You are on page 1of 33

Perpindahan Massa (Transfer Massa

)

BAB I
PERPINDAHAN MASSA (TRANSFER MASSA)

Nama Topik : Perpindahan massa
Pendahuluan :
Perpindahan massa adalah gerakan molekul-molekul atau elemen fluida
yang disebabkan karena adanya sesuatu gaya pendorong. Termasuk perpindahan massa
adalah difusi molekuler, perpindahan massa karena konveksi dan kadang-kadang hanya
pencampuran biasa. Transport bahan seperti aliran fluida di dalam pipa tidak termasuk
perpindahan massa.
Perpindahan massa merupakan peristiwa yang dijumpai dimana-mana, di dalam
kehidupan sehari-hari, di dalam ilmu pengetahuan alam dan teknik. Seperti, asap yang
mengepul dari cerobong asap akan menyebar ke udara sekeliling dengan jalan difusi. Gula
yang diberikan dalam air teh akan melarut dan menyebar serba sama dalam air teh dengan
cara difusi. Pemisahan komponen-komponen suatu campuran dengan destilasi atau
ekstraksi yang dilakukandi dalam laboratorium atau di dalam industri dapat terjadi karena
adanya perpindahan massa. Perpindahan massa juga terjadi dalam reaksi-reaksi kimia, baik
yang dilakukan dilaboratorium ataupun di dalam reaktor industri
Berdasarkan pengalaman ternyata bahwa dinamika sistem berpengaruh terhadap
kecepatan perpindahan massa. Gula yang diberikan dalam air teh yang diaduk ternyata akan
jauh lebih cepat melarut dan menyebar ke dalam air teh, dibandingkan dengan apabila ait
teh tersebut tidak diaduk. Jadi gerakan air teh yang disebabkan oleh pengadukan akan
sangat membantu dalam penyebaran molekul-molekul gula.
Perpindahan massa akan berhenti apabila gradien konsentrasi berkurang sampai
menjadi nol. Sedang laju perpindahan massa bergantung kepada potensial penggerak dan
tahanan.

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 1

Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Tujuan Pengajaran :
1. Menjelaskan definisi dan cara perpindahan massa secara difusi
2. Menghitung kecepatan difusi gas
3. Menghitung kecepatan difusi cairan
4. Menghitung koefisien difusi jika kosfisien tersebut tidak terdapat di pustaka
5. Menghitung neraca massa baik pada aliran arus searah maupun berlawanan arah

Prasyarat :
Mahasiswa telah mempelajari neraca massa, matematika terapan dan azas rekayasa
proses.

Batas Waktu penyelesaian topik : 16 x 45 Menit

1.1 Difusi
Dalam perpindahan masssa dikenal dua cara perpindahan, yaitu :
1. per pindahan massa secara difusi.
Transfer massa yang disebabkanoleh gerakan fluida secara acak dalam fluida yang
diam atau mengalir secara laminer, molekul-molekul bergerak satu terhadap yang
lain karena adanya gaya penggerak di dalam sistem, misalnya perbedaan
konsentrasi
2. Perpindahan massa secara konveksi
Massa berpindah secara konveksi karena terbawa oleh aliran yang disebabkan gaya
dari luar sistem.
Kecepatan unsur berpindah dari satu daerah ke daerah lain tergantung kepada
gradien konsentrasi. Kecepatan perpindahan tersebut dinyatakan dalam fluks molar , yang
didefinisikan sebagai jumlah mol yang dipindahkan persatuan waktu per satuan luas.
Jumlah mol bahan dipindahkan
Fluks molar = ( waktu )(luas)

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 2

Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Seperti halnya jenis perpindahan massa, maka dalam larutan yang tidak homogen dikenal 2
macam fluks yaitu :
1.Fluks molar relatif terhadap titik/tempat yang diam dinotasikan dengan N
2.Fluks molar relatif terhadap kecepatan molar rata-rata dinotasikan dengan 
Perpindahan massa secara difusi dinyatakan dalam fluks  diberikan persamaan
sebagai berikut :
C A
 A   D AB ……………………(1)
Z
Persamaan (1) ini dikenal dengan hukum Fick
Dimana : DAB = koefisien difusi komponen A melalui B
CA/z = gradien konsentrasi komponen persatuan jarak
Tanda (-) pada persamaan (1) menandakan bahwa zat A bergerak dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.
Untuk kondisi lebih umum Graft merumuskan :
X A
 A   C DAB ……………………(2)
Z
untuk campuran biner :
AZ = - CA ( UAz - Uz ) ………………(3)
dari persamaan (2) dan (3)
X A
- CA ( UAz - Uz ) =  C DAB
Z
X A
- CA UAz + CA Uz =  C DAB
Z
X A
CA UAz =  C DAB + CA Uz …………. (4)
Z

A NA A
B NB B
z

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 3

CB ………………. maka komponen A bergerak ke kanan dengan kecepatan UA dan komponen B bergerak ke kiri dengan kecepatan UB.(6) C CA Jika persamaan 5 dikalikan CA dan = XA.UAz + CB.UBz ) ………. cm/s A dan B adalah konsentrasi komponen A dan B.UAz + CB. gr/gmol Kecepatan perpindahan total adalah : U A . CA …………..C A  U B .UBz ) Z PERPINDAHAN MASSA THERMAL 4 . maka kecepatan mol komponen adalah : A NA = UA = UA. (7) Dimana : C = konsentrasi total = CA + CB Uz = kecepatan molar rata-rata sepanjang z Dari persamaan (7) ke persamaan (4) X A CA UAz =  C DAB + CA Uz Z X A CA UAz =  C DAB + XA ( CA. maka persamaan menjadi C CA Uz = XA ( CA. (5b) B Dimana : UA dan UB adalah kecepatan bergerak komponen A dan B. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Pada sebuah bidang sepanjang z konsentrasi zat A lebih tinggi daripada sebelah kanan dan sebaliknya konsentrasi zat B disebelah kanan lebih tinggi daripada sebelah kiri. mol/cm3 MA dan MB adalah berat molekul komponen Adan B. Karena perbedaan konsentrasi tersebut. (5a) MA B NB = UB M = UB. gr/cm3 CA dan CB adalah konsentrasi komponen A dan B.CB Uz = ……………….

