You are on page 1of 8

KOROSI PADA PIPA

Pengertian Korosi
Korosi didefinisikan sebagai degredasi dari material yang diakibatkan
oleh reaksi kimia dengan material lainnya dan lingkungan. Akibat adanya
reaksi korosi, suatu material akan mengalami perubahan sifat kearah yang
lebih rendah atau dapat dikatakan kemampuan dari material tersebut akan
berkurang. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat
alamiah yang berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak
dapat dikendalikan atau lajunya diperlambat sehingga memperlambat proses
perusakannya. Dalam bidang metalurgi, peristiwa korosi dapat dipandang
sebagai suatu peristiwa atau reaksi senyawa kembali ke bentuk asalnya atau
bisa disebut sebagai kebalikan dari proses metalurgi ekstraksi.
Korosi merupakan faktor yang berpotensi besar menyebabkan kerusakan
pada pipa gas, terlebih pipa berada pada lingkungan yang korosif dan
membawa material yang korosif. Berikut faktor yang mempengaruhi
kemungkinan korosi terhadap pipa:
1. Korosi Internal
Korosi internal pipa dipengaruhi oleh material yang disalurkan
pipa yaitu berupa gas alam. Ada beberapa variable yang
mempengaruhi kekorosifan gas alam tersebut, diantaranya kandungan
CO2 dan juga kandungan H2S pada gas alam.
2. Korosi Eksternal
Korosi eksternal pipa dipengaruhi oleh material yang berada di
luar pipa gas.

1. Korosi pada Struktur atau komponen (gambar).
1) Uniform Corrosion (Korosi Seragam)
Adalah korosi yang terjadi pada permukaan logam. Mekanisme
Uniform Corrosion yaitu akibat reaksi kimia karena pH air yang rendah,
yaitu distribusi seragam dari reaktan katodik atas seluruh permukaan

1

sehingga makin lama logam makin menipis. karena korosi sumuran memiliki kecenderungan untuk terjadi dibawah permukaan sehingga mengakibatkan kerusakan yang lebih hebat dibandingkan dengan dipermukaan. Pada lingkungan asam (pH < 7). Untuk jangka pemakaian yang lebih panjang diberi logam berpaduan tembaga 0.4%. Yang dimana pada daerah batas timbul korosi yang berbentuk sumur. Pemeliharaan material yang tepat. Korosi jenis ini dapat dicegah dengan cara: 2 . Korosi jenis ini dapat dicegah dengan cara : a. terjadi reduksi oksigen. Kondisi ini menimbulkan pit yang kecil. b. logam yang terekspos. Mekanisme Pitting Corrosion yaitu karena suatu pengaruh fisik maupun metalurgis (adanya presipitasi karbida maupun inklusi) maka pada permukaan logam terdapat daerah yang terkorosi lebih cepat dibandingkan lainnya (komposisi logam tidak homogen). Kedua jenis ion ini secara bersama-sama mempercepat terjadinya pelarutan logam sehingga mempercepat terjadinya korosi. saat reduksi oksigen terjadi pada permukaan yang rata. pelarutan logam yang cepat terjadi dalam pit. 2) Pitting Corrosion (Korosi Sumur) Adalah korosi yang berbentuk lubang-lubang pada permukaan logam. Kemudian didalam pit terjadi proses hidrolisis (seperti pada Crevice Corrosion) yang menghasilkan ion H+ dan Cl–. terjadi reduksi ion hidrogen dan pada lingkungan basa (pH > 7) atau netral (pH = 7). Dan juga karena udara yang lembab.

c. sehingga membentuk cekungan. karena lapisan pelindung telah hilang. c. 3) Errosion Corrosion (Korosi Erosi) Adalah korosi yang diakibatkan oleh aliran fluida yang sangat deras dan dapat mengkikis film pelindung pada logam. 3 . laju korosi semakin meningkat. Pada tahap kedua gelembung udara tersebut mengikis dan merusak lapisan pelindung. Mekanisme Errosion Corrosion yaitu Pada tahap pertama terjadi serangan oleh gelembung udara yang menempel di permukaan lapisan pelindung logam. a. b. b. Pilih bahan yang homogen. Pada tahap ketiga. Diberikan inhibitor. karena adanya aliran turbulen yang melintas di atas permukaan logam tersebut. Diberi coating dari zat agresif. Logam yang berada di bawah lapisan pelindung mulai terkorosi. d. Korosi jenis ini dapat dicegah dengan cara: a. Hindari aliran fluida yang terlalu deras. Diberikan coating dari zat agresif. Pilihbahan yang homogen. Diberikan inhibitor.

yaitu : (1) Bahan rentan terhadap korosi. Pasang proteksi katodik. Ini banyak terjadi pada logam-logam yang banyak mendapat tekanan. Beri isolator yang cukup tebal hingga tidak ada aliran elektrolit. 5) Stress Corrosion Cracking Yaitu korosi yang berbentuk retak-retak yang tidak mudah dilihat. 4 . b. (2) adanya larutan elektrolit (lingkungan) dan (3) adanya tegangan. Hal ini disebabkan kombinasi dari tegangan tarik dan lingkungan yang korosif sehingga struktur logam melemah. Penambahan anti korosi inhibitor pada cairan. terbentuk dipermukaan logam dan berusaha merembet ke dalam.4) Galvanic Corrosion (Korosi Galvanik) Mekanisme Galvanic Corrosion yaitu Korosi yang terjadi karena hubungan antara dua logam yang disambung dan terdapat perbedaan potensial antara keduanya. sedangkan logam yang memiliki potensial lebih tinggi akan berlaku sebagai katoda dan tidak terkorosi. Mekanisme Stress Corrosion Cracking yaitu terjadi akibat adanya hubungan dari 3 faktor komponen. Kedua logam membentuk sel galvanik. c. Korosi ini dapat dicegah dengan cara : a. dan logam yang memiliki potensial lebih rendah akan menjadi anoda dan terkorosi.

