You are on page 1of 12

ASAL-USUL DAN PERSEBARAN

MANUSIA DI KEPULAUAN INDONESIA
A. PENDAPAT PARA AHLI MENGENAI ASAL USUL MANUSIA DI KEPULAUAN
INDONESIA

1. Prof. Dr. H. Kern dengan Teori Imigrasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari
Asia (Campa, Kochin China dan Kamboja) . Hal ini didukung oleh adanya perbandingan
bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia yang akar bahasanya adalah bahasa
Austronesia.

2. Van Heine Geldern berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Pendapat ini
didkukung oleh adanya artefak-artefak yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak
persamaan dengan yang ada di daratan Asia.

3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Indonesia. Dia melihat
bahwa banyak penemuan artefak maupun fosil tertua di Indonesia dalam jumlah yang besar.

4. Drs. Moh Ali, mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan.

5. NJ. Krom, berpendapat bahwa asal-usul bangsa Indoensia berasal dari daerah Cina Tengah.

6. Dr. Brandes, mengatakan bahwa bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki
banyak persamaan dengan bangsa-bangsa di daerah yang terbentang dari sebelah Utara
Formosa, sebelah Barat Madagaskar, sebelah Selatan Pulau Jawa-Bali, sebelah Timur sampai
tepi Barat Amerika melalui perbandingan bahasa.

7. Pendapat beberapa ahli, mengatakan bahwa masyarakat yang menempati wilayah-wilayah
Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Nenek moyang bangsa Indonesia datang melalui
dua gelombang yaitu:

a. Proto Melayu (Melayu Tua), merupakan orang Austronesia yang pertamakali datang ke
Indonesia sekitar tahun 1500 SM melalui jalur Barat (Malaysia-Sumatera) dan jalur Timur
(Philipina-Sulawesi) dengan membawa kebudayaan kapak persegi (Jalur Barat) dan kapak
lonjong (jalur Timur) Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan Proto Melayu adalah:

Suku Dayak, Toraja, Batak, Papua dsb. b. Deutro Melayu ( Melayu Muda ), masuk ke wilyah
Indonesia sekitar 400-300 SM melalui jalur Barat, dengan membawa kebudayaan Logam,
seperti : Nekara ( Moko ), Kapak corong, juga mengembangkan kebudayaan Megalitik.
Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan Deutro Melayu adalah : Jawa, Melayu dan Bugis.

B. PERKEMBANGAN KEHIDUPAN DAN HASIL BUDAYA MANUSIA PURBA DI
INDONESIA

1. Jenis Manusia Purba di Indonesia

kemudian berubah menjadi pemujaan terhadap roh-roh leluhur pada masa bercocok tanam (Animisme dan dinamisme). Pithecanthropus 1). Dalam perkembangan selanjutnya manusia menyadari dan merasakan adanya kekuatan yang maha besar di luar diri manusia yaitu kekuatan Tuhan (Monotheisme).a. Homo Soloensis 2). 1.Fischer dalam bukunya Pengantar Antropologi Kebudayaan Indonesia. Hasil temuannya berupa rahang atas dan bawah. Bejana Perunggu. dan kebudayaan. Golongan Negrito dengan ciri berkulit hitam. Di kawasan Asia Tenggara terdapat rumpun bahasa-bahasa.alat serpih dan alat tulang/tanduk. Berdasarkan Rumpun Kebangsaan Penduduk Indonesia memiliki banyak persamaan dalam hal ras.Th. Kebudayaan Immaterial (Rohani) Munculnya sistem kepercayaan dalam kehidupan manusia berlangsung sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan melalui penemuan penghormatan terakhir pada orang yang sudah meninggal. Kebudayaan Material (Kebendaan) Berupa alat-alat yang dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 2. Melanesia. Dengan menggunakan perbandingan kesamaan-kesamaan bahasa maka dimungkinkan . Ciri fisik penduduk asli Indonesia : Menurut Dr.5 m. Nekara. dsb. Kapak Pendek ( Bache Courte ). H. Mojokertensis (Robustus) 2). Sedangkan pada masa bercocok tanam berupa Kapak genggam Sumatra ( Pabble ). Hasil kebudayaan mereka pada masa berburu dan mengumpulkan makanan seperti : Kapak genggam. Erectus c. ditinjau dari bentuk fisik penduduk asli Indonesia dapat dipisahkan 3 Golongan. terlihat dengan adanya hasil kebudayaan megalitik. sekali kesamaan atau kekerabatan pemakainya. yaitu : a. Homo Sapiens 1).. 1. Ditemukan di daerah Sangiran pada tahun 1941 oleh Van Koenigswald. rambut keriting. flakes. Dengan membandingkan suara-suara dalam bunyi bahasa yang diucapkan maka dapat ditemukan adanya rumpun kebahasaan. perhiasan dan manik-manik dari perunggu. Bahasa Astro-Asia di India ( Mundhal dan Non Khmer di India Belakang ) 2. . kecuali : orang-orang Irian dan Halmahera. b.. Bahasa Astronesia yang meliputi bahasa Indonesia. bahasa. lengkung alis menjorok tingginya rata-rata 1. b. Homo Wajakensis. Micronesia dan Polinesia. Hasil Budaya manusia purba a. Profil semacam ini terdapat pada orang Tapiro di Irian. Meganthropus Palaeojavanicus Merupakan jenis manusia besar tertua di Pulau Jawa. Dan pada masa Perundagian berupa alat-alat dari logam seperti : Kapak corong ( Kapak sepatu ).