(8) Z 1. Pada hubungan NA + NB terdapat 2 hal yang biasa terjadi . Maka. dan air yang menguap diabaikan.z PB 2  PB1 PB1 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 5 . NB = 0 dan NA = tetap (konstan) Selanjutnya persamaan (8) dapat di tulis menjadi : D AB .2 Difusi Molekuler Di Dalam Fase Gas Apabila hukum gas ideal diterapkan ke persamaan (8) maka persamaan gas yang dapat digunakan adalah : CA P  A  YA ……………………. Hal ini dapat terjadi. sebagai contoh jika gas amoniak (A) yang terdapat dalam udara diabsorbsi ke dalam air (B). yakni : 1.(9) C P Dimana : PA = tekanan parsial komponen A P = tekanan total sistem YA = fraksi mol komponen A Lebih lanjut juga dapat digunakan persamaan berikut : ]NB. sehingga hanya amoniak yang mendifusi.T .z P  PA1 Karena : P – PA2 = PB2 P – PA1 = PB1 PB2 – PB1 = PA1 – PA2 Maka : D AB .T .Pt P  PA 2 P NA = Ln A1 ln B 2 ……………(12) R. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Dari persamaan (5a) dan (5b) maka diperoleh persamaan : X A NA =  C DAB + XA ( NA + NB ) …….C P  PA 2 NA = Ln …………………(11) R. Difusi A melalui B yang tidak mendifusi dalam keadaan mantap (steady state). Dalam hal ini udara tidak larut dalam air.

1 Difusi Melalui Campuran Multi Komponen Difusi melalui campuran multi komponen dalam keadaan tetap (steady state). untuk fase gas persamaannya dapat ditulis sebagai berikut : PA D PA NA = (NA + NB)  AB ………….(15) Pt R.T .NB. Maka NA = -NB= tetap (konstan) Maka apabila digunakan persamaan (10) harga NA menjadi tidak dapat ditentukan .T . Untuk menentukan kecepatan difusi digunakan persamaan (14) tetapi disini DAB diganti dengan PERPINDAHAN MASSA THERMAL 6 .T .Pt NA =  PA1  PA 2  ……………. Maka persamaan (14) dapat ditulis sebagai berikut : D AB .T Z Z2 PA 2 D AB Z 1Z   R. Untuk dapat ditentukan maka kembali digunakan persamaan (5).(17) Hasil integrasi adalah : D AB NA =  PA1  PA2  …………………….(14) R. makapersamaan menjadi : D AB PA NA =  ……………………….Z 1. Difusi yang berlawanan arah dalam keadaan mantap (steady state) Keadaan ini sering terjadi dalam proses destilasi.N A  P PA 1 A ……………………. Dua komponen A dan B berdifusi berlawanan arah dengan kecepatan yang sama..PBM 2.(16) R..T Z Karena: NA = .(13) ln PB 2 Dimana PBM adalah harga rata-rata logaritma tekanan komponen B antara seksi I dan seksi II. Perpindahan Massa (Transfer Massa) PB 2  PB1  P BM Kalau : PB1 …………….z.2.(18) R.

Dalam persamaan (14) PBM diganti menjadi PiM yaitu tekanan rata-rata logaritma untuk campuran komponen yang tidak mendifusi.9342 atm Untuk menyelesaikan contoh soal ini dipergunakan persamaan (14): D AB . Tekanan parsial oksigen pada masing- masing permukaan bidang setebal 0. C dan D. YC dan YD adalah fraksi mol komponen B. Perpindahan Massa (Transfer Massa) DAM yang disebut difusi efektif. Koefisien difusi campuran adalah 0. Hitung kecepatan mendifusi oksigen dalam mol/(s) (cm2) melalui bidang tersebut. Koefisien difusi efektif DAM adalah koefisien difusi A melalui campuran. 1 1  DAM = n Yi YB Y Y   C  D  .185 cm2/s.z.2 cm T = 0 oC = 273 K PA1 = 100 mmHg = (100/760) atm = 0.0658 atm PB1 = (1.1317 atm PA2 = 50 mmHg = (50/760) atm = 0..PBM PERPINDAHAN MASSA THERMAL 7 .. ……………(19) iB D Ai D AB D AC D AD Dimana DAB.T .0658 ) atm = 0.1317 ) atm = 0.8683 atm PB2 = (1. Penyelesaian : DAB = 0. DAC.Pt NA = NA =  PA1  PA2  R.0. Contoh Soal : 1. DAD adalah koefisien difusi komponen A melalui komponen B. C dan D dengan dasar bebas komponen A.0. Dan YB.185 cm2/s Pt = 1 atm Z = 0. Oksigen (A) mendifusi melalui karbon monoksida (B) yang tidak mendifusi pada tekanan total 1 atm dan temperatur 0 oC.2 cm adalah 100 mmHg dan 50 mmHg.

2cm  0. YB =  0.184 cm2/s dan oksigen-hidrogen (DAC) = 0. Perpindahan Massa (Transfer Massa) PB 2  PB1 0. Campuran gas terdiri dari metana (B) dan hidrogen (C) dengan perbandingan 2 :1.0658 atm …….901atm PBM = PB1 0.1317)atm = 0.06atm. Hitung kecepatan mendifusi oksigen (A) melalui campuran gas yang tidak mendifusi.333 2 1 Untuk menyelesaikan soal ini digunakan persamaan (19) dan (14) PERPINDAHAN MASSA THERMAL 8 .184 cm2/s DAC = DO2-H2 = 0.cm 3 / gmolK  273K  0.8683 Fraksi mol komponen bebas komponen A adalah : 2 .8683 atm PA2 = 0.690 cm2/s Penyelesaian : DAB = DO2-CH4 = 0. Untuk C.> Pi1 = (1 – 0.> Pi1 = (1 – 0.667 2 1 1 .2 cm T = 0 oC = 273 K PA1 = 0.9342  0.8683 0.9342  0.0658 atm 82.Untuk B.901atm  3.1317  0. YC =  0.01.690 cm2/s Pt = 1 atm Z = 0.8683   0.9342 ln ln Pi1 0.9342 atm Pi 2  Pi1 0.0658)atm = 0.815cm 2 / sx1atm NA=  0.9342 ln ln PB 2 0.8683   0. Koefisien difusi dari oksigen-metana (DAB) = 0.1317 atm …….901atm PBM = Pi 2 0.10 6 gmol / scm 2 2.

Dalam fase gas konsentrasi tidak berpengaruh terhadap koefisien difusi.184 0.Panjang Panjang 2 =  Waktu . Koefisien difusi gas adalah suatu sifat yang dipengaruhi oleh temperatur.244cm 2 / sx 1atm  0. Apabila data-data koefisien difusi yang diperlukan tidak ada dalam buku-buku literatur maka diperkirakan berdasarkan korelasi persamaan yang ada.97.901atm  1.2cm  0.T .06atmcm 3 / gmolK  273K  0.10 6 mol / scm 2 82.0658 atm NA =  3.2 Memperkirakan Koefisien Difusi dalam Fase Gas Data-data koefisien difusi yang diperlukan paling baik diperoleh dari hasil percobaan.Pt  PA1  PA 2  NA = R. tetapi data-data yang diperlukan tersebut sering tidak ada dalam buku-buku literatur.Z .69 D AM . D = Waktu . Perpindahan Massa (Transfer Massa) 1 1   0.333  D AB D AC 0.Panjang 2 Panjang 3 .1317  0. 667 0. Persamaan-persamaan untuk menghitung nilai koefisien difusi gas : o Persamaan Mc Cabe & Smith PERPINDAHAN MASSA THERMAL 9 .2.PiM 0.244cm 2 / s Y DAM = B  CY 0.Panjang 2 Waktu Dalam sistem cgs satuan yang digunakan D = cm2/s Dalam sistem Inggeris satuan yang digunakan D = ft2/h Koefisien difusi dapat diperkirakan dengan ketelitian yang cukup tinggi dari teori kinetik gas. Volume . Koefisien difusi gas menunjukkan volume komponen yang dipindahkan melalui satu satuan panjang lintasan per satuan waktu per satuan luas muka. tekanan dan sifat-sifat komponen.Panjang Maka dimensi.

21Tb k Dimana : V = volume molar cairan pada titik didih molar. maka untuk hal ini dapat digunakan persamaan empiris berikut ini. CB  0 .(20) P  CA .5  ! 1  0. MB = berat molekul komponen A dan B P = tekanan. cm2/s T = suhu. atm rA  rB rAB = pemisahan molekul pada tumbukan. 4  2 o Persamaan yang diberikan oleh Hirchfelder. K MA. r = 1.1405 V CA 0. 4  VCB 0. Perpindahan Massa (Transfer Massa) 0. cm3/mol PERPINDAHAN MASSA THERMAL 10 .01498T 1. B k = konstanta Boltzman  kt  f  = fungsi tumbukan (dberikan pada grafik –lampiran)   AB  Di dalam menggunakan persamaan yang diberikan oleh Hirschfelder. tabel dan tabel dalam lampiran. Bird dan Spotz digunakan untuk pasangan gas-gas non polar 0.0009292T   3/ 2   MA MB  DAB = …………(21) 2   kt  Pr AB  f      AB  Dimana : DAB = koefisien difusi. Tetapi harga r dan /k tersebut sering tidak ada dalam tabel.81 V1/3   1.81    DAB =  MA MB  …………. erg =  A . Bird dan Spotz di atas juga masih membutuhkan diagram dan tabel-tabel.5  1 1  0. oA = 2 AB = tenaga interaksi molekul. yang dapat dilihat pada grafik 14.

10.5/0. 81    DAB =  MA MB  P  CA .00107  0.552/cm3 VCB = 0.311/cm3 Suhu operasi : T = 100 oC = 373 K Berat Molekul.1405 V CA 0. 4  2 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 11 . MA = 137.311) cm3/mol =90.5/0. Penyelesaian : Misal : Komponen CFCl3 = A Komponen N2 = B Data-data : TCA = 198 oC = (198 +273) K = 473 K TCB = -147 oC = (-147 +273) K =126 K VCA = 0.1405  249.81  1  1  =  137 . merupakan modifikasi dari persamaan yang diberikan Hirschfelder. Bird dan Spotz.03 cm3/mol 0.5 28  10 473x126 0 . 4  VCB 0. 4  2 0.5 VCA = (137.01498(373)1.1 cm3/mol Berat Molekul.000246  T  DAB =  MA MB  MA MB ……. Hitung koefisien difusi untuk sistem fluorotriklorometan dalam nitrogen pada suhu 100 oC dan tekanan 10 atm dengan menggunakan persamaan Mc Cabe & Smith. MB = 28 VCB = (28. Satuan dan lambang kedua persamaan ini juga sama sehingga prinsip pemakaian kedua persamaan tersebut hampir sama. CB  0 .552) cm3/mol = 249.01498T 1. K o Persamaan Wilke dan Lee.  1 1  3/ 2 1 1  0.030.T /  AB   2 Contoh Soal : 1. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Tb = titik didih normal. (22) P  rAB   f  k .. 4  90.5 0.5  1 1  0.

21 TbA = 1. VH = 3.10-2 cm2/s 2. Bird dan Spotz.617 oA (dari tabel 2 lampiran) rA  rB 4.07 29  0.11o A 2 2  AB A B   425 97   203K k k k Dari grafik pada lampiran didapat : f(kT/AB) = 0. TbA = 351.4 K Maka.81(52.21 (351.4 = 52.untuk hidrogen.6  3. VC = 14.0009292T 3 / 2     MA MB  DAB = 2   kt  Pr AB  f      AB  PERPINDAHAN MASSA THERMAL 12 .5 0.8 . A/K = 1. rB = 3.5  ! 1  0.9 cm3/mol rA = 1.5  1 1   1 1         0.4) = 452 K Untuk udara.untuk karbon.untuk oksigen.62 0. Tentukan koefisien difusi uap etanol (A) melalui udara (B) pada tekanan 1 atm dan temperatur 0 oC dengan menggunakan persamaan Hirchfelder.9)1/3 = 4.4 Volume molekul etanol C2H5OH. VA = 2(14.237 MA MB   46.617 oA Dari tabel 3 pada lampiran diperoleh volume atom : . Perpindahan Massa (Transfer Massa) = 1.7 .60 oA Titik didih normal etanol. VO = 7.7) + 7. Penyelesaian : Dari tabel pada lampiran diperoleh : B/K = 97 K rB = 3.617 rAB =  A  4.31.8) + 6(3.

