You are on page 1of 4

1.

PENYAKIT MENULAR LANGSUNG
a. Tuberkulosis (TB)
Proporsi Pasien TB BTA positif diantara suspek
Adalah prosentase pasien BTA positif yang ditemukan diantara seluruh suspek yang diperiksa
dahaknya. Angka ini menggambarkan mutu dari proses penemuan sampai diagnosis pasien, serta
kepekaan menetapkan kriteria suspek. Angka ini sekitar 5 – 15%. Bila angka ini terlalu kecil (< 5%)
kemungkinan disebabkan : Penjaringan suspek terlalu longgar. Banyak orang yang tidak memenuhi
kriteria suspek atau ada masalah dalam pemeriksaan laboratorium (NPT = Negatif Palsu Tinggi). Bila
angka ini terlalu besar (> 15%) kemungkinan disebabkan : Penjaringan terlalu ketat atau ada masalah
dalam pemeriksaan laboratorium (PPT = Positif Palsu Tinggi).

Dari tabel diatas terlihat bahwa penemuan TB BTA positif diantara suspek keseluruhan di
Provinsi Riau dari tahun 2010 – 2014 masih berkisar diantara 5-15%. Maka, dapat disimpulkan bahwa
penemuan kasus TB BTA positif tidak longgar dan tidak ketat di penjaringan suspek. Akan tetapi, pada
tahun 2015 penemuan TB BTA positif diantara suspek di Provinsi Riau mencapai 17,88% yang berarti
penjaringan suspek terlalu ketat.
Namun bila dilihat dari Proporsi pasien TB BTA positif diantara suspek per Kabupaten/Kota
Provinsi Riau tahun 2015, ada beberapa Kabupaten yang terlalu ketat dalam penemuan kasus TB
diantara suspek seperti Kab. Pelalawan, Kab. Rokan Hilir, Kab. Rokan Hulu dan Kab. Kuantan Singingi.
Ini kemungkinan disebabkan karena petugas kesehatan dalam penemuan suspek tidak berdasarkan
dari gejala utama yaitu batuk berdahak selama 2-3 minggu tetapi sudah dengan beberapa gejala lain
yang mendukung ke arah diagnosa menderita TB atau terdapat PPT (Positif Palsu Tinggi).

Angka Notifikasi Kasus (Case Notification Rate = CNR) dan Case Detection Rate (CDR) CNR adalah angka yang menunjukkan jumlah pasien baru yang ditemukan dan tercatat diantara 100. CDR adalah prosentase jumlah pasien baru BTA positif yang ditemukan dan diobati dibandingkan jumlah pasien baru BTA positif yang diperkirakan ada dalam wilayah tersebut.000 penduduk di suatu wilayah tertentu.Berdasarkan gambar diatas. Angka ini berguna untuk menunjukkan kecenderungan (trend) meningkat atau menurunnya penemuan pasien pada wilayah tersebut. . Angka ini apabila dikumpulkan serial. akan mengambarkan kecenderungan penemuan kasus dari tahun ke tahun di wilayah tersebut. terjadi peningkatan jumlah kasus baru TB BTA (+) yang menjadi sumber penularan di masyarakat. Case Detection Rate menggambarkan cakupan penemuan pasien baru BTA positif pada wilayah tersebut.

Angka CNR Kasus TB BTA + tersebut telah memenuhi target capaian program TB tahun 2015 yaitu 92%. Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa CNR TB BTA + yang tertinggi terdapat di Kota Pekanbaru (100%). yaitu: .Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa CNR BTA + meningkat pada tahun 2015 sebesar 1. Kab. Hasil Pengobatan TB Terdapat beberapa angka yang berkaitan dengan pengobatan TB. Pelalawan (100%).64% dan CNR semua kasus juga meningkat sebesar 6.76%. dan Kota Dumai (98.96%).

Angka keberhasilan pengobatan atau Success Rate yaitu pasien yang telah sembuh dan menyelesaikan pengobatan lengkap diantara pasien TB paru BTA (+) yang tercatat. .5%).04%) lebih rendah dibanding tahun 2014 (81. Angka Success Rate pada tahun 2015 (81. tetapi tidak ada hasil pemeriksaan apusan dahak ulang pada akhir pengobatan dan pada satu pemeriksaan sebelumnya. Kepulauan Meranti (76%). 2. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pasien yang sembuh pada tahun 2015 (73.54%) dan Kab. Angka kesembuhan atau Cure Rate yaitu angka yang menunjukkan persentase pasien baru TB BTA + yang sembuh setelah selesai masa pengobatan dan hasil pemeriksaan apusan dahak ulang (follow-up) dengan hasil negatif pada akhir pengobatan dan pada satu pemeriksaan sebelumnya diantara pasien baru TB BTA + yang tercatat. Angka SR TB terendah terdapat di kota Pekanbaru (52.2%).1. Angka SR tersebut tidak memenuhi target capaian program mengenai Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) kasus TB di Provinsi Riau untuk tahun 2015 sebesar 88%. Bisa dikatakan bahwa angka ini merupakan gabungan dari angka kesembuhan dan angka pengobatan lengkap. 3.72%) juga lebih rendah dibanding tahun 2014 (87. Angka pengobatan lengkap atau Complete Rate yaitu pasien yang telah menyelesaikan pengobatan lengkap.