You are on page 1of 2

Nama : Indrit Ayu Yansyah

NPM : 2015210109

PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang pengujian antibiotik, maka dapat
diketahui bahwa antibiotik adalah bahan yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau sintetis
yang dalam jumlah kecil mampu menekan menghambat atau membunuh mikroorganisme
lainnya. Antibiotik memiliki spektrum aktivitas antibiosis yang beragam.Percobaan ini
dilakukan untuk menentukan besarnya potensi sampel terhadap antibiotika standar. Suatu
antibiotika memerlukan konsentrasi tertentu agar dapat menjalankan fungsinya yaitu sebagai
bakteriostatik atau bakteriosidik. Potensi yang diberikan menurut farmakope haruslah 95% -
105%.
Sensitivitas suatu bakteri terhadap antibiotik ditentukan oleh diameter zona hambat
yang terbentuk. Semakin besar diameternya maka semakin terhambat pertumbuhannya,
sehingga diperlukan standar acuan untuk menentukan apakah bakteri itu resisten atau peka
terhadap suatu antibiotik. Pada percobaan kali ini, metode yang digunakan dalam penentuan
potensi antibiotika adalah metode penetapan dengan lempeng silinder,yaitu menggunakan
perforator untuk menguji antibiotika pada media nutrien agar yang berisi inokulum bakteri
pada cawan petri.

Tangan dan meja disemprot terlebihn dahulu sebelumpraktikum dimulai
menggunakan larutan alkohol yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang steril
sehingga mikroba yang tidak diinginkan tidak mengganggu hasil praktikum. Prinsip dari
pengujian antibiotik adalah mengukur diameter daerah hambat (DDH) yang terbentuk,
dimana DDH tersebut memperlihatkan daerah yang tidak terdapat pertumbuhan bakteri akibat
penghambatan oleh antibiotik yang diuji dan antibiotik baku.

Pada penetapan potensi antibiotik ini, kelompok 5 menggunakan antibiotik
Rifampicin. Bakteri yang digunakan adalah Bacillus subtilis . Bakteri tersebut dapat dihambat
oleh antibiotik rifampisin. Sebelum rifampisin ditambahkan ke dalam lempeng silinder,
antibiotik rifampisin dibuat terlebih dahulu dengan konsetrasi yang berbeda-beda. Tujuan
dibedakannya konsentrasi adalah untuk mengetahui besarnya potensi antibiotik pada
konsentrasi tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

36. S34 yaitu 14.91mm . lalu S uji yaitu 14.025.95.79 . S5 yaitu 8. S4 yaitu 12.03 dan S3uji yaitu 9. hal tersebut dapat terjadi karena pengerjaan yang kurang benar sehingga menyembabkan bergesernya pecadang besi yang berisi sehingga antibiotik tidak berdifusi dengan baik karena adanya larutan antibiotik yang tidak masuk secara sempurna ke dalam silinder. .45.9% Berdasarkan data yang diperoleh. Antibiotik di tambahkan pada lempeng silinder yang sudah dipasang lempeng silinder. S35 yaitu 8. data pengamatan tidak sesuai dengan pustaka yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotik maka akan semakin besar DDH yang terbentuk.55 . Sedangkan rta rata S2 yaitu 11. tidak diperoleh rata-rata S1 daan S31 dikarenakan pengerjaan ketika memasukan antibiotik kedalam silinder terjadi kesalahan sehingga DDHnya tidak terbentuk atau tidak dapat diukur. S32 yaitu 12. Pada hasil pengamatan. Dan diperoleh kadar potensi antibiotik Rifampicin yang dibandingkan terhadap antibiotik baku adalah 142. Antibiotik akan berdifusi dari silinder tersebut sehingga akan menghambat pertumbuhan bakteri.