Perpindahan Massa (Transfer Massa) 0.(26) Z Z  M  aV Dimana :  = densitas PERPINDAHAN MASSA THERMAL 13 ..NB = tetap Dalam hal ini kalau kembali ke persamaan (8). Difusi A melalui B yang tidak mendifusi pada keadaan mantap Maka : NA = tetap NB = 0 Selanjutnya persamaan (22) menjadi : D AB    1  X A1 D AB    X NA =   n    ln B1 ………(23) Z  M  aV 1  X A2 Z  M  aV X B 2 D AB    X A1  X A 2 NA =   ………………….0009292 273  0. Peristiwa difusi dalam fase cair ada dua keadaan yang ditinjau.. Difusi berlawanan arah pada keadaan mantap NA = .(25) ln B 2 X B1 2.11  0. maka hasil integral persamaan dalam fase cair untuk difusi berlawanan arah : NA = D AB  C A1  C A2   D AB     X A1  X A2  ……….3 Difusi Molekuler Dalam Cairan Untuk cairan difusi hanya tergantung pada konsentrasi sehingga persamaan (8) yang telah didapatkan dapat ditulis sebagai berikut.(24) Z  M  aV X BM Dimana : X B 2  X B1 XBM = X …………………….094847 cm 2 / s 1 4.62 2 DAB = 0. yaitu : 1.237  3/ 2 DAB =  0.095 cm2/s 1.

02 XA2 = 0.91 0.21gr / mol Pada temperatur 17 oC.91 18. Koefisien difusi asam cuka dalam larutan tersebut diatas adalah 0. densitas larutan untuk 3 % asam cuka adalah 2 =1.03 XA1 = 0.95.21gr / mol Berat Molekul campuran = 0.1 cm.0288 (fraksi mol asam cuka) 0.91  60.09 60. Penyelesain : Z = 0.0527mol / cm 3  M 1 19. Tebal lapisan 0. densitas larutan untuk 9 % asam cuka adalah 1 =1.09  0.9712 (fraksi mol air) 0. suhu 17 oC dan konsentrasi pada permukan kedua lapisan tsb adalah 9 dan 3 %.03 18.03 Air …………MB = 18.09  0.012 gr / cm 3 Konsentrasi molar campuran =     0.02    1.03 18.10-5 cm2/s.1 cm Asam cuka = CH3COOH …………MA = 60.03 18.012 gr/cm3 0.09  0.02 1 1   19.02 0.052 60.0032 gr/cm3 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 14 .91  60. Perpindahan Massa (Transfer Massa) x = fraksi mol M = berat molekul       konsentrasi molar rata-rata  M  aV Contoh Soal : Hitung kecepatan difusi asam cuka (A) melalui suatu lapisan air (B) yang tidak mendifusi.02 T = (17 + 273)K = 290 K Pada temperatur 17 oC.

02 1 1   18.0527  0.98 XBM = X B2 0.1cm 0.10-7 mol/cm2 s 1.0543  60.95.03 60.0032 gr / cm 3 Konsentrasi molar campuran =     0.03 18. Perkiraan koefisien difusi cairan juga tidak seteliti data-data koefisien difusi hasil percobaan.018.02    1.0092 NA =  0. Beberapa korelasi empiris yang digunakan untuk menghitung koefisien difusi : PERPINDAHAN MASSA THERMAL 15 .97 18.97  60.02 XA2 = 0.02 0.97 0.4 gr / mol Konsentrasi molar seluruh larutan adalah :               M 1  M  2 0.03 18.03  0.9712   0.03 18.9712 D AB    X A1  X A 2 NA =   Z  M  aV X BM 0.4 gr / mol Berat Molekul campuran = 0.98 NA = 1.0288  0.97  60.0545      0.105 cm2 / s  0.3.0536mol / cm3   0. Perpindahan Massa (Transfer Massa) 0.0092 (fraksi mol asam cuka) 0.9908 ln ln X B1 0. Perkiraan secara korelasi empiris dilakukan karena seringnya data-data yang diperlukan tidak tersedia. 03 0.03  0.0545mol / cm 3  M 1 18.03 XA1 = 0.1 Memperkirakan Koefisien Difusi dalam fase Cair Data-data koefisien untuk fase cair juga masih sangat terbatas.9908  0.0536mol / cm 3  M  aV 2 2 Fraksi mol rata-rata komponen B dalam seluruh larutan : X B 2  X B1 0.9908 (fraksi mol air) 0.

(29) Dimana : B = viskositas air. untuk larutan encer dan non elektrolit di dalam air 13.5 benzena.589 Dimana : B = viskositas air.10 5 DAB = ………………. cp VA = volume molar zat terlarut pada titik didih normal. cp VA = volume molar zat terlarut pada titik didih normal..V A 0.5 T  .14V A 0.6 ………………. heptana.(27) Dimana : T = suhu. Hitung koefisien difusi benzen dalam toluen pada suhu 110 oC dengan menggunakan persamaan Wilke dan Chang Penyelesaian : PERPINDAHAN MASSA THERMAL 16 . 6 -8 DAB = 7.cm3/mol Contoh Soal : 1. K MB = berat molekul komponen B (pelarut) VA = Volume molar komponen A (zat terlarut) pada titik didih normal. Perpindahan Massa (Transfer Massa) o Persamaan Wilke dan Chang untuk larutan encer  .6 metanol = 1.cm3/mol o Persamaan yang diberikan Othmer dan Thakan DAB = 14.9 etanol =1.B-1.(28)  B 1.1VA-0. cm3/mol  = viskositas larutan.10 …………….. cp  = faktor assosiasi pelarut air = 2.10-5. eter dan pelarut-pelarut tidak terasosiasi = 1 o Persamaan Hayduk dan Laudie.4.26.M B  0.

