You are on page 1of 25

MAKALAH UTILITAS II

POWER SUPPLY

OLEH

YUNUS P. MALAIFANI

221 15 062

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA

KUPANG

2017

UTILITAS II Page 1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjat kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat
dan rahmat-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Selanjutnya pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penulisan makalah. Dan penulis berharap dalam selesainya makalah
ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca.

Dalam tugas ini penulis menganalisa utilitas pada sebuah jaringan pembangkit
listrik dengan didasarkan materi-materi perkuliahan serta tinjauan dalam berbagai
sumber. Utilitas yang dikaji mencakup tentang power supplay ( pembangkit listrik )

Akhir kata, penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari suatu kesempurnaan
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan.

UTILITAS II Page 2

DAFTAR ISI COVER……………………………………………………………………………………..1 1.2 1..8.3 RUMUSAN MASALAH ……………………………………………………..3 1...6 BATASAN…………………………………………………………………….i KATA PENGANTAR………………………………………………………………………ii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….3 1.iii DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………iv BAB I.3 1.2 1..1 LATAR BELAKANG………………………………………………………….7.3 1....5.4 BAB II.5 UTILITAS II Page 3 .METODOLOGI PENGUMPULAN DATA ………………………. METODOLOGI………………………………………………………………..2 IDENTIFIKASI MASALAH…………………………………………………..4. PENDAHULUAN………………………………………………………………….1...1 1.. TUJUAN ………………………………………………………………………2 1.7. PEMBAHASAN…………………………………………………………………. SISTEM MATIKA PENULISAN……………………………………………. MANFAAT……………………………………………………………………..

1 POWER SUPLAY…………………………………………………………….1. 2.1.2.1.1 KESIMPULAN……………………………………………………………19 3.19 \ UTILITAS II Page 4 . SISTEM DISTRIBUSI…………………………………………….5 2.. PENUTUP 3. TEGANGAN……………………………………………………….1.10 2.5 2.2 SARAN…………………………………………………………………….. ARUS……………………………………………………………….3.16 BAB III.

Mulailah muncul inovasi-inovasi baru tentang teknologi yang akan membantu manusia melakukan aktifitas. Salah satunya tentang energi yang dapat mencakup seluruh kebutuhan seluruh makluk hidup. Dalam hal itu untuk pembagian energi yang begitu besar dengan berbagai kendala akan tegangan dan proses penyalurannya maka makalah ini akan membahas tentang bagaimana membagi berbagai energi yang besar ini dengan kuat arus energi listrik dengan bantuan power suplay ( pembangkit listrik ) sebagai penampung dan penggerak energi listrik agar dapat memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat. matahari . Energi mutlak di perlukan dalam berbagai sektor semua kehidupan energi bukan hanya datang dalam satu sumber. BAB I PENDAHULUAN 1. Manusia membangun power suplay ( pembangkit listrik ). UTILITAS II Page 5 . maka dari dasar energi ini muncul inovasi teknologi baru yaitu listrik karna takbisa dipugkirin lagi semakin hari semakin bertambah akan perlunya energi contohnya akan kebutuhan aktifitas manusia yaitu sumber energi manghasilkan energi listrik adalah BBM dan gas oleh ini agar dapat menampung semua sumber energi yang begitu banyak dan diolah untuk menyuplay berbagai kebutuhan. LATAR BELAKANG Dalam era perkembangan teknologi yang semakin canggih di tambah kepadatan penduduk yang meningkat membuat kebutuhan manusia pun semakin bertambah maka dari itulah manusia mulai berpikir lebih keras untuk memenuhi dan mensejaterahkan kehidupannya.angin.1. energi terbagi menjadi beberapa sumber contonya adalah air .

2.4. RUMUSAN MASALAH 1.3. Bagaimana menerapkan system power suplay ( pembangkit listrik yang baik dan benar ? 3. Bagaimana system pendistribusian listrik secara horizontal ? 4.belajar. TUJUAN Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengetahui sistem power suplay ( pembangkit listrik ) pada sebuah jaringan listrik dan pendistribusian listrik horizontal mau pun vertical UTILITAS II Page 6 . Bagaimana memaksimalkan system power suplay ( pembangkit listrik ) pada sebuah jaringan arus dan tegangan yang benar ? 2. IDENTIFIKASI MASALAH Power suplay ( pembangkit listrik ) merupakan sember energi yang besar yang sangat mempengaruhi kehidupan umat manusia mulai dari aktitas kerja. Bagaimana system pendistribusian vertical secara vertical ? 1.1. 1.masak dan berebagai aktiftas lainnya maka dari power suplay ( pembangkit listrik ) membutuhkan pemabagian arus melalui tegangan-tegangan lewat system pendistribusian yang perlu di pelajari dengan benar.

