You are on page 1of 34

Asuhan Keperawatan Anak Demam Berdarah

Dosen
Hj. Djubaedah, S.Pd., MM.
Disusun Oleh
Bella Dwi Utari (AKX.16.028)
Nisrina Nur Naufal (AKX.16.082)
Petrus Sungkawanta Musu Wilik Samara (AKX.16.091)
Selly Rizka Dewi (AKX.16.119)

D III Keperawatan Konsentrasi Anestesi
STIkes Bhakti Kencana Bandung

Jln. Soekarno Hatta No.754

Cibiru Bandung

2016/2017

i

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Kami panjatkan puja syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kita, sehingga kita dapat menyelesaikan makalah
tentang “Asuhan Keperawatan Anak Demam Berdarah”.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca. Sehingga menambah wawasan para pembaca.

Bandung, 8 Oktober 2017

Kelompok 5

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR .................................................................................. ..i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah ......................................................... ..1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................. ..2
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................... ..3

BAB II : PEMBAHASAN
2.1....................................................................4
2.2....................................................................5
2.3...................................9
2.4...................10
2.5..11

BAB III: PENUTUP
3.1 Kesimpulan..............................................................................14
3.2 Saran........................................................................................14

Daftar Pustaka................................................................................................1

iii

Untuk menanggapi resolusi WHA dalam pencegahan dan pengendalian dengue. Resolusi tersebut juga meminta: (1) strategi yang dikembangkan untuk mengatasi penyebaran dan peningkatan insiden dengue harus dapat dilakukan oleh negara terkait. menyatakan bahwa”kemunculan kembali penyakit infeksisus merupakan suatu peringatan bahwa kemajuan yang telah diraih sampai sejauh ini terhadap keamanan dunia dalam hal kesehatan dan kemakmuran sia-sia belaka”. dan (7) mobilisasi sumber daya eksternal untuk pencegahan penyakit harus menjadi prioritas. DSS baik di tingkat lokal maupun nasional harus menjadi salah satu prioritas dari Negara Anggota WHO tempat endemiknya penyakit. (3) mengencarkan promosi kesehatan. DHF. The World Health Report 1996. Selama dua dekade terakhir. frekuensi kasus dan epidemi penyakit demam dengue (dengue fever. demam berdarah (dengue hemorragic fever. termasuk HIV/AIDS) dan penyakit yang disebarkan melalui makanan yang mempengaruhi sejumlah besar penduduk dunia baik di negara miskin maupun kaya. BAB I PENDAHULUAN 1. DHF). (6) pemberian panduadalam hal pengendalian vektor. Laporan tersebut lebih jauh menyebutkan bahwa” penyakit infeksius tersebut berkisar dari penyakit yang terjadi di daerah tropis (seperti malaria dan DHF yang sering terjadi di negara berkembang) hingga penyakit yang ditemukan di seluruh dunia (seperti hepatitis dan penyakit menular seksual [PMS]. dan sindrom syok dengue (dengue syok syndrom. strategi global untuk operasionalitas kegiatan pengendalian vektor 1 . (2) peningkatan penyuluhan kesehatan masyarakat. (4) memperkuat riset. DSS) menunjukkan peningkatan yang dramatis di seluruh dunia. (5) memperluas surveilens dengue. pertemuan kesehatan dunia yang ke-46 mengajukan suatu resolusi tentang pengendalian dan pencegahan dengue yang menekankan bahwa pengokohan pencegahan dan pengendalian DF.1 Latar Belakang Dengan yang disebarkan virus disebarkan oleh nyamuk Aedes (Stegomyia). DF). Pada Mei 1993.

Mengetahui klasifikasi dan manifestasi klinis penyakit demam berdarah.2 Rumusan Masalah 1. dll. Bagaimana patofisiologis dan askep penyakit demam berdarah terhadap anak ? 1. Mengetahi etiologi penyakit demam berdarah. Bagaimana klasifikasi dan manifestasi klinis penyakit demam bedarah terhadap anak? 4. Apa etiologi penyakit demam berdarah ? 3. setiap negara endemik harus memasukkan penyakit DHF menjadi salah satu jenis penyakit yang harus dilaporkan. 3. Salah satu penopang utama dalam strategi global adalah peningkatan surveilans yang aktif dan didasarkan pada pemeriksaaan laboratorium yang akurat terhadap DF/DHF dan vektornya. 4. Mengetahui pengertian penyakit demam berdarah. 2. Agar berjalan lancar. tindakan pengendalian nyamuk yang selektif terpadu dengan partisipasi masyarakat dan kerja sama antarsektor. persiapan kedaruratan. dikembangkan berdasarkan komponen utama seperti. 2 . Apa pengertian penyakit demam berdarah ? 2.3 Tujuan 1. Mengetahui patofisiologis dan askep penyakit demam berdarah. 1.

