You are on page 1of 20

Evaporasi (Penguapan

)

BAB III
EVAPORASI ( PENGUAPAN )

Nama Topik : Evaporasi ( Penguapan )
Pendahuluan :
Prinsip kerja dari evaporator adalah pemekatan didasarkan pada perbedaan titik
didih zat-zat yang terlarut. Titik didih cairan murni dipengaruhi oleh tekanan. Makin tinggi
tekanan makin tinggi pula titik didihnya. Titik didih cairan yang mengandung zat yang
tidak mudah menguap (misalnya susu) akan tergantung dari tekanan dan kadar zat tersebut.
Untuk tekanan yang sama, makin tinggi kadar zat makin tinggi pula titik didihnya. Beda
titik didih larutan dan titik didih cairan murni di sebut boiling point rise.
Proses evaporasi dapat pula dilakukan pada suhu yang lebih rendah dari titik didih
normal dengan cara beroperasi pada tekanan lebih rendah dari 1 atmosfer (vakum).
Keuntungan operasi penguapan pada suhu lebih rendah dalam industri susu yang paling
penting adalah dapat mencegah kerusakan susu dan penghematan energi dengan
memanfaatkan uap yang terbentuk sebagai pemanas.

Tujuan Pengajaran :
1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami prinsip kerja alat evaporasi
2. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis alat evaporasi
3. Mahasiswa dapat menguraikan neraca massa dan neraca panas pada proses
evaporator, menghitung kebutuhan steam dan luas perpindahan panas

Prasyarat :
Mahasiswa telah mempelajari neraca massa, neraca panas, perpindahan panas dan
sistem keseimbangan uap cair.
Batas Waktu penyelesaian topik : 6 x 45 Menit

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 58

Evaporasi (Penguapan)

3.1 Prinsip Dasar Evaporator
Dalam evaporator terjadi tiga proses penting yang berlangsung seri yaitu :
a. transfer panas
b. penguapan (transfer massa)
c. pemisahan uap dan cairan.
Penguapan umumnya berlangsung cepat sehingga tidak mengontrol kecepatan keseluruhan
proses. Pemisahan uap-cairan pada evaporator ukuran standar sudah dirancang oleh
produsen sedemikian rupa sehingga untuk jumlah penguapan dalam evaporator tersebut,
pemisahan uap-cairan sudah dapat berjalan dengan baik. Untuk perhitungan / perancangan
evaporator (bentuk standar) yang perlu diperhatikan hanyalah kecepatan transfer panasnya.
Akan tetapi untuk perhitungan kecepatan transfer panas diperlukan hitungan neraca massa
dan neraca panas. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Makin cepat gerakan fluida dalam evaporator, makin besar nilai koefisien transfer
panas sehingga kecepatan transfer panas makin tinggi.
2. Kadar zat terlarut makin tinggi, umumnya viskositas cairan makin besar. Hal ini
merugikan karena koefisien transfer panas menjadi kecil. Selain itu jika viskositas
makin tinggi dapat mengakibatkan suhu atau kadar lokal terlalu tinggi sehingga
terjadi perusakan bahan atau pemadatan.
3. Pada natural convection (konveksi alamiah) dimana gerak fluida disebabkan oleh
beda suhu, maka koefisien transfer panas dipengaruhi oleh beda suhu. Makin besar
beda suhu makin besar pula nilai koefisien transfer panasnya.
4. Gerakan yang baik dari fluida perlu dijaga karena selain akan menaikkan koefisien
transfer panas juga dapat mencegah terjadinya konsentrasi / suhu lokal yang terlalu
tinggi yang dapat mengakibatkan perusakan bahan.
5. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya endapan perlu di cegah.
6. Untuk bahan yang mudah rusak karena suhu tinggi, perlu diusahakan suhu operasi
yang rendah dengan menurunkan tekanan operasi dan waktu tinggal bahan dalam
evaporator jangan terlalu lama.

