You are on page 1of 11

PROPOSAL PENELTIAN

ISOLASI SENYAWA RHEIN DARI AKAR KELEMBAK
(Rheum officinale)

DISUSUN OLEH :

1. Dea Pazira Rahayu (E1M015018)
2. I Gede Arya Suardana (E1M015032)
3. Ilwa Ainul Yakin (E1M015037)
4. Riska Dia Sapitri (E1M015059)

PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2017/2018

sehingga logis untuk menduga bahwa masih banyak obat-obatan berguna yang akan ditemukan dari dunia tumbuhan. misalnya senyawa alam hayati umumnya memiliki efek samping yang ringan atau hampir tidak ada dibandingkan dengan senyawa sintetik.000 jenis tumbuhan tinggi terdapat di muka bumi ini. Latar Belakang Kimia bahan alam sangat penting peranannya dalam rangka pemanfaatan zat-zat kimia yang tersedia di alam. Rhein termasuk ke dalam golongan Kuinon dan saat ini banyakdimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan berbagai macam penyakit seperti antiviral. Daun kelembak jenis Rheum undulatum mengandung beberapa antroglycoside. antitumor dan antioksidan. terutama senyawa-senyawa yang aktif secara farmakologi sangat penting ditinjau dari berbagai segi. BAB I PENDAHULUAN A.Salah satu senyawayang dihasilkan dari metabolisme sekunder adalah senyawa Rhein yang dapat ditemukan di akar kelembak. Mengingat lebih dari 250. suku Polygonaceae) adalah tumbuhan penghasil bahan obat dan wangi-wangian. maka kami akan melakukan praktikum yang berjudul “Isolasi Senyawa Rhein Dari Akar Kelembak (Rheum officinal)” dengan tujuan agar . Tanaman rempah kelembak juga mengandung bahan yang membahayakan yaitu anthrone. yang sangat beracun. Selain itu Rhein juga berfungsi sebagai senyawa awal untuk sintesis diacerein derivatif yang memiliki efek antiinflamasi dan berguna dalam pengobatan osteoarchritis. Kelembak termasuk tumbuhan metabolit sekunder dimana senyawa yang terdapat pada akar kelembak dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan. (Wijayakusuma. 2004) Kelembak atau klembak (Rheum officinale L. Rhein (1. Berdasarkan uraian diatas.Kandungan Kimia yang terdapat pada Akar dan daun kelembak mengandung flavonoida. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya. Disamping itu akarnya juga mengandung glikosida dan saponin.8 dihydroxyanthraquinone-3-carboxylic acid) merupakan suatu senyawa yang ditemukan dalam keadaan bebas sebagai glukosida. sedangkan daunnya juga mengandung polifenol. Dari sekian banyak tumbuhan yang digunakan sebagai obat-obatan yang masih belum terlalu dimanfaatkan dengan baik adalah kelembak (Yanti. Di dalam spesies Rheum (khususnya kelembak). 2005)..

. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1. Mengetahui cara mengisolasi senyawa rhein yang terkandung pada akar kelembak. mampu melakukan isolasi senyawa rhein dari akar kelembak (Rheum officinal ) yang dapat digunakan sebagai obat-obatan. Bagaimana cara mengisolasi senyawa rhein yang terkandung pada akar kelembak ? 2. Tujuan Tujuan dilakukan praktikum kali ini adalah : 1. Bagaimana cara mengidentifikasi senyawa Rhein berdasarkan metode kromatografi lapis tipis? C. B. Mengidentifikasi senyawa Rhein berdasarkan metode ekstrasi dan kromatografi. 2.

