You are on page 1of 22

TUGAS PEMETAAN DAN SIG

OLEH
Nama : Chresky N. Karundeng
NIM : 1704101010105
PRODI : Teknik Sipil

Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

2017
Rumusan Masalah !

A. Uraikan tentang surveyor !
B. Jenis jenis survey? Diuraikan!
C. Jenis jenis peta? Diuraikan
D. Uraikan tentang alat survey / alat ukur :
 Theodolit
 Water pass
 Rambu ukur atau bak ukur
 TS ( Total Station )
 GPS - Handfled
 Geodetis (Satelite)

A. PENGERTIAN SURVEYOR

Definisi Surveyor

Surveyor adalah seseorang yang melakukan pemeriksaan atau mengawasi dan mengamati
suatu pekerjaan. Dalam dunia kerja istilah Surveyor kebanyakan menjurus pada dunia
lapangan yg nanti nya menjadi objek utama dalam hal menjalankan tugasnya.
Surveyor kadang identik dengan dunia keproyekan, akan tetapi semakin berkembangnya
zaman semakin berkembang pula kata surveyor di tempatkan semisal di dunia "Leasing" dan
perusahaan jasa lainnya. Namun perlu diketahui sebelumnya Tugas surveyor sama saja
"mata" bagi perusahaan itu sendiri sebagai bagian yg melihat objek sasaran kerja. Pendidikan
yang di utamakan biasanya D3-S1, namun tidak ditutup kemungkinan level SMA juga ada
peluang.

Kompetensi surveyor

Kompetensi surveyor adalah kemampuan minimal surveyor yang wajib dimilikinya agar
dapat bekerja dengan baik dan profesional, meliputi pengetahuan akademik, ketrampilan
teknis dan karakternya. Ketiga komponen itu saling mendukung dalam diri surveyor dalam
menghadapipekerjaanyangberatdilapangan. Surveyor kompeten harus memiliki pengetahuan
tentang teori-teori pengukuran dan ketrampilan-ketrampilan praktis. Pada pengukuran
planimetris banyak digunakan geometri, aljabar dan trigonometri. Pengetahuan itu,
khususnya trigonometri, wajib diberikan sejak awal kepada calon surveyor pemula.
Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan kantor pada survei geodetis memerlukan pelatihan
hitungan-hitungan khusus lanjut yang lebih rumit.

Untuk kesuksesan kerjanya, karakter dan pola fikir surveyor merupakan faktor-faktor
potensial yang lebih penting daripada sekedar pengetahuan-pengetahuan teknis. Surveyor
harus bisa memutuskan sesuatu dengan tepat dan rasional. Dia harus memiliki kendali emosi,
cepat tanggap terhadap rekan-rekan kerjanya, membantu anak buahnya dan memperhatikan
keperluan-keperluan kerja rekan-rekannya itu. Dengan semua itu, dia merasa belum puas
terhadap hasil kerjanya kecuali diperoleh hasil akurat yang telah secara seksama dilakukan
pengecekan-pengecekan. Dengan hanya membaca buku, seorang surveyor tidak akan dapat
mengembangkan ketrampilan dan kemampuan memutuskan, selain itu kemungkinannya
dapat menggapai kepuasan kinerja menjadi rendah. Kecakapan bekerja hanya akan bisa
terwujud hanya dengan pelatihan-pelatihan lapangan yang rutin dan pembimbingan oleh
surveyor-surveyor profesional.
Hal penting lain yang harus dimiliki oleh seorang surveyor adalah kemampuan bertahan-kerja
di bawah tekanan alam dan kelelahan fisik. Keselamatan kerja dan alat-alat survei juga
merupakan hal yang harus diperhatikan.

Tugas Surveyor

1. Menganalisa pekerjaan
2. Membuat keputusan
3. Melaksanakan pengukuran
4. Memproses / mengitung data
5. Melakukan penggambaran / penyajian data
6. Melakukan pematokan / pemancangan

B. JENIS JENIS SURVEY DAN KLASIFIKASI PENGUKURAN
TANAH

JENIS – JENIS SURVEY

Servey Devormasi

Menentukan apakah struktur atau objek mengalami perubahan bentuk atau pergerakan.
Diperlukan pengukuran 3D pada objek yang akan diukur dan dilakukan pengukuran kembali
pada titik yang sama secara berkala

Servey batas

Menentukan batas kepemilikan lahan atau wilayah Sangat perluh ditentukan batas aktual di
lapangan dan kemudian didokumentasikan dalam sebuah peta agar orang lain tahu batas
wilayah kita.servey ini banyak dilakukan oleh instansi BPN (badan pertanahan Nasional).
Servey rekayasa

Biasa dilakaukan dalam pekerjaan konstruksi baik itu pembuatan jalan, gedumg, rel, dll

Servey topografi

Mengukur atau memetakan permukaan bumi yang diperpesentasikan dalam kumpulan titik-
titik kordinat 3D kemudian bisa digambarkan dalam garis kontur ( garis yang
menghubungkan titik titik yang tinginya sama).

