You are on page 1of 28

LAPORAN KINERJA TAHUNAN

BIDAN PTT PUSAT
TAHUN 2013

OLEH :
YUNI SISDA RIYANTI, Amd. Keb.
NRPTT.13.4.048.7868

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmadNYA
kami dapat menyelesaikan Laporan Tahunan Bidan PTT Ponkesdes Plumbon Tahun 2013.

Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

1. Yth. Ibu Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo berserta staf,
2. Yth. Ibu Kepala Puskesmas Porong beserta staf,
3. Yth. Semua pihak yang terlibat dalam pembuatan Laporan Kinerja Tahunan Bidan PTT
Tahun 2013,
4. Dan tak lupa suamiku tercinta, terima kasih atas dukungan yang telah diberikan untuk
pembuatan Laporan Kinerja Tahunan Bidan PTT Tahun 2013.

Dalam rangka pembuatan laporan ini kami tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan,
maka dari Itu kami mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan dimasa-
masa mendatang.

Demikianlah harapan kami mudah-mudahan Laporan Kinerja Tahunan Bidan PTT Tahun 2013
ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Porong, 20 Januari 2014

Bidan Desa Plumbon

YUNI SISDA R,Amd.Keb
NRPTT. 13.4.048.7868

Latar belakang Kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam pasal 28H dan 34 Undang-Undang Dasar Negara Replubik Indonesia Tahun 1945. Tanggulangin Timur : Desa Permisan Kec. Analisa Situasi 2. Beberapa masalah muncul sehubungan dengan kebijakan ini antara lain kesinambungan pelaksanaan program kesehatan berkaitan dengan penetapan lama penugasan. Sedangkan pendekatan motivasional dilakukan dengan menyediakan insentif dan pengurangan penugasan.1. Perubahan Kebijakan terakhir tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 683/Menkes/SK/III/2011 tentang pedoman pengangkatan dan penempatan Dokter Spesialis/ Dokter Gigi Spesialis/ Dokter/ Dokter Gigi/ Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap. Ketinggian tanah dari permukaan laut : 6 meter b.1 Wilayah  Batas wilayah : Utara : Desa Sentul Kec. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. maka kebijakan Pengangkatan Dokter dan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap ( PTT ) dalam perjalanannya banyak mengalami perubahan pendekatan. dan informasi. Jabon Selatan : Desa Permisan Barat : Desa Glagah Kec. Topografi (dataran rendah. PENDAHULUAN A. Pendekatan geografis di lakukan dengan penempatan Dokter pada fasilitas pelayanan kesehatan criteria terpencil dan sangat terpencil. yaitu bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. bertempat tinggal. Pendekatan kebijakan yang dilakukan adalah pendekatan geografis dan peendekatan motivasional. Porong  Luas wilayah/Desa : 632 ha  Kondisi Geografis a. ekonomi. maka peraturan mengenai pedoman pengangkatan dan penempatan Dokter dan Bidan sebagai PTT perlu disempurnakan. tinggi. pantai ) : Dataran Rendah . teknologi. serta penempatan Bidan di Desa. Berkenaan dengan hal tersebut. B. Untuk itu ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1994 tentang Pengangkatan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap sebagaimana di ubah dengan Keputusan Presiden Nomor 77 Tahun 2000. Seiring dengan perkembangan politik.

SMA / MA : Tidak Ada .3 Sarana – Prasarana  Pendidikan a. Jumlah RW :2 c. Ke Propinsi : -/+ 45 Km  Pemerintahan Desa a. Jumlah Perangkat Desa :8 d. Jumlah Dusun :3 2.2 Sasaran  Jumlah Penduduk : 1087 jiwa Laki-laki : 557 jiwa Perempuan : 530 jiwa  Jumlah Ibu Hamil : 14 jiwa  Jumlah Bumil Resti : 3 jiwa  Jumlah Ibu Bersalin : 13 jiwa  Jumlah Ibu Nifas : 13 jiwa  Jumlah Bayi : 11 Bayi/11 Bayi  Jumlah Neonatal Resti : 2 bayi  Jumlah Bayi Paripurna : 11 bayi  Jumlah Balita : 100 Balita  Jumlah Balita Paripurna : 85 balita  Jumlah PUS/WUS : 266 / 264 2. Ke Kecamatan : -/+ 5 Km b. Jumlah RT :6 b. SD / MI : 2 Unit c. c. Taman Kanak-kanak/PAUD : 1 Unit b. Suhu rata-rata : 27-32 oC  Jarak dari pemerintahan Desa a. SMP / MTS : Tidak Ada d. Ke Kabupaten : -/+ 15 Km c.