Proses ini yang disebut Fotorespirasi. rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. tapi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organik dari siklus Calvin. Produknya adalah . emodin. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara daun. fotorespirasi tidak menghasilkan ATP. Siklus calvin memasukkan setiap molekul CO2 dengan menautkannya pada gula berkarbon 5 yang dinamai ribose bifosfat (RuBP). fotorespirasi tidak menghasilkan makanan. Tanaman Kelembak (Rheum officinal ) Kelembak merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan di Indonesia. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Zat aktif yang ada dalam tanaman ini antara lain turunan antrakinon (termasuk glikosida). Yang membuat tambah parah. dan satu potong. amenorea (tidak haid). aloe. senyawa berkarbon 2 dikirim keluar dari kloroplas.A Kelembak Rheum officinale atau kelembak ini tergolong tanaman C. jaundice. rubisko ini dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2 . Gambar II. physcion (Depkes. chrysophanol. Tahapan siklus Calvin pada tanaman C3: Fase 1 :Fiksasi karbon. rhein. Tumbuhan tipe C3 memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon 2 menjadi CO2. 2010).enzim siklus Clvin yang menambahkan CO2 pada ribolusa bifosfat . Produknya terurai. Dan tidak seperti fotosintesis. Dengan indikasi untuk mengobati konstipasi. Enzim yang mengkatalis langkah ini adalah rubisko. fiksasi karbonnya terjadi melalui rubisko. produk fiksasi karbon organikn pertamanya ialah senyawa berkarbon 3 (3-fosfogliserat). Bagian yang digunakan dalam tanaman ini adalah akar dan rhizomanya. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin.emodin. Akan tetapi tidak seperti respirasi sel.

berambut. cuping menjari mendalam. Bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya. Ordo : Caryophyllales . Dalam suatu rangkaian reaksi yang rumity. Spesies : Rheum officinale L. 2001) . cuping bundar telur-lonjong atau melanset. sebagian membentuk susunan spiral di batang tegak. G3P ini berbentuk gula berkarbon 3. Genus : Rheum Gambar II. RuBP ini siap menerima CO2 kembali (Depkes. Suatau enzim mentransfer gugus fosfat dari ATP membentuk 1.B Akar Kelembak . coklat. kuning muda. Bunga biseksual. Divisi : Magnoliophyta . tegak. setiap molekul3-fosfogliserat menerima gugus fosfat baru. helaian daun bundar. Perbungaan malai. Hasilnya terdapat 18 karbon karbohidrat. rangkan karbon yang terdiri atas 5 molekul G3P disusun ulang oleh langkah terakhir siklus Calvin menjadi 3 molekul RuBP. rizoma dan akarnya tebal.fosfogliserat. Klasifikasi tanaman kelebak antra lain (Sastroamidjojo. daun tenda merah. Kelas : Magnoliopsida . 2001). B.5 m. Kingdom : Plantae (Tumbuhan) . Daun sebagian di roset yang radikal. hampir berdaging. kadang-kadang merah muda atau keputih-putihan. intermediet berkarbon 6 yang demikian tidak stabil hinggga terurai separuhnya untuk membentuk 2 molekul 3. Fase 2 :Reduksi. 1molekulnya keluar dan digunakan oleh tumbuhan dan 5 yang lain didaur ulang untuk meregenerasi 3 molekul RuBP Fase 3 :Regenerasi RuBP.3-bifosfogliserat menjadi G3P. bebas. lebih panjang dari pada mahkota bunga. Herba besar. Klasifikasi Kelembak (Rheum officinal ) Kelembak ( Rheum officinale ) adalah tanaman rempah yang banyak dimanfaatkan sebagai campuran pada obat tradisional / jamu tradisional. bertahunan dengan tinggi lebih dari 2. pangkal daun menjantung. 2010). Untuk menyelesaikan ini. . siklus ini menghabiskan 3 molekul ATP . bercabang. Famili : Polygonaceae .3- bifosfogliserat sebagai produknya. Selanjutnya sepasang electron disumbangkan oleh NADPH untuk mereduksi 1. bersayap 3 (Sastroamidjojo. Buah menyegitiga.

