You are on page 1of 13

Penyakit Parkinson pada Orang Lanjut Usia

Tia tamara

102016163

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta barat 11510
E-mail: tamaratia64@gmail.com

Abstrak

Dalam aktivitas sehari-hari manusia pasti menimbulkan atau memicu suatu gerak yang
terkendali dan halus, dimana pergerakan tersebut dikendalikan oleh otak serta organ-organ yang
berperan. Tapi, ada satu masa dimana pergerakan menjadi tidak terkendali dan halus seperti semula
karena adanya gangguan di otak. Salah satu penyakit yang menyebabkan pergerakan dari anggota
gerak tubuh manusia terganggu adalah Penyakit Parkinson. Penyakit tersebut biasanya di derita
oleh pasien yang sudah lanjut usia dan sering dikira sebagai penyakit menua normal, sehingga
tidak dilakukan pengobatan dan pencegahan sampai penyakit tersebut berlanjut ke stadium yang
lebih gawat. Penyakit ini terjadi akibat gangguan di bagian otak, lebih tepatnya di substansia nigra
yang merupakan bagian dari basal ganglia. Gejala klinis yang timbul berupa; tremor, rigiditas,
akinesia-bradikinesia, postural instability, dan lain-lain.

Abstract

In everyday human activities certainly cause or trigger a controlled and smooth movement,
where the movement is controlled by the brain and the organs that play a role. But there was a
time when movements become uncontrollable and smooth as before due to an interruption in the
brain. One disease that causes movement of the limbs of the human body is disturbed Parkinson's
disease. The disease is usually suffered by patients who are elderly and are often mistaken for
normal aging disease, so it is not done until the treatment and prevention of the disease progress
to a more serious stage. The disease is caused by interference on the part of the brain, more
precisely in the substantia nigra, which is part of the basal ganglia. Clinical symptoms arise in the
form; tremor, rigidity, akinesia-bradykinesia, postural instability, and others.

Empat gejala awal adalah tremor (menggigil pada tangan. sulit untuk mulai berjalan 3. depresi. riwayat penyakit. sistem kardiopulmonal (dada). muka). Salah satu hal yang harus diakukan dalam pemeriksaan fisik adalah keadaan umum. kafein. misalnya penurunan kesadaran. Gemetar saat tida beraktifitas. yang meliputi: 1. stress oksidatif. icterus. alamat. suhu. leher. dan merokok. Kesan umum yang didapat dari inspeksi seluruh tubuh. anggota gerak. Mula-mula gemetar (tangan kanan). postural instability (kemerosotan keseimbangan dan koordinasi badan). termasuk pemeriksaan di bidang ilmu penyakit dalam. umur. Dari hasil anamnesis ditemukan: 1. rahang. kemudian ke tungkai kanan 2. infeksi. riwayat kesehatan. anemia. Dalam anamnesis ditanyakan identitas pasien (nama. pemeriksaan sistem motorik harus dilakukan. seperti tekanan darah. Mulai kesulitan berdiri dan posisi duduk 4. Tinjauan pustaka ini dibuat dengan tujuan. edema generakisata. sistem urogenital (abdomen) dan gastrointestinal. status pernikahan). pernapasan. 2. dan sebagainya. terpapar pestisida/herbisida atau anti jamur cukup lama. tampak sakit gelisah. bentuk kepala. bradikinesia (pergerakan melambat). . Jalan mulai sulit. Factor lain juga yang bisa menjadi penyebab proses degenerasi ini antara lain proses menua otak. saat tidur menghilang Pemeriksaan Fisik Sebagian besar manifestasi objektif kelainan saraf bermanifestasi dalam gangguan gerak otot. kaki. alkohol.Pendahuluan Penyakit Parkinson (PP) adalah satu kumpulan keadaan yang dikenali sebagai gangguan sistem motor. agar penulis dan pembaca bisa mengerti dan memahami bagaimana terjadinya penyakit Parkinson beserta gejala-gejalanya. langkah kecil-kecil. lengan. kepala dan muka. denyut nadi. trauma kepala. pekerjaan. Untuk menentukan kelainan neurologis pada pasien. rigidity (kaku atau kejang). Pemeriksaan umum. Anamnesis Anamnesis mempunyai peran penting dalam mendiagnosa suatu penyakit yang dikeluhkan oleh pasien. keluhan utama dan penyerta.

Sindrom Parkinson diklasifikasikan sebagai berikut A. Tremor tangan kanan. CT-Scan/MRI kepala biasanya akan terlihat atropi kortikal difus. dan hilangnya refleks tubuh akibat penurunan kadar dopamine dengan berbagai macam sebab. di samping adanya pemeriksaan penunjang seperti CT-Scan. Tampak langkah pendek-pendek saat jalan. MRI. frekuensi nadi 80x/menit. adalah. Primer atau idiopatik: penyebab tidak diketahui. pill rolling tremor. dan PET atas indikasi untuk menyingkirkan diagnosis sindrom parinson. Sekunder atau akuisita: timbul setelah terpajan suatu penyakit/zat. Penyakit Parkinson adalah bagian dari parkinsonism yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama substansia nigra pars compacta disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik yang disebut Lewy bodies. perlu beberapa langkah untuk berputar 5. dan bersifat sporadic. B.1 Sindrom ini sering disebut sebagai sindrom Parkinson. yang ditandai oleh tremor waktu istirahat. kekakuan. TTV: Tekanan darah 130/80mmHg. tidak ada paresis. bradykinesia. suhu 37OC. Diferential Diagnosis : parkinsonism Perbedaan Parkinsonism dan Penyakit Parkinson Penyakit Parkinson merupakan 80 % dari kasus-kasus Parkinsonism. infeksi dan pasca infeksi otak (ensefalitis). 1. ada peran toksin yang berasal dari lingkungan. serta terpapar kronis oleh toksin . sebagian besar merupakan penyakit Parkinson. 3. Kesadaran compos mentis 2. efek samping obat penghambat reseptor dopamine (sebagian besar obat antipsikotik) dan obat yang menurunkan strok (vascular). badan membungkuk.Hasil dari pemeriksaan fisik. ada peran faktor genetik. Parkinsonism adalah suatu sindrom. terdapat Cogwheel rigidity 4. Refleks fisiologi normal Pemeriksaan Penunjang Diagnosis PP dibuat terutama berdasarkan gambaran klinis. Terdapat dua istilah yang harus dibedakan yaitu penyakit Parkinson dan parkinsonism.

Working diagnose : Parkinson Penyakit Parkinson adalah suatu kelainan fungsi otak yang disebabkan oleh proses degeneratif progresif terkait dengan proses menua di sel-sel substansia nigra pars kompakta (SNc) disertai adanya Lewy bodies.1 Awalnya gejala seperti resting tremor hanya muncul kadang-kadang. Penyakit Parkinson dimulai perlahan. 4. postur membungkuk ke depan. ayunan lengan berkurang. tremor. Mn (mangan). antara lain 1. penderita Parkinson dapat bertahan hidup dengan baik lebih dari 20 tahun.6-tetrahydropyridine (MPTP). bicara tidak jelas.1 Penyakit ini ditandai dengan tremor ketika istirahat (resting tremor). CO (karbon monoksida). Gangguan gaya jalan menonjol. Unilateral. Dengan perawatan yang tepat. dan lain-lain. dan instabilitas posisi tegak (postural instability). seperti penyakit Alzheimer. sianida. sukar membalikan badan. wajah tanpa ekspresi. yaitu inklusi sitoplasmik eosinofilik. kelambanan gerak (bradikinesia). Untuk menentukan berat ringannya penyakit. C. 5.2.3. 2 Stadium Parkinson terdiri dari 5 stadium. multiple system atrophy. Sindrom Parkinson plus: gejala Parkinson timbul bersama gejala neurologi lain seperti progressive supraneural palsy. . 2. Kelainan degenerative diturunkan (heredegenerative disorder): gejala parkinsonsism menyertai penyakit-penyakit yang diduga berhubungan dengan penyakit neurologi lain yang faktor keturunan memegang peran sebagai etiologi. dan secara gradual memburuk. kekakuan otot dan sendi (rigidity). posisi fleksi lengan yang terkena. jarang berkedip. lalu memberat dan menetap. dan lebih cenderung jatuh. Bilateral. tidak mampu jalan atau berdiri meskipun dibantu. Hanya berbaring atau duduk di kursi roda. digunakan penetapan stadium klinis penyakit parkinson berdasarkan Hoehn dan Yahr. pemyakit Wilson. Jalan lambat dengan langkah kecil-kecil. seperti 1-methyl-4-phenyl-1. ekspresi wajah berkurang. Disabilitasnya jelas. berjalan terbatas tanpa bantuan. penyakit Huntington. 3. kelambanan bicara. terdapat ketidakstabilan postural. bilateral. D.

Faktor lingkungan Saat ini ysng psling diterims drbsgsi etiologi penyskit psrkinson adalah proses oksidatif yang terjadidi ganglia basalis. Ras Angka kejadian PP lebih tinggi pada orang kulit putih dibandingkan berwarna hitam. Muhammad Ali dicurigai terkena penyakit Parkinson akibat trauma berulang di kepala berkaitan dengan profesinya sebagai petinju profesional. beberapa diantaranya dapat disebabkan oleh:2. e. Pestisida. Berbagai penelitian telah dilakukan antara lain peranan xenobiotic (MPTP. Penyakit Parkinson pertama kali ditemukan pada tahun 1817 oleh dr. Seseorang yang mederita penyakit Parkinson kemungkinan mempunyai keluarga yang juga mempunyai penyakit Parkinson. Namun. alcohol. apapun penyebabnya. paparan zat kimia dari pekerjaan( bahan-bahan cat dan logam). Italia) dan terdapat dalam suatu kasus minoritas penyakit Parkinson. b. termasuk dalam populasi tertentu (Contursi. James Parkinson. kafein.Epidemiologi Banyak orang mulai mengetahui tentang penyakit Parkinson sejak petinju terkenal Muhammad Ali didiagnosa penyakit tersebut. sejumlah mutasi genetic yang spesifik penyebab penyakit Parkinson telah ditemukan. diet. dan lainnya c.3 a. Sehingga disimpulkan bahwa proses menua merupakan faktor resiko yang empermudah terjadi proses degenerasi di SNc tetapi memerlukan penyebab lain. Cedera kranioserebral . d. Hingga saat ini penderita penyakit Parkinson mencapai 4 juta orang ditahun 2015. yang dideritanya sejak tahun 1981. Umur (proses menua) Pada penderita Parkinson terdapat suatu reaksi mikrogial pada neuron yang rusak tanda ini tidak pada proses menua yang normal. Faktor keturunan Di tahun terakhir. Dan di Indonesia penderita penyakit Parkinson bertambah 75 ribu orang setiap tahunnya. trauma kepala.2 Etiologi Kebanyakan orang-orang dengan penyakit Parkinson tidak mempunyai penyebab spesifik.

yang berfungsi untuk mengatur seluruh pergerakan otot dan keseimbangan badan yang dilakukan oleh sistem saraf pusat (SSP). tremor. Lewy bodies5 Gejala Penyakit Parkinson Gejala utama penyakit Parkinson dikenal dengan singkatan TRAP yaitu Tremor biasanya 3 Hz (detik-1) dan gerakannya seperti menggulung pil (pill rolling) atau membuat adonan. keseimbangan dan reflex postural. infeksi. Prosesnya belum jelas. Bagian ini menjadi pusat kontrol/koordinasi dari seluruh pergerakan. Sel-selnya menghasilkan neurotransmitter yang disebut dopamine. akibatnya semua fungsi neuron di sistem saraf pusat (SSP) menurun dan menghasilkan kelambanan gerak (bradikinesia). Tremor .3 Substansi nigra adalah suatu region kecil di otak (brain stem) yang terletak sedikit di atas medulla spinalis. Substansia nigra7 Gambar 2. Patofisiologi Secara umum dapat dikatakan bahwa Penyakit Parkinson terjadi karena penurunan kadar dopamine akibat kematian neuron di substansia nigra pars kompakta (SNc) sebesar 40-50% yang disertai dengan inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy Bodies) dengan penyebab multifactor. Dopamine diperlukan untuk komunikasi elektrokimia antara sel-sel neuron di otak terutama dalam mengatur pergerakan. sehingga produksi dopamine menurun. Pada PP sel-sel neuron di SNc mengalami degradasi. Trauma kepala. Gambar 1. serta kelancaran komunikasi. kelambanan bicara dan berpikir (bradifrenia). dan tumor di otak lebih berhubungan dengan sindrom Parkinson daripada PP. dan kekakuan (rigiditas).