 Menggigit pada waktu siang hari. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2005).1 Pengertian a) Demam berdarah merupakan manifestasi klinis yang berat dari penyakit arbovirus. aziz.  Biasanya menggigit pada siang hari. 3 . III. dan IV yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepti dan Aedes albopictus.  Jarak terbang 50 meter.  Adalah nyamuk yang hidup di daerah tropis. berbintik bintik putih. (prinsip keperawatan 269. II. Biasanya di sekitar rumah atau pohon-pohon. b) Aedes Albopictus  Tempat habitatnya di tempat air bersih. yaitu: a) Aedes Aegypti  Paling sering ditemukan. terutama pada pagi dan sore hari. terutama hidup dan berkembang biak di dalam rumah.  Nyamuk ini sepintas lalu tampak berlurik. pandan kaleng bekas. (Soedarmo Sumarno.2 Etiologi Penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue adalah virus Dengue. c) Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue I.267). (hidayat . 2006 ) 2. seperti pohon pisang. yaitu di tempat penampungan air jernih atau tempat penampungan air di sekitar rumah. b) Dengue ialah infeksi arbovirus (arthropod-borne virus) akut ditularkan oleh nyamuk spesies Aedes. Di Indonesia dikenal dua jenis nyamuk.

nadi cepat dan lemah. hematemesis. limpa. melena. Derajat II: Derajat I disertai perdarahan spontan dikulit atau perdarahan lain c. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit : petechie. 4 . tekanan darah menurun. Pembesaran hati. Derajat III: Kegagalan sirkulasi : nadi cepat dan lemah. hematoma. Epistaksis. dan uluh hati. d. b. nyeri otot. 2. dan kelenjar getah bening. hemokonsentrasi dan hipoproteinemia serta efusi dan renjatan (Syok). h. e. diare. g. Derajat I: Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan. b. f.5 Patofisiologi Hal pertama yang terjadi setelah virus masuk kedalam tubuh penderita adalah viremia yang mengakibatkan penderita mengalami demam. Mual. tulang sendi. ekimosis. pembesaran hati (hepatomegali) dan pembesaran limpa (splenomegali). ruam atau bintik-bintik merah pada kulit). Nyeri otot. Sakit kepala. Derajat IV: Renjatan berat. abdomen. c. 2.3 Klasifikasi a. sakit kepala. hipotensi. denyut nadi. tidak ada napsu makan. Peningkatan dinding kapiler mengakibatkan berkurangnya volume plasma. Tanda dan renjatan (sianosis. dan hemokosentrasi. Pembengkakan sekitar mata. i. kulit lembab dan dingin.2. hematuria.4 Manifestasi klinis a. hiperemi tenggorokan dan hal lain yang mungkin terjadi seperti pembesaran kelenjar getah bening. gelisah. kulit dingin lembab. muntah. konstipasi. gelisah. uji turniket positif. pegal-pegal diseluruh tubuh. Demam tinggi selam 5-7 hari. d. trombositopenia. terjadi hipotensi. dan tekanan darah tidak dapat diukur. mual.

Hemokontrasi (peningkatan hematokrit 32%) menunjukkan atau menggambarkan adanya kebocoran (perembesan) plasma (plasma leakage) sehingga nilai hematokrit menjadi penting untuk patokan pemberian cairan intravena. Oleh karena itu ada penderita Demam Berdarah Dengue (DHF) sangat dianjurkan untuk memantau hematokrit darah berkala untuk mengetahui berapa persen hemokonsentrasi yang terjadi. metabolik asidosis dan kematian apabila tidak segera diatasi dengan baik. Jika renjatan atau hipovolemik berlangsung lama akan timbul anoksia jaringan. penderita akan mengalami kekurangan cairan yang dapat mengakibatkan kondisi yang buruk bahkan bisa mengalami renjatan. Infeksi virus Dengue Kompleks Virus-Antibody Depresi sum-sum tulang ↓ ↓ Aktivasi komplemen Perdarahan : trombositopenia ↓ Anti histamin dilepaskan ↓ Permeabilitas membran meningkat ↓ Kebocoran plasma ↓ Hipovolemia 5 . Sebaliknya jika tidak mendapat cairan yang cukup. Setelah pemberian cairan intravena. peningkatan jumlah trombosit menunjukkan kebocoran plasma telah teratasi sehingga pemberian cairan intravena harus dikurangi kecepatan dan jumlahnya untuk mencegah terjadinya edema paru dan gagal jantung.