BATASAN Studi yang dilakaukan dibatasi pada identifikasi permasalah yang ada pada power suplay dan elemen pendukungnya juga proses pendistribusian secara vertical dan horizontal 1. Ilmu pengetahuan Bagi ilmu pengetahuan makalah ini dapat diharapkan mampu memberikan informasi secara tertulis yang dapat di gunakan sebagai referensi mengenai power suplay ( pembangkit listrik ) dan pendistribusiannya . Data primer Penulis tidak melakukan observasi secara langsung atau penelitian kelapangan penulis hanya mengandalkan dan menggunakan referensi daftar pustaka yang ada. Studi pustaka adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam bahan baca yang berguna untuk bahan analisis. METODOLOGI 1.studi pustaka Studi pustaka adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian.1 Metodologi pengumpulan data a. Data sekunder . UTILITAS II Page 7 .5. 1.1.7.6. MANFAAT Makalah diharapkan dapat memberikan konstribusi kepada : . Instasi pendidikan Bagai instasi pendidikan makalah di harapkan menjadi sumber informasi yang dapat membantu penulisan makalah berikutnya.7. b.

8. manfaat . metodologi dan sistematika penulisan. BAB II PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang pembahasan isi tentang tujuan dan manfaat penulian makalah ini mulai dari power suplay ( pembangkit listrik ) dan proses distribusinya teori secara horizontal dan vertical. identifikasi masalah. tujuan . SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan dari tinjauan pustaka data yang dilakukan dan saran yang perlu disampaikan untuk penulisan makalah selanjutnya. rumusan masalah.1. UTILITAS II Page 8 .

1.1. Fase 1 ( satu ) : P = E x L x Cos ø atau 𝑃 I = 𝐸 𝑥 cos ∅ UTILITAS II Page 9 . Aliran listrik yang arahnya tetap disebut aliran listrik searah (DC = Direct Current) dan yang tidak tetap sering disebut aliran listrik bolak-balik (AC = Alternating Current). Arus bolak balik a. Arus listrik terjadi akibat beda potensial (tegangan listrik) antara kedua kutub dengan muatan listrik yang berbeda. BAB II PEMBAHASAN 2. Arus listrik mengalir dari medan listrik dengan potensial yang lebih tinggi ke medan listrik dengan potensial lebih rendah. POWER SUPLAY ( PEMBANGKIT LISTRIK ) Power suplay merupakan system pembangkit listrik atau system penampungan energi menjadi satu diamana proses ini menggunakan generator sebagai alat bantu pembangkit listrik dan juga penampungan listrik apa bila terjadi gangguan pada sambungan atau arus yang melewati batas sehingga terjadi koslet.1. ARUS Arus arus listrik terjadi apabila dua kutub yang bermuatan listrik berbeda pada suatu sumber listrik dihubungkan menggunakan suatu bahan konduktor. Dalam hal ini pembagkit listrik mempunyai arus dan tegangan yang sangat besar. Dalam halnya arus juga mempunyai jenis antara lain : . 2.

0172 x 10-6 Ohm.m)-1 Rugi tegangan (u) atau voltage drop cukup dihitung berdasarkan presentase rugi tegang saja.tegangan di terima (ER) Atau (u) = ES-ER dan besarannya = 1-5% dari Es .8 -0. kecuali untuk kabel-kabel trans misi daya UTILITAS II Page 10 .m 𝐼 Y = 𝑃 = 58 x 10 (Ohm.9 P di sebut sebagai daya aktif ( real power ) sedangkan E x L disebut sebagai daya semu dengan volt amper ( VA ) . Penampang penghantar = A 2 𝑥 𝐶𝑜𝑠∅ 𝑥 𝐼 𝑥 𝐼 . A= 𝑌𝑥𝑈 Dimana A = Luas penampang penghantar dalam mm2 Y = daya antar jenis pengantar. Rugi tegangan (u) = tegangan kirim (ES). Dimana P = daya dalam watt E = tegangan fasa netral dalam volt I = kuat arus dalam amper Cos = factor kerja =0. untuk Cu = (58x106) (Ohm)-1 U = rugi pengantar dalam volt I = panjang pengantar dalam meter I = kuat arus dalam pengantar amper Catatan : 1/Y = p = 0.

