You are on page 1of 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan
Narmada, Puskesmas Sedau mempunyai Visi ; Terwujudnya Masyarakat Narmada
yang mandiri untuk hidup sehat . Untuk mewujudkan visi ini, Puskesmas Sedau
mengusung misi: 1) Meningkatkan mutu pelayanan, 2) Meningkatkan derajat
kesehatan keluarga khususnya IBU,BAYI dan BALITA Serta pencegahan penyakit
menular dan kesehatan lingkungan, 3) Meningkatkan pelayanan UKM melalui
kerjasama lintas program dan lintas sektor.

Untuk mewujudkan masyarakat yg sehat di Puskesmas Sedau adanya peran
Dokter umum dimana Dokter umum mempunyai tugas melaksanakan urusan
puskesmas dengan memberikan pelayanan kesehatan, tindakan gawat darurat
medik, konsultasi kesehatan, memberikan rujukan, penyuluhan kesehatan kepada
masyarakat, mempertanggungjawabkan dan melaporkan hasil kinerja kepada
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat melalui Kepala Puskesmas untuk
menciptakan masyarakat yang sehat, kuat dan sejahtera.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan
berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas
adalah penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat
pertama. Salah satu pelayanan kesehatan dasar adalah program kesehatan Ibu dan
Anak. Program KIA bertujuan tercapainya kemampuan hidup sehat melalui
peningkatan derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluarganya
untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta
meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang
optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan
ANC rutin dan penyelenggaraan pemeriksaan USG di Puskesmas.

Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan
indikator penting untuk menilai tingkat kesejahteraan suatu Negara dan status

1

kesehatan masyarakat. Umumnya ukuran yang dipakai untuk menilai baik
buruknya keadaan pelayanan kebidanan (Maternity care) dalam suatu negara ialah
kematian maternal (Maternal mortality). Menurut definisi WHO “kematian
maternal adalah kematian seseorang wanita waktu hamil atau dalam 42 hari
sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan
dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan” (Sarwono, 2006).

Selama masa kehamilan sangat banyak perubahan-perubahan yang terjadi
pada tubuh ibu hamil baik terjadi secara fisiologis bahkan terkadang terjadi
perubahan secara patologis. Oleh karena itu, diperlukan beberapa pemeriksaan
khusus yang dipakai untuk menilainya.Salah satu pemeriksaan yang sering dipakai,
yaitu Ultrasonografi. Dengan USG kita dapat menentukan usia kehamilan, letak
dan presentasi janin serta kelainan yang terjadi dalam kehamilan sehingga dapat
meminimalisir AKI dan AKB.

Pemeriksaan USG selama masa kehamilan merupakan suatu pemeriksaan
standar yang tidak wajib untuk dilakukan ibu hamil. Namun, peranannya yang
cukup penting selama masa kehamilan, tidak bisa dipungkiri.

Di Glasgow, Skotlandia rata- rata wanita hamil menjalani pemeriksaan
USG sebanyak 2,8 kali. Di Jerman, dilakukan pemeriksaan rutin USG obstetric
sebanyak tiga kali, yaitu pada kehamilan 9-12 minggu, 19- 22 minggu, dan 29- 32
minggu. Di Indonesia, beberapa pusat pendidikan menganjurkan pemeriksaan rutin
satu kali, yaitu pada kehamilan 18- 20 minggu . Di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta
dilakukan penapisan kelainan bawaan (screening) USG sebanyak dua kali, yaitu
pada usia kehamilan 10-14 minggu (penapisan pertama) dan 18-22 minggu
(penapisan kedua), pemeriksaan tambahan hanya dilakukan atas indikasi medis
(Endjun, 2007).

Tetapi belakangan ini, ditemui perbedaan orientasi dalam pelaksanaan
pemeriksaan USG terhadap kehamilan. Kebanyakan didapati bahwa ibu-ibu hamil
melakukan pemeriksaan USG, hanya untuk sekedar mengetahui jenis kelamin
janin. Di sini, dapat dilihat masih kurangnya kesadaran ibu hamil terhadap
pentingnya USG dimulai dari awal masa kehamilan terhadap perkembangan janin.

2

MANFAAT 1. Dapat menjelaskan peran penting USG dalam deteksi dini kelainan selama kehamilan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar mau memeriksakan USG kehamilan 2. Tujuan Khusus  Mengetahui gambaran kunjungan ibu hamil dengan adanya pelayanan USG  Mengetahui jenis kelainan dalam kehamilan yang sering terdeteksi melalui USG dasar di Puskesmas Sedau untuk mencegah 3 terlambat D. TUJUAN 1. 3 .B. Tujuan Umum Mengetahui apakah ada peningkatan kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG 2. RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah upaya meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG dasar di UPT BLUD Puskesmas Sedau minimal 1 kali selama masa kehamilannya C. sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya. mengambil keputusan serta keterlambatan melakukan rujukan & mendapatkan penanganan.

KEGIATAN INOVASI 1. 2006). BAB II GAMBARAN PROGRAM INOVATIF A.1. b. dan sadar tentang dirinya yang nyata.2. Kesadaran Pasif: Kesadaran pasif adalah keadaan dimana seorang individu bersikap menerima segala stimulus yang diberikan pada saat itu. Seseorang disebut memiliki kesadaran diri jika ia memahami emosi dan mood yang sedang dirasakan. 1. Pengertian Kesadaran Diri Kesadaran adalah keadaan seseorang dimana ia tahu atau mengerti dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya. perasaan. Pendek kata. KEGIATAN INOVATIF YANG DIKEMBANGKAN 1. dan evaluasi diri yang ada dalam dirinya. (WHO. baik stimulus internal maupun eksternal. Ada dua macam kesadaran. Konsep Ultrasonografi Ultrasonografi (USG) merupakan suatu metoda diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrsonik . untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gelombang ekho dari gelombang ultrasonik yang dipantulkan oleh jaringan (Sarwono. yaitu: a. Kesadaran Aktif: Kesadaran aktif adalah kondisi dimana seseorang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari dan dapat menyeleksi stimulus- stimulus yang diberikan.P. Kesadaran diri adalah keadaan dimana seseorang bisa memahami dirinya sendiri dengan setepat-tepatnya. kritis terhadap informasi mengenai dirinya sendiri. Ultrasonografi (USG) adalah tekhnik radiologi yang pertama kali dikembangkan dalam tahun 1960-an. yaitu letak struktur tubuh yang dalam dilihat dengan merekam pantulan (ekho) gelombang ultrasonik yang diarahkan langsung kepada jaringan. kesadaran diri adalah jika seseorang sadar mengenai pikiran. 2002) 4 .

dan sebagainya (Sarwono. 4) tersangka kematian mudigah/janin. 12) penentuan profil biofisik janin. 2006). versi ekstraksi. Di Amerika Serikat pemeriksaan USG tidak dikerjakan secara rutin. Panjang mudigah mencapai 5 mm. pemeriksaan USG dikerjakan secara rutin sedikitnya 1-2 kali selama kehamilan. Mudigah kadang-kadang dapat dideteksi. yaitu bila dalam pemeriksaan klinis dijumpai keadaan yang meragukan atau mencurigakan adanya kelainan dalam kelainan.P. Mungkin juga terlihat pulsasi denyut jantung. tranfusi intrauterin. 11) tersangka oligohidramnion atau olihidramnion. 6) tersangka kehamilan mola. 19) sebagai alat bantu dalam tindakan intervensi dalam kehamilan. seperti amniosentesis. terutama dengan USG transvaginal. melainkan atas indikasi klinis. 14) adanya resiko dan tersangka cacat bawaan.  Pemeriksaan USG Pada Kehamilan Trimester I Kehamilan intrauterin (Sarwono.biopsi villi koriales. 5 . 7) terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea. 13) evaluasi letak dan keadaan plasenta. Indikasi Pemeriksaan USG Obstetri Sebenarnya belum ada keseragaman mengenai indikasi pemeriksaan USG dalam kehamilan. Struktur mudigah belum dapat dideteksi dengan alat USG. 16) tersangka kehamilan dengan IUD. Di beberapa negara Eropa. 2) tersangka kehamilan multipel. Indikasi tersebut antara lain : 1) usia kehamilan yang tidak jelas. 9) tersangka pertumbuhan janin terhambat. 15) sebagai alat bantu dalam tindakan obstetrik dalam. Pada kehamilan 6 minggu diameter kantong gestasi mencapai 15 mm. fetokopi. 3) perdarahan dalam kehamilan.  Kontraindikasi Hingga saat ini tidak dikenal adanya kontraindikasi pemeriksaan USG dalam kehamilan. 18) tersangka kehamilan dengan tumor pelvik. 5) tersangka kehamilan ektopik. 17) tersangka kehamilan dengan kelainan bentuk uterus. 10) tersangka janin besar. plasenta manual dan sebagainya. seperti versi luar. 8) persentasi janin yang tidak jelas. 2006) Pada kehamilan 5 minggu terlihat struktur kantong gestasi berdiameter 5-10 mm.

mungkin juga dapat dideteksi adanya gerakan mudigah. maksila. klavikula. kemudian di daerah humerus. Gerakan mudigah dirangsang timbulnya dengan menggunakan perkusi pada dinding abdomen Ibu. Mulai kehamilan 9 minggu struktur mudigah makin bertambah jelas. Diameter kantong gestasi. Pada kehamilan 8 minggu kantong gestasi telah berdiameter 30 mm.Salah satu cara penentuan usia kehamilan berdasarkan pengukuran diameter KG adalah : 6 . Pengukuran diameter kantong gestasi sebaiknya dilakukan dalam 3 dimensi. Panjang mudigah mencapai 10 mm. Lokasi pertumbuhan plasenta terlihat makin jelas.2006) 1. sehingga pada kehamilan 12 minggu rongga korion dan kantong kuning telur tidak terlihat lagi.lagi Pengukuran biometri janin menjadi lebih mudah dilakukan. Pada kehamilan 7 minggu diametr kantong gestasi telah mencapai 25 mm. dan setelah 10 minggu disebut janin (fetus). Pusat-pusat pertulangan mulai tampak di daerah mandibula. dan menjadi lebih mudah dilihat. yaitu yaitu jarak kraniokaudal (KK). yang dimaksud adalah diameter rata- ratanya). Struktur kepala sudah dapat dibedakan dari badan. Struktur mudigah dapat dilihat lebih jelas lagi. Seringkali terlihat kantong kuning telur (yolk sak). Penentuan Usia kehamilan (Sarwono. Selain denyut jantung. dan iga. Periode mudigah (embrio) berlangsung dari usia kehamilan 5 sampai 10 minggu. ilium. Diameter rata-rata KG adalah : KK + AP + T) / 3 (Selanjutnya bila disebut diameter KG. jarak anteroposterior (AP). panjangnya telah mencapai 15- 20 mm. Mungkin juga terlihat selaput amnion berupa sekat ekhogenik yang letaknya di dalan kantong gestasi. femur. Kantong gestasi (KG) umumnya mudah mudah terlihat setelah diameter mencapai 5 mm atau lebih. Rongga amnion makin besar dan mendesak rongga korion. berupa struktur vesikuler berdiameter kira-kira 5 mm yang letaknya di luar selaput amnion. dan jarak tranversal (T).

Usia kehamilan (minggu) = JKB (cm) + 6. apalagi bila terjadi kontrksi uterus atau kandung kencing terisi terlalu penuh. bila perlu mudigah janin dirangsang dulu agar bergerak dengan cara perkusi dinding abdomen ibu.54 0. hasil pengukuran harus ditambah 5 % sebagai koreksi untuk mendapatkan ukuran yang sebenarnya. pengukuran diameter KG menjadi sulit dan tidak akurat lagi. Bila mudigah/janin tetap berada dalam sikap fleksi. Oleh karena itu setelah kehamilan 7 minggu penentuan usia kehamilan sebaiknya didasarkan atas pengukuran biometri mudigah. Oleh karena itu pengukuran JKB untuk menentukan usia kehamilan sebaiknya tidak dilakukan lagi setelah kehamilan 12 minggu. sehingga janin berada dalam fleksi. Usia kehamialn (minggu) = Diameter KG (cm) + 2.702 Sebelum diameter KG mencapai KG 25 mm. sehingga jarak kepala-bokong mudigah dapat diukur dengan lebih mudah. 7 . dan pengukuran JKB menjadi tidak akurat lagi. 2. Diusahakan agar mudigah/janin berada dalam sikap ekstensi. Jarak kepala-bokong (crown-rump length.5 Setelah usia kehamilan 12 minggu ukuran janin sudah sedemikian panjang mengisi kavum uteri. CRL) Ukuran jarak kepala-bokong (JKB) paling baik digunakan untuk menentukan usia kehamilan pada trimester I. Pada keadaan demikian. Disamping itu. usia kahamilan secara kasar dapat pula dihitung menurut rumus : Usia kehamilan (hari) = Diameter KG + 30 Penentuan usia kehamilan berdasrkan diameter KG umunya cukup baik sampai usia kehamilan 7 minggu bentuk KG biasanya tidak sirkuker lagi. mulai kehamilan 7 minggu struktur mudigah biasanya mudah dideteksi.

Diameter biparietal dan femur Penentuan usia kehamilan pada trimester I dapat juga didasarkan pada pengukuran diameter biparietal dan femur. 8 . Pada follow-up selanjutnya daerah perdarahan akan menghilang dengan sendirinya. serta luasnya daerah perdarahan intrauterin. Kehamilan anembrionik Kehamilan anembrionik adalah kehamilan patologik. dimana proses osifukasi telah mencakup daerah kepala dan femur. abortus inkompletus. pertumbuhan kantong gestasi dan mudigah akan berjalan normal. Kadang-kadang perlukaan tersebut mmenimbulkan perdarahan pervaginam. missed abortion. Komplikasi pada kehamilan trimester I 1. Mola hidatidosa Pada kehamilan trimester I gambaran mola hidatidosa tidak spesifik. 2. Perdarahan nidasi tidak dianggap patologik.3. Hal ini penting untuk menentukan prognosis kehamilan selanjutnya. 4. Kehamilan anembrionik harus dibedakan dari kehamilan muda yang normal. dan tidak berpengaruh buruk terhadap kehamilan. 3. untuk menilai keadaan mudigah/janin. berlangsung sebentar. dimana mudigah masih terlalu kecil untuk dapat dideteksi dengan alat USG (biasanya kehamilan 5-6 minggu). Disamping mudigah. Perdarahan nidasi Proses nidasi blastosis kedalam endometrium akan menimbulkan perlukaan pada jaringan endometrium. kantong kuning telur juga ikut tidak terbentuk. Abortus Pemeriksaan USG sangat bermanfaat pada kejadian abortus. dimana mudigah terbentuk sejak awal. karena hanya sedikit. atau mioma uteri. yaitu setelah usia kehamilan 9 minggu. sehingga seringkali sulit dibedakan dari kehamilan anembrionik.

apakah memanjang/melintang. Janin hidup/mati. dan presentasi bagian terbawanya. harus diperhatikan letak janin. Diameter biparietal (Biparietal Diameter / BPD) Diameter biparietal (DBP) merupakan yang umum digunakan untuk menentukan usia kehamilan. Bila dihubungkan dengan kadar HCG. Usia gestasi Menentukan usia gestasi pada trimester II dan III berbeda dengan trimester I.2006) : 1. pada saat itu kadarnya sudah mencapai 6000-6500 mIU/ml.  Pemeriksaan USG pada kehamilan trimester II dan III Pemerksaan pada trimester kedua dan ketiga berbeda dengan pemeriksaan trimester pertama. janin sudah terbentuk. dengan cara kita mencari pulsasi jantung janin 2. Kelainan kongenital mayor : lebih jelas dapat dilihat pemeriksaan USG trimester I 4.dimana diameternya sudah mencapai 5-10 mm. dimana hal-hal yang harus diperhatikan pada trimester II dan III adalah : Keadaan janin Yang harus diperhatikan dalam memeriksa keadaan janin adalah : 1. oblique. harus ditentukan khorionitas dan amnionitas. jika lebih dari satu janin. jika usia gestasi sudah memasuki trimester III. kita perhatikan apakah tunggal/multipel. struktur kantong gestasi intrauterin dapat dideteksi mulai kehamilan 5 minggu. pada pemeriksaan ini. Dari kenyataan ini dijumpai adanya kantong gestasi intrauterin. Selama periode tersebut laju pertumbuhan DBP sangat cepat dan mempunyai variasi 9 . atau presentasi bokong. apakah presentasi kepala. Kehamilan ektopik Pada kehamilan normal. maka kemungkinan kehamilan ektopik harus dipikirkan. beberapa hal yang perlu diperhatikan (Sarwono. Presentasi dan letak janin. Jumlah janin.5. 3. terutama pada kehamilan trimester II.