Rumah Sakit : Tidak Ada b. Masjid : 2 Unit b. Pondok Pesantren : Tidak Ada  Keagaman a. Gereja : Tidak Ada d. Bidan Praktek Swasta : Tidak Ada k. Pos UKK : Tidak Ada q. Pustu : Tidak Ada d. Puskesmas : Tidak Ada c. Poskestren : Tidak Ada p. UKBM Lain : Tidak Ada s. Pos Gizi : Tidak Ada o. Bidan Di Desa : Ada Pelatihan yang pernah diikuti:  APN  Pelatihan Pijat Bayi . Pura : Tidak Ada e. Pos Obat Desa (POD) : Tidak Ada m. Batra : Tidak Ada n. Posyandu Balita : 1 Unit h. Polindes : Tidak Ada f. Wihara : Tidak Ada  Kesehatan a. Mushollah : 1 Unit c. Posyandu Lansia : 1 Unit i. PONKESDES : 1 Unit e. Dokter Praktek Swasta : Tidak Ada j. e. Jumlah Kader Kesehatan : 5 Orang r. Poskesdes : 1Unit g. RB / BKIA : Tidak Ada l.

Jumlah Rumah Yang Memiliki WC : 410 Unit c. Perumahan a. Jumlah Rumah Yang Memiliki SPAL : 357 Unit d. Jumlah Rumah : 457 Unit b. Jumlah MCK Umum : 2 Unit .

DEWI M 3.MURIANI 3.SYAIFUL ARIF 3.. PELAKSANAAN KEGIATAN A..TATIK FARIDAH YAN MED DASAR PROMKES 1. Perencanaan Terlampir B..2.. Amd..KHOJIN 2...KUNAINAH 2..KUHARNIK 1.HETTY SUTINAH MASRUROH 2.SUEB 1..NINIK 1..DEWI FATIMAH 2...Keb NUR HIDAYATI BENDAHARA LILIK SUDARWATI SURVEILANS SIAGA BENCANA UKBM 1.. ROHMAN WAKIL KETUA ROCHIMAH BIDAN DESA SEKRETARIS YUNI SISDA R.SUPIYATI . Pengorganisasian STRUKTUR ORGANISASI PONKESDES (POS KESEHATAN DESA ) DESA PLUMBON KECAMATAN PORONG KEPALA PUSKESMAS PENANGGUNG JAWAB KEPALA DESA PLUMBON K SUPRIYADI KETUA ABD.MUKID M 2.

 Ukur tekanan darah (T 2). pelayanan KIA dan KB yang dilakusanakan setiap hari kerja ponkesdes. .  kunjungan nifas kedua minggu ke-2. Kunjungan nifas minimal sebanyak 3x kunjungan pada nakes yaitu :  hari pertama sampai dengan 3 hari.  Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria (T 14).  Pemberian tablet FE sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan (T 4).  Temu wicara dalan rangka persiapan rujukan(T 10).  Pemeriksaan VDRL (T 7).  senam payudara. a) Kesehatan Ibu Pelaksanaan Pelayanan kesehatan ibu antara lain pemeriksaan kehamilan. PELAKSANAAN PELAYANAN Kegiatan ponkesdes plumbon memberikan pelayanan umum. Pelayanan pemeriksaan kehamilan meliputi 14 T antara lain:  Timbang berat badan (T 1).  Perawatan payudara (T 8). Pelayanan kesehatan ibu nifas sesuai degan standart pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca melahirkan.  dan kunjungan nifas ketiga 36-42 hari.Pelayanan tersebut diatas dilakukan setiap hari sesuai dengan kedatangan pasien.  Pemberian imunisasi TT (T 5).  Pemberian kapsul yodium untuk daerah endemis gondik (T 13).  Pemeriksaan HB (T 6). Pemeliharaan tingkat kebugaran/ senam ibu hamil (T 9). Pelayanan persalinan dilaksanakan sesuai dengan Asuhan Persalinan Normal (APN).  Pemeriksaan protein urine atas indikasi (T 11). dan pelayanan masa nifas.C. dan pijat tekan payudara. pertolongan persalinan.  Ukur tinggi fundus uteri (T 3).  Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi (T 12). pelayanan pengobatantan meliputi pemeriksaan dan pengobatan umum.

penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan. dan memberikan penyuluhan reproduksi untuk WUS ( Wanita Usia Subur ). suhu. POLIO 1S/D POLIO 4. Posyandu balita di Desa Plumbon ada 2 (dua) pos. Pemberian imunisasi HBU-0 bila belum diberiknan pada waktu perawatan bayi baru lahir.  pemeriksaan lokhea dan pengeluaran pervaginam lainnya. BCG. K 1. diare.  pelayanan KB pasca salin oleh nakes. Pelayanan neonatal dasar dilakukan secara komprehensif dengan melakukan pemeriksan dan perawatan bayi baru lahir dan pemeriksaan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) yang meliputi:  Pemeriksaan dan perawatan bayi baru lahir meliputi perawatan tali pusat. c) Kesehatan reproduksi Pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi meliputi pelayanan KB untuk PUS (Pasangan Usia Subur ) . konseling terhadap ibu dan keluarga untuk pemberian ASI Eksklusif-pencegahan hipotermi dan melaksanakan perawatan bayu baru lahir dengan menggunakan buku KIA. A 200.  pemeriksaan payudara dan anjuran ASI eksklusif selama 6 bln. pelayanan MTBS. melaksanakan ASI Eksklusif.  pemeriksaan fundus uteri. . CAMPAK). memastikan bayi telah diberi injeksi Vi. masalah pemberian ASI Eksklusif. BBLR. pemberian imunisasi HBU-0  Pemerksaan menggunakan pendekatan MTBM : pemerikasaan tanda bahaya seperti kemungkinan infeksi bakteri. b) Kesehatan anak pelayanan kesehatan anak meliputi Kunjungan Neonatal (KN).000 IU sebanyak dua kali. respirasi.  pemberian kapsul Vit. Posyandu bayi-balita. memastikan bayi telah diberi salep mata antibiotic. ikterus.Pada setiap kali kunjungan nifas diberikan pelayanan pemeriksaan antara lain :  tekanan darah. DPT-COMBO 1 S/D DPT-COMBO 3. Imunisasi dasar (HBU 0-7hari. nadi. yang dilaksanakan sebulan sekali.

 Kegiatan Kelas Ibu Hamil Untuk meningkatkan kesehatan jasmanu pada ibu hamil maka dilaksanakan kelas ibu hamil didesa plumbon. Bukti foto terlampir. e) Pemberdayaan Masyarakat Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan diperlukan peran serta masyarakat itu sendiri. antara lain:  Jumlah kader posyandu balita : 5 jiwa  Jumlah kader osyandu lansia : 5 jiwa  Jumlah kader lingkungan : 5 jiwa  Jumlah kelompok olah raga : 1 kelompok  Jumlah UKBM : 2 Pos  Jumlah PKK : 1 PKK  Jumlah posyandu balita : 2 pos  Jumlah osyandu lansia : 2 pos .  Kegiatan Taman Posyandu Kegiatan taman posyandu dilaksanakan setiap satu bulan sekali sesui jadwal posyandu balita pos 1. Sasaran balita yang mengikuti kegiatan taman posyandu antara usia 1 th-3th.d) Tugas Pokok Fungsi Tambahan Sebagai bidan PTT selain memberikan pelayanan kesehatan dasar pada ibu dan anak.adapun bukti tupoksi tambahan tersebut terlampir berupa surat keterangan . Bukti foto terlampir. bidan desa juga di Dinaskan di Ruang Bersalin ( VK ) Puskesmas PONED di Puskesmas Porong. meliputi:  Bidan desa wilayah Puskesmas Porong selain di dinaskan di Desa. juga melaksanakan kegiatan di desa. kegiatannya meliputi permainan pendidikan dengan menggunakan APE (Alat Permainan Anak ).