Servey Hidrografi

Servey yang dilakukan untuk memetakan topografi dasar laut untuk digunakan lebih lanjut
dalam nafigasi kapal , konstruksi lepas pantai , atau manajeman sumber daya laut.

Survey konstruksi

Bisa dibilang merupakan bagian dari survey rekayasa , tetapi lebih spesifik ke bagian
struktur.

Survey Navigasi

Untuk mengetahui posisi suatu wahana bergerak (misalnya : kapal, pesawat terbang, mobil,
rudal )sehingga bisa menentukan dan mengontrol apakah wahana tersebut berada dijalur yang
aman, cepat dan sesuai rencana.

KLASIFIKASI PENGUKURAN TANAH (PENGUKURAN TERATIS )

Pengukuran titik control

Menetapkan jaringan tugu horozontal dan vertikal yang berguna sebagai kerangka acuan
untuk pengukuran lain.

Pengukuran Topografik

Menentukan ciri-ciri alamiah dan buatan , serta elevasi yang dipakai untuk pembuatan peta
topografi atau peta contour.
Pengukuran persil

Batas atau kadastral adalah pengukuran tertutup untuk menetapkan garis garis dan sudut batas
pemilikan tanah, mengembalikan batas batas persil tanah sesuai dengan data kepemilikan
tanah, pengkavlingan tanah tanah ( subdivision survey )

Pengukuran Hidrografik

Menentukan garis pantai dan kedalaman laut , danau, sungai, bendungan serta perairan
lainnya.

Pengukuran jalur lintas

Dilaksanakan untuk merencanakan, merancang, dan membangun jalan baja, jalan raya, jalur
pipa, dam proyek memanjang lainnya,

Pengukuran purna rancang ( As-built Surveys )

Menetukan lokasi akhir dan perancangan pekerjaan rekayasa yang tepat, memberikan
pembuktian (verifikasi ) dan pencatatan posisi termasuk perubahan perubahan desain yang
ada

Pengukuran tambang

Pengukuran untuk industri pertambangan baik eksplorasi maupun eksploitasi pertambangan,
tambang terbuka ( open pit mining ), tambang dalam (underground mining )

Pelurusan optis

(Laser aligment)Pengukuran industri yang sangat teliti yang memerlukan toleransi kecil
untuk proses proses dalam pabrik.

C. JENIS-JENIS PETA

Berikut adalah penjelasan mengenai Jenis jenis peta :
Berdasarkan Isinya

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis peta berdasarkan isinya

1. Peta umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini
memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis (alam)
maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis misalnya sungai, gunung, laut, danau
dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman
kota dan lainnya. Disebut peta umum karena peta ini bersifat umum sehingga dapat
digunakan untuk umum dengan berbagi macam tujuan. Unsur-unsur yang disajikan tidak
hanya satu atau dua jenis saja tetapi peta menyajikan semua unsur di muka bumi ini dengan
memperhitungkan skala yang umumnya sangat terbatas.

Jenis peta umum yaitu:

 Peta Topografi

Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya permukaan
bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line) yaitu garis khayal yang
menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama. Pada peta topografi
sendiri,garis kontur digmbar dengan warna coklat muda. Kontur berguna untuk memberikan
informasi relatif tentang relief. Relief ini merupakan suatu bentuk yang memperlihatkan
perbedaan dalam ketinggian dan kemiringan dari bentuk-bentuk yang tidak sama di
permukaan bumi. Relief dihubungkan dengan suatu bentuk atau model keseluruhan muka
bumi dalam bentuk tiga dimensi. Selain itu peta topografi juga digunakan sebagai dasar
dalam pembuatan peta-peta tematik seperti,peta kehutanan, peta pariwisata, peta penggunaan
lahan,dan sebagainya.

