurul Sofana Apa saja eksplansi yang dilakukan Dinasti Abbasiyah? Jawab : Pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah. meliputi wilayah yang telah dikuasai Bni Umayyah. Yaman Utara dan Selatan. Bagus Pribadi Apa saja faktor penyebab berdirinya Dinasti Abbasiyah? Jawab: . Al-Jazair. Mahmûd ibn Muhammad (1117-1119 M. sementara para menteri gubernur. Nina Apa yang dimaksud Teokrasi! Jawab : Teokrasi adalah sistem pemerintahan yang menjunjung dan berpedoman pada prinsip ilahi. .). 5. Afganistan dan Pakistan. luas wilayah kekuasaan Islam semakin bertambah. Tughrul II (1131-1134 M. antara lain Hijaz. Para menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintah 4. Yordania. Iran (Persia).).

14 .