1 Kesehatan Ibu Sasaran : Bumil : 14 Orang Bumil Resti : 3 Orang Bulin/ Bufas : 11 Orang Pencapaian No. KEGIATAN DAN ANALISA 3. Indikator Kesehatan Ibu Sasaran Target Riil % 1 K1 14 100 % 14 100 % 2 K4 13 93 % 13 93 % 3 Deteksi RT Bumil oleh masyarakat 2 10 % 10 % 4 Deteksi resiko tinggi oleh tenaga 3 20 % 3 20 % kesehatan 5 Komplikasi kebidanan yang ditangani 3 80 % 3 80 % 6 Persalinan oleh Nakes 13 94 % 13 94 % 7 Persalinan difasilitasi Kesehatan 13 94 % 13 94 % 8 Pelayanan Nifas Paripurna 13 95 % 13 95 % Analisa : semua pencapaian indikator kesehatan ibu sesuai target. .3.

3. Akseptor KB mengalami 0. Akseptor KB Aktif dibina 70 % 147 3. Kasus efek samping 12.35 % . Akseptor KB Droup Out 1.25 % efek samping 6. - komplikasi 8. p KB ( KELUARGA BERENCANA ) Sasaran : PUS : 266 jiwa CU (KB Aktif) : 211 jiwa PPM (KB Baru) : 57 jiwa No.9 % 4 4. - Analisa : Dari jenis pelayanan KB yaitu aks. - kegagalan 5. Akseptor KB mengalami 1. Kasus komplikasi 3. aks. 3.2 Kesehatan Anak Sasaran : Bayi : 11 Bayi Neonatus Risti : 2 Bayi Balita : 100 Balita Apras : 152 Anak Target Pencapaian No. KB mengalami efek samping . KB aktif. Akseptor KB mengalami 0.3.5 % .19 % . Jenis Pelayanan KB Target Sasaran Pencapaian 1. Akseptor KB Baru 100 % 57 100 % 2. Indikator Kesehatan Anak Sasaran % Riil % 1 KN 1 11 95 % 11 95 % 2 KN 2 11 95 % 11 95 % 3 Neonatal Risti ditangani 2 80 % 2 80 % 4 Bayi Paripurna 11 88 % 11 88 % 5 Balita Paripurna 100 85 % 92 85 % 6 Apras Paripurna 152 83 % 126 10 % 7 MTBS 22 100 % Analisa : Semua pencapaian indikator kesehatan anak sesuai target.5% 7. dan .

T/D <20 % 100 21. DPT / HB 3 90 % 11 100 % 6. DPT / HB 2 90 % 11 100 % 5. Campak 90 % 11 100 % Analisa : Dari jenis pelayanan imunisasi pencapaiannya melampaui target.6 % 5. mengalami kegagalan. DPT / HB 1 95 % 11 100 % 4.5 % 4. dan KB mengalami komplikasi . HBU ( 0-7 hari ) 95 % 11 100 % 2. Indikator Target Sasaran Pencapaian 1. Vitamin A pada balita 90 % 100 90 % . N/D 70 % 100 71. Jenis Pelayanan Imunisasi Target Sasaran Pencapaian 1.5 Upaya Perbaikan Gizi Sasaran : Bumil : 14 Orang Bayi 0-12 bln : 11 bayi Balita : 100 balita No.4 Pelayanan Imunisasi Sasaran : 11 Bayi No. Polio 1 95 % 11 100 % 7.6 % 6. Aks. dan tidak ada akseptor yang droup out. D/S 80 % 100 89. 3. 3. KB baru memenuhi target. Bumil Fe 90 Tablet 71 % 14 71 % 2. BCG 95 % 11 100 % 3. Polio 2 90 % 11 100 % 8. Polio 3 90 % 11 100 % 9. Polio 4 90 % 11 100 % 10. ASI Eksklusif ( 0-6 bln ) 65 % 14 43 % 3.

