You are on page 1of 18

MAKALAH

KIMIA INSTRUMEN

LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL AAS

DISUSUN OLEH

KELOMPOK III (TIGA)

AYU ANDRIANA LESTARI H 311 09 101

SURAHMI USMAN H 311 09 252

AFDALIYAH YAHYA H 311 09 286

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2013

terdapat lebih banyak energi yang akan dinaikkan dari keadaan dasar ke keadaan eksitasi dengan tingkat eksitasi yang bermacam-macam. PRINSIP AAS Prinsip dari spektrofotometri adalah terjadinya interaksi antara energi dan materi.Pada spektroskopi serapan atom terjadi penyerapan energi oleh atom sehingga atom mengalami transisi elektronik dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi.Atom–atom menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. analisa didasarkan pada pengukuran intesitas sinar yang diserap oleh atom sehingga terjadi eksitasi. tergantung pada sifat unsurnya. Spektrofotometri serapan atom merupakan metode analisis yang tepat untuk analisis analit terutama logam-logam dengan konsentrasi rendah. Untuk dapat terjadinya proses absorbsi atom diperlukan sumber radiasi monokromatik dan alat untuk menguapkan sampel sehingga diperoleh atom dalam keadaan dasar dari unsur yang diinginkan.Transisi elektronik suatu unsur bersifat spesifik.Cahaya pada panjang gelombang tersebut mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat elektronik suatu atom. tetapi ada beberapa gangguan kimia yang menyebabkan sampel harus diperlakukan khusus terlebih dahulu. Dengan absorbsi energi. Absorbsi atom telah dikenal bertahun-tahun yang lalu. Atomic Absorbtion Spectroscopi (AAS) adalah spektroskopi yang berprinsip pada serapan cahaya oleh atom. Beberapa logam yang terkandung dalam sampel dapat ditentukan secara langsung dengan menggunakan AAS. Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Absorbsi atom adalah spektroskopi atom yang pertama kali dapat diandalkan untuk menganalisa adanya logam dalam sampel yang berasal dari lingkungan.Dalam metode ini.Gangguan kimia .

Dalam AAS kita mengukur serapan (absorbsi) yang dialami oleh seberkas sinar yang melalui kumpulan atom-atom. Serapan akan bertambah dengan bertambahnya jumlah atom yang menyerap sinar tersebut. Beberapa gangguan kimia antara lain: a. Artinya.0 nm sedangkan atom Pb . Misal : atom Cu menyerap sinar dengan λ = 589. Ionisasi Ionisasi dapat dicegah dengan menambahkan ion yang lebih mudah terionisasi untuk menahan ionisasi analit.Unsur-unsur yang dapat ditentukan dengan AAS lebih dari 60 unsur logam atau metalloid dengan konsentrasi antara 1 ppm sampai 10 ppm.Setiap unsur logam yang dideteksi menggunakan AAS mempunyai kondisi optimum yang berbeda-beda.Hal ini terjadi karena flame tidak cukup panas untuk memecah molekul atau pada saat pemecahan atom.disebabkan oleh berkurangnya penyerapan loncatan atom dalam kombinasi molekul dalam flame. menggunakan zat pembebas (releasing agent) dan ekstrasi analit atau unsur pengganggu. Pembentukan senyawa stabil Pembentukan senyawa stabil menyebabkan disosiasi analit tidak bercampur. Sinar tersebut bersifat monokromatis dan mempunyai panjang gelombang (λ) tertentu.Beberapa gangguan dapat dikurangi atau dihilangkan dengan penambahan elemen atau senyawa khusus pada larutan sampel. sifat menyerap sinar ini merupakan sifat yang khas (spesifik) bagi unsur X tersebut. b. dioksidasi segera menjadi senyawa yang tidak terpecah segera pada temperatur flame.Gangguan kimia ini dapat diatasi dengan menaikkan suhu nyala. Suatu atom unsur X hanya bisa menyerap sinar yang panjang gelombangnya sesuai dengan unsur X tersebut.