. Arus bolak balik fasa tiga Hubungan bintang contoh 220/380 volt UTILITAS II Page 11 .

UTILITAS II Page 12 .

UTILITAS II Page 13 .

Tegangan listrik Dalam suatu sumber energi listrik terdapat muatan listrik positif dan negatif yang terpisah sebagai contoh suatu accumulator atau batere memiliki muatan listrik positif pada terminal positif dan muatan listrik negatif pada terminal negatif. Pengukuran daya listrik dengan ohmmeter. kita segera memperkirakan bahwa nilai sesaat dan nilai rata-rata dapat digunakan untuk menggambarkan disipasi. Arus searah Arus searah (DC) merupakan arus yang mengalir dengan arah yang tetap (konstan) dengan masingmasing terminal selalu tetap pada polaritasnya. Arus ini bisa terjadi karena berasal dari akumulator (Accu).. Karena tegangan dan arus dapat berubah sesuai fungsi dari waktu. Karena ada arus yang mengalir dalam rangkaian maka akan ada konversi energi listrik menjadi energi bentuk lain. Arus listrik searah ini dapat dihasilkan dengan cara merubah arus AC menjadi DC menggunakan power supply dengan dioda sebagai penyearah arus yang dapat menyearahkan arus bolakbalik menjadi arus searah. TEGANGAN . 2012)dan merupakan kuantitas yang penting dalam rangkaian-rangkaian praktis. Perbedaan muatan listrik pada kedua UTILITAS II Page 14 . Contoh.2. Daya listrik dapat didefenisikan sebagai ukuran (rate) pada saat energi listrik dikonversi (Young et al. ampermeter dan voltmeter. . 2013). arus mengalir melalui filamen merubah energi listrik menjadi terang dan energi panas. Konsumsi daya dalam arus ac lebih rumit karena tegangannya sinusoidal dan 2. Daya listrik adalah energi yang dibawa oleh elektron yang bergerak tiap satuan waktu.1. Daya merupakan ukuran disipasi energi dalam sebuah alat (Situmorang.

Contoh Sumber Tegangan Listrik : Accumulator  Solar Cell  Batu Batere  Generator Listrik UTILITAS II Page 15 .  Antara tempat yang mempunyai kerapatan elektron yang tinggi dan rendah Antara tempat yang kekurangan elektron dan yang kelebihan electron Tegangan listrik dalam elektronika terdapat 2 jenis yaitu tegangan listrik AC (Alternating CurrenT) kemudian disebut dengan tegangan AC dan tegangan listrik DC( Direct Current) yang disebut dengan tegangan DC. Tegangan listrik memiliki satuan volt (V). terminal sumber energi listrik tersebut akan mengakibatkan gaya terik menarik antar kedua muatan tersebut. semakin besar perbedaan muatan listrik yang ada maka semakin besar gaya terik menarik antara muatan listrik positif dan negatif. Tegangan listrik terjadi apabila :  Antara pasangan elektron yang rapat dan kurang rapat. Besarnya perbedaan muatan listrik tersebut disebut sebagai tegangan listrik.

dan (b). b. Sedangkan di Amerika Serikat standar tegangan untuk jaringan distribusi primer ini adalah 2. Penetapan ini sebanding dengan besarnya nilai tegangan jatuh (voltage drop) yang telah ditetapkan berdasarkan PUIL 661 F. Standar tegangan untuk jaringan distribusi primer ini adalah 6 kV. serta 440/550 V untuk keperluam industri. dan 13. Besarnya tegangan maksimum yang diizinkan adalah 3 sampai 4 % lebih besar dari tegangan nominalnya. 4.  Berdasarkan ukuran tegangan Berdasarkan ukuran tegangan. UTILITAS II Page 16 . dan 220/380 V untuk sistem baru. yang memiliki tegangan sistem lebih tinggi dari tegangan terpakai untuk konsumen. 10 kV. sistem jaringan distribusi sekunder. yaitu (a). Sistem jaringan distribusi sekunder Sistem jaringan distribusi sekunder atau sering disebut jaringan distribusi tegangan rendah (JDTR).16 kV. jaringan distribusi tenaga listrik dapat dibedakan pada dua sistem. Besarnya standar tegangan untuk jaringan ditribusi sekunder ini adalah 127/220 V untuk sistem lama. a.4 kV. Sistem jaringan distribusi primer Sistem jaringan distribusi primer atau sering disebut jaringan distribusi tegangan tinggi (JDTT) ini terletak antara gardu induk dengan gardu pembagi. sistem jaringan distribusi primer. bahwa rugi-rugi daya pada suatu jaringan adalah 15 %.8 kV. merupakan jaringan yang berfungsi sebagai penyalur tenaga listrik dari gardu-gardu pembagi (gardu distribusi) ke pusat-pusat beban (konsumen tenaga listrik).1. Dengan adanya pembatasan tersebut stabilitas penyaluran daya ke pusat-pusat beban tidak terganggu. dan 20 kV (sesuai standar PLN).