Kriteria Hughes: possible- 1 dari 3 tanda cardinal. Hipofonia (bicara pelan) menyebabkan masalah komunikas.4 . definite. Akinesia/Bradikinesia (melambatnya gerakan) dapat membuat tindakan sederhana seperti berpakaian menjadi sulit dan lambat. kriteria koller. dan bradykinesia. lamanya menderita penyakit. Depresi sering terjadi dan sebaiknya diobati. Rigiditas.3. Kriteria koller : dijumpai 2 dari 3 tanda cardinal dan respon positif terhadap levodopa. air liur menetes. tremor jelas terlihat ketika menggambar lingkaran konsentrik. bradykinesia) atau 3 dari 4 tanda cardinal (termasuk instabilitas postural). Pada kasus didapatkan 3 tanda cardinal pada pasien. akan muncul kekakuan pada otot anggota gerak akibat peningkatan tonus otot dimana ketika digerakan secra pasif maka akan menunjukkan tahanan seperti fenomena roda bergigi. Kriteria klinis : dijumpai 2 dari 3 randa cardinal (tremor.1. Berkedip dua atau tiga kali/menit (berkedip normal 12- 20 kali/menit). Ketika penyakit berlanjut. sering kali diperburuk oleh obat-obat antikolinergik. tidak berkedip. penyakit lain maupun pemakaian obat. Mikrografia. maka diagnosis kerja adalah penyakit Parkinson idiopatik. dan akibat terapi medis. rigiditas. probable. kegelisan motoric ( sulit duduk atau berdiri). dan kriteria Hughes. ekspresi dingin.2 dari 4 tanda cardinal. Tiada riwayat trauma.3 tanda cardinal. Suara datar (monotone) bicara tanpa ekspresi. terjadi degenerasi progresif neuron dopaminergik dan nondopaminergik di area otak yang luas sehingga menyebabkan manifestasi klinis berupa komplikasi motorik dan nonmotorik.tulisan tangan yang kecil-kecil dan secara perlahan. Konstipasi sering ditemukan. rigiditas. mata yang melotot.4 Diagnosis Diagnosis penyakit Parkinson ditegakkan melalui beberapa kriteria seperti kriteria klinis. Kesulitan berjalan dan menyeimbangkan diri dirasakan lebih menggangu daripada tremor. Mengantuk (drowsiness) memburuk akibat hampir semua obat yang digunakan untuk mengobati penyakit parkinson keculai selegilin.biasanya dimulai pada satu sisi tubuh tersering pada tangan dan jari dan lebih buruk saat istirahat daripada saat melakukan aktivitas.3. kebanyakan antidepresan ditoleransi baik oleh pasien penyakit parkinson. Wajah seperti topeng. yaitu tremor.1 Komplikasi Komplikasi dapat terjadi akibat progresivitas. Sering terjadi pergerakan yang terbatas dan gangguan refleks postural yang kemudian menyebkan terjatuh. langkah kecil-kecil saat berjalan.