Ukuran lingkar perut lebih sering digunakan untuk menentukan besar/berat janin. 3. 2. Bentuk abdomen sangat mudah berubah. atau dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan janin melalui pengukuran rasio lingkar kepala/lingkar perut. Lingkar Kepala (Head Circumference / HC) Lingkar kepala dihitung dengan rumus : Lingkar kepala = (DBP + DOF) x 1.Kadang-kadang bentuk kepala mengalami deformasi. Dalam keadaan itu pengukuran DBP menjadi tidak akurat lagi hasilnya. dan untuk usia kehamilan tertentu variasi ukuran linkar perut cukup besar. Lingkar Perut (Abdominal Circumference / AC) Dibandingkan dengan DBP. misalnya adanya kompresi kepala. kelainan letak janin.57 Ukuran lingkar kepala merupakan alternatif lain untuk menentukan usia kehamilan. dan mengevaluasi laju pertumbuhan janin. dan sebagainya. penekanan kepala oleh probe sewaktu pengukuran. pada keadaan dimana ukuran DBP kurang dapat dipercaya. maka lingkar perut paling tidak akurat bila dipakai untuk menentukan usia kehamilan. lingkar kepala. kelainan bentuk kepala. sehingga ukuran DBP tidak sesuai dengan yang sebenernya.yang relatif kecil. misalnya akibat moulage. Tulang kepala janin yang tipis akan mempermudah tekhnik dan memperkecil kesalahan dalam pengukuran. Hal ini didasarkan bahwa penurunan perfusi uteroplasenta dapat 10 . 4. Disamping itu pengukuran lingkar kepala lebih berguna dalan menentukan adanya kelainan bentuk kepala seperti mikro- makrosefalus. dan femur. Panjang Femur (Femur Length / FL) Femur merupakan tulang panjang yang bentuknya kompak sehingga mudah diidentifikasi dan tidak mengalami deformasi oleh kompresi Cairan ketuban Pengukuran volume cairan amnion telah menjadi suatu komponen integral dari pemeriksaan kehamilan untuk melihat adanya resiko kematian janin.

Berdasarkan data WHO angka kematian Ibu (AKI) dinegara-negara maju berkisar antara 5-10 per 100. Memastikan hamil atau tidak. 2006).  Manfaat Pemeriksaan USG 1. menurunkan volume miksi dan menyebabkan terjadinya oligohidramnion. dan sebagainya. Menentukan lokasi plasenta. karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya perkembangan janin. Melihat posisi janin dan tali pusat. lokasi hamil. 2. dan akhir-akhir ini dengan ultrasonografi. Mengukur panjang serviks. Melakukan penapisan secara menyeluruh. denyut janin. Mengetahui keadaan janin.p. Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir. c. d. c.mengakibatkan gangguan aliran darah ginjal dari janin. 2006). b. Dengan adanya alat elektronik. kemajuan-kemajuan dalm pemeriksaan biomedik. 11 . Menilai keadaan plasenta. c. Plasenta Menentukan kondisi plasenta. b. Trimester III: a. d. b.000 kelahiran hidup (Sarwono. sedangkan di negara- negara sedang berkembang berkisar antara 750-1000 per 100. Menilai kesejahteraan janin. Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan. Trimester II: a. 3. Trimester I a.000 kelahiran hidup. jumlah janin dan tanda kehidupannya. Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya. kita dapat meramalkan dengan lebih tepat janin yang dikandung (Sarwono.

didapatkan 13 dari 23 responden (57%) pernah memeriksakan diri dengan USG. sehingga tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. menentukan lokasi plasenta. Hasil ini hampir sama dengan Amerika dimana 67% wanita pernah menggunakan USG dalam kehamilannya. maka dokter umum sebagai tenaga kesehatan professional mempunyai keinginan agar ibu hamil di Puskesmas Sedau memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan USG minimal 1 kali selama masa kehamilannya sehingga dapat mengenali sedini mungkin tanda bahaya kehamilan agar tenaga kesehatan tanggap dalam mengambil keputusan. Melalui pemeriksaan USG dapat menegakkan diagnosis kelainan pada janin. Data rujukan di Puskesmas Sedau menunjukkan pada tahun 2014 didapatkan sekitar 155 kasus rujukan KIA dan 158 kasus rujukan KIA di tahun 2015 yang diantaranya merupakan rujukan karena penyakit dalam kehamilan. setelah ditanya-tanya ternyata masi banyak ibu hamil yang belum mengetahui kegunaan USG itu sendiri.I Putu Kusuma Y. Jombang dari 10 ibu hamil ternyata 4 ibu hamil yang sudah pernah memeriksakan kehamilannya degan pemeriksaan USG. Berdasarkan kondisi tersebut. Dari hasil kuesioner yang dilakukan oleh dr. Sumobito Kab. 12 . Dari hasil studi pendahuluan di desa Plemahan Kec.Dengan USG kita dapat menentukan usia kehamilan. 2009 : pada 23 responden yang dipilih secara acak. Namun ternyata masih banyak responden (22%) yang belum mengetahui kegunaan pemeriksaan USG itu sendiri. letak dan presentasi janin serta kelainan yang terjadi dalam kehamilan sehingga dapat meminimalisir AKI dan AKB. mengenali retardasi pertumbuhan janin dan menilai jumlah cairan amnion (WHO. 2002).mengenali kehamilan tunggal atau kembar. 26 Desember 2009). (Bali post. cepat dalam melakukan rujukan dan tepat dalam melakukan penanganan.

