You are on page 1of 6

KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN FLY ASH

SEBAGAI PENGGANTI SEMEN
Oleh:
Andi Sulaeman & Ainul Rahmat
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang
Abstrak
Fly Ash batu bara merupakan abu sisa pembakaran batu bara yang dapat memiliki
kandungan kimia yang dapat mengikat seperti semen sehingga penggunanaanya
diharapkan dapat menggantikan sebagian semen dalam campuran beton.
Penggunaan fly ash pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah
semen yang digunakan untuk beton sehingga beton menjadi lebih ekonomis dan
memberi pengaruh yang baik terhadap kuat tekan beton. Variasi fly ash pada
penelitian ini yaitu 0%, 15%, dan 30%. Mutu beton yang digunakan yaitu f’c 25 MPa
yang diuji pada umur 28 hari. Pengujian ini menggunakan benda uji balok (berukuran
15 x 20 x 150 cm) sebayak 6 buah yang terdiri dari 3 variasi fly ash yaitu 0% sebanyak
2 sampel, 15% sebanyak 2 sampel dan 30% sebanyak 2 sampel.
Berdasarkan hasil penelitian, beban maksimum yang diterima terjadi pada balok
dengan kadar fly ash 0% sedangkan beban terkecil terjadi pada balok dengan kadar
fly ash 30%. Lendutan balok dibatasi sebesar 5 mm berdasarkan lendutan izin
maksimum balok. Pola keruntuhan balok yang terjadi yaitu keruntuhan akibat
gagalnya balok beton dalam menerima beban lentur yang ditandai dengan terlihatnya
retak yang terjadi di daerah tengah bentang balok.
Kata kunci : Baja tulangan, beton, fly ash.

Abstract
Fly ash coal is the rest of coal burning contain chemical element is similar of
cement. Using fly ash coal will be hoped to change partially of cement at concrete mix.
The function of fly ash in this research is it will be hoped to reduce amount of
partially cement that can make economical concrete and give good effect to
compressive strength of concrete. Fly ash variation in this research are 0%, 15% and
30%. Using f’c 25 MPa concrete that will be test at 28 days. Testing sample use 6
beams concrete sample (15 x 20 x 150 cm) from 3 variations of increasing fly ash, 2
samples for 0%, 2 samples for 15% and 2 samples for 30% fly ash.
By the result of research, maximum load can be received beam with 0% fly ash,
while the minimum load is received beam with 30% fly ash. Deflection of beam are
limited until 5 mm based by maximum beam deflection from the standart regualation.

1

Dari berdasarkan kadar fly ash. 1. Penambahan menyebabkan keruntuhan getas. Pada dasarnya beton alumunium yang bereaksi secara kimia terbentuk dari dua bagian utama yaitu dengan kalsium hidroksida pada pasta semen dan agregat. Gambar 1. tidak porous serta beban geser yang juga serta bersifat pozzolanik. Balok ini semen merupakan bahan yang paling menggunakan material beton f’c 25 mahal dalam beton sehingga MPa. Keywords : Concrete. bundar. menahan beban-beban yang bekerja Abu terbang atau fly ash adalah limbah dalam arah tegak lurus sumbunya dan dari industri Pembangkit Listrik Tenaga merupakan elemen struktur yang Uap (PLTU) yang menggunakan fungsinya menahan beban lentur yang batubara sebagai bahan bakar. reinforcement steel.Beams are fail caused beams unable hold the bending load and it can be observed by the cracks appearing of the middle part of beams. Balok merupakan beton serta diharapkan dapat batang struktural yang dirancang untuk meningkatkan mutu beton. Lentur abu terbang (fly ash) pada campuran pada balok akibat dari regangan yang beton bersifat pozzolan. Tulangan balok 2 . menjadi additive mineral yang baik untuk Balok beton bertulang merupakan beton. Fly ash dalam penelitian ini dilakukanlah upaya untuk menghasilkan digunakan sebagai pengganti sebagian beton yang ekonomis. salah satu caranya semen dalam beton. Pozzolan adalah bahan yang balok yang terdiri dari campuran beton mengandung silika atau silika dan dan tulangan baja. Pasta semen temperatur biasa membentuk senyawa terdiri dari semen Portland. oleh sebab itu dengan mengurangi jumlah semen dalam dibuat perencanaan campuran beton beton yaitu dengan memberikan bahan (mix design) terdiri dari 3 variasi pengganti atau bahan tambah. air serta bersifat cementitious. namun cm dengan panjang 150 cm. fly ash. berupa dapat menyebabkan keruntuhan tarik butiran halus ringan. PENDAHULUAN pengganti yang ada yaitu abu terbang atau Pada bangunan gedung beton fly ash yang diharapkan dapat bertulang dijumpai salah satu elemen mengurangi jumlah semen dalam struktur. Salah pengujian lentur balok beton bertulang satu bahan pembentuk beton yaitu semen dengan ukuran penampang 15 cm x 20 yang berfungsi sebagai perekat. sehingga bisa timbul karena adanya beban luar. agregat terdiri dari agregat kasar (batu Dalam penelitian ini akan dilakukan pecah) dan agregat halus (pasir). yaitu balok. Campuran 1 beberapa bahan tambah atau bahan beton tanpa fly ash (kadar fly ash 0%) sebanyak 2 buah sebagai pembanding.