Periksa Hb. hipertensi ↓ Asidosis metabolik 2. 7. Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat. Minum banyak (2 – 2. pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita DHF. Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder. 6. Diet makan lunak. tensi. Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari golongan asetaminopen. Ht dan trombosit setiap hari. 8. pernafasan) jika kondisi pasien memburuk. ↓ Renjatan hipovolemia. observasi ketat tiap jam. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu. 2.6 Komplikasi  Perdarahan luas  Syok (rejatan)  Pleural Effusion  Penurunan kesadaran 2. 9. 4. teh manis. 5.5 liter/24 jam) dapat berupa : susu. sirup dan beri penderita sedikit oralit. 3. 6 .7 Penatalaksanaan Penatalaksanaan penderita dengan DHF adalah sebagai berikut : 1. Tirah baring atau istirahat baring. nadi. NaCl Faali) merupakan cairan yang paling sering digunakan. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut.

 Keluhan Utama Panas / demam.  Riwayat Kesehatan Keluarga Daerah atau tempat yang sering dijadikan tempat nyamuk ini adalah lingkungan yang kurang pencahayaan dan sinar matahari. Demam disertai lemah.  Riwayat Penyakit Dahulu Ada kemungkinan anak yang telah terjangkau penyakit DHF bisa berulang DHF lagi.  ADL 7 . vas and ban bekas.8 ASUHAN KEPERAWATAN 1. ujung-ujung jari.  Riwayat Penyakit Sekarang Demam mendadak selama 2-7 hari dan kemudian demam turun dengan tanda-tanda lemah. PENGKAJIAN  Biodata / Identitas DHF dapat menyerang dewasa atau anak-anak terutama anak berumur < 15 tahun. Endemik didaerah Asia tropik.2. konstipasi atau diare. nafsu makan berkurang. muntah. kepala dan perut. nyeri pada anggota badan. sendi. punggung.  Riwayat Tumbuh Kembang Anak Sesuai dengan tumbuh kembang klien. banyak genangan air.  Riwayat Penyakit Keluarga Penyakit DHF bisa dibawa oleh nyamuk jadi jika dalam satu keluarga ada yang menderita penyakit ini kemungkinan tertular itu besar. telinga dan hidung teraba dingin dan lembab. nyeri ulu hati. Tetapi penyakit ini tidak ada hubungannya dengan penyakit yang pernah diderita dahulu.

c.D. g. Personal hygiene : Pegal-pegal pada seluruh tubuh saat panas dapat meningkatkan ketergantungan kebutuhan perawatan diri. d. Abdomen : Pada palpasi teraba pembesaran hati dan limfe pada keadaan dehidrasi turgor kulit menurun.nadi cepat dan lemah. ekimosit.  Pemeriksaan a. menurunnya aktifitas bermain. e. b. 8 . menggigit hipotensi. nafas cepat dan sering berat. sakit kepala dan nyeri. a. e. Aktifitas : Lebih banyak berdiam di rumah selama musim hujan dapat terjadi nyeri otot dan sendi. 3) Leukopenia (mungkin normal atau leukositosis). Kulit : Tampak bintik merah (petekil). 2) Trombositopenia (≤100. hematom. c. pegal-pegal pada seluruh tubuh. b. lidah kotor (kadang). melena. Istirahat tidur : Dapat terganggu karena panas.000/ml). 4) Ig. Kepala : Mukosa mulut kering. Dada : nyeri tekan epigastrik. Ekstrimitas atas dan bawah : Ekstrimitas dingin.dengue positif.1 0C). muntah. Eliminasi alvi : Dapat terjadi diare/ konstipasi.4 – 41. Nutrisi : Dapat menjadi mual. f. Keadaan umum : Suhu tubuh tinggi (39. d. sianosis.  Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan darah pasien DHF akan di jumpai: 1) Hb dan PCV meningkat (≥20%). perdarahan gusi. anoreksia. Anus dan genetalia : Dapat terganggu karena diare/ konstipasi.