Di Indonesia pemetaan topografi dikerjakan oleh Jawatan Topografi (jantop) Angkatan Darat
dengan koordinasi Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Peta
yang dihasilkan setelah jadi dapat diperjualbelikan secara bebas. Peta Rupa Bumi Indonesia
(RBI) merupakan peta yang sejenis dengan peta topografi. Peta ini dibuat dan dikoordinasi
oleh Bakosurtanal. Peta tersebut mempunyai isi dan sifat yang sama dengan peta topografi.
Perbedaan kedua peta tersebut hanya pada sistem proyeksi serta pengambilan data di
lapangan. Peta topografi dalam perolehan data di lapangan lebih banyak menggunakan survei
dan pengukuran lapangan, sedangkan peta RBI dengan cara kompilasi dari foto udara.

Objek yang disajiakan oleh peta topografi maupun peta RBI yaitu:

a. Unsur buatan manusia

 Unsur-unsur perhubungan, meliputi jalan dan jalur kereta api
 Gedung-gedung, meliputi perumahan dan bangunan lain seperti mesjid, kantor, dan
sebagainya
 Konstruksi-konstruksi lain,seperti : bendungan, jalur pipa, waduk penyimpanan air, dan lain-
lain
 Unsur luasan atau daerah khusus,meliputu daerah yang ditanami seperti perkebunan dan
taman
 Batas-batas,meliputu batas adminstratif seperti batas provinsi, kabupaten, sampai batas
terkecil yang bisa dilihat

b. Unsur alam

 Unsur hidrografi,termasuk sungai,danau,dan garis pantai
 Tanaman (vegetasi),pada umumnya dikelompokkan menurut jenis atau faktor lain yang
berhubungan
 Unsur lain seperti: permukaan es,salju,pasir,dan lain-lain

Selain menggambarkan unsur-unsur di atas,peta topografi maupun peta RBI juga
menggambarkan titik-titik ketinggian. Titik ketinggian ini di peta ditulis dengan harga atau
angka yang digunakan untuk memperlihatkan ketinggian suatu tempat di atas atau di bawah
permukaan laut. Pengukuran hanya dilakukan pada tempat-tempat penting saja,misalnya:
puncak bukit, pertemuan sungai, dasar lembah, perubahan lereng, dan sebagainya.Inilah
kelebihan peta topografi yakni dengan menggambarkan peta dengan objek titik ketinggian
maka kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat dan untuk memperkirakan tingkat
kecuraman atau kemiringan lereng.

 Peta chartography (kartografi) – Merupakan peta yang menggambarkan sebagian
permukaan bumi. misalnya peta yang hanya menggambarkan benua atau setengah bola bumi
 Peta Chorografi – Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian
permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil antara 1 : 250.000 sampai 1:1.000.000 atau
lebih. Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, negara, benua
bahkan dunia. Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu
wilayah di antaranya pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan raya,jalan kereta api, batas
wilayah, kota, garis pantai, rawa dan lain-lain. Atlas adalah kumpulan dari peta chorografi
yang dibuat dalam berbagai tata warna.
 Peta Indonesia – Peta ini menggambarkan wilayah Indonesia secara keseluruhan
 Peta dunia – Peta ini merupakan peta yang menggambarkan seluruh bagian permukaan bola
bumi.

2. Peta Khusus (Tematik)
Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya menggambarkan satu atau dua
kenampakan pada permukaan bumi yang inginditampilkan. Dengan kata lain, yang
ditampilkan berdasarkan tema tertentu.Peta khusus ini yang menggambarkan kenampakan-
kenampakan (fenomena mengenai unsur unsur geosfer) tertentu, baik kondisi fisik maupun
sosial budaya. Pada peta tematik,objek yang disajikan dalam bentuk gambar dengan
menggunakan simbol-simbol serta mempunyai tema tertentu sesuai dengan maksud
tujuannya. Peta tematik bisa dibuat sesuai dengan tema yang diperlukan,misalnya dalam
perencanaan suatu daerah, administrasi, manajemen, perusahaan-perusahaan,
pendidikan,militer, dan sebagainya.

Selain itu alam perkembangan ilmu pengetahuan,peta tematik mepunyai hubungan yang erat
dalam hal penyajian data untuk keperluan perencanaan dalam bidang-bidang tertentu,
seperti:geologi, geografi, pertanahan, perkotaaan, sosial ekonomi, kependudukan, dan
sebagainya. Untuk penggambaran peta tematik diperlukan peta dasar sebagai kerangka yang
menggambarkan batas wilayah, sungai, dan jalan ataupun yang lainnya. Pada peta dasar
tersebut kemudian data-data tematis dapat dipetakan. Data yang digambarkan pada peta
tematik dapat diperoleh dari hasil survei atau pengukuran langsung dari foto udara maupun
dari data-data statistik.