suku Toraja dan suku Papua. Peninggalan kebudayaan yang dibawa melaui jalur Barat ini adalah kapak persegi. W. Bangsa Melayu meiliki ciri-ciri dominan Mongoloid dan ciri Austromelanesoid. Pendapat ini dikemukakan oleh tokoh-tokoh sebagai berikut : 1. Dari sekian banyak suku bangsa Indonesia yang tersebar di kepulauan Indonesia. Golongan Melayu digolongkan menjadi dua a. J.000 SM ) Nenek moyang bangsa Indonesia yang pertama dikenal dengan sebutan Proto Melayu ( Melayu Tua ) dengan membawa kebudayaan Neolithikum. Irian dan Australia. Jawa dan Nusa Tenggara. Proto Melayu ( Melayu Tua ) : yang terdapat pada suku Toraja. Kubu di Palembang dan Tomuna di Sulawesi.b. masih dapat dilihat bangsa yang tergolong Proto Melayu seperti suku Batak pedalaman. Gelombang II ( 500 SM ) Gelombang kedua ini juga masih termasuk rumpun Austronesia yang disebut Deutro Melayu ( Melayu Muda ) . Teori tentang asal-usul bangsa Melayu : 1. Kebudayaan yang dibawa ras ini relatif lebih maju karena mereka sudah mengenal benda-benda dari Perunggu . Sumatera. Minang Kabau. RH.Mekhong Vietnam. J HC Kern 3. Deutro Melayu ( Melayu Muda ) : terdapat pada suku Jawa. Profil semacam ini terdapat pada bangsa Senoi di Malaka. hidung pesek serta berambut hitam. suku Dayak. JR Logan 2. H. Bangsa dari ras Deutro Melayu akhirnya mendesak ras Proto Melayu.Jalur Barat mulai dari semenanjung Malaka. b.Kern dan Von Heine Geldern. Filipina. Mentawai. Yang merupakan rumpun bangsa Austronesia. seperti Kapak Corong. Sunda. Geldem 2. Golongan Melayu dengan ciri tubuh lebih tinggi dan ramping. lengkung alis menjorok ke depan dan kulitnya agak cokelat. Bangsa Melayu berasal dari Asia Tengah ( daerah Utara ). Sutan Takdir Alisyahbana 3. Mereka datang dari Yunan melaui jalur Barat dan Timur yang diantaranya menggunakan perahu bercadik. Makasar. Sulawesa. nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan (Tonkin) lembah S. Perpindahan disebabkan oleh : bencana alam atau serangan bangsa bar-bar / pengembara dari Cina Utara ( bangsa Mongol atau Tar-Tar ). Dr. Nekara dan perhiasan Perunggu ( Kebudayaan Dongson ). Pendapat ini dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini : 1. Gelombang I ( 2. menyusuri Pantai Asia Timur menuju Taiwan. JR Foster 5. Sifat ras Deutro . Peninggalan kebudayaan yang dibawa melalui jalur ini adalah kapak lonjong. Marsden 4. Crawfurd 2. c. Dayak b. Bali. Wajahnya bundar. Perpindahan ke Indonesia terjadi dua gelombang : a. Bangsa Melayu berasal dari Nusantara. Golongan Weddoid dengan ciri-ciri khas rambut berombak tegang. Maluku. Gorys Keraf Menurut Prof. saika di Siak. Sedangkan jalur Timur mulai dari Tonkin.