3. 6) Urium dan PH darah mungkin meningkat. Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) berhubungan dengan proses infeksi virus. Tujuan. b. muntah dan demam. Kriteria hasil : Rencana tindakan dan Rasional Rencana Tindakan 1) Dx I Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) berhubungan dengan proses infeksi virus. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan keletihan. Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan. 9 . PERENCANAAN a. f. perdarahan. hipokloremia. 5) Hasil pemeriksaan kimia darah menunjukan: hipoprotinemia. muntah. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler. 7) Asidosis metabolik: pCO <35-40 mmHg HCO rendah. 8) SGOT/SGPT memungkinkan meningkat. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual. anoreksia. b. 2. dan hiponatremia. malaise sekunder akibat DHF. DIAGNOSA KEPERAWATAN a. Prioritas Diagnosa Keperawatan Berdasarkan kegawatan masalah. Kecemasan ringan berhubungan dengan kondisi pasien yang memburuk dan perdarahan yang dialammi pasien. d. c. e.

Tujuan : Anak menunjukkan tanda-tanda terpenuhinya kebutuhan cairan. tensi. pernafasan tiap 3 jam atau lebih sering). o Berikan antipiretik sesuai program tim medis Rasional : Menurunkan panas pada pusat hipotalamus. Kriteria hasil :  Suhu tubuh 36-37 0C  Pasien bebas dari demam. . o Berikan kompres dingin Rasional : Menurunkan panas lewat konduksi. Rasional : Perubahan temperatur dapat terjadi pada proses infeksi akut. Rasional : Peningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan tubuh meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan yang banyak. Rencana tindakan : o Monitor temperatur tubuh. Rasional : Tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien. Kriteria hasil : 10 . Tujuan: Anak menunjukkan suhu tubuh dalam batas normal. . muntah. dan demam. o Observasi tanda-tanda vital (suhu. . perdarahan. . . 2) Dx II Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler. nadi. o Anjurkan pasien untuk minum banyak 1 ½ -2 liter dalam 24 jam.

9%. Dextran L 40.  Turgor kulit kembali dalam 1 detik. o Monitor tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit turun. o Berikan hidrasi peroral secara adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh. Rasional : Pemberian cairan ini sangat penting bagi pasien yang mengalami defisit volume cairan 11 . o Observasi tanda-tanda syok (nadi lemah dan cepat. glukosa 5% dalam half strenght NaCl 0. .  Ubun-ubun datar.  Produksi urine 1 cc/ kg/ BB/ jam.  Tidak terjadi syok hipovolemik. tensi) dalam batas normal. Rasional : Asupan cairan sangat diperhatikan untuk menambah volume cairan tubuh. ubun-ubun cekung produksi urin turun). Rasional : Mengetahui tanda syok sedini mungkin sehingga dapat segera dilakukan tindakan. gelisah). tensi menurun akral dingin. Rasional : Mengetahui derajat dehidrasi (turgor kulit turun.  TTV (nadi. o Kolaborasi pemberian cairan intravena RL. kesadaran menurun. Rencana tindakan : o Kaji keadaan umum pasien Rasional : Menetapkan data dasar untuk mengetahui dengan cepat penyimpangan dari keadaan normalnya. ubun-ubun cekung produksi urin turun).

3) Dx III Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual. muntah dan anoreksia. Rasional : Memonitor kurangnya BB dan efektifitas intervensi nutrisi yang diberikan. Rasional : Meningkatkan selera makan sehingga meningkatkan intake makanan. .  Porsi makansesuai kebutuhan.  Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering. Rasional : Makan dalam porsi besar/ banyak lebih sulit dikonsumsi saat pasien anoreksia.  BB dipertahankan sesuai usia. Rasional : Mengurangi rasa tidak nyaman dan meningkatkan selera makan. 12 . Rencana tindakan :  Monitor intake makanan Rasional : Memonitor intake kalori dan insufisiensi kualitas konsumsi makanan.  BB meningkat sesuai usia.  Timbang BB setiap hari. dengan keadaan umum yang buruk karena cairan ini langsung masuk ke pembuluh darah.  Sajikan makanan yang menarik. merangsang selera dan dalam suasana yang menyenangkan. Tujuan.  Memberikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. kriteria hasil :  Adanya minat/ selera makan. .