Contoh peta khusus yakni:

 Peta curah hujan (isohyet) – Peta ini merupakan peta yang menjelaskan banyaknya curah
hujan yang sama di suatu tempat
 Peta kepadatan penduduk – Peta ini menggambarkan perbandingan jumlah penduduk di
suatu wilayah dengan luas daerahnya.

Dari peta kepadatan penduduk untuk membedakan kepadatan penduduk tiap wilayah
ditunjukkan dengan perbedaan warna. Berdasarkan legenda (keterangan) pada peta kita dapat
mengidentifikasi bahwa misalnya warna hitam menunjukkan kepadatan penduduknya lebih
dari 701 orang setiap 1 km2,warna agak hitam menunjukkan kepadatan penduduknya antara
400 orang sampai 700 orang setiap 1 kilometer persegi dan warna putih menunjukkan
kepadatan penduduknya kurang dari 400 orang setiap 1 kilometer persegi.

 Peta penyebaran hasil pertanian
 Peta penyebaran hasil tambang,
 Peta jalur penerbangan atau pelayaran
 Peta anomali gaya berat
 Peta tata guna lahan
 Peta pendaftaran tanah
 Peta kriminalitas. Peta ini menggambarkan persebaran kejahatn di suatu wilayah atau daerah
 Peta geologi. Peta ini merupakan peta yang menggambarkan struktur batuan dan sifat-
sifatnya yang dapat mempengaruhi bentuk-bentuk permukaan tanah.
 Peta irigasi. Peta ini adalah peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk,
bendungan air, dan saluran irigasi.
 Peta transportasi. Peta ini adalah peta yang mennjelaskan jalur-jalur lalu lintas baik di darat
maupun udara
 Peta lokasi. peta ini merupakan peta yang menggambarkan letak suatu tempat di permukaan
bumi di lapisan atmosfer.
 Peta arkeologi. Peta yang menggambarkan penyebaran letak benda-benda atau peninggalan
purba
 Peta tanah. Peta tanah ini adalah peta yang menggambarkan dan menggolongkan jenis jenis
tanah dengan tingkat aktivitas manusia.
 Peta penggunaan lahan. Peta ini merupakan peta yang menggambarkan bentuk penggunaan
tanah yang ada hubungannya dengan lingkungan geografis dan aktivitas manusia dan ruang
publik untuk kehidupan.

Pada beberapa jenis peta yang menggambarkan tema tertentu (peta tematik) biasanya
dilengkapi dengan data-data yang menyangkut unsur-unsur geografi seperti:;
 Luas wilayah keseluruhan dan bagian-bagiannya
 Lokasi suatu wilayah termasuk batas-batas administrasinya
 Letak, jarak, dan arah suatu tempat dengan tempat lainnya
 Persebaran berbagai macam jenis jenis sumber daya alam
 Persebaran kegiatan sosial ekonomi, dan budaya manusia
 Kenampakan alam atau fisik permukaan bumi atau data spesifik lainnya

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di
permukaan bumi (lapangan). Berdasarkan skalanya peta dapat digolongkan menjadi empat
jenis, yaitu:

1. Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000. Peta
ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah. oleh karena
itu banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Dinas Agraria (Badan Pertanahan
Nasional).
2. Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Peta skala
besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, seperti peta peta
provinsi kelurahan,dan peta kecamatan. Contohnya,seperti peta provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta.
3. Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1:500.000.
Peta skala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas seperti peta
regional berupa peta propinsi Jawa Tengah, peta propinsi maluku
4. Peta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau
lebih. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas,misalnya
peta negara, benua di dunia Contohnya,seperti peta Republik Indonesia, Peta Asia Tenggara,
Peta Benua Asia, Peta Benua Eropa dan Peta Dunia.
5. Peta skala geografis. Peta ini merupakan peta yang berskala lebih kecil dari
1:1000.000,biasanya dipergunakan untuk menggambarkan kelompok negara,benua,atau
dunia.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar angka pembandingnya
berartiskala peta itu makin kecil.
Jenis peta berdasarkan Tujuan, Bentuk, Nilai dan Sumber Data

Peta dibuat orang dengan berbagai tujuan. Berikut ini contoh-contoh peta untuk berbagai
tujuan:

1. Peta Pendidikan (Educational Map).Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU.
2. Peta Ilmu Pengetahuan.Contohnya: peta arah angin, peta penduduk.
3. Peta Informasi Umum (General Information Map).Contohnya: peta pusat perbelanjaan.
4. Peta Turis (Tourism Map).Contohnya: peta museum, peta rute bus.