khusunya glikosida antrakinon seperti rhein (semosida A dan B).5-Dihydroxyanthraquinone-2-carboxylic acid 1. Sedangkan kandungannya yang lain adalah pektin.dan tannin yang berefek melawan astringen atau dapat disebut sebagai adstringent. jaundice. Mengobati sembelit (konstipasi) dan membantu mengatasi penggumpalan darah dan nanah serta Pengobatan hepatitis B (Depkes. akar kelembak menjadi komponen dalam rokok klembak menyan yg populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah di DIY dan jateng kelembak juga dijadikan campuran dlm pembuatan jamu. tonik. stomakik antimutagen. antiinflammatory. 1996. asam fenolat (Newall et al.8-Dihydroxy-3-carboxyanthraquinone9. Akarnya mengandung glikosida adstringent yang berkelakuan sebagai zat penyamak. antipiretik.10-dioxo-2-anthracenecarboxylicacid Rhubarb yellow Cassic acid Rumus kimia molekul : C15H8O6 . C. Chirikdjan et al. Khasiat obatnya adalah sbg laksatif penenang. astringent. Pada akarnya pula mengandung antrkuinon yang berefek purgative. anti-hipertensi. katekin dan prosianidin. Karena itu penggunaannya sebagai pencahar akan efektif sekitar 6 jam dan terkadang bisa menjadi tidak aktif dalam waktu 24 jam setelah pemakaian oral. Batangnya dapat mengobati malaria. antispamodik. 2010). Rheinosida bersifat sebagai pencahar (mengatasi konstipasi). Senyawa Rhein . sariawan dan batuk.tapi dalam jumlah kecil efek astringen juga dibutuhkan. Banyak digunakan untuk memudahkan air besar dan sebagai pencahar (Depkes. antitumor dan antioksidan.tapi jika terlalu banyak maka dapat menimbulkan efek laksatif (Depkes. antikolesterol.5- dihydroxy-9. 1983). Mengobati konstipasi. 1992. tanin yaitu gallotanin. amenorea. 2010). aloe-emodin. Khasiat Kelembak (Rheum officinal ) Tanaman ini mmiliki manfaat untuk: purgatif. Masing-masing manfaat terperinci tiap bagiannya adalah sebagai berikut.10-Dihydro-4. D. Kelembak mempunyai kandungan antranoid. Bradley. antiseptic. physcion. 2010). Juga mengandung asam oksalat.Identifikasi Nama : Rhein Sinonim : 4.

687g/cm3 .22 .8-dihydroxyanthraquinone-3-carboxylic acid) adalah suatu senyawa yang ditemukan dalam keadaan bebas sebagai glukosida di dalam spesies Rheum. Pengenalan Rhein pertama kali diisolasi dari rhubarb China pada 1895. dan dari Cassia fistula. Rhein saat ini menjadi topik pembahasaan yang menarik karena manfaatnya sebagai antiviral. . Struktur rhein Rhein (1. sebagian dalam bentuk bebas dan sebagian lagi dalam bentuk terikat sebagai glikosida. Penghasil rhen lainnya adalah akar tanaman Rumex andreaeanum dan Cassia alata dari Brazilia.1 g/100 mL at 17 ºC Density : 1. Rhein sudah diisolasi dari akar tanaman Rheum palmatum. 2010).Sifat Senyawa Titik leleh : 321-322 oC Kelarutan dalam air : <0. daun senna (Cassia angustifolia). Berat molekul : 284. antitumor dan antioksidan. daun Senna dan juga pada beberapa tanaman pada spesies Cassia. Selain itu Rhein juga berfungsi sebagai senyawa awal untuk sintesis diacerein derivatif yang memiliki efek antiinflamasi dan berguna dalam pengobatan osteoarchritis (Depkes. Senyawa ini terdapat dalam berbagai spesies Rheum. Rhein termasuk ke dalam golongan Kuinon. yang banyak terdapat dalam bentuk glikosidik tereduksi.

N-heksana i. Neraca analitik 2. Beaker gelas b. Toluene B. Methanol e. Bahan a. BAB III METODE PENELITIAN A. Alat dan bahan 1. Pelat silica h. Mortal dan stamper g. Metode penelitian 1. . Aquadest b. Akar kelembak h. KOH 5% g. Menghaluskan akar kelembak yang dipotong-potong menggunakan mortal hingga halus. Cawan petri d. Kertas saring f. Kertas saring whatman n. Silica gel f. Piknometer m. Pipet tetes l. Etil asetat d. Alat a. Gelas ukur e. Metode Ekstraksi a. Kromatografi cair Vacum i. Etanol 70% c. Refluks j. Cawan penguap c. Rotavator k.