Komplikasi motorik berupa fluktuasi motorik dan diskinesia. dan onset terjadinya penyakit Parkinson. psikosis. penderita berespon dengan levodopa secara cepat tetapi pada dosis maksimal terjadi diskinesia dalam bentuk chorea dan distonia). penambahan agonis dopamin pada terapi levodopa. no-on (dosis levodopa tidak memberikan efek). Pada beberapa kasus. tremor) sampai imobilitas dan tremor berat. Terdapat variasi pada beratnya gejala motorik mulai dari yang ringan (kekakuan. dan gangguan sensoris. mengganti preparat levodopa dari controlled release menjadi immediate release akan mengurangi gejala diskinesia. dosis levodopa harian. Diskinesia terjadi ketika efek dan konsentrasi maksimal dari levodopa telah dicapai. perbaikan diet dengan mengurangi asupan protein dan terapi fisik berupa latihan teratur untuk . gangguan otonom.3 Fluktuasi motorik menunjukkan bahwa pasien memiliki berbagai variasi respons terhadap levodopa dan menunjukkan keadaan penurunan mobilitas.3 Diskinesia berhubungan dengan konsentrasi levodopa dalam darah. diduga akibat dari abnormalitas respons neuron terhadap stimulasi pulsatil reseptor dopaminergik. depresi. menyeret kaki. pengurangan bertahap dosis levodopa. Tata laksana Tujuan utama terapi PP adalah memulihkan disabilitas fungsional yang disandang penderita.4 Komplikasi non motorik dapat berdiri sendiri atau bersamaan dengan komplikasi motorik. Pola klinis fluktuasi motorik yaitu efek wearing off (menghilangnya efek antiparkinson levodopa menjelang akhir dosis. Faktor resiko utama timbulnya komplikasi motorik adalah derajat keparahan penyakit dan lamanya pemberian levodopa. on-off (respons terhadap levodopa bervariasi dalam cara yang tidak bisa diramalkan yang tidak ada hubungannya dengan waktu pemberian dosis.1. dan yo-yoing (fluktuasi dari imobilitas berat ke diskinesia secara tiba-tiba. Biasanya penatalaksanaan dilakukan secara komprehensif baik dengan obat. Komplikasi non motorik terdiri atas gangguan kognitif dan demensia. menyebabkan pasien masuk dalam kondisi diam atau tidak bisa memulai gerak). Komplikasi motorik muncul akibat progresi penyakit Parkinson dengan menghilangnya neuron dopaminergik dan perubahan reseptor dopaminergik pascasinaps ke arah respons levodopa yang tidak stabil. gangguan tidur. pasien bisa secara bergantian gerak-diam-gerak-diam atau on-off). delayed on (keterlambatan dalam memulai efek levodopa).

edema kaki. Efek samping obat ini adalah: halusinasi. yaitu:5 1. Terapi pencegahan. Agonis dopamine Obat ini dapat digunakan sebagai obat tunggal pengganti levadopa. Meningkatkan transmisi dopaminergic dengan jalan meningkatkan konsentrasi dopamine pada sinap (levodopa). 3. mual. carbidopa) obat ini merupakan obat utama hamper selalu digunakan untuk terapi penyakit Parkinson.6 1. dan konstipasi. pallidotomy). obat yang mengganti dopamine (levodopa. Di dalam tubuh developa akan diubah menjadi dopamine.8 . Obat ini sangat efektif untuk menghilangkan gejala karena lengsung mengganti Da yang produksinya sangat menurun akibat denegenari SNc. Memberikan terapi simtomatik terhadap gejala parkinsonism yang muncul 4. Manipulasi neurotransmitter non-dopaminergik dengan obat-obat antikolinergik dan obat- obat lain yang dapat memodulasi sistem non-dopaminergik. psikosis. menghambat re-uptake dopamine. 2. meningkatkan pelepasan dopamine.1 Adapun macam-macam terapi penyakit Parkinson yaitu : Pilihan terapi PP dapat dibagi menjadi beberapa.mempertahankan penderita agar tetap berjalan. stimulasi otak dalam. Biasanya dipakai sebagai kombinasi utama dengan levadopa-carbidopa agar dapat menurunkan dosis levodopa. Efek samping obat ini antara lain mual. memberikan agonis dopamine. muntah. 2. Memberikan obat-oba neuroprotektif untuk menghambat progresivitas PP dengan mencegah kematian sel-sel neuron 5. brain grafting (bertujuan untuk memperbaiki atau mengembalikan seperti semula proses patologis yang mendasari) 6. dengan menghilangkan faktor resiko atau penyebab PP Terapi medikamentosa Ada beberapa macam obat utama yang dipergunakan untuk penatalaksaan penyakit Parkinson. sehingga dapat menghindari terjadinya diskenesia. menghambat degradasi dopamine. Terapi pembedahan: ablasi (tallamotomy. hipotensi postural. muntah.