Jenis Peta Berdasarkan Bentuk Penyajian Peta
1. Peta Foto (Photo Map) – Peta ini merupakan peta yang
menggambarkan bayangan bumi dari hasil fotografis dan hasil
pengambilan gambar dari udara. Dengan kata lain peta foto merupakan
peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara atau ortofoto yang
dilengkapi garis kontur,nama dan legenda.
2. Peta Garis (Line Map) – Dikatakan peta garis karena peta ini
menggambarkan bentuk bumi dalam bentuk garis atau berupa grafis
atau lebih singkatnya peta yang menyajikan detail alam dan buatan
manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
3. Peta digital – Peta digital ini adalah peta yang dibuat dan tersimpan
dalam media komputer baik nomor titik maupun koordinat horizontal
dan vertikal pada peta tersebut.

Jenis Peta Berdasarkan Sifat Nilai Data yang Dikandungnya
Peta jenis ini dibedakan atas dua yakni:

1. Peta kuantitatif – Peta kuantitatif merupakan peta yang akan
menjawab lokasi keberadaan suatu objek beserta besar nilai objek
tersebut. Contoh peta kuantitatif misalnya peta kepadatan penduduk
yang memberikan nilai jumlah penduduk per 1 km2 atau 1 ha pada
lokas-lokasi tertentu
2. Peta kualitatif – Peta ini merupakan peta yang hanya menunjukkan
keberadaan suatu objek di lokasi tertentu. Contoh peta kualitatif
misalnya, peta lokasi perkebunan teh atau perkebunan sayur-mayur di
Puncak, Jawa Barat. Informasi yang diberikan dalam peta ini tidak
dilengkapi dengan nilai objek yang dimaksud.

Jenis Peta Berdasarkan Sifat Datanya
Jenis peta ini dapat dibedakan atas dua jenis yaitu:

1. Peta stasioner – Peta stasioner merupakan peta dengan sifat data yang
menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat data tetap atau stabil. Contoh
peta stasioner misalnya peta batimetri (kedalaman laut),peta topografi, dan peta jalur
pegunungan atau jalur gempa.
2. Peta dinamis – Peta dinamis merupakan peta yang menggambarkan keadaan
permukaan bumi yang selalu berubah-ubah atau tidak stabil. Contoh peta dinamis
antara lain peta petsebaran kepadatan penduduk atau peta jaringan jalan.

Jenis Peta Berdasarkan Sumber Data
Peta ini terdiri dari :

1. Peta dasar (basic map) – Peta ini merupakan peta yang dihasilkan dari survei
langsung di lapangan dan dilakukan secara sistematis. Untuk melakukan pemetaan
secara sistematis perlu adanya pembakuan dalam metode pemetaan,sistem
datum,sistem proyeksi peta, ukuran lembar peta, skala peta, tata letak informasi tepi,
derajat ketelitian dan kelengkapan isi, serta pembakuan dalam kerangka geometris
peta (grid and graticule). Berhubung peta ini induk ini dapat digunakan sebagai peta
dasar untuk pemetaan topografi, maka peta ini dapat digolongkan sebagai peta dasar.
Karena peta dasar adalah peta yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta lainnya,
khususnya acuan untuk kerangka geometrisnya.
2. Peta turunan (derived map) – Peta ini merupakan peta yang dibuat (diturunkan)
berdasarkan acuan peta yang sudah ada,sehingga survei langsung ke lapangan tidak
diperlukan lagi. Peta turunan ini tidak dapat digunakan sebagai peta dasar untuk
pemetaan topografi.
D. URAIAN TENTANG ALAT UKUR / ALAT SERVEY

1. Theodolit

Theodolit adalah alat ukur tanah yang berfungsi untuk mengukur tinggi tanah dengan sudut
mendatar dan sudut tegak. Hal ini berbeda dengan waterpass yang hanya bisa digunakan
untuk mengukur sudut mendatar saja. Perlu diketahui, tingkat akurasi yang dapat diukur oleh
theodolit mampu mencapai satuan detik.

Pada penerapannya, pengukuran tanah menggunakan theodolit biasanya dipakai pada saat
penentuan situasi, pengamatan, matahari, dan pengukuran polygon. Selain itu, theodolit juga
bisa dimanfaatkan sebagaimana pesawat penyipat datar apabila sudut vertikalnya diatur
menjadi 90 derajat. Hal ini berkat adanya teropong yang memungkinkan theodolit bisa
diarahkan ke semua sudut. Oleh karena itu, theodolit pun dapat diandalkan untuk menentukan
sudut siku-siku dan ketinggian gedung bertingkat.

