You are on page 1of 9

FOTOTERAPI

A. Pengertian Fototherapi
Fototerapi adalah terapi yang diberikan pada bayi untuk menurunkan
kadar bilirubin dalam darah.
Fototerapi adalah penyinaran pada bayi menggunakan sinar biru, sinar
hijau untuk mengubah bilirubin indirek menjadi bentuk yang larut dalam
air untuk diekskresikan melalui empedu, urine atau tinja.
Fototerapi adalah pemberian sinar biru yang dapat mengubah struktur
bilirubin tak terkonjugasi menjadi lumirubin,yang diubah di dalam hati
dan dibuang melalui feses.
Fototerapi adalah suatu tindakan mengendalikan kadar bilirubin darah
dengan pemberian sinar untuk mengubah bilirubin menjadi bentuk isomer
yang larut dalam air (diekskresikan melalui empedu/urin)

B. Alat Fototerapi
1. Sebuah kotak yang diperuntukkan 8 – 10 lampu neon @ 20 watt yang
disusun secara paralel
2. Pleksiglas 0,5 inci yang melapisi bagian bawah kotak tersebut yang
berfungsi memblokade sinar ultraviolet
3. Filter biru yang berfungsi membesarkan energi cahaya yang sampai pada
bayi
4. Alat – alat pengaman listrik
5. Kaki tumpuan dan regulator untuk naik turunnya lampu

C. Indikasi Pemberian Fototherapi
Setiap neonatus yang tidak memenuhi kriteria terapi sinar sebagai berikut :
a. Apabila TSB = 25 mg/dl bayi sehat atau TSB = 20 mg/dl bayi sakit
atau bayi kurang bulan diperlukan transfusi tukar.

b. Mekanisme Kerja Fototherapi Terapi sinar dapat menimbulkan dekomposisi bilirubin dari suatu senyawaan tetrapirol yang sulit larut dalam air menjadi senyawa dipirol yang mudah larut dalam air. Apabila berat badan turun > 12 %. Bayi dengan hemolitik isoimun dengan fototerapi intensif TSB meningkat diperlukan transfusi tukar. atau rasio TSB/albumin berlebihan pertimbangkan transfusi tukar Indikasi Terapi sinar Berdasarkan Kadar Bilirubin Serum Usia Bayi Cukup Bulan Sehat Dengan Faktor Risikoa mg/dL µmol/l mg/dL µmol/l Hari ke-1 Kuning terlihat pada bagian tubuh manapunb Hari ke-2 15 260 13 220 Hari ke-3 18 310 16 270 Hari ke-4 dan 20 340 17 290 seterusnya faktor risiko meliputi: bayi kecil (berat lahir < 2. Apabila memungkinkan 0. atau TSB berubah pada kadar transfusi tukar. ulangi dalam 12 jam bila perlu. hemolisis dan sepsis.5 – 1 gr/kg > 2 jam. d. di samping itu pada terapi sinar ditemukan pula peninggian konsentrasi bilirubin indirek dalam cairan empedu duodenum dan menyebabkan bertambahnya pengeluaran cairan empedu ke dalam usus sehingga peristaltik usus meningkat dan bilirubin akan keluar bersama feses E.5 kg atau lahir sebelum kehamilan berusia 37 minggu). dehidrasi berikan formula/ASI peras/cairan intravena (kristaloid). Indikasi Terapi Sinar Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan (gr) Kadar Bilirubin (mg/dL) < 1000 Fototerapi dimulai dalam usia 24 jam pertama 1000 – 1500 7–9 1500 – 2000 10 – 12 2000 – 2500 13 – 15 D. Apabila TSB tidak menurun. dan dikeluarkan melalui urin. c. tinja sehingga kadar bilirubin menurun. Prosedur Tindakan Fototherapi .