baik lebih tinggi untuk sesaat yang berupa tegangan lebih peralihan (transient over voltage) maupun lebih tinggi secara bertahan yang berupa tegangan lebih stasioner. Tegangan lebih yang disebabkan karena sambaran petir ini berjalan dengan cepat dengan bentuk gelombang yang berubah-ubah (tak periodik). Adanya gangguan hubung singkat (short circuit) pada kawat penghantar jaringan. c. Tegangan lebih yang disebabkan dari luar sistem. sehingga dikenal dengan tegangan lebih stasioner atau tegangan lebih periodik. Sedang untuk tegangan lebih yang disebabkan dari sistem itu sendiri biasanya bertahan cukup lama yang berbentuk sama dengan tegangan sistem. Hal ini disebabkan karena pengaruh panjang jaringan. Adanya kerja hubung yang terjadi karena penutupan atau pembukaan saklar (switch) dengan cepat. Putusnya kawat penghantar yang panjangnya melebihi batas tertentu. sedangkan dari tegangan lebih peralihan bisa mencapai hingga 500 % dari tegangan nominalnya. Tegangan Lebih Pada sistem jaringan tenaga listrik seringkali terjadi perubahan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan maksimumnya. sehingga besarnya dibatasi oleh rambatannya sepanjang jaringan tersebut melalui UTILITAS II Page 17 . seperti sambaran petir. Besarnya tegangan lebih periodik ini dapat mencapai 120 sampai 200 % dari tegangan nominalnya. yaitu disebabkan kerana sistem itu sendiri dan sebab luar sistem. atau tak serempaknya pemutusan saklar pemutus jaringan pada rangkaian tiga fasa. Pada umumnya tegangan lebih ini ditimbulkan oleh dua sebab. biasanya terjadi karena d. sehingga dikenal dengan tegangan lebih peralihan (transient over voltage). Adanya gangguan yang disebabkan peristiwa alamiah yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. b. c. Tegangan lebih yang disebabkan oleh sistem itu sendiri biasanya terjadi karena : a.

b. Biasanya tiap-tiap negara menentukan standar tegangan sendiri-sendiri. d. UTILITAS II Page 18 . Karena besarnya tegangan lebih peralihan ini. Dan ini akan mengganggu kestabilan tegangan. Faktor tekno-ekonomis. Hal ini dilakukan agar peralatan jaringan dapat mengatasi gangguan tegangan lebih tersebut. c. karena dengan adanya perubahan tegangan akan menimbulkan persoalan- persoalan teknis yang ditimbulkan dan diperlukan modal (investasi) yang cukup besar. sehingga menghasilkan sistem yang dilengkapi dengan peralatanperalatan yang mempunyai kualitas tinggi. tegangannyapun tidak akan besar. beberapa tiang. Makin dekat peralatan jaringan dengan pusat gangguan (sumber petir). Pemilihan standar tegangan ini tergantung pada faktor-faktor : a. Makin dekat daerah pelayanan. d. Faktor jarak penyaluran tenaga listrik yang harus ditempuh untuk memindahkan tenaga listrik tersebut secara ekonomis. Faktor besarnya tenaga listrik yang harus disalurkan dari Pusat Pembangkit Tenaga Listrik ke Pusat-Pusat Beban (load centers). Faktor kepadatan penduduk. makin tinggi beban pelayanannya. maka perencanaan isolasi dari peralatan jaringan kebanyakan berdasarkan tegangan lebih peralihan tersebut. Oleh karena itu kemampuan menahan tegangan sistem bagi peralatan-peralatan jaringan harus lebih tinggi. Makin padat suatu daerah. makin besar kemungkinan terkena sambaran petir. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Standar Tegangan Perbedaan tegangan pada jaringan transmisi dan jaringan distribusi untuk setiap negara sangat berlainan.

