You are on page 1of 13

MODUL PERKULIAHAN

Fisika Dasar

Mekanika Benda Tegar

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

10
Teknik Teknik Industri MK16002 Yaziardinata, MT.

Abstract Kompetensi
Benda-benda yang kita lihat pada Memahami konsep momen inersia,
umumnya merupakan suatu kesatuan Momen Gaya dan Hk. II Newton dalam
yang mempunyai bentuk sesuai dengan kaitannya dengan gerak melingkar
fungsinya. Gerak dari kedua jenis
sistem benda tersebut meliputi gerak
lurus dan melingkar.

Gerak lurus mempunyai arti bahwa benda bergerak dengan merubah posisi pusat massa benda tersebut. Δs r vT r Δ a c u a ‘13 2 Fisika Dasar I Yaziardinata. Sistem benda seperti itu kita namakan “benda titik” yang sifatnya “diskrit”.id n . Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. Apabila partikel- partikel tersebut mempunyai posisi yang tetap terhadap pusat massa benda secara keseluruhan. Posisi Sudut.Mekanika Benda Tegar Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa melihat dan berinteraksi dengan berbagai benda.mercubuana. maka kita sebut benda tersebut dengan “benda tegar” atau “benda kontinu”. Gerak dari kedua jenis sistem benda tersebut meliputi gerak lurus dan melingkar. tetapi gerak melingkar mempunyai arti bahwa benda bergerak hanya terhadap poros putarnya saja.akan mempunyai variable-variabel seperti. Benda-benda yang kita lihat pada umumnya merupakan suatu kesatuan yang mempunyai bentuk sesuai dengan fungsinya. MT. dan percepatan sudut. posisi sudut. kita terlebih dahulu mempelajari suatu sistem benda yang terdiri dari partikel-partikel dengan jumlah terbatas dan tidak bergabung menjadi suatu sistem yang kontinu. suatu benda pada awalnya merupakan suatu partikel tunggal yang kemudian bergabung dengan partikel-partikel lain yang sejenis yang jumlahnya sangat banyak sekali.ac. Apabila kita lihat secara mendalam. Untuk mempelajari benda tegar dengan segala fenomena nya. kelajuan sudut. Kinematika Gerak Melingkar Gerak Melingkar Beraturan (GMB) Sebuah benda yang bergerak melingkar-seperti halnya pada gerak lurus.

mercubuana.jari lintasan (m) Kecepatan Tangensial (vT) Kecepatan tangensial merupakan kecepatan yang arahnya selalu tegak lurus denga jari-jari lintasan gerak melingkar. aT = percepatan linear sesaat (m/s) r = jari-jari lintasan (m)  = percepatan sudut sesaat (rad/s) ‘13 Fisika Dasar I 3 Yaziardinata. vT = kecepatan linear sesaat (m/s) r = jari-jari lintasan (m) ω = kecepatan sudut sesaat (rad/s) Percepatan Tangensial (aT) Percepatan tangensial merupakan percepatan sesaat yang arahnya tegak lurus dengan percepatan sentripetal.ac.Posisi sudut merupakan sudut yang dibentuk akibat perpindahan suatu partikel dari titik acuannya menuju suatu titik pada lintasan melingkar. maka hubungan antara posisi sudut  dengan lintasan pada gerak melingkar s adalah Δs : lintasan yang ditempuh oleh benda(m) Δ : besar sudut yang dilalui benda /posisi sudut(rad) r : jari.id . Dari gambar di atas apabila lintasan yang ditempuh sejauh Δs dan sudut yang terbentuk adalah Δ. MT. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.

mercubuana. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. MT. maka ‘13 Fisika Dasar I 4 Yaziardinata.Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) Perpindahan Sudut dan Kecepatan Sudut t o Perpindahan sudut gerak melingkar merupakan selisih antara posisi sudut awal dan akhir Kecepatan sudut rata-rata Kecepatan sudut rata-rata merupakan perubahan posisi sudut per selang waktu yang ditentukan atau Apabila selang waktu Δt mendekati nol.ac.id .

id .Percepatan sudut rata-rata Percepatan sudut rata-rata terjadi apabila terdapat perubahan kelajuan sudut dalam gerak melingkar dengan maka.mercubuana. Pada benda yang bergerak sudah pasti akan memiliki energi kinetik dengan persamaan ‘13 Fisika Dasar I 5 Yaziardinata. Dari persamaan di atas kita dapatkan persamaan kecepatan sudut tiap detik sebagai berikut Dan persamaan posisi tiap waktu Percepatan sesaat gerak benda dapat diketahui dengan menjadikan selang waktu Δt menuju nol Momen Gaya Ketika benda berotasi. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. MT.ac. maka benda akan mempunyai momen inersia yang sebanding dengan massa dan jarak dari pusat lintasan.