letakkan bayi dalam keadaan telanjang di dalam box bayi. Pemberian terapi sinar a. Nyalakan tombol alat dan periksa apakah semua lampu fluoresens menyala dengan baik d. berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu cara alternatif pemberian minum. Bayi yang lebih kecil diletakkan dalam inkubator 2). Ubah posisi bayi setiap 3 jam d. Letakkan bayi dibawah lampu terapi sinar 1). paling tidak setiap 3 jam 2). Lanjutkan pengobatan dan pemeriksaan lain f. naikkan kebutuhan hariannya dengan menambah 25 ml/kgBB 3).7 m) c. Pastikan semua cairan bayi terpenuhi 1). Periksa kadar bilirubin tiap 12 – 24 jam h. bayi tidak perlu dipindahkan dari lampu terapi sinar e. Pastikan penutup/pelindung diletakkan pada posisi yang benar b.5 – 0.1. Anjurkan ibu menyusui sesuai dengan keinginan bayi. Persiapan terapi sinar a. Letakkan tirai putih mengelilingi area sekeliling alat tersebut berada untuk memantulkan kembali sinar sebanyak mungkin ke arah bayi 2. Hangatkan ruangan sehingga suhu dibawah lampu 28 – 300C c. naikkan kebutuhan cairannya sebanyak 10 % 4). atau diberi minum melalui pipa lambung. pastikan penutup mata tidak menutupi lubang hidung. b. Bila berat badan ≥ 2000 gram. Bila bayi mendapat cairan intravena. Bila bilirubin serum tidak dapat diperiksa . Bila bayi tidak dapat menyusu. Pantau suhu tubuh bayi dan suhu udara ruangan setiap 3 jam g. Tutup mata dan gonad bayi dengan penutup. Letakkan bayi sedekat mungkin dengan lampu sesuai dengan petunjuk manual dari pabrik (0. Bila bayi mendapat cairan intravena.

mungkin perlu transfuse tukar. penutup mata dibuka. telentang.  Jika setelah pemberian terapi 100 jam bilirubin tetap tinggi/kadar bilirubin dalam serum terus naik.  Kedua mata ditutup dengan penutup yang tidak tembus cahaya. Jika terjadi kenaikan suhu matikan sementara lampunya dan bayi diberikan banyak minum. tengkurap setiap 6 jam (bila mungkin) agar sinar merata.  Kadar bilirubin diperiksa setiap 8 jam setelah pemberian terapi 24 jam  Bila kadar bilirubin telah turun menjadi 7. Komplikasi Fototherapi . Selanjutnya hubungi dokter. hanya genetalia yang ditutup (pakaian popok mini saja.  pada waktu memberi minum bayi dikeluakan. perhatikan apakah terjadi iritasi atau tidak. dan observasi suhu setiap 4- 6 jam sekali. coba lihat kembali apakah lampu belum melebihi 500 jam digunakan. dipangku. Bila bayi kecil (berat lahir < 2500 gram atau umur kehamilan < 37 minggu) atau sepsis.5-37o C. 1).  Perhatikan asupan cairan agar tidak terjadi dehidrasi dan meningkatkan suhu tubuh bayi.  Pada kasus ikterus karena hemolisis. dapat dengan kain kasa yang dilipat-lipat dan dibalut. kadar Hb diperiksa setiap hari G.5 mg% atau kurang terapi dihentikan walaupun belum 100 jam. Maksudnya agar sinar dapat merata diseluruh tubuh. setelah 1jam control kembali suhunya. jika tetap tinggi hubungi dokter. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keefektifan Fototherapi  Pemberian terapi sinar biasanya selama 100 jam.  Lampu yang dipakai tidak melebihi 500 jam (maksimal sampai 500 jam)  Baringkan bayi telanjang. hentikan terapi sinar setelah 3 hari F.  posisi bayi sebaiknya diubah-ubah. sebelumnya katupkan dahulu kelopak matanya (untuk mencegah kerusakan retina).  Pertahankan suhu bayi agar selalu 36.

Efek samping Perubahan spesifik Implikasi klinis .

Status cairan Peningkatan aliran Meningkatnya kehilangan darah perifer cairan.biasanya ventrikel kiri tidak signifikan terhadap hemodinamik terlihat pada 12 jam pertama fototerapi. jarak dari unit ke bayi dan inkubator (berkaitan dengan aliran udara dan kehilangan udara pada radiant warmer) penggunaan servocontrol Perubahan Perubahan sementara Terbukanya kembali duktus kardiovaskular curah jantung dan arteriosus.kemungkinan penurunan curah karena fotorelaksasi. asupan kalori Peningkatan konsumsi (energi untuk merespon oksigen perubahan suhu). setelah itu kembali ke awal atau meningkat. Dapat mengubah keperluan pemakaian medikasi intramuskular . adekuat Peningkatan laju atau tidaknya penyesuaian respirasi Peningkatan aliran terhadap suhu pada unit darah ke kulit fototerapi.Perubahan suhu dan Peningkatan suhu Dipengaruhi oleh metabolik lainnya lingkungan dan tubuh kematangan.

berwarna Meningkatkan kehilangan hijau kecokelatan cairan melalui feses Penurunan waktu Meningkatkan kehilangan transit usus cairan melalui feses dan risiko dehidrasi Penurunan absorbsi. laju respirasi. Dipengaruhi oleh lingkungan (aliran udara. air dan cairan dan elektrolit elektrolit . bentuk tempat tidur (meningkat dengan penggunaan radiant warmer dan inkubator) Fungsi saluran cerna Peningkatan jumlah & Berkaitan dengan frekuensi buang air peningkatan aliran empedu besar yang dapat menstimulasi aktivitas saluran cerna Feses cair. metabolik. denyut jantung. perubahan suhu. perubahan suhu kulit dan suhu inti bayi. asupan kalori. karakteristik unit fototerapi. temperatur). Peningkatan insensible Disebabkan oleh kehilangan water loss cairan melalui evaporasi. laju metabolik. dan respirasi. kelembapan. Perubahan mendadak pada retensi nitrogen.

namun dan stimulasi sensoris. riboflavin dengan penurunan laktase pada silia epitel dan peningkatan frekuensi BAB dan konsistensi air pada feses. gelisah Dapat mempengaruhi hubungan orang tua – bayi Perubahan berat Penurunan nafsu Menyebabkan perubahan badan makan asupan cairan dan kalori Penurunan pada Disebabkan oleh pemberian awalnya namun asupan makanan yang buruk terkejar dalam 2 – 4 dan peningkatan kehilangan minggu melalui saluran cerna Efek okuler Tidak ada penelitian Menurunnya input sensoris pada manusia. eritema dari sinar ultraviolet Burn Disebabkan oleh pemaparan yang berlebihan dari emisi gelombang pendek sinar fluorescent . intrakranial (jika terlalu kencang) Perubahan kulit Tanning Disebabkan oleh induksi sintesa melanin atau disperse oleh sinar ultraviolet Rashes Disebabkan oleh cedera pada sel mast kulit dengan pelepasan histamin. Perubahan aktivitas Letargis. perlu perhatian antara Penutup mata meningkatkan efek cahaya risiko infeksi. aberasi kornea. dibandingkan dengan peningkatan tekanan efek penutup mata. Perubahan aktivitas Intoleransi sementara laktosa laktosa.

dapat pulih dalam hitungan bulan Perubahan endokrin Perubahan kadar Belum diketahui secara pasti gonadotropin serum (peningkatan LH dan FSH) Perubahan Peningkatan turnover Merupakan masalah bagi hematologi trombosit bayi dengan trombosit yang rendah dan yang dalam keadaan sepsis Cedera pada sel darah Menyebabkan hemolisis. merah dalam sirkulasi meningkatkan kebutuhan dengan penurunan energi kalium dan peningkatan aktivitas ATP Perhatian terhadap Isolasi Efek diatasi oleh perawatan perilaku psikologis yang baik Perubahan status Dapat diatasi dengan organisasi dan interaksi orangtua – bayi manajemen perilaku Dapat mempengaruhi ritme kardiak . Bronze baby sindrome Disebabkan oleh interaksi fototerapi dan ikterus kolestasis. menghasilkan pigmen cokelat (bilfuscin) yang mewarnai kulit.