INSTRUMEN KEGIATAN Langkah yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap kunjungan USG kehamilan adalah melalui kerjasama lintas program antara KIA dengan Poskesdes yaitu menjalin komunikasi dengan bidan desa agar bidan desa membantu melakukan motivasi dengan pendekatan komunikasi persuasif kepada semua ibu hamil di wilayah kerja poskesdes masing-masing untuk melakukan pemeriksaan USG minimal 1 kali.00 – 12. JADWAL KEGIATAN Jadwal pelayanan USG di UPT BLUD Puskesmas Sedau : HARI WAKTU KETERANGAN SENIN s/d KAMIS 08. 3. B. SASARAN KEGIATAN INOVASI 1.00 WITA Di luar jadwal hanya menerima pelayanan usg dengan indikasi 3. LOKASI KEGIATAN Pelayanan USG dilaksanakan di ruangan KIA UPT BLUD Puskesmas Sedau 13 . 2. SASARAN Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh ibu hamil di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Sedau 2. METODE YANG DIGUNAKAN Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasional dengan pendekatan time series data yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.

Desa Keru dengan luas wilayah : 4. dengan batas-batas wilayah : Sebelah barat : Desa Batu kumbung dan Desa Lembuak Sebelah utara : Hutan Lindung Sebelah timur : Kabupaten Lombok Tengah Sebelah selatan : Kabupaten Lombok Tengah Secara administratif Wilayah Kerja Puskesmas Sedau terdiri atas 10 Desa dengan 61 Dusun.02 Km2 dan Desa yang mempunyai wilayah terkecil adalah Desa selat dengan luas hanya 3.79 Km2 6.68 Km2 10. Desa Pembuwun dengan luas wilayah : 6.1 Km2 14 .18 Km2 2. Desa Sedau dengan luas wilayah : 4. Desa Peresak dengan luas wilayah : 4 . Desa Suranadi dengan luas wilayah : 6.98 Km2 3.02 Km2 8. Desa Pakuan dengan luas wilayah : 5. Desa Sesaot dengan luas wilayah : 10.19 Km2 7. KEADAAN GEOGRAFIS Puskesmas Sedau merupakan Puskesmas Non Perawatan yang terletak di jalan Ahmad Yani Keru Narmada Kabupaten Lombok Barat dengan luas Wilayah Kerja 58. Berikut adalah Desa tersebut : 1.22 Km2 4.28 Km2 5. Desa Selat dengan luas wilayah : 3.46 Km2.02 Km2 9. Desa terluas dalah Desa Sesaot dengan luas mencapai 10. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS 1. Desa Golong dengan luas wilayah : 5.28 Km2. Desa Lebah sempage dengan luas wilayah : 8.

158 perempuan. KEADAAN DEMOGRAFI Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Sedau pada Tahun 2016 mencapai 55. Dalam bidang Pendidikan baru sekitar 48% saja yang mengenyam pendidikan baik pendidikan dasar. menengah maupun perguruan tinggi.345 jiwa dengan 23.237 diantaranya laki-laki dan 25.1%) sedangkan sisanya terbagi dalam beberapa bidang antara lain : perdagangan. dan lainnya. industri. angkutan. jumlah KK 13.227 dan kepadatan penduduk 828 jiwa/Km2. Poli Umum. Poli KIA/KB  Ruang Bersalin  Ruang Konseling  Ruang Laboratorium  Apotek  Gudang Obat  Gudang Alat-alat Kesehatan  Aula  Ruang Program  Ruang Kepala Puskesmas  Ruang Tata Usaha  Rumah Dinas yang terdiri dari : 4 unit untuk rumah para medis  Rumah Dinas yang terdiri dari :1 unit untuk rumah medis (dr Gigi) 15 . sedangkan sisanya adalah tidak atau belum sekolah. Sarana Kesehatan Puskesmas Sedau dibangun pada Tahun 1985 yang terbagi dalam beberapa ruang Pelayanan dan ruang Administrasi atau ruang Program dan ruang penunjang. Poli Gigi. 3. Sebagian besar penduduk bekerja dalam bidang agraris atau pertanian (52. PNS. SARANA DAN PRASARANA a.2. antara lain :  Ruang UGD 24 jam yang dilengkapi dengan pelayanan one day care  Ruang pelayanan rawat jalan yang terdiri dari Poli Anak. jasa.

Sarana Peribadatan Jumlah Masjid : 21 Masjid Jumlah Mushollah : 33 Mushollah Pura : 15 Pura Jumlah Gereja : 0 Gereja 16 . Dan 10 Poskesdes yaitu :  Poskesdes Keru  Poskesdes Sedau  Poskesdes Golong  Poskesdes Peresak  Poskesdes Selat  Poskesdes Suranadi  Poskesdes Buwun sejati  Poskesdes Pakuan  Poskesdes Sesaot  Poskesdes Lebah sempage b.  Puskesmas Pembantu Peresak di Desa Golong  Puskesmas Pembantu Suranadi di Desa Suranadi.Selain itu. dalam operasionalnya Puskesmas Sedau ditunjang oleh 3 Puskesmas Pembantu. Sarana Pendidikan Jumlah sarana Pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Sedau yang juga menjadi sasaran kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmasa Sedau adalah sebagai berikut : Taman kanak-kanak : 24 TK/PAUD Sekolah Dasar : 36 SD/MI SMP/MTs : 17 SMP/MTs SMA/MA : 10 SMA/MA/SMK Universitas : - c. yaitu :  Puskesmas Pembantu Sesaot di Desa Pakuan.