B = 0. C3H6O = A Air.74.  = 1 T = (110 + 273)K = 283 K 6 1x92.6 1  1. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Komponen B.didihoC VA(cm3/mol)  pd110oC(cp) Benzen 78.2.981  74 1. volume molar : VA = 3(15.6 1.1VA-0. Molekul T.10  0. Apabila kesetimbangan tercapai . maka gradien konsentrasi dan kecepatan dan kecepatan difusi akan sama dengan nol.24 Untuk pelarut toluen.26 96.7) + 1(7. Adanya gradien konsentrasi di dalammasing-masing fase menyebabkan sistem bergerak menuju kesetimbangan .5  383  6.13 0.10 6 cm 2 / s DAB = 7. Hitung koefisien difusi aseton dalam air pada 25 oC dengan menggunakan persamaan Othmer dan Thakan.4 Perpindahan Massa antar Fase Kebanyakan peristiwa perpindahan massa melibatkan dua fase yang dikontakkan agar terjadi perpindahan massa antara komponen-komponen yang saling melarutkan.5 0.1 0.4.4) = 74 Persamaan Othmer dan Thakan : DAB = 14.10-5  0.1 80. Kecepatan terjadinya difusi tergantung kepada gradien konsentrasi.1 96.10-5. Penyelesaian : Aseton. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 17 .5 0.02 T = (25 + 273)K = 298 K Viskositas air pd 298 K.B-1.8) + 6(3.981 cp Untuk aseton. H2O = B MB = 18.6 2.10 5 cm 2 / s DAB = 14.

Jika penambahan NH3 ke dalam bejana diteruskan serta dibiarkan dalam waktu yang cukup lama maka akan dicapai lagi keadaan kesetimbangan berikutnya. keadaan semacam ini disebut kesetimbangan atau kesetimbangan dinamik. Kalau dibiarkan dalam waktu yang cukup lama akhirnya dicapai keadaan setimbang yaitu kecepatan NH 3 kembali ke fase gas. Makin tinggi NH 3 konsentrasi NH3 dalam cairan maka kecepatan mendifusi semakin rendah. Pada keadaan kesetimbangan konsentrasi NH3 dalam keadaan fase cair dinyatakan dengan konsentrasi CA dan dalam fase gas konsentrasi dinyatakan dalam tekanan parsial P A maka hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : PA Kurva keseimbangan PA f (CA) PERPINDAHAN MASSA THERMAL 18 CA . Pada kesetimbangan baru ini konsentrasi NH3 dalam keadaan fase cair dan fase gas lebih besar daripada kesetimbangan mula-mula. Amoniak mudah larut dalam air. Konsentrasi NH3 dalam fase gas dapat diukur dari tekanan parsialnya. Suatu bejana tertututup diisi air dan campuran gas amoniak-udara dengan jumlah tertentu pada temperatur dan tekanan tetap. Selama terjadi difusi NH 3 ke dalam cairan ada juga sebagian yang meninggalkan cairan kembali ke fase gas.1 Kesetimbangan Mengetahui sifat-sifat kesetimbangan sangat perlu untuk memperkirakan hasil-hasil lanjut yang dikehendaki. penyerapan amoniak menggunakan penyerap air.4. sedangkan udara sukar larut dalam air. Sebagai contoh. Kecepatan NH3 mendifusi dalamcairan tergantung pada konsentrasi yang telah ada dalam cairan. Setelah tercapai kesetimbangan maka ke dalam bejana ditambahkan lagi NH3 dan dibiarkan sampai waktu tertentu maka akan dicapai kesetimbangan baru. Maka amoniak (NH 3) akan mendifusi ke dalam air melalui muka yang memisahkan gas dan cairan. Perpindahan Massa (Transfer Massa) 1. Lama kelamaan tekanan parsial NH3 dalam fasegasakan menurun karena sebagian molekul NH 3 mendifusike dalamair.

. TeoriGas Gas dua film Kecepatan perpindahan massa dalam masing-masing fase adalah : Jarak.(32) C AL  C Ai kG Kurva kesetimbangan P PAG Slope = PAi M P PERPINDAHAN MASSA THERMAL 19 CAL CAi .2 Teori Dua Lapisan Untuk mencapai keadaan setimbang antar fase akan terjadi proses difusi. yang sebagian besar terjadi pada lapisan film dan beda konsentrasiterbesar ada pada daerah tersebut.CAL)……………. z . Konsentrasi solut PAG CAi PAi CAL Film Film Gambar 2.(31) Dari kedua persamaan (30) dan (31) diperoleh persamaan berikut : PAG  PAi k  l …………………. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Gambar 1 : diagram kesetimabangan antara fase cair dan gas Pada temperatur tetap 1.Untuk fasecair : NA = kL (CAi .Untuk fase gas : NA = kG (PAG – Pai) ……………(30) .4.

Untuk menentukan koefisien perpindahan massa keseluruhan didasarkan atas konsentrasi pada masing-masing fase. PERPINDAHAN MASSA THERMAL 20 .4. Dari titik (CAL. Perpindahan Massa (Transfer Massa) X Persamaan (32) adalah koefisien arah dari garis PM maka jika koefisien perpindahan masssa kLdan kG diketahui. konsentrasi antar muka CAi dan PAi dapat ditentukan dari grafik. juga konsentrasi dalamkedua fase CAL dan PAG diketahui.Dimana persamaan kurva setimbang adalah : PAi = f (CAi) …………………….PAG) ditarik garis memotong kurva setimbang dengan koefisienarah (slope) -kL/kG dan dari titik potong tersebut ditarik garis tegak lurus absis dan ordinat maka diperoleh CAi dan PAi (seperti gambar ). Gaya penggerak dalam perpindahan massa adalah perbedaan konsentrasi yang terdapat dalam masing-masing fase.(33) Dimana : NA = fluks molar zat A CAL = konsentrasi zat A dalamfase cair kL = koefisien perpindahan massa fase cair CAi = konsentrasi zat A pada antar fase PAG = tekanan parsial zat A dalam fase gas kG = koefisien perpindahan massa fase gas PAi = tekanan parsial zat A pada antar fase 1.3 Koefisien Perpindahan massa keseluruhan Dalam operasi perpindahan massa menyangkut perpindahan massa dari satu fase ke fase lain.

