You are on page 1of 4

KONSEP DASAR MIKROBIOLOGI

A. TAKSONOMI DAN NOMENKLATUR
1. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau
tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runtut
sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil
tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip
dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.
Prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup menurut ilmu taksonomi adalah
dengan membentuk takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup yang
anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Takson dibentuk dengan jalan
mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri
maupun perbedaan yang dapat diamati.
Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
 mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang
dimiliki
 mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk
membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
 mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
 memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat
seperti berikut.
 Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat
beraneka ragam.
 Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan
yang lain.

2. DASAR- DASAR KLASIFIKASI
Di dunia terdapat tidak kurang dari 500 juta macam organisme. Organisme tersebut
memiliki cirri-ciri yang beraneka ragam. Begitu beragamnya organisme ini
sehingga menuntut adanya suatu system untuk mengenal dan mempelajarinya.
Beberapa ahli biologi mencoba menciptakan suatu system untuk mempermudah
mengenal dan mempelajari organisme melalui suatu cara pengklasifikasian.
Pengklasifikasian merupakan proses pengelompokan berdasarkan cirri tertentu.
Orang dapat mengadakan klasifikasi dengan menggunakan perbedaan-perbedaan
atau kriteria berdasarkan manfaat, ciri morfologi dan anatomi dan atau berdasarkan
fisiologi, serta cirri biokimiawi. Pada bakteri, penggolongan didasarkan atas sifat-
sifat morfologi dan sebagianatas sifat-sifat fisiologi, termasuk juga sifat-sifat
imunologi.
Klasifikasi bakteri yang dipakai di Eropa dan Amerika Serikat, sekarang ini banyak
menggunakan sistematik yang disusun oleh Bergey. Edisi yang sekarang dari

Berdasarkan bentuknya yang tetap. menujukkan tingkatan takson dalam taksonomi. jenis (spesies). Artinya nama genus diikuti dengan spesies. sub- famili. bangsa (ordo). dan pada tahun 1947. Bergey mulai tahun 1923. dan adanya kemampuan untuk hidup autotrof (termasuk mengadakan fotosintesis pada beberapa golongan bakteri).menyusun hubungan kekerabatan antara kelompok. buku pedoman ini secara berangsur-angsur diperbaiki. maka bakteri dimasukkan ke dalam golongan tumbuhan. c. kelas (classis). kita ambil Escherichia coli yang terkenal sebagai penghuni usus tebal (kolon). klasifikasi bakteri ini adalah: Jenjang Contoh Tumbuhan Dunia (Kingdom) (Plantae) Divisi (Divisio) Protophyta Kelas (Classis) Schizomycetes Ordo (Ordo) Eubacteriales Famili (Famillia) Enterobacteriaceae Genus (Genus) Escherichia Spesies (Speciess) Coli Untuk menyebutkan nama suatu bakteri. karena pada tahun tersebut terbitlah buku “Manual of Determinative Bacteriology”. suku (famili). huruf pertama dari nama genus ditulis dengan huruf besar. Kongres-kongres internasional antara ilmuwan mikrobiologi membuat ketentuan bersama mengenai taksonomi bakteri dan metode penamaan (nomenklatur). buku tersebut diterbitkan keenam kalinya dengan nama “Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology”. Membedakan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. b.H. marga (genus). Awal dari klasifikasi bakteri oleh D. memudahkan dalam mengenal cirri-ciri kelompok. seperti pada organisme lainnya yakni dengan menggunakan sistem “dua nama” atau binomenklatur. Dunia tumbuhan (plantae) pada garis besarnya dibagi atas divisi. Penamaan bertujuan untuk : a. Seringkali spesies masih dibagi–bagi lagi atas varietas. dindingnya yang kuat. sub-genus. sub-spesies. untuk memberi nama suatu kelompok organisme tertentu. “Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology” adalah edisi kedelapan belas tahun 1994. sedangkan nama keterangan spesiesnya ditulis dengan huruf kecil 3. Sebagai contoh. sub-kelas. sedang antara takson tersebut di atas kerapkali juga ada penyisipansub-kelompok seperti sub-divisi. PROSES KLASIFIKASI . sub-ordo.

Ada tiga jenis Domain. Ordo/Bangsa. yaitu: a. SISTEM KLASIFIKASI KINGDOM. Belakangan. Para biologiawan masih menggunakan buku Linnaeus yang berjudul Systema Naturae (sistem Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar untuk klasifikasi ilmiah. Pengelompokan. Genus/Marga. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan dalam unit-unit yang disebut takson. Archaea (dari Archaebacteria) b. Bacteria (dari Eubacteria) c. b. 4. yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. f. setelah dilakukan pencandraan. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : a. d. seorang naturalisberkebangsaan Swedia. b. yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature. c. makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri serupa. atau Divisio/Divisi untuk tumbuhan. SISREM KLASIFIKASI ENAM KOINGDOM (MENURUT WOESE TAHUN 1997) Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan. a. Familia/Keluarga/Suku. yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus). sehingga dibentuk sistem baru yang menambah urutan dan memiliki lebih sedikit jenis. Phylum/Filum untuk hewan. dan protista) 6. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan. yaitu Domain. tumbuhan. Species/Jenis. Eukarya (termasuk fungi. Classis/Kelas. e. Pencandraan (identifikasi). TINGKATAN TAKSON Dalam biologi. hewan. 5. Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi. Pemberian nama takson. selanjutnya kelompok-kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup. Ia memperkenalkan tujuh hierarki (tingkatan) untuk mengelompokkan makhluk hidup. g. taksonomi juga merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan : . sistem Kingdom sempat dianggap basi. Kingdom/Kerajaan. c. Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup.

Plantae. Pada tahun 1969 Robert H. Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. . Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok. Fungi (jamur). Berarti. Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel. dan Animalia. cara makhluk hidup memenuhi makanannya. dan tingkatan makhluk hidup.Fungi. makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan. Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti. sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik. yaitu Plantae (tumbuhan). Fungi. yaitujamur (fungi). dan umumnya dapat berpindah tempat. b. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom. dan Animalia (hewan). dan Animalia.a. Protista. Plantae. yaitu Prokariot. yaitu Monera. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri.