You are on page 1of 30

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MATERI PEMBELAJARAN GERAK HARMONIS

Kelas/Semester : XI / Ganjil

Dosen Pembimbing : Dr. Wartono, M.Pd

Disusun Oleh :

Dalma Delfira

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

2017

RENCANA PELAKSANAA PEMBELAJARAN
( RPP )
Nama Sekolah : SMAN 1 LANGKE REMBONG
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / semester : XI MIA/ Ganjil
Materi pokok : Gerak Harmonis Sederhana
Sub Materi Pokok : Karakteristik Getaran Harmonis Sederhana
Alokasi waktu : 1 kali pertemuan ( 2 x 45 menit )

A. Kompetensi inti
KI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
pedulu ( gotong royong, kerjasama, toleran, damai ), santun, responsive,
dan pro aktif dan menunujukan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalah dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan –faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam ,bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah
KI 4. Mengolah, menalar, menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait pegembanagn dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri dan
mampu melaksanakan tugas secara spesifik dibawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar
1.1. Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap tuhan yang menciptakanya.
2.1. Menunjukan perilaku ilmiah ( memiliki rasa ingin tahu: objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, dan peduli
lingkungan ) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan diskusi.
3.5. menganalisis hubungan antara gaya dan gerak getaran
4.5. merencanakan dan melaksanakan percobaan getaran harmonic pada
ayunan bandul dan getaran pegas.

C. INDIKATOR
Afektif
1.1.1. Menunjukkan rasa syukur akan kebesaran Tuhan atas segala keteraturan
alam jagad raya yang diciptakan-Nya
2.1.1. Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu saat melakukan percobaan getaran
harmonis sederhana.
2.1.2. Menunjukkan perilaku sungguh-sungguh pada saat diskusi hasil
pengamatan.
2.1.3. Menunjukkan perilaku kritis dan terbuka saat melaporkan hasil pengamatan
dan diskusi.
Kognitif
3.5.1 Memahami konsep getaran harmonis.
3.5.2 Memahami konsep gaya pemulih.
3.5.3 Merumuskan persamaan gerak harmonik sederhana.
3.5.4 Menjelaskan berbagai fenomena yang berkaitan dengan konsep getaran
harmonis.
Psikomotor
4.5.1. Melakukan percobaan bandul sederhana.

D. Tujuan Pembelajaran
Afektif
Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
1.1.1.1. Siswa mampu menunjukkan rasa syukur akan kebesaran Tuhan atas
segala keteraturan alam jagad raya yang diciptakan-Nya
2.1.1.2. Siswa mampu menunjukkan perilaku rasa ingin tahu saat melakukan
percobaan getaran harmonis sederhana.
2.1.2.3. Siswa mampu menunjukkan perilaku sungguh-sungguh pada saat
diskusi hasil pengamatan.
2.1.3.4. Siswa mampu menunjukkan perilaku kritis dan terbuka saat melaporkan
hasil pengamatan dan diskusi.
Kognitif
3.5.1.1. Siswa mampu memahami konsep getaran harmonis.
3.5.2.2. Siswa mampu memahami konsep gaya pemulih.
3.5.3.3. Siswa mampu merumuskan persamaan gerak harmonik sederhana.
3.5.4.4. Siswa mampu menjelaskan berbagai fenomena yang berkaitan dengan
konsep getaran harmonis.
Psikomotor
4.5.1.1. Siswa mampu melakukan percobaan bandul sederhana.
E. Materi Pembelajaran
A. PENGERTIAN GERAK HARMONIK SEDERHANA
Salah satu jenis gerakan yang paling sederhana disebut gerak harmonik
sederhana (GHS) atau simple harmonic oscillation (SHO). Mengapa
dinamakan Harmonik sederhana? Sesuai dengan pengertian perkatanya
yaitu harmonik yang artinya bentuk/pola yang selalu berulang pada waktu
tertentu dan sederhana diartikan bahwa anggapan tidak ada gaya disipasi,
sehingga amplitudo dan energi tetap/kekal
Gerak Harmonik Sederhana adalah gerak periodik bolak balik dengan
lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap) berpusat pada satu titik (titik
setimbang). Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam
bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik
tertentu. Gerak harmonis sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari adalah getaran benda pada pegas dan getaran benda pada
ayunan sederhana.