Rasional : Suhu dingin. Tujuan : Anak menunjukkan tanda-tanda perfusi jaringan perifer yang adekuat. 13 . tidak ada pembengkakan. warna pucat pada ekstrimitas menunjukkan sirkulasi darah kurang adekuat. . warna merah muda. tidak lembab. kaki. Rasional : Tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui penurunan perfusi ke jaringan.  Konsul ke ahli gizi. nyeri. .  Kaji dan catat sirkulasi pada ekstrimitas (suhu kelembaban. dan warna). Kriteria hasil :  Suhu ekstrimitas hangat.  CRT kembali dalam 1 detik.  Ekstrimitas tidak nyeri. capilary reffil). Rencana tindakan :  Kaji dan catat tanda-tanda vital (kualitas dan frekuensi nadi. . Rasional : Memberikan bantuan untuk menetapkan diet dan merencanakan pertemuan secara individual bila diperlukan. pembengkakan. 4) Dx IV Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan.  Nilai kemungkinan kematian jaringan pada ekstrimitas seperti dingin. tensi.

alihkan perhatian pasien dari rasa nyeri dengan mainan. . Rencana tindakan :  Kaji tingkat nyeri yang dialami pasien dengan memberi rentang nyeri (0-10).  Berikan suasana gembira bagi pasien.  Kaji faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi pasien terhadap nyeri. Rasional : Mengetahui nyeri yang dialami pasien sehingga perawat dapat menentukan cara mengatasinya. 14 . . Rasional : Mengetahui tanda kematian jaringan ekstrimitas lebih awal dapat berguna untuk mencegah kematian jaringan. membaca buku cerita. Tujuan : Rasa nyaman pasien terpenuhi dengan kriteria nyeri berkurang atau hilang. 5) Dx V Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan keletihan malaise sekunder akibat DHF. Rasional : Posisi yang nyaman dan situasi yang tenang dapat membuat perasaan yang nyaman pada pasien. Rasional : Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut maka perawat dapat melakukan intervensi yang sesuai dengan masalah klien.  Berikan posisi yang nyaman dan ciptakan suasana ruangan yang tenang.

. 15 . Kecemasan berkurang dengan kriteria :  Klien tampak lebih tenang. Rasional : Menjalin hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien/ keluarga. Rasional : Membantu menenangkan perasaan pasien. Rasional : Menetapkan tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien. Rasional : Agar segala sesuatu yang disampaikan pada pasien memberikan hasil yang efektif. 6) Dx VI Kecemasan ringan berhubungan dengan kondisi pasien yang memburuk dan perdarahan yang dialami pasien. Rasional : Obat analgesik dapat menekankan rasa nyeri. Tujuan : .  Jaga hubungan saling percaya dari pasien dan keluarga. Rasional : Dengan melakukan aktifitas lain pasien dapat sedikit mengalihkan perhatiannya terhadap nyeri. Rencana tindakan :  Kaji rasa cemas yang dialam oleh pasien.  Klien mau berkomunikasi dengan perawat. .  Kolaborasi pemberian obat-obatan analgesik.  Gunakan komunikasi terapeutik.  Beri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan rasa cemasnya.

 Jawab pertanyaan daripasien/ keluarga dengan jujur dan benar. Rasional : Jawaban jujur dan benar akan menumbuhkan kepercayaan pasien pada perawat. PELAKSANAAN Prinsip-prinsip pelaksanaan rencana askep pada anak dengan DBD/ DHF. e) Mempertahankan rasa nyaman pasien. 4. a) Mempertahankan pemenuhan kebutuhan cairan. b) Mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal. b) Membandingkan tujuan yang telah ditetapkan. c) Mempertahankan kebutuhan nutrisi. 16 . d) Mempertahankan perfusi jaringan perifer agar tetap adekuat. f) Mengurangi kecemasan klien. EVALUASI a) Mengukur pencapaian tujuan. 5.