ac. persamaan Ek menjadi fakor (mr2) merupakan momen inersia yang hanya dimiliki oleh benda yang berotasi. maka momen inersia total dituliskan sebagai berikut Sumbu Putar m3 R1 R3 m1 m2 R2 R4 m4 R5 sin α m5 R5 α ‘13 Fisika Dasar I 6 Yaziardinata.Pada benda yang bergerak rotasi.mercubuana. sehingga persamaan momen inersia dituliskan sebagai berikut Dengan demikian energi kinetik rotasi dituliskan sebagai berikut Momen inersia sistem partikel (sistem titik/diskrit) Jika ada suatu sistem yang terdiri dari partikel partakel yang diskrit dan sistem tersebut diputar terhadap sumbu putar yang ditentukan. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.id . MT.

maka persamaan momen inersia total sistem seperti yang tertulis di atas menjadi Oleh karena sistem terdiri dari partikel yang terdistribusi merata dan kontinu. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.jika sistem mempunyai partikel berjumlah i. dm r O Untuk menghitung momen inersia pada sistem benda di atas.id .ac. maka persamaan di atas menjadi ‘13 Fisika Dasar I 7 Yaziardinata. maka persamaan umum momen inersia total sistem adalah Momen Inersia sistem kontinu (benda tegar) Benda tegar seperti yang telah disebutkan di awal merupakan suatu sistem yang teratur dan mempunyai partikel-partikel yang tersusun rapi.mercubuana. MT.

ac. Momen inersi pada batang homogen dengan sumbu putar di ujung batang dl l Rapat massa batang ditentukan oleh Sehingga Dengan demikian momen inersia pada batang homogen yang mempunyai sumbu putar di ujung adalah Silinder berongga t R1 ‘13 Fisika Dasar I R2 8 Yaziardinata.mercubuana. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. MT.Dengan dm merupakan elemen terkecil dari sistem benda.id .

MT.mercubuana.Maka Dengan cara yang sama. kita dapatkan momen inersia pada benda-benda tegar lainnya seperti pada tabel di bawah ini ‘13 Fisika Dasar I Pusat Bahan Ajar dan eLearning 9 Yaziardinata.ac.Keraptan massa pada silinder berongga Dimana elemen massa nya Oleh karena .id . http://www.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. II Newton Pada gerak rotasi persamaan di atas menjadi Dengan mengalikan kedua ruas dengan variabel r.Momen Gaya (Torque) Dalam gerak lurus kita mengenal penyebab benda bergerak lurus atau mengalami percepatan yaitu suatu gaya yang dinyatakan dalam persamaan Hk. Dengan demikia persamaan di atas menjadi Secara fisis momen gaya merupakan sesuatu yang dapat menyebabkan benda berotasi. MT. seperti diilustrasikan oleh gambar di bawah ini θ θ r ‘13 Fisika Dasar I 10 Yaziardinata. maka kita dapatkan Dimana faktor r F merupakan momen gaya ( ) dan mr2 adalah momen inersia benda yang bergerak rotasi dan  merupakan percepatan sudut yang disebabkan oleh adanya momen gaya .ac.mercubuana.id .

MT. Tentukan torsi yang menyebabkan perlambatan silinder pejal tersebut Solusi Diketahui dalam soal ‘13 Fisika Dasar I 11 Yaziardinata. dalam selang waktu 10 sekon silinder pejal tersebut mendapatkan perlambatan sehingga kelajuannya berkurang menjadi 20 rad/s. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. tentukan percepatan sudut gerinda tersebut Solusi Diketahui dalam soal m = 20 Kg  = 40 Nm  =??? 2. Suatu silinder pejal dengan momen inersia sebesar 40 Kg m2 mempunyai kelajuan sudut sebesar 40 rad/s.ac.mercubuana. Sebua gerinda yang mempunyai massa 20 Kg berotasi dengan Torsi sebesar 40 Nm. Poros Dari ilustrasi di atas kita dapatkan bahwa momen gaya mempunyai persamaan Have Fun 1.id .

id . Kembali ke konsep Momentum – Impuls.mercubuana. ω1 = 40 rad/s ω2 = 20 rad/s Δt = 10 sekon I = 40 kg m2  = ??? Hukum-hukum Newton pada gerak lurus berlaku juga pada gerak rotasi. Tentukan kelajuan sudut nya setelah selang waktu tersebut di atas? ‘13 Fisika Dasar I 12 Yaziardinata. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. Impuls mempunyai pengertian perubahan momentum per selang waktu tertentu Pada gerak rotasi berlaku Dari persamaan di atas Home Fun Sebuah tali dililitkan pada silinder pejal dengan massa 5 kg dan jari-jari 0. mula-mula silinder diam kemudian ditarik dengan gaya 20 N dalam waktu 2 sekon.2 m.ac. MT.

W.mercubuana. Frederick J. J. dan Resnick. Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.Daftar Pustaka Bueche. (2004). & Jewett. California: Thomson Brook/Cole. 1969. Halliday.id . Jilid I. R. Physic for Scientists and Engineers.).. Francis. A.ac. D. et al. 6th Edition. MT. College Physics (7th ed. New York: McGraw-Hill. R. Massachusets: Addison Wesley Publishing. ‘13 Fisika Dasar I 13 Yaziardinata. Sears. Fisika. Serway. (1991). Introduction to Physics for Scientists and Engineers. Mark Zemansky. Jakarta: Erlangga. 1995.