Harga konstanta Henry ditentukan dari percobaan.CAL) …………………(36) Untuk sistem yang mengikuti hukum Henry pada kesetimbangan antar fase cair dan fase gas berlaku : PA = m. CAL ………………….CAL) …………………. ………….PAi) = kL (CAi ..(38) Dimana : PA* = tekanan parsial komponen A dalam fase gas yang setimbang dengan fase cair yang mempunyai konsentrasi CAL PAG Demikian juga : CA* = ……………(39) m CA* = konsentrasi komponen A dalam fase cair yang setimbang dengan fas gas yang mempunyai tekanan parsial PAG Persamaan (41) dapat diubah menjadi : NA PAi = PAG .(40) kG Persamaan (42) dapat diubah menjadi : PERPINDAHAN MASSA THERMAL 21 ..CA …………………(37) Dimana : PA = tekanan parsial komponen A dalam fase gas.(34) Dengan menggunakan koefisien perpindahan massa keseluruhan maka laju perpindahan massa adalah : NA = KG(PAG . Selanjutnya hukum Henry dapat juga digunakan untuk menentukan tekanan parsial komponen suatu gas yang setimbang dengan konsentrasi dalam fase cair. lbmol/ft3 m = konstanta Henry. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Dalam keadaan mantap persamaan perpindahan massanya dapat dituliskan : NA = kG(PAG . atmft3/lbmol. atm CA = konsentrasi komponen A dalam fase cair yg setimbang fase gasl.PA*) ………………….(35) NA = KL (CA* .……. PA* = m .

.CAi = m..(43) kG kL Karena. lbmol/j ft2 atm KL = Koefisien perpindahan massa keseluruhan cairan.CAL.kG)  Tahanan dalam fase cair adalah (1/kL) dan (m/. = m.CAL + ……………. PA* = m. lbmol/j (lbmol/ft3) Kalau dibalik.(41) kL NA Atau : m..(44) Dengan meneliminasi (PAG – PA*) antara persamaan (34 ) dan persamaan (35 ) diperoleh : 1 1 m   ……………………….gas.. maka :  Tahanan dalam fase gas adalah (1/kG) dan (1/m. lbmol/j ft2 (lbmol/ft3) KG = Koefisien perpindahan massa keseluruhan f.N A PAG .CAL + ……….…………….CAi. lbmol/j ft2 atm kL = Koefisien perpindahan massa fase cair.. Perpindahan Massa (Transfer Massa) NA CAi = CAL + ….(42) kL Karena PAi = m. maka jika disubtitusi ke persamaan (33) diperoleh :  1 m    *  k G k L  PAG – PA = NA ……………………. koefisien perpindahan massa berubah menjadi tahanan.kL)  Tahanan menyeluruh adalah (1/KG) dan (1/KL) PERPINDAHAN MASSA THERMAL 22 .(45) K G kG k L Dengan cara yang sama seperti di atas diperoleh persamaan : 1 1 1   …………………….(46) K L mkG k L Dimana : kG = Koefisien perpindahan massa fase gas. maka eliminasi persamaan (30 ) dan persamaan (41) diperoleh : NA m..

.246 C m = 0. Tekanan total dalam menara 2 atm dan suhu 60 oF..246 atm/mol/ft3 Maka : 1 1 m a. lbmol/ft3 Maka : p * (mmHg) = p (atm) x 760 ………….45 p = 0.10 lbmol/j ft2 (lbmol/ft3) Untuk larutan amonia encer dalam air pada 60 oF.c Dimana : p = tekanan parsial. Harga kG = 0. mmHg X = fraksi mol NH3 dalam cairan Hitunglah : a. atm C = konsentrasi. tekanan parsial pada kesetimbangan amonia adalah : p * = 645 x Dimana : P* = tekanan parsial NH3. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Contoh Soal : Dalam menara penyerap amonia (NH3) diserap dari campuran amonia-udara menggunakan air sebagai penyerap.20 lbmol/hft2 atm kL = 1.(a) Untuk larutan encer : XmolNH 3 XmolNH 3  XmolNH 3     C ……. Koefisien perpindahan massa gas keseluruhan dalam lbmol/j ft2 atm b.(b)  mollaru tan molH 2 O 18lbH 2 O  / 62.2lhH 2 O / ft 3 Dari persaman (a) dan (b) didapat : C 760 p = 645 3. Tahanan relatif dalam masing-masing fase Penyelesaian : Persamaan kesetimbangan diubah menjadi : P = m.   K G kG k L PERPINDAHAN MASSA THERMAL 23 .

224 K G 0.10 1 KG = 5.246    5  0.5 1 Perpindahan Massa pada aliran searah L2 G2 Ls 2 Gs X2 y2 x2 Y2 1 L1 Ls G1 X1 Gs x1 Y1 y1 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 24 .3 % 1.1913lbmol / ft atm 2 b.224  0.7) % = 4.224  5.5% tahanantotalkeduafase  1  5.224  K   G .20 1. Perpindahan Massa (Transfer Massa) 1 1 0. Dalam fase gas 1  tahanandalamfasegas  k G  5   x100%  95.5 Neraca Massa 1. Besarnya tahanan relatif . Dalam fase cair = (100 – 95.