2. Diagnosa : Demam Berdarah Duege II. mimisan (+) b. Pemeriksaan fisik a. Riwayat masa lalu : 1. Tindakan operasi : tidak ada 4. Agama : Islam d. Alamat : Mukarti Mulya e. Riwayat kesehatan a. Usia : 11 Tahun c. Inisial Klien : An. A b. Keluhan utama : demam(+). Identitas klien a. Pernah di rawat : pernah di rawat di rumah sakit 3.Bed : Kamar III Infeksi f. Kesan umum : KU lemah b. No. No. Penyakit masa lalu : pasien satu tahun yang lalu pernah dirawat di rumah sakit karna demam berdarah 2. Reg : 327585 g.10 Contoh Asuhan Keperawatan Anak dengan Demam Berdarah ASUHAN KEPERAWATAN Pada An. muntah (+). jam 10:00 I. Kepala : simetris . rambut hitam c. Hidung : bentuk simetris 17 . A dengan Demam Berdarah Duege Di Instalasi Rawat Anak RSUD Kayu Agung Pengakajian tanggal 19 maret 2014 . Alergi : alergi pada makanan seperti sea food III.

Penis : normal 2. Riwayat sosial : 1. Muluit : bersih e. Hubugan dengan teman sebaya : ibu pasien mengatakan anaknya cepat akrab d. Riwayat sekarang : keluarga klien mengatakan sejak beberapa hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit . Kebutuhan dasar a. Nutrisi : sebelum sakit : pola makan 3 kali sehari Saat di kaji : hanya makan sedikit dan nafsu makan Berkurag dan mual . dub h. mimisan (+) b. muntah b. TTV : TD : 90/60 MMHg. Dada : bentuk simetris g. Hubungan dengan keluarga : keluarga kandung 2. T: 38. dan muntah (+) klien telah diberi parestamol. pada saat pengkajian suhu tubuh klien masih 38. Anus : normal i. tanggal 18 maret kelurga membawa anaknya ke RSUD kayu agung dan dokter menganjurkan rawat inap. Leher : tidaka ada pembesaran tiroid f. Eliminasi : sebelum sakit : BAB : 1-2 kali sehari BAK : 4-5 kali sehari 18 .8 o. Riwayat kesehatan saat ini a. panas turun tatapi setelah itu naik lagi . mimisan(+). P: 20×/m. Genetelia& anus: normal 1. RR: 88×/m IV. Jantung : lub.8o C c. Keluhan utama : demam(+). Kesadaran : composmentis j.d. muntah (+). pasien mengeluh panas.

Ds : ibu klien mengatakan Virus duege HIPERTERMI badan anak nya panas 19 . Keadaan saat ini a. Hasil laboraturium Tanggal Jenis pemeriksaaan Hasil Normal 19 maret 2014 HB 11.000 mmg g.000-400.000 mm3 150.2 g/dl L : 14-18 g/dl Hematosit 30 % 40-50% Golongan darah A Trambosit 359. A diagnosa medis : Demam berdarah Jenis kelamin : laki-laki no. Tanggal masuk RS : 18 maret 2014 d.kamar medis : 327585 No kamar bed : kamar III infeksi hari/tanggal : 19 maret 2014 No Data senjang Etiologi Masalah Paraf perawat keperawatan 1. Status cairan : Terpasang IVFD RL gtt 25×/ menit f. Diagnosa medis : DBD ( demam berdarah duege ) b. Obat-obatan Nama obat Jenis dosis Gologan Injeksi ceftri 2×1 mg Antibiotik Injeksi ranitidin 2×25 mg Antibiotik Injeksi ondan 2×4 mg Antianalgentik Injeksi asam treneksamat 2×250 mg Antikolagen ANALISA DATA Nama pasien : An. No. Rm :327585 c.e.

8O C tubuh (verimia) Peradangan Hipotalamus Merangsang saraf simpatis Pembuluh darah ferifer Vasokontraksi Demam Peningkatan suu tubuh Demam 2. DS : klien mengatakan tidak Anore nafsu makan karna mual dan ksia mutah Do : makanan tidak habis Gangguan Muntah Bibir kering pemenuhan nutrisi kurang dari Intake kurang kebutuhan tubuh dari kebuituhan tubuh 20 . Do : klien tampak lemah Masuk kedalam T: 38.