yang membentuk konsentrasi sel elektrokimia (perbedaan selaerasi dalam kasus oksigen). Korosi ini dapat dicegah dengan cara: a. Korosi jenis ini dapat dicegah dengan cara: a. kandungan oksigen dan pH lebih tinggi tetapi klorida lebih rendah. b. Dibersihkan kotoran yang ada. Isolator. 5 . Di luar dari celah (katoda). Mekanisme Crevice Corrosion yaitu dimulai oleh perbedaan konsentrasi beberapa kandungan kimia. sekrup-sekrup atau kelingan yang terbentuk oleh kotoran-kotoran endapan. b. biasanya oksigen. Diberi inhibitor. Dikeringkan bagian yang basah. 6) Crevice Corrosion (Korosi Celah) Adalah korosi yang terjadi di sela-sela gasket. c. sambungan bertindih. Apabila ada logam yang mengalami stress maka logam harus direlaksasi.

sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut keelektrolit. Salah satu unsure pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi. Korosi ini dapat dicegah dengan cara: a. Mekanisme Korosi dan Reaksi Mekanisme korosi tidak terlepas dari reaksi elektrokimia. atau phosphorus sebagai inhibitor. Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. b. antimony. Penambahan arsenik. Mekanisme korosi melalui reaksi elektrokimia melibatkan reaksianodik di daerah anodik. 2. 7) Selective Leaching Corrosion Korosi ini berhubungan dengan melepasnya satu elemen dari campuran logam. Harga dari n bergantung dari sifat logam sebagai contoh besi : Fe  Fe2+ + 2e 6 . Pasang proteksi katodik. Reaksi anodik (oksidasi) diindikasikan melalui peningkatan valensi atau produk elektron- elektron. Perpindahan electron merupakan hasil reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Reaksi anodik yang terjadi pada proses korosi logam yaitu : M Mn+ + Ne Proses korosi dari logam M adalah proses oksidasi logam menjadi satu ion (n+) dalam pelepasan n elektron. Mekanisme Selective Leaching Corrosion yaitu terjadinya korosi Selective Leaching Corrosion diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur. Reaksi elektrokimia melibatkan perpindahan elektron-elektron.

Temperatur. Pelepasan gas hidrogen : 2H − + 2e H2 2. Memilih logam yang tepat untuk suatu lingkungan dengan kondisi- kondisinya. Reaksi katodik juga berlangsung di proses korosi. semakin tinggi kadar oksigen pada suatu tempat maka reaksi oksidasi akan mudah terjadi sehingga akan mempengaruhi laju reaksi korosi. 7 . Reaksi katodik terletak di daerah katoda. Reduksi ion hidrogen : O2 + 4H+ + 4e  2H2O O2 + 2H2O + 4e  4OH- Reaksi katodik dimana oksigen dari udara akan larut dalam larutan terbuka.+ 4e  H2O O2 + H2O4 4OH- 3. 3. Pengendapan logam : 3Na+ + 3e  3Na 5. 4. semakin tinggi temperature maka reaksi kimia akan semakin cepat maka korosi akan semakin cepat terjadi. Reduksi oksigen : O2 + 4H. pH. Reaksi korosi tersebut sebagai berikut : NaCl.H2O 2Fe + O2 Fe2O3 Hal – Hal Yang Mempengaruhi Terjadinya Korosi 1. 3. Kadar Oksigen. Reduksi ion logam : Fe3+ + e  Fe2+ 4. Kelembaban udara. Reaksi katodik diindikasikan melalui penurunan nilai valensi atau konsumsi elektron- elektron yang dihasilkan dari reaksi anodik. jika kecepatan aliran semakin cepat maka akan merusak lapisan film pada logam maka akan mempercepat korosi karena logam akan kehilangan lapisan. pada pH yang optimal maka korosi akan semakin cepat. 2. 2. Cara Untuk Mencegah Terjadinya Korosi 1. Kecepatan aliran. Beberapa jenis reaksi katodik yang terjadi selama proses korosi logam yaitu : 1. Memberi lapisan pelindung agar lapisan logam terlindung dari lingkungannya. 5.

Dari metoda-metoda pelapisan tersebut. Melapis logam dengan cat merupakan cara yang paling mudah dan murah. 6.com. 5. 6. Melakukan inspeksi rutin. Logam paduan juga ditujukkan untuk hal-hal lain seperti membuat logam yang kuat tapi ringan. Memperbaiki konstruksi agar tidak menyimpan air. Melapis permukaan logam dengan proses pelapisan atau Electroplating. Perlindungan secara elektrokimia dengan anoda korban atau arus tandingan.mobile/document/261340070/Korosi-Pada-Pipa-Gas 8 . Melapis permukaan logam dengan cat. Membuat system perlindungan dengan anoda korban. tetapi daya tahannya paling bagus. Sedangkan membuat logam paduan adalah cara yang paling rumit dan mahal. 3. 4. masing masing mempunyai keunggulan dan kekurangan.scribd. DAFTAR PUSTAKA https://www. lumpur dan zat korosiflainnya. Membuat lapisan yang tahan terhadap korosi seperti Anodizing Plant. tetapi paling cepat rusak daya tahannya. Membuat logam paduan yang tahan terhadap korosi. 4. Memperbaiki lingkungan supaya tidak korosif. Cara inpeksi 1. 5. atau logam yang keras tapi getas seperti baja dan sebagainya. 3. 2. Memasang proteksi katodik. 4.