biaya peralatan. biaya peralatan. bentuk/konfiguarsi jaringan. dan sebagainya. keandalan (realibility) sistem. Faktor perencanaan jangka panjang. penambahan biaya peralatan. Faktor kemajuan teknologi dari masing-masing negara. Sehingga penentuan tegangan merupakan bagian dari perencanaan sistem secara keseluruhan. e. masalah standar tegangan ompleks. Karena bila tegangan jaringan distribusi dinaikkan (dari 6 kV hingga 20 kV) berarti perlu perubahan kualitas isolator. perubahan kualitas gardu distribusi (pembagi). Tabel 4 di bawah ini memperlihatkan perbedaan tegangan standar UTILITAS II Page 19 . penambahan biaya peralatan. Semua dilakukan dengan : memperhitungkan daya yang disalurkan. Masalah standar tegangan merupakan masalah yang kompleks. f. bila terjadi perubahanperubahan dan penambahan-penambahan pada beban dikemudian hari. jarak penyaluran. e. Sehingga penentuan tegangan merupakan bagian dari perencanaan sistem secara keseluruhan. dan sebagainya. dan standarisasi peralatan yang digunakan untuk setiap perubahan tegangan tertentu. jarak penyaluran. keandalan (realibility) sistem. dan standarisasi peralatan yang digunakan untuk setiap perubahan tegangan tertentu. perubahan kualitas gardu distribusi (pembagi). Karena bila tegangan jaringan distribusi dinaikkan (dari 6 kV hingga 20 kV) berarti perlu : perubahan kualitas isolator. Dengan perkembangan teknologi makin pesat maka setiap terjadi perubahan tegangan diperlukan penelitian baru. bentuk/konfiguarsi jaringan. Semua dilakukan dengan memperhitungkan daya yang disalurkan.

sehingga dapat dibedakan suatu sistem dengan sistem yang lain. yaitu tegangan nominal dan tegangan maksimum. System distribusi System distribusi merupakan bagian dari system tenaga listrik. System distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumberdaya listrik besar sampai ke konsumen. Tegangan sistem merupakan tegangan normal yang harus dapat dipertahankan oleh sistem jaringan untuk jangka waktu tak terbatas. 2.3. untuk beberapa negara. System penyaluran listrik UTILITAS II Page 20 .1. Tegangan sistem ini biasanya memiliki dua harga.

Lebih banyak menggunakan cross-arm (travers) b. c. Konstruksi Horizontal Keuntungannya a. Lebih banyak menggunakan isolator UTILITAS II Page 21 . Beban tiang (tekanan ke bawah) lebih berat. Berdasarkan konstruksi jaringan Melihat bentuk konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik saluran udara. a. yaitu : a. Dapat digunakan untuk saluran ganda tiga fasa Kerugiannya a. maka dikenal 2 macam konstruksi. terfokus pada wilayah cross-arm (travers) b. Tekanan angin yang terjadi.

Terbatas hanya untuk saluran tunggal tiga fasa UTILITAS II Page 22 . Isolator jenis pasak (pin insulator) jarang digunakan d. Konstruksi Vertikal Keuntungannya a. Tanpa menggunakan cross-arm (travers) Kerugiannya a. Sangat cocok untuk wilayah yang memiliki bangunan tinggi b. Beban tiang (tekanan ke bawah) lebih sedikit c. Tekanan angin merata di bagian tiang b. b.

kedepannya penulis akan lebih focus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber- sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan. mekanikal. untuk makalah india.mesir dan mesir mosopotamia penulis mengharapkan dapat berguna bagi penelitian dan penulisan makalah berikutnya.dan vertical 3. Arus bolak balik Adapun pada tegangan yang memiliki barbagai macam bentuk yang terbagi menjadi bebrapa bagian tegangan listrik AC (Alternating CurrenT) kemudian disebut dengan tegangan AC dan tegangan listrik DC( Direct Current) yang disebut dengan tegangan DC dengan system distribusi yang yang membantu menyalurkan arus atau listrik ke pada pengguna lewat distribusi horizontal.1 KESIMPULAN Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa power suplay ( pembangkit listrik ) adalah system tenaga listrik yang terdapat peralatan elektrikal. Arus di bagi menjadi dua bentuk yaitu Arus searah. saran Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna . UTILITAS II Page 23 . Begitu pun pada kuat arus dengan arus yang besar membutuhkan proses pengerjaan sesui system yang benar. BAB III PENUTUP 3.2. dan bangunan kerja.

tegangan dan kuat arus listrik dari sifat asam .google UTILITAS II Page 24 . Jakarta : Diambatan Htttp.1974.ARCH. utilitas bangunan.system distribusi tenaga listrik Ir.Dkk. DAFTAR PUSTAKA Atina.M.hartono poerbo.2015. sainmatika vol 12 Daman suswanto.

UTILITAS II Page 25 .