ras Melayu Muda ini akhirnya menjadi nenek moyang sebagian besar bangsa Indonesia. Pithecanthropus Erectus ( Manusia Kera Berjalan Tegak ) c.Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa volume otak Phitecanthropus Erectus sekitar 800 cc. Pithecanthropus Mojokertensis ( Manusia Kera dari Mojokerto ) 2. Kedatangannya melahirkan kebudayaan baru dan kemudian menjelma menjadi kebudayaan Bangsa Indonesia hingga sekarang ini. Dengan ditemukan fosil-fosil manusia Purba paling tidak bisa menjadi pembuka tabir kehidupan manusia di masa lampau.000 tahun yang lampau ) Sejak zaman Holosen fosil yang ditemukan menunjukan adanya empat ras pokok di Bumi ini yaitu : a.000.Melayu ini lebih terbuka terhadap pengaruh kebudayaan luar dibandingkan dengan ras Melayu Tua. Meganthrophus Palaeojavanicus b. sedang manusia sekarang rata-rata 1. Akal dan bahasa memang merupakan kunci berkembangnya sebuah kebudayaan. dengan keterbatasan akal dan ketiadaan bahasa. Pithecanthropus dianggap sebagai makhluk pendahulu manusia di kawasan Asia yang hidup antara 2. Melalui perjalanan waktu yang sangat panjang . Fosil manusia purba yang ditemukan di wilayah Indonesia adalah sebagai berikut : a. Pithecanthropus ( Manusia Kera ) 1. Berdasarkan Penemuan Arkeologis Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang menjadi tempat kehidupan lama. sebagai bukti banyak ditemukan situs tempat kehidupan manusia yang tersebar di Indonesia. Pithecanthropus Soloensis ( Manusia Kera dari Solo ) 3. c. Akhirnya jenis ini musnah dan muncul generasi pertama manusia sekarang yang hidup pada lapisan Pleistosen muda atau zaman glasial terakhir ( sekitar 80. Dengan demikian . Volume otak Phitecanthropus masih terlampau kecil bila dibandingkan dengan makhluk Manusia sekarang. Ras Mongoloid c. Homo wajakensis 2. sulit dipercaya bahwa makhluk itu telah mempunyai akal. Homo sapiens Kesimpulan yang dikemukakan oleh Teuku yacob adalah sebagai berikut : a. Perkembangan Teknologi awal masyarakat Indonesia Teknologi pada masyarakat berburu dan meramu . Berkat adanya evolusi dan adaptasi terhadap lingkungan alamnya. tentu makhluk ini juga berkembang pula keahlian serta kebudayaannya. Homo Sapiens b.500 cc. sulit bagi makhluk itu untuk secara sadar membuat pola-pola kehidupan yang teratur. Ras Kaukasoid d.000 tahun yang lalu. Homo Soloensis 3. Suatu fakta bahwa tidak pernah ditemukan adanya peralatan di sekitar penemuan fosil yang menunjukkan bahwa makhluk itu sudah berbudaya b. Ras Australoid b. Homo 1. Rongga mulut tengkorak Phitecanthropus menunjukkan bahwa makhluk itu belum bisa menggunakan bahasa. Volum otak bisa diperkirakan kapasitas rongga tengkoraknya . Teknologi dan sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Indonesia 1. 2. Phitecanthropus Soloensis 1000 cc.000 hingga 200.

2. gunung. pertanian . juga relieif yang terdapat pada candi Borobudur. Perkembangan kepercayaan tersebut sebagai berikut : a. perahu besar dan perahu besar tidak bercadik. Bulan dan Bintang 4. Teknologi pemangkasan disebut Core tools. Teknologi pembentukan berkembang masa plestosen yang dihasilkan kapak perimbas dan serpih ( contoh budaya Pacitan ) Untuk pembuatan serpih dilakukan dengan dua teknik yaitu : a. Bukti perkembangannya adalah lukisan perahu pada dinding gua di Sulawesi Tenggara. Alat bantu ini menghasilkan kapak perimbas bifasial ( dua sisi ) kapak perimbas mono facial ( satu sisi ) dan kapak genggam 2. Brandes dalam teori Brandes Tien Puten ( sepuluh mutiara Brandes ) mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki sepuluh budaya asli ( local genius ) antara lain adalah pengetahuan astronomi. dengan cara membuat pematang dan sistem sawah berundag yang dilengkapi dengan saluran air. pisang 2. Teknik clatton ( banyak ditemukan di Sangiran ) b. Pada masa ini sudah mulai banyak ditemukan jenis teknologi yang menyangkut berbagai bentuk : 1. pengetahuan ini digunakan untuk kepentingan pelayaran. Bentuk Religi tingkat Pertama Yaitu pemujaan terhadap roh orang yang telah menuinggal dunia/roh nenek moyang. Maluku. Bidang Pelayaran Bidang pelayaran melahirkan teknologi pembuatan kapal. Jenis tanaman yang dikembangkan seperti : keladi. hujan dan lain-lain c. suatu keyakinan adanya kekuatan di luar manusia atau di alam seperti sungai. Bentuk religi ini disebut Animisme ( Spiritulisme ) b. Tingkat Ketiga yaitu suatu keyakinan yang dilambangkan dengan suatu makhluk yang memiliki . cara pembuatan artefak ( mengolah logam menjadi barang jadi ) 3. Bidang Pertanian dan irigasi Sistem Irigasi tingkat permulaan dikembangkan seiring dengan berlangsungnya bercocok tanam. Bidang Astronomi JL. Bentuk yang berkembang adalah perahu lesung. Timor-Timur. Tingkat Kedua yaitu Dinamisme. cara mengambil logam b. sukun. Bidang Metalurgi Yaitu sistem teknologi untuk mengolah bijih-bijih logam menjadi artefak atau barang-barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Teknologi Metalurgi mencakup dua hal : a.Pada masa berburu dan meramu bentuk teknologi yang muncul berkaitan dengan pencatatan hidup untuk kebutuhan sehari – hari 1. Teknik Lovallois ( banyak ditemukan di Pacitan ) Pada pasca Pleistosin teknologi pembuatan peralatan mengenai kemajuan dikenal teknik pemangkasan sekunder ( setelah terbentuk serpih baru dibentuk sesuai keperluan peralatan yang dibutuhkan ) 3. Nusa Tenggara Timur. Perkembangan Sistem Kepercayaan masyarakat awal Indonesia Kepercayaan pada masyarakat awal Indonesia tumbuh sejak masa berburu dan meramu dalam bentuk tingkatan yang paling sederhana. di daerah Sumba terdapat upacara Sanga yaitu pemujaan terhadap Matahari. Teknik Konkavo – Konveks Teknologi pada masa masyarakat pertanian.

Kepercayaan ini disebut Polytheisme. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA Kepulauan Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia. Pengaruh India yang masuk ke Indonesia antara lain terlihat dalam bidang: 1. pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno.kehidupan yang digambarkan sebagai dewa-dewa. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. sehingga hal-hal baru yang mereka bawa mudah diserap dan dijadikan pelengkap. merupakan tempat Wisnuwardhana di perabukan. Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan. candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa. Selain bentuk – bentuk religi di atas terdapat kepercayaan yaitu Totemisme yaitu pemujaan terhadap binatang tertentu. juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal. merupakan tempat Anusapati di perabukan. Dengan adanya keyakinan bahwa Dewa-Dewa tersebut adalah penjelmaan dari suatu Dewa maka muncullah bentuk religi disebut Monotheisme atau ada istilah Henotheisme yaitu keyakinan adanya satu Dewa/Tuhan tanpa ada Dewa atau makhluk halus yang lain. Ø Candi Jago (di Malang). Pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia tampak pada:  Seni Bangunan Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi. yaitu India dan Cina. juga muncul Naugalisme yaitu keyakinan Totiisme yang dianut perorangan. Di Indonesia. yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja. . Di India. Budaya Pengaruh budaya India di Indonesia sangat besar bahkan begitu mudah diterima di Indonesia hal ini dikarenakan unsur-unsur budaya tersebut telah ada dalam kebudayaan asli bangsa Indonesia. Contohnya: Ø Candi Kidal (di Malang). candi selain sebagai tempat pemujaan. Ø Candi Singosari (di Malang) merupakan tempat Kertanegara diperabukan.

Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur. kesusastraan tersebut terdiri atas kitab keagamaan (tutur/pitutur). Sebagai contoh: relief yang dipahatkan pada Candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sang budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan lingkungan alam Indonesia.Prasasti Dinoyo berhubungan erat dengan Candi Badut yang ada di Malang. terutama yang bersumber dari kisah Mahabarata dan Ramayana. kitab wiracarita (kepahlawanan) serta kitab cerita lainnya yang bertutur mengenai masalah keagamaan atau kesusilaan serta uraian sejarah. Huruf Pallawa yang telah di-Indonesiakan dikenal dengan nama huruf Kawi. Akulturasi dalam bidang seni rupa. Seni sastra berbentuk prosa dan tembang (puisi). Berkembangnya karya sastra.  Seni Hias Unsur-unsur India tampak pada hiasan-hiasan yang ada di Indonesia meskipun dapat dikatakan secara keseluruhan hiasan tersebut merupakan hiasan khas Indonesia. yaitu bangunan tempat pemujaan roh nenek moyang. cincin.  Seni rupa. seperti Baratayudha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. dan seni ukir. Irama kakawin didasarkan pada irama dari India. manik-manik. bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah punden berundak. Contoh hiasan : gelang. terutama kisah Ramayana dan Mahabarata. Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia. Tembang jawa kuno umumnya disebut kakawin.Di atas makam sang raja biasanya didirikan patung raja yang mirip (merupakan perwujudan) dengan dewa yang dipujanya. Sehingga. telah melahirkan seni pertunjukan wayang kulit(wayang purwa).  Aksara/tulisan Berdasarkan bukti-bukti tertulis yang terdapat pada prasasti-prasasti(abad 5 M) tampak bahwa bangsa Indonesia telah mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Sejak prasasti Dinoyo (760 M) maka huruf Kawi ini menjadi huruf yang dipakai di Indonesia dan bahasa Sansekerta tidak dipakai lagi dalam prasasti tetapi yang dipakai bahasa Kawi. seperti Negarakertagama. Kisah India itu kemudian digubah oleh para pujangga Indonesia. Terdapat pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu. Hal ini sebagai perpaduaan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. Berdasarkan isinya. dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi. kitab hukum.  Kesusastraan Setelah kebudayaan tulis seni sastrapun mulai berkembang dengan pesat. .

2. Bahkan muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia seperti tokoh punakawan Semar. REKAMAN TERTULIS dalam TRADISI SEJARAH Zaman sejarah di Indonesia diawali sejak abad ke-5 M setelah masuknya pengaruh India (Hindu-Budha). Orang yang dipilih sebagai pemimpin biasanya adalah orang yang senior. Masuknya pengaruh India menyebabkan muncul sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan. bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tetapi masih secara sederhana yaitu semacam pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu dimana rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India dimana raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segalanya. Sedangkan ke dalam. Ketika agama dan kebudayaan Hindu-Budha tumbuh dan berkembang. Gareng. yang diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun.Pertunjukkan wayang banyak mengandung nilai yang bersifat mendidik. Dalam perkembangannya kehidupan sosial masyarakat Indonesia distratifikasikan berdasarkan kasta dan kedudukan dalam masyarakat (mulai mengenal sistem kasta) 4. Pemerintahan Sebelum kedatangan bangsa India. Di Indonesia. tetapi perkembangannya selalu disesuaikan dengan tradisi bangsa Indonesia sendiri. Hal ini tampak pada fungsi candi di Indonesia. Masuknya pengaruh India di Indonesia menyebabkan mulai adanya penerapan hukuman terhadap para pelanggar peraturan atau undang-undang juga diberlakukan. 3. berwibawa. yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda besar (animisme dan dinamisme). Sosial Kehidupan sosial masyarakat di Indonesia mengikuti perkembangan zaman yang ada. masyarakat telah mengenal dan memiliki kepercayaan. dan Bagong. Cerita dalam pertunjukkan wayang berasal dari India. Raja bertindak ke luar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia menerima dengan terbuka unsur-unsur yang datang dari luar. raja memerintah atas nama desa-desa dan daerah- daerah. Hukum dan Peraturan menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu sudah teratur dan rapi. tetapi wayangnya sendiri asli Indonesia. arif. raja sebagai lambang nenek moyang yang didewakan. Kepercayaan Sebelum pengaruh India berkembang di Indonesia. Mengenal tulisan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebuah . Kehidupan sosial masyarakat Indonesia juga tampak pada sistem gotong-royong. Petruk. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India. dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu . termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatan gaib atau kesaktian. bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha meskipun unsur kepercayaan asli tetap hidup sehingga kepercayaan agama Hindu-Budha bercampur dengan unsur penyembahan roh nenek moyang.