d. Akbid 21 5PTT. Data Personalia Puskesmas Sedau Tahun 2015 Yang Ada Status NO Jenis Ketenagaan Kekurangan Ket Sekarang Kepegawaian I. a.Keperawat 1 PNS.P=6 3 Pegawai BLUD 8 PNS. 2 Kontrak. P2B 2 PNS P=2 2PNS . Data Sarana Kesehatan Jumlah Puskesmas Pembantu : 3 Polindes : 9 Jumlah Apotek : - Jumlah Praktek Dokter : 1 Jumlah Praktek Bidan : 4 Jumlah Dukun Terlatih : 16 Jumlah Klinik Swasta : 2 Jumlah Toko Obat : 1 f. Akper 9 L=3.Pegawai P=21 BLUD 7 e.d.Pegawai b. 4 L : 1 P :3 an 1 pegawai BLUD 1 PNS . 1 Kontrak. SKM 2 P=2 BLUD 1 5 PNS. Adapun jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di Puskesmas Sedau adalah sebanyak 75 orang dengan perincian jenis ketenagaan sebagai berikut : Tabel 1. c. Akzi 4 L=2 P : 2 BLUD 17 . Puskesmas Induk 1 Dokter Umum 3 Kontrak P=2 L=1 2 Dokter Gigi 1 PNS L=1 3 Sarjana/D3 S1. 1 Kontrak. 2 Pegawai f. SaranaUmum Pasar : 2 Buah Apotik/Toko obat : 1 Buah Klinik Swasta : 3 Buah e. Personalia Puskesmas Sedau memiliki tenaga yang trampil dan profesional untuk melaksanakan program dan kegiatan yang ada.

SPPH 1 PNS . P=1 b. 1 Kontrak P=2 9 Pengelola Obat/SMF 1 PNS P=1 10 Umum 2 PNS . Sementara target K1 adalah 95%. Lain-lain 4 Perawat (SPK) 10 9 PNS. Kunjungan K1 Puskesmas Sedau pada tahun 2016 mencapai 1.1 Pegawai S1 3 L=2 P: 1 BLUD 6 PNS . 1kontrak P=4.P=3 L=5 BLUD SMP L=2 SD 2 PNS 4. g. Lombok Barat pada tahun 2016 adalah : Jumlah kematian terdiri dari 10 kasus dengan rincian sebagai berikut :  Angka kematian bayi : 10 ( Kematian Bayi Dalam Rahim)  Angka kematian balita :-  Angka kematian ibu bersalin :- 5. SITUASI DERAJAT KESEHATAN Angka Kematian Tolak ukur derajat kesehatan di wilayah Puskesmas Sedau Kab.278 Ibu Hamil. Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu isu penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan menjadi fokusing program pembangunan kesehatan di Kabupaten Lombok Barat. SITUASI UPAYA KESEHATAN a. L=6 5 Perawat Gigi 1 Pegawai BLUD P:1 6 Sanitarian a. 18 .9% dari proyeksi Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Sedau yang berjumlah 1.2 Pegawai SMA 8 . AKL 1 PNS P=1 7 SPAG 8 Tenaga Laboratorium 2 1 PNS.264 Ibu Hamil atau sekitar 98. Jadi pencapaian K1 sudah mencapai target yang ditentukan.

0 Grafik 1. Sedangkan cakupan terendah di Desa Lebah Sempage dengan pencapaian 87.7 89.2 79. Jumlah kasus maternal terbanyak yang ditemukan ada di Desa Buwun sejati 149%.7 126.0 148.9 134.0 89. Pelatihan penggunaan USG pada pasien secara langsung di Puskesmas Narmada dan 19 .0 100.2 120. Jumlah komplikasi maternal yang ditemukan selama tahun 2016 di wilayah Puskesmas Sedau mencapai 228 kasus dari perkiraan jumlah kasus 256 kasus atau sekitar 89.1%. telah dilakukan berbagai pelatihan untuk Dokter Umum di Puskesmas agar bisa mengoperasikan alat tersebut. Pelayanan USG Pelayanan USG di Puskesmas Sedau sudah diselenggarakan sejak awal tahun 2015. Bantuan alat pemeriksaan penunjang berupa USG ini diperoleh dari pusat pada akhir tahun 2014 kepada 4 Puskesmas di wilayah Kabupaten Lombok Barat dan salah satunya adalah Puskesmas Sedau.6. Cakupan Komplikasi Maternal s/d Desember 2016 b.6%.0 40.6 140.1 20.8 80.0 30.20%.6 13. target 82% grafik. sedangkan kasus terendah ada di Desa Suranadi 30.0 127. diantaranya yaitu OJT USG di Dinas Kesehatan Lombok Barat.9 119. Komplikasi Maternal s/d Desember 2016 160. Cak. Sejak keberadaan alat USG ini.Cakupan K1 tertinggi dicapai oleh Desa Pukuan yang mencapai 102.0 68.5 60.0 0.