kebanyakan atom berada dalam keadaan elektronik dasar bukannya dalam keadaan eksitasi.0 nm. pada 2700 ˚C. kira-kira adalah 6x10-4. . Dalam tahun 1955 Walsh menekankan bahwa dalam suatu nyala yang lazim. yaitu dengan mengukur serapan yang diakibatkan oleh larutan sampel tersebut terhadap sinar yang sama. Dengan menyerap sinar yang khas. rasio banyaknya atom tereksitasi terhadap keadaan dasar.menyerap sinar dengan λ = 217. Biasanya terdapat hubungan yang linier antara serapan (A) dengan konsentrasi (c) dalam larutan yang diukur dan koefisien absorbansi (a). Selanjutnya ia mencatat bahwa fraksi atom-atom yang tereksitasi berubah secara eksponensial dengan temperatur dan menaruh premium pada pengaturan nyala dalm studi-studi pancaran. sedangkan dengan begitu sedikit atom yang tereksitasi. Misalnya untuk transisi yang menghasilkan garis natrium kuning pada 589 nm. Telah lama ahli kimia menggunakan pancaran sinar radiasi oleh atom yang dieksitasikan dalam suatu nyala sebagai alat analitis. populasi keadaan dasar jauh kurang peka terhadap temperatur. atom tersebut tereksitasi (elektron terluar dari atomnya tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi). Hubungan antara serapan yang dialami oleh sinar dengan konsentrasi analit dalam larutan standar bisa dipergunakan untuk menganalisa larutan sampel yang tidak diketahui.

Dari hukum Lambert-Beer / Bouguer-Beer ”Bila cahaya monokromatis dilewatkan pada media transparan maka berkurangnya intensitas cahaya yang ditransmisikan sebanding dengan ketebalan (b) dan konsentrasi larutan. Sinar yang diteruskan ini dibiarkan melalui monokhromator.” Komponen – komponen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) 1. tidak diserap). Lampu katoda berongga (Hollow Cathode Lamp) . dan sebahagian lagi intensitas sinar dari sumber itu diteruskan (ditransmisikan.PRINSIP BEKERJA ALAT AAS Gambar 1. Sebagian dari intensitas sinar dari sumber itu (dengan panjang gelombang tertentu) diserap oleh atom-atom unsur di dalam nyala yang sebelumnya masih berada dalam keadaan azasnya. amplifier- alat penunjuk yang menunjukkan % transmitans (%T) atau absorbans (A) pada skala dengan jarum penunjuk. terus ke detektor. Diagram alat AAS Nyala api gas yang mengandung atom-atom netral unsur yang dianalisis dan berada dalam keadaan azasnya (ground state) disinari dengan sinar yang dipancarkan oleh sumber sinar (spektrum pancaran garis).

kemudian logam yang terkandung di dalamnya diubah menjadi atom bebas.Misalnya : untuk pengukuran Fe diperlukan lapisan logam Fe. Dinding dalam dari spray chamber ini dibuat dari plastik / teflon. Ruang pengkabutan (Spray Chamber) Merupakan bagian di bawah burner dimana larutan contoh diubah menjadi aerosol. Nebulizer glass bead atau impact bead (untuk memecahkan larutan menjadi partikel butir yang halus) b. Rongga katoda berlapis logam murni dari unsur obyek analisis. untuk mengemburkan butir / partikel larutan yang kasar) . Instrumen AAS meliputi Hollow Cathode Lamp sebagai sumber energi. 2.AAS bekerja berdasar pada penguapan larutan sampel. Hollow Cathode Lamp sebagai sumber sinar pada AAS akan menghilangkan kelemahan yang disebabkan oleh self absorbsi yaitu kecenderungan atom-atom pada ground state untuk menyerap energi yang dipancarkan oleh atom tereksitasi ketika kembali ke keadaan ground state.Atom tersebut mengabsorbsi radiasi dari sumber cahaya yang dipancarkan oleh lampu katoda (Hollow Cathode Lamp) yang mengandung energi radiasi yang sesuai dengan energi yang diperlukan untuk transisi elektron atom. Dalam ruangan ini dipasang peralatan yang terdiri atas : a. flame untuk menguapkan sampel menjadi atom. Lampu katoda berongga terdiri atas tabung gelas yang diisi dengan gas argon (Ar) atau neon (Ne) bertekanan rendah (4-10 torr) dan di dalamnya dipasang sebuah katoda berongga dan anoda. Batang anoda terbuat dari logam wolfram / tungsten (W). Flow spoiler (berupa baling-baling berputar.