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 59

3. . Alat yang mempunyai dinding rangkap untuk melewatkan bahan pemanas. Pipa datar. Sebagai pelarut dalam banyak proses adalah air tetapi dapat pula menggunakan cairan lain. Keadaan yang dijumpai dalam berbagai proses evaporasi bermacam-macam. Perangkap uap (steam trap) digunakan bila tekanan uap lebih besar dari 1 atm. untuk mengeluarkan kondensat dan udara. Evaporasi (Penguapan) 7. Jenis baku 2. . baik mengenai bahan yang dikerjakan maupun cara pengerjaannya. Jenis sirkulasi paksa Selain alat utama yang telah disebutkan di atas diperlukan pula alat bantu untuk dapat melaksanakan evaporasi. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 60 . untuk mengembunkan uap yang keluar dari evaporator. Jenis keranjang 3. Alat ini mengeluarkan sendiri kondensat uap secara terputus-putus. Alat-alat bantu tersebut adalah : 1. Pipa tegak (vertikal) 1. Kondensor. Alat yang dipanaskan langsung dengan api (fire tube evaporator) b. Untuk itu perlu usaha-usaha penghematan pemakaian panas. Alat yang dipanaskan oleh uap dengan permukaan pemanas berupa pipa. Tujuan proses evaporasi adalah untuk memperoleh larutan pekat dengan jalan pendidihan dan penguapan. Biasanya uap yang terbentuk pada evaporasi hanya terdiri dari satu komponen (penyusun) dan jika uapnya berupa campuran pada umumnya tidak dilakukan usaha atau perlakuan untuk memisahkan komponen penyusunnya. Ada beberapa proses yang mirip dengan evaporasi yang perlu diketahui benar perbedaannya. 2. Panas penguapan nilainya besar (untuk air sekitar 540 cal / g). Karena itu dikenal bermacam-macam jenis evaporator diantaranya adalah sebagai berikut a. Pompa vakum atau steam ejektor apabila evaporator bekerja pada tekanan lebih rendah dari 1 atm. Hal ini umumnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan uap yang timbul sebagai pemanas. dengan uap dalam pipa. c. Jenis pipa panjang 4.

Hanya digunakan untuk keperluan yang kecil dengan teknologi sederhana. Pengendapan kerak terjadi di luar tabung sehingga sukar dibersihkan. Konstruksinya diusahakan agar bundel tabung-tabung dapat dikeluarkan untuk pembersihan. akibatnya perpindahan panas kurang efisien. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 61 . Horizontal Tube Evaporator Merupakan alat paling sederhana / klasik. Evaporasi (Penguapan) 4. Perangkap tetes digunakan untuk mengumpulkan tetes-tetes cair berharga yang terbawa keluar oleh uap dan menyalurkannya kembali ke dalam evaporator.2 Jenis-Jenis Evaporator Akan dijelaskan skema peralatan dan prinsip kerja. 3. Tidak memberikan kondisi untuk terjadinya sirkulasi / aliran cairan sehingga koefisien transfer panas kecil. kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis evaporator. 1.

Di atas tabung. uap dan cairan terpisah. Basket Evaporator Sirkulasi / aliran cairan dapat berjalan dengan baik sehingga koefisien transfer panas menjadi besar. Uap ke atas menuju outlet. Standard Vertical-Tube Evaporator Cairan berada dalam tabung sedang steam pemanas dalam shell. cairan ke bawah melalui saluran besar di tengah dan kembali masuk ke tabung. Evaporasi (Penguapan) 2. cairan terbawa . Hal ini kurang bagus untuk bahan yang tidak tahan panas. Sirkulasi menyebabkan ada sebagian cairan yang berkali-kali kontak dengan permukaan pemanas.misalnya susu. 3. Endapan / kerak terjadi dalam tabung sehingga lebih mudah dibersihkan. Konveksi alamiah berjalan baik sehingga perpindahan panas efisien. Endapan / kerak terbentuk dalam tabung sehingga lebih mudah dibersihkan. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 62 . mengakibatkan perpindahan panas cukup efisien. Apabila cairan dalam tabung mendidih maka uap akan bergerak ke atas. jadi pemisahan uap dan cair terjadi di atas tabung.

Evaporasi (Penguapan) 4. Kerugiannya yakni : Jumlah penguapan tiap pass sangat besar (karena tabung panjang) sehingga konsentrasi lokal di mulut tabung bagian atas sangat tinggi (cairan dalam evaporator tidak homogen). Koefisien transfer panas bisa besar dan penyumbatan-penyumbatan dalam tabung dapat terdorong keluar tabung olrh pompa. Keuntungannya adalah koefisien transfer panas besar sehingga perpindahan panas lebih efisien. Sirkulasi cepat sehingga larutan dalam evaporator lebih homogen. Karena aliran keluar tabung cepat.Vertical Tube Evaporator with Forced Circulation Sirkulasi cairan untuk memperbesar koefisien transfer panas dibantu dengan pompa. maka pemisahan uap dan cairan lebih sulit. Hal ini dapat menyebabkan kristalisasi atau pembentukan gel pada tabung yang dapat mengganggu sirkulasi cairan. Aliran cairan kembali ke bawah melalui pipa di luar evaporator. Untuk itu diperlukan baffle yang lebih baik dan ruang pemisah lebih besar pada bagian atas. Perlu pula biaya untuk pemompaan.Long Tube Vertical Evaporator Untuk memperbesar kecepatan sirkulasi cairan dengan tujuan koefisien perpindahan panas menjadi besar. 5. Memerlukan pompa yang menjadi satu dengan evaporator sehingga harga alat lebih mahal. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 63 .Tidak memerlukan tabung yang terlalu panjang. maka tabung-tabung untuk terjadinya transfer panas dibuat panjang.

heat exchanger dan pemisah uap-cairan masing-masing terpisah. Kebutuhan ruang lebih besar (kurang compact).Forced Circulation Evaporator with External Horizontal Heater Pompa. Evaporasi (Penguapan) 6. Kelakuan alat sama dengan nomor 5 tetapi lebih murah dan fleksibel karena dapat dirangkai sendiri. Bisa digunakan alat-alat biasa yang dirangkai sendiri. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 64 .

Hal ini memungkinkan transfer panas cukup dan perusakan belum banyak terjadi karena waktu tunggal kecil (volume cairan dalam evaporator kecil). Falling Film Evaporator Cairan mengalir ke bawah membentuk film di sekeliling dalam tabung. Luas permukaan pemanasan sangat besar dibanding volume cairan dalam evaporator. Long Tube Vertical Evaporator Prinsipnya seperti nomor 4. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 65 . 8. Meskipun perbedaan suhu kecil tetapi aliran tetap baik (gravity). Aliran disebabkan gaya berat dan gesekan uap. Climbing Film. hanya heat exchanger dan pemisah uap cair yang terpisah. Evaporasi (Penguapan) 7. Mudah dirangkai sendiri tetapi kurang compact. Kapasitas alat ini tidak dapat divariasikan terlalu besar. Uap bergerak ke bawah.

Kekurangannya adalah air dan embunan bercampur sehingga tidak ada kotoran terbawa dari evaporator (misalnya entrainment) maka kotoran tadi akan terbawa ke cooling tower dan mengakibatkan cooling tower terkontaminasi. Surface Condenser Merupakan kondenser konvensional berupa tabung-tabung. Problem-problem penyumbatan dan konsentrasi lokal tinggi dapat teratasi. Evaporasi (Penguapan) 9. Tiap-tiap alat pembuat vakum juga mempunyai karakteristik tersendiri. Perlengkapan Evaporator Untuk operasi tekanan di bawah satu atmosfer pada evaporator diperlukan perlengkapan berupa alat pembuat vakum seperti jet ejector atau pompa vakum. Kerugiannya yaitu biaya investasi besar dan kebutuhan air pendingin lebih banyak. cairan bergerak ke bawah sambil terlempar ke tepi tabung (bagian panas) karena putaran sirip- sirip dan terpental ke tengah lagi. jumlah uap yang masuk alat tersebut perlu dikurangi sebanyak-banyaknya dengan cara pengembunan dengan pendingin air dalam kondenser. Bagian atas tabung disediakan untuk pemisahan uap – cairan. b. Jet ejector Biaya investasi dan perawatan rendah tetapi komsumsi steam tinggi. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 66 . Transfer panas berjalan sangat efisien. Terdapat batang vertikal di tengah tabung yang dilengkapi sirip-sirip. Untuk mengurangi beban alat pembuat vakum tersebut. mahal dan perlu tenaga pengadukan. Dikenal dua jenis kondenser yaitu : a. Konstruksi sulit. Mixing Condenser Uap dan air pendingin dikontakkan langsung dengan sistem semburan air. Agitated Film Evaporator Alat ini berbentuk tabung vertikal dengan pemanas berada di luar tabung. Keuntungannya adalah bahwa embunan dan air pendingin terpisah . Keuntungan sistem ini adalah rendahnya biaya investasi dan komsumsi air pendingin ( 28 % lebih rendah daripada surface condenser ). Batang diputar. yaitu : a.