Pada permulaannya USG hanya dilakukan pada ibu hamil dengan indikasi dan dirujuk oleh bidan desa terutama bagi ibu hamil yang lupa HPHT dan ibu hamil resti. B. Motivasi juga dilakukan secara langsung saat pemeriksaan USG. Dengan demikian melalui pendekatan komunikasi persuasif ini terjadi peningkatan kesadaran masyarakat khusunya ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG. Akan tetapi karena peran penting USG untuk screening awal kehamilan dan juga untuk memaksimalkan pemanfaatan alat USG yang telah diberikan dalamp meningkatkan pelayanan UKP maka sejak tahun 2016 kami melakukan motivasi kunjungan USG melalui bidan desa agar semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sedau dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG minimal 1 kali selama masa kehamilannya. jelas dan lengkap agar ibu hamil mengerti dengan kondisi kehamilannya dan merasa puas dengan penjelasan yang diberikan. HASIL KEGIATAN INOVATIF Pelayanan USG Puskesmas Sedau yang telah diselenggarakan selama kurang lebih 2 tahun sejak awal tahun 2015 cukup mendapat perhatian dan diminati oleh masyarakat khususnya ibu hamil. Pelatihan pengoprasian USG di Rumah Sakit Daerah Patut Patuh Patju Gerung. 20 . saat ibu hamil merasakan manfaat USG itu sendiri maka secara tidak langsung akan tumbuh kesadaran pada ibu mengenai pentingnya USG sehingga ibu hamil yg telah memeriksakan USG kehamilannya akan memiliki keinginan untuk datang kembali bahkan meneruskan informasi mengenai manfaat USG pada keluarga atau tetangga dilingkungannya untuk ikut serta melakukan kunjungan USG di Puskesmas. sebagai dokter umum yg melakukan pemeriksaan USG harus bisa menjelaskan hasil pemeriksaan secara baik. hal ini dapat dilihat dari grafik kunjungan USG di Puskesmas Sedau tahun 2015-2016 di bawah ini.

Kunjungan Pasien KIA Tahun 2014 s/d 2016 21 . Grafik Kunjungan USG Tahun 2015 s/d 2016 900 813 800 700 600 500 Kunjungan USG 380 400 300 200 100 0 2015 2016 Grafik 2. Grafik Kunjungan Pasien KIA Tahun 2014 s/d 2016 1800 1652 1600 1453 1400 1200 1000 875 Kunjungan KIA 800 600 400 200 0 2014 2015 2016 Grafik 3. Kunjungan USG Tahun 2015 s/d 2016 Adanya pelayanan USG kehamilan di Puskesmas Sedau juga mampu meningkatkan kunjungan pasien KIA untuk melakukan pemeriksaan ANC. Gambaran kunjungan pasien KIA disajikan dalam grafik sebagai berikut.

Tabel 2. Proses rujukan pasien KIA juga bisa diputuskan dengan lebih cepat. Jenis Kelainan Dalam Kehamilan yang Terdeteksi Oleh Pemeriksaan USG Tahun Kelainan Kehamilan 2014 2015 Susp Oligohidramnion 6 4 Susp Placenta Letak Rendah 6 4 Susp Kelainan Letak 3 4 Susp IUFD 2 1 Susp Abortus inkomplit 4 3 Susp Gemeli 3 1 Susp Bayi Besar 3 1 Susp Massa Intraabdomen . 22 . sehingga tidak terjadi over rujukan atau ketidak tepatan dalam merujuk kasus non spesialistik. berikut adalah grafik jumlah kasus rujukan sebelum dan sesudah adanya pelayanan USG. 2 Penyelenggaraan pelayanan USG memberikan kontribusi yang cukup baik dalam pelaksanaan UKP Puskesmas Sedau. tepat dan bijak dengan adanya screening awal kelainan dalam kehamilan. Dari seluruh hasil pelayanan USG yang dilakukan terdapat sejumlah kelainan dalam kehamilan yang terdeteksi melalui USG seperti yang ditunjukkan oleh tabel di bawah ini. Berdasarkan hal tersebut.

"Sehingga bisa dibicarakan lebih lanjut jika ada perkembangan yang abnormal. USG hanya bisa mendeteksi ketidak normalan pada struktur yang cukup 23 . melihat kelainan bawaan pada janin. kedudukan janin dalam rahim. apakah bayinya satu atau kembar. Grafik Jumlah Kasus Rujukan KIA Tahun 2014 s/d 2015 159 157 160 140 120 100 100 80 Jumlah Kasus Rujukan KIA 60 40 20 0 2014 2015 2016 Grafik 4. bayinya hidup atau mati. Misalnya. USG tidak akan bisa mendeteksi seluruh kondisi yang tidak normal. PEMBAHASAN Pada saat hamil ibu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan skrinning untuk mengevaluasi kondisi bayi di dalam kandungan. menentukan kondisi plasenta. menilai jumlah air ketuban. hamil di dalam atau di luar kandungan. Tujuannya melihat tumbuh kembang janin dalam rahim." Sedangkan pada trimester III. kepala janin tak bisa masuk jalan lahir." USG pada trimester II dilakukan pada usia kehamilan 20-22 minggu. "Untuk menentukan usia hamil akan lebih akurat jika dilakukan di trimester I. bayinya terlalu kecil. Pada trimester awal USG berguna untuk meyakinkan adanya kehamilan. atau letaknya melintang. Kasus Rujukan KIA Tahun 2014 s/d 2016 C. menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin. terutama di bawah usia 12 minggu. menentukan jenis kelamin dalam rahim. juga untuk menentukan usia kehamilan. dan menentukan kelainan bawaan janin dalam rahim. USG biasanya hanya dilakukan bila ada indikasi medis.