Kurangnya tingkat pengetahuan dan  Melaksanakan penyuluhan kesadaran ibu dan keluarga tentang kelompok (pada saat kelas ibu hamil ) dan pentingnnya pemberian ASI Eksklusif atau perorangan tentang perawatan selama 6 bulan. 11 Rumah Tangga 143 68 % III. PHBS (64%). 12 PHBS 135 64 % IV. No. Persalinan Nakes 14 100 % 2 ASI Eksklusif 6 100 % 3 Menimbang ke posyandu 60 100 % 4 Menggunakan air bersih 210 100 % 5 Cuci tangan 210 100 % 6 Jamban sehat 187 89 % 7 PSN di rumah 210 100 % 8 Mengkonsumsi buah dan sayur 210 100 % 9 Aktifitas fisik 210 100 % 10 Tidak merokok dalam rumah 162 77 % II. Analisa : Dari upaya perbaikan gizi ditemukan indikator Asi eksklusif yang belum memenuhi target (43% dari 65%). Indikator Jumlah % 1. Adapun permasalaha yang ada sebagai berikut: No. 13 GHS 171 81 % Analisa : Dari indikator survey PHBS. . HAMBATAN DAN PEMECAHAN MASALAH Setelah memperhatikan dari berbagai hasil kegiatan. Masalah Alternatif Pemecahan Masalah 1. rumah tangga sehat (68%). ditemukan indikator yang tidak sesuai dengan katagori antara lain: jamban sehat ( 89%). dapat dilihat ada beberapa permasalahan. idak merokok dalam rumah (77%). payudara pada saat ibu hamil trimester 2. 4.6 Survey PHBS Sample 210 lembar survey tahun 2013 I. dimana untuk mengidentifikasinya dengan melihat pertimbangan antara harapan (target) dengan kenyataan yangdicapai. 3. GHS (81%).

 Merujuk kePuskesmas/RS terdekat.  Memberikan penyuluhan tentang dampak berat badan tetap berulang-ulang pada saat penimbangan terhadap masa pertumbuhan dan perkembangan balita. tidak merokok dalam rumah. 2. rumah tangga sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  Melakukan kerjasama lintas sector masyarakat masih kurang terutama untuk pembuatan jamban pada jamban bersih.  Memotivasi ibu dan keluarga untuk memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan.  Memotivasi ibu untuk memberikan menu tambahan lain selain makanan pokok. 2. .  Memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI Eksklusif kepada ibu dan keluarga. Banyaknya balita yang timbang dengan  Melakukan temuwicara pada saat berat badan tetap posyandu. maka dapat ditari kesimpulan diantaranya: 1. Sedangkan program yang belum memenuhi target diperlukantindak lanjut berupa perencanaan penyelesaian masalah yang akan menjadi perencanaan operasional Ponkesdes. 3. Program yang memenuhi target tetap dipertahankan dan sebisa mungkin ditingkatkan. KESIMPULAN Dari perencanaan operasional Ponkesdes Plumbon yang telah disususn pada bab-bab sebelumnya.  Melanjutkan pelaksanaan konselor ASI Eksklusif yang telah berjalan. 5. Masih adanya program yang belum memenuhi target dan memerlukan tindak lanjut lebih jauh meskipun ada juga beberapa program yang telah memenuhi target.