03 31.40 118.5 350.128 penambahan fly ash 0% (N). Komposisi campuran diperoleh dari hasil mix design hasil pengecoran yang kami lakukan berdasarkan hasil uji karakteristik di laboratorium menunjukkan bahwa material. sampel (mm) (MPa) rata (mm) (MPa) 2.40 63.5 cm. Komposisi campuran material nilai slump untuk benda uji BN = 7.08 118. campuran 2 beton dengan 15% kadar fly Tabel 2. menunjukkan bahwa hasil pengujian slump memenuhi standar penetapan Tabel 1.76 390. Beban maksimum yang balok maka dapat diperoleh jumlah dimaksud adalah besar beban pada saat tulangan utama dan tulangan sengkang balok mencapai lendutan izin maksimum yang diperlukan balok dalam yang menandakan bahwa beton hancur menahan beban lentur.40 63. Komposisi campuran adukan beton yaitu antara 6 – 18 cm.87 6.00 dalam menerima beban lentur.5 cm. Kuat tekan yang direncanakan yaitu P8 002 8 7.66 3. per meter kubik dapat dilihat pada tabel BS = 7.40 63.605 dan 30% (SF-30) Yang diuji pada umur 28 463.5 341.1. Hasil ini 1.796 001 345. Kode Air Semen Kerikil Pasir Fly Cara pengujian lentur balok dengan Ash pemberian beban satu titik pada balok Sampel (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) untuk memperoleh kemampuan balok SN 17.992 f’c 25 MPa.87 0.7 cm. Kode Diameter fy rata- real sebanyak 2 buah.8 hari. Lendutan izin maksimum diperoleh berdasarkan SNI 03-2847-2002 yaitu dengan mengambil nilai berdasarkan rumus: 3 .74 118. Kapasitas Lentur Balok Jumlah tulangan yang digunakan Pengujian lentur balok pada balok beton didasarkan pada menghasilkan pembacaan tegangan pengujian tarik baja tulangan dengan pada alat uji lentur sehingga dilakukan memperoleh nilai tegangan leleh baja konversi dari tegangan ke beban tulangan (fy) sehingga dengan sehingga diperoleh besar beban perhitungan beban maksimum teoritis maksimum.66 SF-30 17. SF-15 17. PEMBAHASAN 3.03 37.03 44.87 6. dan baja tulangan leleh.86 536. 15% (SF-15) 002 P8 001 8 7. BC = 7.96 ukuran 15 x 20 x 150 cm dengan variasi P12 12 11. METODE PENELITIAN P12 Penelitian ini mengunakan balok 12 11. Tegangan leleh tulangan (fy) ash sebanyak 2 buah dan campuran 3 fy beton dengan 30% kadar fly ash Dia.

balok.98 27.3.09 N-1 27.32 30 Dari pembacaan beban maksimum.96 4. Hasil pengamatan retak pada balok Pengambilan nilai lendutan beton dengan keruntuhan lentur sesuai berdasarkan hasil lendutan rata-rata dengan perencanaan.02 SF-15-1 26.17 Grafik 1. = Tabel 4. 25 diperoleh bahwa balok dengan 0% fly Beban (MPa) 20 ash (N) memiliki kemampuan lebih 15 tinggi menahan lentur kemudian diikuti dengan balok SF-15 kemudian SF-30.Lendutan izin maks.98 Tabel 3.88 5 N-2 28. rata- SF-15-1 5.03 SF-30-2 25. Retak yang terjadi pada awal-awal pembebanan berupa retak halus di 4 . Hubungan beban-lendutan SF-30-1 24. Selama pemberian pada pembacaan lendutan 5 ± 1 mm beban pada balok telah terjadi retak sehingga diperoleh nilai lendutan sesuai lentur dengan arah tegak lurus sumbu dengan tabel 3. Beban maksimum pada balok N-2 5 Tipe P maks.29 26. Jika dilihat secara keseluruhan retak mulai terjadi pada awal-awal pembebanan ditengah bentang karena daerah tersebut mendapat lendutan dan memikul momen paling besar.74 35 25.21 P max (kN) 5.33 SF-30-1 4.15 Sampel rata (kN) SF-15-2 5. Lendutan 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Lendutan balok yang dimaksud Lendutan (mm) adalah lendutan balok pada saat balok mengalami keruntuhan yang ditandai NORMAL-1 NORMAL-2 dengan runtuhnya beton dan lelehnya SF-30-1 SF-30-2 baja tulangan.43 SF-30-2 5.2. 10 5 3. Pola Retak SNI 03-2847-2002. Penentuan besar lendutan SF-15-1 SF-15-2 pada balok didasarkan pada lendutan izin maksimum pada balok sesuai dengan 3.23 SF-15-2 26. Lendutan balok Lendutan Lendutan = = 5 mm Tipe Sampel rata-rata (mm) (mm) N-1 4.

1. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah kami lakukan. 2. Pola retak balok N mm. seiring 4. maka dapat ditarik kesimpulan dahulu akibat kuat lentur sebelum bahwa : mengalami tegangan geser maksimum. SF-15 = 5. Beban maksimum rata-rata dari masing-masing variasi benda uji adalah : N = 27.daerah tengah bentang. Berdasarkan pengamatan pola retak diperoleh bahwa balok mengalami keruntuhan akibat lentur yang ditandai 6. hamper tegak lurus sumbu normal balok.23 kN dan SF-30 = 25. Gambar 3. DAFTAR PUSTAKA dengan retak awal terjadi pada tengah ACI Manual of Concrete Practice 1993 bentang balok dengan posisi retak Parts 1 226. Pola retak balok SF-30 dengan fly ash pada beton dengan mutu yang bervariasi. 3.98 Gambar 2. 2. SF-30 = 5 mm. Lendutan rata-rata pada saat beban maksimum dari masing-masing variasi benda uji adalah : N = 4. Pola retak balok SF-15 maka dari penelitian tersebut kami dapat menyarankan bahwa : 1.03 kN. 5. Perlunya penelitian lanjutan dengan pemanfaatan fly ash yang lebih bervariasi. Pola retak pada balok setiap variasi balok menunjukkan bahwa balok mengalami kegagalan lentur.3R-3. menggunakan fly ash sebagai pengganti sehingga balok beton runtuh terlebuh semen. KESIMPULAN bertambahnya beban.88 kN. SF-15 = 26. retak semakin Berdasarkan hasil penelitian dan terlihat lebar dan jelas serta memanjang analisis data yang telah kami lakukan ke arah sumbu netral balok yang maka dari penelitian kapasitas lentur menandakan kuat lentur balok sudah balok beton bertulang dengan tidak mampu Manahan pembebanan. “Standard Specification for Coal Fly Ash 5 .15 mm. ASTM C 618 – 12a. Perlunya penelitian lebih lanjut pada penggantian sebagian semen Gambar 4.

2014. Terbang (Fly Ash) dari PLTU II Kawan Pustaka Jakarta.. Yogyakarta. FT. JTS. FT. 2012. Jurnal. Ridwan. Peraturan Pemerintah No.Buku ajar JTS. Mhd. JTS. Padang. Mardiono. Buku Ajar. FT. Struktur Beton Bertulang. USA. Gideon H. 2013. Struktur Beton BertulanIg. Pengaruh Pemanfaatan Vis...C. UJ. Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton Mutu Tinggi Dengan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen degan f’c 45 MPa. 7. W. Bandung. Presiden Republik Indonesia. Jember. dimodifikasi. Erlangga. SKSNI T-15-1991-03.. Umboh. Analisi dan Desain Jakarta. JTS.Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Tugas Akhir. Penerbit ITB Bandung. and Raw or Calcined Natural menggunakan Mix Desain yang Pozzolan for Use in Concrete”. Beton Bertulang Berdasarkan FT. Saputro. Nasution. 1998. Volume 2 No.2009. JTS. Sulawesi Utara sebagai Subtitusi Parsial Semen Laintarawan. Jakarta.W. Semen Jenis dan Pengaruh Pemanfaatan Abu Aplikasinya. Hidayat. Annual Books of ASTM Universitas Gunadarma. Refika Aditama. Skripsi. Syarif. dkk. Syaka. Beton. UII. Standards. ITP. Penerbit PT.. Alfian H.. A.Dewi R. dkk.. Penerbit PT. 2013. B. Kusuma. FT. Abu Terbang (Fly Ash) dalam Dasar-dasar Perencanaan Beton Mutu Tinggi. 85 Tahun 1999. Konstruksi terhadap Kuat Tekan Beton I. 1993.Jurnal Sipil Statik. Nawi. November 2014.. 2009.. UHI. 2008. Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. 2010. 2009. Pembuatan Beton Normal Dengan fly Ash 6 . Edwar G. A. Jember.