Prasasti Jambu (pujian terhadap Purnawarman). Di antara bukti- bukti tertulis itu terdapat prasasti. Contohnya: Prasasti Ciaruteun (pahatan telapak kaki dan tulisan). Prasasti Kebon Kopi (pahatan telapak kaki gajah dan tulisan). c. dan budayanya kepada masyarakat di sekitarnya maupun generasi penerus. b. seperti batu. Isinya. dan cucu Kudungga.bangsa. sehingga mereka dapat memahami dan menafsirkan kehidupan generasi terdahulu dan memperkuat akar dan jati diri masyarakat yang bersangkutan. Putra Aswawarman. Prasasti Tugu (berita tentang penggalian saluran Sungai Gomati). logam. kitab-kitab agama. a. PRASASTI Prasasti adalah peninggalan tertulis yang dipahatkan dan dilukiskan pada bahan yang tidak mudah musnah. kepercayaan. Contoh prasasti pada awal perkembangan kebudayaan Hindu-Budha. Prasasti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. berhuruf Pallawa. Prasasti Kerajaan Sriwijaya Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. peringatan upacara kurban agama Hindu yang diperintahkan oleh Raja Mulawarman. dan gading. Pada umumnya prasasti menuliskan suatu peristiwa yang cukup penting pada masa lampau. nilai. Prasasti biasanya dibuat atas perintah raja yang berkuasa. 1. dan berbahasa Sansekerta. Prasasti Kutai di Kalimantan Timur Prasasti berupa tujuh buah yupa(tugu batu) yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M. Prasasti Talang tuo (perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk). Contohnya: Prasasti Kedukan Bukit (Dapunta Hyang menaklukkan beberapa daerah). Prasasti Kota Kapur (berisi permohonan kepada dewa untuk menjaga Sriwijaya dan menghukum para penghianat Sriwijaya). Bukti-bukti tertulis yang ditinggalkan sehingga dapat dibaca dan dipelajari oleh generasi selanjutnya. d. Tujuan pembuatan prasasti adalah untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan. Hal ini dikarenakan dengan tulisan mereka dapat mencatat berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya sehingga dapat menyebarkan dan mewariskan berbagai macam tradisi. Prasasti Kerajaan Mataram Kuno . karya-karya sastra dan sebagainya. Prasasti Cidang Hiang. Prasasti Telaga Batu (berisi kutukan kepada siapa saja yang tidak setia pada raja). Prasasti Muara Cianten. Prasasti Pasir Awi (memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman).

2. mengenai pendirian sebuah lingga atas perintah Raja Sanjaya di atas bukit Kunjarakunja. ditulis dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pra-Nagari. Memuat riwayat Kresna semasa kecil. Isinya tentang peperangan 18 hari antara keluarga Pandawa dan Kurawa.  Smaradahana Karya Mpu Dharmaja pada masa Sri Kameswara.) Pada zaman Kediri dihasilkan kitab:  Arjunawiwaha Merupakan karya Mpu Kanwa pada tahun 1030 M. berbahasa Jawa Kuno ditulis dengan huruf Pallawa berangka tahun 863 Saka/ 914 M. dan ditulis dengan huruf Pra-Nagari. Mengisahkan hilangnya suami istri Dewa Kama dan Dewi Ratih karena api yang keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa. Prasasti Matyasih (prasasti Kedu) (829 Saka/907 M). dan berisi kisah perkawinan Kresna dengan Dewi Rukhimi. Para pujangga biasanya menulis atas perintah raja.  Kresnayana Karya Mpu Triguna. Itulah sebabnya isi tulisannya banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yang bersangkutan.  Baratayudha Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Cerita yang mirip dengan Kresnayana adalah cerita dalam kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh. Prasasti Klurak (dekat Prambanan). berangka tahun 704 Saka (782 M). berisi tentang raja-raja yang memerintah sebelum Dyah Balitung. berbahasa Sansekerta. Prasasti Kerajaan Syailendra Prasasti Kalasan. berangka tahun 700 Saka (778 M). Prasasti Ritihang. KITAB Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengungkap suatu peristiwa di masa lampau. e. yang digubah pada zaman Raja Jayabaya. pada masa pemerintahan Airlangga. Mengenai pembuatan arca Manjusri. menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.  Gatotkacasraya . Isinya meriwayatkan Arjuna yang bertapa untuk mendapatkan senjata guna keperluan perang melawan Kurawa. Diantara kitab-kitab yang terkenal pada masa kerajaan Hindu-Budha: 1.Prasasti Canggal (654 Saka/732 M).