Syarat suatu gerak dikatakan getaran harmonik, antara lain :

 Gerakannya periodik (bolak-balik).
 Gerakannya selalu melewati posisi keseimbangan.
 Percepatan atau gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan
posisi/simpangan benda.
 Arah percepatan atau gaya yang bekerja pada benda selalu mengarah ke posisi
keseimbangan

B. JENIS GERAK HARMONIK SEDERHANA
Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
 Gerak Harmonik Sederhana Linier, pergerakannya ada pada satu garis lurus
vertikal maupun horizintal. Misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air
raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas (pegas pada mobil),
dan sebagainya.
GERAK HARMONIK SEDERHANA LINIER

 Gerak Harmonik Sederhana Angular, pergerakannya mengayun membentuk pola
setengah lingkaran ataupun bisa saja perputaran. Misalnya gerak bandul/ bandul
fisis(bandul jam), osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

GERAK HARMONIK SEDERHANA ANGULAR

C. BESARAN GERAK HARMONIK SEDERHANA

Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada pegas pada dasarnya sama
dengan ayunan sederhana, yakni terdapat periode, frekuensi dan amplitudo. Jarak x
dari posisi setimbang disebut simpangan. Simpangan maksimum alias jarak terbesar
dari titik setimbang disebut amplitudo (A). Satu getaran Gerak Harmonik Sederhana
pada pegas adalah gerak bolak balik lengkap dari titik awal dan kembali ke titik yang
sama.

1. Perpindahan
Bola mulai dari sumbu x pada x = +A dan bergerak menempuh sudut θ dalam waktu t.
Karena gerak ini merupakan gerak melingkar beraturan, maka bola bergerak dengan
laju sudut konstan w (dalam rad/s). Akibatnya dapat dinyatakan, θ = wt. Perpindahan
bayangan pada arah x adalah proyeksi jari-jari lingkaran A pada sumbu

2. Periode (T)
Waktu yang dibutuhkan oleh benda yang bergerak harmonik sederhana untuk
menempuh satu putaran penuh disebut perioda. Besar perioda bergantung pada laju
sudut bola ω. Semaik besar sudut, semakin singkat waktu yang diperlukan untuk
menempuh satu putaran.

Hubungan antara ω dan T diperoleh dari ω = Δθ/Δt, sehingga :

3. Frekuensi (f)
Selain periode, terdapat juga frekuensi alias banyaknya getaran yang dilakukan oleh
benda selama satu detik. Frekuensi menunjukkan seberapa “cepat” Gerak Harmonik
Sederhana berlangsung, dalam grafik y-t frekuensi yang lebih besar ditunjukkan dengan
grafik sinusoidal yang lebih rapat.
Pegas :

Bandul :

4. Amplitudo (A)
Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan.

AMPLITUDO

Sebuah pegas jika ditarik atau ditekan dari posisi normalnya akan melawan dengan
gaya tertentu untuk menormalkan dirinya. Gaya ini disebut gaya pemulih (restoring
force), yang besarnya sebanding dengan seberapa besar kita menarik/menekan pegas
tersebut dan arahnya berlawanan dengan arah tarikan kita.

D. SIMPANGAN GERAK HARMONIK SEDERHANA
Simpangan gerak harmonik pada suatu titik merupakan jarak titik tersebut ke titik
seimbang.

Atau

Dimana :
Y = simpangan gerak harmonik (m)
A = amplitudo (m)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
T = periode getaran (s)
F = frekuensi getaran (Hz)
t = waktu tempuh (s)

E. KECEPATAN GERAK HARMONIK SEDERHANA
Berbeda dengan simpangan yang menunujukkan posisi suatu benda, maka kecepatan
merupakan turunan pertama dari posisi.

Nilai kecepatan v maksimum saat cos ωt = 1, sehingga kecepatan maksimumnya
adalah :
Lalu, kecepatannya di sembarang posisi y atau hubungan kecepatan dengan
simpangan harmonik adalah :

F. PERCEPATAN GERAK HARMONIK SEDERHANA
Percepatan dapat dicari dengan mengingat bahwa percepatan adalah turunan pertama
kecepatan terhadap waktu.

Nilai percepatan (a) akan maksimum pada saat sin ωt = 1, sehingga percepatan
maksimumnya adalah :

Hubungan percepatan dengan simpangan harmonik :
G. ENERGI PADA GERAK HARMONIK SEDERHANA
Gerak Harmonik Sederhana tidak hanya memiliki persamaan-persamaan, tetapi juga
energienergi yang membarenginya. Apa saja energi itu?
1. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda yang melakukan gerak harmonik
sederhana karena kecepatan geraknya.

Energi kinetik maksimum pada gerak harmonik dicapai ketika berada di titik setimbang.
Sedangkan energi kinetik minimum dicapai ketika berada di titik balik.

2. Energi Potensial
Besarnya energi potensial adalah energi yang dimiliki gerak harmonik sederhana
karena simpangannya. Secara matematis energi potensial yang dimiliki gerak harmonik
dirumuskan sebagai berikut :

Energi maksimumnya terjadi pada gerak yang dicapai ketika berada di titik baliknya.

3. Energi Mekanik
Energi ini merupakan hasil penjumlahan energi kinetik dan potensial.

Berdasarkan persamaannya, energi mekanik suatu benda yang bergerak harmonik
tidak bergantung waktu dan tempat. Jadi, energi mekanik sebuah yang bergerak
dimanapun besarnya sama.

ENERGI MEKANIK

Semua benda yang bergetar di mana gaya pemulih F berbanding lurus dengan negatif
simpangan (F = -kx), maka benda tersebut dikatakan melakukan gerak harmonik
sederhana (GHS) alias Osilator Harmonik Sederhana (OHS).
H. APLIKASI GERAK HARMONIK SEDERHANA
Pengaplikasian gerak harmonik cukup banyak dalam kehidupan berupa alat bantu
manusia. Berikut beberapa aplikasinya :
1. Shock Absorber (pegas)
Peredam kejut pada mobil memiliki komponen pegas yang terhubung pada piston dan
dipasangkan dekat roda kendaraan. Hal ini membantu untuk mengendalikan atau
meredam guncangan pada roda.

2. Jam bandul
Karena tidak menggunakan baterai, jam bandul bekerja dengan memanfaatkan tenaga
gravitasi atau pegas. Baik jam pegas atau jam rantai memiliki mekanisme pemutar dan
terdapat roda gigi yang berputar dan menggerakkan jarum jam seperti halnya bandul
yang bergerak kekiri dan kekanan.

3. Pita elastis
Berkalu seperti pegasmirip dengan sistem massa pegas. Keduanya akan bergetar dari
titik setimbangnya hingga gaya gesekan mengeluarkan daya redam. Strukturkaret
membuatnya memiliki energi potensial elastis yang tinggi sehingga dapat diaplikasikan
ke penggunaan kabel bugee jumping.
4. Trampolin
Bahan trampolin merupakan pegas yang tingkat elastisitasnya tinggi. Ditarik dari posisi
setimbang,pegas mendapatkan energi potensial elastisnya. Energi ini pula yang
mendorong seseorang memantul kembali ke atas.

5. Garpu tala
Perbedaan ukuran garpu tala menyebabkannya menghasilkan titinada yang berbeda
pula. Makin besar massa garpu tala semakin rendah frekuensi osilasi dan makin rendah
pula nada yang dihasilkan.
6. Jam mekanik
Pada roda keseimbangan dari suatu jam mekanik memiliki komponen pegas yang akan
memberikan suatu torsi pemulih yang sebanding dengan perpindahan sudut dan posisi
kesetimbangan. Gerak ini merupakan gerak harmonik sederhana jenis angular.

Fakta : Karateristik Getaran Harmonik Sederhana
Konsep : 1 Pengertian Gerak Harmonik Sedernana
2. Jenis- Jenis Gerak Harmonik Sedernana
3. Besaran Dalam Gerak Harmonic Sederhana
4. Simpangan Gerak Harmonic Sederhana
5. Kecepan Dan Percepatan Gerak Harmonic Sederrhana
Seran Energy Pada Gerak Harmonic Sederhana
6. Aplikasi Gerak Harmonic Sederhana
Prosedur : Percobaan Ayunan Bandul
Meta Kognitif : gerak harmonic sederhana merupakan gerak bolak-balik
dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap) berpusat
pada satu titik (titik setimbang)

B. Strategi Pembelajaran
Pendekatan : Discovery Learning
Metode : eksperimen, Diskusi, Tanya Jawab

C. Media, Alat dan Bahan, dan Sumber Belajar
1. media : papan tulis, spidol, LKS, penghapus
2. alat dan Bahan :
No Alat dan Bahan Jumlah
1 Statif 1 buah
2 Bandul 1 buah
3 Beban 3 buah
4 Busur 1 buah
5 Tali 1 buah
6 Mistar 1 buah
statif, Bandul, Beban, Busur, Tali, dan Mistar.
3. Sumber belajar :
 Kanginan, Marthen. 2013. Fisika untuk SMA Kelas XI Semester 1.
Jakarta: Erlangga
 Sufi Ani Rufaida dan Sarwanto. 2014. Fisika Peminatan Matematika
dan Ilmu Alam untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Mediatama

D. Langkah-Langkah Kegiatan
1. Pendahuluan

Kegiatan Waktu

1. Mengulang kembali materi yang telah lalu mengenai getaran 10
2. Memotivasi siswa dengan menunjukkan kepada siswa sepotong menit
tali dan beban.
3. Menggantungkan tali dan beban kemudian diayunkan dan
memancing siswa bertanya.
4. Mengomunikasikan tujuan pembelajaran.

2. Inti
Sintaks Kegiatan Waktu
Stimulasi Mengamati
Mengorganisasikan siswa menjadi 2
kelompok dan membagikan satu LKS tiap
kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 – 6
siswa.
Identifikasi Masalah Menanya
Peserta mengamati contoh fenomena dalam
kehiduppan sehari-hari yang berkaitan
dengan materi yang akan disampaikan.
Pengumpulan Data Mencoba / mengumpulkan data atau
informasi
1. Kelompok A mencari hubungan antara
beban benda dengan periode dan
frekuensi getaran sedangkan kelompok B
mencari hubungan panjang tali dengan
periode dan frekuensi.
2. Membimbing siswa merumuskan hipotesis
atas rumusan masalah yang telah
dirumuskan, mengacu pada LKS yang
telah diberikan.
3. Membimbing siswa mengidentifikasi alat
dan bahan dengan cara menunjuk satu-
dua siswa untuk berpendapat dan
meminta siswa lain mengulang pendapat
temannya untuk mengecek apakah alat
dan bahan yang akan digunakan sudah
lengkap.
4. Meminta siswa melaksanakan
eksperimen sesuai langkah-langkah yang
tertulis di LKS dan mengisikan hasil
pengamatan pada kolom yang sesuai
pada tabel Pengamatan.
Pengolahan Data Mengasosiasi/menganalisis data atau
informasi
1. Membimbing siswa membuat grafik
hubungan antara berat beban dengan
pertambahan dengan periode, antar
panjang tali dengan periode pada LKS.
2. Membimbing kelompok melakukan
analisis dengan mengacu pada bagian
Analisis pada LKS.
Pembuktian Membimbing kelompok menarik kesimpulan
dengan mengacu pada bagian Kesimpulan
LKS.
Menarik Kesimpulan Mengkomunikasikan
1. Mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya
2. Melakukan evaluasi
3. Memberikan penghargaan kepada individu
dan kelompok yang berkinerja baik atau
amat baik dalam kegiatan belajar
mengajar.

3. Penutup

Kegiatan Waktu

1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari hasil 20 menit
eksperimen dan diskusi hari ini.
2. Guru memberikan umpan balik dengan mengulas kembali
pertanyaan pada tahap motivasi dan meminta siswa untuk
mencari contoh penerapan konsep gerak harmonik
sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
3. Memberikan evaluasi untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa

E. Penilaian
1. Instrumen Penilaian Sikap
2. Instrumen Penilaian Psikomotor
3. Instrumen Penilaian Kognitif
Malang, 24 Oktober 2017
Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran,

…………………………
Lampiran I : Instrumen Penilaian Sikap
1. Lembar Pengamatan Sikap
Aspek yang dinilai
No Nama Tanggu Jumlah
Sopan
. Siswa Spiritual ng Disiplin Skor
santun
jawab
1
2
...
30

Pedoman Penskoran:
4=Baik sekali
3=Baik
2=Cukup
1=Kurang
Rubrik Penskoran Aspek Spiritual:

Aspek yang
Kriteria Penilaian
dinilai

Spiritual 1. Tidak pernah berdoa sebelum dan sesudah
pembelajaran
2. Kadang-kadang berdoa sebelum dan sesudah
pembelajaran,
3. Sering berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran
4. Selalu berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran

Sopan Santun 1. Tidak memiliki rasa sopan santun kapada guru dan
teman
2. Memiliki rasa sopan santun yang rendah kepada
guru dan teman
3. Memiliki rasa sopan santun yang cukup kepada guru
dan teman
4. Memiliki rasa sopan santun yang tinggi kepada guru
dan teman

Tanggung Jawab 1. Tidak bertanggung jawab terhadap tugas individu
dan kelompok
2. Bertanggung jawab terhadap tugas individu tetapi
tidak bertanggung jawab terhadap tugas kelompok
3. Bertanggung jawab terhadap tugas kelompok tetapi
tidak bertanggung jawab terhadap tugas individu
4. Bertanggung jawab terhadap tugas individu maupun
tugas kelompok

Disiplin 1. Selalu telat dan sering membolos
2. Datang tepat waktu namun kadang membolos
3. Datang tepat waktu dan tidak pernah membolos
4. Selalu datang tapat waktu dan tidak pernah
membolos

Pedoman Penilaian:
Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Spiritual   100
16

Lampiran II : Instrumen Penilaian Psikomotor
1. Lembar Pengamatan Psikomotor
 N Aspek yang dinilai
oNama Siswa Skor total
(1) (2) (3)
.
1
2
...
30

Rubrik Penskoran Aspek Psikomotorik
No. Aspek yang dinilai Interval skor
Memperhatikan kegiatan demonstrasi dengan
(1) 1–4
sungguh-sungguh

Melakukan diskusi kelompok dengan
(2) 1–4
menjawab semua pertanyaan dalam LKS

Mempresentasikan hasil diskusi kelompok
(3) 1–4
dengan baik dan benar

Pedoman Penilaian:

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Keterampilan   100
16

Lampiran III : Instrumen Penilaian Kognitif

No Indicator Soal Pembahasan
1. Siswa dapat mejelaskan Besarnya periode suatu Periode suatu ayunan
Gerak Harmonik ayunan (bandul) bergantung pada panjang
Sederhana pada ayunan bergantung pada tali dan gravitasi bumi, bisa
bandul serta 1. Panjang tali dilihat pada rumus periode
persamaannya. 2. Massa benda pada ayunan bandul
3. Percepatan gravitasi sederhana yaitu
4. Amplitodo
Pernyatan diatas yang
benar adalah
a) 1 dan 3
b) 2 dan 4
c) 2 dan 3
d) 1,2,3, dan 4
(skor 10)
2 Menetukan simpangan Sebuah titik materi Diketahui : A= 5cm, θ=300
pada gerak harmonic melakukan gerak harmonik Ditanya : y?
sedrhana dengan amplitudo 5 cm. Y= A sin θ
Berapakah simpangannya Y= 5 sin 300
pada saat sudutnya 30°? Y= 2,5
(skor 10)
3 Menentukan konsep Bandul bermasaa 0,25 kg Dik : m = 0,25 kg
Gaya Pemulih yang digantungkan ppada tali L = 0,2 m
bekerja pada ayunan sepanjang 0,2 m. bandul A = 0,04 m
bandul sederhana disimpangkan sejauh 0,04 g= 9,8 m/s2
m dari titk setimbang, dit : F?
kemudian dilepaskan. Jawab
apabila percepatan
gravitasi 9,8 m/s2. gaya F = m g sin 𝜃
pemulih yang bekerja pada F = m g (𝐴)
𝑙
bandul sebesar ? 0,04
F = 0,25. 9,8 ( 0,2 )

F= 0,49 N

(skor 10)
4 Menentukan periode pada Sebuah bandul sederhana Panjang tali (l) = 40 cm =
ayunan bandul terdiri dari tali yang 0,4 meter
mempunyai panjang 40 cm Percepatan gravitasi (g) =
dan pada ujung bawah tali 10 m/s2
digantungi beban bermassa Ditanya : Periode (T)
100 gram. Jika percepatan Jawab :
gravitasi 10 m/s2 maka
periode dan frekuensi
ayunan bandul sederhana
adalah…
(skor 10)

Pedoman Penilaian:
Jumlah skor yang diperoleh
Nilai Pengetahuan   100
50
Lampiran IV : Lembar Kerja Siswa (LKS)

GETARAN HARMONIK SEDERHANA
gera

Kelompok :

Kelas :

A. Rumusan Masalah

Setelah melakukan eksperimen ini, kalian diharapkan mampu :
1.
2.
3.

B. Rumusan Hipotesis
1.
2.
3.

C. Dasar Teori
1. Gerak Harmonik Sederhana
Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak – balik benda melalui suatu titik
keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon yang
selalu konstan. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian,
yaitu (1) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam
silinder gas, gerak osilasi air raksa/ air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari
pegas, dan sebagainya; (2) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya
gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
2. Gerak Harmonik pada Bandul
Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu ujung tali
dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang
menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu dan
panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo getaran tidak kecil
namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan
pada amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut.
Teori Gerak harmonis sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
adalah getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana. Kita
akan mempelajarinya satu persatu. Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan.
Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda
akan diam di titik kesetimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan,
maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan
terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain beban pada ayunan di atas
melakukan gerak harmonik sederhana.

Untuk menentukan gravitasi bumi dilakukan percobaan ayunan bandul sederhana
dengan peralatan sederhana. Dengan mengmati gerak harmonis bandul yang
memiliki simpangan maksimal 15°. Serta menentukan waktu yang diperlukan untuk
5, 10, atau 20 getaran dengan panjang tali yang berbeda-beda dan massa beban
sebesar 50 gram. Yang kemudian dihitung nilai gravitasinya dengan persamaan
berikut:
3. Besaran Fisika pada Ayunan Bandul
a. Periode (T)
Periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu
getaran. Benda dikatakan melakukan satu getaran jika benda bergerak dari titik di
mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut. Satuan
periode adalah sekon atau detik.

b. Frekuensi (f)
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik,
yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan frekuensi
adalah hertz.
1 𝑔
f= 2𝜋 √ 𝑙

c. Amplitudo
Amplitudo dapat didefinisikan sebagai jarak terjatuh dari garis kesetimbangan dalam
gelombang sinusoide yang kita pelajari pada mata pelajaran fisika dan matematika.
D. Alat dan Bahan
No Alat dan Bahan
1 Statif
2 mistar
3 Bandul
4 Busur
5 tali
6 Beban (50 gram )

E. Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Letakkan statip pada tempat yang stabil.
3) Ikatkan tali ke beban 50 gram .
4) Kemudian lilitkan ujung tali lainnya pada klem yang diapit oleh statip.
5) Ukurlah panjang tali, untuk panjang tali yaitu 40cm, 50cm, 60cm
6) Ayunkan beban yang telah diikat dengan simpangan maksimal sebesar 15°.
7) Hitung waktu sampai n ayunan menggunakan stopwatch.
8) Catat waktu yang diperlukan untuk n ayunan sebesar t detik.
9) Ulangi percobaan dengan panjang tali yang berbeda dan ayunan yang berbeda,
kemudian hitunglan waktu yang diperlukan menggunakan stopwatch.
10) Catat hasil percobaan pada tabel hasil pengamatan.

F. Tabel Data Pengamatan
Percobaan Panjang tali (m) ayunan Waktu (s) periode Frekuensi
I
II
III
G. Analisis
1. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besar periode dan frekuensi getaran
dari sebuah benda yang diikat, serta diberi beban pada percobaan yang sudad
dilakukan ?
Jawab:
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

2. Dari data pengamatan diperoleh, bagaimana hubungan antara perubahan
panjang tali terhadap frekuensi?
Jawab:
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................

3. Dari data pengamatan diperoleh, bagaimana hubungan antara perubahan
panjang tali terhadap periode ?
Jawab:
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
H. Kesimpulan
1) Hubungan panjang tali terhadap periode
2) Hubungan panjang tali terhadap frekuensi

SELAMAT BEKERJA