A diagnosa medis : DBD Jenis kelamin : laki-laki No.d proses Setelah di 1. Pemberian komperes DS: ibu mengatakan selama 2×24 hangat dan minum air badan anak nya panas jam di 2. Observasi TTV 1. Demam 3 DS : ibu klien mengatakan Anoreksia keadaan anak nya lemas Muntah DO : KU lemah Dan KU tampak lemas Intoloransi aktivitas Daya tubuh menurun Kelemahan Intoloransi aktivitas NURSING PLANNING Nama pasien : An .8O C demam turun putih penguapan dengan 3. RM : 327585 No kamar bed : infeksi III hari/ tanggal : 19 maret 2014 No Diagnosa keperawatan Tujuan Rencana keperawatan Rasionalisasi Paraf 1 Hipertermi b. Untuk menentukan infeksi lakukan intervensi selanjutnya Ditandai dengan keperawatan 2. Untuk penurun panas kreteria hasil 21 . Berikan kompres hangat putih untuk Do : klien tampak lemah harapkan + anjurkan minum air mempercepat proses T: 38.

Untuk mengetahui Setelah di kondisi klien lakukan 3. Untuk mual dan mutah bertambah menyeimbangkan Do : makanan tidak dengan KH :2. Catat jumlah porsi yang nutrisi yang hilang habis -anak tidak di habiskan oleh pasien Bibir kering merasa mual dam muntah -Nafsu makan bertambah 3. : badan tidak panas dan suhu dalam batas normal3. Kaji TTV 3. Untuk menentukan gizi dalam pemberian intervensi selanjutnya diet makanan 2. Kaloborasi dengan tim 1. Agar klien dapaty keperawatan beraktivitas selama 2×24 jam di 1. Ganguan Pemenuhan keperawatan 2. Kaji kemampuan klien 22 . Intolorasni aktivitas b. Anjurkan pada orang tua intake dan ut put kebutuhan tubuh jam di untuk pemberian makan makanan yag masuk DS : klien mengatakan harapkan dalm porsi kecil tapi dan keluar tidak nafsu makan karna nafsu makan sering 3.d harapkan 2. Untuk mengetahui Nutrisi Kurng dari selama 2×241. Untuk mengindari dokter rasa mual karna prsi kecil dapat di Setelah di intolaransi dengan lakukan baik 2. Kalaobrasi dengan 1.

Ganguan Pemenuhan Anjurkan pada orang tua 1. Berikan obat analgetik 3. RM : 327585 No kamar bed : infeksi III hari/ tanggal : 19 maret 2014 No Diagnosa Tindakan keperawatan Respon Paraf 1.A diagnosa medis : DBD Jenis kelamin : laki-laki No. Berikan kompres hangat dan normal Ditandai dengan anjurkan sering minum air 2. Orang tua klien mengikuti Nutrisi Kurang dari untuk pemberian makan anjuran perawat kebutuhan tubuh dalm porsi kecil tapi sering 2. Mengobservasi TTV 1. Bantu klien dalam DS : ibu klien aktivitas beraktivitas mengatakan keadaan anak nya lemas DO : KU lemah Dan KU tampak lemas NURSING IMPLEMENTASI Nama pasien : An . Suhu tubuh menurun Do : klien tampak lemah T: 38. kondisi tubuh yang klien dapat dalam beraktivitas lemas melakukan 3. Hipertermi b. 2. Suhu tubuh berangsur infeksi 2. Keluarga klien mengikuti DS: ibu mengatakan putih perintah perawat badan anak nya panas 3. Klien mulai makan walau 23 .d proses 1.8O C 1.

Klien mulai berangsur beraktivitas DO : KU lemah beraktivitas Dan KU tampak lemas 3. Kaji kemampuan klien dalam DS : ibu klien T: 36O C beraktivitas mengatakan keadaan P : 120×/menit 3. Nafsu makan klien Do : makanan tidak dalam pemberian diet berangsur kembali habis makanan Bibir kering 1. Agar klien mampu beraktivitas CATATAN PERKEMBANGAN Nama pasien : An . Intolorasni aktivitas b. 3. 1. Catat jumlah porsi yang di dalm porsi kecil tidak nafsu makan karna habiskan oleh pasien mual dan mutah 3.A diagnosa medis : DBD Jenis kelamin : laki-laki No. DS : klien mengatakan 2. Bantu klien dalam anak nya lemas 2. Kaloborasi dengan tim gizi3. RM : 327585 No kamar bed : infeksi III hari/ tanggal : 20 maret 2014 No Diagnosa Jam Catatan perkembangan paraf 24 .d TTV: Kaji TTV kondisi tubuh yang lmas RR: 24×/ menit 2.