b. e. Kolom d= 5cm p= 10cm . Hasil dari ekstrasi menggunakan refluks dibagi menjadi 2bagian dimanadigunakan untuk KLT dan sebagian lagi digunakan untuk penentuan bobot jenis. Membilas kolom dengan n-heksana . c. Menuangkan toulena dalam labu melalui alat pendingin. Lalu dipanaskan selama 15 menit.5: 10 . Sisa dari ekstraksi refluks dipekatkan menggunakan rotavator. Preparasi kolom . Mendiamkan hasil penyulingan pada suhu kamar lalu menghitung kadar air yang terdapat didalam hasil penyulingan. d.. N-heksana : etil asetat = 10 : 1 d. Memasukan akar kelembak yang telah ditimbang kedalam labu dasar bundar diikuti dengan penambahan etanol 70% sampai 2/3 labu + batu didih. Metode Kromatografi Kolom a. Ekstrak kental yang didapatkan dari hasil rotavator dimasukkan kedalam labu diikuti dengan penambahan 200 ml toluene b. 4. Menimbang 100 g akar kelembak yang sudah dihaluskan. d. Penetapan Kadar Air Ekstrak a. Bejana dijenuhkan e. Etil asetat: methanol : air = 100 :13. Menyiapkan larutan pengembang . Menempatkan plat dalam bejana yang telah dijenuhkan. c. 3. Menyiapkan plat silica gel 10 X 2 cm b. Metode Kromatografi Lapis Tipis a. Setelah mencapai batas atas lalu angkat plat lau semprot dengan penampang bercak lalu menghitung nilai Rf. Memasang kondensor lalu menyalakan heating mantle. g. Menyuling dengan kecepatan 2 tetes/detik lalu menaikkan nya menjadi 4 tetes/detik. 2. Memberikan tanda batas atas dan bawah pada plat silica c. Lalu merefluks 2 sampai 3 jam. f. Mentotolkan fraksi pada silica gel f.

(7:3). . Menampung setiap hasil di botol yang berbeda .5:10 5. (6:4). (9:1). Meelusi dengan n-heksana sampai tetesan konstan b. (8:2). Hasil KLT yang didapatkan fraksi yang mengandung senyawa rhein b. (2:8). Memasukkan sampel kedalam kolom lalu elusi dengan perbandingan eluen (n-heksana: etil asetat) (10:0). (1:9). Melapisi lagian dasar dengan kertas saring . Menggerus hingga homogeny estrak hasil rotavapor dengan silica gel dengan perbandingan (1:1). (5:5). Memasukkan silica gel dalam kolom hingga rata . (0:10) . Preparasi sampel . . Pengeringan Fraksi a. (4:6). Menuangkan fraksi dalam cawan penguap lalu dikeringkan diatas waterbath. (3:7). jika sudah kering dikerok dan diletakkan dalam botol vial . Melakukan KLT kembali yang menggunakan silika gel GF 254 sebagai fase diam dan fase geraknya adalah etil asetat:metanol:air dengan perbandingan 100:13.

Harfia Mudahar. 2011.pdf Fitriyanawati.dkkAnalisis Fitokimia Tanaman Obat Rhein Radix (akar kelembak). Yuliana.ac. DAFTAR PUSTAKA Depkes. 2011.ui. Putri. Hembing. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. Meika Josi. No 1 Vol 3: Hal 158. Astri Seni. Yanti.SilvianaPariski. 2010. Wijayakusuma. 2004. Atasi Kanker Dengan Tanaman Obat. Isolasi dan identifikasi senyawa xanton Dari ekstrak etil asetat kulit batang sulatri (Calophyllum soulattry Burn. Pemeriksaan Farmakognolisk Haksel dari Serbuk Kelembak (Rheum Officinale Baill).f. Nufus Desyana. . Aprilita Rina. Mutmainah.id/bebas/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-251. 2014.dkk. dan Ibnu Irawan. 2005. Identifikasi Sentawa Golongan Antrakuinon (Ekstrak Rheum Officinale). Identifikasi Senyawa Antrakuinon. 2017. Padjadjaran: Universitas Padjadjaran. Malang: Universitas Brawijaya Sholeha. M.) Jurnal Bahan Alam Indonesia. Isolasi Senyawa Rhein Dari Akar Kelembak (Rhein Radix) dan Isolasi Senyawa Minyak Atsiri Dari Daun Mint (Metha Folium). Isolasi Kuinon dari Akar Kelembak http://kambing. Jakarta: Puspa Swara.dkk. Banjarbaru: Universitas Lambung mengkurat.