Tahap perencanaan operasional meliputi: a. 3. Perencanaan ini bias sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi bagi Ponkesdes serta sebagai bahan masukan bagi perencanaan ditingkat puskesmas. 3. Analisis penyebabmasalah dan alternatif pemecahannya e. Membuat rencana usulan kegiatan Berdasarkan perencanaan operasional Ponkesdes plumbon kecamatan Porong tahun 2013 ini diharapkan: 1. Pencapaan kediatang yang belum mencapai target dapat diselesaikan permasalahannya dan ditemukan solusi yang tepat. 2. 4. Ponkesdes plumbon dapat meningkatka mutu pelayanan kesehatan dasar dalam rangka meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. terpadu dan terarah sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan. Januari 2014 Kepala Puskesmas Porong Bidan Desa Plumbon . Perumusan masalah d. LEMBAR PENGESAHAN Mengetahui Porong. Analisa situasi b. Pencapaian program c. Ponkesdes plumbon memiliki program yang baik.

4. LAMPIRAN  FOTO KEGIATAN POSYAND BALITA DI DESA PLUMBON .Keb. Amd. 13. dr.7868 Mengetahui Kepala Desa Plumbon SUPRIYADI 6. ESTI HANDAYANI YUNI SISDA R. NIP 19620224 198912 2 001 NRPTT.048.

 FOTO KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI DESA PLUMBON .

A DI TK DHARMA WANITA PLUMBON . FOTO KEGIATAN PEMBERIAN VITAMIN A DI POSYANDU DI PLUMBON  FOTO KEGIATAN PEMBERIAN VIT.

 FOTO KEGIATAN KELAS IBU HAMIL  FOTO KEGIATAN PENYULUHAN CARA MENETEKI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI POSYANDU .

 FOTO KEGIATAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI POSYANDU LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA ( K1 ) .

120% 100% 80% 60% TARGET PENCAPAIAN 40% 20% 0% JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGST SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA ( K4 ) 100% 90% 80% 70% 60% 50% TARGET PENCAPAIAN 40% 30% 20% 10% 0% JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGST SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA ( DETEKSI BUMIL RT OLEH MASY. ) .

16% 14% 12% 10% 8% TARGET 6% PENCAPAIAN 4% 2% 0% LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA ( BUMIL RESTI/ KOMPLIKASI DITANGAN ) 25% 20% 15% TARGET 10% PENCAPAIAN 5% 0% LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA (PERSALINAN OLEH NAKES ) .

120% 100% 80% 60% TARGET PENCAPAIAN 40% 20% 0% JAN FEB MER APR MEI JUN JUL AGUS SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA ( PERSALINAN DIFASILITASI KESEHATAN ) 120% 100% 80% 60% TARGET PENCAPAIAN 40% 20% 0% JAN FEB MER APR MEI JUN JUL AGUS SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK PWS KIA (PELAYANAN NIFAS PARIPURNA) .

120% 100% 80% 60% TARGET PENCAPAIAN 40% 20% 0% LAMPIRAN GRAFIK BAYI DAN BALITA ( KN 1 & KN 2 ) 100% 90% 80% 70% 60% TARGET 50% KN 1 40% KN 2 30% 20% 10% 0% JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUS SEP OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK PWS KB ( AKSEPTOR KB AKTIF ) .

90% 80% 70% 60% 50% TARGET 40% PENCAPAIAN 30% 20% 10% 0% JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGST SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK PWS KB ( AKSEPTOR BARU ) 120% 100% 80% 60% TARGET PENCAPAIAN 40% 20% 0% LAMPIRAN GRAFIK PWS KB ( AKSEPTOR KB MENGALAMI EFEK SAMPING ) .

00% 2.00% JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGST SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK GIZI ( D/S ) 92% 90% 88% 86% 84% TARGET 82% PENCAPAIAN 80% 78% 76% 74% JAN FEB MER APR MEI JUN JUL AGST SEPT OKT NOV DES LAMPIRAN GRAFIK GIZI ( N/D ) .50% PENCAPAIAN 1.50% 3. 3.00% TARGET 1.00% 0.50% 2.50% 0.

72% 71% 70% 69% 68% TARGET PENCAPAIAN 67% 66% 65% 64% JAN FEB MART APR MEI JUN JUL AGST SEP OKT NOV DES .