Bila harga listrik mahal maka sebaiknya digunakan steam jet ejector. volume larutan yang berada dalam penguap sangat besar bila dibandingkan terhadap laju alir umpan. Untuk perhitungan ini harus digunakan hukum empiris yang terkenal dengan nama aturan “Duhring”.3 Dasar-Dasar Perhitungan Suatu larutan yang sangat encer biasanya dapat dianggap mempunyai sifat-sifat yang sama dengan pelarut murni. Dengan demikian untuk berbagai konsentrasi akan didapat garis-garis yang semuanya lurus akan tetapi tidak sejajar. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 67 . Untuk larutan encer kenaikan titik didihnya mengikuti suatu aturan sebagaimana telah ditunjukkan dalam kimia fisika. Akan tetapi larutan pekat menyimpang dari hukum tersebut dan titik didihnya tidak dapat dihitung secara teori. Hal ini disebabkan karena tekanan uap larutan makin berkurang dengan makin banyaknya zat yang terlarut. maka garis ini dapat menunjukkan titik didih larutan itu pada setiap tekanan yang lain. Keuntungan garis Duhring adalah bahwa untuk membuatnya hanya diperlukan dua titik didih pada tekanan yang berbeda. Anggapan ini dapat pula digunakan dalam perhitungan tanpa kesalahan yang berarti. tidak memerlukan tambahan steam dan memerlukan energi listrik. Karena itu larutan yang ada dalam penguap itu selalu berada pada konsentrasi akhir yang dikehendaki dan pada titik didihnya. Keadaan dalam penguap hampir tidak terpengaruh oleh laju alir umpan yang masuk karena larutan itu selalu bergolak dengan hebat. 3. Makin besar konsentrasi larutan makin tinggi titik didihnya. Pompa vakum Biaya investasi lebih tinggi. Telah diketahui bahwa larutan garam yang tidak encer menunjukkan kenaikan titik didih terhadap titik didih pelarut murninya. Kecuali pada alat penguap pipa panjang. Jika melalui kedua titik didih ini ditarik garis lurus. Aturan ini mengatakan bahwa jika titik didih suatu larutan dalam air digrafikkan terhadap titik didih air murni pada tekanan yang sama maka akan diperoleh garis lurus untuk konsentrasi tertentu pada berbagai tekanan. Evaporasi (Penguapan) b.

Dengan demikian titik didh larutan akan turun. luas permukaan yang diperlukan akan berkurang dan evaporator dapat dibuat lebih kecil dan murah. Komposisi XL dan entalpi hL sedang uap keluar dengan laju alir V.. yang dapat diuraikan di bawah ini : Dalam alat penguap yang tertera pada gambar. Evaporasi (Penguapan) Uap air (steam) pemanas yang digunakan selalu yang bertekanan rendah. Pertimbangan-pertimbangan di atas akan menjadi lebih jelas kalau diingat bahwa penguap itu pertama-tama adalah alat perpindahan panas. Karena titik didih larutan dalam evaporator selalu lebih tinggi dari titik didih air murni. Untuk memperbesar selisih temperatur ini. Namun perlu dipahami bahwa dari segi operasi evaporasi sendiri tekanan di bawah tekanan barometer itu tidak mutlak diperlukan. Perhitungan pertama-tama bertujuan menentukan q dengan menentukan neraca massa dan neraca panas. yaitu sesuai dengan temperatur pengembunan uap air jenuh. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 68 . Dari penguap yang sudah ada. maka apabila tekanan dalam evaporator itu 1 atmosfer maka selisih temperatur untuk pemanasan agak kecil. komposisi XF dan entalpi hF dan larutan pekat keluar dengan laju alir L. Untuk menjalankan penguapan perlu diketahui laju alir uap q’ disebut juga kapasiti penguap. karena steam yang bertekanan tinggi lebih menguntungkan bila dipakai terlebih dahulu sebagai sumber daya (misalnya untuk menggerakkan turbin) baru kemudian digunakan sebagai sumber panas. dan karena itu untuk perhitungannya digunakan persamaan : q’ = U A DTm ………………………. luas A diketahui dan luas permukaan pemanasan ini dipakai sebagai ukuran besarnya evaporator. Koefisien perpindahan panas U diperkirakan dari data empiris. Berdasarkan uraian di atas maka temperatur ruang uap air dalam evaporator tidak begitu tinggi. temperatur TL .(1) DTm dapat dihitung dari perkiraan tentang keadan larutan. tekanan dalam evaporator dapat diturunkan sampai di bawah tekanan barometer. larutan umpan masuk dengan laju alir F. temperatur TF.

panas penguapan dan panas pelarutan semua zat yang ikut dalam proses penguapan. Mengetahui entalpi pada dasarnya sama dengan mengetahui panas jenis. Nomogram ini dapat langsung dipakai dalam perhitungan neraca panas. entalpi hS dan temperatur TS. maka luas permukaan perpindahan panas (A) yang dicari dengan terlebih PERPINDAHAN MASSA THERMAL 69 .(4) Perhitungan selalu dimulai dengan neraca massa untuk menetapkan besarnya laju alir masing-masing aliran.I N / detik atau dalam sistem teknik kg / jam. Neraca massa keseluruhan diberikan oleh persamaan : F = L + V ………………(2) Sedangkan persamaan untuk zat terlarut adalah : F XF = L XL + VY ……………(3) Untuk persamaan-persamaan di atas dapat dipakai sistem satuan apa saja yang sesuai. entalpinya HS sedang temperaturnya TS. maka menjadi jelas bahwa perhitungan entalpi suatu zat dalam larutan itu sangat rumit dan memerlukan banyak pekerjaan. Kondensatnya mempunyai laju alir S juga. misalnya dalam sistem satuan S. Perhitungan entalpi zat dalam larutan telah ada yang disajikan dalam bentuk nomogram entalpi-konsentrasi. Untuk perhitungan neraca panas diperlukan keterangan tentang entalpi pada berbagai temperatur. Jika perhitungan itu dilakukan untuk merancang evaporator. Evaporasi (Penguapan) temperatur TV komposisi y dan entalpi H. akan tetapi tidak banyak terdapat nomogram seperti itu. Grafik Duhring dapat dipakai untuk memperkirakan titik didih dan tekanan dalam penguap. Kalau diingat besarnya sifat-sifat termodinamika tersebut tergantung pada temperatur dan konsentrasi. Perhitungan neraca panas akan menghasilkan laju alir uap air (steam) yang harus disediakan untuk penguapan tersebut. Neraca Panas dapat diuraikan menjadi : (panas dalam umpan) + (panas dalam uap air) = (panas dalam larutan pekat) + (panas dalam uap) + (panas dalam kondensat) + (panas yang dipindahkan ke lingkungan) atau F hF + S HS = L hL + VH + S hC + rugi panas ……. Uap air (steam) pemanas laju alirnya S.