Komposisi nyala asitelin-udara sangat baik digunakan untuk lebihdari tiga puluh unsur sedangkan komosisi nyala propane-udara disukaiuntuk logam yang mudah menjadi uap atomic. 3. dipengaruhi oleh komposisi nyala. Larutan yang akan dikabutkanditarik ke dalam pipa kapiler oleh aksi semprotan udara ditiupkan melaluiujung kapiler. Pembakar (Burner) Merupakan alat dimana campuran gas (bahan bakar dan oksida) dinyalakan. Desain burner harus dapat mencegah masuknya nyala ke dalam spray chamber. Untuk logam seperti Alumunium (Al) dan titranium (Ti) yang membentuk oksida refrakoritemperatur tinggi dari nyala asitelin- NO sangat perlu. dan juga berfungsi untuk atomisasi. Alat ini terbuat dari logam yang tahan panas dan tahan korosi. Burner untuk nyala udara asetilen (suhu 2000 – 22000 C) berlainan dengan untuk nyala nitrous oksida-asetilen (suhu 2900 – 30000 C).Fungsi pengabut adalahmenghasilkan kabut atau aerosol larutan uji. diperlukan aliran gas bertekanan tinggi untuk menghasilkan aerosol yang halus. Nyala digunakan untuk mengubah sampel yang berupa padatan atau cairan menjadi bentuk uap atomnya.Untuk spektrokopi nyala suatu persyaratan yang penting adalahbahwa nyala yang dipakai hendaknya menghasilkan temperatur lebih dari 2000˚K. c. Inlet dari fuel gas dan drain port (lubang pembuangan) Tujuan sistem pembakaran-pengabut adalah untuk mengubahlarutan uji menjadi atom-atom dalam bentuk gas. dan sensitivitasdijumpai bila nyala kaya akan asitilen . Burner harus selalu bersih untuk menjamin kepekaan yang tinggi dan kedapatulangan (repeatability) yang baik.Konsentrasi tereksitasi. Dalam nyala yang bersuhu tinggi itulah terjadi pembentukan atom-atom analit yang akan diukur. Hal ini disebut ”blow back” dan amat berbahaya.

Monokromator berfungsi sebagai pemilih panjang gelombang cahaya (λ) yang akan digunakan dalam penetapan. Terjadi proses penyerapan sinar oleh atom-atom dan proses eksitasi  Daerah reaksi Atom-atom bereaksi dgn oksigen menjadi oksida-oksida  Lapisan luar Oksida yg terjadi lalu masuk ke lapisan luar nyala dan seterusnya keluar meninggalkan nyala 4. Monokromator & Slit (Peralatan optik) Dalam Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) Berkas cahaya dari lampu katoda berongga akan dilewatkan melalui celah sempit dan difokuskan menggunakan cermin menuju monokromator.Profil Nyala Gambar 2. . Nyala api  Alas nyala Larutan cuplikan masuk ke dlm nyala melalui alas nyala berupa tetesan- tetesan yg sangat halus : penguapan air dari tetesan-tetasan tsb.Sebahagianlarutan cuplikan akan masuk  Kerucut dalam Penguapan pelarut lebih lanjut dan penguraian cuplikan menjadi atom- atom.

Akan tetapi kelemahan utamanya. Sebaliknya bila makin lebar.Cahaya polikromatis yang keluar/ditransmisikan dari nyala akan dijadikan monokromatis. kemudian dijatuhkan ke detektor. yang bila dikenai radiasi akan menghasilkan tanggapan mengikuti mekanisme yang telah dibahas sebelumnya. kaca untuk daerah sinar tampak. kemudian λ yang diinginkan dilewatkan melalui sebuah slit. Pemilihan lebar slit sangat penting. arus yang dihasikan makin kuat. Detektor Detektor merupakan suatu bahan yang peka terhadap radiasi. Perlu diperhatikan bahwa suatu bahan yang sensitif terhadap suatu jenis radiasi belum tentu sensitif terhadap jenis radiasi yang lain. Sebagai contoh. Macam-macam monokromator yaitu prisma. rock salt (kristal garam) untuk daerah IR dan kisi difraksi. bila ada panjang gelombang yang berdekatan dengan λ yang berdekatan dengan analat yang sedang ditetapkan akan terjadi gangguan. Cahaya polikromatis akan didispersikan oleh alat ini. Monokromator dalam alat SSA akan memisahkan. tetapi jumlah cahaya yang jatuh ke detektor makin sedikit. Monokromator yang lebih baik adalah tipe gabungan gratting dan prisma yang dinamakan echelle grating. detektor radiasi gamma belum tentu dapat mendeteksi radiasi neutron. bila slit makin sempit cahaya akan makin monokromatis. 5. kuarsa untuk daerah UV. jumlah cahaya yang jatuh pada detektor akan semakin banyak. sehingga diperlukan penguatan yang makin besar dan akan memperbesar noise. . Lebar slit yang tepat untuk sebuah metode analisis dapat dilihat pada manual book atau cookbook. Monokromator yang biasa digunakan adalah grating yang sering dikombinasikan dengan prisma. mengisolasi dan mengontrol intensitas energi yang diteruskan ke detektor.