Dengan diketahuinya kelainan kehamilan dini. maka tidak akan terdeteksi. Disini terlihat peningkatan kunjungan ibu hamil yang cukup signifikan.besar untuk dilihat. dan jika kondisi tersebut belum berkembang pada saat pemeriksaan USG. Adanya hubungan yang selaras antara pelayanan USG dengan pemeriksaan ANC yaitu setiap ibu hamil yang datang memeriksakan USG juga sekaligus diberi pelayanan ANC. Hal ini sesuai dengan tujuan diselenggarakannya pelayanan USG untuk mencegah 3 terlambat yaitu pertama. kondisi medis akan berubah seiring waktu. sehingga pengelolaan ibu hamil bisa dilakukan dengan lebih baik. melalui motivasi dengan pendekatan persuasif. Setiap kasus suspek yang ditemukan dilakukan motivasi untuk melakukan pemeriksaan ulang di praktek Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau diberikan rujukan untuk pasien yang memiliki kartu JKN ke Rumah Sakit untuk menentukan diagnosis pasti oleh ahlinya. Pada tabel 2 menunjukkan jenis kelainan selama kehamilan yang telah terdeteksi melalui pemeriksaan USG di Puskesmas Sedau sejak tahun 2015 sampai tahun 2016. Bahkan salah satu desa di wilayah kerja Puskesmas Sedau yaitu desa Sesaot telah melakukan kerjasama lintas sektor dengan Puskesmas Sedau pada tahun 2016 untuk memberikan pelayanan USG gratis kepada ibu hamil dengan resiko tinggi yang dibiayai oleh dana desa. karena aparatur desa memahami manfaat dan peran penting USG dengan baik. Dari grafik 3 diperoleh data peningkatan kunjungan KIA dari tahun 2014 sebelum ada pelayanan USG terdapat 875 kunjungan terus mengalami peningkatan sampai akhir tahun 2016 mencapai sekitar 1652 kunjungan. Selain itu. ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sedau sudah memiliki kesadaran untuk memeriksakan USG kehamilannya. Apabila ada lesi yang kecil mungkin akan terlewatkan. proses rujukan bisa dilakukan lebih awal sehingga dapat mencegah komplikasi maternal dan neonatal. 24 . hal ini menunjukkan adanya pelayanan USG menjadi nilai tambah bagi Puskesmas Sedau dalam penyelanggaraan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). Berdasarkan grafik 2 terlihat peningkatan kunjungan USG yaitu dari 380 pasien di tahun 2015 menjadi 813 pasien di tahun 2016. Hal ini menunjukkan kerjasama lintas program antara KIA dengan Poskesdes berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan.

kemungkinan jarak ke Puskesmas atau Rumah Sakitnya perlu ditempuh dalam waktu lebih lama. Kebanyakan disebabkan oleh taraf pendidikan yang rendah. oleh karena itu dengan mengetahui lebih dini kelainan kehamilan keluarga bisa memiliki lebih banyak waktu untuk mengambil keputusan sehingga tidak terjadi terlambat yang ketiga yaitu. jadi kondisi ibu yang sudah semakin memburuk karena sudah terlambat sampai di tempat rujukan dapat dicegah. hal inimenunjukkan dengan adanya alat penunjang yang tersedia di Puskesmas Sedau berupa USG. Faktor keterlambatan ini dapat pula karena kondisi ekonomi dan letak geografis yang tidak strategis. Bagi orang- orang yang tinggal di tempat terpencil. terlambat mengambil keputusan. 25 .terlambat mengetahui adanya kelainan atau penyakit pada ibu hamil. petugas kesehatan cukup terbantu agar lebih tepat dalam mendiagnosa dan merujuk pasien yang memang tidak bisa ditangani di FKTP. Grafik 4 tampak penurunan jumlah kasus rujukan KIA. terlambat merujuk dan menangani. yang akhirnya terlambat ke rumah sakit. Kedua.

Kunjungan USG kehamilan di UPT BLUD Puskesmas Sedau telah berjalan secara optimal 2. SARAN Berdasarkan paparan di atas maka disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Terjadi penurunan angka rujukan pasien KIA B. Terjadi peningkatan kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG dengan meningkatnya kunjungan USG 3. BAB IV KESIMPULAN & SARAN A. Perlu dilengkapi sarana dan prasarana dalam pemeriksaan USG seperti layar depan (monitor) agar ibu bisa melihat hasil pemeriksaan sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan dan meningkatkan kepuasan ibu hamil. 2. Terjadi peningkatan kunjungan pasien KIA 4. KESIMPULAN 1. 26 . Perlu dilakukan kerjasama lintas sektor melalui kader atau apartur desa untuk pengadaan pelayanan USG gratis minimal setahun sekali di desa atau Puskesmas bagi ibu hamil resti dan ibu hamil dengan kelas ekonomi rendah.

453. (2007). Panduan Pemeriksaan USG Dasar Obstetri. Kamus Kedokteran Dorland. Ultrasonografi dalam Obstetri. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Dalam: Ilmu Kebidanan Edisi Ketiga. Rasad.com/2008/10/07/usg-ultra-sonography/. J J. Jakarta: EGC. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 36-37. 2005. Dalam: Kehamilan Minggu Demi Minggu. Ksuheimi. H. 27 . Wiknjosastro. Yusuf Syamssu. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Available from: http://navy102. J.455. 2007. Nurihsan Juntika. Ultrasonography. Dorland. 2007. 2003. 2002. Dalam: Ultrasonografi Dasar Obstetri dan Ginekologi. Radiologi Diagnostik Edisi Kedua. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: Erlangga. Sjahriar. 53-60. [Accessed 4 May 2010 ]. 132- 151. Teori Kepribadian. DAFTAR PUSTAKA Endjun. 2008. MacDougall. Ultrasonografi.wordpress.