Latihan relaksasi bisa dilakukan dengan posisi ber-baring. Sebaiknya obat ini tidak diberikan pada penderita di atas umur 70 karena dapat menyebabkan penurunan dayat ingat dan retorensi urin pada laki-laki. Gerakan yang perlahan. Thalamotomi. gangguan jalan / postural. yang hasilnya cukup baik untuk menekan gejala : Akinesia / bradykinesia. serta dapat menghilangkan fluktuasi motorik dan diskinesia pada penderita Parkinson lanjut. 3.8 Latihan keseimbangan dan kontrol postural . atau kombinasi dengan levodopa atau agonis dopamin. tetapi bekerja di bagian lain otak. Efek samping utama adalah rasa kantuk. yang efektif untuk gejala : Tremor. setengah duduk. Obat ini dulu ditemukan sebagai obat antivirus yang selanjutnya diketahui dapat menghilangkan gejala Parkinson. gangguan bicara.1 Rehabilitasi/ Latihan fisioterapi Latihan Frenkle untuk berjalan dengan menapakan kaki pada tanda-tanda dilantai. Latihan relaksasi berguna untuk mengurangi rigiditas. Terapi Pembedahan Ada 2 jenis pembedahan yang bisa dilakukan : Pallidotomi . dan fatigue pada awal penyakit. Obat ini mampu mengkoreksi keseimbangan antara dopamine dan asetilkolin sehingga dapat mengurangi gejala tremor. Obat ini dapat dipakai tunggal. misalnya pentingnya meminum obat teratur dan menghindari jatuh. berirama. Menimbulkan rasa simpati dan empati dari anggota keluarganya sehingga dukungan fisik dan psikik mereka menjadi maksimal. dan berputar dengan lingkup gerak kecil lebih efektif dalam mengurangi rigiditas. Efek samping obat ini antara lain mulut kering dan pandangan kabur. Antikoligenerik Obat ini menghambat neurotransimiter otak yang disebut asetilkolin. 4.Obat ini menurunkan gejala tremor. diskinesia karena obat1 Terapi Non Farmakologi Edukasi Pasien serta keluarga diberikan pemahaman mengenai penyakitnya. tengkurap dan miring. bradikinesia. Amantadine berperan sebagai pengganti dopamin. rigiditas.

melatih cara memulai dan menghentikan gerakan. Latihan sensori-motor dapat membantu memperbaiki fungsi postural. Rata-rata harapan hidup pada pasien Parkinson pada umumnya lebih rendah dibandingkan yang tidak menderita penyakit Parkinson. maka penyakit ini akan menemani sepanjang hidup. memakai sepatu. Tidak ada cara yang tepat untuk memprediksikan lamanya penyakit ini pada masing-masing individu. Dapat juga melatih dengan ritme musik dimana penderita disuruh berjalan mengikuti irama musik. fleksibilitas dan penguatan otot. fleksibilitas. Progresifitas gejala pada penyakit Parkinson dapat berlangsung 20 tahun atau lebih. berputar 180-3600. 8 Pencegahan Riset yang masih terus dilakukan sudah mulai memberikan hasil bahwa dengan mengkonsumsi lebih banyak buah-buahandan sayuran. sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan sampai saat ini. Perpindahan berat badan dilatih dengan gerakan melangkah ke depan dan kebelakang. Dapat pula dilakukan dengan cara meningkatkan lingkup gerak dengan tahanan beban seperti menjangkau sesuatu. hilangnya ayunan tangan. duduk dan berdiri. Penyakit Parkinson sendiri tidak dianggap sebagai penyakit yang fatal. Latihan koordinasi dapat dilakukan dengan latihan tungkai pada posisi berbaring. Namun demikian pada beberapa orang dapat lebih singkat. makanan tinggi serat. tetapi berkembang sejalan dengan waktu. dan kekuatan otot sehingga bermanfaat dalam perbaikan aktivitas sehari-hari dan fungsi motorik.8 Latihan jalan Difokuskan untuk langkah-langkah kecil-kecil. Dengan pengendalian yang .7 Prognosis Obat-obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala Parkinson. makanan yang mengandung banayk omega 3 dan mengurangi asupan daging merah dan produk susu dapat mengurangi resiko menderita penyakit parkinson. ikan.8 Senam Parkinson Untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Membutuhkan gerakan yang terkoordinasi. Senam parkinson pada umumnya terdiri dari latihan aerobik. mengambil sesuatu dari lantai. Sekali terkena Parkinson.

148-150. lingkungan. kebanyakan pasien penyakit Parkinson dapat hidup produktif beberapa tahun setelah diagnosis. Ginsberg L. terapi bedah. Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem persarafan.146-152. 2011. 1st ed. Alwi I. Lecture notes neurologi.h. Jakarta: Penerbit Erlangga. Dewanto G. penurunan reflex postural (rigiditas). Pemeriksaan klinik neurologi dalam praktik. Setiyohadi B. pestisida. Juncos JL. alkahol.tepat. Suwono WJ. 6.851-8. Patofisiologi terjadi PP adalah berkurangnya neurotransmitter dopamine akibat kematian sel-sel neuron di SNc yang mengakibatkan gangguan motoric dan keseimbangan postural seperti tremor saat istirahat. Penatalaksanaan penderita PP ditujukkan untuk meminimalkan disabilitas fungsional dan menghambat progresifitas penyakit. dan diet tinggi protein. Terapi yang diberikan meliputi terapi medikamentosa. Edisi ke-5.p. 2007. yaitu merupakan pross degenerasi di substansia nigra pars compacta (SNc) disertai dengan inklusi sitoplamik eosinofiliklewy bodies. ras. USA: McGraw-Hill. Turana Y.h. dan terapi pencegahan dengan menghilankan. In: Hauser S et al. 2009. Simadibrata M. genetic. PP merupakan penyakit yang berhubungan dengan proses menua di otak. Etiologinya masih belum jelas tetapi beberapa faktor resiko telah diidentifikasi antara lain umur.h. panduan praktis diagnosis dan tatalaksana penyakit saraf. Edisi ke-8. Parkinson’s disease and other movement disorder. Jilid 1. merokok. Setiati S.100- 13. Harrison neurology in clinical medicine. 2012. . DeLong M.295-308. Jakarta: Penerbit Salemba Medika. Buku ajar ilmu penyakit dalam. semua faktor resiko.h. jika mungkin. Sudoyo AW. Jakarta: Interna Publishing. Daftar pustaka 1. 5. Juwono T. Tanujaya E. 2. 4. beberapa zat toksik seperti MPTP. Riyanto B. Jakarta: EGC. 3. 2006. keseimbangan gerak (bridikinesia). 2008.1- 16.h. Perlu dipahami bahwa perbedaan antara keduanya. Edisi 2. Jakarta: EGC. Kesimpulan Penyakit Parkinson (PP) merupakan bagian dari sindrom Parkinson primer.

Alwi I.h. Lumbantobing SM. Edisi ke-11. Neurologi klinik. Syam AF. 3834-44. Sudoyo AW. Edisi ke-6. Dalam: Setiati S. Jakarta: InternaPublishing. Rahayu RA. Setiyohadi B. kmjun .10-20. Jakarta: FKUI. Penyakit parkinson. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II. Simadibrata M. 7.h. 2008. 8. 87-96. 2014.