Cs/Na. detektor yang digunakan adalah barier layer cell. dalam hal ini setiap fotonakan membebaskan elektron (satu foton satu elektron) dari bahan yang sensitif terhadap cahaya. Tetapi pada umumnya yang digunakan adalah detektor photomultiplier tube.Disini madukan ke peranti adalah daya optic dan keluaran dari peranti berupasinyal listrik. Ga/As. dapat dipandang sebagai inverse dari light emitting diode(LED). keluaran penguat dapat digitalkan dan diproses dengan komputer. secara khusus photodiode. sensitivitas dll. untuk laboratorium dengan beban yang berat. Fungsi detektor adalah mengubah energi sinar menjadi energi listrik. Ketiga detektor tersebut adalah : 1. Detektor dimaksudkan untuk merubah energi yang dipancarkan menjadi sebuah sinyal listrik yang kemudian diproses oleh sebuah amplifier sehingga dapat dapat di interpretasikan lebih lanjut. Prinsip operasi dari photodiode ini merupakan fenomena fisika sebagaimana yang terjadi padaLED. dimana energi listrik yang dihasilkan digunakan untuk mendapatkan data. kecepatan respon. jika monokromatornya sederhana yang biasa dipakai untuk analisa alkali. Ada tiga macam detektor yang berbeda dalam rentang panjang gelombangnya. jika monokromatornya sederhana yang. Detector cahaya. Detektor itu lazimnya adalah tabung pengganda foton daerah UV-tampak dari spektrum itu. Detektor SSA tergantung pada jenis monokromatornya. Detektor cahaya atau detektor foton Detektor foton bekerja berdasarkan efek fotolistrik. . voltmeter digital atau potensiometer perekam pena tinta. Piranti baca dapat berupa galvanometer sederhana. Detektor SSA tergantung pada jenis monokromatornya.Bahan foton dapat berupa Si/Ga.

Untuk system penerimaan data analog. Hal ini diperlukan untuk menghindari distorsi Sinyal keluaran. Peranti detector cahaya harus sangat sensitive. Detektor cahaya harus mampumenghasilkan arus listrik meski pulsa optic masukan berlangsung dalam waktu yang cepat. Persyaratan suatu alat untuk menjadi detektor cahaya yaitu : 1. misalnya keandalan. Respon atau sensitifitas yg tinggi terhadap rentang panjang gelombang yg digunakan oleh sumber gelombang . Waktu respon terhadap Sinyal optic masukan harus cepat. Karena detector cahaya ini selektif terhadap panjang gelombang (responnya terbatasi oleh rentang panjang gelombang). 3. Derau dalam (internal noise) yang dibangkitkan oleh peranti harus sekecil mungkin agar peranti dapat mendeteksi sinyal optic masukan sekecil mungkin.Hal ini akan memungkinkan untuk menerima data dengan laju bit tinggi. 2. Beberapa karateristik penting lainnya. stabilitas dan kekebalan terhadap pengaruh lingkungan. Arus listrik yang dihasilkan harus sebesar mungkin dalam merespon daya optic masukan. Untuk mendapatkan hasil yang optimum penggunaan photodiode sebagai transducer. detector cahaya harus memiliki hubungan masukan-keluaran yang linier. 4. maka sensitifitas ini harus bernilai besar pada daerah panjang operasi. Detector cahaya menyerap photon cahaya dan menghasilkan electron yaitu electron yang dapat menghasilkan arus listrik. secara khusus untuk aplikasi system komunikasi optic maka detector cahay harus memiliki fitur-fitur sebagai berikut : 1.

Untuk mendeteksi pancaran cahay inframerah digunakan sensor berupa photo transistor. Rangkaian detector inframerah ini dibuat menggunakan sebuah photo transistor tipe TIL78. Detector infra merah Rangkaian detector inframerah ini berfungsi untuk mendeteksi pancaran cahaya inframerah. Detektor infra merah yang lazim adalah termokopel. sebuah IC CMOS NAND Gate CD4011 dan sebuah transistor sebagai driver untuk beban yang dihubungkan ke rangkaian detector inframerah ini. LED ataupun relay. Tidak sensitif terhadap perubahan suhu 6. Detektor infra merah dan detektor panas. Noise kecil 4. Cocok ukurannya dengan dimensi fisik serat optik atau dengan kata lain ukurannya kecil 7.Efek termolistrik akantimbul jika dua logam yang memiliki temperatur berbeda disambung jadi satu. Rangkaian detector inframerah ini memiliki jalur output yang dapat dihubungkan dengan buzzer. Ekonomis 2. Waktu tanggapan yang pendek 3. memiliki bandwith yg cukup lebar 5. Gambar 3. Memiliki masa hidup yg lama 8. . 2.