Y1) dan (X2.ft2 ) Gs = Laju alir fase gas bebas solut = G ( 1 – y1) ( kmol/ jam.ft2 ) x = fraksi mol total di fase cair y = Fraksi mol total fase gas x X = fraksi mol total di fase cair X= 1 x y Y = fraksi mol total di fase gas Y = 1 y Pada gambar di atas dapat diperoleh neraca komponen sebagai berikut : Ls (Y2  Y1 )   Gs ( X 2  X ! ) Persamaan diatas merupakan Y melalui titik (X1. Aliran searah Keterangan : L = Laju alir fase cair ( kmol/ jam.ft2 ) Ls = laju alir fase cair bebas solut = L ( 1 – x1 ) ( kmol/ jam.ft2 ) G = Laju alir fase gas ( kmol/ jam. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Gambar 4.Y2) dengan slope – persamaan garis operasi yang Ls/Gs Kurva kesetimbangan Y2 Slope = Y`1 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 25 X2 X1 X .

Perpindahan massa dari fase cair ke fase gas 1.5.Y2) dengan slope Ls/Gs Kurva kesetimbangan Y2 Slope = Y`1 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 26 X2 X1 X . Aliran lawan arah 1 Pada gambar di atas dapat diperoleh neraca komponen sebagai berikut : Ls (Y  Y )  1 2 Gs ( X 1  X 2 ) Y Persamaan diatas merupakan persamaan garis operasi yang melalui titik (X1. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Gambar 5.Y1) dan (X2.2 Perpindahan Massa pada aliran lawan arah G2 L2 Gs 2 Ls y2 X2 Y2 x2 1 G1 L1 Gs Ls Y1 x1 y1 X Gambar 6.

dengan menggunakan air sebagai pelarut.Y1) dan titik (X2. Jika konsentrasia amonia berkurang dari 3. tentukan letak titik (1) ( X1. tentukan semua data pada keadaan bebas solut dan satuan mol 2. Data keseimbangan : X.52% menjadi 1.0252 0.Y2) dengan menarik garis operasi pada slope Ls/Gs 4.0455 0.540 ft3/jam dan kecepatan air masuk 75 lb/jam. Perpindahan massa dari fase gas ke fase cair Catatan : Jika perpindahan massa dari fase berat ke fase ringan. buat kurva keseimbangan 3.29% volume maka tentukanlah perbandingan (LS/Gs)act dengan (Ls/Gs)min. Kecepatan gas masuk menara 1. 0. hitung besaran slope untuk menentukan laju alir gas ataupun laju alir cairan Contoh : Amonia diabsorbsi dari udara pada temperatur 68oF dan tekanan atmosfir didalam sebuah menara yang diisi dengan packing dengan arus berlawanan.0349 0. garis operasi berada di bawah kurva keseimbangan Aplikasi : 1.0164 0. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Gambar 7.0722 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 27 .

16 ( X1 – 0 ) X1 = 0.0365 Kurva kesetimbangan Slope = 0.16 lbmol/jam Perbandingan Ls/Gs Sesungguhnya ( Ls/Gs)act = 4.85 lbmol/jam Ls = 75/18 = 4.032 0.031 PERPINDAHAN MASSA THERMAL 28 0 0. seperti pada gambar (8) Slope = Y 0.0216 Perbandingan (Ls/Gs) minimum dapat ditentukan dari diagram keseimbangan.021 0.0352 = 0.0352 ) = 3.85 ( 0.0365 – 0.042 0.0216 0.0131 x2 = X2 = 0 Gs = 4 ( 1 – 0.85 = 1. 0.053 0.0129 y2 = 0.08 Komposisi cairan keluar dapat ditentukan dengan persamaan .0365 0.0352 Y2 = 1  0.0131 ) = 4.0129 = 0.0352 Y1 = 1  0. Gs ( Y1 – Y2 ) = Ls ( X1 – X2 – 3. Perpindahan Massa (Transfer Massa) lbmol NH 3 lbmol H 2O Y.08 lbmol NH 3 lbmol H 2O Penyelesaian : (1540) x( 492) Kecepatan gas masuk = (359) x(460  68) = 4 lbmol/jam 0.16/ 3.0296 X .0352 y1 = 0.

79  Gs  0.T . Difusi molekuler di dalam fase gas dituliskan dalam persamaan : a. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Gambar 8.T . Terdiri dari fluks molar relatif terhadap tempat dan fluks molar relatif rethadap kecepatan molar rata-rata 3.0131 =   min  =0.0365  0.0296  0. A dan b saling mendifusi dalam keadaan mantap D AB NA =  PA1  PA2  R.0 Perbandingan (Ls/Gs)act terhadap (Ls/Gs)min = 1. A mendifusi. B diam D AB .Z 4. Penyelesaian contoh soal Lereng garis operasi minimum ( menyinggung kurva keseimbangan )  Ls  0.37 Rangkuman 1. Perpindahan massa adalah gerakan-gerakan molekul atau elemen fluida yang disebabkan oleh gaya dorong 2. Menghitung koefisien difusi rata-rata untuk campuran gas PERPINDAHAN MASSA THERMAL 29 .Pt P  PA 2 P NA = Ln A1 ln B 2 R.79 = 1.08/0. fluks molar adalah jumlah mol bahan yang dipindahkan persatuan waktu persatuan luas.z PB 2  PB1 PB1 b.

25 oC b. apabila konsenytrasi pada kedua sisi lapisan masing-masing adalah 9% dan 3% berat. Campuran gas tersebut terdiri dari 1/3 nitrogen dan 2/3 bagian hidrogen (dinyatakan dalam volume).185 cm2/det. Diffusifitas campuran adalah 0. NA = D AB  C A1  C A2   D AB     X A1  X A2  Z Z  M  aV 6. Tekanan total adalah 1 atm dan temperaturnya 0oC. D AB D AC D AD 5. Hitunglah kecepatan mendifusi oksigen di dalam gmol/detik untuk setiap 1 cm2 dari kedua bidang 3. Diffusifitas cuka di dalam konstan sebesar 0.. Tekanan partial oksigen pada 2 bidang yang berjarak 0. Ethanol-udara pada 1 atm.Hitunglah kecepatan mendifusi NH3 dinyatakan dalam PERPINDAHAN MASSA THERMAL 30 . Tekanan total 30 psia dan suhu 130 oF. Hitunglah kecepatan diffusi asam cuka (A) pada suatu lapisan air (B) 0. teori lapisan film dan koefisien perpindahan massa total 7.1 cm pada 17 oC. NA =   Z  M  aV X BM b.. Nitrogen-Etylene pada 1 atm. Amonia mendifusi melalui campuran gas diam.95. Oksigen ( A) mendifusi melalui carbon monoksida yang tidak bergerak difusi dalam keadaan tetap. Perpindahan massa tergantung pada jenis alirannya apakah aliran searah atau lawan arah Latihan : 1. Perpindahan massa pengaruhi oleh keseimbangan.2 cm masing-masing adalah 100 dan 50 mmHg. Difusi molekuler di dalam fase cair dapat ditentukan dengan persamaan : D AB    X A1  X A 2 a.10-5 cm2/detik 4. Hitung koefisien difusi dari campuran gas berikut : a. 25 oC 2. Perpindahan Massa (Transfer Massa) 1 1  DAM = n Yi YB Y Y  iB D Ai  C  D  .