Menurut sistem bacaannya dikenal 5 macam theodolit yakni theodolit indeks garis, theodolit
nonius, theodolit mikrometer, theodolit koinsidensi, dan theodolit digital. Lain lagi jika
ditinjau dari skala ketelitiannya, terdapat 5 macam theodolit antara lain theodolit presisi,
theodolit satu detik, theodolit sepuluh detik, theodolit satu menit, dan theodolit sepuluh
menit.

Sedangkan berdasarkan konstruksinya, ada 3 macam theodolit yaitu :
1. Theodolit Reiterasi dilengkapi dengan lingkaran skala mendatar yang menyatu
dengan kiap sehingga bacaan pada skala tersebut tidak dapat diatur. Contoh-
contohnya yaitu theodolit tipe T0 (wild) dan tipe DKM-2A (kem).
2. Theodolit Repetisi memiliki skala mendatar yang bisa diatur dan mengelilingi sumbu
tegak sehingga bacaan skalanya bisa ditentukan ke sudut yang diinginkan. Contoh-
contohnya yaitu theodolit tipe TM 6 dan TL 60-DP (sokkisha ), TL 6-DE (topcon),
dan Th-51 (zeiss).
3. Theodolit Elektro Optis dilengkapi mikroskop pembaca skala lingkaran yang
menggunakan sistem sensor. Adapun prinsip kerja theodolit ini melalui gelombang
elektromagnetis yakni mengubah sistem analog menjadi sistem digital.

KESIMPULAN

Pengertian theodolit ialah suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tanah khususnya
menentukan ketinggian tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Tingkat ketelitian
sudut yang bisa diketahui menggunakan theodolit mencapai satuan detik. Adapun fungsi
theodolit di antaranya :

1. Mengukur sudut ketinggian tanah
2. Menentukan sudut siku-siku pada pekerjaan pondasi rumah
3. Mengukur ketinggian suatu bangunan gedung bertingkat
4. Mengamati sudut arah lintas matahari
5. Mengukur polygon pada penghitungan rumus bangunan
6. Membuat pemetaan situasi yang mendetail

2. Water Pass

Waterpass adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau
garis dalam posisi rata baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal. Ada banyak jenis
alat waterpass yang digunakan dalam pertukangan, tapi jenis yang paling sering dipergunakan
adalah waterpass panjang 120 cm yang terbuat dari bahan kayu dengan tepi kuningan, dimana
alat ini terdapat dua buah alat pengecek kedataran baik untuk vertikal maupun horizontal
yang terbuat dari kaca dimana didalamnya terdapat gelembung cairan, dan pada posisi
pinggir alat terdapat garisan pembagi yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur panjang.
Jenis-jenis

Saat ini waterpass banyak dijumpai dalam berbagai ukuran dan bahan. Ukuran yang umum
dapat dijumpai adalah waterpass dengan panjang 0,5 m, 1 m, 2m, dan 3 m. Umumnya
berbentuk persegi panjang dengan lebar 5-8 cm dan tebal 3 cm. Kedua sisi mempunyai
permukaan rata sebagai bidang yang ditempatkan ke permukaan yang akan diperiksa
kedataran atau ketegakannya. Ditengah bagian adalah terdapat berbentuk lobang dan
ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan kedataran, dan
pada salah satu ujung terdapat lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung
sebagai alat pemeriksaan ketegakan vertikal.

Bahan waterpass yang umum terdapat adalah dari bahan kayu dan aluminium. Umumnya
orang lebih mengyukai waterpass yang terbuat dari bahan aluminium karena lebih tahan lama
dan lebih ringan untuk digunakan.

Pemakaian

Pemakaian waterpass dilakukan dengan sederhana, yaitu menempatkan permukaan alat ke
bidang permukaan yang di cek. Untuk mengecek kedataran maka dapat diperhatikan
gelembung cairan pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat waterpass. Sedangkan
untuk mencek ketegakan maka dapat dilihat gelembung pada bagian ujung waterpass. Untuk
memastikan apakah bidang benar rata maka gelembung harus benar benar berada ditengah
alat yang ada.