Kemudian pada saat photo transistor menerima pancaran cahay inframerah maka NAND gate pertama (pin 123) akan mendapat input HIGH sehingga transistor TIP31 akan aktif dan memberikan sumber tegangan ke beban yang terhubung ke rangkaian detector inframerah tersebut. Photocell Fungsinya adalah mengubah energi sinar menjadi arus listrik yang sebanding dengan intensitas nya. Daerah kerja detector ini pada daerah sinar tampak (380 – 780 nm) . Bentuknya dalah sebuah keeping logam yang dilapisi dengan bahan Selenium yang sensitive terhadap sinar. Gambar 4 Pada prinsipnya system kerja rangkaian detector inframerah adalah pada saat tidak ada cahay infra merah yang diterima oleh photo transistor maka NAND gate pertama (pin 123) mendapat input LOW sehingga transistor NPN TIP31 tidak mendapatkan bias dan beban yang dihubungkan kerangkaian detector inframerah ini OFF. Sinar yang mengenai lapisan ini . Apabila rangkaian detector inframerah ini digunakan untuk menyalakan LED maka perlu diperhatikan arus maksimum yang diberikan ke LED oleh karena itu dapat dipasang resistor pembatas arus untuk LED yang dipasang seri dengan LED dan rangkaian detector inframerah tersebut 3.

Antara Katoda dan Anoda dipasang selisih tegangan dan apabila sebuah sinar datang masuk melalui jendela kuarsa dan jatuh ke permukaan Katoda.menyebabkan elektron terlepas dan akan terjadi perbedaan muatan yang dapat diukur besarnya dengan microammeter. Gambar 5. detektor ini kurang sensitive dan responnya rendah. Dengan demikian . kemudian sebagai anoda adalah sebuah kawat berlubang (wire mesh). energi sinar ini akan diserap oleh lapisan oksida logam dan elektron yang ada dilapisan ini akan terlempar dan berkumpul pada Anoda. sehingga dalam tabung foton akan timbul arus. Photocell 4. menghasilkan elektron. Detektor ini mampu membaca sinar tampak dan sinar ultra violet dengan panjang gelombang dari 190 – 650 nm dan dari 600 – 1000 nm. Jadi untuk menguji daerah dengan panjang gelombang dari 190 sampai 1000 nm diperlukan lebih dari satu detektor. Phototubes beroperasi sesuai dengan efek fotolistrik: foton masuk menyerang photocathode. yang tertarik pada anoda. bagian dalamnya berisi katoda (Photocathode) logam berbentuk ½ silinder dengan permukaanya dilapisi oksida logam yang mudah melepaskan electron bila dikenai sinar. Phototube Kontruksi detektor ini adalah sebuah tabung vakum yang terbuat dari kuarsa.

amplifikasi tidak terjadi. Dioda yang dirancang untuk digunakan .Sel.Gas perangkat diisi lebih sensitif tetapi respons frekuensi yang termodulasi pencahayaan jatuh pada frekuensi yang lebih rendah dibandingkan dengan perangkat vakum.Respon frekuensi perangkat vakum umumnya dibatasi oleh waktu transit dari elektron dari katoda ke anoda. jatuh ke biru. Rentang panjang gelombang cahaya di mana perangkat sensitif tergantung pada bahan yang digunakan untuk katoda photoemissive. umum surya tradisional digunakan untuk menghasilkan listrik tenaga surya adalah fotodioda area yang luas.Tidak seperti tabung photomultiplier. di mana sensitivitas rendah tetapi tidak nol. Dioda mirip dengan dioda semikonduktor biasa kecuali bahwa mereka mungkin akan terkena baik (untuk mendeteksi UV vakum atau X-ray) atau dikemas dengan jendela atau koneksi serat optik untuk memungkinkan cahaya untuk mencapai bagian sensitif dari perangkat. tergantung pada modus operasi [1].arus tergantung pada frekuensi dan intensitas foton yang masuk.Sebuah katoda cesium- antimon memberikan perangkat yang sangat sensitif dalam violet ultra-violet daerah dengan sensitivitas jatuh pada kebutaan terhadap cahaya merah. Photodiode Photodiode adalah jenis photodetektor mampu mengkonversi cahaya menjadi baik arus atau tegangan. Perangkat vakum memiliki anoda konstan dekat saat suatu tingkat pencahayaan relatif terhadap tegangan anoda. 5.Cesium pada perak teroksidasi memberikan katoda yang paling sensitif terhadap infra-merah lampu merah. sehingga arus yang mengalir melalui perangkat biasanya dari urutan dari beberapa microamperes.