Jadi kapasiti q’ penguap naik bukan hanya disebabkan karena naiknya DTm tetapi juga karena naiknya koefisien perpindahan panas. apakah kotor ataukah berkerak. bahan konstruksinya dan tingkat kebersihan permukaan pipa pemanas. U. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 70 . pada banyaknya gelembung yang terjadi (pada laju alir steam) dan pada viskositas larutan. Viskositas larutan sendiri tergantung pada temperatur dan konsentrasi larutan. Koefisien perpindahan panas pada permukaan ruang larutan tidak dapat diperkirakan dengan persamaan karena keadaan larutan sewaktu mendidih sulit diduga. konstruksi penguap. Dalam hal ini koefisien perpindahan panas tetap diperhitungkan tersendiri. kemudian digunakan persamaan 1. yaitu apakah permukaan pipa pemanas bersih dan licin. Namun demikian telah diketahui bahwa koefisien perpindahan panas bertambah besar dengan makin besar selisih temperatur DTm. Sifat permukaan itu sendiri sangat berpengaruh. Jenis bahan konstruksi berpengaruh pada koefisien perpindahan panas dengan cara yang tidak sesuai dengan sifat fisis logam yang bersangkutan. Beda temperatur DTm ditentukan oleh keadaan pelaksanaan penguapan bukan oleh konstruksi evaporator dan bahan konstruksinya. Persamaan 1 dapat digunakan untuk menilai apakah kapasiti penguap sebesar q dapat dicapai atau tidak. Cara terbaik untuk dapat mengetahui koefisien perpindahan panas evaporator adalah dengan cara kerja evaporator yang sejenis dengan larutan dan keadaan penguapan yang setara. Evaporasi (Penguapan) dahulu menghitung koefisien perpindahan panas. Kecepatan sirkulasi umpamanya sangat tergantung pada konstruksi. Sebaliknya koefisien perpindahan panas dipengaruhi oleh kecepatan sirkulasi larutan. Faktor-faktor yang beraneka ragam itu pengaruhnya berubah-ubah sehingga belum ada data empiris yang bersifat umum. Kalau perhitungan itu mengenai evaporator yang sudah ada maka luas permukaan perpindahan panas (A) sudah diketahui.

Bidang pemanas disuplai dengan steam bertekanan 5 psig (19. A bila diketahui U = 250 Btu / j ft2 oF Penyelesaian : Data – data yang ada : F = 10. hL Dari persamaan 1 dan 2 : 10. Tekanan di ruang uap evaporator sebesar 1 atm.01 Tf = 100 °F XL = 0. Evaporator tunggal diberikan umpan sebesar 10.015 P steam = 19. a.H + L hL + S hC atau F.000 .000 ( 0.000 lb / jam Xf = 0. Berapa berat uap (V) dan berat steam (S) b.015 ) L = 100 / 0. Berapa luas bidang transfer.hC ) = V.000 = V + L 10. y + L X L Neraca Entalpi : F hf + S Hs = V.6670 = 3330 lb Data-data entalpi dari steam table : TL = 212 °F ® hL = 180 Btu / jam Tf = 100 °F ® hf = 68 Btu / jam TV = 212 °F ® H = 1150 Btu / lb TS = 228 °F ® HS = 1156 Btu / lb PERPINDAHAN MASSA THERMAL 71 .5 % berat zat terlarut.7 psia ts = 228 °F Persamaan-persamaan yang digunakan : Neraca massa : F = V + L Neraca massa komponen : F Xf = V.01 ) = 0 + L ( 0. Evaporasi (Penguapan) Contoh Soal : 1.000 lb / jam larutan yang mengandung 1 % zat terlarut ( encer ) pada suhu 100 oF untuk dipekatkan menjadi larutan yang mengandung 1.015 = 6670 lb V = 10. hf + S ( HS .H + L.7 psia) suhu 228 oF.

45 kg / detik larutan NaOH 20 % pada suhu 35 °C akan dipekatkan menjadi larutan 50 % di dalam suatu evaporator yang menggunakan pemanas steam pada tekanan 1.Luas permukaan perpindahan panas.1805 Btu / s m2 °C PERPINDAHAN MASSA THERMAL 72 . Koefisien perpindahan panas keseluruhan 2300 W / m2 °C.46 ( 195 – 118 ) = 1148. Diketahui kondensat steam keluar pada suhu steam. S S = 4530 lb Q = S ( HS . 000 Btu Tetapi juga : q = U.2 ts = 224 °F Hf = 55 Btu / lb Hc = 192.5 TL = 195 °F Hv = 1113 + 0.000 (68) + 1156 (S) = 3330 (1150) + 6670 (180) + 195 .350.Jumlah steam yang diperlukan b.000 = 250 A ( 228 .42 Btu / lb U = 2300 W / m2 °C = 2. S = V. Penyelesaian : Diketahui : F = 1.32 kg / cm2 .hc ) = 4530 ( 1156 – 195 ) = 4. Evaporator bekerja pada tekanan mutlak 0. hf + HS . S 10.5 Hv = 1113 Btu / lb HL = 215 Btu / lb Tv = 118 °F XL = 0. Evaporasi (Penguapan) Tc = tS = 228 °F ® hc = 195 Btu / lb F. Sebanyak 1. H + L .45 kg / detik Hs = 1155 Btu / lb Xf = 0.212 ) A = 1160 ft2 2.350. A Dt 4.114 kg / cm 2 . Hitung : a. hL + hc .