Pada percobaan absorbsi amoniak oleh air dalam kolom dinding basah ternyata bahwa KG = 0. 6.4 kali kecepatan steam minimum. Berapakah waktu yang diperlukan untuk menguapkan alkohol sampai habis.Gelas ini diletakkan dalam suatu o ruangan laboratorium yang mempunyai suhu rara-rata 90 F.54 cm. Pada suatu titik dalam menara gas itu mengandung 6% mole NH3 dan konsentrasi fase cair = 0. tekanan udara 1 atm. Ethyl alkohol ditempatkan pada suatu gelas piala yang mempunyai diameter 4 inchi. Diperkirakan bahwa diatas alkohol akan terdapat lapisan udara diam yang tebalnya 2. Perpindahan Massa (Transfer Massa) lb/jamft2 yang melalui gas film yang tebalnya 0. 85% tekanan total terhadap transfer massa terdapat pada fase gas.75 gr/cm3 7. Minyak cuci masuk dengan kecepatn 12 lbmol/jam.205 lbmol/jam ft2. Benzen akan dipungut kembali dengan jalan mengontakkan larutan minyak pencuci melalui menara dengan steam. menara bekerja arus searah b. bila diketahui : Diffusivitas alkohol-udara pada 0oC = 0.1 fraksi mol benzen.15atm/gmol.04 mole/ft3.012 cm2/dtk Tekanan uap alkohol pada 90 o F = 92 mmHg Densitas alkohol-air pada 90 o F = 0. menara bekerja berlawanan arah PERPINDAHAN MASSA THERMAL 31 . Tinggi permukan alkohol dalam gelas piala 4 inc. Methanol dalam air pada 10 oC b. Diinginkan bahwa 91% benzen dapat dipungut dengan menggunakan kecepatan steam 1. Karbon dioxide dalam ethanol pada 17 oC. Bila konstanta henry pada 60oC 0.5mm bila konsentrasi NH 3 pada kedua sisi 10% dan 5% 5. Tentukan banyaknya steam perjam yang diperlukan jika : a. Hitunglah koefisien difusi cairan berikut : a.atm. Arus cairan masuk mengandung 0.cuft hitung koefisien transfer dan kompisisi pada antar permukaan 8. pada tekanan total 1atm dan temperatur 60oF.

10-8 gmol/cm2. a.10-6 grmol/detik 3.detik 4.205 lbmol/jam ft2 lbmol/cuft.28. kG = 0.0939 lbmol/cuft 8.98 lbmol/jam ft2 5.10-5 cm2/s 6. 3. 2. PAi = 0. 3.014 dan CAi = 0. Perpindahan Massa (Transfer Massa) Kunci Jawaban 1.2. 69.163 cm2/s 2.85. a.132 cm2/s b.atm.912 lbmol/ft2 b. a. 48. 1.10-5 cm2/s b. kL = 0. 0.32 hari 7.3.01.891 lbmol/ft2 Soal No Jawaban Kurang 80% Jawaban Lebih 80% 1 Persaman-persamaan untuk Menampilkan Pengetahuan tentang menghitung koefisien difusi gas perlu pemahaman koefisien difusi gas dipahami 2 Pengertian difusi gas mulai lapisan Menampilkan Pengetahuan tentang diam perlu dipahami dan penggunaan pemahaman difusi gas mulai lapisan persamaan 14 diam dan penggunaan persamaan 14 3 Pengertian difusi cairan mulai lapisan Menampilkan Pengetahuan tentang diam perlu dipahami dan penggunaan pemahaman difusi cairan mulai lapisan persamaan 18 diam dan penggunaan persamaan 18 4 Pengertian difusi campuran gas perlu Mahasiswa telah menampilkan dipahami dan penggunaan persamaan pengetahuan dan memahami –persamaan untuk difusi gas perlu penggunaan persamaan-persamaan dipelajari kembali pers (14 dan 19) untuk difusi gas 5 Persaman-persamaan untuk Menampilkan Pengetahuan tentang menghitung koefisien difusi cairan pemahaman koefisien difusi cairan perlu dipahami 6 Perlu dipahami kembali persamaan Mahasiswa telah mampu memahami untuk menentukan kecepatan difusi penggunaan persaamaan kecepatan gas dalam menentukan waktu difusi gas dan penerapannya dalam PERPINDAHAN MASSA THERMAL 32 . 9. 0.24118 lbmol/jam ft2.

00 sampai 100. Perpindahan Massa (Transfer Massa) penguapan penentuan waktu penguapan 7 Perlu dipahami dan dipelajari kembali Mahasiswa telah menampilkan pengertian dan persamaan-persamaan pengetahuan tentang penentuan transfer massa koefisien transfer massa 8 Prinsip neraca massa dan Menampilkan pengetahuan kesetimbangan perlu dipelajari dan penyekesaian masalah neraca massa dipahami kembali pada sistem kesetimbangan baik pada aliran searah maupun lawan arah Daftar Titik Penampilan penilaian Mahasiswa No Range Nilai Keterangan 1 0 samapi 40.00 Sangat Baik PERPINDAHAN MASSA THERMAL 33 .00 Cukup 4 70.00 sampai 70.00 sampai 80.99 Kurang 3 60.00 Baik 5 80.00 Sangat Kurang 2 40.00 sampai 59.