d proses 19:00 S: ibu klien mengatakan badan infeksi anak nya masih panas O: tampak T : 38. Hipertermi b.mengobservasi TTV .memberikan kompres hangat -berikan obat analgetik E: S: ibu klien mengatakan anak nya tidak panas lagi O: tampak T : 36.5O C 2.8 O c A: masalah belum teratasi P: intervensi belum teratasi I: .d O: tampak lemas dan klien mual dan muntah muntah saat setelah makan A: masalah belum teratasi P: intervensi belum teratsi I: -anjurkan keluarga makan dalam porsi kecil -kaloborasi dengan tim gizi E: S:ibu klien mengatakan mulai nafsu makan O: makanan yang di berikan 25 . Gangguan pemenuhan 19:15 S : klien mengatakan anak nya nutrisi kurang dari tidak nafsu makan karna mual kebutuhan tubuh b.1.

habis 3.d 19:30 S:klien mengatakan anak nya kondisi lemah lemas O: tampak klien istirahat A: masalah belum teratasi P : intervensi belum teratasi I: -mengkaji TTV -bantu klien beraktivitas E: S: ibu klien mengatakan anak ya sudah mulai beraktivitas O: klien tampak lemas CATATAN PERKEMBANGAN Nama pasien : An . Intolransi aktivitas b.d proses 07:00 S: ibu klien mengatakan badan infeksi anak nya tidak panas lagi O: tampak T : 36.d O: tampak makanan telah habis 26 .A diagnosa medis : DBD Jenis kelamin : laki-laki No. Gangguan pemenuhan 19:15 S : klien mengatakan anak nya nutrisi kurang dari mualai nafsu makan kebutuhan tubuh b. Hipertermi b.5 O c A: masalah teratasi P: intervensi di hentikan 2. RM : 327585 No kamar bed : infeksi III hari/ tanggal : 21 maret 2014 No Diagnosa Jam Catatan perkembangan paraf 1.

mual dan muntah A: masalah teratasi P: intervensi di hentikan 3.d 19:30 S:klien mengatakan sudah kondisi tubuh lemah beraktivitas O: tampak klienberjalan di sekitar rumah akit A: masalah teratasi P : intervensi di hentikan EVALUASI Nama pasien : An . Intolransi aktivitas b. 1.5 O c A: masalah teratasi P: intervensi di hentikan 2. Hipertermi b.d proses 09:00 S: ibu klien mengatakan badan infeksi anak nya tidak panas lagi O: tampak T : 36. Gangguan pemenuhan 09:15 S : klien mengatakan anak nya nutrisi kurang dari mualai nafsu makan kebutuhan tubuh b.A diagnosa medis : DBD Jenis kelamin : laki-laki No. Intolransi aktivitas b. RM : 327585 No kamar bed : infeksi III hari/ tanggal : 21 maret 2014 NO Diagnosa Jam Evaluasi Paraf 1.d 27 .d O: tampak makanan telah habis mual dan muntah A: masalah teratasi P: intervensi di hentikan 3.

kondisi tubuh lemah S:klien mengatakan sudah 09:30 beraktivitas dan tidak lemas lagi O: tampak klien berjalan di sekitar rumah sakit A: masalah teratasi P : intervensi di hentikan 28 .

Penyedaiaan air bersih yang langka. KESIMPULAN DHF / DBD adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang betina. BAB IV PENUTUP A. Adanya vektor tesebut berhubungan dengan : Kebiasaan masyarakat menampung air bersih untuk keperlauan sehari-hari. (Suriadi : 2001) Penyebab utama adalah Arbovirus ( Arthropodborn Virus ) melalui gigitan nyamuk Aedes ( Aedes Albopictus dan Aedes Aegepty ). Yang vektor utamanya adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD dapat dicegah dengan rutin melakukan 3M. SARAN Menjaga sanitasi lingkungan tetap sehat dan rutin melakukan 3M akan menghindari kita terjangkit virus DBD. mengkonsumsi makanan-makanan bergizi. 29 . B. Sanitasi lingkungan yang kurang baik.menjaga sanitasi lingkungan tetap bersih.

html 30 .html http://www.id/2014/05/asuhan-keperawatan-anak-demam- berdarah.html https://yuliaanggraeni67.blogspot.id/2015/06/asuhan-keperawatan-demam- berdarah.riyawan.com/2013/06/asuhan-keperawatan-pada-kasus-dhf-dbd.co.blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://dwitasari37.co.

31 .