3. Rambu Ukur

Rambu Ukur Dalam ilmu ukur tanah, banyak sekali alat ukur yang digunakan dalam berbagai
macam pengukuran. Ada berbagai macam pengukuran, yaitu pengukuran sipat datar,
pengukuran sudut, pengukuran panjang, dan lain-lain. Alat ukur yang digunakan pun ada
yang sederhana dan modern, yang masing-masing bekerja sesuai dengan fungsinya. Seperti
yang telah kita ketahui bahwa permukaan bumi ini tidak rata, untuk itu diperlukan adanya
pengukuran beda tinggi baik dengan cara barometris, trigonometris ataupun dengan cara
pengukuran penyipatan datar. Alat yang digunakan dalam pengukuran sipat datar salah
satunya adalah rambu ukur. Rambu ukur dapat terbuat dari kayu, campuran alumunium yang
diberi skala pembacaan. Ukuran lebarnya 4 cm, panjang antara 3m-5m pembacaan dilengkapi
dengan angka dari meter, desimeter, sentimeter, dan milimeter. Umumnya dicat dengan
warna merah, putih, hitam, kuning. Selain rambu ukur, ada juga waterpass yang dilengkapi
dengan nivo yang berfungsi untuk mendapatkan sipatan mendatar dari kedudukan alat dan
unting-unting untuk mendapatkan kedudukan alat tersebut di atas titik yang bersangkutan.
Kedua alat ini digunakan bersamaan dalam pengukuran sipat datar. Rambu ukur diperlukan
untuk mempermudah/membantu mengukur beda tinggi antara garis bidik dengan permukaan
tanah.

Jenis – jenis Rambu Ukur Rambu untuk pengukuran sipat datar (leveling) diklasifikasikan ke
dalam 2 tipe, yaitu:
1. Rambu sipat datar dengan pembacaan sendiri

1. Jalon
2. Rambu sipat datar sopwith
3. Rambu sipat datar bersen
4. Rambu sipat datar invar

2. Rambu sipat datar sasara

Cara Memasang Rambu Ukur :

1. Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan kebutuhan,
kemudian kunci.
2. Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah-tengah patok (titik) yang akan dibidik.
3. Usahakan rambu ukur tidak miring/condong (depan, belakang, kiri dan kanan), karena
bisa mempengaruhi hasil pembacaan.
4. Arahkan lensa pada teropong pesawat.

Cara penggunaan Rambu Ukur Dalam Pengukuran Sipat Datar :

1. Rambu ukur ini terdiri dari dua buah yang masing-masing didirikan di atas dua
patok/titik yang merupakan jalur pengukuran.
2. Alat sipat datar optis kemudian diletakan di tengah-tengah antara rambu belakang dan
muka.
3. Alat sipat datar diatur sedemikian rupa sehingga teropong sejajar dengan nivo yaitu
dengan mengetengahkan gelembung nivo.
4. Setelah gelembung nivo di ketengahkan (garis arah nivo harus tegak lurus pada
sumbu kesatu) barulah di baca rambu belakang dan rambu muka yang terdiri dari
bacaan benang tengah, atas dan bawah.
5. Beda tinggi slag tersebut pada dasarnya adalah pengurangan Benang Tengah belakang
(BTb) dengan Benang Tengah muka (BTm).

Kesalahan dalam penggunaan Rambu ukur :

 Garis bidik tidak sejajar dengan garis jurusan nivo
 Kesalahan pembagian skala rambu
 Kesalahan panjang rambu
 kesalahan letak skala nol rambu

4. TS (Total Station )

Total station adalah alat ukur sudut dan jarak yang terintegrasi dalam satu unit alat. Total
station juga sudah dilengkapi dengan processor sehingga bisa menghitung jarak datar,
koordinat, dan beda tinggi secara langsung tanpa perlu kalkulator lagi.
Berikut ini penjabaran mengenai pengertian Total station :

1. Total Station : adalah peralatan elektronik ukur sudut dan jarak (EDM) yang menyatu
dalam 1 unit alat.
2. Data dapat disimpan dalam media perekam. Media ini ada yang berupa on-
board/internal, external (elect field book) atau berupa card/PCMCIA Card. -> salah
catat tidak ada.
3. Mampu melakukan beberapa hitungan (misal: jarak datar, beda tinggi dll) di dalam
alat. Juga mampu menjalankan program-program survey, misal : Orientasi arah,
Setting-out, Hitungan Luas dll, kemampuan ini tergantung type total stationnya.
4. Untuk type “high end”nya ada yang dilengkapi motor penggerak, dan dilengkapi
dengan ATR-Automatic Target Recocnition, pengenal objek otomatis (prisma).
5. Type tertentu mampu mengeliminir kesalahan-kesalahan : kolimasi Hz & V,
kesalahan diametral, koreksi refraksi, dll. Hingga data yang didapat sangat akurat.
6. Ketelitian dan kecepatan ukur sudut dan jarak jauh lebih baik dari theodolite manual
dan meteran. Terutama untuk pemetaan situasi.
7. Alat baru dilengkapi Laser Plummet, sangat praktis dan Reflector-less EDM ( EDM
tanpa reflector )
8. Data secara elektronis dapat dikirim ke PC dan diolah menjadi Peta dengan program
mapping software.