160 dB). terlihat. variabel desain. datar melingkar tabung dan melewati photocathode. dan dekat- inframerah dari spektrum elektromagnetik. di mana cahaya memasuki restoran. dan dampak pada photocathode buram. dan sisi-desain (modus refleksi ). dan lebih khusus lagi phototubes vakum. dan lainnya. merupakan detektor yang sangat sensitif cahaya dalam rentang ultraviolet. di mana cahaya masuk di tempat tertentu di sisi tabung. seperti yang ditunjukkan di atas.khusus sebagai photodiode menggunakan PIN persimpangan daripada pn junction. Photomultipliers Photomultiplier tabung (photomultipliers atau PMTS untuk pendek). Selain bahan photocathode yang berbeda. Fotodioda Sebuah dirancang untuk beroperasi di reverse bias.Detektor ini kalikan arus yang dihasilkan oleh cahaya kejadian sebanyak 100 juta kali (yaitu. kinerja juga dipengaruhi oleh transmisi bahan jendela yang cahaya melewati. untuk meningkatkan kecepatan respon.Tidak seperti tabung vakum kebanyakan. Salah satu dari buku disebutkan akan . mereka tidak usang. memungkinkan (misalnya) foton individu untuk dideteksi ketika fluks insiden cahaya sangat rendah. kepala-on atau akhir-on (modus transmisi) desain. 6. dalam tahap dynode ganda. Ada dua orientasi photomultiplier umum.Sejumlah besar model photomultiplier yang tersedia memiliki berbagai kombinasi. anggota dari kelas tabung vakum. dan dengan susunan dynodes.

sinar yang jatuh pada permukaan katoda akan dibebaskan 106 – 107 elektron yang akan terkumpul pada Anoda. tahanan. Elektron dari permukaan dynode 2 akan menuju kepermukaan dynode 3 yang juga 90 Volt lebih positif. Selanjutnya sejumlah elektroda yaitu Dynode yang diberi tegangan listrik dan yang dapat mengeluarkan elektron bila permukaannya dikenai berkas elektron yang dipercepat. sumber arus 900 Volt dan pembagi tegangan untuk 9 dynode (masing-masing 90 Volt). karena adanya dynode) disalurkan melalui rangkaian untuk diperkuat lebih lanjut. . tiap electron yang jatuh kepermukaan dynode 2 akan melepaskan lebih dari satu electron.memberikan informasi yang diperlukan untuk memilih desain yang tepat untuk aplikasi tertentu. Elektron dari dynode 1 akan bergerak dengan percepatan kepermukaan dynode 2 yang juga 90 Volt lebih positif dari dynode 1. Berkas electron ini akan bergerak dengan percepatan kepermukaan dinoda 1 yang mempunyai tegangan 90 Volt lebih positif dari katoda. Setelah proses tersebut berlangsung 9 kali (pada 9 dynode) maka untuk setiap fotton. dan seterusnya. Apabila berkas sinar dengan intesitas P (dari sumber cahaya spark) jatuh pada permukaan katoda maka lapisan yang melapisi katoda akan melepaskan electron. rangkaian listrik yang meliputi katoda. penguat arus (amplifier) dan pencatat (recorder). Tiap electron yang jatuh pada permukaan dynode 1 akan menyebabkan dikeluarkannya lebih dari satu electron dari permukaan dynode 1 itu. Arus listrik yang telah mengalami pengutan (didalam tabung.

4. . Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi. Kepekan yang tinggi 2. Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi 3. 5. Respon konstan pada berbagai panjang gelombang. Hasil pengukuran detektor dilakukan penguatan dan dicatat oleh alat pencatat yang berupa printer dan pengamat angka.Syarat-syarat ideal sebuah detektor : 1. Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi. Detektor pada AAS berfungsi untuk mengukur intensitas radiasi yang diteruskan dan telah diubah menjadi energy listrik oleh fotomultiplier.