Berapa laju alir umpan yang dapat digunakan. Evaporator digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 10 % berat.4  1.5 0.67  90.HV  L.TL ) = S ( Hs . a.194 x55 S=  Hs  Hc 1155  192. Penyelesaian : PERPINDAHAN MASSA THERMAL 73 .1805Btu / sm 2 oC (106.916 x1148. b. Evaporasi (Penguapan) Neraca massa : F = V + L Neraca massa komponen : F Xf = V y + L XL 1lb 1. Hv + L . Berapa perbandingan uap (V) per kg steam pemanas (S).278 lb / detik Þ V = F .5m 2 2.916 lb / detik Neraca Panas : F . Sebuah evaporator tunggal mempunyai luas perpindahan panas sebesar 500 m2 dan koefisien transfer panas keseluruhan 225 W / m2 °C.5) Btu / lb oC A   65. temperatur 35 °C menjadi 45 % dengan menggunakan tekanan kerja 167 mmHg.5 Q = U A ( Ts .45kg / s x x 0.1.H L  F .278 V = 1.194 .39 Lb / s (1155  192. hf + S ( HS .2  L.h f 1.Hc ) = V .454 kg L = 1. HL V .L = 3. Steam pemanas yang digunakan bertekanan 1080 mmHg.28 x 215  3.0.Hc) 2.56) oC 3.

5 L V = F .5 = 3653. hf + S (Hs – Hc) = V .Hv + L .45 = 3. V : S = 2841. Prinsip kerja dari evaporator adalah pemekatan didasarkan pada perbedaan titik didih zat-zat yang terlarut PERPINDAHAN MASSA THERMAL 74 .5 L .12 F XL = 0. HL 4. Evaporasi (Penguapan) Diketahui : Xf = 0.837 Rangkuman 1. F = 4.3 + 210.5 L .84 x 4.5 L ® 811. L .3 Btu / lb Q = 3255119.1 = L .27 lb / jam V = 3. 55 L = 3255119.L Û 4.7 = 0.5 L Neraca Panas : F . 0.1 tv = 144.5 = 2841.L = 3.091 Btu / lb Hv = 1123.45 / 4009. xf = V y + L xL F .6 = 811.43 / 3395.7 Btu / lb TL = 215 Hf = 55 Btu / lb ts = 230.25 F HL = 210 Btu /lb Hs = 1157.4. 0.45 Û F = 4.7 Neraca massa total : F = V + L Neraca massa komponen : F .45 Tf = 35 C Hv = 123.45 = S ( Hs – Hc) S = 3255119.5 L + 55 + 3255119.5 L ® 811.84 lb / jam a.49) = 3395.5 L .45 = 3.43 lb / jam b. 1156.46 ( 215 – 144 ) = 1156.5 L .84 x 3.3 + L .7 + 0.210 3255119.091 – 198. 1156.45 / ( 1157.