Rekomendasi Pemakaian :

B. Total Station sebaiknya digunakan untuk pengukuran tata batas baru, baik itu
tata batas hutan maupun tata batas dengan pihak ketiga seperti halnya pinjam
pakai dan tukar menukar kawasan hutan.
C. Total Station sebaiknya digunakan untuk pengukuran berulang (contoh :
rekonstruksi batas kawasan hutan), dimana data sebelumnya diperoleh dari
pengukuran menggunakan Total Station juga.

Manfaat Total Station :

Secara umum manfaat Total station digunakan untuk mengukur sudut horisontal,vertikal,
jarak,dll. ada beberapa merk total station ternama yaitu yang umum digunakan di Indonesia
SOKKIA, TOPCON, NIKON. namun sebetulnya masih banyak merk-merk lain yang ada di
luar sana. seiring dengan perkembangan jaman total station juga semakin canggih, mulai dari
layar ukuran besar, toucscrean, reflectorles, bluetooth, robotic, dll.

5. GPS ( Global Position Sistem )

Penjelasan mengenai GPS Geodetik dan GPS Handheld :

 GPS Geodetik
GPS Geodetik adalah alat ukur GPS dengan mengunakan satellite dimana Akurasi yang
sangat tinggi serta ketelitian yang dihasilkan sangat akutrat, alat ini dapat digunakan dalam
pengukuran lahan, seperti Hutan, perkebunan, dengan akurasi sampai 5-10mm.

GPS Geodetic adalah GPS yang mempunyai kemampuan untuk menangkap signal L1, L2,
atau GNSS. GPS Geodetic mempunyai kemampuan untuk merekam Raw data, yang secara
umum mempunyai Format RINEX. GPS ini mempunyai ketelitian lebih tinggi dari GPS
Navigasi. Ketelitiannya bahkan sampai milimeter.

Beda dengan GPS Navigasi, untuk GPS Geodetic minimal untuk mendapatkan ketelitian
tinggi harus menggunakan dua alat waktu pengukuran. Jadi satu set GPS Geodetic terdiri dari
dua alat, sebagai base station dan sebagai rover.

 GPS Handheld

GPS Handheld adalah GPS yang setiap fiturnya bisa kita operasikan dengan memegang GPS
tersebut. GPS tersebut secara tidak sengaja telah merubah segala aktivitas kegiatan outdoor
dengan mengganti peta dan kompas menjadi peta digital dan mampu mendapatkan lokasi,
ketinggian, topografi tempat dan berbagai data lainnya dengan lebih presisi.

Dengan perangkat Handheld ini, pengguna bisa menentukan lokasi yang tepat untuk kegiatan
memancing, menemukan teman yang tersesat di hutan, mendapatkan tempat kemah yang
nyaman dan berbagai aktivitas outdoor lainnya. GPS tipe ini mampu meminimalisasi resiko
bahaya pada kegiatan outdoor anda dengan mengurangi resiko tersesatnya pengguna. GPS ini
juga nyaman untuk digunakan meski bentuknya kecil dan sedikit agak tebal.
Pengguna akan mendapatkan berbagai fitur ini ketika membeli GPS Handheld:

 Layar sentuh yang interaktif
 Peta yang selalu update menyesuaikan dengan lokasi pengguna
 Menunjukan opsi jalan bagi pengguna
 Informasi perjalanan seperti arah kompas, kecepatan dan waktu tiba
 Altimeter
 Kompas digital
 Waktu
 Alarm
 Kamera
 Mampu tersambung ke dalam PC

Anda bisa menggunakan GPS Handhelds pada mobil, kapal atau pesawat, tapi GPS tersebut
tentu saja tidak akan bekerja sesuai dengan kemampuan terbaiknya. GPS Handhelds
dibandrol di angka kisaran 1 jutaan hingga 5 jutaan, tergantung brand, jenis dan
spesifikasinya.