putra Arjuna. raja pertama Singosari hingga Hayam Wuruk. pemberontakan Ronggolawe dan Sora. Disusun berdasarkan kitab hukum Kutarasastra dan kitab hukum Munawasastra. Perang Bubad. Selain kitab ada pula cerita panji seperti: . dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca. Dalam kitab ini terdapat kata Bhinneka tunggal ika. putra Bima. Hikayat Sri Rama. 3) Pada zaman Majapahit II  Pararaton Pararaton berisi dongeng dan mitos. Kata bhinneka tunggal ika inilah yang kemudian menjadi semboyan persatuan kita. menceritakan perkawinan Abimanyu. Menceritakan Sutasoma.  Arjunawijaya Karangan Mpu Tantular.Ditulis pada zaman Raja Jayabaya. Terdiri atas 2 bagian.Karangan Mpu Panuluh. 2) Pada zaman Majapahit I  Nagarakretagama Ditulis pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk oleh Mpu Prapanca. Jayanegara. Hikayat Maharaja Rahwana. Kitab mengisahkan raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana.  Sutasoma Karangan Mpu Tantular. Pengarangnya sampai sekarang belum diketahui. dan daftar raja sesudah Hayam Wuruk.  Kutaramanawa Ditulis oleh Gajah Mada. Hikayat Perang Pandawa Jaya. Bagian kedua mengisahkan Kerajaan Majapahit mulai dari Raden Wijaya. Bagian pertama berisi riwayat Ken Arok sampai raja-raja Sigasari. Mengenai kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok.tan hana dharma mangrwa. dan kemudian disesuaikan dengan hukum adat pada waktu itu. putra raja yang kemudian mendalami agama Budha.  Tantu Panggelaran  Calon Arang  Sundayana  Paman Canggah  Usana Bali  Cerita Parahiyangan  Bubhuksah dan Gagang Aking Pada masa Islam muncul banyak karya sastra seperti: Hikayat Pandawa Lima. Hikayat Pancatantra.

berisi wejanagan Sunan Bonang kepada Wujil. penentuan hari baik dan buruk. Berisi tentang ajaran- ajaran filsafat. dan pemberian makna terhadap suatu kejadian) seperti: o Suluk Sukrasa. Cerita Wayang Kinundang.Syair Ken Tambunan. Berisi tentang tabiat baik. pengolahan. berisi ramalan. ditulis oleh Nuruddin ar-Raniri dari Aceh. Dokumen-dokumen tersebut harus didokumentasikan. dsb. berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan YME. Kitab yang ditulis oleh para pujangga dari kerajaan Islam di Indonesia diantaranya: a) Kitab Bustanu’Issalatin. o Suluk Malang Sumirang. Hikayat Panji Kuda Sumirang. ditulis oleh Sultan Agung dari Mataram. Berisi tentang hukum-hukum perniagaan bagi kerajaan Makasar. Selain itu terdapat pula kitab suluk (kitab yang bercorak magis. o Suluk Wujil. dan penyimpanan informasi dari berbagai bidang. Serta kitab Nitisruti. Hikayat Cekal Wenengpati. dan Astabrata yang bersumber pada kitab Ramayana. Hikayat Panji Wilakusuma. menceritakan Ki Sukrasa yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan. kutipan. pemilihan. Syair Panji Sumirang. bahan referensi. Dapat berupa pengumpulan bukti-bukti atau keterangan seperti gambar. c) Kitab Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahi’e oleh Amanna Gappa dari Makasar. Dokumen Dokumen adalah surat berharga yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. . Lelakon Mahesa Kuitir. Dokumen merupakan sesuatu yang sangat berharga baik itu bagi pemakainya maupun pembuatnya.Berisi mengenai adat-istiadat Aceh dan ajaran agama Islam b) Kitab Sastra Gending. 3. Nitisastra. bekas abdi Raja Majapahit. Sedangkan Dokumentasi itu sendiri adalah pengumpulan. guntingan koran.