Berapa perbandingan uap (V) per kg steam pemanas (S) 3. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 75 . Hitunglah luas permukaan perpindahan panas yang diperlukan. Dalam evaporator terjadi tiga proses penting yang berlangsung seri yaitu : d. Evaporator dipakai untuk menguapkan larutan NaOH 10 % berat. Evaporasi (Penguapan) 2. Berapa laju alir umpan yang dapat digunakan b. a. Larutan NaCl 3 % titik didih pada 1 atm 102 oC Larutan NaCl 10 % titik didih pada 1 atm 107. Sebuah evaporator tunggal mempunyai luas perpindahan panas seluas 380 m2 dan koefisien perpindahan panas keseluruhan 185 W/m2 oC. menjadi 30 % dengan menggunakan tekanan kerja 149 mmHg. 3. temperatur 25 oC. Perhitungan dasar dari eva[porator adalah q’ = U A DTm Latihan 1. Evaporator dipakai untuk menguapkan larutan NaOH 10 % berat. Sebuah evaporator tunggal mempunyai luas perpindahan panas seluas 400 m2 dan koefisien perpindahan panas keseluruhan 125 W/m2 oC. Berapa perbandingan uap (V) per kg steam pemanas (S) 2. Steam yang digunakan bertekanan 1074 mmHg. a. Steam yang digunakan bertekanan 1089 mmHg. Berapa laju alir umpan yang dapat digunakan b. transfer panas e. temperatur 80 oF. menjadi 60 % dengan menggunakan tekanan kerja 211 mmHg. penguapan (transfer massa) f. Air laut mengandung NaCl sebanyak 3 % dipekatkan menjadi konsentrasi 10 % dalam evaporator tunggal pada tekanan 1 atm. pemisahan uap dan cairan.3 oC.

65. Koefisien perpindahan pana keseluruhan 2300 W / m2 °C. Kunci jawaban : 1.7 psia) suhu 228 oF.114 kg / cm2 Diketahui kondensat steam keluar pada suhu steam. Hitung : a.834 3. 4.5 m2 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 76 . Luas permukaan perpindahan panas. Jumlah steam yang diperlukan b.000 lb / jam larutan yang mengandung 1 % zat terlarut ( encer ) pada suhu 100 oF untuk dipekatkan menjadi larutan yang mengandung 1.39 lb/detik b. Evaporator bekerja pada tekanan mutlak 0. a. 1160 ft2 5. Sifat fisis larutan NaCl dianggap sama dengan air murni.419.42 Lb/jam b.32 kg / cm2 .5 % berat zat terlarut. 2. 7. Evaporasi (Penguapan) Uap . Sebanyak 1. 2829. Umpan air laut 20 kg/detik. Berapa luas bidang transfer.778 2. A bila diketahui U = 250 Btu / j ft2 oF 5. a. T = 119 oC Koefisien perpindahan panas keseluruhan U = 1500 W/m2 oC.7 m2 4. a. Berapa berat uap (V) dan berat steam (S) b. a. 0. 1716. Tekanan di ruang uap evaporator sebesar 1 atm.45 kg / detik larutan NaOH 20 % pada suhu 35 °C akan dipekatkan menjadi larutan 50 % di dalam suatu evaporator yang menggunakan pemanas steam pada tekanan 1.15 Lb/jam b. Bidang pemanas disuplai dengan steam bertekanan 5 psig (19. 0. Evaporator tunggal diberikan umpan sebesar 10.

99 Kurang 3 60.00 Sangat Kurang 2 40.00 sampai 80.00 sampai 100.00 Baik 5 80.00 sampai 59. Evaporasi (Penguapan) Soal No Jawaban Kurang 80% Jawaban Lebih 80% 1 Persaman-persamaan neraca massa Menampilkan Pengetahuan tentang serta cara perbandingan hasil atas dan neraca massa serta cara perbandingan bawah perlu dimengerti dan hasil atas dan bawah perlu dimengerti dipahami dan dipahami 2 Persaman-persamaan neraca massa Menampilkan Pengetahuan tentang serta cara perbandingan hasil atas dan neraca massa bawah perlu dimengerti dan dipahami 3 Persaman-persamaan neraca massa Menampilkan Pengetahuan tentang serta cara perhitunglah luas neraca massa serta neraca panas permukaan perpindahan panas dengan neraca panas 4 Persaman-persamaan neraca massa Menampilkan Pengetahuan tentang serta cara perhitunglah luas neraca massa serta neraca panas permukaan perpindahan panas dengan neraca panas 5 Persaman-persamaan neraca massa Menampilkan Pengetahuan tentang serta cara perhitunglah luas neraca massa serta neraca panas permukaan perpindahan panas dengan neraca panas Daftar Titik Penampilan penilaian Mahasiswa No Range Nilai Keterangan 1 0 samapi 40.00 Cukup 4 70.00 Sangat Baik PERPINDAHAN MASSA THERMAL 77 .00 sampai 70.